Sunday, 5 April 2026
Home Blog Page 8994

Ditinggal ke Kolam Lele, Rumah Marzuki di Mulyaharja Jadi Arang

BOGOR DAILY- Marzuki terduduk lemas melihat rumahnya hangus terbakar pada Rabu (5/7/2017) sekitar pukul 10.00 WIB. Kejadian tersebut bermula saat rumah yang berada di Kampung Lemahduhur RT 4/1, Bogor Selatan, Kota Bogor itu hangus terbakar.

Rumah yang ditinggalinya selama lebih dari 20 tahun itu kini tinggal tersisa puing. Bukan hanya itu, uang tabungan miliknya hasil bekerja dan pemberian tetangganya yang disimpan di bawah bantal itu pun ludes dilalap si jago merah.

“Perabotan, televisi hangus, ada juga uang Rp 5 juta di bawah bantal,” katanya sambil terus menutupi wajahnya dengan tangan.

Sementara itu anak kedua Marzuki, Rosid menuturkan bahwa saat itu api berasal dari dalam rumah dan langsung menyebar ke atap.  Saat itu warga pun langsung berdatangan dan mencoba memadamkan api.

“Dari pukul 10.00 WIB kejadiannya, tapi alhamdulillah bisa padam, pemadam kebakaran sudah datang, tapi karena jalannya sempit jadi tidak bisa masuk,” ucapnya.

Rosid pun memperkirakan kerugian yang dialami sang ayah lebih dari Rp 10 juta.Seluruh hartanya ludes terbakar. Termasuk surat tanah, dan dokumen penting lainnya.  Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. “Saat kejadian saya sedang di kolam lele dan bapak saya (Marzuki,red) sedang di sawah,” kata anak Marzuki, Rosyid.

Petugas Tagana Kota Bogor, dan PLN Kota Bogor dan Damkar Kota Bogor pun sudah mendatangi lokasi kejadian untuk mengecek kondisi lokasi kebakaran.(*)

Ada Plastik Mencurigakan di Leuwiliang, Tim Gegana Meluncur

BOGOR DAILY– Kantong plastik merah dengan untaian kabel memancing curiga warga Leuwiliang, Bogor. Khawatir ada sesuatu yang berbahaya, warga melapor ke polisi.

Menurut Kasubag Humas Polres Bogor AKP Ita Puspitalena dalam keterangannya, Rabu (5/7), kantong plastik warna merah itu ditemukan di dekat jalan masuk pasar samping sekolah SD. Warga, karena kerap mendengar adanya benda mencurigakan, apalagi di kantong plastik itu ada untaian kabel lalu melapor ke polisi.
“Saksi yang pertama menemukan Eko Okta, umur 50 tahun, pekerjaan Guru SD,” jelas Ita.
Menjaga agar tidak terjadi sesuatu, lokasi disterilkan. Petugas kepolisian juga memanggil Tim Gegana. Hingga pukul 14.00 WIB, belum bisa dipastikan apa benda tersebut.

Heboh! Pendaftaran Teroris Via Facebook, Ini Lokasinya

BOGOR DAILY- Warganet dihebohkan dengan sebuah unggahan di media sosial (medsos) Facebook terkait penerimaan anggota teroris di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Polisi tengah menyelidiki terkait informasi tersebut.

Informasi yang dihimpun, Rabu (5/7/2017), sekitar pukul 12.00 WIB, akun Facebook bernama Den Ganjar terlihat masih aktif. Sedangkan alamat website yang dicantumkannya tidak ditemukan di mesin pencari. Ia mengunggah status soal penerimaan teroris itu pada 3 Juli 2017. Isi tulisannya yaitu:

Penerimaan Pendaftararan Teroris TAB Biru Hitam tgl. 3/10 Juli 2017.

Misi : Menggulingkan Pemerintah Republik Indonesia

Hub pbulik figur / WA
0813-9510-9520
Jl. Kalijati raya no. 08Subang Jawa barat.

Pendaftaran Online :
www.orbit-matahari.com

Status itu disertai dengan foto sebuah jaket berwarna hitam. Bagian depan jaket terdapat sebuah logo bercorak emas dan kalimat ‘Den Ganjar TAB Biru Hiram Malaikat Club’. Kalimat itu juga tertulis pada bagian jaket belakang dengan huruf besar.

Polres Subang rupanya sudah mengetahui isi tulisan di akun Den Ganjar. Kapolres Subang AKBP Yudhi Sulistianto Wahid mengaku sudah mengerahkan anggotanya untuk menyelidiki.

“Isu itu sudah kita tanggapi dan ditindaklanjuti,” ujar Yudhi

Waspada! Begal Beraksi di Bukit Cimanggu Bogor, Korban Dibacok

BOGOR DAILY- Aksi begal kembali meresahkan. Rabu (5/7)Taufik Atmadiwirja (28) mengalami luka bacok oleh dua orang tidak dikenal yang hendak mengambil sepeda motornya di Bukit Cimanggu City, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat. Jari tangan kirinya terluka parah lantaran dibacok pelaku.

Kapolsek Tanah Sareal, Kompol Musi Effendi mengatakan kejadian tersebut bermula saat korban usai mengantarkan kakak iparnya yang hendak bekerja ke tempat penjemputan karyawan di Jalan Soleh Iskandar sekira pukul 04.45 WIB

Usai mengantar, korban yang menggunakan sepeda motor Ninja 250 cc bernomor polisi F 6188 DA itu kembali menuju rumahnya. Di tengah perjalanan pulang, korban dipepet dua orang tidak dikenal menggunakan sepeda motor dan mencoba merampas motor korban.

“Korban pun melawan dan berusaha mempertahankan kendaraannya sambil berteriak maling. Kemudian ada saksi yang pulang dari masjid mencoba menolong,” katanya, Rabu (5/7/2017).

Kedua pelaku pun akhirnya melarikan diri dan tidak berhasil membawa motor korban. Sementara korban, menderita luka parah di jari tangan sebelah kiri karena dibacok pelaku dan dilarikan ke RS PMI Kota Bogor untuk dioperasi.

“Korban luka di jari tangan kiri karena mencoba mempertahankan motornya. Sekarang sudah dirawat di RS PMI Kota Bogor. Kami masih memeriksa saksi-saksi untuk mengetahi identitas oelaku dan melakukan pengejaran,” tutupnya.

Dituduh Sebarkan Ujaran Kebencian, Kaesang Dipolisikan

BOGOR DAILY  Seorang pria bernama Kaesang dilaporkan ke Mapolres Metro Bekasi pada Minggu (2/7). Kaesang diduga telah melakukan tindak pidana penodaan agama  dan ujaran kebencian di media sosial.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Hero Herianto Bachtiar membenarkannya. Pihak yang memperkarakan Kaesang  adalah seorang warga bernama Muhammad Hidayat (53).

“Ya benar,” kata Hero saat dihubungi pada Rabu (5/7).

Saat dikonfirmasi apakah terlapor yang dimaksud adalah Kaesang Pangarep yang merupakan putra Presiden Joko Widodo, Hero tidak menjawab tegas.

Dia hanya memastikan, pihaknya masih meneliti laporan dari warga tersebut. “Masih dipelajari (laporannya),” kata dia. Laporan itu teregestrasi dengan nomor LP/1049/K/VI.2017/SPKT/Restro Bekasi Kota.

Ada pun hal yang dipermasalahkan yakni soal unggahan video YouTube  Kaesang tertanggal 29 Mei 2017, yang dianggap bermuatan penodaan agama dan ujaran kebencian.

Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti laporan warga terhadap seseorang bernama Kaesang atas dugaan ujaran kebencian. Polisi lebih dulu mendalami laporan untuk memastikan ada tidaknya unsur pidana atas sangkaan terhadap Kaesang.

“Jadi mohon waktu, saya perintahkan kapolres (Bekasi Kota) untuk menindaklanjuti laporan dari masyarakat tersebut,” ujar Iriawan.

Dari informasi yang diterima Iriawan, Kaesang dilaporkan atas video yang diunggah akun YouTube karena menyebuts istila ‘ndeso. Namun sosok Kaesang yang dilaporkan menurut Iriawan tidak disebutkan lengkap oleh pelapor.

“Di situ kalau tidak salah ada kata-kata kalau tidak menjalankan tentang apa yang ada situasi di situ, ndeso lah. Tapi saya belum dalami. Kebetulan ada nama Kaesang, itu juga belum tentu Kaesang yang mana. Makanya nanti dilakukan penyelidikan untuk mendalami laporan tersebut,” papar Iriawan.

Jangan Ketinggalan, Ini Jadwal Istana Open di Bogor

BOGOR DAILY– Meski Presiden Jokowi tinggal di Istana Bogor, bukan berarti hajatan tahunan Pemkot Bogor berupa kunjungan rakyat ke Istana Bogor, dihilangkan.

Atas izin Istana, Pemkot Bogor kembali membuka kesempatan kepada warga Bogor yang penasaran ingin melihat isi Istana Bogor.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bogor, Sahlan Rasyidi, mengatakan, Istana Open merupakan rankaian kegiatan Har Jadi Bogor (HJB) ke-535. Istana Open dengan tema ‘Istana Bogor Untuk Rakyat (Istura)’ dibuka selama lima hari, mulai tanggal 24-28 Juli 2017.

Sahlan mengatakan, masyarakat yang ingin masuk ke Istana Bogor bisa mendaftar di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Jalan Pandu Raya, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

“Pendaftaran dimulai dari tanggal 15 sampai 28 Juli 2017,” ujarnya Sahlan, Selasa (4/7/17).

Sahlan menjelaskan, ada beberapa ketentuan dan persyaratan yang harus dipatuhi para peserta Istura.

Pertama, harus memiliki tiket. Kedua, dilarang membawa barang-barang bawaan, seperti tas dan makanan. Ketiga, panitia tidak menyediakan penitipan barang dan tidak bertanggung jawab atas kehilangan barang.

Keempat, batas usia minimal 10 tahun. Kelima, pakian bebas rapi dan sopan, tidak menggunakan kaos oblong, sendal jepit, dan celana jeans. Terakhir, dilarang membawa kamera dan mengambil gambar di dalam Istana.

Sebelum masuk, para peserta Istura terlebih dahulu berkumpul di Balaikota Bogor. Selanjutnya, mereka diarahkan masuk melalui ke pintu dua Istana Bogor.

“Nanti untuk starnya masyarakat bisa berkumpul di halaman Plaza Balaikota dan akan dimulai dari pagi hingga siang hari,” pungkas Sahlan.

Setahun Dibangun, Jalan Lingkar Cariu Bogor Sudah Amblas

BOGOR DAILY– Pembangunan Jalan Lingkar Kota Cariu, Kecamatan Cariu, nampak tak berkualutas. Sebab, belum berusia lima tahun, jalan sudah ada yang amblas. Ini menjadi pertanyaan masyarakat sekitar.

“Saya ingat, jalan ini belum setahun dibangun. Anehnya sudah amblas,” kata Sigit (33), warga Desa Cariu. Namun, Sigit mengaku belum mengetahui secara pasti waktu amblasnya jalan tersebut.

Aneh, belum lama sudah hancur. Tapi saya gak punya data, makanya lebih baik diam,” ujar alumni Universitas Ibnu Khaldun ini. Data yang dihimpun, pembangunan jalan menghabiskan anggaran Rp3.035.999.000 yang bersumber dari APBD 2016.

Jalan ini dibangun Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Bogor yang kini berganti nama menjadi Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR).

Salah seorang staf UPT Teknik Jalan dan Jembatan Wilayah I Jonggol pada Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Jauhari mengatakan, mereka telah melaporkan jalan yang amblas itu.

“Kami dari UPT Teknik Jalan dan Jemabatan Wilayah I Jonggol, secara resmi telah melaporkan masalah ini ke Dinas PUPR, namun belum ada kelanjutannya seperti apa,”tandasnya.

Ngeri…, Tanah di Kampung Lebak Kantin Bogor Masih Bergeser

BOGOR DAILY- Sepekan pasca longsor, warga di Kampung Lebakkantin, RT 03/05, masih belum hidup tenang. Meski banyak bantuan datang, kondisi mereka tak lagi memiliki rumah. Sementara tanah yang ditempatinya masih rawan bergeser hingga pemerintah merekomendasikan untuk direlokasi.

Hingga kini, warga korban longsor hidupnya masih terkatung-katung. Sebagian ada yang menetap di rumah saudara, sebagian lainnya terpaksa mengontrak.

Lurah Sempur Rena Da Frina mengatakan, pihaknya tak bisa memberi bantuan untuk pembangunan rumah warga yang ambruk jika lokasinya masih di tempat yang sama. Sebab, kondisi tanah di tempat tersebut labil dan rawan bergeser dan longsor susulan.

“Sekali pun itu tanahnya bersertifikat, kami tetap tidak bisa. Sebab, BPBD tidak menyarankan untuk dibangun kembali. Makanya kami akan coba berembuk dengan warga,” kata Rena.

Ia menuturkan, ada dua pilihan untuk memberi kejelasan nasib korban longsor. Pertama merelokasinya ke tempat yang lebih aman, yakni rumah susun (rusun).

“Kalau warga tetap tidak mau pindah, maka harus terlebih dahulu dibangun TPT yang besar dan kokoh serta pondasi rumah tidak boleh asal,” terangnya.

Pihaknya pun hingga kini masih memetakan rumah penduduk di wilayah Lebakkantin mana saja yang masuk lereng dan tidak. “Jadi atas permintaan pak wali untuk mendata dan akan disurvei BPBD ke lapangan. Jadi sementara ini belum ada datanya,” ujarnya, Selasa (4/7) usai sidak.

Sementara Ketua RT 03/05 Kurniasih mengatakan, banyak sekali pihak yang datang memberi bantuan berupa makanan, pakaian, selimut bahkan uang untuk korban tanah longsor tersebut.

Ia menyebutkan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjadi penyalur bantuan terbanyak. Lembaga tersebut memberikan berbagai bantuan seperti selimut, tikar, makanan siap saji, mi instan, air mineral, alat kesehatan, peralatan bayi, alat dapur, alat kebersihan dan perlengkapan perempuan.

Selain BNPB, Palang Merah Indonesia (PMI) juga menyumbangkan alat kebersihan dan tikar. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyumbangkan karpet, sembako, peralatan bayi dan baju dewasa. Masyarakat Cinta Bogor (MCB) menyumbangkan sembako, mi instan dan uang. Ada juga bantuan berupa uang dari komunitas Lebakkantin 80 Rp4.450.000.

“Ada juga uang yang belum dihitung dari RAS garage. Sedangkan Baznas masih dalam proses yang rencananya akan memberikan sembako dan pakaian layak pakai dan mau dibahas juga tentang uang kontrakan,” tuturnya.

Selain itu, Wali Kota Bogor Bima Arya juga menawarkan bantuan relokasi bagi korban yang rumahnya hancur ke rusunawa. Namun, korban masih belum mengiyakan tawaran tersebut. “Korban belum siap pindah. Malah rencananya ingin kembali menempati rumah kakaknya yang juga terkena longsor bagian dapurnya,” ujarnya.

Maling Jantung Kambing Marak di Babakanmadang, Buat Pesugihan?

BOGOR DAILY– Ketenangan Kampung Pasirkaret dan Kampung Babakan Gunungbatu, Desa Bojongkoneng, Kecamatan Babakanmadang, tiba-tiba berubah. Belakangan warga dihebohkan dengan matinya kambing-kambing secara misterius. Puluhan hewan ternak milik warga membusuk di kandang lantaran jantungnya dicuri.

Maling spesialis jantung kambing kian meresahkan, sudah 30 kambing mati misterius. Terakhir, kambing milik Ketua RT di Kampung Babakan Gunungbatu Nur yang jadi sasaran. Sepuluh ekor kambing ternaknya ditemukan membusuk di kandang.

Kejadian ini bukan kali pertama, sudah satu bulan kambing-kambing milik warga mati dengan kondisi serupa. Yakni jantung hilang dicuri. Sedangkan bangkai kambing tersebut dibiarkan tergeletak. Salah seorang warga, SN, menduga matinya hewan-hewan itu sarat unsur pesugihan. “Itu pasti untuk pemujaan. Soalnya kalau diserang hewan nggak mungkin tubuh kambingnya utuh, pasti langsung dimakan,” kata SN.

Menurutnya, hal ini lantaran ada seseorang yang sedang menimba ilmu hitam hingga puluhan kambing warga jadi sasaran. “Kayaknya sih gitu, untuk menyempurnakan ilmu. Makanya yang diambil jantungnya saja,” sebutnya.

Kepala Desa Bojongkoneng Agus membenarkan soal kematian kambing-kambing di desanya secara misterius. Dari laporan yang diterimanya, selama sebulan, empat kambing milik warga mati misterius. “Iya, memang akhir-akhir ini jadi bikin resah. Terakhir kambing Ketua RT di Kampung Babakan Gunungbatu, Pak Nur. Satu kandang ada sepuluh ekor mati semua dan itu tidak ada tanda-tanda sebelum kejadian,” kata Agus.

Ia mengaku heran dan masih penasaran mengapa seluruh kambing yang mati, jantungnya hilang dicuri. Sementara tidak ada kerusakan yang terjadi di kandang milik warga, hanya ada bekas cakaran saja. “Dari keterangan Kertua RT, kambing-kambing yang mati diambil jantungnya. Anehnya, dalam kurun waktu dua hingga lima jam, kondisi kambing tersebut langsung membusuk seperti keracunan,” urainya.

Bahkan, ada salah satu kambing yang sedang hamil namun anaknya hanya dikeluarkan saja, yang diambil tetap jantungnya. Disinggung soal adanya unsur pemujaan yang dilakukan maling spesialis jantung kambing, Agus tak berani komentar. “Ya kita sih nggak tahu. Sementara kami menduga kambing-kambing mati karena serangan anjing liar,” ujarnya.

Ia pun menaksir kerugian warga di kampung tersebut akibat ulah maling spesialis jantung kambing itu mencapai puluhan juta rupiah. “Kalau satu kambing Rp2,5 juta, bisa dihitung sendiri sudah mencapai Rp70 juta. Kasihan juga warga yang jadi korban,” sebutnya.

Atas kejadian ini, pihaknya telah melaporkan kepada Binmas Polsek Babakanmadang, Kesra Kecamatan Babakanmadang dan dinas peternakan setempat. Sebab, dikhawatirkan hewan tersebut menyerang warga dan menghabisi ternak milik warga. “Kita sudah minta dinas peternakan untuk meneliti kenapa kondisi daging bisa langsung busuk dan bau dalam waktu lima jam. Kalau serangan serigala atau harimau tidak seperti itu,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan Camat Babakanmadang Yudi Santosa. Menurutnya, hilangnya jantung kambing hingga membuat puluhan ternak warga mati membusuk, baru pertama terjadi di wilayahnya. Karena itu, ia pun telah menginstruksikan seluruh kepala desa dan masyarakat melakukan antisipasi. Salah satunya dengan mengajak warga melakukan siskamling.

“Saya juga sudah minta linmas untuk mengirimkan anggotanya, minimal dua orang di tiap RW. Mereka yang akan mengerahkan keamanan di wilayah. Anggota linmas hanya akan menjadi penggerak, bukan penanggung jawab sehingga warga diminta ikut mengamankan,” singkatnya.

Terpisah, Kapolsek Babakanmadang Kompol Nurahim mengaku belum menerima laporan mengenai kejadian aneh ini. Sebab, hingga kini warga belum ada yang melapor kepada pihaknya. “Belum ada laporan. Kita akan cek dulu ke lapangan,” kata Nurahim saat dihubungi Metropolitan, kemarin.

Nurahim menjelaskan, sebenarnya kejadian seperti ini belum pernah terjadi di wilayahnya. Sehingga apakah kejadian ini dilakukan makhluk halus atau binatang buas, pihaknya belum bisa menentukan. “Apakah siluman yang melakukan, kita juga belum tahu. Kalau binatang buas juga seharusnya kambing itu dimakan semuanya. Kalau karena penyakit, seharusnya tidak ada luka. Binmas kita akan cek ke lapangan dulu,” tutupnya. (metropolitan)

Antrean BPJS di Cibinong Membeludak Hingga Tembus 800 Orang

BOGOR DAILY-Pasca lebaran, antrean warga di Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan Cabang Cibinong Kabupaten Bogor justru membeludak. Jumlah warga yang mengantre mengurus BPJS meningkat dua kali lipat.

Salah seorang warga, Andri (34) mengaku rela mengantre selama beberapa jam agar dapat dilayani petugas di kantor BPJS Kesehatan tersebut. “Pelayanannya sih memuaskan tapi harus mengantre karena sedang banyak yang mengurus BPJS juga. Tapi yang penting bisa dilayani,” katanya.

Sebagian warga yang mengantre belum mengetahui cara lain untuk mendaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan tanpa harus datang langsung ke kantornya. Walaupun, pihak BPJS Kesehatan Kabupaten Bogor mengaku sudah cukup optimal melakukan sosialisasi di media-media massa, spanduk hingga melalui aparat pemerintah setiap kecamatan.

Kepala Bidang Kepesertaan BPJS Kesehatan Kantor Cabang Cibinong, Ni Ketut Mas Suryani menyatakan pihaknya telah bekerja sama dengan setiap kantor kecamatan di Kabupaten Bogor untuk mempermudah pelayanan pada masyarakat. Petugas BPJS Kesehatan menyimpan kotak pendaftaran di kantor kecamatan yang akan diambil setiap akhir bulan.

“Kita menyimpan dropbox di 38 kecamatan untuk mengurangi antrean di sini, sedangkan dua kecamatan lainnya membantu pendaftaran via online,” kata Suryani di kantornya, Selasa 4 Juli 2017. Penyimpanan kotak itu diakui mulai Juli 2017 ini karena pemerintah daerah setempat baru mengeluarkan surat persetujuan pada pertengahan Juni 2017 lalu.

Menurut Suryani, jumlah antrean warga selama dua hari terakhir ini mencapai lebih dari 800 nomor antrean dalam sehari. Pada hari-hari biasanya, jumlah antrean di sana hanya sebanyak 400-500 orang. Selain warga yang akan mendaftar, banyak di antara mereka mengajukan pendaftaran menggunakan rekomendasi dinas sosial dan perubahan data peserta.

“Kalau perubahan data memang harus datang langsung ke kantor tidak bisa melalui dropbox atau online karena kita harus menanyakan langsung alasan perubahannya apa,” kata Suryani menjelaskan. Ia menambahkan, peserta BPJS Kesehatan memang diperbolehkan mengganti fasilitas kesehatannya setiap tiga bulan sekali apabila merasa tidak cocok dengan pelayanan di faskes tersebut.