Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 8940

Bu Kapolsek Diimingi Brondong Muda dan Duit Banyak

0

BOGOR DAILY– Geliat bisnis prostitusi di Dukuh Ngrames, Pati, Jawa Tengah terpaksa meredup setelah salah satu muncikari atau germonya diboyong ke kantor polisi.

Dia adalah Woro Wiratmi, warga asli Desa Sumberrejo, Gunungkungkal. Perempuan 34 tahun ini menutupi bisnis prostitusinya dengan modus warung kopi. Hal itu diungkap oleh Kapolsek Wedarijaksa AKP R Sulistyaningrum.

Polwan yang akrab disapa Sulis ini bercerita, sehari sebelum penggerebekan Selasa (29/8). Sulis dan salah satu anak buahnya yang juga polwan di Polsek Wedarijaksa bernama Mira Indah menjalankan operasi penyamaran sebagai PSK. Skenarionya dua yaitu ingin mencari kerja di Kopi Kuro-kuro milik Mamih Woro.

Awalnya Mira datang ke warkop menyamar sebagai ABG memakai rambut palsu dan rok pendek. Kemudian disusul Sulis memakai daster layaknya perempuan susah dari desa yang sedang mengalami masalah keluarga. Keduanya pun satu persatu mulai menyambangi mamih Woro dan mengaku ingin mencari pekerjaan sebagai PSK.

“Saya diterima bekerja di warkop, asalkan kembali lagi ke warkop tidak memakai daster. Harus memakai baju seksi,” kata Sulis.

Sang Germo, lanjut Sulis, merasa senang karena akan mendapatkan PSK baru. Karena saat ini dia mempunyai anak buah tujuh. “Saya sempat tertawa mau dicarikan brondong muda dan pulang bisa membawa uang banyak,” ungkap Sulis.

Setelah bertemu Woro, keduanya kembali ke polsek. Kemudian mengutus petugas unit reskrim untuk menyambangi ke lokasi. Setelah itu, selanjutnya Rabu (30/8) pukul 15.00, Sulis dan beberapa petugas kepolisian melakukan penggerebekan dan penggeledahan.

Di dalam kamar warung dengan pintu terkunci dari dalam, ditemukan salah satu PSK, Lusi warga Margorejo bersama pria hidung belang, Wadi, warga Wedarijaksa.

Sang germo dan beberapa PSK yang berstatus menjadi saksi langsung dibawa ke Mapolsek Wedarijaksa untuk dimintai keterangan.

Berdasarkan keterangan, warung kopi berkedok jasa esek-esek itu sudah berdiri lima bulan ini. Pada siang hari, menyediakan warung kopi dan karaoke.

Namun kalau ada pengunjung yang memesan PSK, si induk semang itu baru memanggil anak buahnya untuk menemani pria hidung belang.

Soal tarif PSK dan hasilnya dibagi antara mamih dan PSK. Tarif sekali main, antara Rp 250-Rp 500 ribu. Tapi sebagain besar tarifnya Rp 350 ribu.

“Warung kuro itu ada di tengah perkampung dan meresahkan warga. Saat ini, pelakunya sudah kami amankan. Secepatnya akan masuk ke pengadilan supaya bisa diproses lebih lanjut. Pelaku dikenakan Pasal 296 KUH Pidana tentang mengadaan atau memudahkan perbuatan cabul dengan ancaman kurungan penjara 1,4 tahun,” tegasnya.

Pelempar Petasan di Stadion Patriot Diburu Polisi

0

BOGOR DAILY– Polisi masih menyelidiki kasus pelemparan petasan yang membuat seorang suporter tewas usai laga ujicoba Indonesia versus Fiji. Polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Stadion Patriot Bekasi Candrabaga dan memburu pelaku pelemparan petasan.

“Pelaku pembakar petasan masih penyelidikan. Belum (tertangkap),” ujar Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Hero Hendrianto Bachtiar.

Pelemparan petasan terjadi sekitar pukul 18.00 WIB pada laga pertandingan Indonesia versus Fiji. Korban saat itu menonton di bangku tribun timur.

Korban langsung dibawa petugas medis ke RS Mitra Keluarga, Bekasi Barat. Saat tiba di rumah sakit sekitar pukul 18.20 WIB, korban dinyatakan sudah meninggal dunia.  “Korban meninggal akibat wajahnya terkena petasan,” kata Hero.

Terkait kejadian ini, PSSI menyayangkan aksi tidak bertanggungjawab dari oknum suporter hingga mengakibatkan adanya korban jiwa. PSSI menyatakan bertanggung jawab kepada keluarga korban.

“Jadi begitu kejadian kami (PSSI) langsung bawa ke rumah sakit Mitra Bekasi. Begitu masuk IGD, dokter mengatakan kemungkinan korban sudah tidak ada (bernyawa) saat di perjalanan. Luka di bagian kepala,” kata Head of Media Relations & Digital Promotion Gatot Widakdo kepada wartawan terpisah.

Pembangunan Yayasan As Sunah Jonggol Mendadak Dihentikan

BOGOR DAILY– Pembangunan tempat ibadah dan lembaga pendidikan di Kampung Cigugur, RT 02/03, Desa Singajaya milik Yayasan As Sunah kini dihentikan oleh Polsek Jongol dan Pemerintah Desa.

Upaya itu menyusul penolakan masyarakat dari dua kampung di Desa Singajaya, yakni Kampung Peundeuy dan Kampung Cigugur.  Pembangunan gedung yang sudah sampai 30 persen berdiri ini tak lagi berlanjut. Penghentian pembangunan itu, untuk mencegah tindak anarkis masyarakat yang menganggap ajaran yayasan itu bertentangan dengan faham dominan.

“Untuk kemaslahatan bersama, bangunan kami hentikan,” tukas Kapolsek Jonggol, Kompol Agus Supriyanto.

Menurutnya, pemahaman yang dianut oleh penganut tertentu dalam yayasan, kerapkali berbenturan dengan adat keagamaan warga sekitar. Karenanya, aktivitas keagamaan yayasan ini sering kali menyulut emosi warga. “Saat ini sudah kondusif, dan tetap dalam pantauan kami,” pungkasnya.

Berdasarkan kepentingan Kamtibmas, pihaknya meminta agar pembangunan tak dilanjutkan. Penghentian tersebut dilakukan hingga batas waktu yang tidak ditentukan . “Belum tahu hingga kapan. Yang pasti kami tunggu hingga kondusif,”tuturnya.

Upaya itu mendapat respons positif dari masyarakat. Ketua RW 03 M Sahroni mengaku lebih tenang dari sebelumnya. Mengingat, aktivitas yayasan itu telah mengecewakan perasaan warga sekitar. “Ketika mereka anggap ajaran guru-guru kami salah. Tentunya itu sangat menyakitkan hati kami. Bersyukur tempat itu sudah ditutup,” pungkasnya.

Menurutnya, jika tidak ada tindakan cepat dan tegas dari aparat, akan terjadi hukum rimba yang dilakukan warga. “Selama ini para tokoh kesulitan menahan warga. Alhamdulillah warga tidak sampai anarkis,” pungkasnya.

Santri Sukaraja Tewas, Jasadnya Nyangkut di Bebatuan

BOGOR DAILY-Seorang santri yang belum diketahui namanya berjenis kelamin laki – laki  ditemukan tewas di Sungai Kalibaru, Kampung Ciater, Kelurahan Sukaraja, Kabupaten Bogor. Saat ditemukan oleh warga, santri tersebut tersangkut di bebatuan.

Kapolsek Sukaraja Kompol Musimin menerangkan kejadian tersebut terjadi pada pukul 13.40 WIB.

“Korban saat itu sedang mandi di Sungai Kalibaru, terus korban terpeleset dan jatuh ke sungai,” ujarnya kepada, Sabtu (02/9/2017).

Beruntung pihak kepolisian bersama warga setempat lama langsung menemukan korban. “Saat ini, korban sudah diamankan dan dibawa oleh Polsek Sukaraja,” pungkasnya.

Kecelakaan Cipali Renggut 5 Nyawa, Salah Satunya Warga Cilebut

BOGOR DAILY– Kecelakaan lalu lintas terjadi di jalan Tol Cipali Km 132.600, Desa Cikawung Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Jumat (01/9/2017). Akibat peristiwa kecelakaan tersebut, lima orang dinyatakan meninggal dunia.

Kelima korban jiwa tersebut, dua orang meninggal di lokasi kejadian, dan tiga orang meninggal di rumah sakit. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22:23 WIB, yang melibatkan kendaraan Minibus Kijang Grand dan Minibus Daihatsu Xenia.Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus, menyebutkan, bahwa pengemudi Minibus Toyota Kijang tidak dapat mengendalikan kendaraannya ketika bannya pecah.

“Sebelum ban mobil pecah, kendaraan diketahui melaju dengan kecepatan tinggi,” tulis Yusri.

Kondisi kendaraan sebelum terjadi kecelakaan dalam keadaan baik dan laik jalan. Yusri Yunus juga menambahkan, kondisi jalan rata dan beraspal, dan tidak ada hujan pada saat kejadian. Kelima korban jiwa tersebut, dua orang meninggal di lokasi kejadian, dan tiga orang meninggal di rumah sakit.

Dari kelima korban jiwa, diketahui seorang korban masih balita berusia tiga tahun.  Pihak Kepolisian menetapkan Ahmad Nur Aman sebagai tersangka atas peristiwa kecelakaan tersebut.

Sejumlah korban luka, diamankan dan dibawa ke RSUD Ciareng Subang dan RS Mutiara Hati Subang. Sebagai barang bukti, pihak Kepolisian mengamankan kedua kendaraan tersebut beserta surat-suratnya.

1. Yasin, usia 13 tahun
Komplek sukatani permai blok 5-18 no. 8 rt. 12/18 Ds. Sukatani Kec. Tapos Kota Depok

2. Sabira, usia 18 tahun
Komplek sukatani permai blok 5-18 no. 8 rt. 12/18 Ds. Sukatani Kec. Tapos Kota Depok

3. Sabar, usia 40 tahun, swasta  Desa Cilebut, Kecamatan Sukaraja, Komplek PWI Jaya blok a1 nomor 13 01/08 Bogor.

4. Fauza, 3 tahun
Komplek sukatani permai blok 5-18 no. 8 rt. 12/18 Ds. Sukatani Kec. Tapos Kota Depok

5. Siti Juhriah 43 tahun. (*)

2 Pleton Satpol PP Bakal Gusur Kios Pedagang Puncak

BOGOR DAILY– Ekesekusi pembongkaran pedagang kaki lima (PKL) tinggal menghitung hari. Selasa (5/9) pekan depan, aparat dari Satpol PP bakal mengerahkan personilnya untuk membongkar seluruh kios milik pedagang. Ini guna mempercepat rencana pelebaran jalan raya puncak menjadi empat jalur.

Sebanyak dua pleton anggota Satpol PP Kabupaten Bogor bakal diturunkan. Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor, Herdi Yana mengatakan, proses pembongkaran ini juga dibantu aparat TNI dan Polri. “Dua pleton berarti 60 anggota yang akan diturunkan. Kita juga dibantu aparat keamanan,” kata Herdi.

Menurutnya, rencana pembongkaran ini sudah diberitahukan kepada pedagang sejak jauh-jauh hari sebelum pembongkaran. Sehingga, ada beebrapa kios yang sudah lebih dulu dibongkar pemiliknya “Informasi yang saya terima sudah ada PKL yang membongkar lapaknya sendiri, tapi ada juga yang harus kita bongkar,” ucap dia.

Herdi menjelaskan, untuk rencana pembongkaran tahap pertama akan dilakukan dari Gadog ujung Tol hingga Hotel Permata Alam (dekat Taman Safari). Pembongkaran, diperkirakan membutuhkan waktu selama dua hari. “Syukur-syukur PKL menertibkan sendiri. Kita juga kan berharap ada keterlibatan dari mereka (pedagang),” jelasnya.

Dirinya hanya berharap, tim penataan PKL dapat segera menyelesaikan tempat relokasi bagi para pedagang. Mengingat, pembangunan jalan akan dilakukan awal minggu bulan ini. Apalagi, pembangunan merupakan program yang dimiliki pemerintah pusat.

“Diorong buru-buru supaya cepat ditata. Kalau kita cepat bergerak bagaimana nanti melebarkan jalan kalau masih ada pedagang. Tugas kita hanya menertibkan lapak yang berdiri di Damija saja,” tutupnya.

Laporan Dirdik KPK Soal Novel , Polri Panggil Ahli Bahasa

0

BOGOR DAILY– Tim penyidik Polri akan memanggil ahli bahasa dalam penyidikan perkara yang dilaporkan Direktur Penyidikan KPK Brigjen Aris Budiman. Ahli bahasa diperlukan untuk memastikan ada-tidaknya unsur pencemaran nama baik.

“Nanti kita minta keterangan ahli bahasa,” ujar Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto di Hotel Bidakara, Jl Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Sabtu (2/9/2017).

Ari menyebut penyidik akan berkoordinasi dengan KPK soal laporan Brigjen Aris. Penyidik memang membutuhkan bukti-bukti atas laporan terhadap Novel Baswedan. “Kami masih terus sama-sama dengan tim KPK untuk menyelidiki, mengumpulkan bukti-bukti,” sambungnya.

Brigjen Aris melaporkan Novel pada 13 Agustus. Laporan ini langsung ditindaklanjuti polisi dengan melakukan gelar perkara pada 21 Agustus. Gelar perkara menghasilkan keputusan laporan Aris naik ke tahap penyidikan.

Polisi menegaskan aduan Aris ditangani sesuai dengan prosedur. Semua aduan disebut ditindaklanjuti polisi. “Semua itu kan sama dalam hukum. Semua laporan standarnya kita tindak lanjuti,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Kamis (31/8).

Sisa Pohon Tumbang Dibiarkan di Jalan Raya Puncak

BOGOR DAILY-Sebuah pohon di Jalan Raya Puncak, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor mengalami tumbang beberapa hari yang lalu. Ironisnya, pohon tumbang tersebut tak langsung ditindak petugas seperti dibiarkan begitu saja.

Menurut warga sekitar, Agus (40), pohon tersebut tumbang setelah disenggol oleh sebuah truk box yang melaju dari arah Puncak menuju arah Ciawi. Namun truk tersebut menurutnya langsung pergi tanpa melihat apa yang disenggolnya.

Terlihat akar pohon tersebut pun masih mengikat dengan tanahnya. ”Jadi beberapa hari yang lalu, malam-malam ada yang nabrak, truk box, tapi dia santai aja lewat gitu,” ujar Agus Dia juga menambahkan bahwa saat itu, kebetulan ada pekerja pengaspalan jalan sehingga pohon tersebut dibawa ke pinggir jalan oleh mereka dengan ditahan oleh batang pohon yang lain. ”Jadi, sama pekerja aspal di ke pinggirin, ditahan pakai pohon yang lain, biar tidak ke jalan aja, ” ungkapnya.

Pelebaran Jalan Puncak Tinggal Menghitung Hari…

BOGOR DAILY-Genderang perang telah ditabuh sejak setahun silam. Aksi penolakan one way sudah terjadi secara besar-besaran dan gelombang demonstrasi hampir terjadi setiap hari di halaman kantor Bupati Bogor. Para aktivis menuding one way telah menjadi penyebab banyak jatuhnya korban kecelakaan di jalur Puncak.

Tuntutan mereka dibayar kontan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dan berbagai upaya dilakukan. Dari mulai rencana pembuatan jalur lingkar utara sampai rencana pelebaran jalan Puncak, kiri satu meter dan kanan satu meter.

Lagi-lagi rencana itu pun menuai kritikan. Aktivis menganggap pelebaran tersebut tidak efektif karena dianggap mengorbankan ribuan pedagang lapak oleh-oleh yang sudah bertahun-tahun mengais rezeki. Meski demikian, para pedagang seolah sudah pasrah. Terbukti, mereka dengan sukarela membongkar lapaknya sendiri.

”Mau bagaimana lagi, daripada nanti dibongkar paksa. Kalau dibongkar sendirikan bahan-bahan yang masih bagus bisa diselamatkan,” ungkap Usman, pedagang lapak oleh-oleh di kawasan Megamendung. Pihak Pemkab Bogor sudah memastikan penertiban akan dilaksanakan mulai tanggal 5 September mendatang. Jadwal itu kini tinggal menghitung hari.

Diawali dengan surat pemberitahuan kepada para pedagang dan spanduk pemberitahuan di tiga titik, yakni Kecamatan Ciawi, Megamendung dan Cisarua. Hal itu dipertegas pernyataan Wakil Kepala Unit Provost Pol PP Kabupaten Bogor Komarudin. Dia mengaku sudah mendapatkan perintah. ”Kami sudah mendapat perintah, penertiban lapak-lapak di ruang milik jalan sepanjang jalur Puncak dimulai tanggal 5 September,” tegasnya.

Tragis! Suami Tewas di Depan Istri

BOGOR DAILY– Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Jalan Raya Cigudeg, Kampung Lawangtaji, RT 01/12, Desa Bunar, Kecamatan Cigudeg, sekitar pukul 10:30 WIB. Sepeda motor Jupiter hitam bernomor polisi F 4012 LS yang dikendarai pasangan suami istri oleng dan menabrak bemper mobil Kijang LGX bernopol polisi F 1345 PL.

Setelah terjatuh dan terbentur ke aspal, nyawa I (35) warga Desa Sentul, Kecamatan Babakanmadang, tak tertolong dan langsung meninggal di tempat. Sedangkan sang istri yang dibonceng berinisial S (27) hanya mengalami luka ringan di bagian pelipis mata, tangan kiri dan dada. Saat ini ia dirawat di Puskesmas Cigudeg. Kapolsek Cigudeg Kompol Yayan mengatakan, mobil Kijang yang dikendarai lelaki berinisial D melaju dari arah Jasinga menuju Leuwiliang, kemudian dari arah berlawanan datang sepeda motor korban.

Saat berpapasan, motor korban oleng dan menabrak bagian bemper mobil Kijang. Korban pun langsung terpental hingga kepalanya membentur aspal. “Korban I langsung meninggal di tempat. Kecelakaan ini telah dilimpahkan ke Unit Laka Lantas Polres Bogor Sub Unit Dramaga,” bebernya