Monday, 6 April 2026
Home Blog Page 9180

Dini Hari Tadi 106 Warga Asing Ilegal Diangkut dari Vila di Bogor dan Cianjur

BOGORDAILY- Sebanyak 106 Warga Negara Asing (WNA) yang tersebar di wilayah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur diamankan Petugas Direktorat Jenderal (Dirjen) Imigrasi Pusat, Rabu (22/2/2017) dini hari tadi.

Hal itu dibenarkan Kepala Imigrasi Kelas I Bogor, Herman Lukman. Menurut Herman, penangkapan tersebut dilakukan saat Dirjen Imigrasi pusat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) pendataan serta penindakan terhadap WNA ilegal di Kota Bunga Kabupaten Cianjur dan Puncak Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

“Sidak dilakukan mulai pukul 01.00 WIB, dalam kegiatan itu Imigrasi Bogor hanya fasilitator karena tempatnya ada di Bogor,” ujarnya.

Herman mengatakan, WNA yang terjaring merupakan WNA yang tidak memiliki kelengkapan surat-surat keimigrasiannya.
“Dari 106 WNA ada yang dokumennya habis masa berlakunya dan ada yang tidak memiliki dokumen,” paparnya.

Lanjut dia mengatakan bahwa, apabila ratusan WNA tersebut tak kunjung mengurus dokumen tersebut, maka tidak menutup kemungkinan akan dilakukan deportasi.

“Jika tidak mau mengurus dokumen tidak menutup kemungkinan ditindak dan dideportasi,” jelasnya.

Herman menambahkan, saat ini 106 WNA tersebut telah dibawa ke Dirjen Imigrasi Pusat, Jakarta.”Pukul 07.30 WIB sidak WNA oleh Dirjen Imigrasi Pusat selesai dan pukul 08.00 WIB ,106 orang WNA itu dibawa dan diamankan ke Dirjen Imigrasi Pusat Jakarta untuk proses lebih Lanjut,” urainya. (trb)

Kontak Jodoh Edisi 23 Februari 2017

0

WANITA – Winda, cari pacar gantengm kaya, pengertian, setia, PNS. 0895360674380

PRIA – Asep, 50 tahun, duda anak satu, cari pendamping hidup setia, baik hati, jujur, setia dan domisili di Bogor.

PRIA – Iwan, ganteng, putih, 30 tahun. Cari pendmping hidup gadis/janda tanpa anak, umur di bawah 30 tahun, putih, seksi, punya usaha. 08561249110

PRIA – Ramo, 36 tahun, tinggi 168 cm, berat 56 cm, mencari wanita yang serius. 0816881247

PRIA – Yuda, wiraswasta, cari wanita. 08568562823

WANITA – Lisa, 22 tahun, asal Indramayu. Ingin cari calon suami, seiman, bertanggung jawab, sayang keluarga. 085793528776

Aturan Baru Aset BUMN, Ini Pro dan Kontra yang Terjadi

0

BOGORDAILY – Sekjen Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Yenny Sucipto menilai ide mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 72 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penyertaan dan Penatausahaan Modal Negara (PMN) pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Perseroan Terbatas (PT), sarat kepentingan pribadi maupun golongan tertentu.

“Melangkahi DPR dan aturan ini tidak berpihak kepada rakyat semestinya. Ini kemungkinan hanya ada kepentingan pribadi atau kelompok tertentu,” ujar dia di Jakarta, Rabu (22/2/2017).

Menurutnya, melalui aturan tersebut maka Menteri BUMN Rini Soemarno memiliki kuasa penuh untuk mengatur dan mengendalikan saham masing-masing BUMN. Apalagi, Kementerian BUMN tidak jelas memiliki roadmap dan desain ke depan.

“Dengan memisahkan BUMN dari kekayaan negara dan tanpa adanya intervensi dari DPR, maka sudah pasti akan sangat mudah bila BUMN yang seharusnya jadi aset negara untuk memakmurkan rakyat, dapat berpindah ke pihak asing,” imbuhnya.

Fitra telah melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terkait Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 72 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penyertaan dan Penatausahaan Modal Negara (PMN) pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Perseroan Terbatas (PT).

Dia menuturkan, Pengadilan Negeri yang juga bagian dari Mahkamah Agung (MA) mampu menindaklanjuti aturan yang cukup berbahaya tersebut.

“Pengadilan Negeri sudah bagian dari MA, sekarang tinggal nunggu panggilan untuk sidang. Dan menunggu juga respons dari DPR mengenai hal ini, kami berharap DPR bisa menjadi sahabat pengadilan untuk melakukan kontrol dalam proses ini kepada lembaga tempat kami mengirimkan gugatan,” tandasnya.

 

OKEZONE

Megaproyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Masih Fokus pada Pembebasan Lahan

0

BOGORDAILY – Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) Hanggoro Budi Wiryawan mengatakan, megaproyek kereta cepat Jakarta-Bandung tahun ini memfokuskan untuk pembebasan lahan. Pertemuannya dengan gubernur Jawa Barat hari ini salah satunya membahas soal rencana pembebasan lahan tersebut.

Hanggoro mengklaim, 60 persen kebutuhan lahan untuk proyek kereta cepat itu sudah selesai. Sisa lahan selanjutnya, KCIC akan bekerjasama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN). “Sampai saat ini yang selesai kurang lebih 60 persen. Kami melaporkan untuk penyelesaian kekurangannya dengan Penetapan Lokasi,” kata dia selepas bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Gedung Negara Pakuan, Bandung, Rabu, 22 Februari 2017.

Dia mengaku, dokumen usulan Penetapan Lokasi untuk pembebasan tanah itu akan disetor PT KCIC pada pemerintah Jawa Barat pekan depan. Sejumlah persyaratan untuk penerbitan Penetapan Lokasi tersebut seperti Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) kereta cepat diklaimnya sudah rampung.

Menurut Hanggoro, lahan yang akan dibebaskan tersebut berada di luar tanah yang sudah dimiliki. Saat ini KCIC memiliki lahan untuk proyek kereta cepat itu yang mayoritas berasal dari lahan milik BUMN anggota konsorsium. “Penetapan Lokasi yang diusulkan itu dari Kota Bekasi sampai Tegalluar (Kabupaten Bandung),” kata dia.

Hanggoro mengaku, ekuitas perusahaan yang sudah terkumpul dari anggota konsorsium telah menembus Rp 2,7 triliun. Dia mengaku penggunaan dana itu akan fokus untuk pembebasan lahan. “Saya fokus di tanah dulu,” kata dia.

Hanggoro mengatakan, PT KCIC juga masih mengurus perizinan untuk lokasi TOD (Transit Oriented Development) di Karawang, Walini, Tegalluar, dan kawasan Halim milik TNI Angkatan Udara.

Lahan TOD Halim misalnya, Hanggoro mengaku, pembicaraan dengan TNI Angkatan Udara berjalan positif. Salah satu kata sepakatnya misalnya, lahan di kawasan Halim masih dimiliki TNI Angkatan Udara. “Kita kerjasama. Aset itu tetap milik TNI AU, nanti kita kerjasama dengan TNI AU,” kata Hanggoro.

 

TEMPO

BOGOR : Longsor di 3 Lokasi, Masyarakat Diminta Tetap Waspada

BOGORDAILY – Diguyur hujan secara terus menerus mengakibatkan sejumlah wilayah di bogor terjadi longsor. Longsor terjadi di tiga lokasi berbeda salah satunya yaitu Desa Tegalega Kecamatan Cigudeg Kabupate Bogor.

Longsor tebing setinggi 8 meter menutup jalan warga setempat. Sementara itu, Longsor juga terjadi di Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Sebuah tebing di gunung Padas longsor dan menutup badan jalan yang menjadi akses warga 3 kampung, yaitu Kampung Rancabakti, Nangela 1, dan Kampung Nangela 2.

Hingga saat ini dinas terkait masih membersihkan material longsor berupa tanah dan batu yang menutupi badan jalan.

Dampak derasnya hujan yang turun terus menerus selama sepekan terakhir, menyebabkan aliran Sungai Cidurian meluap dan menghanyutkan dua rumah milik Dianawati dan Firmansyah di Kampung Banar RT 2/RW 4, Desa Nanggung.

“Dari kemarin sore sampai siang tadi tidak jadi ke lokasi karena hujan terus dan rawan longsor susulan,” ujar Usman salah satu warga setempat.

Beruntung musibah tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa karena beberapa saat sebelum meluap, pemilik rumah memilih mengungsi ke tempat aman.

Akibat Diguyur Hujan, Sejumlah Rumah Di Bogor Ambruk

BOGORDAILY – Puluhan kepala keluarga (KK) di Kampung Cipanas, Desa Leuwibatu, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor mengungsi akibat terjadi pergerakan tanah dicampur dengan banjir lumpur. Bencana yang terjadi pada Selasa 22 Februari 2017 tersebut mengakibatkan lima rumah ambruk dan belasan lain rusak.

Asep Usman, Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, menyebutkan, ada 25 KK yang mengungsi akibat bencana tanah longsor dan pergerakan tanah di Kampung Cipanas.

Untuk penanganan korban, seluruh warga yang terdampak sebagian besar diungsikan ke kantor desa, sedangkan sisanya tinggal bersama sanak saudaranya.

“Di area kantor desa kami sudah mendirikan dapur umum dan mengirim bantuan logistik dan air bersih satu truk tangki,” kata Usman, Rabu (22/2/2017).

Sementara data yang dihimpun, dari 20 rumah yang terdampak, 5 unit di antaranya ambruk dan 15 unit rusak sedang.

“Bencana ini terjadi akibat hujan yang terus mengguyur wilayah Bogor dan sekitarnya sejak dua pekan terakhir,” kata dia.

Hingga saat ini, tim gabungan dan warga masih belum membersihkan maupun menyelamatkan harta benda milik para korban. Ini disebabkan karena curah hujan di wilayah tersebut cukup tinggi, ditambah ketinggian tebing tanah di dusun itu sangat curam.

“Dari kemarin sore sampai siang tadi tidak jadi ke lokasi karena hujan terus dan rawan longsor susulan,” ujar Usman.

 

liputan6

Video: Sehari Ditemukan Dua Mayat Misterius di Bogor

0

BOGORDAILY- Tak hanya di Pamijahan Kabupaten Bogor, sesosok mayat pria misterius juga ditemukan di tepi Sungai Cisadane, Gang Masjid rt 2/1, Kelurahan Gunung Batu, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Rabu (22/2/2017) siang.

Mayat tersebut ditemukan pertama kali oleh sejumlah warga yang hendak beraktivitas di bantaran sungai sekitar pukul 10.30 WIB.
“Ada warga lagi mancing di sekitar lokasi, terus tiba-tiba ada yang melihat mayat laki-laki usianya sekitar 40 tahun ke atas,” ucap seorang Babinsa, M Yusup (32) kepada wartawan.
Yusup mengatakan, mayat tersebut ditemukan dalam keadaan terlengkup di atas batu.
“Korban memakai celana jins, baju kemeja kotak-kotak, dan ada darah di sekitar kepalanya, mungkin terbentur bebatuan,” jelasnya
Selang satu setengah jam, korban kemudian dievakuasi oleh sejumlah petugas Taruna Siaga Bencana (Tagana).

Tak lama, korban pun dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polresta Bogor Kota, Jalan Kapten Muslihat menggunakan mobil ambulans.

Di hari yang sama, sesosok mayat misterius juga membuat gempar warga Kecamatan Pamijahan, Bogor Barat, Kabupaten Bogor. Mayat tersebut tergeletak dalam sebuah selokan di Jalan KH Abdul Hamid, Kampung Sindang Baru, RT 02/04, Desa Ciasmara, Kecamatan Pamijahan.

Farid (25) warga setempat menuturkan, mayat yang diduga berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan warga sekitar pukul 06:30. “Posisinya tergeletak dalam air di parit (selokan), pagi-pagi ditemukannya,” terangnya kepada bogordaily.net, Rabu (22/2/2017).

Hingga berita ini diturunkan, petugas Polsek Cibungbulang masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).(wan/doy/bd)

 

Link Video:

Kontak Jodoh Edisi 22 Februari 2017

0

WANITA – Winda, cari pacar ganteng kaya, pengertian, setia, PNS. 0895360674380

PRIA – Asep, 50 tahun, duda anak satu, cari pendamping hidup setia, baik hati, jujur, setia dan domisili di Bogor.

PRIA – Iwan, ganteng, putih, 30 tahun. Cari pendmping hidup gadis/janda tanpa anak, umur di bawah 30 tahun, putih, seksi, punya usaha. 08561249110

PRIA – Ramo, 36 tahun, tinggi 168 cm, berat 56 cm, mencari wanita yang serius. 0816881247

PRIA – Yuda, wiraswasta, cari wanita. 08568562823

WANITA – Lisa, 22 tahun, asal Indramayu. Ingin cari calon suami, seiman, bertanggung jawab, sayang keluarga. 085793528776

Organda Bogor Matangkan Rencana Demo Besar Ojek Online

1

BOGORDAILY- Pemkot Bogor dituding belum juga bertindak terkait penataan ojek online. Hal ini membuat para sopir angkot gerah. Mereka pun berencana melakukan aksi unjuk rasa dalam waktu dekat.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bogor, M Ischak, menegaskan, keputusan final jadi tidaknya aksi unjuk rasa masih akan dibahas dalam rapat.
“Kami sedang berkumpul dengan para sopir angkot untuk membicarakan wacana aksi tersebut. Sebenarnya, dari perwakilan sopir angkot sudah lama menolak keberadaan ojek online,” tegas Ischak, Rabu (22/2/2017).

Ia menuturkan, Organda juga sudah menyampaikan protes dari kalangan sopir angkot ke Provinsi Jawa Barat terkait penolakan keberadaan ojek online.

Termasuk, dalam Forum Lalu Lintas, pihaknya meminta agar Walikota Bogor, Bima Arya segera menyampaikan kepada pemerintah pusat terkait penolakan tersebut.

“Walikota sudah berjanji akan menyampaikan tentang keberadaan ojek online. Karena kami sangat dirugikan. Mereka hanya mengandalkan aplikasi sudah mendapatkan penumpang,” bebernya.
Semenjak maraknya ojek online, baik itu Gojek, Uber dan Grab, kerugian pendapatan sopir angkot mencapai 40-50 persen. Di sisi lain, pengusaha angkot terus ‘dipaksa’ untuk mebayar pajak, KIR, serta izin lainnya.

“Sedangkan ojek online tidak bayar apa-apa, cuma mengandalkan aplikasi,” ujarnya.

Sampai saat ini, kata Ischak, banyak pengusaha angkot yang merugi dengan menjual angkotnya. Tak hanya itu, gencarnya penertiban angkot oleh Polres Bogor Kota juga sangat merugikan para pengusaha angkot.

“Angkot saja ditertibkan, masak ojek online tidak. Kami dari awal sudah menolak ojek online ini,” pungkasnya.(ps/bd)
Link Video:

Lagi, Mayat Misterius Ditemukan di Pamijahan Bogor

BOGORDAILY- Sesosok mayat misterius kembali ditemukan di Kecamatan Pamijahan, Bogor Barat, Kabupaten Bogor. Mayat tersebut tergeletak dalam sebuah selokan di Jalan KH Abdul Hamid, Kampung Sindang Baru, RT 02/04, Desa Ciasmara, Kecamatan Pamijahan.

Farid (25) warga setempat menuturkan, mayat yang diduga berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan warga sekitar pukul 06:30. “Posisinya tergeletak dalam air di parit (selokan), pagi-pagi ditemukannya,” terangnya kepada bogordaily.net, Rabu (22/2/2017).

Hingga berita ini diturunkan, petugas Polsek Cibungbulang masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).