Monday, 18 May 2026
Home Blog Page 3301

Pencarian Korban Longsor di Empang Bogor Dilanjutkan

0

Bogordaily.net Proses pencarian korban tanah longsor di Kampung Sinarsari, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor kembali dilanjutkan hari ini, Kamis, 16 Maret 2023. Peristiwa yang terjadi Selasa, 14 Maret 2023 itu mengakibatkan 4 orang hilang dan hingga kini belum ditemukan.

Pantauan Bogordaily.net di lokasi, petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Tagana, PMI dan Basarnas melakukan proses evakuasi pencarian terhadap korban. Mereka yang belum ditemukan yakni Yuli (65), M. Yusuf (8 Bulan), Cucum (50) dan Azzam (5).

Tim yang dibantu warga menyisir sebagian area rumah yang terdampak longsoran, dan juga mengerahkan berbagai peralatan untuk melakukan pencarian terhadap korban.

Baca Juga: Daftar Korban Bencana Longsor di Empang Bogor yang Selamat dan Meninggal Dunia

“Kami lanjutkan kembali. Mudah-mudahan cuaca yang cerah bagus ini sampai sore kita dapat hasil maksimal, dan hambatan kita karena ketebalan material yang ada,” kata Kepala BPBD Kota Bogor, Teofilo Patrocinio Freitas, kepada Wartawan, Kamis 16 Maret 2023.

Ppencarian hari ini kara dia, masih dilakukan secara manual karena kondisi lokasi tidak bisa diakses oleh kendaraan besar.

Sementara itu menurut salah satu korban selamat, Iman Permana (40) saat kejadian ia tengah berada di dalam rumah dan langsung segera menyelamatkan anak dan istrinya ketika longsor menerjang rumahnya.

evakuasi korban longsor empang
Petugas gabungan melanjutkan proses pencarian korban longsor di Kampung Sinarsari, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Kamis 16 Maret 2023. (Albin/Bogordaily.net)

“Saya kena reruntuhan itu tepat di kamar saya. Posisi saya lagi di loteng, dan pas ada suara gemuruh saya lari ke bawah nyelametin anak sama istri, alhamdulillah istri sama anak selamat,” kata Iman Permana, kepada Bogordaily.net, Kamis 15 Maret 2023.

Ia mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sangat cepat dan sebelumnya ia sudah mempunyai firasat buruk akan terjadinya sebuah bencana.

“Awalnya si saya punya firasat saya mantau ke arah kali Cuma gak lama ada suara gemuruh cepet banget langsung saya nyelametin istri sama anak,” jelasnya.

Iman menambahkan, saat ini keluarga yang selamat telah mengungsi dalam posko pengungsian dengan makanan dan pakaian yang cukup.

Ia juga turut berharap anggota keluarganya yakni ibu serta keponakanya yang masih hilang agar segera ditemukan.

“Semalem diungsikan di atas, makanan baju alhamdulillah ada, sekarang Ibu saya sama keponakan belum ketemu,” ujar Iman.(Albin Pandita)

Siswa SMA Bosowa Bina Insani Raih Berbagai Prestasi Tingkat Kota hingga Nasional

0

Bogordaily.net–   Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Bosowa Bina Insani Bogor meraih prestasi dari berbagai cabang lomba baik di tingkat kota, provinsi, maupun nasional.

Dalam prestasi tersebut, para siswa SMA Bosowa Bina Insani telah mengikuti berbagai kegiatan dan juga berbagai cabang lomba, seperti taekwondo, lomba debat maupun lomba desain. Baik itu dari tingkat kota, provinsi maupun nasional.

Humas Sekolah Bosowa Bina Insani Kota Bogor, Imam mengatakan, para siswa tersebut telah meraih berbagai prestasi yang tentunya dapat membanggakan pihak sekolah.

Baca Juga: Rayakan Isro Miraj, KB-TK Bosowa Bina Insani Angkat Tema “Yuk Kita Shalat”

“Mereka adalah siswa SMA yang meraih prestasi, dan hal tersebut merupakan prestasi yang membanggakan sekolah,” kata Imam kepada Bogordaily.net, Kamis 16 Maret 2023.

Berikut nama dan raihan prestasi dari para Siswa SMA Bosowa Bina Insani:

  1. Alvin Priandi, peraih medali emas, Taekwondo Bharaduta Open Menpora Cup 2022.
  2. Dzaky Abyan, peraih medali perak, Taekwondo Bharaduta Open Menpora Cup 2022.
  3. Nabila Putri Az Zahra, anggota Paskibraka Kota Bogor 2022.
  4. Raziq Othman Ali, mewakili Jawa Barat dalam lomba debat berbahasa Indonesia tingkat nasional, serta meraih pembicara terbaik yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional, Kemendikbud tahun 2022.
  5. Alfaridzi Rona Setiana, mewakili Jawa Barat dalam lomba debat berbahasa Indonesia tingkat nasional, serta meraih pembicara terbaik yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional, Kemendikbud tahun 2022.
  6. Nayla Virny, juara 1 dalam lomba poster Fortina Art Competition.

Selain itu ada pula para lulusan SMA Bosowa Bina Insani yang melanjutkan ke kampus negeri. Di antaranya Haifa Hafizhah Purnomo jurusan gizi dan dietetika,  Poltekkes Kemenkes Bandung tahun 2022.

Selanjutnya ada nama Abimanyu Farel Nandito Handayani yang diterima di jurusan Teknik Sipil, Universitas Indonesia tahun 2022, Adelianisa Prasasti Lesmana jurusan Ekonomi Syariah, IPB University tahun 2022 serta Muhammad Rhesa Padmanegara Sadarusalam yang menjadi Taruna Akpol tahun 2022. (Albin Pandita)

Geliat Sigantang Jadi Program Unggulan CSR Indocement, Dorong Potensi Wisata di Nambo

Bogordaily.net– Geliat Sigantang menjadi program unggulan Corporate Social Responsibility (CSR) Indocement untuk mendorong potensi desa mitra perusahaan Indocement Kompleks Pabrik Citeureup.

Setiap minggunya, hampir 1.200 wisatawan lokal datang untuk mengunjungi taman wisata ‘Geliat Sigantang’ yang beralamat di Kampung Nambo, RT 014 RW 007, Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor.

Nama Sigantang terinspirasi dari kali gantang yang melintasi Kampung Nambo. Dahulu lokasi ini sendiri merupakan tempat pembuangan sampah yang menimbulkan potensi pencemaran lingkungan. Selain itu, sejak pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia, banyak masyarakat khususnya Desa Nambo yang kehilangan mata pencariannya.

“Taman wisata ini dulunya tempat pembuangan sampah. Kemudian, sejak pandemi banyak masyarakat setempat kehilangan tempat kerjaannya. Makanya, kami dorong untuk melakukan pengembangan wisata,” ungkap CSR Departement Head PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Ayi Ibrahim, Kamis 16 Maret 2023.

Oleh karenanya, CSR Indocement berusaha membantu mengembangkan dan membangun Taman Wisata Geliat Sigantang bersama dengan masyarakat setempat. Dari hasil pengembangan wisata ini, sudah ada 10 Usaha Mikro Kecil dan Menenagah (UMKM) yang berkembang dengan menjajakan berbagai makanan dan minuman kepada para pengunjung.

Geliat Sigantang atau Taman Wisata Sigantang Incocement
Taman Wisata Geliat Sigantang di Kampung Nambo, Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor. (Mutia/Bogordaily.net)

“Dibantu sama warga setempat juga akhirnya sudah ada 10 UMKM yang dikembangkan di Taman Wisata ini,” ujar Ayi kepada Bogordaily.net.

Berbagai santapan menunya juga sangat terjangkau dan Anda dapat mencicipinya sambil menikmati angin sepoi-sepoi di saung yang berjejer di taman wisata ini. Menurut pengelola Taman Wisata Sigantang, Rian menyebut, Ikan lalawak bisa jadi menu makanan rekomendasi khas dari Desa Nambo yang bisa dinikmati saat berkunjung.

“Rekomendasi makanan khas disini itu Ikan lalawak. Itu khas dari Desa Nambo,” kata Rian.

Di samping itu, Indocement juga melakukan pendampingan agar, program pengembangan wisata ini berjalan sesuai dengan rencana strategis yang telah ditetapkan.

Dengan berbagai fasilitas yang dimiliki, Taman Wisata Sigantang ini terbilang jadi tempat yang murah meriah karena, pengujung hanya perlu membayar uang tiket masuk sebesar Rp5.000 dan bisa menjelajahi kawasan seluas 4.000 meter itu.

Beragam fasilitas yang ada di tempat tersebut di antaranya saung, tempat makan, tempat karoke, kolam ikan, kolam renang anak-anak serta lapangan serbaguna yang bisa dijadikan tempat untuk family gathring atau acara lainnya.(Mutia Dheza Cantika)

Fey Asal Lampung Rebut Mahkota Primadona Pantura MNCTV

0

Bogordaily.net–  Meriah dan spektakuler itulah yang bisa digambarkan dari Grand Final Primadona Pantura MNCTV tadi malam, Kamis, 15 Maret 2023. Aksi-aksi panggung yang memukau dan juga banyaknya kolaborasi antar peserta dan bintang tamu membuat Grand Final Primadona Pantura sayang untuk ditinggalkan. Fey asal Lampung, berhasil menyabet gelar juara dalam Primadona Pantura.

Dibuka dengan kolaborasi seru dan juga spektakulaer dipersembahkan dari Farel dengan Fey dengan lagu “Iwak Peyek”. Tak hanya itu, penampilan Farel dengan Kiky “Infone Mase”, lalu Farel dengan Almera dengan lagu “Ikan dalam Kolam” kolaborasi mereka juga disebut dengan kolaborasi antar generasi.

Lalu penampilan dari Pasheman dan Radja juga tak kalah seru. Kolaborasi antargenre pun tak terelakkan antara Radja dengan para finalis Primadona Pantura.

Masuk pada babak penentuan, siapa yang akan merebut mahkota Primadona Pantura untuk pertama kalinya. Dari ketiga peserta akhirnya Fey dari lampung yang keluar menjadi juara pertama, disusul Kiki (Pati) Juara kedua dan Almera (Mojokerto) Juara ketiga.

Erie Suzan mengaku senang bisa menjadi bagian malm grand final Primadona Pantura, Ia juga mengaku gembira karena melihat perkembangan dari ketiga kontestan ini luar biasa. Secara dulu Erie Suzan dan Fitri Carlina pernah menjadi juri audisi di Primadona Pantura kemarin. Bahkan Fitri Carlina juga bingung harus menjagokan salah satu dari ketiga peserta ini, menurut Fitri Carlina mereka sudah cocok disebut trio Primadona Pantura.

Tidak luput, Iis Dahlia selaku dewan juri memberi wejangan untuk ketiga peserta untuk selalu mempraktikan apa yang telah mereka dapatkan selama mengikuti Primadona Pantura karena di luar sana persaingan akan semakin ketat.

“Iya pokoknya ilmu yang didapat dari Primadona Pantura harus dipakai ketika sudah menjadi artis di luar karena kayak perfom kualitas harus lebih bagus dari sekarang karena kalian bersaing dengan banyak banget penyanyi yang bagus bagus” ujar Iis Dahlia.

“Perasaanku campur-campur dan ga menyangka juga ternyata bisa juara. Karena kemarin-kemarin aku selalu berada di posisi terendah. Jadi bersyukur banget bisa menjadi juara dan ini aku persembahkan untuk putri-putriku di rumah yang selalu menunggu aku untuk pulang” ungkap Fey.

Saksikan terus program-program MNCTV dengan kualitas gambar bersih dan suara jernih di kanal digital MNCTV, Palembang 35 UHF, Banjarmasin 47 UHF, Denpasar 42 UHF, Jakarta 28 UHF, Bandung 41 UHF, Surabaya 41 UHF, Yogyakarta 41 UHF, Surakarta 41 UHF, Semarang 45 UHF. Scan ulang sesuai dengan kanal masing-masing kotamu, serta gunakan Set Top Box yang terverifikasi.

Follow akun TikTok dan Instagram @officialmnctv untuk mendapatkan update terbaru dan konten – konten yang menarik seputar program-program MNCTV. Seluruh program-program MNCTV bisa disaksikan di aplikasi RCTI+ atau di www.rctiplus.com.***

Rizal Ramli Didukung Warga Bantaran Kali Ciliwung Bidara Cina Jadi Capres 2024

0

Bogordaily.net–  Rizal Ramli mendapat dukungan untuk menjadi calon presiden atau capres 2024 mendatang. Salah satu dukungan datang dari sekelompok orang yang menamakan diri sebagai Paguyuban Warga Bantaran Kali Ciliwung, Kampung Lengkong, Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

Dukungan diberikan kepada Rizal Ramli, sosok tokoh nasional yang juga ekonom senior pada Kamis, 15 Maret 2023.

Perwakilan Paguyuban Warga Bantaran Kali Ciliwung Bidara Cina Santoso mengatakan dukungan tersebut dilakukan untuk mendorong partai politik atau parpol agar dapat melihat realitas pilihan warga terkait calon presiden yang akan dipilih pada Pilpres 2024 mendatang.

Menurut Santoso sebagaimana dikutip dari Pikiranmerdeka.com, bahwa dalam konteks demokrasi Parpol harus mendukung civil society agar tumbuh sehat dan kuat, sehingga warga dapat melihat dengan benar calon pemimpin yang pro rakyat yang bukan berdasarkan pada populisme semata.

Parpol kata dia diharapkan mampu menghadirkan capres alternatif yang memiliki fakta prestasi serta rekam jejak yang jelas, bukan capres populis, yang hanya polesan pencitraan media dengan kepalsuan prestaso dan janji.

Oleh karena itu Santoso bersama warga melihat rekam jejak serta konsistensi Rizal Ramli atau RR yang telah buktikan keberpihakannya kepada rakyat. Baik ketika ia berada di dalam pemerintahan maupun di luar pemerintah.

“Saya yakin bahwa dengan mengusung calon pemimpin yang tepat, teruji dan komit seperti RR akan banyak menuai simpatik dan dukungan luas,” ujarnya.

Santoso juga menilai Rizal Ramli bukan khayalan tetapi menjadi bukti sosok yang nyata, rekam jejaknya dalam mengatasi ekonomi nasional dalam keterpurukan serta keberpihakannya kepada masyarakat telah terbukti dan teruji.

Menurut Santoso yang juga mantan Aktivis Pergerakan era tahun 80an, dukungan kepada Rizal Ramli untuk menjadi capres pada pemilu 2024 akan terus digelorakan hingga ke berbagai pelosok. (Gibran/***)

Jelang Ramadhan, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor Gelar Gerakan Pangan Murah di Gunung Putri

Bogordaily.net – Menjelang bulan suci Ramadhan, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor menggelar gerakan pangan murah di Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor untuk membantu perekonomian masyarakat setempat.

“Gerakan pangan murah ini dalam rangka menjelang bulan ramadhan untuk masyarakat Kecamatan Gunung Putri,” ucap Sub Koordinator cadangan pangangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, Mira Dewi, Kamis 16 Maret 2023.

Dalam kegiatannya itu, ratusan ibu-ibu nampak berkerumun di tengah halaman Kantor Kecamatan Gunung Putri untuk mendapatkan sembako murah. Berbagai komoditi pangan yang disediakan diantaranya yakni, beras jenis medium, minyak goreng, daging ayam, daging sapi, cabai, bawang merah dan telur ayam.

“Kita menyediakan beberapa bahan pokok, ada beras SPHP sekitar 5 ton, terus ada daging sapi 50 kilogram, cabai 20 kilogram, bawang merah 50 kilogram, dan ada minyak 720 liter,” tandas Mira Dewi.

Lebih lanjut, kata Mira, DKP sudah melancarkan kegiatan pangan murah ini selama sembilan kali di titik lokasi yang berbeda. Selain itu, pihaknya mengaku menjelang lebaran nanti juga akan diberlakuakan hal yang sama dengan menyasar lokasi yang berbeda.

“Kami menggelar gerakan pangan murah ini, menjelang bulan puasa sudah sebanyak 9 kali, dan menjelang lebaran nanti akan ada lagi sebanyak 8 kali di beda lokasi,” pungkas Mira.

Disamping itu, ia menyebut, selisih harga pasaran dengan yang dijual-belikan DKP Kabupaten Bogor melalui gerakan pangan murah ini cukup lumayan jauh harga perbandingannya.

“Selisih harga pasaran dengan yang dijual disini memang berbeda. Misalnya beras 1 kilogramnya Rp. 9.000 jadi satu karung 5 kilogram Rp. 45.000. Selisihnya sekitar Rp. 2.000 sampai Rp. 3.000 dari harga pasar, demikian juga yang lainnya,” jelasnya kepada wartawan.

Sementara itu, warga mengaku senang dengan adanya gerakan pangan murah di Kecamatan Gunung Putri ini karena, dapat membantu mereka dalam pengeluaran kebutuhan pangan sehari-hari.

“Alhamdulillah, kami sangat senang dan terbantu dengan adanya penjualan harga yang murah ini,” ucap Warga Desa Wanaherang, Heni.(adv)

Mutia Dheza Cantika

Musisi Legendaris Nomo Koeswoyo Meninggal Dunia di Usia 85 Tahun, Ini Profilnya

0

Bogordaily.net  Dunia musik Tanah Air kehilangan sosok musisi legendaris Nomo Koeswoyo. Eks personel grup Koes Bersaudara itu meninggal dunia pada Rabu, 15 Maret 2023. Berikut ini profil Nomo Koeswoyo yang dirangkum dari berbagai sumber.

Nomo Koeswoyo meninggal dunia di Rumah Sakit Harapan Kota Magelang, Rabu, 15 Maret 2023 pukul 19.30 WIB. Jenazahnya kemudian dibawa ke Jakarta untuk dimakamkan hari ini di TPU Jeruk Purut, Kamis, 16 Maret 2023.

Melansir dari laman Wikipedia, Koesnomo bin Koeswoyo atau Nomo Koeswoyo lahir di Tuban, Jawa Timur pada 21 Januari 1938. Ia adalah salah satu musikus Indonesia dari grup Koes Bersaudara yang beranggotakan kakak beradik keluarga Koeswoyo. Pada grup tersebut ia berposisi sebagai drummer.

Nomo Koeswoyo merupakan anak kelima dari sembilan bersaudara pasangan Raden Koeswoyo (1909–2000) dan Rr. Atmini (1912–1969). Ia memiliki saudara kandung yakni Tonny Koeswoyo (1936–1987) dan Yon Koeswoyo (1940–2018) serta Yok Koeswoyo (lahir 1943).

Baca Juga: Kisah Cinta Nani Wijaya dan Sosok Suami yang Dipisahkan Maut

Dari silsilah keluarga, mereka termasuk dalam generasi ke-7 keturunan atau trah Sunan Muria di Tuban. Ibu mereka adalah keponakan dari Bupati Tuban pada zaman penjajahan Belanda saat itu.

Semasa kecil ia menghabiskan waktunya di Tuban, Jawa Timur lalu tahun 1952 pindah ke Jakarta mengikuti mutasi sang ayah berkarier hingga pensiun sebagai pegawai negeri di Kementerian Dalam Negeri.

Bersama saudara kandungnya Nomo Koeswoyo membentuk grup musik. Mereka mulai berkarier sejak tahun 1958 dengan nama Kus Brothers yang beranggotakan kakak beradik keluarga Koeswoyo yakni Jon Koeswoyo (bass), Tonny Koeswoyo (gitar), Nomo Koeswoyo (drum), Yon Koeswoyo (vokal) dan Yok Koeswoyo (vokal)  Lalu seorang dari luar keluarga Koeswoyo bernama Jan Mintaraga sebagai gitaris dan Tommy Darmo.

Seiring perjalanannya, nama Kus Brothers berubah setelah Jan Mintaraga dan Tommy Darmo mengundurkan diri pada tahun 1963.

Kemudian pada tahun 1964 kakak tertua mereka Jon Koeswoyo juga mengundurkan diri dan sehingga menyisakan 4 personel yang dipimpin oleh Tonny Koeswoyo. Grup ini kemudian kembali mengganti namanya menjadi Koes Bersaudara. Mereka sempat meraih kesuksesan dalam beberapa album rekaman.

Dalam kehidupan pribadinya, Nomo menikah dengan seorang wanita berbeda agama bernama Francise Loen, teman sekelasnya di SMA di Jakarta. Sang istri meninggal dunia di Jakarta pada 18 Desember 2002 atau empat bulan setelah memutuskan menjadi seorang mualaf.

Dari pernikahannya tersebut, Nomo dan Francise Loen dikaruniai tiga anak yakni Chica Koeswoyo (Mirza Riandiani), Hellen Koeswoyo (Hellen Atmisuri), dan Reza Wicaksono Koeswoyo. Chica Koeswoyo lalu mengikuti jejak sang ayah di dunia seni musik dan seni peran. Belakangan Chica juga terjun ke dunia politik.

Selain berkarier di bidang musik, Nomo juga merupakan pengusaha dan produser. Ia memilih menghabiskan masa tuanya di rumahnya Kota Magelang, Jawa Tengah. Hingga akhirnya Nomo wafat di usianya ke-85 tahun. Selamat jalan sang musisi legendaris.***

Kisah Cinta Nani Wijaya dan Sosok Suami yang Dipisahkan Maut

0

Bogordaily.net Kisah cinta Nani Wijaya turut menjadi perhatian seiring dengan kepergian sang aktris senior. Semasa hidupnya, Nani Wijaya menikah dua kali dan ditinggal meninggal dunia oleh suami tercintanya. Berikut ulasan tentang kisah cinta Nani Wijaya yang dipisahkan oleh maut dengan sang suami yang dirangkum dari berbagai sumber.

Dalam kisah cintanya, Nani Wijaya menikah dengan Misbach Yusa Biran pada tahun 1969. Keduanya sama-sama terjun di dunia entertaiment kala itu.

Nani Wijaya dan Misbach dikaruniai enam orang anak termasuk aktris Sukma Ayu (almarhumah) dan Cahya Kamila.

Misbach Yusa Biran dikenal sebagai sutradara film, penulis skenario film, drama, cerpen, kolumnis, sastrawan, serta pelopor dokumentasi film Indonesia.

Misbach menyutradarai sandiwara saat masih duduk di bangku sekolah pada awal tahun 1950-an. Ia juga menulis resensi film dan karya sastra. Setelah lulus sekolah ia memilih film sebagai jalan hidupnya.

Dari laman Wikipedia tercatat, tahun 1954-1956, Misbach bekerja di Perusahaan Film Nasional Indonesia (Perfini) pimpinan Usmar Ismail, berawal sebagai pencatat skrip, kemudian menjadi asisten sutradara dan anggota Sidang Pengarang.

Ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Pusat Perfilman H. Usmar Ismail Jakarta, anggota Dewan Film Nasional, dan Ketua Umum Karyawan Film dan Televisi (1987-1991).

Baca Juga: Profil dan Biodata Nani Wijaya, Aktris Senior yang Wafat di Usia 78 Tahun

Selama 1957-1960, ia membuat film pendek dan dokumenter, dan menyutradarai beberapa film layar lebar pada kurun waktu 1960-1972. Salah satunya berjudul Dibalik Tjahaja Gemerlapan (1967) yang menerima penghargaan untuk sutradara terbaik dalam ajang “Pekan Apresiasi Film Nasional”.

Ia juga mendapat penghargaan skenario terbaik, untuk film Menjusuri Djedjak Berdarah di ajang yang sama. Film lainnya yang ia tulis skenarionya adalah Ayahku (1987). Film yang penyutradaraannya ditangani Agus Elias ini dinominasikan sebagai film dengan skenario terbaik dalam ajang “Festival Film Indonesia”.

Kontribusi Misbach yang terbesar untuk perfilman nasional adalah dengan berdirinya Sinematek Indonesia pada tahun 1975. Lembaga tersebut mendokumentasikan film nasional secara independen. Misbach memimpin Sinematek Indonesia hingga tahun 2001.

Tak hanya di dunia film, Misbach juga menulis buku dan sempat aktif di dunia jurnalistik dan pernah menjadi pemimpin redaksi.

Misbach Yusa Biran meninggal dunia pada 2012 di usianya ke 78 tahun. Selepas kepergian sang suami, Nani Wijaya kemudian menikah dengan Ajip Rosidi lima tahun kemudian atau pada 2017. Pada tahun 2020, Ajip Rosidi meninggal dunia.

Ajip Rosidi merupakan sastrawan, penulis, budayawan, dosen, pendiri, dan redaktur beberapa penerbit, pendiri serta ketua Yayasan Kebudayaan Rancage. Ia lahir di Jatiwangi, Majalengka pada 31 Januari 1938. Ajip telah menghasilkan banyak karya di antarannya cerpen, puisi, dan cerita anak.

Ajip juga telah meraih sejumlah penghargaan di antaranya Hadiah Sastra Nasional 1955–1956 untuk puisi (diberikan tahun 1957) dan 1957–1958 untuk prosa (diberikan tahun 1960). Kemudian Hadiah Seni dari Pemerintah RI 1993.

Pada tahun 1999 ia juga meraih Kun Santo Zui Ho Sho atau Bintang Jasa Khazanah Suci, Sinar Emas dengan Selempang Leher” dari pemerintah Jepang sebagai penghargaan atas jasa-jasanya yang dinilai sangat bermanfaat bagi hubungan Indonesia-Jepang.

Ada pula pengharaan Anugerah Hamengku Buwono IX 2008 untuk berbagai sumbangan positifnya bagi masyarakat Indonesia di bidang sastra dan budaya.

Ajip Rosidi menikah dengan Nani Wijaya setelah setelah sang aktris mengunjungi perpustakaan yang didirikan olehnya. Ajip juga dikenal sebagai sahabat dari suami Nani Wijaya terdahulu yakni Misbach Yusa Biran.

Keduanya kemudian menikah pada 2017. Namun tiga tahun setelah menikah, Ajip Rosidi meninggalkan Nani Wijaya untuk selama-lamanya. Kini tiga tahun setelah kepergian Ajip, Nani Wijaya meninggal dunia.***

Polresta Bogor Kota Beri Trauma Healing ke Korban Longsor Empang

0

Bogordaily.net  Polresta Bogor Kota memberikan terapi trauma healing kepada anak-anak pasca bencana tanah longsor di RT 07 RW 04 Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Hal itu dilakukan untuk menghibur anak-anak agar kembali ceria, tertawa dan bernyanyi di posko pengungsian.

“Mereka kami ajak bermain dan bernyanyi bersama anak-anak korban bencana alam agar sedikit melupakan bencana yang tengah terjadi,” kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Bismo Teguh Prakoso, Kamis 16 Maret 2023.

Tak hanya terapi trauma healing, Polresta Bogor Kota juga memberikan pemeriksaan kesehatan kepada korban bencana tanah longsor yang berada di pengungsian oleh Sie Dokkes Polresta Bogor Kota untuk memastikan kesehatan para pengungsi di SMPN 9 Bogor Kota.

“Kami juga memberikan bingkisan hadiah hiburan snack kepada anak korban bencana tanah longsor di lokasi pengungsian. Alhamdulillah, anak-anak korban longsor menjadi terhibur serta menghilangkan trauma kejadian bencana longsor yang menimpa tempat tinggal mereka,” katanya.

Sementara itu jumlah data korban di posko pengungsian korban bencana longsor sebanyak 19 kartu keluarga (KK) dengan jumlah 81 jiwa.

Baca Juga: Sempat Terhenti, Perjalanan KA Pangrango Kembali Beroperasi

Di antaranya dewasa laki-laki 34 orang, perempuan  25 orang, balita 10 orang, anak di bangku SD 9 orang, SMP 1 orang, SMA 2 orang.

Sebelumnya, Kapolresta Bogor Kota Kombes Bismo Teguh Prakoso meninjau lokasi longsor di Kampung Baru Kelurahan Empang Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor, Rabu 15 Maret 2023.

Longsor yang terjadi pada jam 23.00 WIB akibat curah hujan yang sangat deras dan pada saat hujan mulai reda tanah yang tepat di bawah jalur rel kereta api longsor menimpa rumah yang ada di bawahnya.

Trauma Healing Polresta Bogor Kota di lokasi longsor Empang

“Longsor ini menimpa 5 rumah yang berada di area pengairan yang seharusnya sudah dikosongkan karena memang rawan longsor,” ujar Kombes Bismo.

Dalam peristiwa longsor tersebut,  17 jiwa yang menjadi korban longsor yang di antaranya 11 orang korban luka (selamat), 2 orang meninggal dunia dan 4 orang masih dalam pencarian.

Bismo menambahkan, saat ini tim dari Polresta Bogor Kota, BPBD, Tagana, Damkar, dan tim medis dari RS PMI telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi para korban.

“Sampai saat ini masih dilakukan evakuasi di lokasi dan para korban yang selamat ditempatkan di posko pengungsian, untuk yang luka dan meninggal dibawa ke RS PMI Kota Bogor,” tutupnya.(Ibnu Galansa)

Perumda Pasar Tohaga Resmi Buka Pasar Rakyat Parung Panjang

Bogordaily.net – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Tohaga resmi membuka pasar rakyat Parung Panjang dengan 766 kios dan 1.260 tempat berdagang. Luas bangunan pasar yang menjalani proses revitalisasi mencapai 16.000 M² serta luas bangunan sebesar 17.300 M² yang berada di ujung barat.

Dalam peresmian itu, Direktur Utama Perumda Pasar Tohaga, Haris Setiawan turut mengucapkan rasa syukurnya dan terimakasih kepada pihak-pihak yang sudah terlibat dalam proses revitalisasi pasar rakyat itu.

“Genap setahun proses revitalisasi pasar ini menjadi sejarah bahwa kini pasar yang representatif bisa dinikmati masyarakat sekitar,” kata Haris Setiawan.

Pasar yang representatif kini sudah bisa dinikmati masyarakat Parung Panjang dan sekitarnya. Revitalisasi itu, kata dia, telah mengubah pasar rakyat Parung Panjang yang dahulu kumuh menjadi lebih tertata rapi dan nyaman.

Pasar Rakyat Parung Panjang
Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Tohaga resmi membuka pasar rakyat Parung Panjang. (Istimewa/Bogordaily.net)

“Dengan sistem zonasi yang lebih jelas, pasar ini lebih memudahkan pengunjung untuk berbelanja di pasar dengan sensasi modernisasi,” ungkap Haris.

Lebih lanjut, Haris mangajak seluruh pihak untuk bersama menjaga dan merawat lingkungan pasar agar, tetap bersih dan indah saat dikunjungi.

“Pasar merupakan indikator baiknya roda perekonomian suatu daerah. Jadi, mari kita tetap berbelanja di Pasar Rakyat,” papar dia.

Hadir pula dalam peresmian tersebut, Staf ahli Menteri Bidang Hubungan antar Lembaga Kementerian Koperasi dan UKM, Luhur Pradjarto. Kemudian, Deputi Bidang Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM, Ahmad Zabadi, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara.

Selanjutnya Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Halim Yohanes, Kepala SKPD dan para direktur BUMD Kabupaten Bogor serta Muspika setempat.

Sementara itu, warga setempat Esih (39) mengaku, senang dan puas dengan bangunan baru Pasar Rakyat Parung Panjang. Sebab, kata Esih, revitalisasi itu terasa lebih nyaman.

“Perasaan saya senang sekali melihat pasar Parung Panjang lebih tertata dan tidak becek lagi,” tandasnya memberikan komentar.

(Mutia Dheza Cantik)