Saturday, 25 April 2026
Home Blog Page 6824

Ganjil Genap Melipir Mampir ke Bree Coffee & Kitchen Yuk!

0

Bogordaily.net – Pemberlakuan ganjil genap di Kabupaten Bogor dilakukan untuk mengurangi mobilitas saat pandemi. Bree Coffee & Kitchen menjadi alternatif tujuan utama weekend pada bulan September 2021 ini.

Dengan diterapkannya ganjil genap pada ruas jalan raya Puncak, membuat Bree Coffee & Kitchen memberikan berbagai macam promo terbaiknya pada weekend ini.

Dengan suasana yang sejuk dan view pegunungan yang menawan, membuat Bree Coffee & Kitchen tidak kalah dengan tempat-tempat wisata kuliner di Puncak Bogor.

“Ya, kami memberikan kenyamanan bagi anda yang ingin wisata kuliner, bersantai bersama keluarga dengan udara yang sejuk dan segar. Ditambah pemandangan pegunungan yang tidak kalah dari jalur Puncak Bogor,” ungkap Chef Ferry.

Adapun beberapa menu seputar kopi yang bisa kalian pesan meliputi, Es Koi Gula Aren, Es Kopi Susu, dan Es Kopi Panda.

 Kitchen
Coffee Late di Bree Coffee & Kitchen.(Istimewa/Bogordaily.net)

Aneka minuman segar lainnya seperti jus dan olahan teh, juga tak kalah recomendednya teruntuk yang kurang suka kopi, seperti Mix Berry Yoghurt atau Bree Lechy Dragon.

Tak kalah lezatnya, makanan berat pun dapat kalian pesan di Bree seperti Sop Buntut, Iga Bakar Madu, Ayam Bakar Kalasan, Rice Bowl atau cemilan seperti Pisang goreng, Singkong Goreng, sampai pasta ala-ala Western.

Tak lupa makanan penutup seperti Cake pun juga ada dengan varian Red Velvet ataupun Tiramissu.

 Kitchen
Chocolate Devil Cake di Bree Coffee & Kitchen.(Istimewa/Bogordaily.net)

“Untuk informasi dan reservasi kalian bisa hubungi langsung nomor 0812-8047-3591. Siapkan waktu anda, gas langsung ke Bree Coffee & Kitchen,” pungkasnya. Adv

Bupati Bogor Berikan Apresiasi dan Dukung Kinerja KPAD

0

Bogordaily.net – Bupati Bogor Ade Yasin menerima rombongan Komisioner Komisi Perlindungan Anak Daerah ( KPAD ) Kabupaten Bogor. Pertemuan Bupati dengan Komisioner KPAD tersebut juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk & Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Nurhayanti, Kepala Dinas Pendidikan Juanda dan Ketua P2TP2A.

Pada audiensi yang berlangsung di Pendopo Bupati Wakil Ketua KPAD Waspada menyampaikan laporan kinerja KPAD selama 10 bulan sejak dilantik pada 10 November yang lalu.
KPAD telah menerima pengaduan langsung sebanyak 35 kasus, sementara pengaduan berbasis online sebanyak 28 kasus.

“Kasus terbanyak adalah kasus kekerasan seksual, disusul kasus perebutan kuasa asuh. Semua kasus yang diadukan ke KPAD langsung kami tindak lanjuti dan dikawal hingga kasusnya selesai,” ujarnya.

Ia mencontohkan kasus perebutan kuasa asuh dari 6 kasus, 2 kasus sudah selesai dimediasi. Satu kasus terpending, dua kasus gagal mediasi dan satu menunggu proses mediasi.

Selain menyampaikan laporan kegiatan berbasis tugas dan fungsi KPAD, Waspada juga menyampaikan program tahun 2022 sesuai hasil rapat kerja awal September lalu, berdasarkan bidang-bidang. Program-program tersebut akan dikerjasamakan dengan dinas-dinas terkait.

“Misalnya saja bidang pendidikan akan mengajak Dinas Pendidikan menyosialisasikan program sekolah ramah anak dan guru ramah anak. Bidang agama dan budaya menyiapkan program PP ramah anak, bidang sosial & anak,” ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya dalam situasi darurat diantaranya menyiapkan program penangan korban bencana, ramah anak dan workshop pemenuhan hak dasar Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dengan menggandeng Dinas Sosial, serta berbagai program lainnya.

Pada kesempatan tersebut dia juga melaporkan selama Pandemi KPAD turun ke lapangan untuk melakukan pengawasan terhadap program Pembelajaran Tatap Muka (PTM) juga vaksinasi bagi pelajar, guna memastikan bahwa sekolah betul – betul sudah melaksanakan standar protokol kesehatan sehingga anak – anak terjamin keamanannya.

Sementara itu Sekretaris KPAD Erwin, menambahkan bahwa KPAD juga akan bermitra dengan Dinas Kesehatan untuk memastikan hak kesehatan anak-anak. Misalnya dalam suasana Pandemi Covid -19 ini, selain program 5 M, perlu ditambah satu program yakni pemenuhan multivitamin bagi anak – anak, untuk menambah imunitas tubuh.

“Dalam waktu dekat KPAD akan turun lapangan untuk survey terhadap 22 Kecamatan, yang sudah dinobatkan sebagai kecamatan layak anak, apakah benar – benar memenuhi indikator layak anak.,” terangnya.

Sementara Komisioner KPAD lainnya Sofian Ginting secara singkat, menyampaikan kehadiran KPAD mampu mendongkrak Kabupaten Bogor meraih predikat Nindya, dapat program Kabupaten/Kota Layak Anak.

Menanggapi laporan tersebut, Bupati Bogor Ade Yasin menyampaikan apresiasi terhadap kinerja KPAD.

“Terima kasih hari ini saya mendapatkan laporan yang cukup lengkap,” ujar Bupati.

Selanjutnya Bupati menyarankan agar KPAD membangun kemitraan dengan SKPD terkait termasuk dengan kepolisian, kejaksaan dan juga pengadilan agar anak – anak Kabupaten Bogor, semakin terlindungi dari segala bentuk kekerasan dan terpenuhi hak – haknya, apalagi dimusim Pandemi seperti sekarang ini.

Saat memberikan arahan Bupati juga sempat menanyakan mengenai anggaran tahun 2021, dan anggaran tahun 2022.

“Untuk anggaran tahun 2022 masih bisa berubah,” ujarnya.

Pada kesempatan itu juga Kepala Dinas Pendidikan, Juanda secara singkat memberikan dukungan terhadap program KPAD.

“Setuju dan Mendukung Program KPAD,” pungkasnya.***

 

 

 

Jumlah Mahasiswa Baru Meningkat, Rektor Institute Ummul Quro Al-islami Buka Kegiatan Masa Ta’ruf

0

Bogordaily.net – Rektor Institute Ummul Quro Al-islami (IUQI) Dr. Saiful Falah M, Pd membuka kegiatan Masa Ta’aruf (MASTA), untuk mahasiswa/I baru. Kegiatan dihadiri para Rektorat, Dekan Fakultas, Kepala Program Studi dan para dosen, pada Sabtu 18 September 2021.

Dunia perkuliahan sudah tak asing lagi dengan agenda orientasi perkenalan mahasiswa baru, yang biasa disebut dengan istilah Ospek atau Masa Ta’ruf. Biasanya masing-masing kampus memiliki kegiatan dan nama-nama orientasi yang berbeda. Di Kampus Institut Ummul Quro Al-islami Leuwiliang Bogor masa orientasi mahasiswa baru bernama Masa Ta’aruf (MASTA).

Dalam sambutannya Rektor Institute Ummul Quro Al-islami Dr. Saiful Falah M, Pd menyampaikan, setiap tahun jumlah mahasiswa baru IUQI mengalami peningkatan cukup signifikan.

Terlebih dalam kondisi bangsa ini yang sedang mengalami wabah virus corona, kampus-kampus lain cukup sulit mencari mahasiswa baru, justru kampus yang baru berjalan 5 tahun ini malah sebaliknya.

“Ditengah virus Covid-19 ini Perguruan Tinggi lain masih susah mencari mahasiswa bahkan sekelas universitaspun masih kesulitan untuk mendapatkan angka sekian ratus mahasiswa baru, namun alhamdulillah kita yang masih Institut sudah mendapatkan mahasiswa baru sebanyak 539 orang,” ujarnya.

Selain itu juga Dr. Saiful Falah juga berharap kepada peserta Masa Ta’ruf tahun ini untuk selalu menjaga kesehatan agar perkuliahan bisa dilakukan secara tatap muka. Untuk menunjang perkuliahan tatap muka civitas kampus IUOI telah menyenggarakan vaksinasi.

Dirinya juga mengharapkan dalam kegiatan ini para mahasiswa baru merasakan feel in home agar pendidikannya selesai sampai sarjana.

“Harapan yang pertama untuk selalu sehat, yang kedua menjadikan wadah bagi mahasiswa baru merasakan feel in home. Sehingga mereka akan merasakan IUQI serasa dirumah dan tidak mungkin kemana-mana lagi agar betah sampai selasai sarjana.” Pungkasnya.

Sebagai informasi acara tersebut berjalan lancar dari para peserta yang antusias penuh semangat dan tetap selalu mematuhi protokol kesehatan.

Sebagai penutup Dr. Saiful Falah langsung membuka agenda tersebut dengan menggunting pita yang telah disediakan panitia pelaksana, maka dengan ceremonial tersebut kegiatan Masa Ta’aruf Kampus Institut Ummul Quro Al-Islami telah resmi dibuka dan berjalan sampai keesokan harinya.*

KemenkopUKM Gelar Pelatihan Vocational Ekspor Impor Produk UKM di Kuningan Jabar

0

Bogordaily.net – Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) menggelar Pelatihan Vocational Ekspor Impor Produk UKM bagi para pelaku koperasi dan UMKM khususnya usaha mikro di sektor perikanan/peternakan secara hybrid di Kuningan, Jawa Barat (Jabar).

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Arif Rahman Hakim didampingi Sekretaris Daerah Kuningan Jawa Barat Dian Rachmat Yanuar saat berdiskusi dengan peserta “Pelatihan Vocational Ekspor Impor Produk UKM” Kuningan, Sabtu 18 September 2021, mengapresiasi kepada pemerintah daerah Kuningan karena sudah memberikan perhatian yang sangat besar pada pelaku usaha mikro dan kecil.

“Di tengah pandemi ekonomi, dari 27 kabupaten di Jabar, Kuningan adalah salah satu yang PDB-nya tumbuh positif. Ini tentu berkat kontribusi dari pelaku usaha mikro dan kecil. Jadi bapak ibu semua sudah sangat luar biasa di tengah pandemi selalu berupaya melakukan inovasi-inovasi sehingga bisa menyesuaikan dan beradaptasi dalam situasi yang tidak mudah sekarang ini,” kata Arif.

Ia menekankan agar potensi UMKM di Kuningan harus disusun dan direncanakan agar tumbuh. Sementara terkait infrastruktur, ada kebijakan dari pemerintah untuk infrastruktur publik mencakup jalan tol, stasiun, bandara, sebanyak 30 persen di antaranya dialokasikan untuk pelaku usaha mikro dan kecil dengan biaya sewa yang rendah. Ini adalah peluang yang perlu dimanfaatkan.

Didalam PP 7/2021 juga telah diamanatkan untuk kegiatan pendampingan dan pembinaan usaha mikro untuk perizinan berusaha dan bantuan hukum. Pemerintah menyediakan anggaran yang besar untuk meningkatkan kapasitas SDM, salah satunya melalui kebijakan kartu pra kerja.

“Di Kementerian Koperasi dan UKM juga ada informasi terkait pengembangan SDM pelaku usaha melalui edukukm.kemenkopukm.go.id. Maka saya mengajak para pelaku UMKM yang ingin menjadi pengusaha yang sukses harus mau menambah ilmu, peluang-peluang yang ada juga harus ditangkap,” katanya.

Sedangkan mengenai pembiayaan, BI dan OJK sudah menetapkan kebijakan bahwa pembiayaan untuk usaha mikro dan kecil ini harus ditingkatkan. “Sekarang 20% akan ditingkatkan sampai 30% pada 2024. Artinya kita sebagai pelaku usaha harus menyiapkan diri untuk dapat mengakses kemudahan atas tersedianya pembiayaan, pendampingan. Pemerintah juga menyediakan pembiayaan melalui KUR, namun kita harus merancang usaha bisnisnya,” katanya.

Di sisi lain ada pula dukungan dana bergulir dari LPDB KUMKM yang siap memperkuat permodalan koperasi dengan tingkat suku bunga rendah yakni 3 persen pertahun. “Ini peluang dan dukungan dari pemerintah kepada pelaku usaha mikro dan kecil,” katanya.

Pada kesempatan yang sama Sekda Kabupaten Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si berharap akan terus terbangun sinergi antara Kementerian Koperasi dan UKM bersama Pemerintah Daerah termasuk Kuningan.

Sebelum pandemi, hasil survey BPS jumlah kemiskinan pada tahun 2019 akhir, Kab Kuningan termasuk dalam kabupaten termiskin ke 2 di Jawa Barat. Berdasarkan hal tersebut, pemerintah tentunya terus melakukan koreksi, pembenahan, dan penyempurnaan agar pengangguran dan kemiskinan berkurang.

“UMKM Kuningan ingin naik kelas. Namun kita semua menyadari kita tidak dapat bergerak sendiri. Seluruh stakeholder harus berjalan bersama secara simultan,” katanya.

Beberapa kendala yang perlu diperhatikan terkait pengembangan UMKM di Kuningan kata dia, adalah masih ada jenis produk yang kurang tepat yang tidak relevan untuk dikembangkan. Kemudian, menentukan harga yang belum sebanding dengan kualitas. Kemudian memilih sumber daya manusia dan sistem promosi yang masih dilakukan secara konvensional, pemilihan lokasi juga kurang strategis. Hal ini menjadi fokus pembahasan untuk naik kelas dan diurai secara maksimal.

“Peranan teknologi informasi dan media sosial harus juga dimaksimalkan oleh pelaku usaha. Tidak hanya promosi namun juga jual beli online agar dapat berkembang secara maksimal,” katanya.

Tidak kalah penting adalah legalitas produk usaha dan identitas produk UMKM, agar lebih mudah mendapatkan akses perbankan, maka kemudian program-program pemerintah diupayakan mampu memberikan kepercayaan kepada masyarakat.

Ia juga mendorong pelaku UMKM untuk menemukan keunikan produknya agar ada faktor pembeda dengan kompetitor.

“Kami juga mengembangkan koperasi. Ada 675 koperasi yang digerakkan melalui transformasi digital manajemen. Kami berharap, koperasi dan UKM dapat berjalan maksimal dan menguraikan pengangguran,” katanya.

Pada kesempatan itu, turut hadir Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Kuningan U. Kusmana.

Gokil! Selegram ‘Kuda Poni’ Rela Tampil Bugil Live Sambil Masturbasi Demi Mendapatkan Rp30 Juta

0

Bogordaily.net – Ada-ada saja yang dilakukan selegram satu ini, untuk bisa mendapatkan uang banyak, RR rela tampil bugil di medsos Mango Live. Setiap bulannya selegram yang tinggal di Bali itu mendapatkan Rp 30 juta dari hasil lave bugil.

“Keuntungan yang diperoleh dari pekerjaan live tersebut tiap bulannya berkisar Rp 30 juta dan sekali live bisa meraup hasil Rp 1,5 juta,” kata Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat 17 September 2021 malam.

Sebelumnya, RR diamankan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Denpasar. RR ditangkap karena tampil bugil dalam siaran langsung secara daring.

Kepada polisi, RR mengaku sudah live bugil berbulan-bulan menggunakan aplikasi online.

“Setelah diinterogasi, pelaku mengakui sudah sembilan bulan melakukan pekerjaan live di aplikasi Mango,” kata Iptu I Ketut Sukadi.

Setiap kali live, RR selalu bugil dan melakukan pornoaksi, yakni masturbasi. Dari informasi tersebut, Satreskrim Polresta Denpasar pun melakukan penyelidikan.

RR pun diamankan dari sebuah apartemen yang berlokasi di Denpasar.

Polisi akhirnya berhasil mengamankan RR, yang dikenal dengan sebutan ‘bintang live’ tersebut. RR saat ini sudah diamankan kepolisian dan masih diperiksa secara intensif.

Polisi membenarkan RR menggunakan akun bernama ‘Kuda Poni’ di aplikasi medsos live tersebut.

“Kuda Poni,” kata Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Mikael Hutabarat saat dimintai konfirmasi terpisah, Sabtu 18 September 2021.(dtk)

Ingat! Parkir Sembarangan di Jalan Raya Puncak, Bakal Dirazia Satpol PP

0

Bogordaily.net– Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor terus melakukan razia terhadap pengendara yang nekat parkir sembarangan di ruas Jalan Raya Puncak yang bisa menimbulkan kerumunan dan kemacetan bahkan kecelakaan.

“Kita melakukan patroli rutin selama PPKM ini, banyak sekali para pengendara yang masih nekat parkir di sekitaran ruas jalan, padahal sudah ada aturannya tidak boleh” kata salah seorang anggota Satpol PP Samuel kepada Bogordaily.net, Sabtu 18 September 2021.

Ia mengungkapkan, penertiban ini rutin dilakukan setiap akhir pekan selama PPKM level 3 di Kabupaten Bogor, mulai dari hari Jumat hingga Minggu. Dan kegiatan ini sudah berlangsung semalam 3 pekan dari mulai diberlakukannya pelonggaran PPKM khususnya di wilayah Kabupaten Bogor.

“Kalau mereka parkir sembarangan dipinggir jalan ini, nanti tiba-tiba ada kendaraan lain yang melaju kencang bisa tertabrak, kita mengantisipasi hal itu terjadi” tambahnya.

Dia mengungkapkan, tingginya volume kendaraan di puncak Bogor setiap akhir pekan, membuat para petugas sangat sigap dan extra tegas untuk melakukan penertiban kepada para pengendara yang melanggar aturan, hal ini dilakukan demi keamanan dan kenyamanan para pengendara lainnya.

Samuel juga berharap untuk para pengendara agar bisa mematuhi aturan yang ada, ini semua dilakukan sebagai kepedulian petugas kepada para pengendara demi keselamatan mereka.

 

“Kami peduli keselamatan mereka, makannya itu kami melakukan penertiban, sesuai dengan pribahasa, mencegah lebih baik daripada mengobati” pungkasnya.(RAM)

Bupati Bogor dan Bupati Cianjur Bahas Jalur Puncak 2

0

Bogordaily.net – Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur hari ini, melakukan pertemuan dalam rangka mencari solusi terkait permasalahan Puncak, Sabtu 18 September 2021.

Pertemuan dua kepala daerah beserta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) masing-masing, dilakukan di Melrimba Garden, Jl. Raya Puncak Gadog KM 87, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua.

Bupati Bogor Ade Yasin menerangkan, pertemuan ini mendiskusikan dan mencari solusi bersama, baik jangka pendek maupun jangka panjang, untuk penanganan kawasan Puncak, menghasilkan solusi terbaik yang tentunya memberikan banyak kebaikan bagi masyarakat.

“Tiada hari tanpa macet di Puncak, Puncak ini selalu viral karena perhatian media selalu tertuju ke sana. Dulu Puncak pernah jadi destinasi wisata nasional, tapi karena macet akhirnya dicabut. Tapi tetap saja Puncak dianggap menarik oleh wisatawan. Kenapa Puncak menarik perhatian, karena alamnya yang indah,” katanya.

Ade menjelaskan, pada intinya pihaknya mendukung kebijakan pemerintah pusat menerapkan ganjil genap di wilayah Puncak, karena sudah 36 tahun melakukan sistem satu arah.

“Mudah-mudahan dengan ganjil genap akan ada perubahan atau perbaikan. Namun kita jangan hanya memperhatikan kawasan wisata itu dari sisi macetnya saja, selalu jadi persoalan adalah macet, yang dicari solusinya soal macet, yang harus diselesaikan soal macet. Kita lupa ada potensi yang cukup besar di wilayah ini, yaitu potensi ekonomi dan pariwisata,” jelasnya.

Ade menambahkan, mudah-mudahan hasil pertemuan hari ini sampai ke pemerintah pusat dan didengar oleh Presiden, karena pada pertemuan hari ini juga hadir perwakilan dari Kementerian Perhubungan.

Walaupun ganjil genap diberlakukan tetap harus dipikirkan solusi jangka panjangnya, karena kalau tetap begini, akan ada potensi yang hilang.

Senanda dengan Bupati Bogor, Bupati Cianjur, Herman Suherman mengungkapkan, pertemuan ini begitu penting demi pembangunan jalur Puncak 2, yang lebih penting lagi adalah pemerintah pusat bisa mendengar aspirasi dari bawah.

“Kami Kabupaten Cianjur sangat merasakan imbasnya. Dulu wilayah Cipanas itu ramai wisatawan, sekarang sepi, karena mau ke Cianjur dari Jakarta, Puncak macet, dari Bandung mau ke Cianjur juga macet, dari Sukabumi juga macet, sehingga kami di Kabupaten Cianjur sangat terdampak dengan sepinya wisatawan. Orang-orang pasti sudah lelah mau ke Cianjur akibat berlama-lama di jalan karena macet, akhirnya mereka tidak sampai masuk Cianjur,” ungkapnya.

Herman menuturkan, untuk kebijakan ganjil genap, Kabupaten Cianjur setuju, terima kasih kepada Kementerian Perhubungan bahwa kebijakan ganjil genap ini dikecualikan untuk warga Cianjur asalkan memperlihatkan KTP.

Hadir pada pertemuan tersebut, Bupati Bogor, Ade Yasin, Bupati Cianjur, Herman Suherman, Ketua DPRD Cianjur, Ganjar Ramadhan, Dandim 0621/Kabupaten Bogor Letkol Inf. Sukur Hermanto, Dandim 0608/Cianjur Letkol Kav. Ricky Arinuryadi, Kapolres Bogor AKBP Harun, Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan, Ketua Pengadilan Negeri Cibinong Khamim Thohari, Ketua Pengadilan Negeri Cianjur Taufan Rahmadi, Kepala Sub Direktorat Lalu Lintas Transportasi Darat, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Tim Percepatan Pembangunan Kabupaten Bogor, perwakilan masyarakat Puncak Ngahiji, serta jajaran pemerintah daerah.***

MenKopUKM Tegaskan Kelembagaan Ekonomi Petani Perlu Dibenahi untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan

0

Bogordaily.net – Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) mendorong konsolidasi petani-petani di Cianjur, Jawa Barat agar masuk koperasi melalui konsep korporatisasi.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, korporatisasi dilakukan agar kesejahteraan petani meningkat.

“Kami melihat Cianjur memiliki potensi di sektor pangan misalnya padi/beras. Kami ingin dorong konsolidasi petani padi untuk masuk koperasi dengan konsep korporatisasi petani agar produknya efisien dan ekonomis sehingga  kesejahteraan petani meningkat,” kata MenKopUKM dalam Forum Diskusi Bersama Koperasi dan Asosiasi UMKM di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu 18 September 2021.

MenKopUKM menegaskan, pembangunan kelembagaan ekonomi petani sangat penting agar ketahanan pangan lebih terjamin.

Menurut Teten, sektor pangan saat ini memiliki banyak permintaan baik di pasar lokal maupun di pasar global. Untuk itu, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) harus dapat memanfaatkan keunggulan pangan domestik.

“Sampai saat ini, masih banyak produk-produk pangan yang kita impor, seperti jagung, kedelai, bawang putih, gula, susu dan daging sapi. Komoditi dengan permintaan banyak dunia di antaranya buah dan rempah. Kita harus sudah mulai membidik UMKM masuk di sektor-sektor yang memiliki keunggulan domestik. Dunia sudah melihat apa yang menjadi keunggulan domestik negaranya masing-masing,” katanya.

Teten optimistis Indonesia mampu mewujudkan katahanan pangan melalui pembenahan kelembagaan termasuk akses pembiayaannya. Menurutnya, saat ini porsi kredit UMKM di Indonesia baru 19,8 persen atau masih jauh tertinggal dibandingkan negara Singapura 39 persen, Malaysia dan Thailand 50 persen, serta Korsel 81 persen.

Presiden Joko Widodo, kata Teten, minta agar secara bertahap sampai 2025 kredit UMKM naik menjadi 30 persen dan pagu Kredit Usaha Rakyat (KUR) bisa sampai Rp20 miliar.

“Kelembagaan UMKM mesti kita benahi. Kalo nggak diberesi, nggak akan sampai porsi kredit UMKM mencapai 30 persen,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Cianjur TB Mulyana Syahrudin mengatakan, program pemulihan ekonomi nasional (PEN) melalui Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) di Kabupaten Cianjur telah membantu 115 ribu pelaku usaha mikro pada tahun 2020 dan 91 ribu pelaku usaha mikro pada 2021.

“Pemkab Cianjur meningkatkan SDM melalui digitalisasi dan tengah menyiapkan pendamping UMKM pada 2022,”  tegasnya.***

Catat! Menhub Bakal Keluarkan Peraturan Ganjil-Genap di Puncak

0

 

Bogordaily.net – Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi meninjau penerapan kebijakan ganjil-genap puncak bersama Kakorlantas Polri Irjen Istiono di Simpang Gadog, Puncak, Jawa Barat.

Menhub menyampaikan sejumlah catatan yang harus diperhatikan Pemkab Bogor dalam kunjungan itu.

Selain Budi dan Istiono, hadir pula Kepala BPTJ Polana B Pramesti, Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiadi, Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan dan Kapolda Jabar Brigjen Eddy Sumitro. Dalam peninjauan ini Budi meminta Pemkab Bogor mengatasi macet di Puncak.

“Saya sampaikan kepada Pak Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan, supaya puncak itu tidak hanya berita macet saja, bagaimana ini bisa jadi tidak macet lagi,” kata Budi melalui keterangan pers yang diterima, Sabtu 18 September 2021.

“Kami mohon kepada Polri untuk mengawal apa yang menjadi kebijakan dari Inmendagri maupun Peraturan dari Kemenhub. Dan saya minta Pemda juga koperatif menindaklanjuti kebijakan ini,” imbuhnya.

Budi menilai penting dilakukan ganjil genap di kawasan Bogor. Hal ini sesuai dengan Inmendagri 42/2021.

“Sesuai dengan terbitnya Inmendagri Nomor 42 Tahun 2021 di poin 5 bahwa untuk daerah PPKM level 3, kawasan wisata sudah dibuka dengan protokol kesehatan yang ketat dan pembatasan, serta harus ada pemberlakuan ganjil-genap di jalan-jalan menuju kawasan wisata mulai Jumat pukul 12.00 s.d Minggu pukul 18.00,” jelas Budi.

Menhub menyebut pihaknya akan segera mengeluarkan Peraturan Menhub terkait kebijakan ganjil-genap di kawasan wisata, tidak hanya di Puncak, tapi juga di kawasan wisata lainnya di Indonesia selama penerapan PPKM.

Budi juga menyampaikan bahwa kondisi penanganan COVID-19 di Indonesia sudah menjadi salah satu yang paling baik di Asia. Sehingga perlu dijaga, jangan sampai euforia penurunan angka kasus positif COVID-19 ini membuat lengah.

“Presiden berulang-ulang mengatakan, jangan senang dulu dengan hasil baik yang sudah kita capai. Kita harus menyiapkan diri masuk ke masa Endemi. Endemi adalah konsep berdampingan dengan COVID-19 namun dengan menjaga prokes dan tetap produktif,” kata Budi.

Dia juga meminta kepada Korlantas, Pemda, Ditjen Perhubungan Darat dan BPTJ untuk berkoordinasi untuk menjalankan kebijakan ganjil genap ini.

Sementara itu, Kakorlantas Polri, Irjen Istiono, mengatakan sinergitas dari semua pihak menjadi hal penting guna memperlancar kebijakan ganjil genap.
Menurutnya, sejak tiga pekan diberlakukan ganjil genap mobilitas kendaraan dapat ditangani dengan baik.

“Sinergitas Polri dan stakeholder terkait sangat dibutuhkan dan ini sudah di manage dengan baik oleh Polda dan Polres di sini. Kita terus lakukan evaluasi dan hingga saat ini sudah sangat bagus dan efektif,” kata Istiono.

Diketahui, ganjil genap tidak berlaku untuk sejumlah kendaraan seperti: pemadam kebakaran, ambulance/ mobil jenazah, tenaga kesehatan, kendaraan dinas TNI/Polri, angkutan umum, angkutan online, angkutan logistik/sembako dan Kendaraan untuk kepentingan tertentu/darurat sesuai diskresi petugas Polri.

Adapun delapan lokasi penyekatan dan pos pemeriksaan ganjil genap yang diterapkan di jalur Puncak Bogor: Pos Simpang Gadog, Pos penutupan arus Cibanon, Pos Check Point Gerbang Tol Ciawi, Pos Penutupan Arus Bendungan, Pos Check Point Rainbow Hills, Pos Check Point Pasir Angin, Jalur Babakan Madang, yaitu Belanova. Check Point pintu gerbang Sirkuit Sentul.(dtk)

Jurgen Klopp Masa Bodo dengan Kontrak Salah di Liverpool

0

Bogordaily.net – Masa depan Mohamed Salah di Liverpool masih menjadi tanda tanya besar. Pelatih The Reds Jurgen Klopp justru masa bodoh ketika ditanya masalah tersebut.

Kontrak Salah sebenarnya baru berakhir pada akhir Juni 2023. Namun sudah banyak beberapa pemain penting Liverpool yang melakukan perpanjangan kontrak.

Sebut saja seperti Virgil van Dijk, Alisson Becker, Fabinho, Andrew Robertson, dan Jordan Henderson yang sudah disodorkan kontrak baru oleh The Reds.

Tetapi anehnya Salah yang jelas telah berkontribusi besar terhadap Liverpool dalam beberapa musim terakhir itu justru belum ada kabar mengenai masalah kontrak.

Klopp sendiri mengaku tidak tahu mengenai pembicaraan kontrak antara Salah dengan manajemen Liverpool. Menurut pemaparan pelatih asal Jerman itu, masalah kontrak pemain bukanlah urusannya sehingga dia tak paham.

Karena itulah Klopp selalu mengangkat tangan ketika ditanyai mengenai masa depan atau kontrak pemain Liverpool. Untuk masalah Salah pun Klopp jauh lebih tertarik membahas performa mantan pemain AS Roma tersebut ketika berada di lapangan.

“Dengar, tidak ada yang bisa dikatakan tentang itu (masalah kontrak Salah). Terutama bukan dari saya karena saya tidak terlibat (dalam membahas kontrak pemain),” cerita Klopp mengutip dari laman resmi Liverpool, Jumat 17 September 2021).

“Jadi, tidak ada (kabar terbaru tentang kontrak Salah). Jelas satu-satunya hal yang sangat saya minati adalah bagaimana penampilan Mo Salah, seberapa tajam dia, seberapa berkomitmen dia saat ini dan itu benar-benar tepat, sangat bagus, dan itu yang terpenting. Tidak ada yang baru untuk dikatakan mengenai masalah kontrak,” tambah Klopp.

Sebelumnya negosiasi kontrak antara Liverpool dan Salah berjalan alot karena pihak pemain meminta kenaikan gaji yang cukup tinggi. Sejauh ini diketahui Salah hanya mendapatkan 200 ribu pounds atau sekira Rp3,9 miliar per pekannya dari Liverpool.

Salah pun meminta kenaikan gaji setidaknya setara dengan Cristiano Ronaldo di Man United. Ronaldo yang baru datang pada musim panas 2021 ini langsung mendapatkan gaji sebesar 480 ribu pounds (Rp9,49 miliar) per pekannya.

Jumlah 480 ribu pounds itu lantas menjadikan Ronaldo sebagai pemain dengan bayaran tertinggi di Liga Inggris. Karena merasa terkalahkan, pihak Salah lantas meminta kenaikan gaji kepada Liverpool.(Okz)