Friday, 17 April 2026
Home Blog Page 6894

DPRD Kota BogorGeser Anggaran Rp13 Miliar untuk Menanggulangi Dampak Covid-19

0

Bogordaily.net – DPRD Kota Bogor bakal menggeser anggaran DPRD yang nantinya akan difokuskan untuk penanganan dampak covid-19 di triwulan akhir tahun 2021.

Hal ini disampaikan oleh Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto, setelah diputuskan dalam Rapat Banggar sebelum pembahasan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara Perubahan (PPASP) Tahun 2021.

Keputusan Banggar tersebut diambil setelah rapat marathon selama 2 hari dengan Sekretariat DPRD Kota Bogor. Rapat ini khusus menyisir berbagai program ataupun rencana kerja DPRD yang masih bisa ditunda, tidak prioritas, ataupun bentuk penghematan.

“Setidaknya ada minimal Rp. 13 M anggaran program kerja DPRD yang siap digeser untuk penanganan dampak covid-19 pada APBD Perubahan 2021, khususnya untuk digunakan sebagai anggaran bansos maupun program pemulihan ekonomi. Mudah-mudahan bisa lebih”, jelas Atang.

Bantuan : Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto menyalurkan bantuan alat produksi dan sembako bagi UMKM yang terdampak Covid-19

DPRD Kota Bogor sendiri saat ini tengah melakukan pembahasan KUPA PPASP APBD 2021 sebagai dasar penyusunan RAPBDP 2021.

“Program penanganan masalah kesehatan dan ekonomi menjadi konsern utama pembahasan APBDP 2021. Dari aspek kesehatan, masalah yang kita hadapi saat puncak covid-19 di Juni Juli bisa diperbaiki dengan program serta anggaran yang memadai. Di sisi lain, program penanggulangan masalah sosial dan pemulihan ekonomi juga harus disiapkan. Caranya, dengan melakukan pergeseran anggaran di SKPD-SKPD yang ada, termasuk anggaran DPRD”, beber Atang.

Penanganan Dampak Ekonomi
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bogor, angka kemiskinan Kota Bogor mengalami peningkatan dari 5,77% pada tahun 2019, menjadi 6,68% persen pada tahun 2020 akibat Pandemi Covid 19. Angka tersebut sangat mungkin bertambah dengan pemberlakukan PPKM Darurat dan PPKM Level 4 selama Juli sampai Agustus kemarin. Atas dasar itulah, penggeseran anggaran DPRD akan difokuskan pada pemulihan ekonomi ditengah Pandemi Covid 19.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menambahkan bahwa pemulihan ekonomi bisa dilakukan dengan penguatan usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Blusukan : Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto melakukan blusukan kepada pedagang sayuran sekaligus membagikan masker gratis

“Sejalan dengan arahan Presiden RI pada pidato kenegaraan, salah satu upaya pemulihan ekonomi adalah dengan menguatkan UMKM. Penguatan UMKM bisa berupa bantuan permodalan, pendampingan, penyederhanaan perizinan, digitalisasi UMKM, fasilitasi masuk ke rantai pasar global maupun e-commerce, dan yang lebih penting lagi adalah proteksi produk UMKM atas liberalisasi perdagangan global selama ini,” jelasnya.

Penanganan Dampak Sosial
Selain permasalahan ekonomi, pandemi Covid-19 ini juga mengakibatkan permasalahan sosial baru seperti bertambahnya pengangguran, janda, yatim, dan warga tidak mampu.

“Harus ada intervensi program dan anggaran secara langsung bagi warga tidak mampu, janda tua, dan yatim piatu yang jumlahnya bertambah akibat pandemi Covid-19 ini. Baik dalam bentuk Bansos ataupun skema padat karya”, tegas Atang.

Sementara itu, salah seorang anggota Banggar DPRD Kota Bogor, Said Mohammad Mohan, menyatakan bahwa ia mendukung sepenuhnya langkah penggeseran anggaran pada pembahasan APBD Perubahan tahun ini.

“Kami di Banggar sudah setuju akan hal ini, karena manfaatnya untuk masyarakat secara langsung,” katanya.

Mencicipi : Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto bersama Ketua Fraksi FAN Safrudin Bima dan Wakil Ketua Komisi I Fajari Aria sedang mencicipi kopi buatan tangan pelaku UMKM di Taman Ekspresi

Saat ini kondisi ekonomi Kota Bogor, sambungnya, tengah merosot setelah diberlakukannya PPKM Darurat. Hal itu terlihat dari menurunnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), sampai dengan Agustus ini tercatat baru terealisir sebesar 50,47 persen.

Banyak pula laporan warga yang mengadu terkait permasalahan sosial ekonomi ke Komisi IV.

Menurut Ketua Komisi IV ini, ada beberapa masalah yang menjadi sorotan, yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, maupun permasalahan sosial.

“Jadi dengan adanya pergeseran anggaran ini, kami berharap masalah-masalah sosial, pendidikan, dan ekonomi bisa tertangani. Mudah-mudahan sektor ekonomi di Kota Bogor mulai dari UMKM hingga kelas atas mulai bergerak maju lagi,” harapnya.

Ridwan Kamil: Badan Publik yang Tidak Informatif akan Didiskon Alokasi Anggarannya

0

Bogordaily.net – Bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan badan publik lainnya yang selama ini menerima hibah atau bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, predikat OPD dan badan publik atas keterbukaan informasi yang dihasilkan dari penilaian Monev Pemeringkatan oleh Komisi Informasi Jawa Barat akan mempengaruhi besaran pagu anggaran bagi OPD, penyertaan modal bagi BUMD, dan besaran hibah atau bantuan keuangan bagi badan publik lainnya.

Semakin baik predikat keterbukaan informasinya, semakin besar pagu bantuan yang akan diberikan nantinya. Imbauan ini penting saya kemukakan demi akuntabiltas dan efektivitas APBD di depan publik”. Demikian pernyataan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang disampaikan dalam Zoom Meeting persiapan Monitoring, Evaluasi dan Pemeringkatan Keterbukaan Informasi pada badan Publik Jawa Barat tahun 2021, oleh Komisi Informasi Jabar, Senin pagi 29 agustus 2021.

Dalam kesempatan tersebut, hadir Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Ketua Komisi 1 DPRD Provinsi Jawa Barat, Bedi Budiman, Ketua Komisi Informasi (KI) Jawa Barat, Ijang Faisal, dan Ketua Tim Penilai Independen Monev Pemeringkatan KIP, Dr. Dedi Jamaludin Malikn MS.

Acara tersebut dihadiri oleh 380 partisipan secara virtual. Diketahui jumlah badan publik yang akan dilakukan monitoring, evaluasi dan pemeringkatan yakni sejumlah 118 badan publik dari 6 kategori yaitu pemerintah kabupaten/kota, partai politik, BUMD, lembaga vertikal, organisasi non pemerintah serta OPD tingkat Provinsi.

Badan publik harus menjadikan keterbukaan informasi sebagai budaya untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih sebagaimana yang diamanatkan dalam UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi Informasi Jawa Barat, Ijang Faisal dalam sambutannya.

“Monev merupakan amanat UU no 14/2008 untuk mengukur kepatuhan badan publik terhadap Undang-Undang” tegasnya.
Menurut dia, bahwa Jawa Barat sudah 3 tahun berturut-turut menyandang predikat provinsi informatif dengan demikian itu menandakan adanya tata kelola pemerintahan yang baik.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menjelaskan tiga hal pokok terkait keterbukaan informasi publik di Provinsi Jawa Barat.

Pertama, Jabar merupakan provinsi yang transparan, jabar juga memiliki perda TPA. Kedua, Harus selaras antara predikat jabar sebagai provinsi informatif dengan seluruh badan publik yang ada di Jawa Barat, dan yang ketiga, untuk efektifitas APBD dan pertanggung jawaban ke publik, bagi OPD dan Badan Publik yang menerima hibah atau Bantuan, predikat badan publik hasil Monitoring & evaluasi Komisi Informasi Jabar akan mempengaruhi besaran pagu anggaran bagi OPD, penyertaan modal bagi BUMD dan besaran hibah atau bantuan keuangan bagi badan publik lainnya.

Untuk itu saya meminta agar seluruh badan publik yang ada di jawa barat dapat kompetebel dengan predikat jabar sebagai provinsi informatif di tingkat nasional, pungkas Emil sapaan gubernur Jabar tersebut.

Selanjutnya, Ketua Komisi 1 DPRD Jabar menyambut baik kinerja KI Jabar yang selama ini telah mendorong dan mengadvokasi terhadap badan publik di jabar agar lebih terbuka, dia mengharapkan agar keterbukaan tersebut harus jadi budaya. Dan untuk itu DPRD senantiasa mendukung langkah-langkah KI Jabar dalam kinerjanya.

Sementara Ketua Tim Penilai Independen Monev KI Jabar 2021, Dr. Dedy Djamaluddin Malik, MS juga mengapresiasi respons perserta Monev tahun ini yang jumlahnya semakin banyak. Apresiasi diberikan khususnya kepada partai politik yang jumlah kepesertaannya jauh melebihi tahun-tahun sebelumnya. Dilibebatkannya, tim independent menunjukkan bahwa monev oleh KI dilakukan secara transpran, obyektif dan akuntabel.

Jelang PPKM Berakhir, Ini yang Dipertimbangkan Pemerintah

0

Bogordaily.net – Pemerintah akan menentukan nasib Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hari ini. Ada sejumlah hal yang disebut dikaji pemerintah jelang pengumuman mengenai PPKM.

Berdasarkan informasi yang didapatkan detikcom, Senin 30 Agustus 2021, pemerintah mengkaji untuk menurunkan level PPKM di sejumlah daerah. Namun, hal itu masih dalam kajian dan belum final.

Berlandaskan data dari World Health Organization (WHO), pemerintah mendeteksi adanya penurunan kasus di Semarang Raya sehingga wilayah ini dimungkinkan untuk turun level dari level 3 menjadi level 2. Masih dari data yang sama, ada data penurunan kasus di Solo Raya yang memungkinkan untuk penurunan PPKM level 4 ke level 3.

Namun, untuk wilayah aglomerasi Jabodetabek, Bandung Raya dan Surabaya Raya masih tetap berada di PPKM level 3. Begitu juga dengan wilayah DIY dan Bali. Berdasarkan data WHO, wilayah DIY dan Bali masih diusulkan untuk tetap berada di PPKM Level 4.

Kendati demikian, sekali lagi, wacana itu masih berupa kajian. Keputusan final mengenai PPKM berada di tangan pemerintah yang berada dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sebagai informasi, pemerintah pusat mengumumkan PPKM diperpanjang dari 23 Agustus hingga hari ini, Senin (30/8/2021). Keputusan itu berlaku di daerah yang menerapkan PPKM level 2 sampai 4.

Beberapa daerah dalam perpanjangan itu ditetapkan mengalami penurunan level. Di antaranya Pulau Jawa, Bali, dan aglomerasi Jabodetabek, Bandung Raya, Semarang Raya, serta Surabaya Raya sudah berada di level 3.

Luhut Bicara Pembukaan Pengetatan Berkala
Kemarin, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B Pandjaitan juga bicara soal tahapan pembukaan pengetatan secara berkala. Tahapan itu disampaikan Luhut saat berdiskusi bersama purnawirawan TNI dan Polri terkait penanganan Pandemi COVID-19 di Jawa-Bali.

“PPKM yang telah diberlakukan tujuannya untuk menurunkan laju penambahan kasus dan memberikan kesempatan untuk pelayanan kesehatan agar bisa ditingkatkan,” kata Menko Luhut, dalam keterangannya, Minggu (29/8/2021).

Luhut mengatakan tren COVID-19 yang menurun menjadi bagian penting dari evaluasi PPKM tiap minggu. Oleh karena itulah pemerintah melakukan relaksasi kebijakan PPKM menyesuaikan kondisi lapangan.

“Demi meningkatkan ekonomi rakyat pula, pola pembukaan PPKM akan diadakan berkala dan menyesuaikan kondisi lapangan,” ujar Luhut.

Kasus COVID-19 Menurun
Kasus COVID-19 harian terus mengalami penurunan. Bahkan, kasus harian pada hari ini tercatat berada di angka 5 ribu.

Selain angka kasus Corona yang turun, angka kematian juga terus mengalami penurunan. Bahkan tiga hari berturut-turut angka kematian berada di bawah 600 kematian. Berikut ini data kasus harian selama sepekan:

Kasus Corona

24 Agustus: 19.106
25 Agustus: 18.671
26 Agustus: 16.899
27 Agustus: 12.618
28 Agustus: 10.050
29 Agustus: 7.427
30 Agustus: 5.436

Aurel Sudah Bisa Menebak, Calon Anaknya Perempuan

0

Bogordaily.net – Aurel Hermansyah tengah hamil anak pertama. Ia baru saja mengumumkan jenis kelamin calon bayi mereka kepada publik. Bayinya dan Atta Halilintar diketahui berjenis kelamin perempuan.

Aurel mengatakan jika sebelum mengetahui jenis kelamin anaknya, ia mengaku sudah bisa menduganya.

“Iya sih (udah ngira) sering dandan, lebih maunya kelihatan cantik mulu,” katanya yang dikutip dari video di Kanal YouTube KH Infotainment.

Saat menggelar acara gender reveal di rumahnya, Aurel mengungkapkan kalau tidak banyak yang bisa menebak dengan tepat jenis kelamin anaknya.

“Ternyata yang benar nebak cuma Arsy. Dia dari awal, ‘Pokoknya menurut aku ini sudah paling bener ini baby girl’, Arsy bilang gitu kan. Hampir semua salah nebak tadi. Mimi, bunda, pipi, semua salah,” terangnya.

“Ya sudah aku bilang, ‘Ya sudah Arsy percaya diri saja ya jangan ikutin yang lain,’ aku bilang gitu. Ya sudah akhirnya gitu yang benar itu doang,” sambungnya.

Aurel menambahkan jika Ashanty sebenarnya sempat menebak dengan benar, akan tetapi ia malah berubah pikiran.

“Sebenarnya Bunda sudah tahu cewek. Beberapa kali kita video call, Bunda bilang, ‘Ah ini anaknya perempuan ini kayaknya.’ Terus kemarin pas ketemu kita makan bilang, ‘Kayaknya anaknya cowok deh, gitu. Berubah gitu kan,” terangnya.***

Rp6,9 Miliar Disiapkan Kemenag untuk Bantuan Masjid dan Mushala

Bogordaily.net – Kementerian Agama (Kemenag) akan menyalurkan bantuan operasional masjid dan mushala di daerah terdampak pandemi Covid-19 tahun anggaran 2021.

Tak tanggung-tanggung, anggaran yang dikucurkan yakni mencapai Rp6,9 miliar.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Moh Agus Salim mengatakan bantuan untuk keperluan sarana pencegahan Covid-19.

Seperti penyediaan sanitasi cuci tangan, masker, hand sanitizer, disinfektan, dan alat pengukur suhu tubuh serta sarana pencegahan lainnya.

“Dana untuk penyediaan protokol kesehatan 5M. Termasuk untuk kebutuhan pembayaran listrik, air, dan kebutuhan pembinaan keumatan yang dilakukan secara daring,” ujarnya seperti dikutip dari Republika, Senin (30 Agustus 2021).

Agus merinci total bantuan yang akan disalurkan itu meliputi Rp6,2 miliar untuk masjid dan Rp700 juta untuk mushala.

Adapun besaran bantuan operasional yang akan diberikan sebesar Rp20 juta rupiah untuk tiap masjid dan Rp10 juta rupiah untuk tiap mushala.

Menurutnya, bantuan ini diberikan sebagai bentuk dukungan dan kehadiran pemerintah kepada takmir dan pengurus masjid/mushala dalam penanganan pandemi Covid-19.

Agus berharap bantuan operasional yang disalurkan dapat menjadi stimulan bagi takmir masjid dan mushala untuk melayani umat secara optimal di masa pandemi Covid-19.

“Pandemi Covid-19 memberikan dampak pada pembatasan dan peniadaan sementara kegiatan peribadahan dan kewajiban penerapan Prokes. Ini tentu berpengaruh terhadap beban operasional bagi takmir dan pengurus masjid/mushala,” katanya

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Kemasjidan Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Abdul Syukur menjelaskan ada beberapa persyaratan dan prosedur permohonan bantuan yang harus dipenuhi oleh takmir dan pengurus masjid/mushala.

“Salah satu persyaratannya, masjid/mushala harus terdaftar pada Sistem Informasi Masjid (SIMAS) Kementerian Agama, memiliki rekening bank atas nama masjid/mushala, dan terdampak/berada pada daerah yang terpapar Covid-19,” ujarnya.

Adapun dokumen permohonan bantuan ditujukan kepada Menteri Agama melalui Dirjen Bimas Islam/Direktur Urais Binsyar.

Dokumen tersebut selanjutnya diunggah pemohon ke laman;

https://simas.kemenag.go.id/page/permohonanbantuan.

Permohonan bantuan paling lambat diajukan secara Online pada 12 September 2021.

Ia menambahkan untuk mengetahui informasi lebih lanjut dapat mengunjungi media sosial Instagram resmi Bimas Islam @bimasislam.

“Seluruh sistem dan mekanisme pengajuannya akan dilakukan secara online, sebagai upaya transformasi digital terkait pengelolaan bantuan di Bimas Islam,” pungkasnya.***

Bima Arya Ajak Bogor Runners Sosialisasikan Beragam Hal tentang Kesehatan

0

Bogordaily.net – Wali Kota Bogor, Bima Arya mengajak komunitas lari Bogor Runners, membantu melakukan kampanye tentang kesehatan kepada masyarakat.

“Jadi, tidak hanya mengorganisasi latihan lari, edukasi cara hidup sehat atau cara olahraga lari yang benar, tetapi juga hal lain yang terkait kesehatan. Bisa jadi misteri-misteri tentang titer antibodi, seluk beluk vaksin, imunitas,” kata Bima Arya saat menghadiri donor darah hari jadi Bogor Runners ke-8 di kantor PMI Kota Bogor, Minggu 29 Agustus 2021.

Bima Arya menilai, donor darah yang dilaksanakan komunitas Bogor Runners berkolaborasi dengan PMI Kota Bogor sangat baik, mengingat kebutuhan stok darah yang lumayan meningkat di masa pandemi Covid-19.

Disamping itu kegiatan sosial kemanusiaan melalui donor darah, diharapkan bisa menginspirasi warga dan pihak lain di Kota Bogor untuk berdonor, tidak hanya donor darah tetapi juga donor plasma konvalesen yang dibutuhkan penderita Covid-19.

Dimasa pandemi ini membuat mayoritas orang Indonesia menjadi begitu peduli dengan kesehatan.

Bahkan tidak sedikit orang yang bertanya tentang hal-hal sederhana dalam menghadapi atau mencegah terpapar virus Covid-19, salah satunya jam berjemur dan tentang kebutuhan vitamin D.

Sementara itu, Ketua PMI Kota Bogor, Edgar Suratman menyebutkan, kegiatan donor darah Bogor Runners di tengah pandemi Covid-19 menjadi sumbangan bagi peningkatan donor darah di Kota Bogor.

“Semoga kegiatan ini kedepannya menjadi kegiatan rutin dan kehadiran Wali Kota diharapkan bisa memberikan spirit yang lebih bagi Bogor Runners dalam mendukung kegiatan sosial kemanusiaan melalui donor darah di Kota Bogor,” katanya.

Pensiunan Pemkot Bogor ini menyebutkan, sejak pandemi Covid-19 kegiatan donor darah di Kota Bogor relatif menurun, normalnya 3.000 orang menjadi 2.500 orang.

Namun demikian manajemen Unit Transfusi Darah (UTD) berupaya dengan menambah mesin komponen darah, sehingga mampu meningkatkan kestabilan stok darah.

Menurut Edgar, jika gerakan masyarakat berbagi melalui donor darah bisa terus terlaksana secara teratur, maka kestabilan stok darah di Kota Bogor bisa lebih maksimal, bahkan bisa berkontribusi bagi kekurangan stok darah di daerah lain.

“Saat ini PMI Kota Bogor baru bisa memenuhi kebutuhan stok darah warga Kota Bogor 52 persen,” jelasnya.

Terkait donor konvalesen, Edgar menjelaskan, ada pihak swasta yang menitipkan alatnya untuk membantu memenuhi kebutuhan dalam donor plasma konvalesen.

Sementara itu, Sarah anggota senior Bogor Runners menjelaskan, donor darah dipilih sebagai sumbangsih Bogor Runners untuk Kota Bogor dengan melihat kebutuhan darah yang cukup meningkat di masa pandemi Covid-19.

Hal lain disampaikannya, sejak awal pandemi Covid-19, Bogor Runners telah melaksanakan berbagai edukasi terkait kesehatan, hidup sehat hingga yang terkait dengan Covid-19.

“Program tersebut masih kita lakukan secara rutin. Semoga bisa membantu tidak hanya dalam hal lari semata, tetapi juga banyak aspek dalam kesehatan dan Covid-19,” ujar Sarah.

Selanjutnya Kapten Bogor Runners, Budiyanto Januar menambahkan, kegiatan sosial dalam rangka hari jadi ke-8 Bogor Runners tidak hanya melaksanakan kegiatan donor darah, tetapi juga membantu dan mensupport UMKM Kota Bogor yang menjadi anggota Bogor Runners.

Disamping itu juga pihaknya bekerjasama dengan komunitas Teman hijrah dan ACT mengumpulkan donasi, rencananya hasil donasi tersebut akan dibagikan pada pertengahan September nanti.

Dalam kegiatan donor tersebut, terdaftar ada 100 anggota Bogor Runners yang menjadi calon pendonor darah. Sementara untuk jumlah anggota Bogor Runners tercatat sudah lebih dari 400 anggota.**
Attachments area

Perawat Muslim di Singapura Diizinkan Memakai Hijab

0

Bogordaily.net – Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong mengumumkan bahwa mulai 1 November 2021 akan mengizinkan para perawat wanita Muslim di berbagai sektor kesehatan publik untuk menggunakan hijab jika mereka mau.

“Saya harap keputusan ini dapat diterima semua pihak sebagai upaya memperkuat komitmen bersama kita terhadap keberagaman Singapura,” katanya, seperti dikutip dari The Malaysian Reserve.

Lee mengatakan, kebijakan tersebut telah disesuaikan oleh pemerintah Singapura dengan sangat hati-hati untuk menjaga kerukunan ras dan agama di negara tersebut.

“Pendekatan ini telah bekerja dengan baik selama bertahun-tahun. Kita harus merayakan apa yang telah dicapai di mana banyak interaksi antar-ras dan agama yang menghangatkan hati terjadi setiap hari,” katanya.

Pada 2014 lalu, Lee mengatakan, ketika ada diskusi intens tentang pemakaian hijab, dia langsung mengadakan pertemuan tertutup dengan para pemimpin Muslim.

“Kami berbicara terus terang, dari hati ke hati. Mereka menjelaskan kepada saya mengapa hijab itu penting bagi masyarakat dan apa yang mereka harapkan akan diizinkan oleh pemerintah,” katanya.

“Saya mengatakan kepada mereka bahwa saya memahami betapa kuatnya perasaan mereka, tetapi saya juga menjelaskan perspektif Pemerintah, dan alasan di balik kebijakan kami,” tambahnya.

Lee mencatat bahwa status quo untuk Angkatan Bersenjata Singapura (SAF), Home Team, dan layanan berseragam lainnya harus dipertahankan.

“Mereka tidak memihak dan sekuler. Mereka menggunakan kekuatan bersenjata dan menegakkan hukum Singapura. Mereka harus selalu terlihat melakukannya tanpa rasa takut atau bantuan. Mereka akan tetap pakai seragam yang sama,” katanya.***

Atasi Covid-19, Antam Berikan Bantuan Alat Kesehatan kepada Pemkab Bogor

Bogordaily.net – PT Aneka Tambang (Antam) Tbk UPBE Pongkor memberikan bantuan peralatan kesehatan kepada Pemkab Bogor. Bantuan ini diberikan untuk membantu pemerintah mangatasi Covid-19.

Bantuan tersebut nantinya akan disalurkan ke masyarakat atau pasien Covid-19 yang membutuhkan bantuan tersebut oleh Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor.

“Hari ini kita berikan bantuan berupa 10 unit Oksigen Konsentror, 10 Tabung Oksigen, 50 Box APD Coverall, 50 Box Sarung tangan non steril, 4 box sarung tangan steril, 100 box Face shield, 50 box Apron dan masker. Semoga bantuan ini bermanfaat dalam mengatasi pandemi covid-19,” ungkap General Manager PT Antam Tbk UPBE Pongkor Muhidin kepada wartawan, Senin, 30 Agustus 2021.

Ia menambahkan bantuan tersebut merupakan langkah kepedulian perusahaan terhadap kesehatan masyarakat di Bumi Tegar Beriman.

“Selain itu, kami sedang kerjasama dengan Pemerintah Kecamatan Nanggung untuk membangun rumah oksigen. Semoga bantuan ini bisa meringankan dan meningkatkan kesehatan masyarakat kabupaten Bogor,” tambahnya.

Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, bahwa bantuan alat kesehatan tersebut nantinya akan diperuntukkan untuk wilayah sekitar PT Antam Tbk UPBE Pongkor di Kecamatan Nanggung.

“Bantuan oksigen konsenrator dan lainnya kita lebih prioritaskan untuk masyarakat di Kecamatan Nanggung, karena di sana mungkin lebih bermanfaat karena aksesnya menuju ke rumah sakit juga jauh,” kata Ade Yasin saat menerima bantuan tersebut.

Wanita berusia 53 tahun yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor ini menerangkan bantuan paket sembako ini akan disalurkan kepada masyarakat yang berhak mendapatkannya.

“Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor akan amanah dalam menjalankan tugasnya, dalam hal ini menyalurkan paket bantuan sembako kepada pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi ataupun masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Saya berterima kasih atas niat baik PT Antam Tbk,” terangnya.***

Keren! Tim Putra Jabar Tak Terkalahkan di Uji Coba PON XX

0

Bogordaily.net – Tim putra Jawa Barat (Jabar) menjuarai laga uji coba bola voli PON XX Papua yang berlangsung pada 27-29 Agustus 2021 di GOR PPOP Ragunan Jakarta Selatan.

Dari keempat laga uji coba yang telah dilakukan, Jabar ternyata tidak terkalahkan, seperti dilansir dari Republika.

Bahkan, tuan rumah DKI Jakarta dua kali ditundukkan yakni di awal babak penyisihan dengan skor 3-2 pada Jumat (27 Agustus 2021)

Serta di partai final dengan skor 3-0, Ahad (29 Agustus 2021). Dua kemenangan lainnya diraih tim asuhan Agus Irawan tersebut dari Jateng dan Papua.

Manajer tim Tubagus Agung Nugraha gembira dengan prestasi yang dicapai tim Jabar.

“Mudah-mudahan prestasi ini bisa dicapai hingga PON XX Papua mendatang,” ujar Tubagus.

Tubagus mengaku kurang mendapat dukungan moril dari KONI Jabar. Namun ia tetap memberikan dukungan maksimal kepada Farhan Halim dkk.

Dukungan diberikan selama persiapan menjelang berlangsungnya PON XX Papua yang dijadwalkan berlangsung 2-15 Oktober 2021.

Yang cukup menggembirakan, kata Tubagus, perhatian besar dari Ketua Umum Pengprov Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi, yang saat ini menjadi Kapolda Sulawesi Tengah.

“Dukungan ketua umum ini sangat memberikan semangat bagi para pemain dan pelatih,” katanya.

“Saya siap memberikan dukungan semangat kepada tim agar sukses meraih medali di PON Papua nanti,” ujarnya.

Tubagus mengaku dukungan yang diberikan kepada tim Jabar itu dilakukan sejak awal persiapan.

“Insya Allah dukungan saya ini sampai di Papua nanti,” pungkasnya.***

Alhmdllah Warga Mulyaharja dapat Paket Beras dari Kodim 0606 Kota Bogor

0

Bogordaily.net – Kodim 0606 Kota Bogor secara Door too Door membagikan 200 paket beras 5 kg kepada masyarakat yang terdampak pandemi di wilayah Kampung Ciharashas, RT05, 06 dan RW.01, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor

Pada penyerahan bantuan sosial Dandim 0606 Kota Bogor, Kolonel Inf Roby Bulan didampingi Danramil Bogor Selatan, Letda Inf Tugino, Camat Bogor Selatan, Hidayatulloh serta Lurah Mulyaharja, Indra.

“Kami menyalurkan bantuan beras kepada warga masyarakat kurang mampu dan terdampak Covid -19 dan paket yang disalurkan sebanyak 200 paket beras,” kata Dandim 0606 Kota Bogor, Kolonel Inf Roby Bulan usai membagikan paket di Mulyaharja, Senin 30 Agustus 2021.

Roby Bulan menambahkan, penyaluran ini dilaksanakan secara Door To Door sebanyak 1 Ton beras.

Kemudian Dandim 0606 Kota Bogor, Roby Bulan menyampaikan, kegiatan bansos ini akan dilaksanakan secara bertahap dan simultan di kelurahan Pamoyanan dan Kel Bojongkerta di Kecamatan Bogor Selatan.

“Harapannya supaya masyarakat Mulyaharja bisa bangkit walaupun ditengah pandemi, kita giatkan lagi dan tingkatkan lagi kegiatan ekonomi masyatakat dan tetap mematuhi protokol kesehatan dan suskseskan kegiatan Vaksin,” paparnya.

Ditempat yang sama, Camat Bogor Selatan, Hidayatulloh mengatakan terima kasih atas bantuan sosial dari Kodim 0606 Kota Bogor. Bantuan yang diterima akan membantu meringankan beban masyarakat.

“Kegiatan ini sangat membantu meringankan beban masyarakat, kami sangat apresiasi” ujarnya.***

Caption : Dandim 0606 Kota Bogor, Kolonel Inf Roby Bulan memberikan bantuan beras kepada warga yang terdampak pandemi di wilayah Mulyaharja. (Ibnugalansa/Bogordaily.net)