Monday, 6 April 2026
Home Blog Page 9118

Komputer Terbatas, Sekolah Ini Suruh Siswa Bawa Laptop Sendiri

BOGOR DAILY–   Siswa SMK Negeri 2 Cibinong, Kabupaten Bogor diizinkan pihak sekolah untuk menggunakan laptop pribadi saat mengerjakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Senin (2/4/2017).

Pihak sekolah menyebut, penggunaan laptop milik siswa ini sudah mendapat persetujuan wali murid, dan semua perangkat yang digunakan siswa juga melalui proses pengawasan.

“Selain punya siswa, laptop yang digunakan juga ada milik guru. Guru yang memiliki dua laptop meminjamkan salah satu laptopnya untuk siswa menjalani UNBK kali ini,” kata Kepala Sekolah SMK 2 Cibinong, Juniartini. “Pihak sekolah juga menyediakan laptop bagi siswa yang tidak memiliki laptop,” katanya.

UNBK di SMK Negeri 2 Cibinong diikuti 31 siswa. Dari jumlah itu tidak semua memakai laptopnya sendiri, ada juga yang menggunakan komputer dan laptop dari sekolah.

Juniartini UNBK dibagi dua sesi, pertama pada pukul 07.30 sampai 09.30 WIB, dan sesi kedua pukul 10.30 sampai 12.30 WIB.

Ketua Panitia UNBK SMK Negeri 2 Cibinong, Sulistya mengatakan, setiap sesi diisi oleh 15-16 orang siswa. Menurutnya, penggunaan laptop pribadi milik siswa karena pihaknya memiliki ketebatasan komputer.

Dinas Pendidikan hanya memberikan server dan internet untuk pelaksanaan UNBK. Mata pelajaran yang diujikan di hari pertama ini adalah Bahasa Indonesia.(*)

Ini Tiga Nama yang Bakal Dipilih Jokowi Gantikan Patrialis Akbar

BOGOR DAILY– Panitia Seleksi (Pansel) Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) telah menyerahkan tiga nama ke Presiden Joko Widodo. Satu dari tiga nama akan dipilih Jokowi sebagai Hakim MK menggantikan kursi Patrialis Akbar yang terserat kasus dugaan korupsi.
Ketua Pansel Hakim MK Harjono mengatakan, pansel diberi waktu selama tiga puluh hari kerja untuk melakukan seleksi hakim pengganti Patrialis Akbar. Ada 45 orang yang mendaftar.

“Saya laporkan ke Presiden, dari hasil yang mendaftar ada 45 orang, terseleksi lulus 22 orang dan kemudian menjalankan seleksi wawancara dan tes yang lain sambil mempertimbangkan track record. Kemudian terseleksi 12 orang. 1 Orang mengundurkan diri dan seleksi berikutnya diikuti 11 orang,” jelas Harjono usai bertemu Presiden Jokowi di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/4/2017).

Sebelas orang tersebut, lanjut Harjono, kemudian menjalani seleksi wawancara secara terbuka. Mereka kemudian diurutkan (ranking) berdasarkan nilai.

“Dan dari ranking itu kita serahkan tiga nama ke Presiden,” kata Harjono.

Tiga nama tersebut yakni:

1. Saldi Isra, seorang pakar hukum.
2. Bernard L Tanya, seorang dosen di Kupang, NTT.
3. Wicipto Setiadi, yang telah purna tugas dari Kementerian Hukum dan HAM.

Urutan nama tersebut berdasarkan sesuai ranking. “Kita tunggu Presiden untuk menetapkan satu dari tiga nama itu,” katanya.

Dijelaskan Harjono, sosok yang berintegirtas dan independen menjadi kriteria yang dicari oleh Pansel.

“Dia harus berintegritas, dan dia harus menguasai UUD 1945 dan negarawan. Integritas dan indepensi menjadi kriteria utama,” kata Harjono.

Dikatakan Harjono, Presiden Jokowi memiliki waktu tujuh hari kerja untuk menetapkan dan mengangkat satu dar tiga nama tersebut sebagai Hakim MK pengganti Patrialis Akbar.

“Presiden tadi belum menetapkan siapa yang akan dipilih. Presiden punya waktu tujuh hari kerja untuk mengangkat dan melantik satu dar tiga nama tersebut,” kata Harjono.(de/bd)

Gelar Penyuluhan ke Sekolah, STKIP Muhammadiyah Perangi Narkoba

BOGOR DAILY- Mahasiswa STKIP Muhammadiyah Bogor punya perhatian lebih terhadap bahaya peredaran narkoba. Baru baru ini, lewat kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), STKIP Muhammadiyah menggelar penyuluhan khusus di SMP Muhammadiyah 37 Parung, Bogor, Sabtu (1/4) lalu.

Ketua KKM STKIP Muhammadiyah Agus Munandar mengatakan, narkoba menjadi musuh bersama yang harus diperangi. Sehingga, dengan penyuluhan ini, pihaknya ingin sedini mungkin pelajar muda mengenal efek buruk dari penggunaan narkoba

“Kami sengaja membuat acara ini dengan kemasan yang menarik agar misinya tersampaikan.Karena gimana pun juga pelajar ini kan generasi penerus,”ungkap Agus

Sementara itu, Kepala SMP Muhammadiyah 37 Parung Saprudin mengaprsiasi adanya giat ini. Sebab, selala ini kalangan pelajar sering menjadi sasaran empuk para pelaku bisnis  narkoba “Saya kira ini kegiatan yang positif, insyallah bisa menyadarkan anak-anak tentang betapa bahayanya seseorang yang mengonsumsi narkoba ini,”tutur Saprudin.

 

Ia pun mengajak orang tua dan semua elemen masyarakat untuk sama-sama memerangi narkoba “Stop narkoba dan selamatkan generasi muda,”pesannya

 

Sekedar diketahui, dalam giat ini KKM STKIP Muhammadiyah juga menggandeng Madani Foundation Health Care yang memiliki konsentrasi terjadap peredaran barang haram ini.

“Misi utama Madani Health Care yaitu melaksanakan usaha pencegahan melalui penyuluhan, bimbingan, pembinaan dan konsultasi mengenai bahaya yang ditimbulkan dari penyalahgunaan NAZA, maupun mengobati serta meningkatkan  kualitas hidup korban NAZA dan Penderita SKIZOFRENIA sehingga dapat kembali ke masyarakat dan lingkungannya secara baik dan benar,”tegas Ketua Madani Foundation Helath Care, Darmawan.(bd)

 

 

 

 

 

 

Rumah Mewah di BNR Jadi Sarang Jual Beli Narkoba

BOGOR DAILY– Akhir pekan kemarin, Satuan Narkoba Polresta Bogor Kota mengamankan dua tersangka pengedar narkoba sabu dan ganja jaringan Bogor. Polisi menduga tersangka menjadikan perumahan elite sebagai transaksi narkoba.

Kedua tersangka ditangkap pada Sabtu (1/4), Kabid Humas Polda Jabar Yusri Yunus menuturkan, tersangka FH alias Jipang (34) ditangkap di Perumahan Bogor Nirwana Residence, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

“Saat ditangkap, tersangka bersama pengedar lain MR (34). Setelah dilakukan penggeledahan, polisi menemukan satu paket sabu dan ganja di kamar sisa pakai,” papar Yusri, Senin (3/4).

Dalam pemeriksaan, FH mengaku masih mempunyai stok penyimpanan narkoba di Perumahan Gunung Geulis, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor dan dari tempat tersebut polisi kembali mengamankan 19 paket sabu dan 14 paket sabu.

“Total narkoba yang disita, 24 paket sabu seberat 15,24 gram dan 15 paket ganja dengan berat 53,19 gram,” jelasnya.

Dari keterangan tersangka, narkoba jenis sabu diperoleh dari bandar AD dan ganja dari EK. Keduanya masih dalam pengejaran pihak kepolisian.

Polisi menduga transaksi narkoba dilakukan di perumahan mewah tersebut. Berdasarkan KTP, FH sendiri beralamat di Cijujung Pamoyanan, Sukaraja, Kabupaten Bogor, sedangkan MR beralamat di Ciluar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

“Penangkapan sendiri berdasarkan laporan warga, ada aktivitas mencurigakan di rumah-rumah tersebut. Banyak orang tidak dikenal hilir-mudik di tempat tersangka,” katanya.

Ia pun mengimbau agar keamanan tempat sekitar menjadi tanggung jawab bersama seluruh penghuni perumahan. Budaya individual yang sangat kental di perumahan bisa menjadi celah tindak kejahatan di dalam perumahan.

Aspeknas Kabupaten Bogor Ganti Pengurus, Ini 2 Calon Kuat

BOGOR DAILY- Asosiasi Pelaksana Konstruksi Nasional (Aspeknas)Kabupaten Bogor sebentar lagi bakal memilih pengurus baru. Jelang Pemilihan Kongres Cabang ke-3 pada 10 April 2017, suhu pun kian memanas.

Sejumlah calon digadang-gadang bakal jadi Ketua Baru menggantikan posisi Dodi Gunawan yang kini masih menjabat ketua Aspeknas Kabupaten Bogor.

Salah satunya Saeful Bakhrie yang saat ini menjabat ketua Dewan Pertimbangan Aspeknas Kabupaten Bogor.

Dikonfirmasi soal itu, Saeful mengaku belum memutuskan apakah dirinya akan ikut bursa pemilihan ketua baru Aspeknas Kabupaten Bogor. “Kita lihat nanti saja,” kata Saeful.

Menurutnya, untuk maju dalam bursa pencalonan, dirinya akan mengembalikan pada peserta kongres yang memiliki hak suara. “Jangan mendorong matahari, biarkan matahari terbit dan terbenam sesuai waktunya,” selorohnya.

Sementara itu, Dody Gunawan juga masih disebut-sebut bakal jadi calon kuat untuk bertanding di bursa pencalonan.  Calon petahana itu mengaku siap dipilih kembali jika peserta kongres masih memberi mandat kepadanya. ”Tidak masalah. Kalau itu mandat kenapa nggak,” tutupnya. (bd)

Pansus Ragu Cairkan Modal PDAM Rp100 Miliar

BOGOR DAILY– Langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengusulkan pemberian Penyertaan Modal Perusahaan (PMP) senilai Rp100 miliar bagi PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor tampaknya menemui sedikit hambatan. Panitia Khusus (Pansus) PMP kabarnya masih pikir-pikir untuk merealisasikan usulan penambahan saluran di tiga wilayah, yakni Selatan, Timur dan Barat Kabupaten Bogor.

Ketua Pansus PMP PDAM Wawan Haikal Kurdi mengaku masih pikir-pikir untuk merealisasikan usulan tersebut. Sebab, tak segampang itu memberi PMP bagi perusahaan plat merah di Kabupaten Bogor. “Belum tentu kita berikan. Kalau dikatakan rambu apa yang akan kita kasih, belum terlihat,” katanya. Saat ini, sambung Wawan, pembahasan usulan PMP PDAM baru membuka pasal per pasal atau hanya membahas satu pasal saja. Sehingga untuk kapan pembahasan ini selesai, belum bisa dipastikan. Sebab, ajuan ini bisa saja dibatalkan atau anggaran yang diajukan dapat dikurangi dari yang sudah diusulkan. “Belum bisa dipastikan. Ajuan ini kan masih dibahas. Intinya pembahasan lebih cepat lebih baik,” ujarnya.

Wawan juga menjelaskan, dalam pembahasan pertama yang dilakukan, ada beberapa permintaan dari anggota pansus mengenai hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap PDAM Tirta Kahuripan. Sehingga untuk membahas lebih lanjut mengenai ajuan ini, sebaiknya Pemkab Bogor dapat memberi bahan-bahan yang bisa dijadikan pedoman untuk merealisasikan usulan ini. “Kami meminta pemerintah dapat memperlihatkan dan mempresentasikan terkait rekomendasi hasil audit dari BPK,” ucapnya.

Wawan juga meminta Pemkab Bogor dapat menginformasikan secara detail golongan masyarakat yang mendapatkan pelayanan ini. Karena sesuai draf yang diajukan pemkab, PMP bertujuan untuk pelayanan masyarakat Kabupaten Bogor. “Masyarakat yang mana? Karena harus dibedakan yang kaya, setengah kaya, miskin hingga miskin banget. Intinya kami lebih utamakan dapat dirasakan masyarakat,” imbuhnya.

Menanggap itu Sekda Kabupaten Bogor Adang Suptandar mengaku masih menunggu hasil pembahasan lanjutan yang saat ini masih berjalan di DPRD Kabupaten Bogor. Dirinya berharap usualnPMP tetap dapat disetujui badan legislatif “Kita tetap berharap usulan pemkab Bogor disetujui DPRD,”tutupnya (bd)

14 Investor Rebutan Proyek Hotel Rp36,3 Miliar di Cibinong

BOGOR DAILY–  Proses lelang pembangunan hotel bintang tiga milik PT Sayaga Wisata Kabupaten Bogor terus bergulir di Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (BLPBJ) Kabupaten Bogor. Informasinya, sebanyak 14 perusahaan tengah bersaing memperebutkan pembangunan hotel yang menelan pagu anggaran sebesar Rp36,3 miliar tersebut.

Direktur Utama PT Sayaga Wisata Supriadi Jufri mengatakan, hingga kini proses lelang masih tahap pembuktian dokumen. Dari 189 perusahaan yang mendaftar, yang melakukan uploading sebanyak 14 perusahaan. “Dari 14 perusahaan itu juga sudah kelihatan mana yang bisa diverifikasi dan tidak. Kemungkinan hanya ada enam perusahaan saja yang akan lanjut,” kata Supriadi.

Menurut Supriadi, namun enam perusahaan ini masih perkiraan sementara dan masih memungkinkan perusahaan dapat bertambah. Sehingga, pihaknya masih menunggu ke-14 perusahaan melengkapi berkas dokumen asli mereka. Seperti, ijazah, surat keterangan keahlian dan lain sebagainya. “Kita tunggu saja mereka menunjukkan dokumen aslinya,” ucap dia.

Namun demikian, Supriadi meyakinkan kalaupun pada akhirnya proses lelang kali ini hanya ada satu pemenang yang sesuai persyaratan, proses lelang tetap dilanjutkan. Sebab sesuai aturan, hal tersebut diperbolehkan. “Karena ini yang kedua dan sebelumnya pernah gagal ya harus jalan. Kita berharap makin cepat makin bagus. Kalau proses tetap ada di ULP,” yakinnya.

Jika terdapat pemenang atau perusahaan yang bisa menunjukkan dokumen, maka tahap selanjutnya langsung beauty contest atau design and build. Sehingga ketika calon perusahaan telah mengajukan design dan dinyatakan menang, secara otomatis ia juga yang harus membangun hotel yang diminta Sayaga. Konsep tersebut dilakukan agar dapat selaras dengan disain yang dibuatnya. “Biasanya kan lelang perencana dan konstruksi itu berbeda. Namun kalau lelang hotel ini hanya ada satu, kita buat satu paket,” jelasnya.

Dengan design and build tersebut, tambahnya, pengusaha tak hanya dituntut mengajukan desain sebagus mungkin, tetapi mereka juga harus bisa menjalankan konstruksinya. “Itu yang akan kami terapkan melalui design and build ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BLPBJ Kabupaten Bogor Budi Cahyadi Wiryadi memastikan jika proses lelang pembangunan hotel masih berjalan ” Belum selesai, masih berjalan”tandasnya (bd)

Ribut Lagi, Ini Tuntutan Pedagang Blok F Pasar Kebon Kembang

BOGOR DAILY– Pembangunan Pasar Kebon Kembang Blok F nampaknya bakal kembali molor. Investor yang ditunjuk Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) Kota Bogor ditolak mentah-mentah pedagang. Bahkan, sejumlah pedagang yang tergabung dalan Paguyuban Pedagang Blok F mengancam akan memboikot jika PD PPJ tetap memilih PT Mulyagiri KSO PT Mayasari Bakti sebagai perusahaan yang membangun pasar tersebut.  

PD PPJ  telah mengumumkan PT Mulyagiri sebagai pemenang revitalisasi Blok F Pasar Kebon Kembang, akhir pekan lalu. Seluruh pedagang Blok F masih tetap menolak perusahaan tersebut. Hal itu karena tidak ada jaminan dari PT Mulyagiri kepada para pedagang terkait lokasi kios dan zonasi-zonasi pedagang.

Pembina Paguyuban Pedagang Blok F Pasar Kebon Kembang H Ahyar menerangkan, penolakan karena belum ada jaminan yang diberikan kepada pedagang terkait lokasi kios dan zonasi di Blok F nantinya. Hal tersebut berbeda jauh dengan perusahaan yang sebelumnya hampir menang yang berjanji kepada pedagang tidak akan mengubah lokasi kios dan zonasi pedagang. “Sebenarnya kita tidak masalah, perusahaannya yang mana saja. Tetapi kita minta pasca direvitalisasi, posisi kios dan luasnya tidak diubah,” ujarnya.

Jika PT Mulyagiri tidak mengindahkan keinginan para pedagang, menurut Suryanto, maka seluruh pedagang Blok F menolak PT Mulyagiri sebagai pihak ketiga yang akan merevitalisasi Blok F Pasar Kebon Kembang. “Karena itu kita layangkan surat penolakan dan pembatalan kepada PD PPJ. Namun hingga kini belum ada respons dari PD PPJ,” terangnya.

Ia menambahkan, PD PPJ telah salah langkah dengan memilih PT Mulyagiri sebagai pemenang penunjukan langsung revitalisasi Blok F. Hal itu karena sebelumnya perusahaan ini telah gagal dalam beauty contest selama dua kali. “Kalau perusahaan ini memenuhi Kerangka Acuan Kerja (KAK), seharusnya sudah menang sejak beauty contest yang pertama tidak harus PD PPJ melakukan penunjukan langsung,” paparnya.

Terpisah, Direktur Utama PD PPJ Kota Bogor Andri Latif Asikin menjelaskan, keinginan pedagang sudah masuk KAK dan semuanya dapat dipenuhi investor yang ditunjuk. KAK yang pihaknya buat pun telah disetujui pedagang dari jauh-jauh hari. “Siapa pun investor yang bisa memenuhi KAK, itu harus kita hargai. Jangan memihak kepada investor tertentu,” katanya.

Ia mengaku KAK yang dibuatnya sudah mengakomodasi keinginan pedagang dan juga difasilitasi dan disepakati DPRD. Hal itu pun telah disampaikan kepada pedagang bahwa investor yang ditunjuk sudah memenuhi permintaan pedagang yang tertuang dalam KAK. “Tentunya nanti akan ada sosialisasi kepada pedagang. Percayalah revitalisasi ini bertujuan justru untuk kepentingan pedagang dan konsumen,” katanya.

Sementara itu, bos PT Mulyagiri  PT Mayasari Bakti Ruddy Ferdian belum bisa dikonfirmasi terkait hal ini. Rudi tidak merespons telepon atau pesan singkat yang dikirim wartawan koran ini. (bd)

28.689 Siswa SMK Bogor Ikuti UNBK, PLN: Listrik Aman

BOGOR DAILY– Hari ini, sebanyak 28.689 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memulai Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) serentak.

Di Kota Bogor, 98 SMK menggelar ujian ini dengan jumlah siswa 11.161 orang.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdisdik) Kota Bogor, Fahrudin, Pelaksanaan UNBK sudah dipersiapkan sejak beberapa tahun ke belakang. Menurutnya, pelaksanaan UNBK juga lebih efisien, tidak perlu melakukan pengawalan distribusi soal dari percetakan ke sekolah, dan dapat menghindari kebocoran soal.

“Yang pasti UNBK ini para siswa tidak bisa berbuat curang,” tegasnya.

Sejumlah sekolah telah melakukan persiapan sejak pekan lalu. Seperti halnya SMK Negeri 1 Bogor. Wakil Kepala Sekolah Kesiswaaan smk 1 Bogor memastikan sudah menyiapkan seluruh peralatan untuk pelaksanaan UNBK, Senin (¾) hari ini.

“Sudah siap, jaringan internet, fasilitas komputer, hingga singkronisasi, tinggal pelaksanaannya saja,” ujar Solihin.

Berkaca dari UNBK tahun lalu, menurut Solihin  dalam pelaksanaan UNBK sendiri belum pernah terjadi adanya hambatan-hambatan yang mengganggu pelaksanaan ujian.

Hanya saja dirinya mewanti-wanti akan matinya listrik secara tiba-tiba. “Insya Allah PLN support, semoga listriknya tidak mati dan lancar seperti tahun lalu. Dan siswa bisa ujian dengan tenang,”ujarnya

Sementara itu di Kabupaten Bogor terdapat 156 SMK yang mengikuti UNBK dengan jumlah siswa mencapai 17.522 orang. Total, di wilayah Bogor terdapat 254 SMK yang mengelar UNBK dengan jumlah siswa mencapai 28.689 orang.

Sedangkan, untuk pengawasnya ada sebanyak 1.288 orang yang akan mnegawasi jalannya UNBK di sekolah. Ini terdiri dari  640 pengawas di Kota Bogor dan sisanya 648 di Kabupaten Bogor.

Manager Area PLN Bogor Widodo  memastikan keamanan untuk pasokan listrik selama ujian berlangsung. Apalagi, pelaksanaan UNBK ini tahun kedua dilakukan.

“Ya, sudah disiapkan semuanya. Insyaallah semuanya aman,”kata Widodo

Ia mengatakan selama tiga bulan lalu pihaknya juga telah melakukan gelar peralatan dan Sumber Daya Manusia (SDM)

“Semuanya akan siaga jadi personilnya pun sudha siap untuk besok,”tandasnya (bd)

 

Sudah 3 April, Organda Tagih Janji Aturan Ojek Online di Bogor

BOGOR DAILYPengaturan kendaraan online oleh pemerintah, termasuk beroperasinya ojek online mulai ditagih Organisasi Angkutan Daerah (Organda). Sebab, sudah dua 3 April 2017 belum ada tanda-tanda soal pengaturan ojek online, Hal ini makin membuat pihak Organda kecewa. Tak hanya itum mereka juga menyesali lantaran tidak dilibatkannya perngurus organda dalam menyusun rancangan peraturan bupati (Perbup)  dan peraturan walikota (Perwali)

Ketua Organda Kota Bogor M Ishak menagih janji pemerintah kota (pemkot) untuk mengeluarkan pengaturan sesuai yang dijanjikan.

“Ya, mereka kan waktu itu bilang sendiri akan mengeluarkan aturan baru untuk roda dua. Tapi nyatanya mana,”sesal Isak.

Atas molornya pengaturan ini, pihaknya pun sudah menyusun rencana untuk melakukan pertemuan dengan organda Koordinator Daerah I guna menentukan sikap

“Sekarang lihat saja, di mana-mana nyatanya angkutan online masih numpuk di depan mal BTM. Kami minta ketegasan walikota lah untuk menertibkan roda dua. Itu kan tidak diatur di undang-undang, jadi silahkan tepati janjinya,”kata Isak

Hal senada juga diungkapkan Ketua Organda Kabupaten Bogor Gunawan. Ia mendesak agar pemerintah segera menetapkan peraturan yang menjelaskan revisi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016 terkait hal serupa.

“Kami ingin tahu bagaimana penerapan revisi Permenhub tersebut di daerah, bagaimana sikap pemerintah daerah dan aturan yang belum masuk Permenhub seperti ojeg online dan sebagainya,” kata Gunawan.

Jika tidak, maka perwakilan Organda kota dan kabupaten Bogor akan menyatakan sikap resmi bersama dengan Organda  Depok, Cianjur, dan Sukabumi.

Saat ditemui akhir pekan lalu, Bupati Bogor Nurhayanti beralasan belum bisa menetapkan peraturan bupati terkait angkutan online karena bertepatan dengan liburan akhir pekan. “Saya tak bisa mengeluarkan Nomor Surat Keputusan ketika libur (akhir pekan), makanya saya geser ke hari Senin 3 April 2017,” katanya yang menegaskan peraturan tersebut sifatnya hanya sementara.

Bupati menjelaskan sekilas mengenai isi perbup angkutan online sebagai turunan dari Permenhub 32/2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Umum tidak Dalam Trayek. Mengacu pada Undang-Undang No. 23/2014 tentang Pemerintah Daerah, Nurhayanti ingin mengetahui secara persis berapa jumlah armada angkutan online di Kabupaten Bogor karena aturan itu tidak ada dalam revisi Permenhub.

“Perbup nanti mengatur agar para owner angkutan roda dua (online) memberikan laporan jumlah pengendara setiap bulannya di Kabupaten Bogor,” kata Nurhayanti. Namun, ia tidak mengatakan akan mengatur tarif batas bawah dan atas dari angkutan online. Ia hanya mengatakan para pengendara ojek online tidak boleh berhenti di sembarangan tempat apalagi sampai mangkal di badan jalan.

“Minimal dengan Perbup ini bisa melindungi masyarakat,” katanya tanpa penjelasan lebih lanjut.

Sementara itu, Kepala Dishub Kota Bogor, Rakhmawati mengatakan rancangan Perwali tinggal menunggu tandatangan Walikota Bogor Bima Arya. Pemerintah daerahnya mengaku hanya akan mengatur teknis di lapangan bukan terkait perizinan dan sebagainya.

“Hanya mengatur teknis ya, semisal mereka (ojeg online) tidak boleh mangkal di tempat yang sudah kita tentukan. Yang jelas poinnya itu, dan kita bisa melihat posisi keberadaan mereka,” kata Rakhmawati.

Sama halnya dengan komentar Bupati Bogor, ia juga mengaku hanya akan memonitor jumlah armada angkutan online di daerahnya dengan meminta laporan bulanan pada perusahaan angkutan online.

Rakhmawati meminta perusahaan angkutan online tidak menambah jumlah armada di daerahnya  “Ya mudah-mudahan satu dua hari sudah beres,” katanya menegaskan (bd)