Thursday, 9 April 2026
Home Blog Page 8972

Bentrok Mahasiswa vs Satpol PP Berbuntut ke Meja Polisi

BOGOR DAILY-  Aksi bentrok mahasiswa versus Satpol PP yang terjadi di Balaikota Bogor berbuntut panjang.  Dugaan pelecehan seksual terjadi saat aksi Demonstrasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Senin (31/7), kemarin.

Pasalnya, seorang demonstran diduga memegang payudara anggota Satpol PP perempuan yang bertugas mengamankan aksi tersebut. Semua bermula ketika pihak mahasiswa berusaha masuk ke dalam halaman Balai Kota. Petugas Satpol PP yang siaga di sekitar lokasi berusaha menghalangi mereka.

Saling dorong pun tak terhindarkan. Di tengah kericuhan inilah, anggota Satpol PP Bogor berinisial SW mengalami pelecehan seksual. “Iya, tadi ada anggota saya yang perempuan disentuh bagian dadanya oleh salah satu mahasiswa PMII yang demo tadi. Saat ini sudah dilaporkan ke Polresta dan sedang divisum,” ujar Kasatpol PP Kota Bogor Herry Karnadi, kepada Pojokjabar (Jawa Pos Grup)

Menurut Kabid Dalops Satpol PP Kota Bogor Agustiansyah, pihaknya telah melakukan tindakan pengamanan secara persuasif. Yakni dengan menaruh petugas Srikandi pada barisan depan.

Katanya, aksi saling dorong dengan anggota itu merupakan hal yang biasa, namun ketika terjadi hal-hal yang di luar batas maka aksi tersebut harus dibawa ke ranah hukum. “Jadi tindakan saling dorong tersebut tidak sekedar mendorong, tapi ada tindakan yang tidak wajar dan tidak pantas untuk dilakukan,” tegasnya.

Agustiansyah juga mengungkapkan, pihaknya tidak mempersoalkan dengan adanya demo itu. Justru dirinya berterima kasih karena ada kritik dari mahasiswa.“Kita dengan demonya tidak masalah, justru kita berterima kasih ada kritikan dari teman-teman pergerakan, itu akan menjadi pemicu untuk bekerja lebih baik lagi. Tapi kita mempersoalkan pelecehan itu,”ujarnya.

Sementara itu,  Ketua PMII Kota Bogor, Fahrizal mengatakan bahwa insiden yang terjadi saat unjuk rasa berlangsung terbilang chaos. Bahkan menurutnya, satu di antara anggotanya dikejar petugas Satpol PP Kota Bogor hingga Hotel Salak. “Kita hanya ingin masuk ke Balaikota bertemu dengan Pak Bima untuk menyampaikan aspirasi, tapi malah dihadang,” ujarnya.

Dirinya pun membantah dengan tegas ada anggotanya yang melakukan tindakan tidak senonoh terhadap petugas Srikandi Satpol PP Kota Bogor. “Tidak ada, kami sudah lakukan evaluasi. Itu kan kondisinya lagi ricuh. Kondisinya benar-benar tidak kondusif, anggota saya yang perempuan pun ikut kena tendang Satpol PP,” ungkapnya.

Lebih lanjut Fahrizal menjelaskan, tuduhan pelecehan yang dilayangkan Satpol PP Kota Bogor hanya mengada-ada. Ia pun kembali menuturkan, bahwa pihaknya hanya ingin menyampaikan kritikan terhadap kinerja Satpol PP yang dinilai belum maksimal. “Kita mau Ketua Satpol PP turun. Hari Rabu besok kami akan demo lagi dengan isu yang lebih kuat dan massa lebih banyak. Dan kami juga laporkan balik Satpol PP karena dugaan kekerasan,” tandas Fahrizal.

VIDEO: Tegangnya Suasana Bentrok Mahasiswa vs Satpol PP Bogor

BOGOR DAILY-Aksi unjuk rasa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Kota Bogor berlangsung ricuh di depan kantor Walikota Bogor Senin (31/7/2017) sekitar pukul 14.10 WIB.

Massa aksi berjumlah 30 orang yang menyuarakan sejumlah persoalan pembangunan di Kota Bogor itu terlibat bentrok hingga saling kejar-kejaran dengan Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja Kota Bogor yang mengawal aksi.

Kericuhan tersebut diduga dipicu oleh oknum Satpol PP yang terpancing emosi karena tindakan massa aksi yang ingin masuk ke kantor wali kota. “Kami di sini hanya aksi damai dan aspirasi kita ingin didengar, kalau niat kita mau bentrok sudah dari tadi kita bawa batu, tinggal lempar aja, gampang kok,” kata ketua PMII cabang Kota Bogor.

Akibat kericuhan itu, diduga anggota Satpol PP mengalami luka ringan. Beberapa mahasiswa masih terlibat dorong-dorongan bahkan adu jotos.

Berikut videonya

Jual PSK Online, Satu ABG Dibaderol Paling Murah Rp300 Ribu

BOGOR DAILY– Satuan Reskrim Polres Kota Bogor berhasil mengungkap bisnis prostitusi online bermodus Facebook (FB). Pengungkapan ini terjadi pasca aparat menggerebek Hotel Dadali, sebuah hotel kelas melati yang ada di tengah Kota Bogor.

Diketahui, bisnis prostitusi online ini memanfaatkan jejaring pertemanan Facebook (FB) sebagai media transaksinya. Praktik ini sendiri sudah menjalar hingga ke kalangan masyarakat bawah.

“Ada tiga tersangka yang ditangkap. Ada korban yang masih muda belia, berusia 15 tahun,” terang Kapolresta Bogor Kota Kombeas Ulung Sampurna Jaya saat menggelar ekspos kasus di Mapolresta Bogor Kota, Senin (31/7/2017).

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Achmad Choerudin bertutur, ketiga orang yang diamankan berperan sebagai mucikari.

EY (38), JS (25) dan HM (33) diamankan di salah satu hotel di Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor pada Jumat (28/7/2017) kemarin oleh Tim Cyber Patrol Polresta Bogor Kota.

Ketiganya diamankan beserta barang bukti berupa satu potong celana dalam berwarna orange, satu celana dalam berwarna hitam, tiga unit ponsel, dan 18 butir obat tramadol. Mereka memasang nomor kontaknya masing-masing di Facebook dan foto-foto remaja perempuan yang jadi anak asuhnya “Tarif mereka cukup tinggi, mulai Rp 300 ribu sampai Rp 700 ribu,” kata Choerudin.

Namun, lanjutnya, sang mucikari bisa saja menetapkan tarif lebih tinggi lagi untuk perempuan yang terbilang spesial. “Bisa sampai Rp 1 juta, usianya rata-rata 18 sampai 21 tahun,” jelasnya.

Dia pun menjelaskan, dalam menjalankan bisnis prostitusi onlinenya, ketiga mucikari melakukan komunikasi terlebih dahulu dengan pelanggannya melalui media sosial. “Semua urusan mulai dari uang pembayaran hingga mengantar anak asuhnya ke hotel diurus mucikarinya, jadi anak asuhnya tinggal terima untung,” tuturnya.

Atas kesalahnya ketiga mucikari itu terkena Pasal 2 UU RI nomor 21 tahun 20027 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang. “Ancaman penjara 3 sampai 15 tahun atau denda sedikitnya Rp 120 juta,” tandasnya.

Ada Nama Ahok di Rekaman Pembicaraan Patrialis dan Komaludin, Ternyata Isinya…

BOGOR DAILY Jaksa memutar rekaman antara Kamaludin dengan eks hakim konstitusi (MK) Patrialis Akbar. Dalam rekaman itu Patrialis menyebut Basuki Hariman sebagai Ahok.

“‘Sekalian antum mau ngobrol Ahok, Ahok mau gak?’ Ahok ini siapa?” tanya jaksa KPK di PN Tipikor Jakarta, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta pusat, Senin (31/7/2017). “Pak Basuki maksudnya. Kami ada rencana main golf di Royal. Dia ingatkan kalau bisa Basuki bisa gabung ngobrol-ngobrol, ” jawab Kamaludin.

Kamaludin membenarkan dirinya mengarahkan agar Basuki Hariman untuk hadir di acara main golf dengan Patrialis. Kamaludin menyebut agar Patrialis bisa menyampaikan perkembangan uji materi terkait impor daging ke Basuki.

“Kalau kita dengan kehadiran Pak Basuki menginformasikan perkembangan terkait uji materi (impor daging),” jelasnya.

Berikut percakapan antara Patrialis dengan Kamaludin:

P: Sekalian antum mau ngobrol Ahok, Ahok mau gak?
K: Oh iya, iya boleh ana ng, ana ini nih, ya udah nanti ana kasih siap.
P: (tertawa)
K: Ana arahkan si Ahok iye, iye.

Ini Pengakuan Penumpang yang Dihajar Sopir Grab Berkali-kali

BOGOR DAILY– Korban pemukulan driver Grab ternyata pulang ke Sidoarjo. Dari kampung halaman, dia bicara soal kekerasan yang dialaminya. Dalam penelusuran, korban diketahui bernama Jefri Ardiansyah (28). Dia rupanya tinggal di Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo. Saat dijumpai di rumahnya, Jefri sedang dalam pemulihan akibat pemukulan yang dideritanya.

“Kan di Grab ada menu Cancel misalnya karena kelamaan. Masa cancel harus dihajar, dapat kekerasan,” kata Jefri mengungkapkan kekecewaannya.

Jefri berkisah soal malam nahas itu. Pada 25 Juli 2017 tengah malam, dia baru pulang bekerja di Mall Pondok Indah dan pulang naik Grab. Baru jalan sebentar, dia diberhentikan 3 driver Grab dan 1 driver Gojek. “Tiba-tiba di situ langsung dihajar. Ancaman sih iya, awas kalau kamu cancel lagi,” kata Jefri

Jefri kepada detikcom menceritakan mengalami pemukulan 2 kali di kepala, di kening 2 kali, di leher kanan 1 kali. Yang cukup parah adalah matanya dipukul 2 kali dan akibatnya jadi merah. “Yang melerai security mal, kurang lebih dalam waktu 1 menit. Setelah itu mereka melarikan diri sambil bilang, ‘awas sekali lagi elo cancel, baru habis’,” kata Jefri.

Driver Grab yang sedang dipesan Jefri lantas mengantarnya ke rumah sakit di Jl Radio Dalam. Jefri dirawat sehari di sana dan pada tanggal 27 Juli dia melapor ke Polsek Kebayoran Lama. “Polsek bilang segera ditindak, tapi sampai sekarang belum ditelepon lagi sama polsek,” jelas Jefri.

Jefri pulang ke Sidoarjo pada Jumat 28 Juli 2017 pagi dan melanjutkan rawat jalan di sana. “Mata kanan masih sakit,” pungkasnya. (detik.com)

Bolak-balik Penertiban, Lapak PKL Cileungsi Dibakar Satpol PP

BOGOR DAILY-  Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa mangkal di bawah Flyover Desa Cileungsikidul, Kecamatan Ci­leungsi, hanya bisa pasrah saat lapak dagangannya dibongkar paksa Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabu­paten Bogor. Pembongkaran lapak PKL itu pun menjadi tontonan warga sekitar dan para pengguna jalan yang tengah melintas.

Salah seorang warga Desa Cileung­sikidul, Suhardi (30) mengatakan, pembongkaran ini cukup menarik perhatian warga. Sebab, biasanya ba­nyak warga berbelanja sayuran di kolong flyover. “Apalagi banyak meja, kursi dan kayu-kayu PKL dibakar Pol PP,” katanya.

Awalnya, ia mengaku tak mengetahui ada pembongkaran lapak PKL. Namun melihat adanya kerumunan dan kepu­lan asap, dirinya pun bergegas menda­tangi kolong jembatan untuk melihat apa yang terjadi. “Saya kira ada keba­karan, ternyata pembongkaran PKL,” bebernya.

Tak hanya warga sekitar, para pengen­dara sepeda motor pun banyak yang berhenti untuk menyaksikan aksi pem­bongkaran tersebut. Hal ini pun tentu menyebabkan kemacetan lalu lintas di sekitaran Flyover Cileungsi.

Menurut salah seorang anggota Di­nas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor Dicki, banyaknya pengguna motor yang berhenti sangat meng­ganggu arus lalu lintas. “Kami harus bekerja ekstra mengatur lalu lintas di sini. Sebab, banyak pengendara yang berhenti untuk melihat eksekusi pem­bongkaran yang dilakukan Pol PP,” ujar Dicki.

Ia menambahkan, setelah satu jam berlangsung, para pengendara motor pun mulai berangsur meninggalkan lokasi, sehingga arus lalu lintas kem­bali normal.

Ahli Waris Ontrog Kantor BP3K Cibungbulang

BOGOR DAILY –SK Bupati Nomor 030/669/KPTS/PER-UU/2015 tanggal 31 Desember 2015 tentang Status Peng­gunaan Tanah dan Bangunan milik Kabupaten Bogor yang ditempati kantor BP3K di Kampung Cibeureum, RT 02/10, Desa Cibatok II, Kecamatan Ci­bungbulang, kembali diperkarakan ahli waris ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung.

Guna memastikan batas tanah, empat petugas PTUN didampingi penggugat para ahli waris dan Kepala UPT BP3K meninjau langsung yang menjadi batas-batas lahan seluas 12.000 meter.

Ahli waris, Pepen mengungkapkan, lahan yang saat ini ditempati Kantor BP3K seluas 12.000 meter merupakan milik ahli waris sesuai, bukan pemerin­tah daerah. Awalnya luas tanah ada 14.000 meter. Namun karena dipotong jalan, sisa 12.000 meter. Sedangkan bukti kepemilikan tanah sesuai surat segel tahun 1951 atas nama Ibu Mumun sebagai orang tua. “Kita punya surat segel yang sah, sehingga tanah tersebut merupakan milik kami, bukan pemerin­tah,” ujarnya.

Sementara kuasa hukum ahli waris, Agus Tian Nurjendi mengatakan, status tahan masih dalam gugatan di Penga­dilan Negeri Bogor. Saat ini, pihak ahli waris menututup agar SK Bupati dibekukan karena penggugat para ahli waris merupakan pemilik sah atas sebidang tanah darat seluas kurang lebih 14.000 meter persegi. Bukti ke­pemilikan tersebut sesuai Blok Pensil No 458/93 dalam buku C, Desa Cibatok II atas nama Aminah. ”Para ahli waris meminta SK Bupati dibekukan karena lahan tersebut merupakan miliki ahli waris, bukan pemerintah sesuai bukti segel yang dimiliki ahli waris,” katanya

Masih Pacaran, Begini Kemesraan Nikita Willy di Atas Ranjang

BOGOR DAILY- Sudah beberapa bulan belakangan ini Nikita Willy tengah berpacaran dengan Indra Priawan Djokosoetono yang tak lain adalah cucu bos Blue Bird. Berbeda dari pacar-pacar sebelumnya, kabarnya hubungannya dengan Indra sudah mendapat lampu hijau dari ibunda Nikita, Yora Fabrine.

Belum lama ini dalam acara ulang tahun putrinya yang ke-23, Yora memberikan tanggapan positif atas hubungan Nikita Willy dan Indra Priawan.

“Kalau Nikinya senang, kami sih senang. Kan kalau mau ke arah sana (serius berhubungan) harus seiman ya. Alhamdulillah sekarang sudah seiman,” ujar Yora.

Tanggapan positif sang ibunda rupanya membuat Nikita Willy dan Indra Priawan berani melangkah lebih jauh. Jumat (28/7/2017) kemarin, Nikita mengunggah sebuah foto hasil pemotretan dirinya dan sang kekasih.

Di sejumlah gambar yang ditampilkan, pasangan muda ini terlihat berfoto di atas tempat tidur dengan berbagai pose. Nikita Willy sendiri tampak mengenakan gaun biru dan sepatu hak tinggi warna silver dengan rambut dicepol ke atas.

Ini foto-fotonya

KPK Periksa Lagi Keponakan Setya Novanto

BOGOR DAILY– Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap keponakan Ketua DPR RI, Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo sebagai saksi dalam kasus mega proyek E-KTP yang telah merugikan negara sebesar 2,3 triliun.

Sedianya, Irvanto akan digali keterangannya untuk tersangka Setya Novanto yang diduga menjadi dalang korupsi proyek E-KTP.

“Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Setya Novanto (SN),” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Senin (31/7/2017).

Selain memeriksa ponakan Setnov, KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua saksi lainnya yakni, wiraswastawan bernama Toni dan karyawan swasta bernama Yuliana.

“Keduanya juga akan diperiksa untuk tersangka yang sama,” sambungnya.

Seperti diketahui, sebelumya KPK telah menggeledah rumah Irvanto di Kompleks Kelapa Hijau, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (28/7).

Dalam penggledahan itu, KPK berhasil menyita dokumen dan barang bukti elektronik. Selain itu, KPK juga telah mencegah Irvanto ke luar negeri selama enam bulan mulai 21 Juli 2017.

Dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (27/4), Irvanto mengaku telah memimpin konsorsium Murakabi Sejahtera, yang merupakan salah satu peserta lelang proyek E-KTP.

Dia juga mengaku aktif di Partai Golkar, yang dipimpin oleh pamannya, dan bahkan sejak 2016 menjadi wakil bendahara DPP Golkar.

Ia mengatakan membeli PT Murakabi pada 2006 dengan membeli saham adik Andi Narogong, Vidi Gunawan, yang katanya merupakan teman SMA dia di Bogor.

Irvanto menjabat sebagai manajer pengembangan bisnis PT Murakabi Sejahtera pada 2007-2010 dan pada 2010 menjadi direktur perusahaan yang bergerak di bidang printing dan security printing itu.

Dia pun mengaku pernah datang ke ruko Fatmawati yang beralamat di Graha Mas Fatmawati Blok B No. 33-35, Jakarta Selatan tempat Andi Narogong mengatur para pengusaha untuk mengerjakan proyek KTP elektronik untuk mengatur pelelangan sehingga konsorsium yang mereka inginkan dapat menang lelang.

Proyek Jalan Lingkar Dramaga Dikebut 120 Hari Kerja

BOGOR DAILY- Kemacetan arus lalu lintas di sepanjang jalur Dramaga-Kota Bogor, terjadi setiap hari. Untuk meminimalisir masalah tersebut, Pemkab Bogor menggeber Jalan Lingkar Dramaga (JLD).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor, Yani Hassan berharap, proyek JLD tak bernasib sama seperti Jalan Bojong Gede–Kemang (Bomang). “Bomang itu menjadi pelajaran yang sangat berharga buat kami. Jangan sampai, JLD bernasib sama,” ujarnya.

Jika sesuai dengan jadwal, kata dia, seharusnya Unit Layanan Pengadaan (ULP) telah mengumumkan pelelangan pada Jumat (28/7/17).

Namun, sampai selesainya jam kerja belum menerima laporan. “Bisa saja pengumumannya agak malam. Saya tak bisa monitor lagi kalau malam,” tuturnya.

Untuk pengerjaan, direncanakan 120 hari. Ia mengarahkan, pemenang lelang agar pekerjaannya dibagi tiga tim. Diantaranya, pengukuran, pembongkaran dan pengurukan. “Itu untuk pengerjaan jalannya saja, kalau jembatan terpisah. Tapi semua pelelangan bersamaan,” katanya.

Yani optimis, pengerjaan JLD dapat diselesaikan pada akhir tahun. Lebih lanjut ia mengatakan, akan terus melakukan evaluasi dan memberikan pengarahan. “Artinya, jadwal rencana yang kami inginkan sudah diberikan,” pungkasnya.