Monday, 6 April 2026
Home Blog Page 9181

Dari Sentul Bogor, Jokowi Janji Bagikan Lahan Terlantar untuk Masyarakat Pribumi

BOGORDAILY- Presiden Jokowi berjanji akan membagikan lahan-lahan tak produktif alias terlantar kepada masyarakat, di antaranya untuk kelompok masyarakat pribumi, dengan tujuan mengurangi ketimpangan ekonomi.

Dia menuturkan pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini sudah baik di kisaran 5,03 persen sehingga harus dipertahankan. Salah satu upaya adalah terkait dengan reforma agraria dan redistribusi aset.

“Kami akan bagi lahan yang tak produktif pada rakyat dalam bentuk konsesi kecil untuk rakyat, koperasi kecil dan masyarakat adat,” kata Jokowi saat memberikan pidato dalam acara pengukuhan pengurus DPP Partai Hanura periode 2016-2020 di Sentul Convention Center, Kabupaten Bogor.

Presiden Jokowi tiba di Sentul Convention Center sekira pukul 09.00 WIB, Rabu (22/2/2017).

Mengenakan kemeja batik lengan panjang, Presiden Joko Widodo disambut oleh Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto dan Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang.

Presiden kemudian dipersilakan duduk di deretan kursi paling depan, bersampingan dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Acara mulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mengheningkan Cipta. Kemudian disusul membacakan ikrar Hanura dan menyanyikan lagu Mars Partai Hanura.

Acara ini juga dihadiri Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Menkumham Yasonna Laoly, Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hassan dan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto.

Kebijakan pemerataan ekonomi, lanjut Jokowi, diluncurkan karena kesenjangan di Indonesia kian melebar.

Data Bank Dunia menyebutkan pertumbuhan dalam 15 tahun terakhir hanya dinikmati sekitar 20 persen masyarakat terkaya. Sedangkan sekitar 80 persen lainnya merasa tertinggal terkait pembangunan.

Selain reforma agaria, Jokowi menyebutkan soal permodalan dan pembangunan sumber daya manusia yakni pelatihan vokasional. Dia menegaskan jika hal itu konsisten dilakukan, maka Indonesia akan memiliki PDB sebesar US$9,1 triliun atau sekitar lima kali lipat lebih besar dibandingkan saat ini.

Sebelumnya, Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terdapat 450 konflik agraria pada 2016 dengan luas wilayah mencapai 1,26 juta hektare. Jumlah konflik itu meningkat dari periode 2015 yakni mencapai 252 konflik.

Wakil Sekjen KPA Dewi Kartika mengatakan perkebunan masih menjadi penyebab tertinggi konflik agraria yakni mencapai 163 konflik atau sekitar 36,22 persen. Sektor lain antara lain adalah properti (117 kasus); infrastruktur (100 kasus); kehutanan (25 kasus); dan pertambangan (21 kasus). (bd)

 

Link video:

https://www.youtube.com/watch?v=EGUo9DHBRVE

BNNK Bogor Lakukan Sosialisasi P4GN di Lingkungan Pelajar

BOGORDAILY – Dalam rangka Pemahaman Bahaya Narkoba, BNN Kabupate Bogor lakukan sosialisasi bahaya narkoba di lingkungan pelajar.

Kegiatan dilakukan pada hari Senin (20/02/2017) di Gedung Kesenian Kabupaten Bogor. Berlangsung dari pukul 10.00 sampai selesai. Kegiatan yang dipanitia oleh sejumlah Mojang Jajaka Rumaja Kabupaten Bogor 2017, di ikuti oleh 24 siswa-siswi finalis moca tahun 2017.

Materi yang di berikan tak lain yaitu “Memahami Bahaya Narkoba”, bersama Rika Indriati Roamer SP, Msi selaku narasumber pada kegiatan tersebut.

Berikut adalah foto-foto kegiatannya :

Minta Foto Bugil Buat Usir Kangen, Pria Kurus Ini Malah Peras Pacarnya hingga Rp12 Juta

0

BOGORDAILY- Harapan RPN warga Kampung Sela Awi, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, untuk menikah dengan seorang polisi akhirnya kandas.

Perempuan berusia 24 tahun ini malah ditipu oleh Setiawan (36), yang mengaku anggota polisi berpangkat iptu.

RPN pun melaporkan penipuan yang dilakukan Setiawan. Karena tak hanya batinnya yang merasa dirugikan, tetapi pelaku juga kerap mengancam akan menyebarkan foto bugil korban jika tidak memberinya uang.

“Pelaku ditangkap Selasa siang,” kata Kapolsek Bogor Tengah Kompol Saepudin Gayo, Rabu (22/2/2017).

Menurut Gayo, pria asal Jagakarsa, Jakarta Selatan, itu telah melakukan tipu muslihat kepada RPN, hingga korban kehilangan uang sebesar Rp 12 juta.

“Pelaku ini mengaku sebagai anggota polisi dan melakukan penipuan terhadap pacarnya,” kata dia.

Semuanya berawal pada Desember 2015. Saat itu, pelaku berkenalan dengan korban di wilayah Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, dan mengaku sebagai anggota polisi.

Karena kepincut dengan profesi pelaku sebagai anggota polisi, korban pun akhirnya bersedia menjadi kekasih Setiawan.

“Saat berpacaran, pelaku meminta korban mengirim poto bugil. Alasannya, kalau lagi kangen bisa melihat foto korban,” ucap Gayo.

Setelah mendapatkan foto bugil yang dikirim lewat ponsel, gambar tersebut justru dijadikan alat untuk memeras korban. Polisi gadungan ini mengancam akan menyebarkan foto korban di media sosial jika permintaannya tidak dipenuhi.

“Perbuatan pelaku berlanjut. Dia diminta uang terus, baik dengan cara transfer maupun cash hingga mencapai Rp 12 juta,” ungkap Gayo.

RPN yang curiga akhirnya mengecek ke kepolisian tempat Setiawan bertugas. “Ternyata dia bukan anggota polisi,” ujar Gayo.

Korban yang telanjur kecewa dan marah karena ditipu akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bogor Tengah, karena awal kejadian mereka bertemu di wilayah Kecamatan Bogor Tengah.

“Pelaku akhirnya dapat ditangkap saat bertemu dengan korban. Di sana pelaku janjian dengan korban untuk kembali meminta uang,” kata Gayo.

Dari tangan polisi gadungan ini, petugas juga menyita bukti setoran uang, atribut Polri, seragam polisi, dua unit HP, satu buah korek api berbentuk senjata api, dan uang tunai Rp 3 juta.

Atas perbuatannya, pelaku dikenai Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.(lip6/bd)

Media Tanam Organik Selain Tanah yang Wajib Anda Ketahui

0

BOGORDAILY – Saat bercocok tanam atau berkebun, media tanam menjadi komponen penting di dalamnya. Ketersediaan unsur hara menjadi kebutuhan dalam memacu pertumbuhan dan perkembangbiakan tanaman itu sendiri. Untuk itu, pemilihan media tanam tidak boleh sembarangan.

Ketersediaan unsur hara, daya serap terhadap air, dan kemampuan menjaga kelembapan akar adalah faktor penting yang harus dipertimbangkan dalam memilih media tanam.

Selain pilihan menggunakan tanah sebagai media tanam, sebenarnya pemanfaatan media tanam lain yang tersedia di sekitar sangat memungkinkan. Media tanam selain tanah yang bisa kita gunakan, tentunya harus memiliki fungsi yang dapat menggantikan fungsi tanah atau meningkatkan kualitas tanah sebagai media tanam.

Berikut merupakan beberapa media yang dapat di gunakan sebagai media untuk bertanam :

Sabut kelapa

Sifat dari sabut kelapa yang mampu menyerap dan mengikat air dengan kuat, menjadikan media tanam ini memiliki keunggulan untuk memanipulasi kadar air pada daerah dengan curah hujan rendah. Sabut kelapa banyak digunakan untuk membuat lapisan dalam tanah, di bawah permukaan tanah. Pemanfaatan sabut kelapa biasanya digunakan pada lahan daerah tropis untuk menjaga kadar air dalam tanah.

Sabut kelapa juga bisa digunakan sebagai media tanam untuk menjaga pertumbuhan rumput pada tanah lapang seperti lapangan bola atau lapangan golf. Kemampuan sabut kelapa yang memiliki daya serap tinggi akan membuat tanah lapang menjadi tidak becek pada musim hujan dan tidak kering pada musim kemarau.

Batang pakis

Batang pakis memiliki sifat-sifat yang bisa menggantikan peran tanah sebagai media tanam. Kemampuannya cukup baik dalam menyerap dan mengikat air, bertekstur lunak, serta mudah ditembus oleh akar tanaman menjadikan batang pakis memiliki kelebihan lain yang tidak dimiliki oleh batang tanaman lain. Batang pakis yang biasa digunakan untuk media tanam, umumnya memiliki warna hitam yang menandakan bahwa batang pakis tersebut adalah batang yang tua.

Batang pakis, banyak digunakan sebagai media tanam untuk anggrek. Biasanya batang pakis dibuat menjadi lempengan menyerupai papan dengan ukuran sedang. Selain untuk jenis tanaman anggrek, batang pakis juga bisa dimanfaatkan untuk media tanam jenis tanaman lain. Hanya saja cara penggunaannya yang berbeda. Untuk jenis tanaman lain yang tidak memiliki karakter seperti anggrek, batang pakis harus dicacah menjadi bagian-bagian kecil dan ditempatkan pada tempat seperti pot atau tempat lain yang memiliki lubang pembuangan air. Adanya lubang pembuangan air pada pot adalah untuk menjaga kadar air pada media tanam, jika melakukan penyiraman secara berlebihan.

Sekam padi

Sekam padi didapatkan dari kulit padi yang telah mengalami penggilingan memisahkan antara beras dan kulit padinya. Untuk memanfaatkan sekam padi sebagai media tanam, sebaiknya sekam padi dibakar terlebih dahulu untuk meningkatkan kandungan karbonnya. Sekam padi bakar yang memiliki kandungan karbon tinggi, banyak digunakan untuk membuat tanah menjadi lebih gembur. Memanfaatkan sekam bakar untuk meningkatkan unsur hara dalam tanah, juga akan meningkatkan daya serap dan daya ikat tanah terhadap air. Dengan begitu, kelembapan pada akar tanaman akan terjaga dengan baik.

Untuk Kalahkan Mitra Kukar Persib Harus Benahi Mental Para Pemain

0

BOGORDAILY – Persib Bandung akan bersaing dengan Mitra Kukar dalam merebut tiket semifinal Piala Presiden 2017, di Stadion Manahan, Solo, Sabtu 25 Februari 2017.

Menatap laga tersebut, Atep ingin menanggalkan rekor buruk saat Persib tampil di luar Bandung seperti di Indonesia Soccer Championship 2016 lalu.

Kapten Persib tersebut menilai, materi pemain Persib musim ini ‎berbeda dengan musim lalu sehingga dia yakin catatan negatif itu tak akan berulang di laga perempat final nanti. Ia yakin Persib bisa menghentikan Mitra Kukar dan maju ke babak semifinal.

“Harus diakui, pada musim lalu, kehebatan Persib memang kurang teruji saat main di luar. Persib banyak kalah tapi musim ini saya punya keyakinan tim ini berbeda dengan tim kemarin dan saya yakin bisa meraih kemenangan di Solo,” kata Atep kepada Galamedianews, Selasa 21 Februari 2017.

Atep berharap tuah dari Solo. Pasalnya Solo kerapkali menunjukkan keramahannya untuk Persib. Saat Persib tampil terakhir kali di solo, Persib bermain imbang 0-0 melawan Persija.

“Saya merasa Persib bersahabat dengan Manahan Solo. Target kami ingin menang dan saya percaya dengan materi pemain saat ini. kami memiliki modal segalanya untuk lolos ke semifinal,” katanya.

Sementara itu, Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman telah mengantongi catatan buruk saat timnya ‎dipermalukan di luar Bandung selama perhelatan Indonesia Soccer Championship  2016.

Menurutnya, kekalahan yang sering terjadi di luar kandang terjadi akibat faktor mental yang harus terus diasah. Banyak kesalahan individu timnya yang dimanfaatkan‎ pemain lawan hingga kemasukan gol.

“Rekor Persib di luar kandang selama ISC buruk. Otomatis, mental pemain harus diperbaiki tapi kali ini saya menyimpan optimisme kami bisa melalui partai di luar kandang, yakni di Solo dengan hasil positif. Saya kira mental pemain semuanya sudah siap demi meraih tiket semifinal,” kata Djadjang usai menggelar latihan di lapangan Lodaya,‎ Kota Bandung

Ia mengingatkan agar pemainnya tidak melakukan kesalahan individu yang merugikan timnya. “Saya masih ingat gol-gol akibat kesalahan pemain Persib di luar kandang. Seperti saat lawan Madura United yang karena kesalahan Jajang (Sukmara). Kemudian di Padang lawan Semen Padang akibat kesalahan Yanto Basna. Gol-gol yang terjadi karena faktor mental yang harus terus diperbaiki,”  katanya.

Ia menilai, timnya masih berproses menjadi tim yang kuat di kompetisi Liga 1. Melihat dari perkembangannya sekarang, Persib masih berada di level 70-75 persen.

“Persib belum berada di level terbaiknya. Kami terus meningkatkan kualitas dari berbagai sisi, fisik, teknik, dan mental,” katanya. (PR)

Kometari Jalan Rusak, Ketua DPRD Kabupaten Bogor : Anggaran ada, Tunggu Apa Lagi?

BOGORDAILY – Jalan penghubung Kecamatan Bojonggede dan Tajurhalang di Kabupaten Bogor sejauh setengah kilometer rusak parah selama hampir dua tahun terakhir. Warga menuntut pemerintah daerahnya segera memperbaiki kerusakan tersebut karena mengganggu aktivitas dan perekonomian mereka.

Penanganan jalan rusak menjadi sorotan para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah setempat dalam kegiatan reses mereka. Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ade Ruhandi meminta pemerintah daerahnya segera memperbaiki jalan-jalan tersebut sebelum kerusakannya semakin parah.

“Pada saat musim hujan ini banyak jalan yang rusak. Itu kan sudah ada anggarannya di pemeliharaan, jadi secepatnya itu didahulukan saja. Jangan nanti dilakukan akhir tahun (kerusakan) jalan semakin parah,” kata Ade seusai memimpin Sidang Paripurna internal membahas hasil reses 2017 di Gedung DPRD Kabupaten Bogor, Selasa 21 Februari 2017.

Ade mendengar jumlah anggaran pemeliharaan jalan dari Pemerintah Kabupaten Bogor tahun ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut data Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat setempat, pemeliharaan jalan hanya dilakukan di 377 titik. Padahal, total jalan di daerahnya mencapai 458 titik.

“Seadanya saja dulu. (Pemeliharaan jalan) kan masuknya anggaran murni,” kata Ade menegaskan. Ia menambahkan, apabila terdapat kekurangan anggaran untuk pemeliharaan tersebut, pemerintah daerah bisa mengusulkan sisanya pada perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, pertengahan 2017 mendatang.

Menurut dia, upaya pemeliharaan jalan tidak melalui tahap lelang sehingga hal itu seharusnya bisa cepat dilakukan dinas terkait. Pemeliharaan jalan, kata Ade sudah direncanakan sejak awal oleh Pemerintah Kabupaten Bogor termasuk anggarannya.

Meski sudah direncanakan sejak awal, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Saptariani menganggap realisasinya belum optimal. Buktinya, kata dia, masih ada warga yang mengeluhkan jalan rusak di daerahnya. Ia khawatir jalan rusak semakin tak tertangani setelah anggaran pemeliharaannya dikurangi.

Saptariani menyarankan pemerintah daerah tak hanya memfokuskan perbaikan jalan tapi juga pembuatan saluran air di samping jalan tersebut. “Intinya kalau mengajukan infrastruktur jalan itu harus ada drainase. Apalagi musim hujan intensitas hujan meningkat. Kalau tidak diperhatikan sama saja bohong,” katanya.

Menurut salah seorang pemilik warung minuman di samping jalan Desa Susukan-Ragajaya Kecamatan Bojonggede, Agus (30), kerusakan jalan semakin parah dalam satu tahun terakhir. “Sudah banyak (pengemudi sepeda motor) yang jatuh di sini,” kata dia saat ditemui di warungnya.

Selama ini, ia mengatakan perbaikan jalan dilakukan secara swadaya oleh masyarakat setempat. Namun, jalan yang diurug material bekas tembok bangunan itu tak bertahan lama akibat banyak dilintasi kendaraan berat untuk proyek perumahan setempat. “Pemerintah desa sudah beberapa kali mengajukan (perbaikan jalan), katanya mau diperbaiki bulan enam (Juni 2017),” kata Agus.

Menurut pengamatan PR di lokasi, lubang-lubang besar di tengah jalan tersebut digenangi air hujan karena tak ada saluran air di sekitarnya. Sejumlah kendaraan roda empat berjalan sangat pelan. Beberapa pengendara sepeda motor juga memilih untuk mendorong kendaraannya. (PR)

Sambut Aspirasi Massa Aksi 212 Jilid II, DPR akan Kirim Surat untuk Jokowi

0

BOGORDAILY – Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menyambut baik adanya aspirasi dari massa Aksi 212 Jilid II yang berunjuk rasa hari ini di depan gedung parlemen. Fadli mengatakan akan menyampaikan hal tersebut kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui surat.

“Kemarin (massa aksi) mereka sudah menyampaikan langsung ketika ketemu (pihak Istana saat Aksi 212 Jilid I) dan akan sampaikan surat ke Presiden mengenai aspirasi tersebut. Hari ini akan surati,” kata Fadli di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (21/2/2017).

Politikus Partai Gerindra itu pun berharap tiga tuntutan yang disuarakan para massa aksi hari ini yakni penonaktifan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai gubernur, menghentikan dugaan kriminalisasi terhadap sejumlah ulama, dan penangkapan para mahasiswa dapat tersalurkan kepada pemerintah.

“Kita harapkan berjalan dengan damai, aspirasi tersalurkan, mudah-mudahan pemerintah bisa mendengar aspirasi ini, memenuhi apa yang menjadi aspirasi mereka, tuntutan yang telah menuntut berkali-kali,” ucap dia.

Sementara itu, berdasarkan hasil forum dengar pendapat Komisi III dengan 23 perwakilan massa aksi, jajaran wakil rakyat tersebut sepakat untuk menyampaikannya kepada pemerintah. Bersamaan dengan rapat dengar pendapat dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian esok, Komisi III akan mempertanyakan perihal kasus hukum yang menjerat sejumlah tokoh ulama, salah satunya Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habieb Rizieq Shihab.

“Kita semua sepakat menerima aspirasi yang pertama permintaaan penonaktifan saudara Ahok. Kami akan lakukan paling tidak dua hal, kami akan sampaikan kepada Presiden RI. Yang kedua besok kami akan bertemu dengan Kapolri dan akan kami sampaikan tuntutan-tuntutan,” ucap pimpinan Komisi III DPR Bambang Soesatyo di depan massa aksi siang tadi.

 

OKEZONE

Uasai Jenguk Jupe Ini yang Disampaikan Dewi Persik

0

BOGORDAILY – Usai menjenguk selama satu jam Julia Perez di rumah sakit, Dewi Perssik pun menceritakan kepada awak media mengenai simpang siur kabar kesehatan mantan istri Gaston Castano tersebut.

Wanita yang kerap disapa Depe ini melihat kalau kesehatan rekan yang pernah berseteru dengannya itu semakin membaik. Ia juga melanjutkan kalau kesehatan Jupe membaik berkat doa yang dipanjatkan tak pernah putus.

“Kalau aku lihat mba Jupe Alhamdulillah sehat walafiat. Semua berkat sambung doa semuanya,” ungkap Depe saat ditemui di RSCM, Jakarta Pusat, Selasa (21/2/2017).

Janda Saipul Jamil itu pun menambahkan kalau tubuh Jupe memang panas dikarenakan proses kemotrapi yang dilakukan. Namun, di luar dari itu, Depe membantah kalau kesehatan Jupe memburuk, seperti kabar yang sempat terdengar.

“Dan sekarang habis menjalani kemo badannya panas, karena itu efek dari kemo. Jadi selebihnya kalau ada yang bilang ini itu tidak benar,” pungkasnya. (oke)

Ahok Akan Bongkar Rumah Warga di Pinggir Laut untuk Atasi Banjir

0

BOGORDAILY – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan tidak ada cara lain mengatasi banjir di DKI Jakarta selain dengan normalisasi sungai. Ahok, sapaan Basuki, juga berencana membongkar rumah-rumah di pinggir laut sebagai bagian dari proyek pembuatan tanggul untuk mencegah banjir.

Ahok mengatakan belum optimalnya pembuatan tanggul dan normalisasi dikarenakan terlambatnya pembangunan rumah susun (rumah susun). Selain itu, kata dia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga masih memikirkan cara melebarkan badan sungai serta meninggikan tanggul untuk menampung air.

“Jadi masalah Jakarta itu gimana gedein, balikin, ukuran sungai, tanggul ditinggiin. Pompa sudah siaga kita. Pompa sudah baik,” kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (21/2).

Pembuatan tanggul dan normalisasi di laut juga diperlukan untuk menahan air pasang. Sayangnya, kata Ahok, masih banyak warga yang menentang normalisasi dan pembuatan tanggul tersebut.

“Tanggul juga harus bikin di laut. Laut juga ada rumah-rumah liar. Itu juga harus kami bongkar. Enggak ada cara lain,” kata Ahok.

Ahok mengatakan, langkah itu harus dilakukan untuk menghindari banjir yang lebih parah. Ia khawatir jika tidak dilakukan, maka 40 persen wilayah Jakarta bisa tenggelam saat Jakarta diguyur hujan tanpa henti dan air laut pasang.

“Kalau Jakarta pasang, hujan terus menerus seperti ini, selesai 40 persen. Tenggelam Jakarta 40 persen,” kata Ahok.

Masalah lain yang disoroti Ahok adalah sampah. Ia menyatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah membersihkan 1.967 saluran air dari sampah. Namun hal itu tak berarti karena kebiasaan masyarakat yang masih saja gemar membuang sampah plastik ke sungai.

Pada kesempatan yang berbeda, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengatakan sejak Senin (20/2) kemarin pihaknya sudah menurunkan pasukan orange di semua titik.

Mereka dikerahkan untuk membersihkan serta mengoptimalkan saluran-saluran penghubung dan saluran kecil seperti got. “Pagi ini kami optimalkan semua, pintu-pintu air saya minta untuk mulai dibuka karena kondisinya debit air sangat tinggi di hampir semua lokasi di Jakarta.” kata Isnawa.

Usulan Hak Angket akan Diputuskan dalam Paripurna Mendatang

0

BOGORDAILY – Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan usulan hak angket terkait penonaktifan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, belum diputuskan dalam rapat paripurna kali ini.

“Kami harapkan pada masa sidang berikutnya akan ditentukan tentang hak angket. Paripurna penutupan bacakan surat saja,” ujar Fadli di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (21/2).

Sementara itu, terkait hak angket, Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo mengatakan empat fraksi dan 90 anggota dewan telah menandatangani usulan tersebut.
“Apakah berhasil atau gagal bergantung pada mekanisme dan peta politik. Anggota DPR masih memiliki hati nurani. Mekanisme hak menyatakan pendapat itu dimungkinkan jika hak angket dilalui,” kata Bambang.

Dalam rapat, anggota Fraksi PDIP Dwi Ria Latifa mengatakan mekanisme hak angket akan dilalui di rapat paripurna. Meski demikian, dia menyatakan dalam tuntutan yang terkait status hukum Ahok, pihaknya tidak bisa mengintervensi.

“Kalau tadi saya mencatat beberapa poin bahwa seorang terdakwa harus ditahan dan meminta komisi III memerintahkan pengadilan untuk menahan seseorang menurut pemahaman saya itu intervensi yang tidak bisa kami lakukan. Kalau harus dihukum maka harus melalui proses hukum,” ujar Dwi.
Sedangkan, anggota Komisi III DPR Muhammad Syafii mengaku akan mendukung tuntutan yang diajukan para perwakilan demonstran, melalui hak angket di parlemen.

“Hak Angket adalah upaya karena saya merasakan apa yang bapak ibu rasakan. Makanya saya harapkan kepada bapak ibu melobi fraksi lain yang belum menekan hak angket ini mana tau berubah,” ujarnya. (CNN)