Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 6549

PDAM Magetan Pelajari Sistem Layanan Pelanggan Tirta Pakuan Kota Bogor

0

Bogordaily.net – Anggota DPRD Kab Magetan, Dewan Pengawas dan direksi PDAM Lawu Tirta Kabupaten Magetan (Jawa Timur) mengunjungi Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Kamis siang 18 November 2021.

Diketahu kunjungan kerja (Kunker) ini untuk berbagi informasi terkait pelayanan air bersih di kedua kota. Adapun beberapa poin yang dibahas antara lain:

1. Aplikasi program pengaduan pelanggan yang dikembangkan Tirta Pakuan

2. Aplikasi buka tutup pelanggan

3. Command Center yang diterapkan di Tirta Pakuan

4. Serta program-program unggulan yang sudah berjalan tentang pendekatan pelanggan melalui digital yang paling mudah, efektif dan efisien

Tirta Pakuan mengembangkan aplikasi Simotip atau Sistem Informasi Mobile Tirta Pakuan untuk memudahkan pelanggan mengakses layanan air bersih.

PDAM Magetan juga akan mengadopsi sejumlah poin yang diterapkan Tirta Pakuan.

Hadir dalam pertemuan ini Sekretaris Perusahaan Tirta Pakuan Teguh Setiadi, Manager Humas dan Pelayanan Pelanggan Sonny Hendarwan, Manager Perlengkapan Deni Rahmat, Asisten Manager Humas Dewi Puspitasari, Asisten Hubungan Langganan Dince Kurniawati, dan Asisten Pengembangan IT Joko Hardianto.***

Kai EXO Umumkan Konser Solo Pertamanya “Beyond LIVE #Cinema-KAI:KLoor”

0

Bogordaily.net – Kai EXO akan menggelar konser solo pertamanya yakni “Beyond LIVE #Cinema-KAI:KLoor” dan akan disiarkan langsung ke seluruh dunia melalui saluran Beyond LIVE Naver V LIVE pada pukul 3 sore tanggal 12 Desember.

Secara khusus, pertunjukan ini adalah konser solo pertama Kai, dan penggemar dapat bertemu dengan musik dan penampilan uniknya, serta berbagai gaya dan video konseptual sekaligus.

konser solo

Selain itu, tiket “Beyond LIVE #Cinema-KAI:KLoor” dapat dibeli di Naver V LIVE mulai pukul 15.00 pada tanggal 1 Desember.

Kemudian ada juga paket yang terdiri dari tiket dan produk MD juga dijual di situs web SMTOWN & STORE. Sementara itu, Kai akan merilis mini album keduanya “Peaches” pada 30 November mendatang.***

Berburu Foto Selfie, Wisatawan Puncak Panjat Tebing Penahan Longsor

0

Bogordaily.net – Kawasan Puncak Bogor memang selalu mempesona sebagai tempat berlibur bagi  wisatawan. Pemandangannya bisa memanjakan mata, udara sejuk kawasan Puncak memiliki daya pikat luar biasa bagi wisatawan.

Namun para wisatawan baik lokal maupun dari wilayah luar Bogor,  kadang ceroboh tidak memperdulikan keselamatan mereka sendiri, saat mengisi waktu liburannya di Puncak. Tidak sedikit aksi mereka bisa mengancam keselamatannya sendiri.

Pantauan Bogordaily di lokasi, banyak wisatawan seolah tidak perduli dengan keselamatannya. Mereka nekat memanjat tembok tebingan penahan longsor setinggi kira-kira 4 meter yang berada di Puncak Pass, KM 87-88,  Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Senin 22 November 2021.

Kontur bangunan beton tiga tingkat dalam kondisi berlumut akan licin, sangat berbahaya jika dipanjat, para wisataawan berusaha mencapai lokasi paling tinggi untuk berswafoto. Dikhawatirkan para wisatawan tergelincir saat menaiki tembok tersebut.

Ditambah lalu-lalang kendaraan yang melintas dalam kecepatan laju kencang dapat mengundang maut.

tembok penahan longsor

Di lokasi tidak tampak banner yang berisi himbauan atau larangan kepada wisatawan agar tidak menaiki tembok. Tidak ada himbauan atau larangan memanjat tebing, membuat para wisatawan  bebas berswafoto.

Bahkan salah seorang warga Kabupaten Bogor bernama Azi (22) yang sedang menikmati liburannya di lokasi tersebut mengurungkan niatnya untuk berfoto-foto diatas tembok penahan longsor.

“Licin juga mas kalau naik ke atas soalnya berlumut temboknya takut kepeleset,” katanya kepada Bogordaily.net Senin 22 November 2021.

Ia pun berpesan agar saat berwisata atau berlibur lebih memperhatikan keselamatan dibandingkan kesenangan.

“Liburan boleh aja kan mas tidak ada yang melarang, tapi keselamatan tetap yang utama,”pungkasnya. (Irfan Ramadhan)

Mulai Mewabah di Kabupaten Bogor, 1.025 Warga Terserang DBD

0

Bogordaily.net – Pada musim penghujan kasus Demam Berdarah Dengue atau DBD mulai mewabah di Kabupaten Bogor. Bahkan penyakit tersebut sudah merengkut dua nyawa warga Kecamatan Nanggung.

“Jadi daerah kita itu endemik DBD, kalau endemik itu kan memang setiap tahun pasti ada DBD. Kami mengajak masyarakat untuk tetap menerapkan pola hidup bersih juga sehat,” ungkap Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, Agus Fauzi, Senin 22 November 2021.

Pada musim penghujan seperti sekarang ini, menurutnya potensi DBD semakin tinggi, sehingga warga harga meningkatkan kewaspadaannya.

Dia mengungkapkan, Dinkes Kabupaten Bogor mencatat sebanyak 1.025 kasus DBD terjadi sepanjang tahun 2021 atau sampai 17 November 2021. Angka tersebut lebih sedikit dibanding dengan kasus ditahun sebelumnya pada periode yang sama sebanyak 1.296 kasus.

“Kami sudah melakukan upaya promotif dan preventif kepada masyarakat. Dengan mengedukasi dan sosialisasi akan pentingnya menjaga lingkungan yang bersih dan sehat dengan menggerakkan tenaga di puskesmas,” ungkapnya.

Dia mengungkapkan, jika menemukan kasus tersebut, pihaknya langsung bergerak menuju lokasi kejadian melalui tenaga kesehatan di puskesmas.

“Puskesmas melakukan penyuluhan kepada masyarakat. Pentingnya 3M, menjaga lingkungan yang bersih. Itu harus dilakukan,” tuturnya.

Lebih jauh dia menjelaskan jika sudah ada kasus, pertama pihaknya penyelidikan epidemiologi dengan mendatangi lokasi dimana DBD itu terjangkit.

“Setelah itu Kami lakukan pemeriksaan jentik. Kalau positif, dilakukan penyemprotan atau fogging biasanya 100-200 meter dari lokasi pasien yang terjangkit,” pungkasnya.***

Kembali Cetak Sejarah, BTS Raih 3 Penghargaan Termasuk AOTY di 2021 AMAs!

0

Bogordaily.net – BTS menghadiri acara penghargaan bergengsi American Music Awards (AMAs) tahun 2021. BTS dan Coldplay pun menampilkan single kolaborasi mereka yang baru saja dirilis “My Universe”.

BTS telah mengantongi tiga penghargaan, penghargaan “Grup Pop/Duo Favorit” untuk tahun ketiga berturut-turut, “Lagu Pop Favorit” dengan single berbahasa Inggris kedua grup ‘Butter,” dan penghargaan “Artis of the Year” pertama mereka.

Dengan ini BTS adalah artis Asia pertama dan satu-satunya yang memenangkan penghargaan “Artist of the Year” di American Music Awards. Para anggota menunjukkan rasa terima kasih dalam pidato mereka, terutama untuk ARMY.***

Yandri Susanto Minta ASN Penerima Bansos Harus Ditindaklanjuti

0

Bogordaily.net – Kementerian Sosial (Kemensos) mengungkap data puluhan ribu Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi penerima bantuan sosial (bansos).

Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto menegaskan, masalah ASN yang menerima bansos dari Kemensos tersebut harus segera ditindaklanjuti. Di sisi lain, Yandri mengingatkan agar Kemensos segera memperbaiki data penerima bansos yang dikelolanya.

“Apa yang disampaikan Bu Risma (Menteri Sosial) itu harus segera ditindaklanjuti dan pihak Kemensos harus segera memperbaiki data yang sudah ada, dengan mengeluarkan orang-orang yang tidak pantas menerima bansos,” kata Yandri kepada awak media, Senin 22 November 2021.

Yandri mengatakan Kemensos dapat bekerja sama dengan lembaga-lembaga terkait, di antaranya Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Bikrokrasi (PAN-RB), Kementerian Dalam Negeri, Badan Kepegawaian Negara (BKN), hingga kepala daerah untuk menangani permasalahan tersebut.

“ASN tuh kan ada dua sekarang, pegawai pusat sama daerah. Nah, kalau pusat mungkin cukup melalui MenPAN-RB sama BKN. Tapi yang pegawai daerah itu perlu kerja sama dengan gubernur, bupati, dan wali kota,” pungkas politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini sembari menilai langkah efektif dapat dilakukan melalui Kemendagri.

Yandri menyebut Mendagri bisa membuat surat terhadap ASN atau PNS yang menerima bansos untuk melapor.

“Paling efektif tentu minta peran langsung dari Mendagri untuk membuat surat edaran atau surat imbauan atau pengumuman atau surat perintah, ya terserah. Intinya ini harus segera atasi ASN di mana pun, apakah ASN pegawai pusat maupun ASN pegawai daerah, dengan sadar diri melapor,” sebut Yandri.

Legislator daerah pemilihan (dapil) Banten II itu menyebut perlu adanya pengumuman terbuka terhadap para ASN untuk segera melapor agar dikeluarkan dari data penerima bansos. Bila tidak melapor, Yandri menilai, ASN dapat diberi sanksi.

“Mengumumkan secara terbuka bagi ASN yang masih menerima bansos untuk segera melapor dan dikeluarkan dari data penerima bansos. Apabila ASN tersebut tidak melakukan yang sudah diputuskan oleh MenPAN-RB, Kemensos dan BKN ya tentu mungkin ada sanksinya,” terang Yandri.***

Kini Kawasan Cadas Pangeran Tempat Yana Hilang Mulai Diburu Wisatawan

0

Bogordaily.net – Ada fakta menarik pasca Yana Supriyatna hilang di daerah Cadas Pangeran Sumedang. Kini nama daerah yang terkenal dengan mitos dan misteri itu jadi naik daun dan mulai diburu wisatawan.

Buktinya ketimbang fakta penemuan Yana yang ajaib, warganet malah penasaran mencari tahu perihal lokasi hilangnya Yana di Cadas Pangeran, Sumedang. Dipercaya, daerah itu memang sarat kisah mistis.

Dilansir dari situs resmi Pemprov Jabar, Senin 22 November 2021, Cadas Pangeran merupakan sebuah jalan yang dibangun tahun 1809 pada masa penjajahan Belanda. Lokasinya berada sekitar 7 km barat daya dari Kabupaten Sumedang.

Di kalangan masyarakat sendiri, jalan yang menghubungkan Bandung, Sumedang, Majalaengka dan Cirebon itu memang cukup berbahaya dan angker.

Cadas Pangeran dipandang berbahaya lantaran memiliki tikungan berkelok tajam, juga sejumlah tanjakan dan turunan curam. Salah satu sisinya berhadapan dengan jurang menganga yang di bawahnya terhampar hutan lumayan lebat.

Perihal keangkeran Jalan Cadas Pangeran bisa dilacak sejak awal pembangunannya yang sulit dan menelan banyak korban jiwa. Sekitar lima ribuan pekerja kehilangan nyawa akibat bekerja rodi mengikis perbukitan berlereng curam nan terjal serta memangkas material batu cadas nan keras hanya dengan peralatan dan kemampuan serba terbatas, perbekalan tidak sepadan, terjatuh dari atas tebing, dijangkiti penyakit, hingga dimangsa binatang buas di tengah hutan belantara.

Di area sekitar Cadas Pangeran terdapat beberapa makam dengan batu nisan tanpa nama. Makam-makam tersebut diyakini warga setempat merupakan tempat peristirahatan terakhir para pekerja paksa atau rodi pada masa Gubernur Jenderal Hindia Belanda Herman Willem Daendels yang memerintahkan pembangunan jalan raya pos Anyer-Panarukan tahun 1808.

Bukan hanya makam para pekerja paksa, masih di sekitar kawasan Cadas Pangeran terdapat batu yang juga diyakini masyarakat setempat sebagai petilasan Pangeran Kornel atau Pangeran Kusumadinata IX, Bupati Sumedang yang menentang kesewenang-wenangan Daendels terhadap masyarakat Sumedang yang menjadi pekerja paksa pada pembuatan Jalan Cadas Pangeran.

Sejarah kelam pembuatannya pada zaman penjajahan Belanda memperkuat julukan seram pada Jalan Cadas Pangeran. Kendati sekarang telah berkurang, banyak mitos dan cerita mistis yang dituturkan dari mulut ke mulut penduduk sekitar Jalan Cadas Pangeran.***

 

Suami Selingkuh, Istri Sah Ungkap Nama Pelakor

0

Bogordaily.net – Sebuah video seorang istri sah yang berhadapan dengan pelakor kembali viral. Kini istri sah terang-terangan menyebutkan nama pelakor dengan lengkap.

Dalam video yang di unggah di TikTok @tolongfypdongplis terlihat darah yang membasahi telunjuk dan tisu seseorang. Darah tersebut nampak masih segar dan merah, tidak diketahui asal darah tersebut dari mana.

Dalam video singkat berdurasi 10 detik tersebut tertulis “gue benci ama lo PELAKOR !!! ALIVIA NUR AFFIFAH”. Dengan jelas tertulis nama seorang wanita yang diduga sebagai pelakor.

Di detik selanjutnya menampakkan situasi di sebuah ruangan yang diketahui adalah Pengadilan Agama. Diduga pemilik video ingin melakukan perceraian karena suaminya berselingkuh dengan pelakor.

Dalam detik berikutnya, sebuah buku bertuliskan Pengadilan Agama Bojonegoro. Diketahui jika peristiwa ini terjadi di Bojonegoro, Jawa Timur.

Hingga kini belum diketahui apa dari isi buku tersebut. Namun, kini video tersebut telah di takedown pihak TikTok karena konten yang dibuat mengganggu dan mengandung perundungan.***

Yana Cadas Pangeran Resmi Jadi Tersangka!

0

Bogordaily.net – Malang benar nasib Yana Supriatna alias Yana Cadas Pangeran. Setelah skenario penghilangan dirinya terbongkar, kini Polres Sumedang menetapkan dirinya menjadi tersangka kasus penyebaran berita bohong bahwa dirinya menjadi korban kriminalitas di Cadas Pangeran.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Erdi A. Chaniago dalam keterangan persnya pada Senin 22 November 2021.

“Hasil gelar perkara penyidik Polres Sumedang, yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka,” ungkap Erdi.

Dalam pemeriksaannya di Polres Sumedang, Yana pun telah mengakui perbuatannya. Ia mengaku menjalankan skenario pura-pura menghilang itu semata untuk menghindari permasalahan dipekerjaan dan keluarga.

Sementara itu Kapolres Sumedang Ajun Komisaris Besar Eko Prasetyo Robbyanto menjelaskan bahwa, dari hasil penyelidikan telah ditemukan handphone milik Yana yang digunakan untuk menyampaikan informasi kepada pihak keluarga bahwa dirinya telah hilang.

“Handphone ini juga yang digunakan Yana untuk menyampaikan kepada pihak keluarga bahwa handphone ditemukan oleh seseorang yang kemudian barang ini dikirimkan ke anak agar bisa bersekolah. Namun, pesan yang dikirimkan sebenarnya adalah Yana sendiri,” kata Eko.

Tak hanya handphone, barang bukti lainnya juga ditemukan yaitu helm yang sengaja dilemparkan Yana ke jurang. Helm tersebut ditemukan oleh petugas gabungan dan diduga kuat untuk meyakinkan pihal keluarga bahwa Yana merupakan korban kejahatan.

Namun, karena pihak keluarga sudah melaporkan tindakan pidana penganiayaan kepada tersangka, polisi melakukan penyelidikan. Dan hasilnya Yana tidak seperti apa yang diberitakan bahkan ia dalam kondisi sehat dan normal.

Yana ditemukan di Cirebon dan Polisi pun melakulan pemeriksaan terhadapnya untuk informasi lebih lanjut di Polres Sumedang.

Atas perbuatannya, Yana dijerat dengan Pasal 14 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang hukum pidana perbuatan penyebaran berita bohong dan terancam hukuman tiga tahun penjara.

Pasal tersebut berbunyi barang siapa menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan, yang dapat menerbitkan keonaran di kalangan rakyat, sedangkan ia patut dapat menyangka bahwa berita atau pemberitahuan itu adalah bohong, dihukum dengan penjara setinggi-tingginya tiga tahun.

Meski begitu, Yana Cadas Pangeran tidak ditahan karena ancaman maksimal pasal tersebut masih dibawa 5 tahun.

“Sampai saat ini saudara Yana tidak dilakukan penahanan karena ancaman di bawah 5 tahun. Namun atas kegaduhan yang ditimbulkan, dia wajib lapor,” pungkasnya.

Ade Yasin Ikuti Konferensi Nasional Geopark Indonesia II Secara Virtual

0

Bogordaily.net – Bupati Bogor, Ade Yasin menghadiri Konferensi Nasional Geopark Indonesia ke-2 tahun 2021 secara virtual di Ruang Rapat I Sekretariat Daerah, Cibinong, Senin 22 November 2021.

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dalam arahannya menjelaskan, geopark bukan saja tempat konservasi, tapi juga bisa dikembangkan untuk edukasi dan pengembangan ekonomi masyarakat sekitar melalui geowisata, sehingga menjadi keseimbangan antara konservasi lingkungan dengan pemanfaatannya, untuk pengembangan teknologi dan kesejahteraan masyarakat.

“Kawasan geopark adalah tempat belajar tentang warisan bangsa di dunia. Belajar tentang keragaman geologi, belajar tentang keragaman hayati, serta belajar tentang keragaman budaya. Semua keragaman dan kekayaan yang kita miliki, harus kita jaga dan lindungi, sehingga tidak dieksploitasi secara berlebihan,” kata Jokowi.

Jokowi menambahkan, geopark juga bisa dikembangkan menjadi tempat geowisata yang menarik. Dimana wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam secara geologi dan keragaman budaya, tapi juga bisa ikut terlibat untuk mengkonservasi lingkungan. Saya melihat geopark cocok dengan tren pariwisata di masa pandemi.

Konferensi Nasional

“Kunci utama yang menentukan keberhasilan pengembangan geopark adalah tata kelola yang semakin baik. Tata kelola harus terus diperbaiki, libatkan penggiat geopark, akademisi, dan masyarakat sekitar. Lahirkan gagasan yang inovatif, lakukan terobosan-terobosan yang dapat menyeimbangkan antara konservasi dengan ekonomi,” ungkap Jokowi.

Presiden Jokowi berharap semua menjadi bagian dari konservasi geopark. Sekaligus melakukan upaya untuk memperkuat masyarakat sekitarnya untuk mengambil bagian dalam pelestarian lingkungan dan mengembangkan potensi pariwisata, sehingga masyarakat mendapatkan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan mereka.

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa mengatakan, Konferensi Nasional Geopark Indonesia merupakan bentuk kolaborasi antara kementerian/lembaga dalam keanggotaan Komite Nasional Geopark Indonesia, bekerjasama dengan pemerintah daerah dan seluruh pengelola geopark.

“Penyelenggaraan Konferensi Nasional Geopark Indonesia yang kedua ini bertujuan mengakselerasi dan menggali pemahaman, sinergitas pengembangan geopark melalui kebijakan, menggali masukan-masukan dan upaya mencari solusi atas masalah pengembangan geopark, serta sosialisasi pengembangan geopark. Selanjutnya, memperkuat jejaring hubungan pemerintah, akademisi, pelaku dunia usaha, media, masyarakat, dan pengelola, agar terbentuk sinergitas secara optimal dalam pembangunan geopark,” ujar Suharso.

Suharso menambahkan, Indonesia punya Geopark Batur, geopark pertama di Indonesia yang ditetapkan sebagai Unesco Global Geopark (UGG) pada tahun 2012.

Selanjutnya ada Geopark Gunung Sewu, Geopark Ciletuh, Geopark Gunung Rinjani, Geopark Danau Toba, dan sebagainya, yang sudah diakui menjadi UGG. Dengan pencapain tersebut, Indonesia kini menempati peringkat ke-8 dari 44 negara di dunia.

Pada kesempatan tersebut, Ade Yasin didampingi Asisten Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Kabupaten Bogor, Kepala Bappedalitbang, dan jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor lainnya mengikuti arahan Presiden Joko Widodo dalam rangka pengembangan dan konservasi geopark.***