Friday, 24 April 2026
Home Blog Page 6734

9 Bulan Honor Tidak Dibayar, Kader Posyandu Desa Mekarsari Menjerit

Bogordaily.net – Para kader di 6 Posyandu Desa Mekarsari, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, selama 9 bulan tidak kunjung menerima honor. Biasanya, dalam sebulan seorang kader diberi honor sebesar Rp. 300 ribu.

“Posyandu di Desa Mekarsari ada 6, masing-masing anggotanya 5 orang jadi keseluruhan 30 orang. Semuanya belum menerima honor,” ujar salah seorang kader, kepada bogordaily.net, Selasa 12 Oktober 2021.

Para kader merasa heran dengan bahwa dana untuk honor kader Posyandu tidak di anggarkan pada dana Desa tahap pertama dan baru dianggarkan ke dana desa tahap 2.

“Selama semilan bulan ini Kita tetap bekerja melakukan pendataan imunisasi keliling kampung, bersih-bersih Posyandu. Namun tidak menerima honor sepeserpun,” lanjutnya.

Para kader juga mempertanyakan data dana desa tahap pertama, yang dianggarkan untuk penanganan Covid-19 di Desa Mekarsari. Sepengetahuan mereka dana penaganan Covid-19 dilokasikan dari anggaran honor para kader.

“Penanganan Covid-19 nya seperti apa, sampai dana untuk gaji kader di alokasikan, kita meminta datanya tidak ada, kalau memang benar di alokasikan mana datanya, penanganannya seperti apa, soalnya tidak ada khususnya untuk penanganan Covid-19 dikampung kami ini” Tambahnya salahsatu kader Posyandu

Lebih lanjut disampaikan, jika memang dana untuk gaji para kader Posyandu di alokasikan untuk penanganan Covid-19 harusnya ada bukti, serta disosialisasikan sebelumnya.

“Sekarang gini aja, jika benar dialokasikan untuk penanganan Covid-19, kita cek ke lapangan aja kebenarannya” Pungkasnya

Saat dikonfirmasi Sekretaris Desa Mekarsari yang akrab di panggil Abel oleh para warga, ia menceritakan bahwa anggaran untuk gaji para kader posyandu ada di Dana Desa tahap 2, karena tahap pertama dianggarkan Untuk BLT dan penanganan Covid-19 di Desa Mekarsari.***

(Irvan)

Heboh! Bayi Merah Ditemukan Warga di Semak-Semak

Bogordaily.net – Bayi masih merah berjenis kelamin laki-laki ditemukan warga di semak-semak di Jalur Puncak Bogor atau tepatnya di Kampung Cibedug, Desa Cibedug, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Senin 11 September 2021 pagi.

Saat ditemukan, bayi malang ini dalam kondisi hidup dan berada di dalam goodie bag (tas jinjing, red).

Dikonfirmasi, Kapolsek Ciawi Kompol Asep Triyono mengungkapkan, bayi berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan warga di pinggir jalan samping dekat rumah ketua RT setempat.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan pihak Puskesmas, bayi tersebut diperkirakan baru berusia tiga hari dari waktu dilahirkannya. Kondisi bayi dalam keadaan sehat, dan kini sedang dirawat di rumah kepala desa,” kata Asep kepada wartawan.

Usai ditemukan, lanjut Asep, pihaknya akan mengejar siapa pelaku yang tega membuang bayi malang tersebut dan kasusnya masih dalam penyelidikan Unit Reskrim Polsek Ciawi.

“Dari laporan dan saksi-saksi, kami periksa RT, RW. Kami akan kenakan pasal penelantaran anak. Pelaku kemungkinan orang jauh (bukan orang kampung setempat) hanya menyimpan di lokasi, lalu pergi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Cibedug Deni Setiawan menuturkan, bahwa bayi yang ditemukan warga itu terjadi pada Senin pagi 11 Oktober 2021 sekitar pukul 06.00 WIB.

https://www.youtube.com/watch?v=26fB__gvsvc

“Bayinya ditemukan pagi tadi sekitar jam enam. Ketemunya di samping rumah pak RT,” kata Deni.

Deni menjelaskan, awalnya warga tersebut curiga mendengar suara tangisan bayi. Setelah dicari-cari, suara bayi tersebut bersumber dari sebuah tas kain berwarna merah. Saat dibuka terlihat bayi tanpa memakai baju dan beralaskan kaos baju warna hitam.

“RT dan warga melapor ke saya dan karena masih hidup kami urus dimandiin lalu dibawa ke Puskesmas untuk dicek kesehatannya,” terang Deni.

Setelah dicek kesehatan, bayi dalam keadaan sehat dengan berat 3,2 kilogram dan diperkirakan baru berusia empat hari dari hari kelahirannya.

“Untuk kasusnya saya sudah laporkan ke Polsek Ciawi, semua sudah memeriksa dan tas plastik baju sudah dibawa sebagai barang bukti, sekarang bayinya saya rawat di rumah saya,” pungkasnya.(csc/sh)

 

Kebut Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia Jelang Natal dan Tahun Baru

0

Bogordaily.net – Menteri koordinator (Menko) Marves Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan akan kebut vaksinasi Covid-19 untuk lanjut usia (lansia)

Luhut yang juga Koordinator PPKM Jawa-Bali menyebutkan akan kebut vaksinasi Covid-19 untuk warga lansia sebagai langkah antisipasi menjelang Natal dan Tahun Baru 2022.

Langkah tersebut dilakukan lantaran biasanya ada peningkatan kasus Covid-19 setelah acara keagamaan dan libur panjang.

“Untuk mengantisipasi Natal dan Tahun Baru, tingkat vaksinasi lansia perlu terus dikejar, terutama pada wilayah-wilayah aglomerasi dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi,” katanya dalam konferensi pers daring di Jakarta, Senin(11 Oktober 2021) dikutip dari indozone.

Luhut menyebutkan, vaksinasi perlu dikejar agar ketika terjadi gelombang penularan COVID-19, angka kematian serta perawatan di rumah sakit bisa ditekan.

Langkah tersebut juga sejalan dengan arahan Presiden Jokowi dalam rapat terbatas (ratas) terkait strategi persiapan Natal dan Tahun Baru, Senin (11 Oktober 2021)

Selain itu Luhut juga menyebutkan Presiden Jokowi kembali mengingatkan jajarannya agar tak lepas kendali di tengah melandainya kasus COVID-19.

Dalam sepekan terakhir tercatat kasus konfirmasi harian nasional turun hingga 98,4 persen. Begitu pula kasus konfirmasi harian di Jawa-Bali yang turun hingga 98,9 persen dari posisi puncak pada 15 Juli 2021.

Bahkan, per Minggu (10 Oktober 2021) tercatat angka tambahan kasus kematian akibat COVID-19 hanya 39 orang.

“Pertahankan kasus serendah mungkin dalam waktu yang lama dan harus secara konsisten,” ujar Luhut.***

Supaya PPKM Bisa Level 2, Pemkab Bogor Harus Suntik 1,7 Juta Dosis Vaksin

Bogordaily.net – Supaya dapat turun menjadi Level 2 dua Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, masih harus menyuntikkan 1,7 juta dosis vaksin.

“Kita harus genjot vaksinasi, karena minimal 50 persen penduduk sudah divaksinasi untuk bisa turun ke level dua,” ungkap Bupati Bogor Ade Yasin, Selasa 12 Oktober 2021.

Mengutip dari antaranews.com, saat ini perkembangan vaksinasi di Kabupaten Bogor baru 31,84 persen atau 2,69 juta dosis, sehingga Pemkab Bogor masih harus menyuntikkan 1,7 juta dosis vaksin lagi agar mencapai 50 persen atau 4,2 juta dosis.

Pemkab Bogor juga harus menyuntikkan 5,8 juta dosis vaksin untuk mencapai target 70 persen jumlah penduduk, yakni 8,5 juta dosis vaksin (dosis pertama dan kedua atau lengkap).

Ade Yasin mengaku banyaknya jumlah penduduk di wilayahnya menjadi salah satu kendala vaksinasi. Karena, jumlah penduduk di Kabupaten Bogor merupakan yang terbanyak di tingkat daerah, yakni 5,4 juta jiwa.

Kendala lainnya adalah Kabupaten Bogor memiliki wilayah yang luas dengan 40 kecamatan, sehingga Satgas Penanganan COVID-19 kesulitan menjangkau lokasi-lokasi di pelosok.

Oleh karena itu, lanjutnya, berkolaborasi dengan berbagai instansi, termasuk TNI-Polri untuk melakukan jemput bola pada pelaksanaan vaksinasi di wilayah pelosok.

“Sentra vaksinasi di kota-kota sudah mulai sepi, maka akan diturunkan ke pelosok di desa-desa, bila perlu menginap di rumah warga atau kades,” kata Ade yasin yang Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor itu.***

PBB Ingin Negara Berkomitmen Realisasi Perlindungan Alam

0

Bogordaily.net – Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mendesak negara anggota untuk berinvestasi lebih banyak untuk merealisasikan perlindungan alam, serta hilangnya spesies di dunia.

Putaran baru pembicaraan mengenai keanekaragaman hayati global akan dilangsungkan di Kunming, China pada Senin (11 Oktober 2021).

Wakil Sekretaris Eksekutif Konvensi PBB tentang Keanekaragaman Hayati David Cooper mengatakan bahwa para menteri yang menghadiri acara ini harus menunjukkan lebih banyak ambisi dan memberi arah politik yang jelas.

Kelompok-kelompok lingkungan mengatakan tidak ada waktu yang terbuang untuk melindungi habitat dan memperlambat tingkat kepunahan.

Terutama setelah pemerintah gagal menyelesaikan salah satu target keanekaragaman hayati 2020 yang disepakati di Aichi, Jepang satu dekade sebelumnya. Namun, Cooper mengatakan tingkat urgensi masih belum cukup.

“Saat ini, sebagian besar negara menghabiskan lebih banyak dana untuk mensubsidi kegiatan yang menghancurkan keanekaragaman hayati daripada yang kita belanjakan untuk melestarikannya. Ini harus berubah,” ujar Cooper pada Minggu (10 Oktober 2021).

PBB ingin negara-negara berkomitmen untuk melindungi 30 persen dari tanah mereka pada 2030, sebuah janji yang telah disetujui oleh Amerika Serikat (AS) dan lainnya.

China belum membuat komitmen, meskipun menerapkan sistem garis merah perlindungan ekologis yang telah menempatkan 25 persen wilayah negara itu di luar jangkauan pengembang.

Cooper mengatakan kepada wartawan bahwa penting bagi semua negara untuk melindungi lebih banyak ekosistem mereka.

Meski demikian, hal itu tidak akan cukup untuk memperbaiki hilangnya keanekaragaman hayati, dengan mengatakan lebih banyak komitmen diperlukan untuk mengelola 70 persen lainnya.

Cooper mengatakan pandemi COVID-19 telah menyuntikkan urgensi baru ke dalam perlindungan keanekaragaman hayati.

Namun, ia memperingatkan bahwa ini belum tercermin dalam langkah-langkah stimulus bisnis seperti biasa pasca  pandemi.

“Kita harus memastikan stimulus itu memperkuat keanekaragaman hayati dan tidak menambah masalah. Secara global, jika Anda melihat-lihat, paket stimulus membuatnya lebih buruk daripada lebih baik,” jelas Cooper.***

Pasien BPJS Dilayani Sepenuh Hati, Rika Apresiasi RS UMMI

0

Bogordaily.net – Seorang ibu hamil berinisial Rdf 26 tahun warga Tegal Gundil Kecamatan Bogor Utara Kota Bogor berikan apresiasi kepada RS UMMI Kota Bogor terkait pelayanan kepada pasien BPJS saat melakukan cek kehamilannya pada Senin, 11 Oktober 2021.

“Bukan tanpa alasan yang pasti dan jelas atas apresiasi yang saya berikan secara pribadi kepada RS UMMI Kota bogor Jawa Barat, terkait pelayanan pasien BPJS Bumil. Khususnya kepada Dr. Dian Ambarwati, Sp.OG dan salah satu karyawan RS UMMI Anisa Thalib, yang telah menjembatani dan memfasilitasi saya agar melakukan pemeriksaan dan membuat rencana untuk kelahiran buah hati saya yang kedua kalinya di RS UMMI tersebut.” ujar Rdf.

Awalnya ia mengaku, merasa takut dan waswas dengan kehamilan yang kedua kalinya ini, dalam jangka waktu yang berdekatan. Tapi setelah dirinya melakukan pemeriksaan, ia mengaku dibuat kagum dengan sambutan dan tata cara penerimaan RS UMMI, yang dari awal masuk dengan ketat melakukan cek body sesuai protokol kesehatan, serta sambutan yang ramah dan baik hati oleh seorang Dr. Dian Ambarwati, Sp.OG, saat sampai di ruang kerjanya meskipun menggunakan BPJS.

“Saya merasa aman dan nyaman seperti mendapatakan semangat baru dan tenaga baru yang ada di diri saya, usai mendapatkan dorongan penyemangat dari bu dokter yang memeriksa saya,” katanya lagi.

Dari sinilah ia memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih sedalam-dalam kepada Dr. Dian Ambarwati, Sp.OG dan seluruh Nakes yang bertugas di RS UMMI.(Gibran)

Peternak Unggas Demo Lagi, Diharapkan Harga Ayam Hidup dan Telur Sesuai Acuan Pemerintah

0

Bogordaily.net – Peternak unggas, jenis ayam ras dan petelur kembali menggelar aksi demonstrasi di Jakarta, Senin (11 Oktober 2021).

Aksi tersebut menyikapi kondisi harga dua komoditas tersebut yang kembali mengalami penurunan hingga di bawah biaya produksi.

Ketua Paguyuban Peternak Rakyat Nusantara (PPRN), Alvino Antonio mengatakan bahwa ini aksi damai.

Dilakukan oleh gabungan peternak mandiri bersama dengan mahasiswa dari berbagai universitas di Pulau Jawa.

Aksi digelar di Istana Negara, gedung DPR, Kantor Kementerian Pertanian, Kantor Kementerian Sosial, kantor PT Charoen Pokphand Indonedia Tbk (CPIN), dan kantor PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA).

“Aksi ini sebagai bentuk dukungan kami kepada pemerintah dalam memperbaiki tata niaga ayam ras pedaging dan telur. Saat ini, harga sarana pokok produksi tinggi tetapi harga jual ayam hidup dan telurnya murah sehingga sangat merugikan para peternaj rakyat mandiri,” kata Alvino pernyataan resminya, Senin (11 Oktober 2021).

Sejumlah tuntutan disuarakan oleh para peternak dalam aksi yang digelar kali ini.

Salah satunya tuntutan agar Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan diganti karena tidak bisa melindungi peternak mandiri.

Para peternak juga kembali menyuarakan tuntutan agar penjualan produk unggas di pasar tradisional hanya diizinkan untuk hasil peternakan mandiri.

Bukan untuk peternakan yang telah berafilisasi dengan sebuah perusahaan besar.

“Perusahaan yang memiliki GPS (grand parent stock), PS (parent stock), pakan, dan afiliasinya termasuk pinjam nama perorangan dilarang berbudidaya, menjual ayam hidup dan telur ke pasar tradisional,” kata Alvino dalam tuntutannya.

Ia menuturkan, peternak juga mengarapkan agar harga ayam hidup (livebird) dan juga telur dapat dinaikkan, setidaknya sesuai harga acuan pemerintah sebesar Rp 20 ribu per kg.

Harga anak ayam usia sehari (day old chick/DOC) dan pakan juga diharapkan dapat mengacu pada acuan pemerintah.

“Kami meminta jaminan supply DOC, jaminan harga jual ayam hidup dan telur di atas HPP sesuai Permendag No 7/2020, yakni minimal Rp 20 ribu per kg,” ujarnya.

Dalam hal harga di tingkat peternak mengalami penurunan, Alvino mengatakan perlu ada mekanisme penyerapan dalam rangka stabilisasi.

Penyerapan bisa dilakukan oleh pemerintah untuk kebutuhan bantuan sosial.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Oke Nurwan, melalui statistik perkembangan harga bahan pokok.

Oke menyampaikan, salah satu usulan yang diterima pemerintah untuk stabilisasi harga ayam ras melalui pengendalian importasi bibit ayam. Impor GPS dilarang demi mengurangi kelebihan pasokan.

Pihaknya juga menilai perlu ada transformasi perdagangan daging ayam segar menjadi perdagangan karkas atau daging ayam beku.

Selain itu, diusulkan pula untuk menambahkan pasal pada rancangan Permentan perubahan Permentan Nomor 32 Tahun 2017 terkait kewajiban kepemilikan cold storage dan Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU).

Untuk peternak yang memproduksi 300 ribu ekor per pekan dengan kapasitas cold storage minimal 25 persen dari kapasitas produksinya.***

Hilang Dompet

0

Salam sejahtera untuk pembaca bogordaily.net dimanapun berapa.

Monon bantuannya, tadi malam sehabis pulang dari Bantar Kambing menuju Bondongan, saya kehilangan dompet. Dompet berisi KTP, SIM, STNK, dan berkas lainnya.

Saya minta tolong jika memiliki kontak yang menemukannya silahkan untuk hubungi saya via WhatsApp di 082110987363.

Terimakasih
Wildan

Siap Terima Wisman, Kepri Tak Tunda Travel Bubble dengan Singapura

0

Bogordaily.net – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad menegaskan pihaknya tidak pernah menunda pelaksanaan travel bubble atau gelembung perjalanan antara Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dengan Singapura.

“Tak ada ditunda, justru Kepri sudah sangat siap menerima wisman,” tegas Ansar.

Menurutnya, masalah travel bubble sudah cukup panjang dibahas antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat.

Ansar memastikan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menginstruksikan Bali dan Kepri akan segera dibuka.

Untuk perjalanan wisman (wisatawan mancanegara) dari beberapa negara yang ditetapkan pemerintah pusat.

Bahkan dari hasil perbincangan dengan Menteri Peruhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, Pemprov Kepri sudah mengusulkan agar bandar udara (bandara) di Batam dan Tanjungpinang dapat segera dibuka.

Begitu pula dengan Pelabuhan SBP Tanjungpinang, Pelabuhan Bintan Telani Bintan, dan Pelabuhan Harbour Bay Batam supaya secepatnya dibuka bagi wisman.

“Menhub ingin Bandara Batam dan Tanjungpinang jadi pilot project dibuka untuk penerbangan internasioal. Juga Pelabuhan SBP Tanjungpinang, Pelabuhan Batam Center, karena sudah digunakan untuk kepulangan PMI,” terangnya.

Lanjut Ansar, salahsatu lokasi wisata yang diusulkan siap menerima wisman ialah Bintan Beach Resort (BBR) di kawasan Lagoi, Kabupaten Bintan.

Kawasan tersebut, lanjut dia, sudah menyiapkan protokol kesehatan seperti lokasi karantina dan alat mesin PCR.

“Kita dorong hasil tes PCR wisman keluar satu jam,” ungkapnya.

Lebih lanjut Ansar menyebut keputusan terkait kawasan wisata Kepri yang akan dibuka diputuskan pemerintah pusat, Senin (11 Oktober 2021).

Demikian pula soal kondisi Covid-19 di Singapura yang tengah tinggi, pun jadi pertimbangan pemerintah pusat untuk dibahas.

Erick Thohir Apresiasi Pemberdayaan Ratusan Anak Penyandang Disabilitas Binaan PLN di Bandung

0

Bogordaily.net – Anak-anak Panti Sosial Penyandang Disabilitas Mental, Sensorik Netra, Rungu Wicara, Tubuh (PSRPD MENSENETRAWITU) Dinas Sosial Jawa Barat tampak gembira karena dikunjungi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang mengapresiasi kreativitas dan daya juang mereka.

Di sela kunjungannya, Erick Thohir sempat berhenti sejenak untuk melihat beberapa penyandang tuna netra bernyanyi. Suara penyanyi yang merdu membuat Erick Thohir turut berdendang bersamanya.

Rasa haru dan bangga tampak dari para penyanyi setelah diapresiasi oleh Erick. Nurlela salah satunya.

Erick thohir

Gadis tuna Netra ini begitu bersemangat menyambut kehadiran Menteri BUMN yang hadir meninjau program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) PLN di panti itu.

“Senang, terus bangga bisa ketemu dengan pak Menteri. Bisa berjabat tangan, luar biasa. Senang sekali,” ujarnya.

Nurlela merupakan salah satu penerima manfaat dari dukungan program TJSL PLN di panti ini. Ia gembira bisa mendapatkan dukungan PLN sekaligus juga motivasi dari Menteri BUMN.

Kegemarannya menyanyi pun diketahui oleh Menteri BUMN yang berjanji untuk mengajaknya bernyanyi dengan idolanya Judika secara daring. Janji yang semakin menambah kegembiraan dan semangatnya.

Erick Thohir dalam kunjungan tersebut memuji fasilitas panti, disertai dengan pendampingan yang bagus. Ia menyebut hadirnya anak-anak disabilitas merupakan realita yang ada di Indonesia. Sehingga menurutnya menjadi peran setiap pihak untuk memberi dukungan.

“Kami juga di Kementerian BUMN membuka tempat bekerja bagi penyandang disabilitas sesuai yang kita sepakati waktu itu,” ujarnya terkait kebijakan Kementerian BUMN yang telah banyak menyerap tenaga kerja dari kalangan disabilitas.

Erick

Erick thohir menyebut pekerja disabilitas juga ada di PLN serta BUMN lainnya. Pemerintah menurutnya tidak membedakan karena kalangan disabilitas juga bagian dari anak bangsa Indonesia dan memiliki kesempatan yang sama.

“Sudah seharusnya kita hadir untuk mereka,” tandasnya.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril membenarkan PLN yang telah menerima pekerja dari kalangan disabilitas. Sejauh ini menurutnya sudah ada puluhan insan PLN yang merupakan kalangan disabilitas.

Sebagaimana pekerja lainnya, mereka berkarya dengan baik. Umumnya berada di bidang yang berkaitan dengan layanan konsumen seperti di unit Call Center hingga tim IT.

“Saya kira itu potensi yang sangat luar biasa dan mereka sangat berkembang sekali,” ujarnya.

Bob pun menyebut bahwa PLN terbuka dan memberi kesempatan pada kalangan disabilitas untuk berkarya di PLN.

Hal ini menurutnya disesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan yang setiap waktu dievaluasi.

Berdayakan Disabilitas

Dalam kesempatan yang sama, PLN melalui PLN UID Unit Induk Distribusi Jawa Barat (UID Jabar) menyerahkan bantuan alat membatik untuk UKM Batik Mulia Hati yang didirikan Pegiat Batik Disabilitas.

Thohir

Prosesi penyerahan bantuan dilakukan oleh Menteri BUMN dengan secara simbolik menyerahkan bantuan pemberdayaan diasabilitas dari PLN kepada Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Dodo Suhendar.

Bob menyebut pada kesempatan kali ini PLN memberikan dukungan lewat permodalan hingga peralatan membatik. Bantuan yang disalurkan ini pun disebut berkelanjutan dan tidak akan berhenti sampai di sini.

Hingga saat ini, total dana yang dikucurkan oleh mencapai Rp200 juta. Rinciannya, Rp100 juta digunakan untuk pembuatan tempat olah pangan pada September 2019, pengadaan sarana peralatan olah pangan senilai Rp50 juta pada Februari 2020, dan tempat membatik dengan anggaran Rp50 juta pada November 2020.

Selain itu, dalam kesempatan yangs ama Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN juga menyerahkan bantuan berupa 6 unit alat bantu dengar, 10 tongkat netra, 1 unit walker, 1 unit kursi roda, 1 buah kaki palsu, dan satu unit infra red.

Bob menjelaskan, jika bantuan ini sesuai dengan semangat dan pilar pemberdayaan dalam program TJSL PLN. Dengan tidak menilai kalangan disabilitas sebagai beban, melainkan potensi yang mesti didorong untuk mandiri.

Dia pun menilai keterampilan mereka dalam berkreasi membatik yang hasilnya berkualitas menjadi bukti dari program PLN ini. Bob pun mengaku akan terus melihat bagaimana program bantuan ini dapat berkelanjutan.

Memanfaatkan jejaring serta Rumah BUMN, produk batik yang dihasilkan panti menurutnya bisa didukung pemasarannya.

Dengan dukungan yang berbentuk kail, bukan sekadar ikan. Sehingga dengan sarana yang ada, penyandang disabilitas ini bisa berhasil.

“Tetapi membantu kita jangan sepotong-sepotong. Harus terintegrasi. Kenapa? Harus diukur sampai keberhasilannya. Ini tugas kita bersama,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala UPTD PSRPD MENSENETRAWITU Dinas Sosial Jawa Barat, Ferrus Syamach menyampaikan rasa syukurnya atas dukungan PLN dan kehadiran Menteri BUMN.

Selama ini menurutnya pihaknya berupaya mendukung banyak mimpi besar dari ratusan anak-anak disabilitas yang menjadi tanggung jawabnya. Terlebih agar mereka dapat mandiri.

“Karena itu kehadiran CSR PLN ini bisa meluaskan layanan kami kepada mereka. Bisa memperluasnya dengan keterampilan lain yang insya Allah bermanfaat bagi mereka,” ujarnya.

Sebelumnya pada pengelolaan pangan, bantuan PLN berupa alat blender, lemari es, freezer, mixer, dan kompor listrik di panti sangat berguna untuk memproduksi berbagai makanan seperti kripik, bolu, kue kering dan frozen food.

Hasil produksi tersebut lalu diperjualbelikan ke lingkungan sekitar terdekat atau melalui promosi mulut ke mulut.

Ferrus mengungkapkan, pihaknya juga gembira karena dukungan peralatan membatik dan kompor listrik yang diberikan.

Hal ini menurutnya akan memaksimalkan usaha batik anak-anak panti yang telah memiliki usaha UKM Batik Mulia Hati. Produknya pun dinilai semakin membaik dari waktu ke waktu.

“Produksinya terus meningkat dan Insyaallah kualitas juga terus meningkat,” ujarnya.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat (UID Jabar), Agung Nugraha menambahkan, PLN memberikan dukungan bagi anak-anak disabilitas di Bandung sejak 2019.

Pada tahun pertama pihaknya mengaku membantu rehabilitasi gedung panti dan dilanjutkan pada tahun 2020 penyerahan bantuan alat pijat.

Dengan bantuan alat membatik tahun ini, Agung berharap kemandirian anak-anak disabilitas ini dapat semakin terbentuk sehingga siap berkarya dan diterima masyarakat.***