Sunday, 19 April 2026
Home Blog Page 2059

Kantong Parkir Angkutan Tambang Sudah Beroperasi

0

Bogordaily.net – Penjabat (Pj) Bupati Bogor Asmawa Tosepu menegaskan kantong parkir angkutan tambang mulai hari ini mulai dioperasionalkan dan digunakan sedikitnya untuk parkir 50 truk tambang, sebagai wujud komitmen pemerintah dalam menangani persoalan angkutan tambang di wilayah Parung Panjang.

Hal itu ditegaskan Asmawa Tosepu saat meninjau langsung progress pembangunan kantong parkir di wilayah Parung Panjang, Rabu (17/1/24).

Perlu diketahui, pembangunan kantong parkir yang direncanakan seluas 4,2 hektar dapat menampung kendaraan lebih dari 1.000 truk tambang.

Untuk tahap awal progres pembangunan sudah di atas 50 persen atau 2,2 hektar dengan kapasitas menampung 750 kendaraan sudah hampir rampung diselesaikan.

Berdasarkan hasil peninjauan kantong parkir sudah bisa digunakan untuk menampung sedikitnya 50 kendaraan truk angkutan tambang.

Asmawa Tosepu mengungkapkan, sebagaimana janji Pemerintah Kabupaten Bogor berdasarkan penugasan Pj. Gubernur Provinsi Jabar kepada Pj. Bupati Bogor, dari target akhir Januari sudah harus beroperasi. Berkat kerjasama tidak hanya pemerintah juga masyarakat termasuk pengusaha yang ada di Kabupaten Bogor termasuk pemerhati mulai hari ini kantong parkir sudah bisa mulai dimanfaatkan.

“Ini merupakan solusi sementara dari persoalan angkutan tambang yang ada di Kabupaten Bogor. Tentu hal ini harus segera direalisasikan karena ini menjadi kebutuhan terutama para pelaku aktivis pertambangan. Ini juga dalam rangka memulai meminimalisir kejadian-kejadian yang selama ini terjadi terkait angkutan tambang,” terang Asmawa Tosepu

Mantan Pj Walikota Kendari ini mengatakan, untuk tahap awal sudah bisa digunakan atau sekitar 2,2 hektar ini dengan kapasitas mencapai 750 kendaraan truk tambang.

“Hasil peninjauan hari ini, kantong parkir bisa kita pergunakan minimal 50 kendaraan truk tambang sudah bisa memanfaatkan ruang yang sudah tersedia ini. Alhamdulilah progresnya sudah di atas 50 persen. Mudah-mudahan akhir bulan sudah clear semua tapi hari ini berapapun yang bisa kita gunakan maka akan kita gunakan sebagai solusi sementara,” tegasnya.

Menurutnya langkah selanjutnya selain menyelesaikan percepatan pembangunan kantong parkir untuk tahap awal ini. Tahap selanjutnya akan segera mulai melakukan penegakan hukum. Penegakan hukum ini tentu ditempuh melalui berkoordinasi dengan aparat yang ada di wilayah termasuk stakeholder terkait baik pada tingkat Provinsi Jawa Barat maupun kabupaten tetangga seperti Tangerang dan Banten.

“Penegakan hukum ini menjadi penting karena sumber permasalahan selama ini adalah masalah penegakan hukum. Misalnya izin operasional tambangnya, kemudian kelayakan kendaraan, usia supir yang selama ini kadang-kadang menjadi penyebab termasuk di dalamnya kapasitas atau termasuk muatan kendaraan,” terang Asmawa Tosepu.

Ia menyatakan, akan menegakan hukum secara bersama-sama terlebih saat ini Pemkab Bogor telah memiliki Peraturan Bupati. Setelah kantong parkir telah rampung selesai maka penegakan hukum bisa segera dilakukan.

“Kita akan tegakan setelah kita siapkan kantong parkir ini, harapannya sebagai solusi sementara tetapi kemudian paralel, solusi permanen bisa kita lakukan terutama pembangunan jalan tambang. Ini komitmen bersama antara Pemprov Jabar dan Kabupaten Bogor,” katanya.

Ia juga menyampaikan terimakasih kepada semua pihak juga kepala desa di dua desa, kemudian Camat Parung Panjang dan Camat Tenjo, unsur Forkompimcam termasuk pihak-pihak pengusaha yang punya kepedulian membantu pemerintah dalam rangka percepatan pemberian penyediaan solusi sementara ini. (Gibran)

Fungsi Halte Bus yang Harus Anda Tahu. Jangan Salah Kaprah! Ini Penjelasan PTP

0

Bogordaily.net – Fungsi Halte Bus sering kali tidak dipahami dengan baik sehingga salah kaprah.

Perumda Transportasi Pakuan (PTP) Kota Bogor punya penjelasan soal fungsi ini agar tidak gagal fokus.

Dilansir dari akin Instagram @perumdatranspakuan, perusahaan daerah ini menguraikan beberapa fungsi penting yang mungkin belum diketahui banyak orang.

Fungsi Halte Bus

Pertama-tama, fungsi utama dari halte bus adalah untuk mencegah penumpang naik atau turun dari bus di lokasi yang berbahaya.

Ini tidak hanya menjaga keamanan penumpang, tetapi juga mengurangi risiko kecelakaan yang mungkin terjadi jika penumpang menaiki atau turun dari bus di tempat yang tidak aman.

Kedua, halte bus memiliki peran penting dalam mengatur lalu lintas. Dengan adanya halte bus, sopir bus tidak dapat sembarangan mencari calon penumpang, yang dapat mengakibatkan kemacetan lalu lintas. Hal ini membantu menjaga kelancaran arus kendaraan di sekitar area halte bus.

Selanjutnya, fungsi ketiga dari halte ini adalah mengharuskan penumpang untuk berkumpul sebelum naik, menciptakan keteraturan dalam proses naik-turun penumpang.

Hal ini tidak hanya meningkatkan efisiensi waktu, tetapi juga memberikan pengalaman perjalanan yang lebih terorganisir bagi penumpang.

Terakhir, halte bus biasanya dilengkapi dengan jalur pemberhentian khusus, memungkinkan bus untuk berhenti tanpa menghambat lalu lintas umum.

Dengan adanya fasilitas ini, halte bus dapat beroperasi tanpa mengganggu arus kendaraan lainnya, mendukung mobilitas yang lancar di sekitar kawasan tersebut.

Dengan demikian, keberadaan halte bus tidak hanya sekadar tempat berhenti bus, tetapi juga merupakan elemen penting dalam menciptakan sistem transportasi yang aman, teratur, dan efisien bagi masyarakat.

Itulah ulasan dan informasi mengenai Fungsi Halte Bus yang harus dipahami agar tidak salah kaprah.***

(Ibnu Galansa)

Halte Bus Transpakuan. (Tangkapanlayar/bogordaily.net).

Biografi Kh Buya Syakur Yasin, Ulama Kharismatik dari Indramayu

0

Bogordaily.net – Biografi KH Buya Syakur Yasin menarik untuk diulas seiring dengan berita duka kepergian ulama kharismatik dari Indramayu ini.

Ulama legendaris asal Indramayu Buya Syakur Yasin menghembuskan nafas terakhirnya pada Rabu (17/01/2024) dini hari tadi.

Perjalanannya dalam syiar dakwah Islam dan kiprahnya di tanah air sangat panjang.

Melalui Twitter Nahdlatul Ulama (NU), pihak NU mengumumkan berita meninggalnya ulama besar Indramayu ini sekitar pukul 10.00 WIB.

“Innna lillahi wa inna ilaihi rajiun. KH Syakur Yasin atau yang akrab dikenal Buya Syakur wafat pada Rabu (17/1/2024) pukul 02.00 WIB dinihari tadi di Rumah Sakit Mitra Plumbon, Cirebon, Jawa Barat,” tulis admin Twitter @nu_online. Sebelum dinyatakan meninggal dunia, Buya Syakur sendiri memiliki riwayat penyakit gagal jantung dan komplikasi di ginjal.

Ia juga sempat dirawat selama 10 hari di rumah sakit sebelum akhirnya meninggal dunia.

Penyakit gagal jantung dan ginjal pun sudah dialami Buya Syakur sejak satu tahun yang lalu.

Keluarga Buya Syakur Yasin

Almarhum Buya Syakur pun meninggalkan satu orang istri bernama Nyai Zainab Al-Huda dan dua orang anak bernama Hasyimi Robit Ibdal dan Khozainu Rohmati Robbi Dawud Awwab.

Sosok Buya Syakur pun dikenal sebagai pribadi yang cerdas dan karismatik serta rendah hati.

Lalu, siapa sosok Buya Syakur Yasin sebenarnya? Simak inilah profil Buya selengkapnya.

Biografi Kh Buya Syakur Yasin

Ulama yang bernama lengkap Prof. Dr. K. H. Abdul Syakur Yasin, MA. ini merupakan seorang putra daerah Jawa Barat yang mengabdi di daerahnya sejak masih belia.

Ia pun tumbuh besar sebagai seorang santri di Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, Cirebon.

Selama bersekolah di pondok pesantren, Buya Syakur termasuk siswa yang aktif. Beliau pun mendalami pembelajaran bahasa arab hingga menjadi salah satu penerjemah serta pengkaji Al-Quran ke dalam bahasa Indonesia.

Pasca lulus dari pondok pesantren, Buya Syakur pun memiliki niat kuat untuk belajar dan berkelana ke luar negeri.

Kemudian ia melanjutkan pendidikan di Kairo, Mesir. Selama berkuliah, Buya Syakur pun tetap menjadi mahasiswa yang aktif.

Ia pernah menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Kairo.

Tak hanya bersekolah di Mesir, Buya Syakur pun kembali melanjutkan pendidikannya dengan mengambil jurusan Ilmu Al-Qur’an di Libya pada tahun 1977.

Kemauan besar Buya untuk terus belajar pun berhasil menghantarkannya meraih gelar magister di bidang sastra linguistik di Tunisia pada tahun 1981.

Buya kembali melanjutkan mimpinya untuk mencapai gelar doktor di tahun 1985 dengan konsentrasi dialog teater.

Buya Syakur yang telah menghabiskan waktu selama 20 tahun untuk belajar di luar negeri pun memutuskan untuk kembali ke Indonesia pada tahun 1991.

Selama belajar di luar negeri, Buya Syakur pun menjalin hubungan baik dengan para ulama ulama besar Indonesia seperti Abdurrahman Wahid (Gusdur) dan Al Ustadz Quraish Shihab.

Sepulangnya ke Indonesia, Buya Syakur langsung mengabdikan diri ke Indramayu dan mendirikan Yayasan Pondok Pesantren Cadangpinggan di tahun 2000.

Ia pun terus aktif berdakwah dan menjadi salah satu pengkaji Qur’an di Indonesia.

Syiar agama Islam yang terus diperjuangkan Buya pun berkembang hingga dakwah melalui media sosial. Melalui kanal YouTube KH Buya Syakur Yasin Ma, beliau pun sering mengunggah konten-konten dakwah hingga berhasil mencapai 1,16 juta subscribers.

Itulah ulasan dan informasi mengenai biografi Kh Buya Syakur Yasin, ulama kharismatik dari Indramayu.***

Sinopsis Film Pasutri Gaje: Lika-liku Rumah Tangga Pasangan PNS

0

Bogordaily.net – Sinopsis Film Pasutri Gaje menarik untuk diulas seiring dengan trailernya yang sudah tayang.

Film ini diadaptasi dari komik digital Webtoon dengan judul yang sama karya Annisa Nisfihani.

Pasutri Gaje resmi merilis official trailer di YouTube Falcon Pictures yang dipenuhi dengan para artis papan atas tanah air.

Falcon Pictures di official trailer film Pasutri Gaje yang diunggah, memperlihatkan pasangan muda yang baru menikah yaitu, Adimas yang diperankan Reza Rahardian dan Adelia yang diperankan Bunga Citra Lestari.

Para Pemain Film Pasutri Gaje

Ada juga Indro Warkop yang menjadi sosok ayah dari Adelia yang tak lain adalah mertua dari Adimas yang cukup membuat repot pasangan suami istri tersebut.

Andre Taulany dan Kiky Saputri juga menjadi pemeran dalam film Pasutri Gaje yang nantinya akan membuat film semakin menarik dengan guyonan khas dua komedian tersebut.

Andre merupakan rekan kerja sesama PNS, sementara Kiky Saputri sebagai penjaga minimarket yang naksir Adimas.

Film Pasutri Gaje akan mengusung tema komedi romantis. Alur ceritanya akan berkutat seputar kehidupan pengantin baru antara Adimas dan Adelia yang mendapatkan tekanan untuk segera memiliki momongan.

Sinopsis Film Pasutri Gaje

Trailer film ini dibuka dengan adegan Adimas dan Adelia yang terlihat bahagia dan bersemangat memulai kehidupan rumah tangga. Namun, kebahagiaan mereka tidak bertahan lama

Sesuai dengan kisahnya di Webtoon, film Pasutri Gaje menceritakan kisah tentang pasangan suami istri bernama Adimas dan Adelia.

Mereka berdua sama-sama bekerja sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil). Mereka merupakan pasangan yang sangat romantis dan sangat kocak.

Dalam kehidupan mereka banyak kejadian lucu akibat dari kepolosan mereka.

Setelah Adimas dan Adelia berpacaran, mereka memutuskan untuk menikah. Usai menikah mereka memutuskan untuk tinggal di rumah orang tua terlebih dahulu.

Di awal-awal pernikahan, tinggal dengan orangtua nyatanya tidak semudah dan seindah yang dibayangkan.

Dalam film ini juga banyak kejadian hingga isu-isu hubungan suami-istri, menantu-mertua, hingga kawan dan rekan kerja menghiasi film Pasutri Gaje ini.

Jadwal Tayang

Film Pasutri Gaje ini dijadwalkan akan tayang pada 7 Februari 2024.

Di film ini, Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari alias BCL kembali dipasangkan menjadi suami istri dalam film ini.

Ini merupakan reuni keduanya setelah film “Habibie Ainun” yang mereka perankan empat tahun lalu.

Berbeda dari karakter yang mereka mainkan sebelumnya, kali ini Reza Rahadian dan BCL berlakon sebagai pasutri yang baru menikah dan sedang hangat-hangatnya.

Reza berperan sebagai Adimas sementara BCL sebagai Adelia.

Berperan sebagai Adelia membuat Bunga Citra Lestari harus keluar dari karakter aslinya. BCL yang biasanya mandiri, tiba-tiba harus berakting super manja dan kemayu demi menyesuaikan dengan karakter Adelia. Seorang istri muda berusia 27 tahun.

“Memang antara Adelia dan BCL itu ujung ke ujung sih. Adelia sweet, versi gemes-gemes lucu, sementara BCL itu lebih dalam,” ungkap Bunga Citra Lestari dalam jumpa pers yang digelar di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (14/1/2024).

“Tapi ya cara Adelia menghadapi Adimas sebagai suami gemas ya, manja sekali. Berbeda ya dengan aku yang independen sekali,” katanya.

Cerita BCL dan Reza Rahardian 

Perubahan karakter itu rupanya juga disadari oleh Reza Rahadian. Memainkan karakter suami Adelia, Reza mengatakan bahwa karakter BCL di film Pasutri Gaje merupakan karakter sang penyanyi yang dulu pernah dia idamkan.

“Beda banget BCL sama Adelia. Adelia ini BCL versi yang saya inginkan dulu,” tutur Reza Rahadian.

Tidak hanya itu, menurut aktor Reza , penampilan BCL di “Pasutri Gaje” merupakan karya akting terbaik istri Tiko Arya Wardhana tersebut.

Sedangkan, bagi BCL ada sensasi berbeda karena baru kembali di dunia akting setelah dirinya 4 tahun vakum.

BCL, terakhir akting saat membintangi film My Stupid Boss di tahun 2019. Kini, ia harus berusaha membangun karakter baru dan memaksimalkan kemampuan aktingnya.

“Aku terakhir main (film) itu My Stupid Boss 2019. Ini pertama kali aku kembali menyentuh skrip lagi, reading lagi, syuting lagi, mulai bangun karakter lagi,” ucap Bunga Citra Lestari saat ditemui di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (20/6/2023).

Meski ini bukan pertama kalinya Unge bermain film, namun pada film kali ini ia merasa tertantang.

Sebab, setelah kepergian sang suami, almarhum Ashraf Sinclair, BCL berusaha menata hidupnya kembali.

Kendati demikian, BCL sangat bersyukur di film barunya kali ini ia dipasangkan dengan sahabatnya, Reza. Karena sudah kenal dekat dan tidak susah untuk membangun chemistry.

Andre Taulany Kembali Akting Setelah 21 Tahun Vakum

Aktor lainnya yang juga baru kembali main film adalah Andre Taulany. Ia kembali berakting setelah 21 tahun absen.

“Sudah 21 tahun saya tidak bermain film lagi,” kata Andre Taulany.

Andre Taulany mengaku terakhir kali berakting pada film melalui “Kiamat Sudah Dekat”. Pada film itu, dia menjadi pemeran utama.

Alasan utama Andre Taulany mau kembali ke dunia film adalah karena merasa tertantang.

Apalagi sutradara Fajar Bustomi, yang mengarahkan film “Pasutri Gaje”, menurut Andre, Fajar adalah sosok sutradara yang mengayomi dan dapat memandunya untuk berakting kembali

Sementara itu, sang sutradara Fajar Bustomi mengatakan, penggarapan film berlangsung lancar tanpa kendala.

“Alhamdulillah, tidak mengalami kesulitan saat menggarap film ini karena mereka semua pemain yang berpengalaman,” kata Fajar Bustomi.

Karena “Pasutri Gaje” diadaptasi dari webtoon atau komik daring, sehingga menjadi sesuatu yang menurut Fajar berbeda dari film-film yang dia garap sebelumnya.

“Saya lebih mengandalkan pada chemistry (ikatan emosional) dan akting dari pemainnya di film ini,” katanya.

Fakta Unik Di Balik Penggarapan Film Pasutri Gaje

Terlepas dari itu semua ada beberapa fakta menarik dalam penggarapan film ini. Diantaranya yaitu:

Menciptakan Nada Suara Usia 20 Tahunan

Dalam film Pasutri Gaje, Reza Rahadian bersama BCL memerankan pasangan suami istri yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil, yakni Adimas dan Adelia.

Dalam film ini, Reza Rahadian bersama BCL memerankan pasangan suami istri yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil, yakni Adimas dan Adelia.

BCL memerankan Adelia yang berusia 27 tahunan.

Sedangkan dalam kehidupan nyata, pelantun “Cinta Sejati” ini kini sudah berumur 40 tahun.

Jadi, sebelum melangkah ke lokasi syuting, BCL mesti mengingat lagi rasanya jatuh cinta di usia 20 tahunan dan bagaimana suaranya kala itu.

“Jadi kami harus membangun benih-benih rasa tapi umur 20 tahunan tuh kayak gimana sementara kami sudah melewati fase itu di hidup. Buat saya, karena kerja sama dengan Reza, sudah bersahabat dekat, jadi lebih banyak mengobrol dengan Fajar Bustomi,” katanya.

Bedanya dari Ujung ke Ujung

BCL menjelaskan perbedaan karakter Adelia yang jauh berbeda dengan dirinya.

Antara Adelia dengan BCL seperti dari ujung ke ujung. Adelia sweet, cute. Dia masih muda.

Usia Adelia 20 tahunan. Masih manja. Belum tahu banyak soal hidup dan mau ke mana di masa depan. Hidupnya berbunga-bunga dan penuh harapan.

“Sementara saya sangat independen,” kata BCL.

BCL Nyanyikan Soundtrack Pasutri Gaje

Dikenal sebagai diva Indonesia dan juri ajang pencarian bakat, kapasitas BCL di dunia tarik suara tak perlu diragukan lagi.

Terkait film Pasutri Gaje, ia mengkonfirmasi kabar mengenai soundtrack yang akan dinyanyikan dengan video klip yang diklaim sangat lucu.

“Ya, insyaallah saya menyanyikan soundtrack film Pasangan Gaje. Nanti akan diumumkan saat lagu dan video klipnya siap rilis,” kata BCL.

Bahas Chemistry Hanya 20 Persen

Disinggung soal membangun chemistry sebagai pasutri, BCL dan Reza Rahadian mengaku tak punya formula khusus.

Berkaca pada pengalaman syuting Habibie & Ainun, keduanya mengaku chemistry terbentuk alami saat reading dan di lokasi syuting.

“Dari semenjak kerjasama kali pertama, kami tak punya formula khusus membangun chemistry. Rasa itu sudah ada di situ,” jelas Reza Rahadian.

Diskusi chemistry dengan Fajar Bustomi pun tak banyak. “Ngomongin chemistry itu 20 persen, sisanya agama,” selorohnya.

Panggilan Khusus BCL di Lokasi Syuting

Suasana syuting Pasutri Gaje sangat kekeluargaan. Saking dekat, Fajar Bustomi punya panggilan khusus untuk BCL di lokasi syuting.

Fakta kocak ini dibeberkan Reza Rahadian dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (14/1/2024).

“Ada panggilan sayangnya buat BCL: Ayang Mbeb. Tiap pagi kalau gue sudah datang (ke lokasi syuting) dia selalu tanya: Ayang Mbeb gue mana?,” Reza Rahadian berterus terang.

Lebih Susah Main Komedi

Selesai syuting, BCL dan Reza Rahadian menyimpulkan lebih susah main komedi ketimbang drama.

Namun keduanya bersyukur, Fajar Sustomi detail mengarahkan mereka dalam penggarapan film ini.

Aktor peraih lima Piala Citra itu menyebut, Fajar sangat percaya pada performa. Dia percaya pada penampilan pemainnya dalam frame.

“Dia detail membicarakan di frame ini maunya begini. Mau dapat rasa yang seperti ini,” kata Reza.

Nah itulah sinopsis Film Pasutri Gaje yang akan tayang pada Februari nanti. Gimana sudah siap nonton??.***

Satpol PP Kota Bogor Terus Patroli Penertiban PKL di Trotoar

0

Bogordaily.net – Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor yang tergabung dalam Tim Tangkas kembali memperkuatkan patroli, kali ini dengan fokus pada penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang mangkal di trotoar setiap ruas jalan di Kota Bogor.

Tindakan ini dilakukan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Satpol PP Kota Bogor dalam menjaga ketertiban Kota.

Pedagang kaki lima yang beraktivitas di trotoar jalan telah menjadi perhatian utama Pemerintah Kota Bogor.

Tim Tangkas Satpol PP berperan sebagai garda terdepan dalam menegakkan peraturan terkait pemanfaatan trotoar dan ruang publik lainnya.

Kepala Seksi Operasional (Kasi Ops) Satpol PP Kota Bogor, Surya Dharma menjelaskan bahwa patroli ini bukan hanya tentang penindakan, tetapi juga pendekatan humanis.

“Kami berusaha memberikan pemahaman kepada pedagang mengenai regulasi yang ada dan mengarahkan mereka ke tempat yang sesuai dengan ketentuan,” ujarnya, Rabu 17 Januari 2024.

Selama patroli, Tim Tangkas Satpol PP juga berkolaborasi dengan Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Bogor untuk memastikan trotoar tetap bersih dan nyaman bagi pejalan kaki.

Upaya ini merupakan bagian dari program penataan kembali ruang publik yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bogor.

Dalam upaya menciptakan solusi jangka panjang, Satpol PP berencana melibatkan PKL dalam dialog terbuka.

“Kami ingin mendengar aspirasi mereka dan mencari solusi bersama yang dapat menciptakan keseimbangan antara kebutuhan pedagang dan kepentingan umum,” tambahnya.

Melalui patroli Satpol PP Kota Bogor  trotoar di Kota Bogor dapat kembali berfungsi sesuai dengan tujuan semula, yakni sebagai jalur aman untuk pejalan kaki dan tidak menjadi tempat PKL berjualan.***

(Ibnu Galansa)

Institut Ummul Quro Al-Islami (IUQI) Bogor Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru Kebidanan Tahun Ajaran 2024/2025

0

Bogordaily.net – Institut Ummul Quro Al-Islami (IUQI) Bogor, yang berlokasi di Jalan Moh Noh Nur No.112, Leuwimekar, Leuwiliang, Kabupaten Bogor, membuka pendaftaran mahasiswa baru untuk program kebidanan pada tahun akademik 2024/2025.

Pendaftaran Mahasiswa Baru IUQI Bogor

Dengan biaya pendaftaran sebesar Rp 7 juta, mahasiswa dapat mengejar impian menjadi bidan profesional, sambil menikmati fasilitas gedung yang diberikan secara gratis dengan diskon 100 persen.

Hal ini memberikan peluang yang sangat terjangkau bagi para calon bidan untuk mengejar pendidikan berkualitas.

Pendaftaran mahasiswa baru dibuka dalam tiga gelombang, memberikan fleksibilitas kepada para calon mahasiswa untuk memilih waktu yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Institut Ummul Quro Al-Islami (IUQI) Bogor Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru Kebidanan Tahun Ajaran 20242025_1

Gelombang pertama akan dibuka mulai Januari hingga Maret 2024, gelombang kedua dari April hingga Juni 2024, dan gelombang terakhir pada bulan Juli hingga September 2024.

Bagi yang berminat atau memiliki pertanyaan terkait pendaftaran, dapat menghubungi panitia penerimaan mahasiswa baru melalui kontak Ike Yunita (0812-9657-1851) dan Silvi (0813-1890-2989).

Jangan lewatkan kesempatan ini untuk menjadi bagian dari IUQI Bogor dan mengembangkan potensi sebagai bidan profesional.

Segera daftarkan diri Anda dan wujudkan impian Anda dalam dunia kebidanan!.

Tentang IUQI Bogor

Institut Ummul Quro Al-Islami (IUQI) Bogor adalah pendidikan tinggi terakreditasi dibawah kendali yayasan yang sama dengan Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami Bogor, yang saat ini tengah mengelola lebih dari 5.000 santri aktif dan ribuan alumni.

IUQI secara resmi berdiri pada tanggal 20 Januari 2016, berlokasi di wilayah potensial Leuwiliang Bogor, dengan motto ber-IMAN (berilmu, bermoral, beramal, serta menjunjung tinggi nasionalisme) Enam tahun berdiri, IUQI sudah memiliki +1.500 mahasiswa aktif.

Ini merupakan bukti bahwa IUQI diterima oleh masyarakat Indonesia, dan Kami membuka peluang seluas-luasnya bagi generasi muda muslim untuk melanjutkan studi di IUQI dan memulai langkah menuju kesuksesan.

Itulah informasi mengenai pendaftaran mahasiswa baru program Kebidanan Institut Unmul Quro Al-Islam (IUQI) Bogor.***

Ibnu Galansa

KemenKopUKM: Ekosistem Bisnis Kondusif Penting Agar Durian Lokal Mampu Bersaing di Pasar Global

0

Bogordaily.net – Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) terus berupaya mengembangkan ekosistem bisnis dan usaha yang kondusif di tanah air, tidak terkecuali bagi komoditas durian agar mampu bersaing di pasar global.

Deputi Bidang UKM KemenKopUKM Hanung Harimba Rachman menekankan pentingnya membentuk ekosistem bisnis yang sehat bagi produk buah dan hortikultura termasuk durian asli Indonesia.

“Pasar durian dunia sangat besar, diperkirakan hingga tahun 2025 pedagangan durian di dunia akan mencapai 30 miliar dolar Amerika Serikat (AS), sementara Indonesia baru bisa mengekspor sekitar 200.000 dolar AS,” kata Hanung saat berdiskusi dengan para pelaku usaha durian di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Rabu (17/01).

Menurut Hanung, salah satu contoh ekosistem durian yang berhasil telah ditunjukkan oleh Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (APDURIN) yang bekerja sama dengan pemerintah hingga Indonesia Trading House di China untuk mengundang investor atau buyer agar datang ke Parigi Moutong untuk berinvestasi.

“Melalui ekosistem ini, masyarakat yang biasanya tidak punya kepastian pasar untuk barangnya kini bisa menjual produknya bahkan mendapat investasi. Mereka juga bisa memperluas pabrik dan mulai berani menyediakan produk-produk yang dibutuhkan pasar dunia,” ujar Hanung.

Hanung juga mengungkapkan, saat ini bukan hanya durian utuh yang diekspor, tetapi juga model koral yang dikemas per biji dengan kuantitas 5 kilogram, serta produk yang sudah berbentuk pasta durian.

Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan visi Menteri Koperasi dan UKM dalam melanjutkan arahan Presiden agar UMKM mampu melakukan hilirisasi.

Namun, Hanung masih menemukan adanya pekerjaan rumah yang perlu dilakukan pemerintah khususnya departemen teknis dalam mengatasi berbagai persoalan pelaku usaha durian di lapangan.

“Pertama mengenai ekspor, mereka mengalami kesulitan tidak bisa langsung ekspor ke China karena ada PR yang harus kita selesaikan, yaitu protokol mengenai karantina yang harus segera dipercepat, kedua penyakit, mereka masih kesulitan dan membutuhkan izin dari lembaga terkait untuk impor obat-obatan tertentu, dan ketiga adalah kesulitan terkait pupuk,” kata Hanung.

Untuk mengatasi kesulitan pupuk, Hanung berpendapat solusi jangka panjang yang dapat dilakukan di antaranya, para petani bisa membentuk koperasi sehingga mampu membuat pabrik pupuk sendiri. “Sedangkan untuk jangka pendek, pemerintah harus memastikan agar ekosistem yang sudah terbentuk ini mendapatkan pupuk,” tutur Hanung.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Parigi Moutong Sofiana memberikan dukungan kepada pelaku UMKM di daerahnya, khususnya untuk pelaku usaha durian agar terus meningkatkan kapasitas produksi mereka.

“Belum lama ini pada 2023, kami menggelar festival durian dan ini membuat kedatangan investor semakin meningkat. Kami mendukung adanya investor masuk ke Parigi Moutong agar pelaku UMKM di sini naik kelas,” kata Sofiana.***

Pj Bupati Bogor Serahkan Bantuan Antropometri Kit dari Kemenkes RI  

0

Bogordaily.net – Pj Bupati Bogor Asmawa Tosepu serahkan hibah Antropometri Kit secara simbolis untuk posyandu yang ada di wilayah Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, pada Rabu 17 Januari 2024.

Hal tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan di tingkat Posyandu guna mendukung terciptanya derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Bogor.

Hibah Antropometri Kit ini, kata Pj Bupati Bogor, Asmawa Tosepu sebagai apresiasi dan penghargaan kepada Kader Posyandu yang senantiasa melayani masyarakat. Serta apresiasi kepada warga masyarakat dan para pelaku UMKM atas inovasi yang sudah dilahirkan melalui produk UMKM termasuk pertanian.

“Tentunya kami pemerintah dalam kapasitas ini harus memberikan dukungan baik dari sisi kebijakan maupun penganggaran, pembinaan, dan pemasaran. Termasuk bantuan Antropometri Kit yang diberikan Pemerintah Pusat atau Kementerian Kesehatan RI,” kata Asmawa Tosepu, Rabu 17 Januari 2024.

“Terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kemenkes RI yang atas dukungan pemberian fasilitas Antropometri Kit ini,” tambahnya.

Ia juga mengajak kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bogor, untuk menggunakan produk dalam negeri, produk lokal UMKM khususnya Kabupaten Bogor.

“Karena UMKM adalah sektor yang tidak pernah mati, sektor Riil yang memberi kontribusi pertumbuhan ekonomi termasuk pertumbuhan daerah. Saya pikir itu, pemerintah akan berada di pihak sektor UMKM dalam rakyat pembangunan masyarakatnya,” ujar Asmawa.

Sebagai informasi, hibah Antropometri Kit dari Kementerian Kesehatan RI sebanyak 4.662 unit untuk posyandu di Kabupaten Bogor. Sementara penyerahan untuk Kecamatan Sukaraja sebanyak 185 unit Antropometri Kit yang selanjutnya akan diserahkan kepada posyandu di wilayah Kecamatan Sukaraja.***

(Albin Pandita)

Warga Curhat ke DPR, Mulyadi: Puncak Harus Diaudit!

0

Bogordaily.net – Warga dan aktivis di Puncak Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, terus bergerak. Setelah sebelumnya memasang spanduk raksasa di kawasan perkebunan teh yang menolak aksi-aksi pengrusakan alam dan alih fungsi lahan serta mengadukan ke 13 instansi/lembaga, kini mereka curhat ke Anggota DPR RI Mulyadi.

“Kerusakan alam Puncak akibat maraknya KSO yang bar-bar dilakukan oleh PTPN VIII dengan pihak swasta di Kampung Naringgul, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua,” kata Sekretaris Aliansi Masyarakat Bogor Selatan (AMBS), Ajet Basuni, dalam bincang santai bersama Mulyadi di kawasan Gadog, Desa Pandansari, Kecamatan Ciawi, Rabu 17 Januari 2024.

Hal senada dikatakan Ustadz Baden dari Komunitas Karukunan Wargi Puncak. “Kami merasa ikut bertanggungjawab dan peduli terhadap kelestarian lingkungan. Merasakan banyak perubahan bentang alam di Puncak sehingga kuatir terjadi bencana alam. Kami tak menolak investor datang ke Puncak, mau sembilan naga atau 20 naga, tapi harus menghormati alam Puncak,” ungkapnya.

Tokoh warga Puncak lainnya, Bram Mulyana, menambahkan agar kegiatan dalam rangka meningkatkan ekonomi kerakyatan harus dilaksanakan secara arif dan bijaksana. “Selama ini masyarakat Puncak gundah. Bingung harus mengadu ke siapa. Tak ada pejabat yang mengakomodir kegelisahan warga Puncak. Alamnya sudah dirusak,” imbuhnya.

Selain mengadukan kerusakan dan alih fungsi lahan, warga Kampung Naringgul yang turut hadir juga mengadukan persoalan status kepemilikan tanah mereka kepada Mulyadi.

“Kami sangat mengharapkan legalitas kepemilikan tanah warga Kampung Naringgul. Kami sudah tinggal sebanyak delapan generasi, sebelum kemerdekaan sudah ada di Puncak, di sekitar Masjid Atta’awun. Kami tidak mau terusir. Kami sudah ngadu ke Bagian Hukum Pemprov Jabar. Dilempar ke Pemkab Bogor karena otonomi daerah. Tapi tak ada jawaban pula,” papar Windi, warga Naringgul.

Harus Diaudit

Merespons pengaduan masyarakat Puncak, Anggota Komisi V DPR RI asal Kabupaten Bogor, Mulyadi, menegaskan bahwa solusinya Puncak harus diaudit, mengingat di balik Puncak yang indah nyatanya banyak hal yang harus segera diselesaikan. Antara lain soal lalu lintas, imigran, kerusakan alam, alih fungsi lahan, status kepemilikan tanah, hingga indikasi pembiaran keluhan-keluhan warga.

“Harus ada pemeriksaan secara menyeluruh. Apakah Puncak sudah bergerak ke arah yang benar. Dari sisi regulasi, apakah ada kebijakan-kebijakan yang over lap bahkan melanggar. Kemudian dari sisi aktivitas, apakah hanya dieksploitasi saja, apakah anugerah Puncak itu sudah memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Nah, buktinya pelaku-pelaku pariwisata saja upahnya di bawah UMR. Jangan sampai Puncak sebagai anugerah itu jadi musibah. Harus dicek ulang,” bebernya.

Ditandaskan ya bahwa audit Puncak harus dilakukan terhadap seluruh sektor. “Audit alam, audit ekonomi, audit kinerja BUMN, dan seterusnya. Jadi kekisruhan selama ini (di Puncak) jangan ada pembiaran,” tandas dia.

Mulyadi menyampaikan bahwa semua aspirasi warga Puncak telah ia tampung untuk dibawa ke gedung parlemen di Senayan.

“Saya sarankan Agara segera audiensi ke DPR RI. Saya siap dampingi. Karena persoalan di Puncak ini terkait banyak komisi maka perlu dibahas lintas komisi,” sebut Mulyadi.

Menurut Mulyadi, khusus alih fungsi lahan perkebunan teh oleh PTP dan PTPN hingga ratusan hektar hingga menggerus warga asli adalah perbuatan tidak fair. “Akan kami komunikasikan dengan Komisi VI yang menangani BUMN,” imbuhnya.***

(Acep Mulyana)

2024 BPJS Kesehatan Fokus Tingkatkan Mutu Layanan dan Keaktifan Kepesertaan JKN

0

Bogordaily.net – Sudah 1 dekade BPJS Kesehatan mengelola Program JKN sejak Januari 2014, cakupan kepesertaan JKN di Kota Bogor sudah mencapai 99,9 persen yang berarti dari jumlah 1.122.722 jiwa penduduk Kota Bogor hanya tinggal 928 jiwa yang belum menjadi peserta JKN.

Capaian kepesertaan JKN tersebut bukan berarti BPJS Kesehatan sudah tidak memiliki tantangan lagi, tetapi muncul tantangan baru yaitu rendahnya keaktifan dari kepesertaan JKN.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bogor, Jenal M Sambas, SKM, MKM, AAK menyampaikan, tantangan tersebut telah melaksanakan beberapa startegi yang sudah dijalankan diantaranya adalah Pemeriksaan Kepatuhan kepada badan usaha untuk segmen pekerja penerima upah.

Hal tersebut dilakukan oleh petugas pemeriksa BPJS Kesehatan, sedangkan untuk segmen pekerja bukan penerima upah BPJS Kesehatan Cabang Bogor telah berupaya untuk meningkatkan kesadaran pembayaran iuran, melalui telekolekting baik melalui telepon langsung dan melalui WhatsApp.

“Saat ini, fokus utama BPJS Kesehatan pada tahun 2024 salah satunya adalah cakupan peserta dan peningkatan keaktifan peserta. Dari fokus tersebut dapat digambarkan bahwa secara umum bahwa kepatuhan peserta JKN terhadap pembayaran iuran masih rendah, tercermin dari keaktifan peserta JKN di Kota Bogor hanya sebesar 76 persen dari 99,9 persen penduduk yang sudah terdaftar sebagai peserta JKN,” kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bogor, Jenal M Sambas, Rabu 17 Januari 2024.

JKN

Jenal berharap, penduduk Kota Bogor dapat meningkatkan kepatuhan dalam pembayaran iuran JKN.

Karena dengan memastikan kepesertaan JKN aktif akan mempermudah penggunaan manfaat dari Program JKN pada fasilitas kesehatan.

Jenal juga menambahkan bahwa, BPJS Kesehatan juga berfokus terhadap transformasi mutu layanan untuk meningkatkan kepuasan peserta JKN melalui kemudahan akses, kecepatan dan kesetaraan layanan dari fasilitas kesehatan.

Salah satunya adalah berkoordinasi kepada dinas kesehatan dan juga fasilitas kesehatan yang bekerjasama, untuk dapat menambahkan layanan spesialistik bedah mulut.

“Kami merespon dan menindaklanjuti setiap keluhan peserta JKN yang masuk ke BPJS Kesehatan Cabang Bogor, seperti salah satunya adalah masalah antrean yang panjang untuk tindakan pada layanan spesialistik bedah mulut, kami sudah melaksanakan koordinasi kepada Dinas Kesehatan Kota Bogor dan juga fasilitas kesehatan yang sudah melayani peserta JKN, agar menambah tenaga kesehatan terkait bedah mulut, yang saat ini hanya tersedia lima dokter bedah mulut di Kota Bogor,” tandasnya.***

(Ibnu Galansa)