Thursday, 9 April 2026
Home Blog Page 8970

Duit Pas-pas, Keluarga Balita Gizi Buruk Takut ke RS

BOGOR DAILY-Lahir dari keluarga kurang mampu, membuat Muhammad Arif, warga Kampung Mekarwangi, Kelurahan Ranggamekar, sulit melawan penyakitnya. Sementara sang orang tua hanya berpenghasilan pas-pasan sebagai tukang rak piring.

Dinding rumah yang lembap dan berwarna kecokelatan, menjadi saksi bisu pedihnya perjuangan keluarga ini melawan kemiskinan. Asep Sutriawan yang hanya seorang tukang rak piring, setiap hari harus membanting tulang membuat rak piring di Ciapus.

Jerih payahnya dari pagi hingga jam sembilan malam hanya dihargai Rp360 ribu selama tujuh hari. Penghasilan yang pas-pasan tersebut tidak cukup untuk memberikan keluarganya makanan yang lima sehat empat sempurna. “Makanan sehari-hari ya seadanya, paling ikan asin,” ujarnya.

Asep mengaku kelimpungan mencari biaya pengobatan Arif. Sampai-sampai putra sulung Cici, Adrian (16), putus sekolah dan berdiam diri di rumah. “Karena menemani Arif berobat, jadi tidak ada pema­sukan. Jangankan untuk bayar sekolah, bayar kontrakan saja nunggak. Keluarga besar juga nggak ada di sini, jadi susah mau minta tolong ke mana?” kata Cici.

Menurut keterangan Ketua RT 04/13 Ujang, sudah se­jak lama warga sekitar me­nyarankan Arif dibawa ke rumah sakit. Namun, keluarga menolak karena takut biaya mahal dan alasan jauh dari rumah. “Warga sekitar sudah bilang lebih baik dibawa ke rumah sakit agar kembali membaik,” ujar Ujang.

Akhirnya setelah satu tahun lebih menjalani keadaan sulit tersebut, keluarga Arif mem­bawanya ke RSUD Kota Bogor untuk menjalani perawatan menggunakan Surat Keteran­gan Tidak Mampu (SKTM). Selama sebulan perawatan tersebut, Arif tidak dipungut biaya sama sekali. “Alham­dulillah, tidak dipungut biaya perawatan maupun obat,” ungkapnya.

Selama sebulan menjalani perawatan, kondisi Arif kian membaik. Ia yang tadinya hanya terkulai di kasur, kini sudah bisa bicara dan duduk. Menurut Cici, Arif harus men­jalani pengobatan selama dua minggu sekali. “Pas di rumah sakit dikasih oksigen, infus, biskuit dan susu formula. Alhamdulillah sekarang berat­nya sudah naik 1,1 kilogram,” tuturnya.

Geruduk Balaikota, PMII Desak Kasatpol PP Turun Jabatan

BOGOR DAILY- Pasca tuduhan pelecehan yang disangkakan kepada aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Bogor, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Cipayung kembali menggelar aksi unjuk rasa jilid II di depan Balai Kota Bogor. Mereka menuntut agar Kasatpol PP Kota Bogor Heri Karnadi dan Kabid Dalops Agustiansyach turun dari jabatannya.

Ketua PMII Kota Bogor Fahrizal mengatakan, pi­haknya mendesak agar Kepala Satpol PP segera diberhentikan dari jabatannya. Karena selain tidak bekerja maksimal, Satpol PP juga telah melakukan fitnah kepada organisasi yang dipimpin­nya, sebab menuduh salah satu anggotanya melakukan pelecehan kepada anggota Satpol PP. “Sudah bekerja tidak maksimal, mereka malah menuduh kita yang tidak-tidak. Dan telah mencemar­kan nama baik kita,” ujarnya kepada Metropolitan.­

Fahrizal juga mengkritisi Kasat­pol PP yang dianggap sering melakukan pencitraan diband­ingkan kerja nyata. Ini terbukti dengan sejumlah pekerjaan yang belum dapat diselaikan Satpol PP, seperti permasalahan PKL, banyak bangunan yang tak berizin dan beberapa yang lain­nya. “Bahkan ada dugaan korupsi yang dilakukan Satpol PP serta banyaknya pungli yang dilaku­kan Satpol PP kepada sejumlah PKL yang ada di Kota Bogor,” terangnya.

Masa aksi yang berasal dari kelompok Cipayung seperti PMKRI dan GMKI juga me­maparkan hal yang sama. Ter­lebih seperti Satpol PP yang kecolongan ketika adanya tindakan asusila di pedestrian di sekitar Kebun Raya Bogor dan adanya vandalisme.

Sementara tindakan represif dan ujuran kebencian yang di­lakukan Satpol PP, menurutnya, telah dilaporkan kepada pihak kepolisian, sebab dengan tudu­han tersebut sangat merugikan­nya. “Karena sangat merugikan maka kita laporkan mulai dari ujaran kebencian yang dilakukan Kabid Satpol Agustiansyach, be­gitu juga anggota Satpol PP yang telah melakukan pengeroyokan,” paparnya.

Kasatpol PP Kota Bogor Heri Karnadi menjelaskan, dirinya mengembalikan sepenuhnya kepada wali kota selaku pimpi­nan. Kinerja Satpol PP juga yang melihat oleh pimpinan. Yang jelas target kinerja setiap tahun sesuai target di RPJMD. “Ya kan Pegawai Negeri Sipil (PNS) be­gitu dilantik, juga harus sudah siap untuk dimutasi kembali dan itu hal biasa,” katanya.

Pihaknya menyerahkan proses hukum kepada kepolisian terkait pelaporan atas dugaan per­buatan cabul di depan umum terhadap Srikandi Banpol PP dalam aksi demo kemarin. “Saya sudah sampaikan beberapa kali setiap warga negara berhak mendapatkan perlindungan. Kemarin kita sudah disalurkan itu anggota saya untuk mendapat perlindungan. Seperti apa pros­esnya dikembalikan ke kepolisian. Jadi ini bukan menyudutkan tapi melindungi anggota saya,” ungkapnya.

Ditanya soal balik melapor­kan atas dugaan tindakan ke­kerasan fisik yang dilakukan anggota Satpol PP, Heri balik bertanya bahwa sudut pandang kekerasan fisik itu dari mana. Sebab, aksi demo kemarin kondisinya chaos (ricuh, red) dan anggota Satpol PP pun ada yang kena kekerasan fisik juga saat terlibat aksi saling dorong.

Untuk aksi demo yang kali ini agak berbeda, di mana maha­siswa diperbolehkan masuk ke halaman balai kota tanpa ad­anya pengawalan Satpol PP. Hal itu untuk mengakomodasi as­pirasi pedemo sehinga berjalan kondusif. “Kemarin demo dijaga karena masuk ke balai kota. Jika demo ke Tugu Kujang, ke Istana, itu kewenangan kepolisian. Hari ini kan lanjutan demo yang kemarin, sehingga kali ini agar berjalan kondusif,” ungkapnya

Pakai Motor Bodong, 39 WNA Tiongkok Ditangkap

BOGOR DAILY-Se­banyak 39 Tenaga Kerja As­ing (TKA) asal Tiongkok ter­paksa berurusan dengan polisi. Para pekerja asing di PT Bintang Cindai Mineral Geologi (BCMG) digelan­dang ke Mako Polres Bogor karena kedapatan menggunakan motor bodong. ­Penangkapan ini dilakukan di Kampung Cirangsad, Desa Banyuwangi, Kecamatan Cigu­deg, kemarin. Kanit Reskrim Polsek Cigudeg AKP Asep Saepudin menuturkan, pen­angkapan ini bermula dari kecurigaan saat melakukan operasi motor bodong di sekitar PT BCMG.

Dari hasil razia, pihaknya berhasil mengamankan 15 kendaraan roda dua dari tan­gan para WNA. “Karena mo­tor diduga dialihkan ke PT BCMG,” kata Asep.

Setelah itu, sambung Asep, pihaknya melakukan pengem­bangan ke PT BCMG. Pada saat melakukan penggerebekan, didapati 39 WNA asal Tiong­kok yang tengah beristirahat di camp-nya masing-masing. “Tadi tidak ada perlawanan, semua kooperatif. Cuma kita belum bisa menanyai data-datanya, karena bahasa yang digunakan bahasa Mandarin,” ucapnya.

Selanjutnya, puluhan WNA diduga ilegal asal Tiongkok ini diserahkan ke Mako Polres Bo­gor untuk dilakukan pengem­bangan lebih lanjut. “Sudah dibawa ke sana (polres, red). Juru bicaranya juga nanti akan datang ke polres,” ujarnya.

Sementara Camat Cigudeg Acep Sajidin mengatakan, pekerja asing yang ditahan itu sehari-hari bekerja di perusa­haan tambang galenda yang berlokasi di perbukitan. “Iya kerja di tambang. Kayaknya masih baru, tapi kita juga be­lum tahu kejelasannya karena masih mencari penerjemahn­ya. Jangankan bahasa Sunda, bahasa Inggris saja tidak bisa,” kata Acep.

Menurutnya, saat ini puluhan TKA itu sementara ditahan. Pihak kepolisian masih dalam penyelidikan, dalam artian melihat terlebih dahulu doku­men-dokumen yang mereka miliki. Meskipun tidak ada bukti atau kelengkapan surat-surat tinggal ataupun bekerja di Indonesia, tentu ke-39 WNA ini bisa dideportasi ke nega­ranya masing-masing. “Kalau tidak ada bukti, kemungkinan bisa dipulangkan,” tutupnya

Ini 16 Kecamatan di Bogor yang Disenangi PSK Mangkal

BOGOR DAILY- Usai penggerebekan lokasi prostitusi kelas ecek-ecek di kolong Jembatan Layang (Flyover) Cibinong, masih banyak Pekerjaan Rumah (PR) pemerintah yang kembali menanti. Bukan cuma Flyover Cibinong saja yang jadi langganan para Pekerja Seks Komersial (PSK) itu mangkal. Sebab, sebarannya hampir merata di wilayah Bumi Tegar Beriman. Bahkan, ada 16 daerah yang kini jadi sarangnya.

Ada 16 kecamatan dise­but-sebut jadi wilayah yang digemari sang kupu-kupu malam. Hampir setiap malam, para PSK melancarkan aksinya menjerat lelaki hidung belang. Mulai dari tarif Rp50 ribu sekali kencan hingga tarif menengah atas mencapai Rp700 ribu-Rp1 juta.

Bermodalkan gincu merah dan baju seksi, para penjaja seks menawarkan jasa pemuas nafsu untuk semua kalangan. Dari kalangan sopir, buruh di pasar-pasar sampai kalangan elite yang biasa menyewa hotel dan vila.

Berdasarkan data Dinas Sos­ial (Dinsos) Kabupaten Bogor, ada 14 daerah yang menjadi sarang PSK. Ini terbagi dalam tiga zona. Di antaranya Zona 1 di Ciawi, Cisarua, Megamend­ung, Caringin dan Cijeruk. Lalu Zona 2 di Cileungsi, Parung, Kemang, Jonggol dan Suka­makmur. Serta Zona 3 di Cibi­nong, Citeureup, Bojonggede, Sukaraja, Babakanmadang dan Klapanunggal.

“Hampir semua wilayah ada, cuma yag kita petakan di tiga zona itu yang jadi sarangnya,” kata Kepala Seksi (Kasi) Reha­bilitasi Sosial, Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Dinsos Kabupaten Bogor, Buchori Muslim.

Buchori menjelaskan, me­mang tak dipungkiri PSK yang biasa beroperasi di Kabupaten Bogor sudah merambah me­lalui praktik online. Namun dari tiga lokasi yang dise­butkan, kebanyakan PSK-nya terjaring di jalanan. “Itu PSK kelas bawah dengan bayaran Rp100 ribu, Rp50 ribu juga mereka mau,” jelasnya.

Seperti di Ciawi, para PSK itu biasa mangkal tiap malam, tepatnya di jalanan dekat Pasar Ciawi. Begitu juga di Kecamatan Klapanunggal, lo­kalisasi Limusnunggal hingga kini masih beroperasi meski sembunyi-bunyi. Bahkan di Kecamatan Parung, warung-warung kopi di pinggir Jalan Raya Kemang-Parung sering jadi tempat nongkrong para PSK sebelum akhirnya dibawa ke rumah kontrakan.

Sementara di Cibinong, ka­wasan Pakansari juga tak luput jadi tempat yang digandrungi PSK ABG untuk mengincar om-om berduit. Seperti pen­gakuan PSK remaja Pakansari yang terang-terangan men­gaku sering diajak kencan dalam wawancara khusus Metropolitan.

Tiga cewek ABG bayaran, se­but saja Lidia, Win dan Atsya. Mereka masuk geng bocah SMP yang bisa dipesan. Geli­atnya jadi terkenal dari mulu ke mulut. Berawal dari ajakan karaoke, tak jarang perte­muan dengan pelanggannya berujung pada jasa pemuasan nafsu syahwat om-om nakal. Bahkan, mereka tak jarang kencan ramai-ramai bersama om-om yang saling mengenal.

“Kadang double date, pernah juga tigaan. Tergantung dari mereka sih, kadang kan suka disuruh ajakin teman kamu juga dong,” kata Lidia menirukan ajakan om-om nakal.

Camat Citeureup Asep Mulayana tak menampik di wilayahnya menjadi salah satu lokasi tempat mangkalnya PSK. Hal tersebut pun sudah ditindaklanjuti melalui rapat minggon. “Memang ada titik nongkrong di wilayah kita. Kita akan melakukan penertiban,” kata Asep.

Namun demikian, menurut­nya, pihaknya belum mengeta­hui apakah PSK itu berasal dari wilayahnya atau dari luar Kabu­paten Bogor. Sebab, hingga kini masih dilakukan penelusuran. “Belum tahu. Masih kita inven­tarisir dulu,” ucapnya.

Sementara itu, Camat Jong­gol Beben Suhendar mengakui adanya PSK yang mangkal di wilayahnya. Namun sejauh ini, jajarannya di Muspika Ke­camatan selalu melakukan penertiban.

“Secara berkala dilakukan pemantauan dan penert­iban. Diduga mereka (PSK-red) hanya bertransaksi di warung, sednagkan aktifi­tas seks di tempat-tempat penginapan,”kata Beben

Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bogor Burhani menyesalkan makin bertam­bahnya sebaran PSK di wilayah Bumi Tegar Beriman. Ia pun mempertanyakan program nongol babat (nobat) penyakit masyarakat yang belakangan jadi kendor.

“Ini masalah moral dan jadi tanggung jawab kita semua. Nobat ini kan masih berlaku, harusnya itu digencarkan. Intinya harus ada ketegasan pemerintah, kepolisian untuk memberantas penyakit ini,” pinta Burhani.

Sementara Camat Cisarua Bayu Rahmawanto mengakui wilayahnya kerap dijadikan tempat mangkal PSK. Apalagi wilayahnya termasuk salah satu tujuan wisatawan yang digemari.

“Ya itu salah satu dampak dari kunjungan wisatawa. Ka­mi juga selalu lakukan nobat dan pendataan ke kontrakan. Tapi kalau PSK itu sebenarnya sulit dideteksi,” kata Bayu.

Meski begitu, ia mengaku sebagian wilayahnya sudah mulai memiliki kesadaran me­nolak keberadaan PSK. Salah satunya dengan memasang spanduk berisi penolakan PSK. “Ada yang tulisannya ‘Kampung Bebas Jablay’. Itu mulai disosialisasikan. Jadi kami pun minta bersama masyarakat untuk menekan agar keberadaan PSK ini tidak meningkat,” ujarnya.

Sementara untuk PSK yang terjaring razia kemarin, sudah dibawa ke tempat rehabili­tasi yang berlokasi di Cibadak, Sukabumi. Total ada lima orang yang sudah berprofesi PSK sejak lama. “Sudah dibawa ke Cibadak, tapi satu orang dikembalikan ke Balai Kes­ejahteraan Sosial (BKS) karena dia seorang waria,” imbuhnya.

Terpisah, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bogor Romdoni menjelaskan, ada dua kemungkinan kenapa di Kabupaten Bogor masih banyak PSK yang mangkal. Yakni kurangnya iman dan kurangnya ekonomi. Saat ini adalah bagaimana pemerintah daerah dapat meningkatkan ilmu dan keimanan masyara­katnya. “Kalau iman berkem­bang sejalan dengan ilmu, tentu hal ini tidak akan terjadi. Pemerintah daerah harus bisa meningkatkan kedua hal itu,” kata Romdoni.

Romdoni pun mengkritisi ter­kait target kesalehan sosial yang merupakan salah satu penciri Kabupaten Termaju di Indo­nesia. Sebab, hal tersebut jan­gan hanya dijadikan label saja, melainkan harus diaplikasikan dan diselesaikan. “Pemerintah bisa menyiapkan fasilitas untuk keagamaan mereka juga. Ter­masuk meningkatkan ekonomi kreatif masyarakat agar mereka mempunyai keahlian,” ucapnya.

Ia pun berharap semoga Allah SWT dapat memberi kesadaran bagi para pelaku PSK di Kabupaten Bogor. Se­bab, kebiasaan sudah ditang­kap dan diberikan pelatihan namun kembali lagi menjadi PSK, tentu hal tersebut sangat disesalkan. “Semoga Allah memberikan kesadaran bagi mereka secepatnya,” ujarnya.

Dibuntuti Ridwan Kamil, PPP: Lihat Sampai Akhir Tahun

0

BOGOR DAILY- Wali kota Bandung Ridwan Kamil mengaku fokus komunikasi dengan PPP soal Pilgub Jabar 2018. Menanggapi klaim tersebut, partai berlambang Kakbah belum menentukan sikapnya. “Yang saya sampaikan bukan sikap terakhir karena proses masih panjang. Jadi kami masih berproses, secara kelembagaan belum, tapi kalau mendukung kita sering jalan dengan Kang Emil,” ujar ketua DPW PPP Jabar Ade Munawaroh,  Rabu (2/8/2017).

Ade mengatakan, relasi antara PPP dengan Ridwan Kamil tergolong baik. Tetapi, DPW PPP Jabar masih mengkomunikasikan figur cagub Jabar ke tingkat DPP.

“Kami akan diskusikan lagi ke DPP, tapi secara perkawanan cukup baik. Saya kemarin turun ke Bogor bersama-sama. Jadi, secara partai kami belum bicara serius,” kata Ade.

Tiga nama yang diketahui masuk radar PPP adalah Dedi Mulyadi, Uu Ruzhanul Ulum, dan Ridwan Kamil. Nama-nama tersebut belum mengerucut sampai saat ini. PPP akan mengumumkan bakal cagub Jabar pada akhir tahun 2017.

“Mungkin menjelang akhir tahun karena kami sedang membereskan di 16 kota dan kabupaten, lihat perkembangan sejauh mana tergantung perkembangan karena ini berkaitan dengan Pilgub,” tutur Ade.

Sebelumnya, Ketua DPW NasDem Jawa Barat Saan Mustopa menyatakan PPP hampir 80 persen bersama-sama dengan NasDem mendukung Ridwan Kamil dalam Pilgub Jabar. Ridwan Kamil juga mengakui fokus mendekati PPP dan PKB.

“Sudah ada komunikasi (dengan parpol), hampir semuanya. Saya sedang fokus di PPP dan PKB,” kata Ridwan Kamil di sela acara Peringatan Hari Lingkungan Hidup 2017 dan Landmark Hutan Indonesia di Manggala Wanabakti Kementerian LHK, Jakarta, Rabu (2/8).

Ratusan Benih Ikan Disebar di Situ Gede

BOGOR DAILY– Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat menebar 250 ribu benih ikan air tawar di Situ Gede, Rabu (2/8) dalam rangka mendorong kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk meningkatkan produksi ikan masyarakat di wilayah itu.

Penebaran benih atau restocking dilakukan langsung oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto bersama unsur pemerintahan dan aparat wilayah.

Restocking ini upaya untuk melestarikan dan memulihkan sumber daya alam perikanan dan perairan yang ada di Kota Bogor,” kata Kepala Bidang Perikanan Dinas Pertanian Kota Bogor drh Wina.

Wina menjelaskan program penebaran benih itu sesuai arahan Menteri KKP agar budi daya perikanan jangan sampai merusak alam. Ia menyebutkan kegiatan restocking tersebut bertujuan untuk memulihkan sumber daya alam di perairan Situ Gede dengan melepas 250 ribu ekor ikan. “Ikan yang kami tebar ada dua jenis, ikan nilem dan ikan nila,” katanya.

Menurutnya kedua jenis ikan itu mudah beradaptasi dengan lingkungan. Sekaligus menjadi ikan produksi bagi masyarakat sekitar. “Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan produksi ikan dan diversifikasi ikan di wilayah Situ Gede,” katanya.

Selain untuk mengembalikan populasi ikan, penebaran benih juga sebagai satu usaha masyarakat setempat. “Masyarakat kita libatkan untuk memeliharanya, dan semoga tahun depan sudah bisa produksi,” katanya.

Wina menambahkan pada Agustus ini juga akan dilakukan penebaran benih ikan di Sungai Ciliwung dan Sungai Cisadane dengan jumlah yang hampir sama. “Program ini juga bertujuan untuk mendorong masyarakat gemar makan ikan. Lewat pembenahan di hulu dan hilirnya, diharapkan konsumsi ikan di Kota Bogor meningkat,” kata Wina.

Lirik Nasionalis ‘Despacito’ Prajurit TNI Bikin Mak Jleb, Ini Videonya

BOGOR DAILY- Lirik lagu ‘Despacito’ dinyanyikan oleh seorang prajurit TNI yang videonya viral terasa nasionalis dan bertema toleransi. Pemuda Indonesia diajak untuk tidak saling menghina, melainkan saling menjaga antarumat beragama.

‘Despacito’ adalah lagu yang dinyanyikan oleh Luis Fonsi, rapper Daddy Yankee, dan menggandeng Justin Bieber. Saat ini Despacito merupakan lagu yang paling banyak di-streaming di dunia.

Di tangan prajurit TNI, lirik Despacito diubah menjadi berbahasa Indonesia. Dia membahas soal sumpah pemuda dan mengingatkan bahwa Indonesia terdiri atas berbagai macam suku dan agama namun tetap sama.

Video tersebut diunggah di akun YouTube Puspen TNI dan dibagikan oleh akun Twitter Pusat Penerangan TNI yang terverifikasi. Video berjudul ‘Jeritan Hati TNI’ itu sudah dilihat 615 kali.

 

Berikut lirik lengkap ‘Despacito’ versi prajurit TNI:

Hei
para pemuda pemudi Indonesia
marilah kita saling menjaga
janganlah kita saling menghina
sesama umat beragama

Dulu
tekad pemuda pemudi Indonesia
untuk mewujudkan sumpah pemuda
agar tercipta hidup damai sentosa

Uyeah
berbangsa satu bangsa Indonesia
bertanah air satu Indonesia
berbahasa satu bahasa Indonesia

Indonesia
itulah nama negara kita
negara yang selalu kita bangga
yang selalu penuh dengan cinta

Indonesia
berbagai macam suku dan agama
kita berbeda tapi tetap sama
karena kita bhinneka tunggal ika

mari marilah kita saling menjaga
antarumat beragama
karena kita bersaudara

jangan janganlah kita saling menghina
sesama anak bangsa
karena kita Indonesia

Indonesia….

Vape Lagi Nge-tren, Polisi Temukan Narkoba di Rokok Elektrik

BOGOR DAILY– Penyidik dari Subdit II Psikotropika Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengungkap peredaran narkotika yang dimasukkan ke dalam cairan liquid yang biasa digunakan sebagai rokok eletronik atau vape. Dari pengungkapan ini, polisi menangkap tiga orang tersangka.

Wadir Narkoba Polda Metro Jaya, AKBP Gidion Arif Setiawan mengatakan, narkotika dalam cairan liquid ini merupakan narkotika jenis baru.

“Ini narkoba jenis sintetik dan jenis baru,” kata Gidion di Mapolda Metro Jaya, Selasa 1 Agustus 2017.

Ia menjelaskan, penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat bahwa ada transaksi narkotika jenis liquid high yang dilakukan di media sosial instagram dengan akun ‘Mamen Liq’.

Selanjutnya, tim melakukan undercover buy dengan harga Rp2,5 juta untuk ukuran 60 ml dengan uang di transfer ke rekening atas nama Gantes Wattimuri.

“Lalu pada tanggal 6 Juli transaksi dilakukan dengan cara barang dikirim melalui seseorang yang mengaku sebagai ojek online di belakang Universitas Al Azhar, Kebayoran bernama Martino Saputra. Dari tangan kurir ini ada tiga buah botol cairan liquid berisi 5 ml,” ujarnya.

Dari hasil pengembangan, kurir tersebut mengaku mengambil cairan liquid tersebut dari seseorang bernama Gantes Wattimuri yang tinggal di Johar Baru, Jakarta Pusat. “Dari tangan tersangka GW diamankan 27 botol berisi 5 ml,” katanya.

Lalu tim pun mengembangkan kasus ini hingga ditangkap orang diatas Gantes Wattimuri yakni Kurniawan Hidayat pada 12 Juli di salah satu tempat perbelanjaan.

“Hasil pengecekan laboratorium forensik botol liquid tersebut mengandung narkotika jenis 5-fluoro-ADB dan termasuk dalam Permenkes Nomor 1 lampiran nomor urut 95,” ujarnya.

Peredaran Narkoba Liquid

Sementara itu, Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Donny Alexander cairan liquid ini dimasukan ke dalam vape dan memiliki kandungan seperti ganja. “Ini efek nge-fly sampai akut dan muntah-muntah,” ujarnya.

Para pelaku pun menjual liquid berisi narkotika ini dengan harga Rp2,5 juta hingga Rp 3 juta untuk ukuran 60 ml dan Rp 300 ribu untuk ukuran 5 ml.

“Pengakuannya para tersangka berjalan dua bulan. Tapi kami masih selidiki siapa di atas mereka. Kami juga masih buru admin instagram yang menjual ini bernama P yang saat ini akun instagramnya sudah dihapus,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan memang tak bisa menjelaskan secara detail perbedaan antara liquid berisi narkotika dan liquid asli. Namun satu hal yang patut dicurigai adalah cara penjualannya.

“Cara penjualan yang bersangkutan tidak menggunakan toko dan layanan online. Transaksi seperti narkoba. Di mall atau suatu tempat lalu pergi,” katanya.

Untuk bau liquid tersebut, ia memaparkan sama seperti liquid asli yakni berbagai macam rasa. “Ini yang hebatnya baunya sama seperti liquid pada umumnya,” katanya.

Saat ini, katanya, sudah ada 20 hingga 30 konsumen yang membeli liquid narkotika ini. Dari puluhan konsumen ini, lanjutnya, dia tidak bisa memastikan apakah memang pengguna atau dijual kembali.

“Konsumen sudah 20 sampai 30 orang. Itu bisa pecah kembali dan memilah untuk dijual kembali. Konsumen ini dari manapun dan sudah tahu ini adalah turunan narkotika,” ujarnya.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti satu botol cairan narkotika liquid high 60 ml dan 30 botol cairan narkotika liquid high 5 ml.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 114 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 subsider pasal 113 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 lebih subsider pasal 112 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkoba dengan ancaman maksimal hukuman mati dan seumur hidup.

Belum Dapat Tiket Cagub, Ridwan Kamil Intens Dekati PPP dan PKB

0

BOGOR DAILY-Wali Kota Bandung Ridwan Kamil hingga kini belum mendapat tiket ke Pilgub Jawa Barat (Jabar) 2018. Dukungan Nasdem tak cukup membawa pria yang akrab disapa Kang Emil itu berlaga di pilgub.

“Minggu-minggu ini, minggu-minggu finalisasi dukungan-dukungan. Mudah-mudahan dalam seminggu dua minggu sudah ada babak final,” kata Ridwan Kamil di sela acara Peringatan Hari Lingkungan Hidup 2017 dan Landmark Hutan Indonesia di Manggala Wanabakti Kementerian LHK, Jakarta, Rabu (2/8/2017).

“Sudah ada komunikasi (dengan parpol -red), hampir semuanya. Saya sedang fokus di PPP dan PKB,” imbuh Ridwan saat ditanya soal parpol mana saja yang diajak bicara soal Pilgub Jabar.

Saat ini, Kang Emil baru didukung oleh Nasdem yang hanya memiliki 5 kursi di DPRD Jabar. Sedangkan syarat untuk mengusung calon di Pilgub Jabar adalah memiliki minimal 20 kursi DPRD.

Jika PPP dan PKB jadi bergabung, maka Kang Emil sudah punya modal tiket untuk Pilgub Jabar. PPP memiliki 9 kursi di DPRD Jabar, sementara PKB punya 7 kursi. Gabungan kursi Nasdem-PPP-PKB menjadi 21 kursi, melebihi syarat. Sementara itu, calon lawan Kang Emil juga masih bergeliat. Wagub Jabar Deddy Mizwar menjalin komunikasi intens dengan sejumlah parpol, di antaranya Gerindra. Sementara Bupati Purwakarta Deddy Mulyadi baru mendeklarasikan diri sebagai bakal calon dari Golkar.

Bapak Kos Iseng Pasang CCTV, Lihat Mahasiswi Mandi

0

BOGOR DAILY– Aksi bapak kos berinisial A ini sungguh tidak etis dan tak patut ditiru. A memasang kamera pengintai CCTV di dalam kamar mandi kosan miliknya di Lingkungan Palima, Kelurahan Suka Jaya, Kecamatan Curug, Kota Serang. Rekaman terselubung bapak kos ini membuat kabur 15 mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Mereka mendatangi Mapolres Serang Kota melaporkan kelakuan A.

Salah satu mahasiswi, ES mengaku dirinya bersama ke 14 rekannya terkejut dan kesal setelah mengetahui kamar mandi di tempat kosnya dipasangi CCTV.

Salah satu penghuni kos kemudian mengecek dengan mengambil kamera CCTV yang terpasang di plafon di sudut kamar mandi. Kamera tersebut terhubung dengan kabel yang tersambung menuju ruko milik A yang letaknya berdekatan dengan kosan.

“Enggak curiga awalnya, kaya lampu ajah bentuknya. Dicek ternyata kamera, pas ditanya ke bapak kos ngakunya itu jam tangan,” kata ES ditemui di Mapolres Serang Kota.

Berdasarkan pengakuan pelaku, perbuatan yang dilakukan hanya sekedar keisengannya dan CCTV tersebut sudah dipasang sekitar satu tahun lalu. “Karena kamar mandinya deket, pas denger ada suara penghuni kos mandi, dia langsung nyalain monitor, karena dari keterangan pelaku perbuatannya itu hanya iseng saja,” ujar Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin.

Pihaknya juga kini terus mendalami apa motif sebenarnya yang dilakukan A memasang kamera pengintai atau CCTV di kamar mandi kos mahasiswi UIN Banten. “Kami masih dalami itu, tapi untuk sementara motifnya iseng. Jadi kapan dia mau ya dia tonton, dan cuma buat konsumsi pribadi,” jelasnya.

Setelah kasus ini mencuat, 15 mahasiswi penghuni kos milik A yang dipasang CCTV di kamar mandi itu langsung kabur. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku telah memasang CCTV selama dua tahun terakhir.

15 Mahasiswi UIN Banten ini trauma, setelah mengetahui adanya kamera CCTV di dalam kamar mandi indekos. Para korban takut hasil rekaman tersebut disebar pelaku.

Indekos daerah Kecamatan Curug tersebut, penghuni yang sebagian besar mahasiswi Universitas Islam Negeri Banten terlihat sunyi. Selain itu, ruko aksesoris mobil milik A yang berada di depan rumah juga tutup, tidak terlihat aktivitas seperti biasanya.

ES mengungkapkan para korban dan keluarga mendesak Kepolisan untuk memproses pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku, untuk memberikan efek jera. “Keluarga semua sudah tahu, mereka panik, takut apalagi CCTV udah lama dipasangnya,” ujarnya.

Namun anehnya, pihak Kepolisian telah menghentikan kasus tersebut, karena tidak adanya bukti kuat yang menyeret pelaku ke tindak pidana. Kapolres mengklaim bila pelaku juga telah melakukan musyawarah terhadap para korban

“Setelah berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan kasus tersebut dihentikan, tidak ada unsur pidana karena tidak ada konten yang rekam. Untuk UU ITE, tidak ada konten yang disebar oleh pelaku,” ujar Kapolres Serang Kota