Monday, 6 April 2026
Home Blog Page 9161

Jebred 5-1, Arema Menang Rp3 Miliar

0

BOGOR DAILY – Arema FC meraih status juara dalam turnamen pramusim Piala Presiden 2017. Menghadapi Pusamania Borneo FC (PBFC) di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (12/3/2017), Arema menang telak 5-1.

Gol Singo Edan diciptakan Christian ‘El Loco’ Gonzales (menit 41, 52, dan 62), Hanif Sjahbandi (menit 29) serta bunuh diri Michael Orah (menit 37). Sementara satu gol hiburan PBFC dibuat Firly Apriansyah (menit 67).

Usai laga, Aji Santoso mengaku puas dengan kinerja anak didiknya. Pelatih Arema itu senang sebab tim asuhannya bisa menang sekaligus tampil menghibur.

“Luar biasa, penampilan anak-anak sangat maksimal. Jika menang saja, saya mungkin kurang puas. Tapi kami juga bisa tampil menghibur. Alhamdulillah menang 5-1,” ungkapnya.

Aji tak ragu menjelaskan kunci sukses Arema membungkam PBFC. Menurutnya, permainan tim lawan sudah terbaca sehingga dia tidak sulit dalam meracik strategi.

“Rekor pertahanan PBFC sebenarnya bagus. Mulai dari babak penyisihan, mereka terkenal dengan pertahanan yang sangat kokoh. Tapi kami sudah pantau dengan baik apa yang jadi kelemahan mereka,” tutur Aji.

“PBFC sering mengandalkan umpan lambung karena mereka punya striker tinggi. Makanya saya tugaskan Arthur Cunha untuk berduel dengan lawan,” tambahnya.

Pertandingan ini juga tak kalah serunya dengan semangat komentator Valentino Simanjutak yang terkenal dengan komen-komen uniknya saat pertandingan. “Jebred 5-1, Arema Juara” tulis netizen yang ikut mengungkap kebahagiannya sekaligus menyindir snag komentator yang heboh dengan sapaannya bung Jebred,

Berkat kemenangannya ini, Arema berhak membawa pulang trofi juara yang dua tahun lalu diamankan Persib Bandung. Selain itu El Loco Cs membawa pulang hadiah uang tunai sebesar Rp3 miliar. (sin/bd)

Supporter Sepak Bola Turun di Tol Jagorawi, Lalin Tersendat

BOGOR DAILY-   Pasca kemenangan Arema, iring-iringan suporter pun ramai mengarah ke Jakarta. Kepadatan kendaraan terjadi di Tol Jagorawi Km 32 sampai Km 31.  “Infomrasi kepadatan di Tol Jagorawi ada di Km 32-31 karena ada iring-iringan kendaraan suporter. Sampai saat ini masih ada kepadatan kendaraan,” kata petugas PT Jasa Marga Hari, ketika dihubungi, Senin (13/3/2017).

Hari mengatakan kemacetan ini karena adanya peningkatan volume kendaraan dari arah Puncak, Bogor. Kepadatan kendaraan masih terpantau setelah kendaraan melewati Km 31.

“Jadi kepadatannya karena peningkatan volume kendaraan dari arah Puncak, Bogor. Ada iring-iringan suporter. Informasinya di sana tidak ada kecelakaan dan tidak ada pintu keluar gerbang tol. Setelah Km 31 kondisi lalu lintas masih terpantau ramai lancar menuju ke Jakarta,” tuturnya.

Dari akun Twitter @TMCPoldaMetro menuliskan, “Ada supporter Sepak Bola turun dr Bus di KM 29-30 Tol Jagorawi, lalin tersendat & masih penanganan Polri.”

Petugas TMC Polda Metro Jaya, Brigadir Harlem mengatakan, pihaknya sedang mengecek informasi tersebut. “Informasinya sudah kami terima. Sedang dikroscek petugas. Informasi itu masih ditelusuri,” katanya.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Petugas PT Jasa Marga lainnya, Widodo, mengatakan kondisi lalu lintas sudah kembali lancar. Rombongan suporter sudah terurai kepadatannya.

“Saat ini kondisi ramai lancar dari Bogor hingga Cawang. Rombongan kendaraan suporter bola sudah kepadatannya sudah terurai, sudah cair,” ujarnya.

Para suporter itu akan pulang setelah menonton laga final Piala Presiden di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat. Pertandingan itu dimenangkan oleh Arema FC 5-1 atas Pusamania Borneo FC. (dtk/bd)

sumber: detik.com

Menakjubkan Ini 6 Perubahan Pada Hidup Ketika Bertemu Jodoh

BOGORDAILY – Jatuh cinta adalah langkah awal. Namun dibutuhkan lebih dari itu untuk membangun hubungan dan menemukan cinta sejati Anda. Anda dan pasangan harus memiliki keyakinan bahwa ini adalah jodoh. Jika Anda berpikir telah bertemu jodoh Anda, berikut adalah beberapa hal yang Anda akan terjadi pada kehidupan Anda seperti yang dilansir dari situs Boldsky, Sabtu (11/3/2017).

1. Anda mulai menghargai diri sendiri

Saat Anda menemukan pria atau wanita impian, semua dalam hidup Anda akan terasa penting, salah satunya penampilan. Anda akan mulai memperhatikan penampilan agar rapi dan sedap dipandang. Selain itu Anda juga mulai melihat diri sendiri secara berbeda dan menghargai nilai diri Anda. Hal ini adalah salah satu hal yang terjadi ketika Anda bertemu cinta sejati Anda.

2. Hal membosankan menjadi mengesankan

Cinta adalah jalan mulus tetapi tetap akan ada duri juga. Kebosanan dan masalah tentu akan hadir dalam berjalannya sebuah hubungan. Namun hal membosankan dalam hidup Anda akan berubah menjadi menyenangkan saat Anda bertemu dengannya. Anda akan mengambil resiko apapun, tidak takut dengan kemungkinan buruk yang datang.

3. Pria atau lain tidak lagi memikat

Saat hati Anda sudah memilih dan yakin bahwa ia yang kini bersama Anda alah jodoh, orang lainnya yang mendekat hanya akan terlihat biasa. Anda benar-benar bahagia dan nyaman dalam hubungan tersebut sehingga tidak memungkinkan untuk tertarik pada orang lain.

4. Bersiaplah dengan drama keluarga

Saat bertemu dengan jodoh hubungan Anda akan masuk dalam lingkaran keluarga besar. Anda akan sibuk mempersiapkan yang terbaik saat bertemu keluarganya begitu juga sebaliknya, Mulai dari mempersiapkan pakaian terbaik, membawa buah tangan yang baik, dan berperilaku baik.

5. Kebahagiaan yang mengalir

Kebahagiaan akan lebih mengalir saat Anda menemukan cinta sejati. Ini adalah perasaan terbaik di dunia dan tentu saja ini merupakan harta yang harus Anda jaga selamanya.

6. Anda tidak merasa ragu

Saat jatuh cinta Anda akan merasa tidak stabil dalam beberapa waktu. Namun ketika bertemu jodoh yang tepat secara perlahan keraguan Anda hilang. Anda akan lebih nyaman bahkan memperlihatkan kekurangan Anda. Hal ini akan terjadi saat Anda bertemu dengan cinta sejati.

liputan6

Loker 4 Kadis di Kota Bogor Masih Dibuka

BOGOR DAILY – Sebanyak 17 Pega­wai Negeri Sipil (PNS) di lingkup Pemerin­tah Kota (Pemkot) Bogor bersaing dalam open bidding atau lelang jabatan. Mereka ingin menempati posisi strategis di empat dinas. Namun, ada dua jabatan kepala dinas (kadis) yang kurang dilirik sehingga Badan Kepegawaian dan Pengemban­gan Sumber Daya Aparatur (BKP-SDA) Kota Bogor memperpan­jang pendaftaran hingga minggu depan.

Ada empat dinas yang kursi pimpinannya kosong. Empat dinas tersebut adalah Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Te­naga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Dinas Ling­kungan Hidup (DLH) dan Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo). Sesuai aturan, masing-masing posisi kadis harus dilamar sedikitnya empat PNS. Namun hingga hari terakhir pendaftaran, ada dua dinas yang hanya dilamar tiga PNS.

Kepala BKP-SDA Kota Bogor Fetty Qondasaryah mengatakan, hingga ditutupnya pendaftaran tersebut sudah ada 17 PNS yang telah berminat mengikuti open bidding tersebut. Di antaranya tiga orang pada Disdik, tujuh orang pada Disnakertrans, tiga orang pada DLH dan empat orang pada Diskominfo. “Untuk Disdik dan DLH masih tiga orang dan nantinya akan kita perpan­jang selama satu minggu ke depan,” ujarnya kepada Met­ropolitan.

Sedangkan untuk Disnaker­trans dan Diskominfo, lanjut dia, memang sudah cukup memenuhui persyaratan ka­rena sudah lebih dari empat orang, bahkan lebih dari itu. “Sekitar seminggu kita buka waktu tambahannya. Kalau masih belum terisi, kita akan konsultasi kepada Komisi Apa­ratur Sipil Negara (KASN) untuk meminta arahan selanjutnya,” terangnya.

Fetty mengaku tak menge­tahui penyebab kedua dinas ini kurang dilirik para PNS. Padahal, menurutnya, pihaknya sudah mengedarkan infor­masi kepada setiap pemerin­tah daerah yang ada di Jawa Barat. Bahkan, pihaknya pun mengumumkan di web BKP-SDA sehingga dapat dibaca seluruh masyarakat Indonesia. “Mungkin memang hanya 17 orang ini saja yang berminat mengikuti open bidding,” paparnya.

Sementara itu, Kasubid Pe­nempatan Dalam Jabatan pada BKP-SDA Kota Bogor Aries Hendardi menjelaskan dari 17 orang yang telah mendaftarkan diri, ada dua orang dari luar Kota Bogor. Di antaranya Abdul Ghofar yang merupakan dosen dari BPS dan Anita Wijaya ka­bag Umum dari Kementerian Pertanian. “Sampai saat ini ada dua orang dari luar Kota Bogor, sedangkan sisanya PNS Kota Bogor. Tetapi dengan adanya perpanjangan waktu, bisa saja ada yang daftar dari luar,” ka­tanya.

Untuk Open Bidding ini, pa­nitia seleksi juga telah menyi­apkan penguji yang terdiri dari Pemkot Bogor Ade Sarip Hidayat dan Fetty Qondasa­ryah, profesional Yayat Su­priatna, akademisi Bibin Ru­bini dan praktisi Asisten Ekbang Pemerintah Provinsi Jawa Barat Muhammad Solihin. “Nanti tim penguji (met/bd)

sumber: metropolitan.id

Pengalaman Lydia Pratiwi di Tahanan Bikin Merinding

0

BOGOR DAILY – Lidya Pratiwi sudah bertahun-tahun mendekam di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur karena kasus pembunuhan.  Lidya tersandung kasus pembunuhan Naek Gonggom Hutagalung yang melibatkan Ibunya Vince Yusuf dan Pamannya Tony Jusuf. Karena itu, sejak 2006 ia meringkuk di penjara.

Yang memilukan, selama di tahanan, Lidya ternyata sangat jarang dikunjungi keluarganya. Lidya lebih banyak menghabiskan waktunya tanpa kunjungan siapapun. Meski begitu, Lidya rupanya sudah berpindah keyakinan. Ia memutuskan memeluk agama Islam dan menjadi seorang mualaf.

Ia mengatakan masuk islam merupakan keinginanya sendiri bukan paksaan orang lain.

Lidya mengungkapkan menjadi mua’allaf bukan karena kasus pembunuhan yang menimpanya. Tapi kesadaran hati setelah menyadari kebenaran ajaran Islam.

Bahkan Lidya siap berjuang untuk menegakkan keadilan. “Aku yakin aku nggak bersalah, makanya aku ingin menyampaikan semuanya di pengadilan,” ucap Lidya yang dikutip Grid.ID dari beberapa sumber.

Lidya berharap kasus pembunuhan yang menyeret namanya itu akan tuntas secara hukum. Dan dia percaya akan keadilan serta Lidya yakin Allah akan menolongnya.

Saat memeluk agama Islam, Lidya mengaku pernah mimpi mengunjungi Baitullah (Ka’bah) meskipun dia belum mengenal Islam.

“Aku bermimpi Ka’bah sampai tiga kali, makanya aku yakin Islam adalah agama yang benar,” tutup Lidya yang dikutip Grid.ID dari Kompasiana.com. (tib/bd)

sumber : tribunews.com

VIDEO: Heboh! Ditilang Polisi Malah Nantang Duel

0

BOGOR DAILY– Tampak dari video tersebut, lokasi kejadian berada di bundaran Patung Pandawa, Solo Baru, Grogol, Sukoharjo. Pengendara sepeda motor harus berurusan polisi karena tidak memakai helm.

Polisi diketahui telah mengambil kunci sepeda motor agar pengendara tidak kabur. Saat diminta menunjukkan SIM, STNK, maupun KTP, pria tersebut justru marah-marah.

Awalnya pria ini mengaku buru-buru untuk menjemput ayahnya yang pulang dari umroh. Dia mulai mengeluh lantas melontarkan kalimat makian kepada polisi yang bertugas.

Pria ini lantas menelpon salah seorang rekannya dan menceritakan kejadian yang dialaminya dengan suara keras, di depan polisi. Kalimat makian kembali dilontarkan.

Seorang anggota polisi yang berada di pos jaga sempat mengingatkan kepada pria ini untuk berkata sopan. “Sakkarepku to (terserah saya dong),” jawab pria itu.
“Senggel po? (mau berkelahi?), ” tanya si pria itu.

Menghadapi kalimat kasar dan makian, polisi di Pos Pol itu tetap sabar. Mereka menghadapi pria ini dengan kepala dingin. Video tersebut direkam oleh salah satu polisi yang bertugas.

Dikonfirmasi mengenai kejadian ini, Kasatlantas Polres Sukoharjo, AKP Finan Sukma Radipta, menjelaskan bahwa kejadian berlangsung pada 8 Maret 2017. Ketika itu, Polres Sukoharjo tengah menggelar Operasi Simpatik Candi 2017. “Kami bertindak sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” kata Finan, Minggu (12/3/2017).

Ini Video lengkapnya

 

Kegiatan Tiga Gereja di Parungpanjang Distop Sementara

BOGOR DAILY – Pemerintah Kabupaten Bogor, menetapkan status quo terhadap tiga gereja yang berlokasi di Perumahan Griya Parung Panjang, RT 04/RW 05, Desa Kabasiran, Kecamatan Parung Panjang. Penetapan tersebut tertuang dalam berita acara hasil pembahasan rapat peninjauan rumah tinggal yang dijadikan tempat ibadah pada Selasa (7/3/2017) lalu di Ruang Rapat I Sekretaris Daerah. Sehingga, untuk sementara segala bentuk kegiatan keagamaan dihentikan sementara sampai Akhir Maret 2017.

Pendeta Gereja Methodhist Indonesia Efendi Hutabarat membenarkan adanya penetapan status tersebut untuk tiga gereja di Parunganjang. Di antaranya, Gereja Katolik, Huria Kristen Batak Protestan, dan Methodist, di Perumahan Griya Parung Panjang, Kabupaten Bogor.

“Benar. Yang melarang muspika (musyawarah pimpinan kecamatan) dan muspida (musyawarah pimpinan daerah),” kata Efendi.

Dalam rapat antara Pemerintah Kabupaten Bogor dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menyepakati bahwa rumah-rumah ibadah yang berada di Griya Parung Panjang, Blok E II/1,3 dan 11 dinyatakan status quo. “Menunggu keputusan rapat forum komunikasi pimpinan daerah akhir Maret 2017,” ujar Efendi.

Penolakan terhadap tiga gereja itu sudah berlangsung selama beberapa tahun karena tidak memiliki Izian Mendirikan Bangunan (IMB). Namun, Efendi mengungkapkan, pada 22 Februari 2017, pihak gereja pernah diundang dalam pertemuan oleh Pemerintah kabupaten Bogor.

Dari pertemuan tersebut, Efendi menambahkan, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Adang Suptandar membentuk tim komprehensif untuk memfasilitasi umat Kristiani agar memperoleh rumah ibadah permanen, lengkap dengan perizinannya.

Sekretaris Daerah juga meminta pihak yang menolak untuk menahan diri selama pihak gereja melakukan proses pengurusan perizinan rumah ibadah yang permanen. Kemudian pada 28 Februari 2017, Sekretaris Daerah Bogor memerintahnya stafnya untuk meninjau lokasi ibadah dan lokasi fasilitas umum yang akan difasilitasi pemerintah.

Efendi mengatakan, rombongan tersebut terdiri atas Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik, FKUB Kabupaten Bogor, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Parung Panjang, dan muspika Parung Panjang, dan Kementerian Agama Kabupaten Bogor.

Hasil kesepakatan dari peninjauan itu, kata Efendi, Totok Supriyadi dari Kesbangpol Kabupaten Bogor, mengatakan pihak gereja diharapkan mencari fasilitas umum untuk kegiatan ibadah. “Dan mengatakan bahwa mereka tidak ada larangan ibadah di tempat semula selama gereja-gereja sedang mengurus fasilitas umum untuk ibadah,” ujar Efendi. (tem/bd)

Takut Rusuh, Tiga Polda Turun di Final Piala Presiden

0

BOGOR DAILY – Ketua Steering Committee Piala Presiden 2017, Maruarar Sirait memberi kepastian Presiden RI, Joko Widodo hadir di partai  final Piala Presiden Minggu, (12/3).

Maruarar telah mengundang Jokowi menonton duel Arema Cronus vs PBFC, malam hari nanti di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat. “Dia menyampaikan akan hadir,” kata Ara.

Pada Februari 2017 lalu, Presiden sendiri meresmikan turnamen ini di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta. Bahkan, mantan Wali Kota Solo ini unjuk kebolehan menendang bola untuk meresmikan turnamen ini.

Terkait keamanan, pria akrab dengan sapaan Ara ini sudah berkomunikasi langsung dengan Kepolisian dan Pasukan Pengamanan Presiden.

“Saya juga sudah bertemu Kapolri, Kapolda Metro Jaya, dan Kapolda Jawa Barat untuk keamanan partai final Piala Presiden 2017,” dia menuturkan.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan, pengamanan laga final akan diperketat. Tiga Polda akan terlibat pengamanan, yakni Polda Jawa Barat yang dibantu Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Timur.

“Karena kemungkinan dihadiri pimpinan negara dan melibatkan banyak warga masyarakat yang menonton, kita amankan,”ujarnya.

Hampir 15.000 personel diturunkan untuk mengamankan Final Piala Presiden 2017. Pasukan terdiri atas 6.029 polisi dari tujuh polres di Jawa Barat, 2.077 polisi dari 15 polres di Jawa Tengah, 2.900 polisi dari Polda Metro Jaya, dan 2.000 polisi dari Polda  Jawa Timur. Khusus untuk Polda Jawa Timur, ada pengamanan ekstra dari satuan Brimob Polri untuk mengawal bus suporter dari Malang. (bd)

Tinggalkan Indonesia, Begini Penampakan Raja Salman di Bali

 

BOGOR DAILY  Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz resmi mengakhiri kunjungan kenegaraan dan liburannya selama 12 hari di Indonesia. Raja Salman bertolak untuk kunjungan ke Jepang.
Pukul 10.59 WITA, Raja Salman masuk ke pesawat Saudi Arabian menggunakan eskalator khusus yang sudang disiapkan di sisi kanan pesawat, di Base Ops Bandara Ngurah Rai, Bali, Minggu (12/3/2017). Pesawat mengudara pukul 11.15 WITA.

Eskalator itu membawa Raja Salman perlahan naik ke atas. Sebelum menaiki eskalator khusus, Raja Salman naik ke eskalator tersebut menggunakan pengangkat hidrolik.

Selain Raja Salman, ada tiga orang lain di pengangkat itu, salah satunya Brigjen Al Faghm yang merupakan pengawal Raja.

Video: Di RS PMI Bogor, JK Nyatakan Ini Soal Mega Korupsi e-KTP…

BOGORDAILY- Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mendukung penuntasan kasus mega korupsi e-KTP yang saat ini tengah ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

JK pun meminta semua pihak menunggu proses hukum yang menyeret sejumlah nama politisi partai.

Pernyataan tersebut diungkapkan wakil presiden jusuf kalla usai meresmikan sarana pelayanan rawat inap Rumah Sakit Palang Merah Indonesia (PMI) Bogor, Sabtu (12/3/2017) siang.

Menurut JK, pihaknya mendukung penuntasan kasus mega korupsi e-KTP yang merugikan negara Rp2,3 triliun ini, yang kini ditangani KPK secara transparan agar diketahui oleh publik.

JK menambahkan, pengungkapan kasus tersebut diyakini tidak akan menimbulkan gesekan politik, apabila dilakukan proses hukum secara benar.

Namun, JK memastikan, mencuatnya kasus tersebut akan membuat nama lembaga DPR dan partai politik menjadi masalah, karena ikut terseret dalam surat dakwaan.

Saat ini, sejumlah nama politisi mulai dari Ketua DPR Setya Novanto, Ganjar Pranowo dan Marzuki Alie disebut-sebut menerima aliran dana dari kasus korupsi tersebut. (wan)

Berikut video pernyataan JK: