Monday, 13 April 2026
Home Blog Page 9082

Berangkat Ngawas Ujian, Munawaroh Tewas Tergilas Truk

BOGOR DAILY- Nasib naas dialami Waway Munawaroh (48), guru SMP di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Berangkat dari rumah untuk menjadi guru pengawas Ujian Nasional, Waway malah mengembuskan nafas terakhir di RS PMI Bogor.

Guru SMP Al Falah, Cigudeg, Kabupaten Bogor itu mengalami kecelakaan lalu lintas  di pertigaan Lebakwangi, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.

Korban yang mengendarai sepeda motor Yamaha Mio nomor polisi B 3405 SFY bertabrakan dengan sebuah truk tronton saat akan menuju ke SMP Negeri 2 Cigudeg.

Tabrakan tersebut menyebabkan kaki Waway patah akibat terlindas truk tronton. Korban sempat dilarikan RSUD Leuwiliang untuk mendapatkan perawatan.

Namun, karena kondisinya parah korban dirujuk ke RS PMI Bogor. Kanit Laka Lantas Polres Bogor, Iptu Asep Saepudin membenarkan kejadian yang menewaskan guru SMP tersebut.

“Kita masih melakukan penyelidikan, sopir truk sudah diamankan untuk dimintai keterangan,” ujar Iptu Saepudin (bd)

Angkot di Pancasan Ringsek Tertimpa Pohon Tumbang

BOGOR DAILY– Satu kendaraan umum remuk tertimpa pohon berukuran besar di Jalan Pancasa, RT 5/7, Pasir Jaya, Kota Bogor.

Kepala Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor Ganjar Gunawan menuturkan kejadian tersebut dikarenakan adanya hujan diserti angin sejak pukul 15.00 WIB.

Akibatnya sebuah pohon tumbang menimpa satu unit angkutan kota.”Kejadiannya har ini sekitar pukul 15.30 WIB tadi, pohon tumbang itu menimpa satu unit kios dan mobil angkutan kota,” katanya.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Saat ini petugas BPBD pun sedang berada di lokasi untuk melakukan evakuasi.”Alhamdulillah tidak ada koban, saat ini petugas BPBD Kota Bogor  sudah berada di lokasi,” jelasnya.

Menurut Ganjar hingga pukul 17.00 WIB data sementara yang diperolehnya ada sejumlah titik pohon tumbang. “Jalan merak, pertigaan pancasan, deket tugu kujang, depan STPP Pancasan, dan di taman cimanggu,” katanya.

Sejauh ini, petugas  BPBD Kota Bogor  tengah melakukan evakuasi di titik tersebut. “BPBD seluruh petugas lapangan, baik yg piket dan lepas piket disebar sekitar 21 orang,” tutupnya

Kawal Vonis Ahok, GNPF MUI Kerahkan 5 Juta Orang Ikut Aksi 55

BOGOR DAILY– Jelang Aksi 5 Mei 2017 atau aksi 55, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, Bachtiar Nasir  menyebut seluruh persiapan sudah dilakukan.

Umat muslim yang datang diperkiran mencapai lima juta orang dan akan berkumpul di Masjid Istiqlal.

“Semoga bisa lima juta orang hadir besok,” katanya saat ditemui di Kantor Komisi Yudisial, Jakarta, Kamis (4/5/2017)

Dia menjelaskan saat ini sudah banyak peserta yang datang dari seluruh daerah di Indonesia untuk mengikuti aksi yang akan digelar, Jumat (5/5/2017).

Saat ini peserta sudah berada di beberapa titik kumpul. Kegiatan yang akan dilakukan dalam aksi besok hanya berisi doa bersama di Masjid Istiqlal usai salat Jumat.

Tidak ada longmarch dalam aksi tersebut. “Masalahnya tidak mungkin kita bisa longmarch, itu semua sudah pasti penuh,” kata dia.

Sementara itu, terdakwa kasus penistaan agama Basuki Tjahja Purnama alias Ahok menyerahkan hasil persidangan ke hakim. Menurutnya, hakim sudah mempunyai bukti-bukti, seperti keterangan saksi dan ahli yang didengar di persidangan. “Kenapa kita meragukan hakim?,” ujarnya.

Namun, mantan Bupati Belitung Timur itu, tidak tahu apakah hakim akan memberikan putusan bebas untuk dia. “Saya enggak tahu,” ucap Ahok.

Sementara, Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat menyerahkan kepada hakim mengenai putusan terhadap Ahok. Menurut dia, hakim tidak boleh dipengaruhi oleh pihak mana pun. “Biarkan hakim betul-betul mempunyai independensi dan rasa keadilan untuk memutuskan apapun,” kata Djarot. (bd)

Polisi Penasaran Ponsel Habib Rizieq Dikantongi Ketua FPI DKI

BOGOR DAILY–   Kasus Chat Mesum yang menyeret nama Imam Besar Front Pembela Islam, Habib Rizieq Shihab masih terus diselidiki penyidik Polda Metro Jaya. Bahkan, polisi yang masih penasaran juga akan memastikan soal ponsel milik pentolan FPI itu berada di tangan Muchsin Alatas, Ketua FPI DKI Jakarta.

Apabila sudah kembali dari ibadah umroh,  Rizieq akan dikonfrontir mengenai isi telepon genggamnya yang diduga berisi pesan mesum. Keterangan Rizieq sangat diperlukan untuk meyakinkan isi telepon genggamnya yang kini telah disita polisi.

“Ya nanti sedang akan kami kroscek dengan yang bersangkutan kalau sudah hadir ya,” ucap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono saat dikonfirmasi wartawan, Kamis, 4 Mei 2017.

Selain itu, Argo menjelaskan penyidik juga ingin mendalami mengapa telepon genggam milik Rizieq bisa berada di tangan Ketua FPI DPD DKI, Muchsin Alatas.

“Makanya saya baru mau periksa Habib Rizieq, dia belum datang. Nanti setelah kami periksa, baru kami tahu. Karena Muchsin juga belum diperiksa,” kata Argo.

Penasihat hukum Rizieq Shihab, Sugito Atmo Pawiro menyebut telepon genggam yang disita polisi bukanlah milik Rizieq. Sugito menegaskan telepon genggam milik Rizieq tak disita polisi.

Ia meyakini telepon genggam yang disebut polisi milik Rizieq yang disita dari Muchsin Alatas merupakan telepon genggam milik anggota FPI lain. Bukan milik kliennya.

“Tidak benar itu. Memang ada, tapi bukan punya Rizieq. Mungkin hanya ponsel genggam anggota FPI yang lainnya,” ujar Sugito.

Sebelumnya diberitakan, Polda Metro Jaya sudah menyita ponsel genggam milik pimpinan Front Pembela Islam Rizieq Shihab. Polisi mengaku ditemukan komunikasi antara Rizieq dengan Firza Husein didalamnya. Telepon genggam itu disebut didapat penyidik dari tangan Ketua FPI DPD DKI Jakarta, Muchsin Alatas. “Dari orang lain. Dari Muchsin,” kata Argo, Rabu 3 Mei 2017.

Untuk diketahui, Kasus chat mesum mencuat setelah tersebar du sebuah situs bernama domain baladacintarizieq. Di situs yang kini sudah tidak bisa diakses itu, terdapat percakapan mesra seorang pria bernama akun WhatsApp Rizieq dengan wanita diduga Firza Husein. Tak hanya percakapan, di dalam situs itu juga dimuat sejumlah foto vulgar wanita.

Rumah Ketua Fraksi PKS Ditembak Orang Tak Dikenal

BOGOR DAILY– Rumah Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR Jazuli Juwani  ditembak orang tak dikenal Rabu malam, 3 Mei 2017. Rumah tersebut berada di Jalan Parkit, RT 04 RW 04, Kelurahan Sawah Lama, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.

Jazuli mengungkapkan, sebenarnya tidak ingin berita ini menyebar karena khawatir disalahpahami dalam situasi dan kondisi sekarang ini.

“Benar rumah saya ditembak orang dari arah samping Selatan. Tepatnya mengenai jendela kamar anak saya nomor 2. Tapi alhamdulillah, kamar dalam keadaan kosong saat kejadian Rabu malam,” kata Jazuli.

Menurut Jazuli, rumahnya ditembak sekitar pukul 21.00 WIB, dan tidak ada korban.

Anggota Komisi I DPR ini mengaku tidak mengetahui motif penembakan dan tidak mau menduga-duga. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian yang sudah turun melakukan olah TKP.

“Sudah ditangani aparat kepolisian. Saya tidak mau menduga-duga motifnya. Saya percayakan kepada pihak kepolisian untuk menyelidiki, mengungkap pelaku, dan motifnya,” ucap Jazuli.

Tak luput, ia pun meminta doa dari semua pihak atas peristiwa yang baru saja dialaminya tersebut.

“Mohon doa dari semuanya agar kita selalu dilindungi Allah SWT, dan aparat diharapkan bisa mewujudkan rasa aman pada seluruh rakyat,” ujar anggota DPR Dapil Banten ini.

Dia juga berharap semua pihak tenang dan tidak terprovokasi. “Karena bisa jadi ini dilakukan oleh orang yang ingin memancing di air keruh,” tandas

Pelajar Ngibrit Disiram Emak-emak Pakai Air Bekas Cucian Piring

BOGOR DAILY– Ngomongin kelakuan emak-emak memang selalu bikin siapa saja antusias. Meski banyak yang berkata kalau wanita adalah makhluk yang lemah, telah banyak bukti aksi emak-emak yang membuat kaum Adam justru merinding.

Kali ini, giliran ratusan pelajar SMA yang berkonvoi rayakan kelulusan jadi korban emak-emak. Aksi itu diunggah oleh seorang pengguna Facebook, Rabu (3/5). Si emak-emak membubarkan ratusan pelajar di Kota Madiun, Jawa Timur yang sedang berkonvoi dengan cara menyiram air saat lewat di depan warungnya.

Ratusan konvoi kelulusan SMA SMK dari luar kota Madiun kocar kacir setelah dibubarkan oleh emak emak @the power is emak #lapangan gulun#kota Madiun,” tulis Andi melengkapi dua foto yang diunggahnya seperti dikutip brilio.net dari Facebooknya, Rabu (3/5).

Banyak netizen yang kemudian malah membela aksi si emak-emak yang dilakukan di Lapangan Gulun tersebut.

Haduuuu… Sayang nggak ada di sana, mau bantuin emak2 nyiramin itu bocah,” tulis Retno mengomentari.

Pendekar emak-emak ra nek sing ngalahne ki (Pendekar emak-emak nggak ada yang mengalahkan ini),” imbuh Jenggot.

Beberapa masyarakat memang sering mengeluhkan aksi konvoi pelajar yang merayakan kelulusan. Selain membuat macet, kadang mereka tak mengenakan helm dan menggunakan knalpot yang bikin bising.

Penipuan Proyek, Polisi Masih Buru Rekan Ketua Gapensi Bogor

BOGOR DAILY– Penangkapan Andre Indradi terkait kasus penipuan alih proyek pembangunan gedung DPRD Kota Bogor, mengejutkan banyak pihak. Terbongkarnya kasus yang disangkakan pada Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kota Bogor, itu seakan membenarkan banyaknya aksi serupa dengan modus “menjual” proyek-proyek Negara.

Informasi yang dihimpun, kasus yang menjerat Andre biasanya diawali dengan praktik kongkalikong dalam proses tender proyek pemerintah. Pelakunya kebanyakan oknum kalangan panitia tender dan pelaku usaha. Ketika tender sudah dimenangkan, oknum pengusaha itu mensub-tender lagi proyek tersebut ke perusahaan lain.

Dalam kasus Andre, Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Condro Sasongko, menjelaskan, modus yang dilakukan pelaku baru menjanjikan proyek kepada korbannya yang juga sesama pengusaha.

Pelaku, kata Condro, membawa secarik surat kuasa sebagai bukti sehingga korban pun percaya. Tersangka kemudian meminta uang kepada korban sebagai biaya operasional sebesar 12,5 persen dari jumlah anggaran pembangunan.

“Sejumlah pengusaha ini mengadukannya seperti itu, maka dari itu kita sedang dalami kasus tersebut,” jelasnya.
Kasus ini terungkap dari laporan korban bernama Haikal, bernomor LP/333/III/2017/POLRESTA BOGOR KOTA tanggal 31 Maret 2017. Haikal merupakan sesama kontraktor yang dimintai fee oleh Andre dan tersangka lainnya, RA, terkait pengerjaan proyek Gedung DPRD

“Kedua tersangka menjanjikan kepada pelapor bahwa mereka bisa mengoperalihkan pekerjaan pembangunan gedung DPRD dari pemenang pekerjaan, asalkan Haikal bersedia memberi fee sebesar 12,5 persen,” ungkap Condro.

Uang yang diminta keduanya sejumlah Rp100 juta untuk alasan operasional. Setelah korban menyerahkan uang tersebut, pekerjaan yang dijanjikan tak kunjung diterima. “Uang sudah diserahkan secara tunai sebesar Rp70 juta dan transfer ke rekening Andre di BCA sebesar Rp30 juta,” papar Condro.

Sedikitnya empat orang saksi telah diperiksa dalam kasus ini. Polisi juga menyita barang bukti berupa slip bukti uang transfer dan cek kosong. Setelah beberapa kali melakukan pemeriksaan terhadap Andre, Satreskrim resmi melakukan penahanan, terhitung mulai Selasa (2/5).

Andre diancam Pasal 378 jo 55 KUHP tentang tindak pidana penipuan. Sementara tersangka Ramlan hingga kini tak diketahui keberadaannya. “Kita masih kembangkan kasus ini dan masih mencari Ramlan. Ada pengaduan lagi tentang jumlah kerugian yang mencapai Rp3,2 miliar,” ungkapnya. (bd)

Dihukum Polisi, Pelajar Ini Disembur Asap Knalpot. Nih Videonya

BOGOR DAILY Asik merayakan hari kelulusan, sepasang pelajar yang mengendarai motor bising justru kena batunya. Saat ditangkap polisi, dua pelajar yang masih mengenakan pakaian seragam SMA penuh coretan itu langsung mendapatkan hukuman.

Tak tanggung-tanggung, polisi yang kesal dengan ulah mereka pun langsung memberi hukuman tak biasa. Yakni menyembur wajah dua pelajar itu dengan asap knalpot dari motor yang dikendari mereka.

Dari video yang diunggah akun @makkenthir di twitter tampak polisi tengah memarahi pasangan muda-mudi itu. Keduanya disuruh jongkok tepat di belakang knalpot. Sedangkan, polisi asik menarik gas motor hingga asapnya menyembur tepat di wajah pelajar.
Sementara, pelajar yang mendapati hukuman itu hanya bisa pasrah  dengan ekspresi wajah memelas dan tangannya mengepal memohon ampun. Nih Videonya.

 

Video berjudul ‘penak ra’ berdurasi sekitar 19 detik ini pun langsung menyedot perhatian netizen. Tak sedikit warga internet yang mendukung aksi polisi itu, karena aksi konvoi mereka dengan kendaraan bermotor kerap mengganggu ketertiban.

“Buahahaha 😀
Dua remaja yang baru lulus SMA ini sedang dihukum oleh anggota kepolisian di Pekalongan, Jawa Tengah, setelah ditangkap karena dianggap mengganggu ketertiban umum ketika melakukan konvoi kelulusan beberapa waktu lalu,”begitu tulis netizen.

“Merayakan kelulusan mbok ya dengan sesuatu seng bermanfaat ngono lho dek, ojo sampek mengganggu kenyamanan orang liyo 😂 pie jalpenak opo ra?”tulis netizen lainnya.

 

 

Sempat Menghilang, Kernet Bus Maut Ciloto Ditahan Polisi

BOGOR DAILY– Kernet bus yang melarikan diri usai kecelakaan beruntun di Jalur Puncak, Desa Ciloto, Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berhasil diamankan polisi. Ia terpaksa ditahan sementara untuk pemeriksaan

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Yusri Yunus mengatakan kernet bus maut yang diketahui bernama Junaedi (35) diamankan di rumah duka sopir bus Suyono (50) di Kelurahan Kedoya Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Rabu 3 Mei 2017.

“Tim penyidik Unit Laka Lantas Cianjur sedang mendatangi rumah duka sopir bus. Lalu diketahui bahwa kernetnya di sana dalam kondisi luka di punggung dan rusuk. Mereka masih ada hubungan keluarga,” katanya, Kamis (4/5/2017).

Polisi pun langsung membawa kernet bus maut Ki Trans bernomor polisi B 7057 BGA itu ke Mapolres Cianjur untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait kecelakaan yang menelan 12 orang korban jiwa tersebut.

“Sekarang sudah dibawa ke Mapolres Cianjur untuk pemeriksaan terkait kecelakaan di Ciloto,” jelasnya.

Seperti yang diketahui, bus maut Ki Trans terlibat kecelakan beruntun di Jalur Puncak, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Sabtu 30 April 2017.

Kecelakan yang menelan 12 orang meninggal dunia termasuk sopir bus Suyono dan puluhan orang lainnya luka-luka itu diduga akibat rem bus yang blong karena kondisi bus tidak laik jalan

Koalisi PAN-Golkar Kabupaten Bogor Belum Direstui DPP

BOGOR DAILYSetahun jelang pemilihan bupati (Pilbup) Bogor, dua partai di Kabupaten Bogor kian lengket. Ketua DPD Golkar Kabupaten Bogor Ade Ruhandi yang telah mengantongi  rekomendasi  DPD Golkar Jawa Barat terus melakukan penjajakan dengan sejumlah partai.  Termasuk dengan Partai Amanat Nasional (PAN) yang belakangan santer soal isu koalisi. Namun sayang, arah koalisi ini masih tergnajal restu Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN.

Ketua DPD PAN Kabupaten Bogor Arif Abdi mengatakan, komunikasi politik dengan Golkar memang sudah lama terjalin baik. Saat ini, keduanya sedang menjajaki koalisi bersama agar semakin mantap menghadapi Pemilihan Bupati (Pilbup) Bogor 2018. “Secara resmi memang belum ada keputusan resmi koalisi karena harus ada rekomendasi dari DPP. Tapi saat ini kami mencoba membangun kesepahaman dengan Golkar yang kemungkinan besar mengarah ke koalisi. Tinggal menunggu rekomendasi DPP saja,” kata Arif kepada Metropolitan, kemarin.

Bahkan, Arif melanjutkan, dirinya telah mengomunikasikan rencana koalisi ini ke seluruh kader PAN hingga tingkatan paling bawah. Secara keseluruhan, semua sepakat jika nantinya PAN harus berkoalisi dengan Golkar. “Biasanya rekomendasi DPP diberikan dengan melihat pertimbangan suara dari bawah. Makanya sejak jauh hari kami sudah meminta pendapat mereka dan Alhamdulillah semua setuju. Seiring waktu, kami berharap kebersamaan dengan Golkar semakin mantap,” terangnya.

Pilihan PAN berkoalisi dengan Golkar dan mengusung Jaro Ade bukan tanpa Alasan. Arif menilai sosok Jaro Ade sangat bagus dan representatif memimpin Kabupaten Bogor ke depan. Terlebih, hasil survey menunjukan posisi Jaro Ade selalau berada di peringkat papan atas. “Kami tidak mungkin membangun rencana koalisi begitu saja, banyak hal yang dipertimbangkan dan semua itu mengarah ke Golkar dengan sosok Jaro Ade. Bukan juga karena PAN satu fraksi dengan Golkar. Intinya semua sudah berdasarkan pertimbangan dan aspirasi dari seluruh kader,” beber Arif.

Secara aturan, partai yang ingin mengusung balon harus memeliki minimal 20 persen kursi di legislatif. Saat ini, Golkar memiliki sembilan kursi dan PAN tiga kursi. Jika ditotal keduanya telah memenuhi syarat minimal 20 persen kursi dan bisa mengusun balon.

Terkait figure yang akan menemani Jaro Ade, Arif menyerahkan sepenuhnya kepada kesepakan bersama. Meski ingin ada kader PAN yang diusung, dirinya tidak menolak jika ada balon lain dari eksternal selama memadai dan memiliki kecocokan. “Jaro ada sudah fix untuk cabup. Untuk cawabup nya tinggal nanti dikomunikasikan. Kami juga harus memperhatikan agar cawabup ini benar-benar pantas. Mudah-mudahan rencana koalisi ini berjalan baik,” harapnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Bogor Hidayat Royani meyakini jika arah koalisi dengan PAN semakin membuka peluang keduanya memenangkan Pilbup Bogor 2018. Terlebih, hasil survey dari sejumlah lembaga survey ternama menunjukan tingkat popularitas dan elektabilitas Jaro Ade semakin tinggi melampaui calon-calon lain.

“Syarat 20 persen kursi telah terpenuhi denngan bergabungnya PAN bersama kami. Berangkat dari modal tersebut, Inshaallah Jaro Ade memiliki peluang besar memenangkan Pilbup Bogor 2018,” kata lelaki yang akrab disapa Kang Dayat. (metropolitan)