Thursday, 9 April 2026
Home Blog Page 8971

Kasihan! Kaki Balita di Bogor Ini Mengecil Tak Bisa Jalan

BOGOR DAILY-Muhammad Arif, bocah asal Kelurahan Ranggamekar, hanya bisa digendong orang tuanya. Sudah setahun lebih ia menderita gizi buruk kronis hingga pertumbuhan kakinya tak seperti anak-anak seusianya. Hingga di usianya yang sudah menginjak 2,5 tahun, kakinya terus mengecil dan tak bisa jalan.

Sudah satu setengah tahun, Arif warga Kampung Mekarwangi, RT 04/13, Kelurahan Ranggamekar, Bogor Selatan, Kota Bogor, berjuang melawan penyakit gizi buruk dan tuberkulosis (TB). Kaki dan tangannya yang kecil belum mampu menopang badannya untuk berjalan dan bermain dengan anak seusianya.

Menurut ibu Arif, Cici Nuraeni (36), kes­ehariannya Arif tidak aktif seperti anak-anak lainnya. Ia hanya menghabiskan waktu di rumah bersama kakak perempuannya, Astri Isnawati (5). “Tiap hari cuma

nonton TV sambil megangin boneka kakaknya. Dibeliin mainan seperti mobil-mobilan juga dia nggak mau mainin,” ujarnya.Isnawati (5). “Tiap hari cuma

Arif hanya terbaring tak ber­daya dengan beralaskan karpet. Ia kerap mengalami batuk-batuk, sesak napas dan susah tidur saat tengah malam. Bahkan, berat badan Arif pernah menyusut hingga 6,6 kilogram. Kala itu, Cici dan suaminya, Asep Sutriawan (47), sudah mencoba berbagai pengobatan. Mulai dari dokter umum, puskesmas hingga pen­gobatan alternatif, tak satu pun yang mampu membuat keadaan Arif membaik.

Memiliki pekerjaan sebagai tukang rak piring yang ber­penghasilan Rp360 ribu per minggu, membuat Asep tak mampu membawa Arif ke rumah sakit besar. Bahkan jika Asep tidak bekerja demi menemani Arif berobat, upahnya akan dipotong Rp60 ribu. Belum lagi ia harus membayar kontrakannya Rp200 ribu. Hal tersebut membuat An­driani (16), putra sulungnya, harus putus sekolah.

Namun, masa-masa sulit tersebut berhasil keluarga Asep lewati. Kini Arif telah mendapat­kan perawatan dari RSUD Kota Bogor. Kondisinya pun sema­kin membaik, bobotnya yang tadinya hanya 6,6 kilogram kini menjadi 7,7 kilogram. Bah­kan, anak sulungnya kini bisa sekolah kembali berkat ban­tuan donatur. “Alhamdulillah sekarang Arif sudah bisa duduk, beratnya nambah dan sudah mulai banyak bicara. Padahal sebelumnya hanya bisa ber­baring,” ucap Asep bersyukur.

PSK Kolong Jembatan Berhamburan Sampai Nyemplung Kali

BOGOR DAILY-  Puluhan wanita dengan rok pendek, ketat dan seksi, tampak tergopoh-gopoh kabur dari kejaran petugas Satpol PP. Saat razia, para Pekerja Seks Komersial (PSK) kolong jembatan layang (Fly over) Cibinong kocar-kacir sampai nekat nyebur ke kali.Suara mobil petugas memecah heningnya malam di kolong  lokasi yang selama ini jadi sarang prostitusi kelas bawah. Petugas Satpol PP menggere­bek lokalisasi yang selama ini kerap dijadikan markas si kupu-kupu malam mencari mangsa.

Saat asyik mangkal sambil mengisap rokok, tiba-tiba petugas datang dan langsung menyerbu hingga suasana jadi gaduh. Terlihat puluhan dari mereka berhamburan sampai ada yang meloncat ke Kali Baru demi kabur dari kejaran petugas. Bahkan, ba­rang-barang mereka sengaja ditinggalkan karena takut di­gelandang Satpol PP.

“Hei! Mau ke mana kamu? Jangan lari!” kata petugas saat mengejar seorang PSK di gubuk di kolong jembatan. Beberapa dari mereka ada yang gagal meloloskan diri dan langsung diangkut ke mobil patroli Satpol PP.

Satpol PP Kabupaten Bogor sengaja melancarkan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang belakangan banyak dike­luhkan, Selasa (1/8) dini hari. Selama hampir tiga jam di lapangan, petugas menyisir kawasan remang-remang yang kerap dijadikan sarang para pelacur menjajakan diri. “Sebagian ada yang berhasil kita amankan. Sisanya ada yang lompat ke kali,” kata Ka­bid Penertiban Umum Satpol PP Kabupaten Bogor Ruslan.

Ia mengakui banyak barang milik PSK yang ditinggalkan dalam operasi tersebut. Di antaranya lima tas dengan merek berbeda hingga alat kontrasepsi. “Pas kita buka, isi dalam tasnya banyak kondom. Sekarang barang bukti sudah kita amankan,” terangnya.

Selama ini, kawasan Flyover Cibinong kerap menjajakan pelacur untuk kalangan menen­gah ke bawah. Dengan tarif super murah Rp100 ribu sekali kencan, wanita yang keban­yakan berusia di atas 35 tahun itu melayani nafsu para sopir.

Dari pengakuan salah seorang pelacur, Ira (nama samaran, red), ia sering ‘bermain’ dengan pelanggannya di pinggir rel sekitar flyover. “Biasanya hanya ditutup tumpukan karung berisi botol bekas dan beralaskan kardus bekas,” kata Ira.

Sementara itu, Operasi Pekat yang dilakukan Satpol PP bu­kan hanya di Flyover Cibinong. Ruslan mengatakan, razia PSK ini dilakukan di tiga titik meli­puti Fly Over Cibinong, Pasar Citeureup hingga Situ Cikaret. Dari hasil razia, pihaknya ber­hasil mengamankan 23 PSK dari jalanan dan beberapa Tempat Hiburan Malam (THM).

“PSK ini sudah diserahkan ke dinas sosial untuk ditindaklan­juti. Sisanya sudah kita data dan kembalikan ke rumahnya masing-masing,” jelasnya.

Dari hasil pendataan, sam­bung dia, mayoritas PSK yang diamankan ini merupakan warga Kabupaten Bogor. Yakni Gunungputri dan Wa­naherang, Kabupaten Bo­gor wilayah Timur. “Rata-rata usianya 35 tahun ke atas. Ala­sannya kebanyakan mencari sesuap nasi,” imbuhnya.

Ruslan menuturkan, sebena­rnya yang bisa menentukan seseorang berprofesi sebagai PSK atau bukan, itu kewenan­gannya ada di Dinsos Kabu­paten Bogor. Sehingga jika kelima wanita ini dari hasil tanya jawab diketahui benar sebagai PSK, maka mereka akan dikirim ke Pasar Rebo, Ja­karta atau Cibadak, Sukabumi, untuk diberikan pembinaan dan pelatihan. “Kalau benar mereka akan diberikan pela­tihan dan pembinaan selama enam bulan di sana. Tujuan­nya agar mereka tidak kembali menjadi PSK,” tutur Ruslan.

Dirinya mengimbau ma­syarakat, khususnya warga Kabupaten Bogor, agar menanggalkan pekerjaannya menjadi seorang PSK. Karena sudah bukan menjadi alasan, mendapatkan uang dengan cara mudah harus menjadi PSK. Sebab, hal tersebut meru­pakan penyakit masyarakat yang bisa ditindak sesuai Per­da Nomor 4 Tahun 2015 ten­tang Perda Ketertiban Umum (Tibum). “Jangan sampailah menjadi PSK. Kita juga minta orang tua dan keluarga ikut berpartisipasi menjaga anak atau keluarganya terjerumus ke dunia hitam,” ungkapnya.

Senggol Motor, Truk Blong Terbakar di Cigudeg. Satu Tewas

BOGOR DAILY-Sebuah truk fuso bernomor polisi B 9559 JN bermuatan bahan peledak jenis ANFO sebanyak 15 Ton milik PT. Noah Abdi Jaya ke PT. Gunung Tua Mandiri terbakar di Jalan Raya Cigudeg tepatnya di Kampung Cilame Desa Sukamaju Kec. Cigudeg, Kabupaten Bogor.

Menurut Kasubag Humas Polres Bogor AKP Puspita Lena, Kejadian tersebut berawal truk yang dikendarai Panggih Ahmad Subagja mengalami rem blong.

Kendaraan juga menyerempet sepeda motor yang dikendarai Ade Sirojudin yang mengakibatkan meninggal dunia.

“Pada saat itu Truk sedang melaju dari arah bogor menuju cigudeg, tepatnya di turunan jalan Kp. Cilame, Ds. Sukamaju, Kec. Cigudeg truck mengalami rem blong dan supir memutuskan untuk membuang ke arah kanan sehingga terguling dan akhirnya terbakar dan sempat menyerempet motor korban MD lalu truck terbalik dan terbakar sebagian,” ujarnya, Selasa (1/8)

Sementara itu, kini supir trus sudah diamankam oleh pihak kepolisian untuk pengembangan lebih lanjut. Selain itu, pihak kepolisian juga sedang melakukan rekayasa lalu lintas.

“Kini supir truk tersebut sudah diamankan petugas kepolisian untuk pengembangan lebih lanjut,” pungkasnya.

Jokowi Geber Pembangunan Papua Sampai Rogoh Rp7,6 Triliun

0

BOGOR DAILYPada tahun 2017, total dana APBN Perubahan dari pagu Kementerian PUPR yang dikucurkan untuk membangun infrastruktur di Papua dan Papua Barat mencapai Rp 7,61 triliun. Dana tersebut belum termasuk Dana Alokasi Khusus (DAK) yang mencapai Rp 2,18 triliun.

Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Selasa (1/8/2017), anggaran PUPR yang dialokasikan untuk Provinsi Papua antara lain Rp 411 miliar untuk Sumber Daya Air, Rp 3,7 triliun untuk Bina Marga, Rp 132 miliar untuk Cipta Karya, dan Rp 85 miliar untuk Perumahan.

Sedangkan di Provinsi Papua Barat, program pembangunan proyek SDA dialokasikan sebesar Rp 343 miliar, Bina Marga Rp 1,5 triliun, dan cipta Karya Rp 129 miliar.

Di bidang jalan, pemerintah akan menyelesaikan sekitar 112 km jalan Trans Papua yang ditargetkan rampung pada tahun depan. Di bidang sumber daya air, Kementerian PUPR melakukan rehabilitasi beberapa daerah irigasi.

Pembangunan disektor perumahan juga dilakukan, di antaranya memperbaiki rumah-rumah yang tidak layak huni, melalui program rumah swadaya.

“Ditargetkan di Papua dan Papua Barat masing-masing sebanyak 3.500 unit. Selain itu ada program rumah khusus yang dibangun untuk nelayan, tenaga medis, dan pemuka agama,” kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu.

Selain itu dalam meningkatkan kualitas permukiman, dilakukan penanganan kawasan kumuh melalui program kota tanpa kumuh (KOTAKU) yang menjangkau 41 kelurahan di Kota Sorong dan Kota Manokwari Barat.

Selain pembangunan konektivitas, kawasan perbatasan juga mendapatkan sentuhan pembangunan. Kementerian PUPR telah selesai mengerjakan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw yang kelak dilengkapi infrastruktur penunjang lainnya seperti pasar sehingga kawasan PLBN dapat berfungsi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Sindikat Pembobol ATM Sembunyi di Cibinong dan Gunungputri

BOGOR DAILY- Tim Unit Kriminal Khusus Kepolisian Resor Kota Depok masih memburu empat anggota komplotan pengganjal mesin anjungan tunai mandiri (ATM). Juru Bicara Kepolisian Resor Kota Depok Ajun Komisaris Firdaus mengatakan, lima anggota komplotan asal Palembang ini sudah ditangkap.

Terakhir, Senin 31 Juli 2017, Tim Unit Kriminal Khusus Polresta Depok menangkap tiga anggota komplotan, yakni Sodikit, Nusan dan Abu Yarafat. Ketiganya  ditangkap di dua tempat yang berbeda di kawasan Cibinong dan Gunung Putri, Senin, 31 Juli 2017.

Komplotan ini dipimpin oleh Indra Winata, tersangka yang sebelumnya diciduk dengan kasus yang sama. Komplotan tersebut mencuri ATM dengan cara mengganjal mesin ATM BRI di Perumahan Pelni, Sukmajaya, Depok, 7 Juli lalu.  “Mereka berhasil menggasak Rp 7 juta duit korban,” kata Firdaus, Selasa, 1 Agustus 2017.

Ketiga tersangka berhasil diciduk setelah polisi menggali keterangan dari tersangka Indra, yang mengajak mereka untuk mencuri duit dengan cara mengganjal mesin ATM. Sodikin dan Nusan ditangkap di kawasan Cibinong, sedangkan Abu ditangkap di Gunung Putri.

Sedangkan, Indra sudah ditangkap di kawasan Gunung Putri, Kamis, 27 Juli 2017, bersama Adison. Bersama Adison dan empat temannya yang masih diburu, Indra berhasil menggasak Rp 120 juta dari ATM BRI korbannya. “Tempat sasaran mereka sama selalu di ATM yang sepi dari pengawasan seperti di ATM BRI Perumahan Pelni,” ujarnya.

Polisi, kata Firdaus, masih memburu empat tersangka lainnya, yakni Dian, Dayan, Ripun dan Dewo, yang telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang Polresta Depok. “Mereka sindikat asal Palembang,” ujarnya. “Mereka terpantau telah beroperasi di Depok dan Bogor.”

Firdaus mengungkapkan setiap beroperasi komplotan mereka selalu mengarahkan korbannya untuk menghubungi pusat pelayanan bank dengan nomor telepon yang palsu. Komplotan mereka telah menempel nomor telepol palsu di mesin ATM yang menjadi sasaranya.

Setelah menelepon pusat pelayanan bank untuk memblokir, dari sana korban akan digiring untuk memberi tahu nomor pin kepada pelaku yang berpura-pura sebagai petugas bank. “Komplotan mereka ada yang berperan sebagai petugas call center, yang meminta nomor pin korban untuk melakukan pemblokiran ATM korbannya,” ucapnya.

Bendera Sepanjang 1000 Meter Selimuti Pagar Istana Bogor

BOGOR DAILY– Ada yang menarik ketika melintas seputar komplek Kebun Raya Bogor dan Istana Kepresidenan Bogor. Menyambut Hari Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia, pagar pembatas sepanjang istana dan KRB dipasangi umbul-umbul merah-putih.

Warna merah putih nampak kontras dengan suasana hijau di sepanjang jalan melingar Jalan Padjajaran, Jalak Harupat, Otto Iskadarniata, dan Jalan Ir H Djuanda. Kain merah putih dibentang dengan bentuk menyimpul, setengah lingkaran dan terlihat menutupi sebagian pagar istana.

Kepala Sub Bagian Rumah Tangga dan Protokoler Istana Kepresidenan Bogor, Endang Sumitra menuturkan, setidaknya panjang kain merah-putih yang dipergunakan untuk menyelimuti pagar sekeliling Istana Bogor bila dibentangkan sepanjang 1.000 meter.

“Ini merupakan tradisi setiap menyambut hari kemerdekaan. Kain yang digunakan sepanjang 1.000 meter mengelilingi pagar istana,” katanya.

Pemasangan umbul-umbul dilakukan selama satu bulan penuh di setiap bulan Agustus dan tidak hanya di Istana Bogor, kata Endang, seluruh istana kenegaraan yang berjumlah lima di Indonesia dipastikan memasang umbul-umbul merah putih.

Selain menghiasi pagar istana dengan umbul-umbul sepanjang seribu meter, Istana Bogor juga mengecat ulang tembok pagar sehingga menjadi lebih rapi dan bersih.

Salah satu pejalan kaki di pedestrian Kota Bogor Indah (25) mengatakan, menikmati suasana istana pada saat menyambut hari kemerdekaan.

“Pada tahun lalu, selain ada umbul-umbul, bagian dalam istana juga terdapat payung warna-warni tergantung di pohon-pohon dalam istana. Tampilan istana jadi lebih menarik,” kata dia.

Ia pun berharap, masyarakat pejalan kaki yang melintas di sepanjang Istana Bogor tidak jahil untuk merusak atau mencurat-coret hiasan atau umbul-umbul yang sudah terpasang.

“Asal tangannya jangan jahil. Kan sudah bagus, apalagi menyambut hari kemerdekaan, Istana Bogor meriah,” tutup Indah.

Ngeri…, Rumah Warga Ketiban Crane dan Landasan LRT

0

BOGOR DAILY– Crane crauler pengangkat steel bok (Landasan rel LRT) jatuh dan timpa rumah warga pada Selasa (1/8) dini hari. Sebanyak 3 dari 8 orang terluka.

Menurut Kabag Ops Polresta Palembang Kompol Maruly Pardede, peristiwa jatuhnya crane crauler yakni saat akan memasang steel bok di atas sebagai tumpuan jalur rel Light Rail Transit (LRT) menggunakan 2 crane crauler dengan beban 70 ton dan 80 ton. Saat steel bok sudah naik, tiba-tiba landasan crane amblas dan tidak dapat menahan beban.

“Awalnya itu memang karena tumpuan crane amblas, jadi tidak kuat menahan beban berat. Akhirnya crane dengan beban 70 ton langsung terjungkal dan diikuti oleh crane yang 80 ton,” ujar Maruly

Posisi steel bok berada dekat di atas rumah warga yang ada dalam lintasan proyek pembangunan LRT. Steel bok dan crane jatuh dan menimpa dua rumah warga yang menyebabkan 3 orang mengalami luka.

“Tiga orang mengalami luka usai rumahnya tertimpa steel bok dan crane. Saat ini sedang dalam pendataan untuk mengetahui identitas korban dan pekerjanya sendiri,” tutup Maruly.

Saat ini, polisi dan petugas LRT sudah berada di lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi terhadap crane dan steel bok yang jatuh dan menimpa rumah warga

Ingat!Pendaftaran Hakim dan Sipir Mulai Dibuka

BOGOR DAILY- Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) secara resmi telah mengumumkan penerimaan 19.210 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Masyarakat yang ingin melamar ini dapat melakukan pendaftaran melalui jalur online mulai tanggal 1 Agustus hingga 31 Agustus 2017.

“Mulai pendaftaran online. Ini untuk Hakim, Analis Imigrasi dan Petugas Lapas. Periodenya satu bulan,” ujar Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian PAN-RB, Herman Suryatman, Selasa (1/8/2017).

Seperti halnya tahun sebelumnya, satu orang pelamar hanya bisa mendaftar untuk satu jabatan di satu instansi.

Pelamar yang dinyatakan lulus seleksi administrasi, berhak mengikuti seleksi kompetensi dasar (SKD) dengan sistem Computer Assisted Test (CAT). Selain SKD, juga dilakukan Seleksi kompetensi bidang (SKB).

Adapun untuk melakukan pendaftaran, pelamar CPNS dapat terlebih dahulu mendaftarkan diri dengan mengisi formulir secara online melalui https://sscn.bkn.go.id

Mahasiswa Nekat Jual Ganja Lewat Instagram

0

BOGOR DAILY- Aparat Kepolisian Sektor Kota Kediri, Jawa Timur, menahan seorang mahasiswa perguruan tinggi swasta di Kota Kediri. Penahanan dilakukan lantaran dia terlibat dalam jual beli barang terlarang jenis ganja serta menyita barang bukti berupa daun ganja itu.

Kepala Polsek Kota Kediri Kompol Sucipto mengemukakan terungkapnya kiriman barang dilarang berupa ganja itu berawal dari kecurigaan karyawan sebuah ekspedisi di Kota Kediri. Mereka curiga isi di dalam paket kiriman itu, sehingga lapor ke petugas.

“Ini berawal dari laporan ekspedisi. Mereka menerima kiriman dari seseorang dan barang itu mencurigakan, sehingga mereka meminta polisi melakukan pengecekan dan ternyata isi kiriman itu ganja,” katanya di Mapolsek Kota kediri, Senin (31/7).

Seperti dilansir dari Antara, polisi langsung meminta keterangan karyawan ekspedisi itu dan ternyata setelah ditelusuri barang itu kiriman dari cabang ekspedisi di Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. Kemudian, polisi juga melakukan pendalaman dan ternyata dari hasil penyelidikan, bisa diketahui nomor kendaraan pengiriman barang serta identitas pengirim tersebut.

Petugas akhirnya menahan ASA (20), warga Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. ASA yang juga mahasiswa perguruan tinggi swasta di Kota Kediri itu mengirimkan barang dilarang berupa daun ganja tersebut. Bahkan, dari pemeriksaan yang bersangkutan sudah melakukan tiga kali pengiriman dengan memanfaatkan ekspedisi.

“Yang bersangkutan sudah tiga kali pengiriman dan kemarin kami berhasil gagalkan. Dari keterangan sudah melakukan usaha ini empat bulan lalu,” jelas Sucipto.

Lebih lanjut, dia mengatakan pelaku juga diketahui awalnya adalah pengguna. Namun, kemudian ikut menjual barang dilarang itu. Daun ganja dipesan dari seseorang di Salatiga, Jawa Tengah dan dikirim pada para pemesan.

Barang itu dikirim ke berbagai daerah di Indonesia, misalnya Kalimantan, Sulawesi, Tegal, Bogor, dan sejumlah daerah lainnya.

“Awalnya dia pengguna, ketika ini menjanjikan yang bersangkutan beralih profesi mengedarkan ganja. Sasarannya adalah masyarakat dan dikirim ke luar daerah,” jelasnya.

Sucipto menambahkan, selama ini yang bersangkutan memasarkan daun ganja lewat jejaring sosial instagram. Para pelanggan memesan sesuai dengan berat yang diinginkan. Daun ganja yang dipesan itu seberat 80 gram. Ia membeli seharga Rp500 ribu dan dijual kembali seharga Rp700 ribu.

Selain menyita daun ganja seberat 80 gram, juga menyita resi dari jasa pengiriman, telepon seluler, bungkus ganja yang terbuat dari kardus, hingga uang tunai sebesar Rp450 ribu. Saat ini, barang-barang itu diamankan petugas.

Sementara itu, ASA mengaku nekat menjual barang dilarang itu karena terdesak kebutuhan. Ia membutuhkan uang untuk keperluan sehari-hari serta kuliah. Ia juga memanfaatkan jejaring sosial instagram untuk keperluan promosi jualannya.

“Pesannya di instagram kalau bayarnya lewat bank. Saya butuh uang, jadi uang itu untuk tambahan kebutuhan sehari-hari serta biaya kuliah,” kata ASA.

Sementara itu, hingga saat ini ASA masih ditahan di Mapolsek Kota Kediri. Ia terancam dengan hukuman penjara, karena melanggar Pasal 115 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara maksimal 12 tahun.

Polisi pun terus mengembangkan kasus ini, termasuk menyelidiki pengirim barang. Polisi juga mengimbau ekspedisi lebih berhati-hati ketika ada kiriman paket, dan memastikan isi barang bukanlah barang terlarang.

Foto Putri Presiden Susui Bayi Jadi Viral, Begini Akhirnya…

BOGOR DAILY- Aliya Shagieva, putri bungsu PresidenKyrgyzstan Almazbek Atambayev tengah menjadi bahan perbincangan dan polemik di kalangan warganet maupun masyarakat seantero dunia.

Pasalnya, seperti dilansir The Independent, Senin (31/7/2017), Aliya berani mengunggah fotonya yang hanya mengenakan pakaian dalam sembari menyusui bayi  mungilnya.

“Aku akan memberi anakku makan kapan pun dan di mana pun dia membutuhkannya,” tulis Aliya dalam keterangan foto yang diunggahnya ke media sosial per April 2017.

Namun, Aliya akhirnya memutuskan menghapus foto tersebut dari akun media sosialnya karena terus menuai perdebatan dan dinilai tidak bermoral.

Meski dihapus, Aliya saat diwawancarai BBC menyebut perdebatan itu ditimbulkan budaya hiperseksual terhadap kaum perempuan.

“Tubuh yang ada padaku tidak vulgar, melainkan fungsional, yakni untuk memenuhi kebutuhan bayiku.  Tubuhku diartikulasikan sebagai vulgar untuk kepentingan seksualitas oleh orang lain, bukan aku sebagai pemilik tubuh,” tuturnya.

Aliya mengakui, banyak orang yang tak bisa memahami arti tubuh perempuan sehingga memprotes foto unggahannya tersebut.

Bahkan, Aliya menuturkan Presiden Almazbek dan ibunya, Raisa, juga tidak meyukai fotonya tersebut diumbar ke  media sosial.

“Mereka berdua tidak menyukainya. Ya, memang seperti itu, orangtua selalu konservatif kalau dibandingkan generasi muda,” tudingnya.

Ia menuturkan, foto yang diunggahnya ke media sosial itu adalah satu dari sekian banyak cara untuk mengungkapkan rasa kagum dan sayang kepada buah hatinya tersebut.

“Setiap perempuan akan merasa sangat gembira saat menyusui anaknya. Sebab, itulah hal terbaik yang bisa diberikan kepada darah dagingnya. Melihat anakku tercukupi dan bahagia adalah kebutuhan pentingku daripada mendengar penilaian orang lain terhadap tubuhku,” tandasnya.