Monday, 6 April 2026
Home Blog Page 9117

Siap Dikutuk, Gamawan Dapat Duit E-KTP Versi Nazaruddin

BOGOR DAILY–  Kasus korupsi megaproyek E-KTP kembali ramai. Ini menyusul keterangan yang diberikan Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin di Pengadilan Tindak Pidana korupsi, Jakarta,Senin (3/4) .

Bukan cuma nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang disebut minta jatah. Mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi yang sebelumnya telah bersumpah siap dikutuk juga disebut ikut menerima aliran dana proyek e-KTP dari pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong yang jumlahnya mencapai 4,5 juta dollar Amerika Serikat.

Nazaruddin menyatakan hal itu ketika menjadi saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (3/4/2017).

Nazaruddin menuturkan uang tersebut diberikan secara bertahap kepada Gamawan. Tahap pertama, kata Nazaruddin, sebesar 2 juta dollar AS.

“Andi melapor ke Mas Anas ada rencana mau digagalkan, terus Mas Anas komunikasikan ke Mendagri yang intinya minta 2 juta dollar AS,” ujar Nazaruddin.

Koordinasi dengan Gamawan, katanya, terjadi karena ada permasalahan keterlambatan pengumuman tender proyek e-KTP.

Informasi adanya aliran dana tersebut disampaikan Andi kepada Anas yang ketika itu menjabat sebagai ketua Fraksi Demokrat di DPR.

Nazaruddin mengungkapkan Gamawan meminta uang lewat Anas untuk tahap kedua sekitar 2,5 juta dollar AS.

“Adalagi permintaan Pak Gamawan sekitar 2 juta setengah. Pokoknya periode saya Pak Gamawan menerima USD 4 sampai 5 juta caranya sama melalui beberapa tahap,” kata dia.

Pada sidang dugaan perkara korupsi e-KTP yang berlangsung Kamis (16/3/2017), Gamawan menegaskan tidak pernah menerima uang proyek e-KTP. Dia sampai mengucap sumpah atas nama Tuhan. Hal itu terjadi ketika dia dicecar majelis hakim.

“Satu rupiah pun saya tidak pernah terima yang mulia, demi Allah SWT,” ujar Gamawan.

Gamawan juga meminta masyarakat Indonesia mendoakannya agar dikutuk Allah SWT kalau tebukti menerima uang dari proyek yang total anggarannya mencapai Rp5, 9 triliun tersebut.

“Saya minta, kalau saya mengkhianati bangsa ini, menerima satu rupiah, saya minta didoakan oleh seluruh rakyat Indonesia, saya dihukum oleh Allah SWT, tapi saya meminta apabila ada yang memfitnah saya, saya minta diberikan kesadaran,” katanya.

Begini Jawaban Kapolda Soal Kelanjutan Kasus Habib Rizieq

BOGOR DAILY– Tiga bulan sudah kasus penodaan lambang negara Habib Rizieq berlalu. Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Anton Charliyan pun akhirnya buka-bukaan soal kelanjutannya.

Ia menyebutkan ada sebuah bukti yang sulit disampaikan kepada media terkait berkas yang akan dilimpahkan kepada kejaksaan atas kasus dugaan penghinaan lambang dan dasar negara Pancasila yang dilakukan pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab.

“Ini masih sedang dalam pengumpulan bukti-bukti nanti akan kami serahkan dan akan kami lengkapi karena ada bukti yang cukup sulit yang tidak bisa kami sebutkan di sini,” ujarnya usai melakukan tatap muka bersama tokoh masyarakat di ruang serbaguna II, gedung Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Senin (3/4/2017).

Dia menyampaikan perlu berhati-hati dalam melakukan proses melengkapi bukti terkait kasus tersebut.

Anton juga belum bisa menanggapi kemungkinan pemanggilan Rizieq kembali untuk pemeriksaan.

“Iya nanti itu kami kembali permasalahan ini dulu, kita fokus pada permasalahan sekarang ini dulu saja ya tentang persatuan,” katanya.

Dalam kasus yang dilaporkan Sukmawati Soekarnoputri itu, Rizieq telah berstatus tersangka sejak Senin (30/1/2017).

Pelanggaran yang dilakukan masuk dalam Pasal 154 A tentang penodaan pada lambang negara pasal 320 tentang pencemaran nama baik pada Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Kasus tersebut menjadi perhatian publik hingga menyebabkan gejolak dari simpatisan tokoh tersebut.

Hingga dua bulan tiga hari berselang setelah waktu penetapan tersangka pada Senin (30/1/2017) hingga Senin (3/4/2017) sejak pernyataan Kapolda tersebut dimuat berkas kasus masih berada di Polda Jabar dan belum bisa di proses di pengadilan. (bd)

Ingat! Mudik Lebaran 2017, Kendaraan Dibatasi Masuk Tol Brexit

BOGOR DAILY– Pengguna pintl tol keluar Brebes Timur (Brexit) akan dibatasi selama arus mudik Idul Fitri 2017. Hal ini dilakukan mengingat pada Idul Fitri tahun lalu pengguna Brexit membeludak sehingga menyebabkan kemacetan parah.

“Khusus Brexit, kita kerjasama dengan Polri, kita lakukan pembatasan kapasitas,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai rapat terbatas membahas persiapan Idul Fitri di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (3/4).

Budi mengatakan, akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat bahwa Brexit bukan satu-satunya jalur yang dapat dilalui. Masyarakat, lanjut Budi, dapat melewati seperti jalur utara serta jalur selatan.

“Bila terjadi kemacetan yang banyak, maka kami akan lakukan penutupan dan kita akan buka di gerbang sebelumnya,” katanya.

Budi menjelaskan, langkah ini telah dicoba saat Idul Adha tahun 2016. Kala itu, selain membatasi kendaraan, pihaknya juga melakukan rekayasa lalu lintas.

“Kita sudah lakukan saat lebaran haji dan natal. Efektif,” katanya (mer/bd)

Jadi Begal, Siswi SMA Ini Rayu Pengendara Pakai Rok Mini

BOGOR DAILY– Komplotan pencuri kendaraan bermotor di Cilincing memancing korbannya dengan gadis muda. Salah seorang pelaku, N (16) yang masih duduk di bangku kelas XII sekolah menengah atas (SMA) menjadi madu untuk menjerat korban. N, siswi SMA jadi begal dalam sejumlah aksi kriminal.

Pelaku N menjalani peran untuk memancing calon korban dengan memajang dirinya di Jembatan Cilincing. Dalam kasus yang diungkap Polsek Cilincing ini, N beraksi bersama dua pria lain. Salah satu di antaranya ialah pacarnya.

“Cuma digodain, dirayu. Biasanya di Jembatan Cilincing,” kata N saat rilis kasus di Polsek Cilincing, Jalan Sungai Landak, Cilincing, Jakut, Senin (3/4/2017).

Saat itu,  Kapolres Jakarta Utara Kombes Dwiyono sempat bertanya kepada pelaku N. Dan N yang mengaku tinggal di Rumah Susun Cilincing mengatakan baru kenal dengan pacarnya baru selama tiga minggu. Namun, ketiganya sudah beraksi mencuri motor korban dengan cara merayu sebanyak tiga kali.

Polisi baru menangkap pelaku N bersama seorang pelaku lainnya bernama Singgih alias Dawil (24). Sementara itu polisi masih mencari satu pelaku lainnya yang merupakan kekasih N.

“Baru tiga kali saya sama pacar saya lakukan begal. Biasanya di Jembatan Cilincing. Sebab di sana sepi. Awalnya, saya di pinggir jalan, ya cuma goda atau panggilin pengendara motor yang melintas. Lalu, saya minta ke mereka buat jalan-jalan ke tempat sepi. Setelah berhenti, saya ajak ke tempat sepi. Tapi pacar saya sudah menunggu di sana,” cerita N.

Ia menambahkan, siswi SMA yang jadi begal, sengaja menggunakan pakaian yang sedikit terbuka agar korban dapat terjerat. Ketika tiba di tempat sepi, pacar N bersama Singgih siap mengeksekusi korban.

Ketika sudah ada korban, kedua pria tersebut akan berusaha merebut motor korban. Namun, tak segan keduanya menyakiti korban bila terjadi perlawanan.

“Saya cuma pakai rok di atas lutut, pakainnya itu ya cuma kaus pendek. Setelah sampai di tempat sepi, pacar saya dan temannya datang nyamperin. Kalau korban melawan, ya ditusuk sama pacar saya pakai badik,” tuturnya.

Modus operandi ini dibenarkan oleh polisi. Pelaku N siswi SMA yang jadi begal ditangkap di Cilincing di tempatnya tinggal. Sementara Singgih ditangkap setelah 12 jam kemudian setelah mereka beraksi di kawasan Cilincing, Jakut. Hingga saat ini masih mencari keberadaan pasangan N (de/bd)

sumber : detik

Oesman Sapta Terpilih Jadi Ketua DPD

BOGOR DAILY– Oesman Sapta Odang terpilih menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI menggantikan Mohammad Saleh yang kini meletakkan jabatan. Oesman berhasil terpilih secara aklamatif.

“Sidang menetapkan Oesman Sapta sebagai ketua. Saudara Nono Sampono sebagai Wakil Ketua 1, dan Darmayanti sebagai Wakil Ketua 2,” ujar pimpinan sidang Riri Damayanti di Ruang Rapat Paripurna DPD, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/4/2017) dini hari.

Ada tiga calon Ketua DPD, yakni Oesman, Darmayanti Lubis, dan Nono Sampono. Oesman sendiri baru tiba di lokasi saat sidang pemilihan ketua DPD diskors.

Pimpinan sidang sementara pada proses ini adalah senator tertua, yakni AM Fatwa selaku senator tertua dan senator termuda Riri Damayanti.

Saat perkenalan, OSO mengaku bangga menjadi perwakilan daerah. Ia mengatakan saat ini merupakan momen kebangkitan DPD

“Saya bangga menjadi perwakilan daerah. Walaupun sedikit ada goncangan, tetapi berlayar dengan tenang sampai tujuan. Ini momen kebangkitan DPD, kalau saya bilang DPD, teriak bangkit. Saya cuma berpesan, jangan kita bertengkar di muka orang,” jelas ketum Hanura ini.

Untuk diketahui, Oesman merupakan anggota DPD dari Kalimantan Barat.Disinggung soal jabatannya di MPR,  ia mengaku masih harus berkomunikasi terlebih dahulu ke pimpinan MPR lainnya.

“Nanti kita lihat. Tiba-tiba gini saya juga kan harus bicara dengan pimpinan MPR lainnya. Sebab, kami di pimpinan MPR juga sangat kompak, jadi saya tidak mungkin meninggalkan begitu saja,” ujar Oesman
OSO akan disumpah menjadi ketua DPD siang ini. Saat ini, sidang sudah diskors sampai nanti siang

VIDEO: Heboh Ayu Ting Ting Goyang Hot Lelaki Ini Viral di Medsos

BOGORDAILY-  Video Ayu ting Ting goyang hot tersebar di media sosial. Janda anak satu itu menyuruh seorang penonton lelaki naik ke atas panggung.  Ayu Ting Ting nekat menyuruh penonton lelaki tersebut melingkarkan tangannya di bagian bokongnya.

Video itu diposting oleh akun Instagram @dangdutkoplohot beberapa hari lalu.

Hingga hari ini video tersebut sudah 11.246 kali tayang.

Dalam video tersebut, Ayu terlihat memakai baju ketat warna hitam dengan berbagai hiasan warna emas.

Di bagian perutnya, baju yang dikenakan tampak menerawang.

“Pacarnya marah gimana ?

“Aman” kata lelaki itu.

“Sini mas,” kata Ayu sambil mengarahkan tangan lelaki berbaju garis merah ke arah pinggangnya.

Kedua tangan lelaki itu lantas memegang pinggang Ayu.

“Agak jongkok dikit,” pinta Ayu.

Posisi mereka sama-sama berdiri sambil menekuk sedikit kakinya.

“Akang gendang, boleh minta kendangnya sedikit,” seru Ayu.

“Puter, puter, maju, maju, mundur, mundur,” kata Ayu sambil menggoyangkan pinggulnya di depan pria tersebut.

Belum jelas dimana dan kapan video itu diambil. (tib)

Lihat videonya di bawah ini :
https://www.instagram.com/p/BSVNPiyAbsW/

VIDEO: Ini Suasana Ujian Nasional Berbasis Komputer di Kota Bogor

BOGORDAILY- Sebanyak 60 siswa SMK Kehutanan Bakti Rimba Kota Bogor ini terpaksa mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di SMK Negeri 1 Kota Bogor, Senin (3/4/2017). Mereka pun terpaksa mengerjakan soal mata pelajaran bahasa Indonesia di sekolah lain, karena tidak memiliki sarana komputer seperti di sekolah-sekolah lainnya.

Pihak sekolah pun sudah melakukan latihan ujian ini sebelumnya agar para siswa-siswinya mampu menyesuaikan. Hal ini dilakukan karena para sekolah ini baru pertama kali menyelenggarakan ujian nasional dengan berbasis komputer.

Meski telah melakukan ujicoba ujian, para siswa pun meminta kepada pemerintah agar tidak memaksakan ujian nasional berbasis komputer kepada sekolah yang sarananya belum memadai.

Ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di Kota Bogor diikuti sebanyak 95 sekolah yang terdiri dari 11.161 siswa. (wan)

Sabar…Pengaturan Angkutan Online Tunggu Edaran Kemenhub

BOGOR DAILY Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan masih menunggu petunjuk dari Kementerian Perhubungan sebelum menetapkan Peraturan Gubernur (Pergub) terkait taksi online di Jawa Barat.

“Kita sudah siap, tapi kita taat asas karena Kemenhub akan buat surat edaran dulu,” ucapnya, usai menerima delegasi dari Austria Selatan, di Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (3/4/2017).

Pria yang akrab disapa Aher itu menerangkan surat edaran dibuat agar aturan daerah dengan pusat terkait taksi online ini tidak berbeda-beda. “Kemenhub bilang nanti akan ada surat edaran untuk memberi kepahaman secara bersama-sama supaya masing-masing daerah tidak terlalu berbeda. Kita tunggu itu,” katanya.

Aher mengaku telah memerintahkan Kepala Dinas Perhubungan Dedi Taufik untuk berkomunkasi dengan Kemenhub terkait taksi online ini. Untuk naskah Pergub-nya sendiri sudah selesai dan siap ditandatangani. “Tapi kita tunggu saja seperti apa petunjuk teknisnya itu,” ucapnya.

Ditanya gambaran terkait Pergub yang dibuatnya, Aher enggan menjelaskannya. Dia meminta semua pihak bersabar hingga Pergub tersebut ditetapkan. “Enggak usah digambarkan nanti saja sekaligus (kalau sudah ditetapkan),” katanya.

Aher pun enggan menyebutkan besaran tarif yang akan diatur dalam Pergub tersebut. Namun yang jelas itungannya sudah ada. “Kalau mau pakai batas bawah berapa batas atas sudah ada itung-itungannya. Hanya saja kita tunggu petunjuk pusat. Karena pusat meminta jangan dulu membuat Pergub sebelum nanti ada petunjuk teknis dari pusat. Kita taati,” ujarnya.

Pihaknya berjanji akan membuat aturan seadil-adilnya. Keberadaan taksi online di Jawa Barat akan diatur. Mulai dari tarif, kuota, hinga izin operasinya. “Semua harus disamakan demi keselamatan penumpang dan keselamatan bersama,” katanya

Geger! Ada Mayat Bersujud di Depan Masjid Raya Bogor

BOGOR DAILY–  Mayat lelaki ditemukan di depan pintu gerbang Masjid Raya, Jalan Pajajaran Kecamatan Bogor Timur Bogor Kota Bogor.  Lelaki yang diketahui bernama Kamaludin (41) merupakan warga Jalan Pembangunan 2 Kedunghalang Bogor Utara.

Informasi yang dihimpun, jasad korban pertama kali ditemukan Jemaah masjid dalam keadaan bersujud. Sedangkan di tangannya terdapat tas hitam yang belum diketahui isinya.

Warga yang melihat akhirnya melapor kejadian itu ke anggota Reskrim Polsek Bogor Timur.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diterima dari akun instagram resmi Polresta Bogor Kota, mayat itu akhirnya dibawa petugas patroli Sabhara. Polisi langsung melakukan identifikasi dan jezanah di bawa ke Rumah sakit Bhayangkara.

Belum diketahui penyebab kematian Kamaludin yang jasadnya ditemukan dalam kondisi bersujud itu. (bd)

Balita 20 Bulan di Rumpin Idap Tumor yang Menghimpit Alat Vital

BOGOR DAILY- Malang benar nasib yang dialami Siti Nurasiah. Balita yang belum genap dua tahun ini harus mengalami rasa sakit yang luar biasa. Sehari-hari, Siti terbaring kaku sambil menangis lantaran tak kuasa menahan sakit di bagian alat vitalnya.

Warga Kampung Kantalarang, RT 01/09, Desa Leuwibatu, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, itu sejak lahir telah mengidap tumor pada alat vitalnya.

Ibu kandung Siti Nurasiah, Siti Asminah (22) menceritakan, putri tercintanya mengalami penyakit tersebut sejak lahir.Pada saat itu, benjolan tidak sebesar sekarang saat usia anak pertamanya itu bertambah.

Ketika berusia tiga bulan, Asminah berinisiatif untuk membawa Nuraisah ke Rumah Sakit Fatmawati Jakarta untuk mengoperasi penyakit tersebut menggunakan biaya pribadi.

Namun karena usia anaknya yang tergolong masih kecil, maka dokter tidak berani melakukan operasi karena kondisi fisik sang anak yang belum kuat. Serta belum bisa dipastikan apakah itu tumor ganas atau jinak.

“Biaya untuk berobat ke rumah sakit saya jual motor, televisi, speaker dan semua barang elektronik karena bantuan dari kades tidak ada. Kurang lebih semuanya hampir Rp10 juta untuk biaya administrasi, ongkos pulang pergi Cibinong-Jakarta serta mengurus BPJS,” tuturnya

Padahal, lanjut Asminah, ketika putrinya baru dilahirkan, ia sudah melapor dan memohon bantuan dari pemerintah desa.

Bahkan kondisi Nuraisah difoto. Namun sampai saat ini, belum juga merespon permohonannya.

“Waktu anak saya baru lahir kan saya fotoin benjolannya, saya langsung kasih ke kades, tapi sudah hampir dua tahun lurah nya gak kesini,” lirihnya.

Ia menambahkan, suaminya, Edi Sugiono (26) hanya bekerja sebagai buruh penjual es di Cilincing Jakarta Utara dan penghasilannya pun hanya cukup untuk membeli kebutuhan putrinya seperti pampers, susu, dan untuk makan sehari-hari keluarganya.

Bahkan BPJS yang dimilikinya sudah hampir satu tahun belum membayar iuran bulanan.

“Kadang penghasilannya Rp 1juta. Itu pun tidak setiap bulan, kadang hanya Rp800 ribu. Untuk pampers aja sudah hampir Rp 400 ribu,” terangnya sambil menahan tangis.

Ia berharap bantuan dari pemerintah segera datang untuk membantu pengobatan putri tercintanya.

Karena ia tak tahu lagi harus melakukan apa karena barang elektronik yang dimilikinya sudah habis semua terjual.

“Saya ingin anak saya cepat di operasi biar sehat dan mohon bantuan,” singkatnya.

Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor Wasto Sumarno mengatakan, pada prinsipnya semua masyarakat yang sakit dan itu tidak mampu, maka pemerintah daerah harus bertanggung jawab.

Ia mengaku sudah melaporkan ke Bupati Bogor dan telah meminta dinas kesehatan untuk segera menindaklanjuti apa yang sudah diinformasikan.

“Saat ini kita harus cari solusi dan tindakan apa yang harus dilakukan.

Semua pihak pemerintahan baik desa maupun daerah agar bahu membahu memberikan pertolongan karena itu adalah masyarakat Kabupaten Bogor,” tegasnya (jp/bd)