Friday, 10 April 2026
Home Blog Page 8953

Curhatan Istri Opick “Suami Saya Nikahi Backing Vocal…”

0

BOGOR DAILY– Kabar mengejutkan datang dari penyanyi religi Opick. Lelaki pemilik nama lengkap Aunur Rofiq Lil Firdaus itu dikabarkan poligami hingga membuat istrinya, Dian Rositaningrum, mengajukan gugatan cerai. Bersamaan itu, isi curhatan sang istri juga beredar.

15 tahun menikah, mahligai rumah tangga penyanyi ‘Tombo Ati’ itu diguncang isu tak sedap. Pernikahannya dikabarkan retak karena isu poligami. Rupanya sang istri, Dian, sudah lebih dulu menuliskan curahan hatinya soal isu tersebut di media sosial Instagram.

Dalam tulisannya itu, tersirat kekecewaan Dian karena pilihan sang suami yang melakukan poligami secara diam-diam. Terlebih, wanita yang dinikahinya adalah seorang backing vocal yang selama ini sudah bekerja bersamanya selama tujuh tahun.

Suami saya menikah dengan backing vocal yang bekerja dengan saya tujuh tahun (karena saya yang kirimin uang job-nya ke rekeningnya) makan dan minum serta menginap di rumah saya, tulis Dian Rose.

Fakta lain yang mengejutkan, pernikahan poligami itu dilakukan melalui telepon dan wali nikah memakai wali hakim yang bukan dari turunan mahromnya.

Maharnya ngutang. Dinikahkan dengan ustadz bang Debby Nasution, yang beliau sendiri kenal dengan saya dan tahu anak saya 6 orang dan 20 anak santri penghafal alquran, tulisnya panjang lebar.

Dengan tangan bergetar, Dian menuliskan isi hatinya. Ia juga mempertanyakan lewat tulisannya itu tentang keharusan seorang istri menerima alasan poligami karena iman, sementara suaminya melakukan poligami secara sembuyi-sembunyi. Ia pun lantas menganggap keputusan poligami dengan diam-diam seperti sebuah jebakan.

Bukankah ini menjebak istri yang tidak siap dengan hadirnya madu ?Ya .. Karena mau tidak mau istri harus menerima keadaan dengan teriak ini sudah takdir … Terima lah maka kau masuk surga … Hallooooooo masuk surga bukan karena poligami.. Masuk surga karena ahlak yang baik dan takut akan Allah swt. Bagaimana untuk istri yang shock dengan fakta pemaksaan ??? Cerai taruhannya, yup, demikian tulisnya.

Sayang, tulisan itu sudah dihapus. Namun, sebuah acara di stasiun televisi swasta bertajuk Rumpi No Secret itu ternyata sudah menangkap layar curahan hati Dian. Sang presenter dengan lantang membacakan dilema yang dialami istri Opick soal poligami yang dilakukan diam-diam.

Sekadar diketahui, Opick dan Dian telah dikaruniai enam anak. Cerita cinta mereka berawal dari Teater Warung Udix di Pulogadung, Jakarta Timur. Sekitar tahun 2000-an, di tempat itulah keduanya dipertemukan. Kala itu Opick jadi guru di tempat itu, sedangkan Dian jadi muridnya. Di tempat itu Opick tak hanya sebagai guru olah tubuh, tapi guru dalam mengkaji Al quran.

Sebagai murid, Dian tentu sangat takzim kepadanya. Namun, tak ada pandangan untuk menjadikannya orang yang spesial dalam hatinya. Hubungan mereka hanya sebatas guru dan murid.

Hingga pada 15 Juli 2012, keduanya pun resmi menikah di kediaman orang tua Dian. Dan di pertengahan 2017, kabar perceraian menyeruak. Dian disebut-sebut telah mengajukan gugatan cerai.

Namun ditanya soal itu, Opick tidak menjawab dengan tegas apakah kabar itu memang benar atau tidak. “Aku tidak mengiyakan dan tidak bilang nggak, mohon doanya yang terbaik saja,” ujar Opick.

Di tengah prahara rumah tangganya, Opick menuturkan bahwa hubungannya dengan Dian baik-baik saja. Namun, ia tak ingin mengungkap lebih jauh terkait kondisi yang menimpa rumah tangga mereka. “Istilahnya kalau manusia tempatnya kesalahan, begitu juga saya yang punya kesalahan. Jadi mohon doanya semoga diberikan yang terbaik,” ucapnya.

Ini Anggota Panwaslu Bogor Terpilih

BOGOR DAILY–  Setelah melakukan serangkaian tes dan penilaian, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat (Jabar) akhirnya mengumumkan peserta yang lolos menjadi panitia pengawas (panwas) tingkat kota/kabupaten se-Jabar, kemarin.

Di Kota Bogor, tiga orang terpilih di antaranya Ahmad Fatoni, Sasongko Putro dan Yustinus Elyas Mau. Sedangkan di Kabupaten Bogor, panwaslu terpilih untuk mengawasi jalannya Pilkada Serentak 2018 yakni Burhanudin, Irfan Firmansyah dan Ridwan Arifin.

Sekretaris Tim Seleksi (Timsel) Wilayah I Yusfitriadi mengatakan, panwas yang terpilih merupakan kader-kader terbaik yang dimiliki Jabar. Sehingga diharapkan mampu memberi kontribusi positif bagi penguatan kualitas pemilu, termasuk di Kota dan Kabupaten Bogor.

Meski demikian, lelaki yang akrab disapa Kang Yus ini meminta anggota panwas mampu menyentuh persoalan substansial ke depannya. Sebab, selama ini dirinya merasa masih ada beberapa persoalan penting yang belum banyak tersentuh seperti masalah netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), korupsi pemilu dan dana kampanye serta integritas penyelenggaraan pemilu.

“Selama ini ada beberapa hal yang sangat substantif dalam pemilu yang belum dapat perhatian penuh panwas kita. Padahal hal-hal tersebut pengaruhnya sangat besar,” kata Kang Yus kepada Metropolitan.

Untuk itu, dirinya berharap panwas bisa mengambil sanksi tegas terhadap pelanggaran-pelanggaran tersebut dan tidak hanya mengawasi pelanggaran-pelanggaran kecil seperti malasalah Alat Peraga Kampanye (APK) dan lainnya.

Sebab, kewenangan panwas saat ini lebih kuat karena bisa langsung  mendiskualifikasi calon jika terbukti melakukan pelanggaran dan boleh mengadakan sidang. “Kalau dulu kan kewenangan panwas hanya pengaduan, tapi sekarang mereka punya kewenangan kuat. Makanya harus teliti, tegas dan seobjektif mungkin,” harapnya.

Selain itu, Kang Yus meminta masyarakat ikut mengotrol kinerja panwas. Sebab, bukan tidak mungkin ada bayang-bayang pragmatisme bagi para panwas. Hal ini sangat mungkin terjadi lantaran orientasi kekuasasan yang dimiliki partai politik (parpol) dan pasangan calon sangat kuat.

“Dengan orientasi kekuasaan tersebut, mereka akan menghalalkan segala cara, termasuk memandulkan peran panwas. Maka perlu kontrol masyarakat agar proses demokrasi tidak tercederai,” tegas Kang Yus.

Sementara salah seorang pendaftar Panwas Kota Bogor yang lulus, Ahmad Fathoni, berjanji siap menjaga integritas panwas dalam mengawasi kelancaran pesta demokrasi ke depan. Dirinya juga berharap masyarakat berperan aktif dengan ikut melaporkan temuan-temuan pelanggaran sehingga bisa membantu kinerja panwas menjadi lebih maksimal.

“Kami siap mengawasi pesta demokrasi ke depan agar berjalan sesuai aturan. Agar berjalan sukses, peran serta semua pihak, termasuk masyarakat, juga sangat dibutuhkan,” tandas Fathoni.

Bima Arya Cs Jenguk Ki Gendeng di Lapas, Lihat Fotonya

BOGOR DAILY- Perayaan Hari Kemerdekaan RI yang beebrapa waktu digelar juga menyelipkan cerita tersendiri bagi penghuni Lapas Kelas II A Bogor. Usai pemberian remisi, rupanya Wali Kota Bogor, Bima Arya didampingi Sekretaris Daerah Kota Bogor, Ade Syarif, Ketua DPRD, Untung W Maryono serta Kepala Lapas Kelas IIA Paledang, Gunawan Sutrisnadi berkesempatan menemui dan berbincang bincang dengan tokoh kontroversial Ki Gendeng Pamungkas (KGP) yang sedang menjalani masa tahanan di Lapas tersebut

“Ini saudara saya, semoga KGP bisa menghadapi proses hukum yang berjalan. Dan yang pasti kami memberikan dukungan dan semangat kepada KGP,” ujar Sekda.

Sementara, kepada wartawan KGP mengatakan, merasa nyaman berada di Lapas Paledang karena tempat ini sudah mengalami banyak perubahan dan kemajuan sehingga para tahanan tidak merasa mendapatkan tekanan.

“Banyak perubahan di Lapas Paledang. Disini saya merasa nyaman, tentram, petugas Lapas nya baik-baik, murah senyum, ketat dalam pengawasan, bahkan selama di Lapas, saya banyak mendapat teman baru. Para tahanan juga selalu berkomunikasi positif dan sesekali ada yang meminta nasihat,” ujar KGP saat ditemui di Lapas Kelas II waktu itu

Ditanya mengenai kelanjutan kasusnya, ia mengatakan, sidang selanjutnya akan dilaksanakan pada 24 Agustus 2017. Ia juga mengaku siap menghadapi sidang nanti.

ALTRUISTIK

Suatu aktivitas kerja bisa disebut profesi, setidaknya harus memiliki 5 komponen: berbasis keilmuan, independen, altruistik, diikat tata nilai etis (etika profesi), dan akhirnya harus ada garda yang menjaga kepastian pada nilai-nilai etika yaitu dewan kehormatan. Profesi ini melekat pada dokter, advokat, notaris dan hakim.

Mengapa seorang dokter di ruang UGD harus cepat menangani pasien segera sebagai tindakan penyelamatan, tanpa diperbolehkan mempertanyakan biaya pada pasien atau keluarganya? Seorang advokat juga wajib memberi bantuan hukum gratis pada pencari keadilan yang tidak mampu (miskin, tertindas, tidak mampu mengakses hak-hak nomatifnya). Sikap dokter dan advokat tersebut adalah pengejawantahan dari sifat altruistik profesi.

Sifat altruistik atau faham altruisme ini adalah suatu tata nilai yang mewajibkan penyandang profesi melayani nilai-nilai kemanusiaan. Nilai nilai yang melekat pada setiap individu sebagai mahluk Tuhan. Yaitu: hak untuk hidup, hak untuk dijauhkan dari rasa takut, dijauhkan dari perlakuan kekerasan dan perlakuan yang merendahkan harkat manusia.

Dalam melayani nilai-nilai kemanusiaan, penyandang profesi tidak boleh membedakan perlakuan berbasis suku, ras, agama, warna kulit dan bahasa. Karenanya dalam profesi advokat maka sejak ia menyandang status advokat, ia adalah human right defender (pembela hak asasi manusia).

Dalam UU Advokat No 18 tahun 2013, Pasal 22 dan kode etik advokat, nilai altruistik ini ditanamkan. Karena nilai normatif ini maka seorang advokat berhak menyandang status Nobile Officium (profesi yang mulia).

Sifat altruistik ini memerlukan bahan aku dasar dari individu itu sendiri, yang tumbuh berkembang dan menguat dalam proses hidup individu jauh sebelum ia memasuki profesi.

Bahan baku dasar itu adalah sifat empati yang terasah, rela berkorban, dan tidak kalah penting adalah keberanian menghadapi resiko (bernyali). Bahan baku dasar ini setidaknya harus melekat, karena sebelum menyandang profesi, ia adalah individu yang sama dengan individu lain.

Kalau tidak ada bahan dasar ini akan sulit diharapkan sikap altruistik terwujud pada penyandang profesi. Tidak bisa ujug-ujug seorang yang individualistik, materialis, dan selfish akan mampu bersikap altruistik pada saat menjadi advokat.

Dari mana bahan baku itu? Pendidikan budi pekerti dan penanaman nilai-nilai agama menjadi sangat penting. Perspektif altruistik ini sejalan dengan dasar negara Pancasila: kemanusiaan yang adil dan beradab dalam wilayah nilai Ketuhanan Yang Maha Esa.

Seorang advokat akan mampu menjadi agent perubahan, politik, sosial dan hukum bila mengembangkan dengan baik prinsip-prinsip nilai altruistik ini. Keahlian berfikir analitis, sistematik, terstruktur yang diasah pada jalan profesi akan menempatkan advokat menjadi primus interpares.

Sementara pada belahan dunia yang menerapkan demokrasi, para advokat menjadi pioner perubahan: AS, Korea, Filipina, Eropa. Di Indonesia? Sangat mungkin karena sejak didirikan oleh founding father, kita menganut prinsip negara hukum demokratis.

Kalau saudara advokat dan membaca tulisan ini, ayo saudara lakukan instropeksi. Sementara jika anda warga biasa, ini adalah informasi yang baik untuk dibaca. Buat anda kaum muda yang mau memilih profesi, ikutlah jalan ini. Jalan-jalan yang akan membawa anda pada pergumulan membela kemanusiaan dan kemuliaan menanti anda.

Salam sang Pembela,
Saat di atas Commuter Line Jakarta-Bogor
19 Agustus 2017

Sugeng Teguh Santoso, SH
(Calon Walikota Bogor 2018)

Dana Jamaah Umroh Dipakai Bos First Travel Beli Aset Pribadi

0

BOGOR DAILY– Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah secara proaktif memantau transaksi sejumlah rekening terkait kasus First Travel. Didapati, selain untuk memberangkatkan umroh, dana jemaah juga dipakai untuk membeli aset pribadi.

“Semenjak kasus ini bergulir PPATK telah secara proaktif melakukan penelitian terhadap puluhan rekening yang terkait First Travel di beberapa bank,” kata Wakil Kepala PPATK Dian Ediana Rae dalam pesan singkat yang diterima detikcom, Sabtu (19/8/2017).

“Dari hasil penelitian sementara, diketahui bahwa dana yang disetorkan calon jemaah umroh selain digunakan untuk memberangkatkan umroh, juga digunakan untuk kepentingan pembelian aset-aset pribadi,” imbuhnya.

Sejumlah calon jemaah korban dugaan penipuan First Travel meminta pemerintah turun tangan membantu pengembalian dana jemaah yang sudah disetorkan. Perwakilan jemaah, Asro K Rokan, juga meminta PPATK dilibatkan dalam menelusuri aliran dana nasabah.

“Sebab, sulit diterima akal sehat dana dari rekening Andika tersisa di bawah Rp 5 juta. Padahal jika dihitung puluhan ribu calon jemaah dana bisa ratusan miliar,” kata Asro, Sabtu (19/8).

Sulitnya mendapatkan pengembalian dana yang disetorkan dialami Asro dan 12 anggota keluarganya. Pihak Asro sudah mengajukan pengembalian (refund) ongkos umrah sejak 24 Maret 2017 namun hingga kini belum mendapatkan respons dari First Travel,

Asro dan keluarga telah melunasi seluruh ongkos umrah sebesar Rp 186.190.000 pada 14 Juni 2016. Pemberangkatan dijadwalkan pada Desember 2016-Mei 2017.

Dalam kasus dugaan penipuan, polisi menetapkan bos First Travel, Andika Surachman dan istrinya, Anniesa Devitasari Hasibuan, sebagai tersangka. Belakangan, adik bos First Travel, Kiki Hasibuan, juga dijadikan tersangka. Sejumlah aset disita dari ketiganya.

Predator Seks Bocah TK di Bogor Masih Bebas, Ini Kata Polisi

BOGOR DAILY- Polresta Bogor masih memeriksa kasus pencabulan yang dialami oleh siswa TK. Polisi saat ini tengah mengumpulkan bukti-bukti dan meminta keterangan saksi. Humas Polresta Bogor dalam keterangan tertulis mengatakan kasus ini berawal dari adanya laporan dari MF ibu korban pada 12 Mei 2017 tentang tindak pidana Melakukan Perbuatan Cabul Terhadap Anak sesuai Pasal 82 UU RI No. 35 Tahun 2014.

“Perkara tersebut sedang dalam penanganan penyidik PPA Sat Reskrim Polresta Bogor Kota dan sedang dilakukan penyidikan secara mendalam untuk mendapatkan bukti-bukti yang dapat dipertanggung jawabkan secara hukum,” katanya.
Hasil pemeriksaan sementara dari keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk dan keterangan terlapor dan dengan hasil olah TKP berikut barang bukti hingga saat ini belum terdapat kesesuaian satu dengan lainnya. “Masih perlu pendalaman lebih lanjut. Namun sudah dilakukan peningkatan dari proses lidik ke sidik. Selanjutnya Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) sudah dikirim ke Jaksa Penuntut Umum,” ucapnya.
Polresta Bogor mengatakan dalam melakukan penyidikan ini mereka harus memposisikan kasus secara profesional dan proporsional agar tidak terjadi pelanggaran terhadap hak-hak orang lain. Soal kabar yang beredar di media sosial bahwa tersangka pencabulan sudah ditahan, Polresta Bogor membantah hal tersebut. Menurut mereka hingga saat ini Satreskrim Polresta Bogor Kota belum melakukan upaya paksa berupa penangkapan ataupun penahanan terhadap tersangka atau orang yang dituduhkan. “Dan perlu dijelaskan di sini bahwa perkara ini dalam proses penyidikan,” katanya.
Kasus pencabulan siswi TK di Bogor ini ramai di media sosial. Pelapor atau ibu korban curhat di akun Facebook. Dia merasa kasusnya tidak ditangani serius oleh polisi karena sudah lebih dari 3 bulan berlalu, namun tidak ada perkembangan berarti. Ibu korban berharap polisi bisa lebih cepat mengusut kasus yang menimpa anaknya.

Perdana, Indonesia Ekspor 5.600 Ton Bawang Merah ke Thailand

0

BOGOR DAILY-  Indonesia tak lagi impor bawang merah dari Thailand. Kini, Indonesia justru mengekspor 5.600 ton bawang merah ke negeri Gajah Putih ini. Sepanjang 2017 ini, Indonesia mampu membukukan pendapatan ekspor bawang merah ke Thailand senilai USD 8,5 juta atau setara Rp 100 miliar.

Padahal, sebelum ini Indonesia selalu melakukan impor bawang merah dari Thailand. Ekspor sepanjang 2017 dilakukan secara bertahap dengan mengiriman awal sebanyak 12 kontainer.

“Mulai tahun ini kita ekspor bawang merah ke Thailand. Ekspor ini kita persembahkan di hari kemerdekaan ini. Tidak ada lagi kata impor, tapi kita terus ekspor,” kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Brebes,

Dalam pelepasan ekspor ini, Menteri Amran didampingi Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Tatang Sulaiman, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono, Bupati Brebes Idza Priyanti.

Amran mengatakan ekspor bawang merah ke Thailand tersebut merupakan prestasi pembangunan pertanian di era pemerintahan Jokowi-JK. Dulu di tahun 2014 impor bawang merah dari Thailand 72 ribu ton, tahun 2015 turun 17 ribu ton dan tahun 2016 tidak ada impor.

Berdasarkan data BPS, Indonesia sejak bulan Januari hingga Juli 2017 Indonesia telah mengekspor bawang merah ke beberapa negara mencapai 657,3 ton. Sebelumnya, di tahun 2016 total ekspor bawang merah sebanyak 735,7 ton dan tidak ada impor (NOL). Negara tujuan ekspor bawang merah Indonesia terbanyak ke Thailand, disusul Vietnam, Taiwan, Malaysia, Singapura, Timor Leste dan negara lainnya.

“Waktu ekspor dilakukan pada bulan Juli hingga Oktober, saat produksi dalam negeri relatif over produksi. Sentra bawang merah yang memasok pasar ekspor antara lain Brebes, Cirebon dan Kabupaten Bima,” ungkapnya.

Terkait capaian produksi, di tahun 2016 produksi bawang merah nasional mencapai 1,45 juta ton ataun naik 18 persen dari tahun 2015. Begitupun luas tanam naik 22,5 persen mencapai 149,6 ribu hektar dari tahun 2015.
Kemudian, lanjut Amran, pada periode Januari hingga Juni 2017 produksi bawang merah sebesar 594 ribu ton. Diperkirakan, total produksi bawang merah 2017 naik mencapai 1,68 juta ton, sedangkan kebutuhanya hanya 1,25 juta ton.

“Selain Brebes, masih banyak lokasi sentra kawasan bawang merah, antara lain Cirebon, Bandung, Majalengka, Garut, Demak, Tegal, Nganjuk, Probolinggo, Sampang, Pamekasan, Bima, Sumbawa, Lombok Timur, Tapin dan beberapa daerah sentra lainnya,” paparnya.

Tahun Ini Angkot Bogor Batal Disebar ke Kampung-kampung

BOGOR DAILY- Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memberlakukan konversi angkot ke bus rupanya tak berjalan mulus. Ini membuat program angkot ke kampung-kampung pun batal terealisasi di tahun ini. Padahal, program yang semula ditarget berjalan bulan September itu rupanya bakal kembali molor. Hal tersebut diungkapkan Kabid Angkutan pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Jimmy Hutapea.

Ia menjelaskan, hingga kini kendalanya ada pada beberapa badan hukum yang bakal menjadi operator di setiap koridor angkutan masal. Sedikitnya, ada lima badan hukum yang bersedia, yakni Kojari, Madani, Kauber, Kencana, serta Kopaka.

“Kita akan sedikit molor dari target awal yang September mereka sudah berganti dengan bus. Karena memang keinginan dari kelima badan hukum ini ada kesepakatan dulu siapa yang menjalankan di masing-masing koridor,” jelasnya kepada awak media.

Sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) yang mengamanatkan bahwa yang mengisi angkutan masal di Kota Bogor adalah badan hukum yang bersedia mengkonversi beberapa angkot menjadi satu bus.

Khusus untuk koridor dua dan tiga, konversinya dari tiga angkot menjadi satu bus. Sedangkan koridor lainnya, dari tiga angkot menjadi dua bus. “Kita tinggal menunggu, kapan mereka bisa secara bersama-sama. Mereka pengen bisa berjalan bareng untuk pengisian busnya,” terangya.

Sedikitnya, ada sekitar 885 angkot yang bakal di konversi. Dari jumlah tersebut nantinya akan menjadi beberapa bus yang tersebar di koridor angkutan masal. Sebanyak 81 bus untuk mengisi koridor dua, sebanyak 81 mengisi koridor tiga, serta sekitar 200-an bus untuk beroperasi di koridor empat dan lima.

Sebelumnya, Pemkot Bogor menargetkan program pemecah macet di kawasan tengah kota itu diterapkan pada September mendatang. Dana sebesar Rp60-80 miliar sudah diproyeksikan untuk menyubsidi program konversi tiga angkot menjadi satu bus Transpakuan tersebut.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, sudah ada enam badan hukum angkot yang bersedia mengonversi angkotnya ke bus. Dengan perbandingan tiga angkot menjadi satu bus di koridor Transpakuan (TPK) 2 dan TPK 3. Tak hanya badan hukum, Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) juga berkesempatan untuk mengisi salah satu koridor.

“PDJT bisa jadi salah satu dari koridor tersebut. Bisa juga jadi yang menaungi oprator-operator koridor secara keseluruhan, atau disebut Bus Management Company (BMC),” ujarnya.

Pemkot, kata dia, telah mengajukan dana subsidi di tahun anggaran 2018 untuk memberlakukan konversi bus. Anggarannya berkisar Rp60-80 miliar. Tapi, ada sejumlah persayaratan yang harus dipenuhi badan hukum untuk memperoleh subsidi dalam konversi.
Salah satunya, yaitu operator yang mengajukan subsidi harus sudah mengoperasikan busnya. “Operasikan dulu busnya, baru mengajukan subsidi,” terangnya

Warga Jabodetabek Dapat 7.500 Sertifikat Tanah Gratis

0

BOGOR DAILY- Pemerintah pada pagi hari ini Minggu (20/8/2017) melakukan Penyerahan Sertifikat Hak Atas Tanah Program Strategis Nasional Se-Jabodetabek. Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil mengatakan, pada hari ini pemerintah menyerahkan sekitar 7.500 sertifikat tanah  kepada warga masyarakat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

“Hari ini dibagikan 7.500 sertifikat. Diberikan kepada masyarakat di Jakarta, Tangerang, Bogor, Bekasi. Seluruh tanah akan kita sertifikatkan. Semua masyarakat. DKI juga kita berikan,” kata Sofyan.

Penyerahan sertifikat secara simbolis rencananya akan dilakukan oleh Presiden RI Joko Widodo. Selain kepada masyarakat, pemerintah juga menyerahkan sertifikat kepada Pemprov DKI Jakarta di antaranya sertifikat Balai Kota, Taman BMW, dan Monumen Nasional.

Pada tahun ini saja, pemerintah menargetkan akan menyerahkan sertifikat tanah sebanyak 5 juta sertifikat. “Itu akan dibagikan terus ke semua daerah,” ucap Sofyan

Sertifikat yang sudah dibagikan kepada masyarakat hingga saat ini sudah mencapai 1,5 juta. Sofyan menambahkan, dalam kunjungan-kunjungan ke berbagai daerah, Presiden juga sering melakukan pembagian sertifikat.

“Seluruh tanah, tiap jengkal kita berikan sertifikat tanah biar jelas kepastian hukumnya,” sebutnya.

Dalam sambutannya, Sofyan menjelaskan manfaat sertifikasi tanah diantaranya untuk menghindari konflik agraria, membuat aset masyarakat bisa dijadikan jaminan bank, serta menghindarkan masyarakat pada jeratan rentenir.

“Kalau perlu pinjaman modal, dengan sertifikat ini berbagai bank bisa memberikan kredit. Dan sekarang pemerintah sudah memiliki KUR,” kata Sofyan.

Meski demikian dia mengingatkan masyarakat untuk melakukan prinsip kehati-hatian dalam menarik pinjaman dari bank

Heboh! Insiden Bendera Indonesia Terbalik di Sea Games 2017

0

BOGOR DAILY- Menpora Malaysia Khairy Jamaluddin Abu Bakar akan menemui Menpora RI Imam Nahrawi untuk meminta maaf, terkait gambar bendera Indonesia terbalik  dalam buku panduan pelaksanaan SEA Games 2017. Rencana pertemuan dua menteri pada, Minggu, 20 Agustus 2017 itu disampaikan oleh Penyelenggara Sea Games Malaysia (MASOC), diiringi dengan permintaan maaf resmi dari pihak panitia.

“Kami ingin memohon maaf kepada rakyat Indonesia di atas kesilapan yang tidak disengajakan dalam mencetak bendera Indonesia dalam buku tersebut,” begitu bunyi pernyataan tertulis MASOC, Sabtu, 19 Agustus 2017.

Selain menyesali kesalahan menampilkan gambar bendera dalam buku yang telah diedarkan saat pesta pembukaan Sea Games 2017 itu, MASOC menyampaikan niat untuk terus menjaga hubungan baik dengan Indonesia. “Kami percaya hubungan erat di antara dua negara ini akan lebih diperkukuhkan di bawah semangat Sukan Sea (Sea Games).”

Menpora Imam Nahrawi sempat menyampaikan protes terhadap kesalahan tersebut. Dia menyesalkan cetakan gambar di halaman 80 buku panduan ajang olahraga dua tahunan di Asia Tenggara itu. “Saya kira ini sangat terledor. Ceroboh sekali. Saya kira hal ini yang mencerai kemegahan pembukaan SEA Games 2017 yang disaksikan jutaan orang,” kata dia.

Selain juga mengungkapkan protes di akun resmi Twitter miliknya, Imam juga menunggu permintaan maaf resmi dari pemerintah negeri Jiran. Khairy Jamaluddin sendiri juga sempat merespon protes tersebut melalui Twitter. “Bapak Imam, tolong terima permintaan maaf tulus saya atas kesalahan ini. Sesungguhnya tidak ada niat jahat. Saya amat kesal akan kesalahan ini,” tulisnya membalas tweet Imam, Sabtu, 19 Agustus 2017.