Sunday, 5 April 2026
Home Blog Page 8993

Satpol PP Sikat Wajah-wajah Balon Bupati di Jalanan Ciawi

BOGOR DAILY- Baliho bakal calon Bupati Bogor kena sikat Satpol PP Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor pada Selasa (4/7/2017).

Tak hanya baliho balon Bupati Bogor saja, banyak juga spanduk yang dicabut oleh penegak Perda.

Spanduk tersebut dicabut Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Ciawi di wilayah jalur Simpang Gadog, Desa Pandansari, Ciawi. Reklame tersebut juga terpantau berjajar berhimpit-himpitan sehingga juga dinilai mengganggu keindahan jalur Puncak.

“Reklame yang sudah habis masa berlaku kita cabut supaya mereka punya inisiatif untuk bayar pajak,” ujar Kanit Pol-PP Ciawi, Sunarto, Selasa (4/7/2017).

Tidak hanya itu, ia mengaku juga menyayangkan pemasangan reklame yang sembarangan sehingga membuat bahu jalan terlihat kumuh.

Bahkan reklame bakal calon bupati pun tak luput dari penertiban yang dilakukan pihaknya.

Ia berharap bagi yang pemasang reklame untuk memasang dengan tertata rapi jadi jalur tempat wisata pun terlihat bagus.

“Ini kan gak bagus ini, ada papan nama maen tutup-tutup aja. Jadi ini supaya Gadog, penyangga kota wisata, biar keliatannya indah tertata rapi,” ujar Sunarto.

Pencopotan Paspor Habib Rizieq Harus Instruksi Polri

BOGOR DAILY- Habib Rizieq hingga saat ini masih bebas berada di tanah Timur Tengah. Hingga sekarang belum ada kepastian kapan Habib Rizieq Shihab kembali ke Indonesia setelah dijadikan tersangka dalam kasus chat porno bersama Firza Husein.

Kini Habib Rizieq masih berada di luar negeri tepatnya di Yaman. Sebelumnya dia berada di Arab Saudi menjalankan umroh.

Mengenai hal tersebut Dirjen Imigrasii Ronny F. Sompie, Rabu (5/7/2017) menjelaskan institusinya belum dapat mencabut paspor izieq Shihab, karena belum ada permintaam dari Polri. Masa berlaku paspor Rizieq sampai 2021.

Dia menambahkan sesuai dengan ketentuan, pencabutan paspor hanya dapat dilakukan sepanjang ada permintaan dari instansi terkait, sebab Imigrasi tidak berkewenangan melakukan penindakan.

“Dengan demikian, pencabutan paspor tidak bisa dilakukan kalau bukan atas inisiatif dari polisi,” terang pria asal Sulut ini.

Pencarian Rizieq terkait dengan penetapan sebagai tersangka kasus Chat Pornografi, tapi penetapan tersangka ini tanpa didahului oleh pemeriksaan dirinya sebagai saksi. (Poskota)

Bocah SD Asal Bogor Ini Sudah Jadi Pebalap, Ini Prestasinya

BOGOR DAILY-  Pembalap cilik Felix Putra Mulia 10, kini tengah berlatih keras, menuju kejuaran nasional balap motor yang akan berlangsung di Jawa Timur.
Putra, pembalap asal Kabupaten Bogor tersebut masih tercatat sebagai siswa kelas 5 Sekolah Dasar. Dia berlaga di Kelas 65 Cc SE (spesial engine).

Sulung dari dua bersaudara ini, bernaung di bawah sekolah motor cross Naqay MX School.
Bakat adu nyali Felix, rupanya dipantau oleh Irvan Naqay, guru latihan di sekolah motor cross.

Irvan Nagay, pria asal Ciamis Jawa Barat ini lalu mengasah Felix dengan terus berlatih di sirkuit milik Pemkab Bogor di Pakansari Cibinong Bogor.

Jerih payah Irvan membuahkan hasil. Tercatat beberapa event yang diikuti, Felix selalu juara.

Usri Mulia Wirian, ayah Felix mengatakan, saat pertama kali turun arena di kejurnas di Padeglang, putera sulung mampu menyentuh garis finis di posisi 5.

Usai dari Padeglang, Felix lalu ke Solo Jawa Tengah untuk mengikuti event Kejurnas kali ini Felix masuk finis di posisi 3.

Felix terus berlatih guna merubah posisinya. Buah dari semangatnya ini, ia akhirnya finish di posisi 2 saat berlangsung kejuarda di Cibulerang.

Felix sendiri mengaku, dirinya menekuni olahraga adu nyali ini, karena hobi.
“Saya hobi aja. Waktu saya juara 2 Kejurda di Cibulerang, ada 22 peserta. Saya sekarang fokus latihan di Pakansari untuk event Kejurnas. Saya target juara 1. Semoga tercapai,”kata Felix. (

Gara-gara Ini Banyak Calon Haji Asal Bogor Gagal Berangkat

BOGOR DAILY– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor mulai memeriksa para calon jamaah haji. Namun, tak semua mendapatkan rekomendasi untuk berangkat.

Kabid Pencegahan Penularan Penyakit pada Dinkes Kabupaten Bogor Agus Fauzi menerangkan, 3.539 calhaj mulai Senin (3/7/2017) hingga Senin (17/7/2017) melakukan sejumlah pemeriksaan kesehatan. Namun, tujuh diantaranya direkomendasikan untuk menunda keberangkatan berhaji.

Menurutnya, kelengkapan kesehatan haji diantaranya memenuhi syarat dengan pendampingan, tidak memenuhi syarat sementara dan tidak memenuhi syarat.

Nah, untuk yang tidak memenuhi syarat atau yang menurut hasil pemeriksaan tidak bisa berangkat akan dipanggil dan dikoordinasikan dengan pihak Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) nya.

“Kalau dari catatan kami yang tidak memenuhi syarat itu ada tujuh jamaah haji se-Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Ia menambahkan, calhaj yang tidak memenuhi syarat tersebut karena memiliki penyakit gagal ginjal sebanyak empat orang sehingga harus cuci darah dan tiga perempuan hamil.

Ia mengaku, Dinkes hanya merekomendasikan kepada mereka bahwa hasil pemeriksaan berdasarkan Permenkes 15 tahun 2016 tentang kelengkapan Istithaah untuk jamaah haji.

Menurutnya, keputusan dan teknisnya tetap ditentukan Kemenag dan KBIH. “Untuk wanita yang hamil sifatnya hanya ditunda keberangkatannya, mudah-mudahan tahun depan bisa. Sedangkan, untuk yang gagal ginjal selama masih harus cuci darah tentunya repot dan khawatir terjadi apa-apa saat menunaikan ibadah haji, kecuali sudah dinyatakan tidak perlu cuci darah dari dokter spesialis nya,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, ada kemungkinan bertambah. “Kami berusaha semaksimal mungkin agar banyak calon jemaah yang bisa berangkat,” harapnya.

Pemeriksaan kesehatan akan dilakukan di lima Puskesmas diantaranya Puskesmas Ciawi, Cimandala, Ciampea, Citeureup dan Cirimekar. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk calon jamaah haji kloter pertama yang akan berangkat pada 27 Juli mendatang. Sebelumnya, tercatat sebanyak 3.478 orang. Namun, saat ini ada penambahan kuota menjadi 3.539 orang setelah pelunasan.

“Kalau berdasarkan grafik yang kami susun banyaknya di kelompok usia menengah, yakni 30 hingga 50 tahun. Tetapi ada juga jamaah yang diatas 60 hingga 70 tahun,” imbuhnya.

Sebelum dilakukan pemeriksaan kesehatan, kata dia, calon jamaah haji akan diverifikasi terlebih dahulu. Apakah sebelumnya sudah diperiksa atau belum di puskesmas setempat. Jika sudah diverifikasi maka akan dilakukan pemeriksaan tensi darah dan penimbangan berat badan.

Setelah itu, kata Agus, khusus untuk wanita usia subur akan diarahkan untuk periksa laboratorium terlebih dahulu, seperti tes urine. Agar tidak ada ada jamaah haji yang hamil karena dikhawatirkan kondisinya nanti.

Setelah dari dokter pemeriksa barulah para calon jamaah haji ke penyuntikan meningitis. Selain itu, ada pula penyuntikan untuk influenza. Namun itu sifatnya petugas medis yang menawarkan.

Heboh! Ketua DPRD Kota Bogor Ribut dengan Anggotanya

 

BOGOR DAILY– Ketua DPRD Kota Bogor Untung W Maryono bikin geger sejumlah peserta sidang paripurna di Gedung DPRD Kota Bogor, kemarin. Politisi PDIP ini memimpin sidang paripurna menggunakan seragam salah satu Organisasi Masyarakat (ormas) dengan sejumlah atributnya.

Sontak, sejumlah anggota DPRD Kota Bogor pun melayangkan interupsi lantaran dianggap tidak etis memimpin paripurna menggunakan seragam ormas.

Anggota DPRD dari Fraksi PKS Teguh Rihananto melalui intrupsi mengatakan, setelah pimpinan rapat membuka dan membacakan agenda pembahasan rapat paripurna. “Intrerupsi pak ketua, terkait seragam yang di gunakan Pak Ketua, untuk menjadi Paripurna dijalankan dengan hikmat, apangkah baiknya Pak Ketua menggganti seragam terlebih dahulu,” ujar di dalam sidang paripurna.

Namun interupsi tersebut ditanggapi dengan panas oleh Untung. Dia menolak untuk berganti seragam. Ia mengaku sudah meminta izin sebelumnya akan memimpin rapat dengan menggunakan seragam yang dipakai, karena acara rapat paripurna dengan kegitan kegiatan ormas yang dipimpinnya hampir berbarengan. “Tadi sudah saya sampaikan, saya meminta maaf dari awal karena menggunakan seragam ini, tetapi tidak ada yang bilang apa-apa tetapi sekarang sudah berjalan baru jadi rame,” terangnya.

Untung juga meminta jangan sampai persoalan seragam yang ia gunakan menghambat pelaksanaan paripurna. Kecuali ia tiba-tiba dan tidak menyampaikan minta maaf. “Saya di sini tidak arogansi, bukan karena ada kesombongan disini, saya datang jauh-jauh untuk kepentingan masyarakat. Kalau seragam ini menghambat dan saya siap keluar, tidak dilaksanakan paripurnapun tidak apa-apa,” kata dia.

Setelah Untung memberikan penjelasan seperti itu, sejumlah anggota DPRD pun menjadi terpancing dan memberikan pandangan terkait ketua DPRD yang menggunakan seragam ormas di dalam paripurna hingga Untung Maryono dihujani instrupsi dari sejumlah angota DPRD yang lainnya.

Sampai salah satu politisi senior Golkar R Oyok Sukardi merasa malu atas kegaduhan yang terjadi di ruang sidang tersebut. “Seharusnya kita malu debat kusir seperti ini, pembicaraan yang tidak berkualitas,” paparnya.

Sementara itu, kondisi memanas rupanya tak hanya terjadi di ruang sidang paripurna. Saat hendak turun dari tangga, Ketua DPRD Kota Bogor, Untung Maryono tiba-tiba mengajak duel salah seorang anggota Komisi C DPRD Kota Bogor, Dodi Setiawan.

Saat dalam sidang paripurna, Dodi memang sempat lantang mengajukan interupsi, tapi selalu terputus lantaran suasana yang sempat gaduh. Usai sidang paripurna dirinya menjelaskan bahwa memang pakaian yang dikenakan Untung tidak sesuai dengan himbauan. “Pak ketua tidak memakai baju dengan yang sesuai yang diimbau dalam undangan dan pengumuman,” jelasnya.

Dirinya merasa malu atas kegaduhan yang terjadi di dalam ruang sidang. Pasalnya, sidang tersebut tak hanya diikuti oleh para anggota DPRD Kota Bogor, tapi juga berbagai pejabat di lingkungan Pemkot Bogor.

“Terjadi debat kusir kan malu kita, ditonton oleh kepala dinas, luarah, camat, malu kita. Tidak ada muruahnya, sakralnya paripurna seperti sudah tidak ada,” ujarnya.

Perdebatan yang sempat terjadi itu menurutnya ulah Untung yang enggan segera meninggalkan ruangan sidang untuk mengganti pakaian, dan malah mengeluarkan nada tinggi.
“Ketua itu sudah jelas mau pamit mundur, jangan dibahas-bahas lagi. Kalau pak ketua sudah pamit undur yah silakan. Yang penting ada wakil pimpinan yang lain, yang bisa pimpin sidang,” tutur Dodi.

Atas insiden tersebut, dirinya menghaturkan maaf yang sebesar-besarnya, terutama kepada masyarakat Kota Bogor. Karena, menurutnya sebagai anggota DPRD, seharusnya menjadi sosok panutan untuk masyarakat.
“Kita malu, kepada masyrakat Kota Bogor. Mohon maaf, tidak elok kalau terus-terusan seperti ini. Sebagai panutan masyarakat, kita harus betul-betul mematuhi, menghargai waktu,” ucapnya.

Truk Terbalik di Jalan Raya Parung-Kemang

BOGOR DAILY– Satu unit truk Hino berno­pol B 9743 UIT mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Parung-Kemang, kemarin. Truk bermuatan baja ringan itu terguling di Jalan Raya Parung- Kemang, tepatnya Kampung Babakan, RT 01/05, Desa Pondokudik, Kecamatan Kemang, sekitar pukul 04:30 WIB.

Kanit Lantas Polsek Kemang AKP Edwin menuturkan, dumper truk itu dikendarai Arkam (29), warga Kampung Babakan­binong, RT 02/01, Pasirkembang, Kabu­paten Serang, Banten. Pengendara me­miliki surat-surat lengkap saat mengen­darai truk tersebut, baik SIM maupun STNK. ”Kecelakaannya tunggal dan tidak menimbulkan korban jiwa,” ujarnya.

Edwin melanjutkan, truk tersebut ber­gerak dari Parung menuju Kemang. Se­tibanya di lokasi kejadian, truk miring ke kanan dan menikung ke kanan pula. Hal itu karena truk membawa muatan yang terlalu berat. Tak mampu mengendalikan, truk akhirnya terguling.

“Kecelakaan itu murni karena muatan truk terlalu berat. Karena jika dilihat dari kon­disi di lokasi, jalan telah dicor semen dan dalam kondisi baik. Penerangan jalan pun ada dan menyala serta cuaca cukup cerah. Tapi karena jalan agak menikung ke kanan dan miring ke kanan juga, makanya truk terguling,” bebernya.

Menurut Edwin, unit lantas telah mela­kukan olah TKP dan mencari keterangan saksi hingga terbuatlah sket gambar se­mentara. Saat ini barang bukti telah diaman­kan ke Subnit Laka Parung. “Akibat kejadian itu, diperkirakan kerugiannya mencapai Rp10 juta,” pungkasnya.

Satpol PP Paksa Dewan Kebut Perda PKL di Kabupaten Bogor

BOGOR DAILY– Menjamurnya pedagang kaki lima (PKL) membuat Satpol PP Kabupaten Bogor makin kelimpungan. Lewat DPRD, Satpol PP menesak agar segera melahirkan peraturan daerah (Perda) Penataan PKL.

Kabid Perundang–Undangan Daerah pada Satpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridhallah berharap, melalui aturan itu PKL dapat ditata dengan baik.

“Kami bisa lebih mudah lagi melakukan penertiban,” ucapnya.

Ia mengaku, kesulitan menertibkan para PKL karena belum optimalnya pembinaan. Sehingga, meski berulang kali dilakukan penertiban, muncul lagi.

Oleh karena itu, ia berharap melalui peraturan itu pemerintah dapat mengatur lebih spesifik pembinaan terhadap mereka agar tidak terus menerus menjadi persoalan yang berkepanjangan. “Selama ini kami melakukan penertiban tetapi tidak ada solusinya,” tuturnya.

Menurutnya, dalam aturan tersebut perlu ditekankan bahwa PKL harus ditata kapan dan dimana lokasi yang dapat digunakannya untuk berjualan.

Misal, sambung dia, PKL basah dan kuliner hanya diperbolehkan sejak sore hingga malam atau dini hari. Selain itu, bisa juga tidak diperbolehkan berjualan dari pagi hingga sore hari. “Tempat yang steril dari PKL juga harus ditentukan. Makanya, ini sangat perlu diperhatikan,” paparnya.

Tidak hanya itu, kategori PKL juga harus dituangkan dalam aturan. Seperti apakah yang berjualan baju seperti di pasar tradisional atau yang menggunakan kendaraan roda empat dan sebagainya.

“Kalau ini sudah ada tentu akan tercipta ketertiban yang terencana dengan baik. Karena prinsipnya kita melakukan penertiban yang melanggar aturan,” imbuhnya.

Ia menambahkan, keberadaan PKL ini kebanyakan berdiri di wilayah perkotaan seperti Cibinong, Cileungsi, Ciawi, Parung hingga Leuwiliang. Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Ade Ruhandi berjanji, mendorong lahirnya perda PKL.

“Komisi II dan Balegda harus secepatnya menyelesaikan perda penataan PKL agar ada solusi,” pungkasnya.

Liburan ke Dieng, Warga Tenjolaya Bogor Meninggal di Mobil

BOGOR DAILY– Salah seorang pemudik Zaldimaduddin (39) awal Kampung Tarikolot RT: 004/007, Gunungmalang, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor ditemukan tewas saat dalam perjalanan pulang dari tempat wisata Dieng menuju Jakartadi Jalan Warungasem Kabupaten Batang.

“Korban sebelumnya diketahui telah sekarat di dalam mobil karena kelelahan menyetir dari arah kawasan wisata Dieng,” ungkap Kapolsek Warungasem AKP Ahmad Almunasifi, Rabu (5/7).

Dia menceritakan, pada Senin (3/7) petang saat melintasi Jalan Warungasem diteriaki seorang Ibu yang mengendarai mobil Daihatsu Terios nopol B 1466 WKL.

“Saat saya datangi, didalam mobil tersebut tergeletak suaminya. Yang saat itu sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri. Dengan segera, Ibu itu meminta saya mengantarkan ke rumah sakit terdekat,” jelasnya.

Kapolsek juga tidak bisa memastikan kondisi korban saat itu sudah dalam keadaan meninggal atau belum. Seketika, langsung mengawal mobil tersebut menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kalisari Batang, yang jaraknya 10 KM dari tempat kejadian.

Setelah dibawa ke Intalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Batang oleh petugas setempat, korban langsung dilakukan penanganan. Namun, setelah dilakukan upaya pacu jantung dan penanganan khusus hingga 15 menit tetap tidak ada reaksi dari korban.

Istri korban, Tri Kuncoro (43) menceritakan, bersama empat anaknya sedang melakukan tour libur Lebaran ke daerah Jawa Tengah selama beberapa hari. Terakhir, dia bersama dengan keluarganya memilih untuk menghabiskan libur akhir pekannya di tempat wisata Dieng selama beberapa waktu.

Perjalanan pulang dari Dieng, suami masih sanggup menyetir. Namun dipertengahan perjalanan, suami mengeluh capek dan minta digantikan menyetir.

“Akhirnya kemudi saya ambil alih, sedang suami beberapa saat saya lihat memejamkan mata. Saat itu saya pikir tidur karena kelelahan. Namun, saat saya bangunkan, tidak ada jawaban. Saya mulai panik, sepanjang jalan saya mencari keberadaan rumah sakit,” ungkap Tri.

Niat Salip, Biker Caringin Tewas di Kolong Truk

BOGOR DAILY- Kecelakaan maut terjadi. Seorang biker bernama Iwansyah (24) warga Kampung Cinagara RT 01/03, Desa Cinagara, Kecamatan Caringin tewas mengenaskan usai terlindas truk bernopol F 8586 UP yang dikemudikan Memed, warga Kampung Tegal Waru, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi  di Jalan Raya Ciawi-Sukabumi, Senin (3/7/2017) malam.

Korban mengendarai sepeda motor bernopol F 6025 BM saat bergerak menuju arah Sukabumi sekitar pukul 22.00 WIB. Saat ingin mendahului truk dari sebelah kanan. Akibatnya stang sepeda motor menyenggol badan truk.

“Korban terjatuh ke kolong truk dan tubuhnya tergilas ban sebelah kiri kendaraan,” ujar Kanit Laka Lantas Polres Bogor, Iptu Asep Sarifudin.

Ia menyebutkan, berdasarkan olah TKP,  pengendara motor tak menyadari jarak ruang antara sepeda motor dan truk tidak aman. Sementara supir telah diamankan untuk dimintai kendaraan, beserta barang bukti satu unit sepeda motor dan truk.

VIDEO: Istri Jendral Tampar Petugas Bandara

BOGOR DAILY- Diduga tak terima karena harus mencopot jam tangan saat melewati pemeriksaan X-ray, penumpang berinisial JOW mengamuk dan menampar petugas Aviation Security Bandara Sam Ratulangi, Manado. JOW diketahui istri dari perwira tinggi Polri yang yang bertugas di Lemhanas.

“Iya itu betul (istri) Brigjen Johan Sumampouw. Dia tugas di Lemhanas” kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto kepada wartawan, Rabu (5/7/2017).

Peristiwa penamparan terjadi sekitar pukul 07.46 WITA. Saat itu JOW masuk pemeriksaan check poin 2 melalui mesin sinar X atau X-ray. Petugas meminta JOW memasukkan jam tangannya ke mesin X-ray.

“Saya telepon Polsek Manado, beliau (JOW) mau masuk pemeriksaan, kemudian ada jam tangan suruh masukan ke X-ray. Tapi mungkin merasa menegurnya kurang enak ditanggapinya lalu cekcok mulut ditampar pipinya sesuai video itu,” kata Setyo.

Sementara itu, Communication & Legal Section Head, Angkasa Pura I Sam Ratulangi Yuristo Ardhi H mengaku tak mengetahui detail saat cekcok penumpang tersebut dengan petugas Bandara. Kejadian ini menurut Yuristo sedang diselidiki Polsek Bandara Sam Ratulangi.

“Kalau itu kami harus menunggu hasil pemeriksaan. Karena ibu sudah diminta keterangan dan laporannya sudah diterima Polsek Bandara Sam Ratulangi. Jadi kami harus menunggu hasil investigasinya seperti apa,” kata Yuristo saat dihubungi terpisah.

Berikut kronologi kejadian penamparan:

– Pukul 07.46 WITA

Dua orang calon penumpang melalui pemeriksaan Security Check Point 2 Bandara Sam Ratulangi Manado;
Pada saat calon penumpang melalui Walk Through Metal Detector, alarm berbunyi;

– Pukul 07.48 WITA

Petugas Avsec melakukan pemeriksaan body search kepada calon penumpang. Petugas Avsec meminta calon penumpang melepas jam tangan tersebut dan pemeriksaan dilakukan kembali dengan melalui X-Ray

(Ketentuan ini berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Perhubungan Udara SKEP/2765/XII/2010 tentang Tata Cara Pemeriksaan Keamanan Penumpang, Personel Pesawat Udara Dan Barang Bawaan Yang Diangkut Dengan Pesawat Udara Dan Orang Perseorangan, sesuai Pasal 23 huruf b angka 2);

– Pukul 07.49 WITA

Pada saat mengambil barang-barang miliknya tersebut, calon penumpang emosi;

– Pukul 08.15 WITA

Permasalahan ditangani pihak Kepolisian Sektor Bandara Sam Ratulangi Manado.

https://www.youtube.com/watch?v=l2oFaPfdhZw