Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 6550

Miris! 3 Murid SD Di Tarakan 3 Tahun Tidak Naik Kelas Karena Agamanya

0

Bogordaily.net – Tiga orang kakak beradik di SD Negeri 051 Tarakan tidak naik kelas selama 3 tahun berturut-turut. Bukan karena masalah akademik, tapi karena agama ketiganya adalah Saksi Yehuwa. Nilai agama di rapor menjadi dalih keputusan tersebut. Hal itu diungkapkan oleh Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti pada Senin 22 November 2021.

“Orang tua korban membuat pengaduan ke KPAI dan atas pengaduan tersebut, KPAI segera melakukan koordinasi dengan Itjen Kemendikbud Ristek untuk pemantauan bersama ke Tarakan,” kata Retno.

Retno mengungkapkan, tiga anak tersebut adalah M (14 tahun) kelas 5 SD, Y(13 tahun) kelas 4 SD, dan YT (11 tahun) kelas 2 SD. Ketiganya tidak naik kelas pada tahun ajaran 2018-2019, kemudian tahun ajaran 2019-2020 dan tahun ajaran 2020/2021.

Komisioner KPAI Retno Listyarti menjelaskan alasan ketiga anak tersebut tidak naik kelas berbeda-beda setiap tahun.

“Mulai dari sekolah menolak memberikan pelajaran agama pada ketiga anak tersebut sampai anak diminta menyanyikan lagu rohani yang tidak sesuai dengan keyakinannya,” jelasnya.

Tinggal Kelas Kali Pertama (2018-2019) : Dianggap Absen Tanpa Keterangan

Pada tahun ajar 2018-2019, ketiganya dikeluarkan dari sekolah secara sepihak. Tak terima atas keputusan itu, pihak orang tua membawa masalah itu ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Samarinda. Hasilnya, pengadilan membatalkan keputusan sekolah dan memerintahkan anak-anak kembali ke sekolah.

“Pada 8 Agustus 2019, Putusan PTUN Samarinda membatalkan keputusan sekolah, karena terbukti melanggar hak-hak anak atas pendidikan dan kebebasan melaksanakan keyakinannya. Mengeluarkan anak-anak dari sekolah, menghukum mereka, menganggap pelaksanaan keyakinannya sebagai pelanggaran hukum adalah tidak sejalan dengan perlindungan konstitusi atas keyakinan agama dan ibadah. Juga merupakan bentuk intoleransi di lingkungan pendidikan. PTUN memutuskan mengembalikan anak ke sekolah,” kata Retno.

Proses persidangan membuat anak-anak tidak bisa bersekolah. Akhirnya pihak sekolah memutuskan mereka tidak naik kelas karena absen 3 bulan.

Tinggal Kelas Kali Kedua (2019-2020) : Tidak Diberikan Pelajaran Agama dan Tidak Punya Nilai Agama.

Sejak ketiga anak kembali ke sekolah melalui putusan PTUN Samarinda, ketiga anak dibiarkan tanpa akses pada kelas pendidikan agama Kristen yang disediakan sekolah.

Meski demikian AT (orangtua ketiga anak korban) telah berulangkali meminta agar anak-anak diberikan pelajaran Agama Kristen, agar bisa naik kelas. Namun itu dipersulit dengan berbagai  syarat yang tidak berdasar hukum.

Pihak sekolah meminta surat rekomendasi dari Bimas Agama Kristen Kota Tarakan. Syarat itu dipenuhi dengan keluarnya Surat Rekomendasi dari Kementerian Agama No.: B.017/KK.34.03/6/BA.03/01/2020 tanggal 3 Januari 2020, tapi pihak sekolah tetap bergeming.

DR yang merupakan  Guru Pendidikan Jasmani dan Pembimbing Pendidikan Agama Kristen SDN 051,  mengakui keberatan karena adanya perbedaan akidah dan ajaran antara keyakinannya dan agama ketiga anak sebagai Kristen Saksi-Saksi Yehuwa.

Tinggal Kelas Kali Ketiga (2020-2021) : Nilai Agama Rendah Karena Lagu Rohani

Pada akhirnya, ketiga siswa diperbolehkan mengikuti pelajaran agama mulai 25 Maret 2021. Pada 24 Juni 2021 digelar ujian praktik pelajaran agama, para siswa diminta menyanyikan lagu rohani. Karena lagu yang diperintahkan tidak sesuai akidah agamanya, ketiga anak menawarkan lagu rohani lain yang dirasa sesuai dengan keyakinan mereka dan keyakinan guru agama, tapi tawaran itu ditolak.

Walhasil, ketiga anak itu lagi-lagi tidak naik kelas.

“Kegiatan belajar mengajar dari ketiga anak tersebut, tugas yang mereka kerjakan, kelas yang mereka hadiri, semuanya sia-sia hanya karena mereka mempertahankan dan menjaga keyakinan agamanya mengenai lagu rohani. Di sisi lain, sekolah mengabaikan semua hal itu serta bahkan tidak mempertimbangkan sama sekali keyakinan Agama dan ibadah dari ketiga anak tersebut atas lagu rohani,” kata Retno.

Secara psikologi, kata Retno, anak- anak tersebut sudah sangat terpukul, mulai kehilangan semangat belajar, dan merasa malu dengan teman-teman sebaya karena sudah tertinggal kelas selama 3 tahun berturut-turut. Padahal, mereka tidak gagal secara akademik, tapi mereka mendapat diskriminasi atas keyakinan yang mereka dan orang tuanya anut.

Atas dasar dugaan pelanggaran-pelanggaran tersebut, maka Itjen KemendikbudRistek bersama Komisi Perlindungan anak Indonesia (KPAI) akan melakukan pemantauan langsung ke Tarakan pada 22-26 November 2021.

Tim Pemantauan akan bertemu dengan sejumlah pihak, mulai dari orangtua pengadu dan anak-anaknya, pihak sekolah, Dinas Pendidikan Kota Tarakan, Inspektorat Kota Tarakan dan LPMP Kalimantan Utara.

“Itjen KemendikbudRistek juga sudah mengajukan permohonan kepada Walikota Tarakan untuk difasilitasi rapat koordinasi sekaligus FGD dengan seluruh intansi terkait  di Kantor Walikota, termasuk Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk melakukan rehabilitasi psikologis terhadap ke-3 anak korban,” pungkas Retno.*

MenKopUKM Yakin Sirkuit Mandalika Akan Bangkitkan UMKM NTB

0

Bogordaily.net – Menteri Koperasi UKM Teten Masduki berharap dengan adanya event Internasional di Nusa Tenggara Barat (NTB) maka akan mampu menaikkan kelas UMKM lokal.

Sebagaimana diketahui Sirkuit Mandalika dibangun dengan tujuan meningkatkan investasi, perdagangan, dan pariwisata.

“Karena itu kita perlu menyiapkan lebih baik lagi dari sekarang bagaimana ruang promosi dari produk-produk UMKM di Sirkuit Mandalika ini menjadi lebih kuat mempromosikan produk-produk UMKM,” kata MenKopUKM Teten saat mengunjungi NTB Expo di Kawasan Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu 21 November 2021.

Oleh karena itu pendampingan dan kurasi produk, perbaikan branding, serta perbaikan produk menjadi penting karena dalam banyak kejadian dan peristiwa banyak produk UMKM ditemukan di daerah pariwisata dan bisa masuk ke pasar global.

Selain itu, masuknya produk daerah ke level internasional dimulainya justru dari hal sederhana yakni, ketika produk UMKM menjadi oleh-oleh atau souvenir dari wisata itu yang membuka akses produk UMKM masuk ke pasar dunia.

“Kita harus tampilkan produk UMKM yang betul-betul berkualitas jadi bukan hanya menjadi ruang promosi partisipasi UMKM tapi kita harus seleksi karena kita yang mau kedepankan adalah yang memiliki keunggulan dan daya saing produk,” ujarnya.

UMKM harus diarahkan untuk fokus dalam 2 hal yakni kapasitas produksi dan daya saing produk.

“Kita harus menyiapkan produk UMKM kita yang siap bersaing baik dalam negeri maupun luar negeri,” ucapnya.

Di kesempatan yang sama Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah menjelaskan, pemerintah daerah terus mendukung upaya pengembangan UMKM dengan mengoptimalkan keberadaan Sirkuit Mandalika melalui penyelenggaraan NTB expo atau pameran UMKM.

“Ini menjadi suatu acara yang sangat membahagiakan kami dan yang sangat ditunggu-tunggu karena lebih dari 300 UMKM yang terlibat” ujar Sitti.

Dukungan lainnya kepada UMKM yakni sejak awal pandemi pemerintah provinsi NTB dalam melaksanakan bantuan bansos tidak memberikan bantuan dalam bentuk uang melainkan dalam bentuk produk dari UMKM.

“Alhamdulillah semangat dari masyarakat NTB baik dari anak muda hingga ibu-ibu semua terus maju untuk menghasilkan produk UMKM yang berkualitas dan mudah-mudahan menjadi titik balik kebangkitan ekonomi NTB setelah masa pandemi yang cukup lama,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini Siti juga berterima kasih kepada Menteri Koperasi UKM yang sudah memberikan dukungannya kepada NTB.

“Terima kasih juga kepada seluruh pihak yang mendukung UMKM NTB mudah mudahan ke depan UMKM bangkit dan berjaya,” pungkasnya.***

Polresta Bogor Kota Tangkap Begal Yang Bunuh Sopir Taxi

0

Bogordaily.net – Kepolisian Resort Kota (Polresta) Bogor Kota berhasil menangkap 3 orang begal yang meresahkan warga Kota Bogor. Bagiamana tidak, aksi mereka telah membuat satu orang sopir taksi tewas, dan melukai seorang bocah 15 tahun.

“Komitmen kami terhadap  aksi-aksi kekerasan di kota Bogor masih sama, akan ada penanganan yang lebih serius karena menimbulkan ketakutan dan kejahatan,” kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro dalam konferensi pers di Taman Corat Coret, Bogor Utara, Kota Bogor pada Senin 22 November 2021.

Susatyo menjelaskan pada 6 November lalu, tersangka bernama Reynaldi dan satu orang lainnya yang masih buron menyerang seorang sopir taksi Blue Bird bernama Yasin dengan senjata tajam. Aksi itu melukai paha dan akhirnya Yasin meninggal dunia.

Aksi itu dilakukan untuk mencuri ponsel genggam milik Yasin.

“Tersangka mengambil hand phone milik korban  dan tersangka berhasil di tangkap, Reynaldi dan satu lagi DPO [Daftar Pencarian Orang],” kata Susatyo.

Berselang 5 hari, tepatnya pada 11 November Reynaldi kembali beraksi, kali ini bersama dua kawannya yakni Gacun dan Muhammad Haikal. Yang jadi korban adalah seorang anak dari pemilik kios bensin eceran, yang masih berusia 15 tahun.

Korban mengalami luka sabetan senjata tajam di pinggangnya.

“Sasaran mereka random [acak], mengambil pada jam-jam dini hari yang tidak ada masyarakat yang beraktivitas di malam hari,” katanya.

Susatyo mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Polda Metro Jaya untuk membekuk 3 tersangka pasalnya salah satu aksinya dilakukan di Depok yang merupakan wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk melaporkan segera apa bila emang melihat kelomok kelompok bermotor yang mengganggu masyarakat,” kata dia.

Pemerintah Akan Hibahkan Aset BLBI Rp492M Ke Pemkot Bogor dan 7 K/L

0

Bogordaily.net – Pemerintah terus mengejar para obligor dan debitur Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), dan hasilnya sejumlah aset senilai Rp492 miliar telah berhasil disita dan dikuasai oleh negara. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan akan menghibahkan aset ex-BLBI kepada Pemerintah Kota Bogor dan 7 kementerian/lembaga lainnya.

Rencananya, proses serah terima akan dilakukan pada Kamis 25 November 2021 mendatang.

“Sebagai tindak lanjut pengelolaan aset ex-BLBI oleh Satgas BLBI, hari Kamis lusa tanggal 25 November 2021 Satgas BLBI akan menyerahkan aset ex-BLBI sebagai hibah kepada Pemerintah Kota Bogor dan 7 kementerian dan lembaga negara dengan penetapan status penggunaan,” kata Mahfud dalam konferensi persnya di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat pada Senin 22 November 2021.

Adapun 7 kementerian dan lembaga yang dimaksud adalah Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Pertahanan, Kementerian Keuangan, Kementerian Agama , Polri, Badan Pusat Statistik, dan Badan Narkotika Nasional.

“Seluruh aset yang bernilai Rp492 miliar ini akan digunakan untuk menunjang tugas dan fungsi dari kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah dalam melaksanakan pelayanan publik kepada masyarakat,” ujar Mahfud.

Mahfud mencontohkan  salah satu aset yang akan dihibahkan ke Kementerian Agama, yaitu tanah seluas 1107 meter persegi di Kecamatan Gambir untuk Program Pendidikan Kader Ulama Internasional, Masjid Istiqlal.

Sjamsul Nursalim Bayar BLBI

Dalam kesempatan itu, Mahfud MD pun mengungkapkan salah satu obligor BLBI, yakni pemilik Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI) dan Bank Dewa Rutji, Sjamsul Nursalim telah membayar sebagian kewajibannya kepada pemerintah. Pada 11,17, dan 18 November total Sjamsul telah menyerahkan aset senilai Rp150 miliar .

Sebagai informasi, utang Sjamsul yang ditagih Satgas BLBI adalah Rp470,65 miliar.

Selain itu, pemerintah juga menyita sebuah aset tanah seluas 100 hektare di Minahasa, Sulawesi Utara. Itu adalah bagian dari pelunasan BLBI dari PT Lucky Star Navigation Corp.

Satgas BLBI pun telah mengirimkan somasi kepada obligor Kaharudin Ongko dan Agus Anwar agar segera memenuhi kewajibannya.

“Apabila tidak diindahkan, maka Satgas BLBI akan menempuh langkah hukum untuk memastikan hak negara dipenuhi oleh obligor yang bersangkutan,” tandasnya.

Bima Arya Buka Wali Kota Cup 3X3, Ingatkan Tetap Jaga Prokes

0

Bogordaily.netWali Kota Bogor Bima Arya bersama Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bogor, Sapta Bela Alfaraby resmi membuka Turnamen Basketball Wali Kota Cup 3X3 (Three on Three) di lapangan semi indoor GOR Padjajaran, Jalan Pemuda, Tanah Sareal, Kota Bogor pada Sabtu 20 November 2021. Pembukaan dilakukan dengan melaksanakan pertandingan eksebisi.

“Olahraga tidak boleh berhenti, olahraga harus terus jalan agar semuanya terus sehat. Semua jenis olahraga harus terus jalan di Kota Bogor,” kata Bima Arya.

Turnamen ini dibagi berdasarkan kelompok umur, antara lain 12 tahun dan 14 tahun. Total ada 32 tim yang ikut bertanding.

Turnamen ini terselenggara berkat kolaborasi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor, KNPI Kota Bogor, dan Perbasi Kota Bogor. Tujuannya, sebagai wadah untuk mencari, mengasah dan mengembangkan kemampuan bibit-bibit atlet basket potensial Kota Bogor sejak usia dini.

Kolaborasi lintas sektor itu pun diapresiasi Bima Arya. Dia menekankan hadiah bukanlah yang utama, tapi yang menjadi target utama adalah agar agar tetap sehat, menambah sahabat dan menjadi atlet basket nasional.

“Selamat bertanding, tetap jaga prokes dan semoga semua dilancarkan sampai selesai. Basketball 3X3 akan menjadi kegiatan rutin di Kota Bogor,” katanya didampingi Kepala Dispora Kota Bogor, Herry Karnadi dan Ketua Perbasi Kota Bogor, Aji Marta.

Rasa syukur disampaikan Ketua KNPI Kota Bogor Sapta Bela AlFaraby atas penyelenggaraan turnamen basket yang berlangsung selama dua hari, yakni 20 dan 21 November 2021.

“Alhamdulillah setelah 20 tahun, akhirnya Turnamen Basketball Wali Kota Cup 3X3 kembali dilaksanakan kembali. Ikhtiar kita dalam rangka memupuk dari usia dini, diharapkan menghasilkan bibit-bibit atlet basket berbakat Kota Bogor ke depan,” harapnya.

Sementara, Ketua Perbasi Kota Bogor, Aji Marta menambahkan, Basketball Wali Kota Cup 3X3 merupakan salah satu event terbesar di Kota Bogor yang melahirkan atlet basket berbakat dan berprestasi Kota Bogor.

Kebakaran Ludeskan 16 Kios Di Sebelah Kampus IPB University Dramaga

Bogordaily.netKebakaran melanda 16 kios berukuran 1,5 meter x 2 meter yang berlokasi di Jalan Babakan Raya RT.04 RW.07, Babakan, Dramaga, tepatnya di sebelah kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) University Dramaga pada Senin 22 November 2021.

“Objek terbakar, kios,” demikian keterangan tertulis dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bogor pada Senin 22 November 2021.

Kebakaran itu terjadi sekitar pukul 05.42 WIB . Begitu mendapat laporan dari warga, pada pukul 05.44 WIB pemadam kebakaran langsung berangkat ke lokasi dan tiba 10 menit kemudian. Total 4 mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani api, 3 unit dari Kabupaten Bogor dan 1 unit dari Kota Bogor,

Tak butuh waktu lama bagi pemadam untuk menjinakkan si jago merah. Pukul 06.20 WIB api berhasil dipadamkan.

Diduga kebakaran terjadi akibat arus pendek listrik. Beruntung tidak ada korban jiwa ataupun korban luka . Namun, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp150 juta.

Pecat Ole, MU Buru Pochettino

0

Bogordaily.net – Langkah manajemen Manchester United yang memecat Ole Gunnar Solskjaer dari kursi pelatih, kurang dari 24 jam pasca The Red Devils kalah memalukan dari tim papan bawah Wartford, Sabtu malam 20 November 2021, membuat kursi pelatih MU kosong.

Sejumlah nama pun muncul untuk menjadi kandidat pelatih MU mulai dari Zinedine Zidane, Brendan Rodgers dan Mauricio Pachettino. Nama yang paling santer adalah Pachettino. United cukup yakin bisa membujuk Pochettino untuk cabut dari PSG musim depan.

Keyakinan itu juga diperkuat oleh desakan dari Sir Alex Ferguson yang diketahui masih memiliki pengaruh kuat di Old Trafford. Walaupun pria berkebangsaan Skotlandia tersebut telah meninggalkan dunia sepak bola sejak tahun 2013.

Ferguson mendesak manajemen Manchester United untuk merekrut Pochettino. Pria asal Argentina itu memang sempat jadi pilihan the Red Devils untuk menggantikan Jose Mourinho sebelum Solskjaer bersinar sebagai pelatih interim.

Pochettino sedang menikmati masa-masa bahagianya di PSG saat ini. Namun eks Manchester United, Gary Neville, percaya kalau Pochettino takkan ragu mengemas barangnya dan pindah dari Paris kalau the Red Devils memberinya proposal.

“Saya pikir Mauricio Pochettino – walaupun dia tidak pernah mengatakannya – dia akan pergi ke Man United dengan kontrak lima tahun besok,” kata Neville kepada Sky Sports.

“Dia akan melihat sekelompok pemain itu, melihat klub dan menyadari bahwa dia mungkin bakalan mampu meraih lebih dari apa yang diinginkan di Man United.”***

Masa Persidangan I Anggota DPRD Kabupaten Bogor Gelar Reses di Enam Dapil

0

Bogordaily.net – Anggota DPRD Kabupaten Bogor, menggelar reses Masa Persidangan I 2021-2022 di enam Daerah Pemilihan (Dapil) pada 15-17 November 2021.

Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto menjelaskan, reses bertujuan untuk menjaring aspirasi dari masyarakat oleh anggota dewan.

“Semula reses dijadwalkan Desember, kemudian kami majukan di November agar aspirasi bisa masuk rencana APBD 2022,” kata Rudy, usai menggelar reses Dapil I di Kecamatan Cibinong, Senin 15 November 2021.

Di Dapil I, Rudy mengakui banyak pertanyaan dari masyarakat mengenai rencana program yang terkena realokasi untuk penanganan Covid-19.

“Paling banyak ya ajuan yang kemarin (2021) karena banyak direalokasi agar diprogramkan lagi pada 2022,” kata politisi Partai Gerindra itu.

Khusus di Cibinong, Rudy berharap tidak ada lagi ruang kelas rusak. Rudy pun meminta pihak kecamatan agar melakukan inventarisir kondisi ruang kelas yang ada di wilayah tersebut. Rudy menekankan, agar ruang kelas yang rusak dan butuh perbaikan segera diusulkan agar dapat direalisasikan di 2022.

“Sehingga kita menunjang program RPJMD Kabupaten Bogor terkait Karsa Bogor Cerdas tidak ada lagi ruang kelas rusak di Kabupaten Bogor, minimal di tahun 2022 ibukota Kabupaten Bogor sudah mengawali tidak ada ruang kelas rusak,” katanya.

Dalam reses di Dapil I, selain Rudy Susmanto, juga dihadiri KH Agus Salim (PKS), Arif Abdi (PAN), Ade Sanjaya (Demokrat), Ferry Roveo Checanova (PPP), Teguh Widodo (PKS), Agus Salim (Gerindra) dan Fakhru Rizal (Golkar).***

Diisukan Akan Latih MU, Luis Enrique Malah Berikan Respon Brutal

0

Bogordaily.net – Manchester United tengah sibuk mencari-cari pelatih baru pasca memecat Ole Gunnar Solskjaer pada Minggu 21 November 2021 kemarin. Nama Luis Enrique digadang-gadang jadi salah satu kandidat pengganti Ole. Namun, respon Enrique tampaknya tidak akan membuat fans Setan Merah senang.

Bagaimana tidak, ketika dimintai tanggapannya oleh wartawan, Enrique justru malah tertawa.

“Apakah ini April Fool’s Day?” kata dia dilansir dari La Sexta pada Senin 22 November 2021.

Luis Enrique kemudian benar-benar menyatakan rasa tidak berminatnya untuk menukangi Manchester United. Ia mengaku masih ingin melatih Timnas Spanyol.

“Apa yang paling kuinginkan adalah melatih Tim Nasional Spanyol,” kata dia. “Saya punya 5000 pemain [yang bisa dipilih]. Saya punya semua pemain yang saya butuhkan. Apa yang bisa lebih baik dari ini?” katanya.

Pilihan Enrique memang masuk akal. Mantan pelatih Barcelona itu tengah menjalani masa-masa terbaiknya bersama La Furia Roja.

Pada kejuaraan UEFA Euro 2020 pelatih 51 tahun berhasil membawa Spanyol melaju hingga babak semi final dengan yang banyak dihuni pemain muda. Di semi final, Spanyol harus kalah dari Italia yang kelak menjadi juara.

Enrique juga berhasil membawa Spanyol lolos ke Piala Dunia 2022 di Qatar.

Sementara di sisi lain, peforma Manchester United memang tengah bapuk-bapuknya. Di Liga Inggris, MU terdampar di posisi 8 dengan 17 poin. Setan Merah hanya mampu memenangi 5 laga dari 12 pertandingan yang sudah dijalani. Terakhir, MU dibantai 4-1 oleh tim peringkat 16, Watford.

Sebelumnya lagi, MU juga cuma dijadikan “partner sparing” oleh rival abadinya, Liverpool dan tim sekota, Manchester City.

Oleh Manchester City, MU dikalahkan 2-0. Sepanjang pertandingan, United hanya kebagian penguasaan bola sebanyak 38 persen. Sementara oleh Liverpool, MU dibantai 5-0.

 

10 Personel Militer Iran Diadili Atas Jatuhnya Pesawat Maskapai Ukraina

0

Bogordaily.net – Sepuluh personel militer Iran diadili pada hari Minggu 21 November 2021, waktu setempat sehubungan dengan jatuhnya pesawat penumpang Ukraina pada tahun 2020.

Pada 8 Januari 2020, penerbangan maskapai Ukraine International Airlines PS752 jatuh tak lama setelah lepas landas dari ibu kota Iran, Teheran, menewaskan semua 176 orang di dalamnya. Kebanyakan dari mereka adalah warga Iran dan Kanada, termasuk mereka yang berkewarganegaraan ganda.

Republik Islam itu mengakui tiga hari kemudian bahwa pasukannya secara keliru menembak jatuh pesawat Boeing 737-800 tujuan Kiev, Ukraina itu dengan dua rudal yang dilepaskan.

Sebuah laporan oleh Organisasi Penerbangan Sipil Iran yang dirilis pada bulan Maret menyalahkan penembakan jet tersebut pada “kesalahan manusia”.

Seperti diberitakan AFP, Senin 22 November 2021, badan peradilan Mizan Online melaporkan, persidangan hari Minggu tersebut diadakan di pengadilan militer di provinsi Teheran.

“Sepuluh terdakwa dari pangkat (militer) yang berbeda hadir di pengadilan,” katanya.

Menurut Mizan Online, 103 orang telah mengajukan pengaduan ke pengadilan menuntut “penyelidikan yang tidak memihak” untuk mengidentifikasi siapa yang bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat dan membawa mereka ke pengadilan.

Badan tersebut, mengutip perwakilan penuntut, menambahkan bahwa penggugat juga menuntut “agar faktor-faktor yang menghambat pencarian kebenaran diketahui”.

Ketegangan antara Iran dan AS meningkat pada saat insiden itu terjadi.

Pertahanan udara Iran berada dalam kondisi siaga tinggi untuk serangan balik AS setelah Teheran menembakkan rudal ke pangkalan militer di Irak yang digunakan oleh pasukan AS.

Rudal-rudal itu ditembakkan sebagai respons atas pembunuhan Jenderal Qasem Soleimani, yang mengepalai operasi asing Korps Garda Revolusi Islam Iran, dalam serangan pesawat tak berawak AS di dekat bandara internasional Baghdad.

Pemerintah Iran telah menawarkan untuk membayar US$ 150.000 sebagai ganti rugi kepada keluarga dari 175 korban.

Tetapi Kanada, yang kehilangan 55 warga negaranya dan 30 penduduk tetap dalam tragedi itu, bersikeras akan terus mencari jawaban dan memastikan bahwa Iran “mengambil tanggung jawab penuh dan membayar ganti rugi penuh”.***

Sumber:detikcom