Tuesday, 14 April 2026
Home Blog Page 7047

Waduh! Ditengah Isu Anggaran Sewa Helikopter Rp600 Juta, Uu Muncul dengan Mobil Jadul

Bogordaily.net – Jawa Barat dihebohkan dengan anggaran total Rp 600 juta untuk sewa helikopter untuk operasional Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum.

Di tengah isu anggaran sewa helikopter, Uu menemui masyarakat Jawa Barat dengan menggunakan mobil jadul akhir pekan lalu.

Dikutip dari media sosialnya, Uu membagikan momen aktivitasnya di akhir pekan kemarin dengan membagikan paket daging ke masyarakat.

Saat menjangkau wilayah dengan tanjakan terjal, Uu menyetir sendiri mobil jadul Suzuki ST20 atau yang biasa disebut Truntung. Mobil yang digunakan Uu adalah Suzuki ST20 tahun 1983 dengan mesin 550 cc.

“Walaupun saya pakai mobil jadul turungtung tapi tidak kalah sama mobil-mobil jaman sekarang, buktinya ditanjakan terjal pun mobil saya naik lancar jaya, beda dengan mobil belakang saya yang kudu ngawahan heula (harus mengambil ancang-ancang dulu),” tulis Uu di Facebook.

Dalam video yang dibagikan, tampak Uu menyetir Suzuki Truntung di tanjakan yang terjal. Mobil jadul itu dengan mulus melewati tanjakan terjal tersebut. Sedangkan pikap di belakangnya tampak tidak kuat menanjak dan harus mengambl ancang-ancang.

“Jalannya begitu terjal, nanjak-mudun (naik-turun), tapi di sini ada kebahagiaan. Turungtungtung, hebat!” katanya dalam video.

Suzuki ST20 ini dikenal oleh masyarakat Indonesia dengan nama Truntung. Alasan dinamakan Truntung karena mobil ini masih menggunakan mesin dua tak yang bunyinya trungtung.. tung.. tung.

Mobil ini menggunakan mesin dua tak 3 silinder berkapasitas 550 cc. Seperti mesin 2 tak pada umumnya, mobil ini membutuhkan oli samping. Mesin masih menggunakan karburator untuk pasokan bahan bakar dan platina untuk pengapian.
Tenaga mesin 2 tak 550 cc Truntung bisa mencapai 33 PS pada 4.500 rpm dengan torsi maksimal 52 Nm pada 3.000 rpm. Mesin dikawinkan dengan transmisi manual 4 percepatan.

Sementara itu, soal anggaran sewa helikopter total Rp 600 juta, Uu buka suara. Menurutnya, menggunakan layanan transportasi udara itu untuk memudahkan menjangkau masyarakat.

“Khusus masalah helikopter yang dianggarkan untuk operasional saya dengan sistem sewa ini yang pertama, kami sudah berpikir tentang efisiensi karena helikopter ini butuh, karena memang wilayah Jabar itu luas,” ucap Uu, Selasa 3 Agustus 2021.

“Ada 27 kota/kabupaten, 5.312 desa dan ribuan kelurahan. Ini memerlukan kecepatan dan ketepatan di saat kita harus datang ke daerah karena ada beberapa daerah yang belum terkonektivitas dengan baik atau ada (lokasi) bencana yang datang ke wilayah tersebut dan yang lainnya,” kata Uu melanjutkan.

Seperti diketahui anggaran Rp 600 juta itu dibagi ke dalam delapan paket. Setiap paket dianggarkan untuk satu bulan dengan nilai pagu anggaran Rp 75 juta, sehingga metode belanja pun dengan pengadaan langsung. Paket tersebut dimulai dari Februari hingga September 2021.

Uu mengatakan anggaran yang dialokasikan masih tersimpan dan berbentuk dana cadangan, sehingga hanya dikeluarkan saat harus menyewa helikopter. “Kalau tidak dipakai nanti jadi silpa, nanti dipakai pada perubahan yang akan datang atau penyusunan anggaran yang akan datang, ini bisa di-refocusing untuk kebutuhan yang lain,” tutur Uu.

Dari laman Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (SiRUP LKPP), ada 10 paket yang muncul bila dimasukkan kata ‘sewa helikopter’ dalam kotak pencarian. Delapan dari 10 paket yang muncul di antaranya adalah paket Sewa Helikopter Mobilitas Wakil Gubernur mulai dari Paket 1 hingga 8 dengan metode pengadaan langsung, yang dimulai dari bulan Februari hingga September.

Dalam tabel tersebut, tertera rencana pengadaan itu dilakukan Pemprov Jabar di bawah satuan kerja Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Jawa Barat, dengan lokasi rencana pengadaan paket di Kota Bandung, Jawa Barat. Situs tersebut bisa diakses oleh publik dengan mengakses laman https://sirup.lkpp.go.id/.***

 

 

Wow..! Gara-gara PPKM Diperpanjang, Dinar Candy Ancam Turun Ke Jalan Pake Bikin

Bogordaily.net – Ternyata tidak hanya masyarakat biasa yang mengeluh dengan perpanjangan PPKM. Para selebriti juga mengungkapkan hal yang sama. Seperti
Dinar Candy yang mengutarakan soal perpanjangan PPKM. Sang DJ pun menuliskan hal tersebut di akun Instagram miliknya.

“Bapak Jokowi Yang Terhormat ini PPKM diperpanjang atau tidak? Jangan lama-lama Pak saya stres! Lama-lama saya saking sters pengen turun ke jalan pakai bikini,” tulis Dinar Candy dilihat dari Instagram miliknya.

Dalam unggahannya, Dinar Candy mencolek Jokowi. Ia membubuhkan akun Instagram orang nomor satu di Indonesia itu. Postingan itu langsung banyak mendapatkan tanggapan dari netizen.

“Coba berani gak tar gw ikutin @dinar_candy,” ungkap Elly Sugigi dalam kolom komentar Instagram milik Dinar Candy.

“Dinar Candy mah enak stressnya ke Bali,” tutur akun avan****.

“Whahahahahay emang emang lu mah nar,” beber akun Dustin.

“Gih jalaaan pke bikini,” ungkap Uci Sucita.

“SEGERAA neenggg!!!! Biar masyarakat yg stresss perpanjangan PPKM Dapat hiburan…. #LOL,” kata Danang.

Dinar Candy mengaku stres karena PPKM diperpanjang. Ia mengatakan bingung soal pekerjaannya.

“Aduh saya stres kak diperpanjang, bingung kerjanya,” ungkap Dinar Candy, Selasa 3 Juli 2021.

Tapi saat ditanya lebih lanjut soal turun ke jalan memakai bikini, Dinar Candy belum menjawab lebih lanjut. Ia hanya mengatakan pusing dengan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.

Melalui akun Instagram miliknya, Jokowi menjelaskan PPKM Level 4 diperpanjang sampai 9 Agustus 2021.

“PERPANJANGAN PPKM. Kebijakan PPKM dari tanggal 26 Juli – 2 Agustus kemarin telah membawa perbaikan dalam hal konfirmasi kasus harian Covid-19, tingkat kasus aktif, tingkat kesembuhan, dan keterisian tempat tidur di rumah-rumah sakit,” buka Jokowi dalam Instagram miliknya.

“Dan dengan berbagai pertimbangan, pemerintah memutuskan untuk melanjutkan penerapan PPKM Level 4 dari tanggal 3 – 9 Agustus 2021 di sejumlah kabupaten/kota dengan beberapa penyesuaian,” ungkapnya lagi.***

 

Ternyata.. Heryanti Anak Akidi Tio Punya Utang Rp 3 Miliar

0

Bogordaily.net – Bikin heboh hibahkan Rp 2 triliun, fakta terbaru bahwa Heryanti anak dari Akidi Tio diduga mempunyai hutang sebesar Rp 3 Miliar.

Hal itu diungkapkan oleh pengusaha yang juga wartawan senior, Dahlan Iskan yang menyebut putri mendiang Akidi Tio, Heryanti memiliki utang sekitar Rp3 miliar kepada seseorang dan hingga kini utang tersebut belum dibayarkan.

Mantan Menteri BUMN itu mengaku ikut menelusuri asal-usul Akidi Tio dan keluarganyakarena penasaran dengan sosoknya.

Ia bahkan mencari tahu soal sosok Akidi Tio sampai bertanya kepada jejaring pengusaha Tionghoa di Palembang, tapi hasilnya tidak ada yang tahu.

Hingga akhirnya ada seseorang yang memberikannya informasi terkait anak bungsunya Akidi Tio.

“Untungnya saya dapat informasi ada seseorang yang sebetulnya jengkel dengan putri bungsunya Aki ini, karena putri Pak Aki utang Rp3 miliar. Orang yang saya hubungi ini bilang belum dibayar, dan dia ini sudah mensomasi segala macam tetap mengatakan uangnya ada, kemarin kata putri Pak Aki ini masih telepon uangnya ada, besok cair,” kata Dahlan Iskan dikutip dari tvOne, Selasa 3 Agustus 2021.

Dahlan menduga Heryanti meminjam uang Rp 3 miliar untuk mengurus pencarian uang Akidi Tio yang ada di luar negeri. Sejauh ini, pihak keluarga menyebut kalau Akidi Tio memiliki uang di Singapura yang jumlahnya mencapai Rp 16 triliun.

“Karena dibilang uang ada Rp 16 triliun, nanti pinjam uang sebentar lagi cair. Jadi semakin yakin yang menghutangi. Sayangnya teman saya ini tidak ngecek meskipun ikut ke Singapura tidak cek dokuman, gimana kelegalannya,” ujarnya.

Ada dugaan jangan-jangan Heryanti ditipu oleh calo-calo perkara di luar negeri, yang sering mengklaim bisa mengurus uang-uang bermasalah di perbankan Singapura.

“Yang cari uang seperti itu luar biasa banyaknya (di Singapura), kadang kerjasama dengan orang dalam, di luar negeri banyak sekali itu, apakah Heryanti ini tertipu calo, atau tidak mampu mengurus dana itu atau memang dananya fiktif,” ucapnya.

Terlepas dari itu, Dahlan meyakini Heryanti sosok yang baik, sederhana dan bukan kriminal. Rumahnya juga dibilang sederhana untuk ukuran anak bungsu yang diklaim punya uang triliunan.

“Heryanti orangnya baik, humble, pakaiannya juga begitu, biasa. Dikatakan mau sumbang uang Rp 2 triliun (di Polda Sumsel) duduk juga tidak depan tapi disamping. Bu Heryanti bukan orang jahat. Saya masih telusuri kenapa ini terjadi,” terang Dahlan.***

Tebing Penahan Tanah Longsor, Ibu Hamil Lolos dari Maut

0

Bogordaily.net – Sebuah rumah di Kampung Satu, Desa Harkatjaya, Kecamatan Sukajaya mengalami jebol pada dinding bagian belaka dan ruang tengah, akibat diterpa longsor material tebing penahan tanah (TPT) sepanjang 15 meter, pada Senin 2 Agustus 2021 malam.

Saat itu, pemilik rumah Ipang (45) tengah bersantai bersama keluarga. Tidak ada korban jiwa, namun Ipang mengalami luka dibagian kepala dan pinggang. Salah seorang penghuni rumah yang tengah dalam kondisi hamil, selamat dari kejadian itu.

Menurut keterangan warga sekitar Jasim (47) mengatakan, kejadian itu terjadi setelah hujan deras yang mengguyur wilayah kecamatan Sukajaya, sehingga mengakibatkan tebingan penahan tanah yang persis berada di belakang rumah milik Ipang, roboh menghantam bagian belakang rumahnya.

“Saat itu di wilayah Sukajaya terjadi hujan deras dan mengakibatkan terjadinya longsor TPT yang menimpa rumah pa RW ipang, bagian belakang dan ruang tengah hancur, dua unit motor tertimba reruntuhan,”kata Jasim.

Ipang menceritakan, dirinya mengalami luka dibagian kepala dan punggung saat hendak menyempatkan diri. Ia tersungkur kemudian tertimpa lemari serta reruntuhan material bangunan.

“Saya berteriak Allahuakbar Allahuakbar lalu warga berdatangan untuk membantu saya dan keluarga saya, yang saat itu di dalam rumah ada 7 orang, istri anak dan cucu saya,” kata Ipang.

Ipang mengatakan sebelum kejadian, dirinya sedang duduk santai sambil menikmati cuaca dingin paska hujan deras yang mengguyur wilayah. Tiba-tiba terdengar suara retakan kaca hingga dua kali. Tidak lama setelah itu tebingan yang ada di belakang rumahnya ambruk.

“Lagi santai dibelakang istri dan anak saya pada nonton tv. Tiba-tiba Langsung ambruk aja, perabotan dan dua unit motor rusak tertimpa reruntuhan,”kata Ipang.

Sementara menurut petugas kepolisian yang datang ke lokasi mengatakan, dari hasil pendataan terdapat satu rumah yang rusak berat dan satu rumah di atas dindingnya jebol.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa hanya ada satu orang luka dan sudah diobati,”kata Kanit Intel Polsek Cigudeg IPDA Miat Lirian.***

 

 

 

Sekda Paparkan Pancakarsa dengan Kuliah Singkat di Pelatihan Dasar CPNS

0

Bogordaily.net – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Burhanudin, memaparkan Pancakarsa dalam kuliah singkat di Pelatihan Dasar CPNS Kabupaten Bogor secara virtual, bertempat di Ruang Rapat III, Setda Kabupaten Bogor, Selasa 2 Agustus 2021.

Sekda menjelaskan terkait Karsa Bogor Cerdas yaitu untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui kebutuhan prasarana pendidikan, meningkatkan kualitas tenaga dan kesiapan tenaga pendidikan.

Berikutnya memberikan bantuan beasiswa terhadap putra-putri berprestasi tahun ini sebanyak 1.000 beasiswa, bagi yang berprestasi untuk melanjutkan ke perguruan tinggi baik negeri maupun swasta.

“Selanjutnya pelayanan PKBM pesantren Salafiyah, meningkatkan moral peserta didik dengan menambah 4 jam pendidikan agama dan pendidikan keagaman. Jadi sekolah-sekolah itu meminta diadakannya mulok di hari-hari tertentu mereka harus mengaji baik di SD maupun SMP untuk yang bergama Islam, untuk selain yang beragama Islam ada program lain seusai dengan agamanya tersendiri yang penting pengembangan sekolah inklusif tentang keagamaan,” katanya.

Selain itu Karsa Bogor Sehat yang ingin Pemerintah Kabupaten Bogor capai adalah peningkatan pelayanan kesehatan di RSUD dan Puskesmas, Pemerintah Kabupaten Bogor punya 4 RSUD yaitu RSUD Cibinong, RSUD Lewiliang, RSUD Ciawi, RSUD Cileungsi dan 101 Puskesmas se-Kabupaten Bogor.

Ditambah rumah sakit swasta dan 2 rumah sakit negeri di ATS di bawah TNI Angkatan Udara dan rumah sakit khusus paru-paru, dibawah Kementerian Kesehatan di Cisarua jadi totalnya ada 29.

Kuliah singkat
Peserta kuliah singkat di Pelatihan Dasar CPNS Kabupaten Bogor secara virtual, bertempat di Ruang Rapat III, Setda Kabupaten Bogor, Selasa 2 Agustus 2021. (istimewa/Bogordaily.net)

“Pembangunan RSUD di Bogor Utara insyaallah akan dibangun untuk masyarakat yang berada di daerah Ciseeng, Parung, Kemang, Gunung Sindur bisa berobatnya di RSUD Bogor Utara, lokasinya di ujung perbatasan dengan wilayah Kecamatan Ciseeng. Mudah-mudahan di tahun 2021 ini bisa di mulai pembangunannya dan tahun 2022 sudah bisa dipakai rumah sakitnya. Berikutnya Bogor Siaga, kami sudah menyiapkan seluruh desa diberikan mobil siaga,” katanya.

Terkait Karsa Bogor Maju, Pemerintah Kabupaten Bogor melakukan reformasi dan tata kelola pemerintahan, termasuk bekas UPT Pendidikan per kecamatan itu sudah dialihkan menjadi Kasi Pendidikan, juga akan di bentuk 40 UPT Disdukcapil yang sekarang baru dibentuk 7 UPT.

Selanjutnya kata Burhanudin, optimaliasi teknologi banyak yang hal sudah dilakukan salah satunya adalah teras milenial, seperti dibangunnya beberapa titik wifi di setiap Kecamatan, smart city dan smart village, peningkatan kompetisi dan daya saing, membangun lembaga sertifikasi ketenagakerjaan seperti career center untuk para pelamar kerja.

“Kaitan dengan Bogor Maju, pelayanan kepada masyarakat bagi pencari kerja, bisa datang ke Graha Pancakarsa, bila membutuhkan administrasi atau sebagainya akan dibantu, berikutnya pemberian bantuan UMKM untuk masyarakat di setiap kecamatan, peningkatan kualitas Pemerintahan Desa, kami akan mendorong dan mendukung Bumdes yang ada di setiap desa,” imbuhnya.

Kemudian Karsa Bogor Membangun, pembangunan desa dengan pemantapan jalan desa serta mempercepat pembangunan infrastruktur, dengan Program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) yang merupakan program dari Bupati dan Wakil Bupati Bogor. Oleh sebab itu mudah-mudahan ini menjadi program unggulan.

“Ada 152 jembatan rawayan yang harus dibangun se Kabupaten Bogor. Tahun kemarin kita bangun
6 jembatan, di perubahan anggaran tahun ini Pemerintah Kabupaten Bogor akan membangun 32 jembatan rawayan,” tambahnya.

Kemudian Karsa Bogor Berkeadaban dilakukan dengan cara meningkatkan kesalehan sosial, dengan penambahan jam pendidikan agama dan kegiatan keagaman, yang biasa disebut program Bogor Ngaos.

Kemudian bantuan legalitas Pontren, Progran Nobat, Jumat Keliling dan juga membangun Islamic Center. ***

4 Kebijakan Pemkab Bogor tentang Diperpanjangnya PPKM level 4

0

Bogordaily.net – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 resmi diperpanjang sampai 9 Agustus 2021.

Berikut adalah 4 kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terkait perpanjangan PPKM Level 4:

1. Mencermati Kebijakan Pemerintah pusat yang memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 selama 7 hari, terhitung sejak 3 Agustus 2021 sampai dengan 9 Agustus 2021.

Aturan tersebut diumumkan melalui pernyataan resmi yang disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo yang disiarkan langsung di Youtube Sekretariat Presiden RI, Senin 2 Agustus 2021.

2. Sebagaimana Keputusan Bupati Bogor Nomor: 443/385/Kpts/Per-UU/2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar Pra Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Sehat, Aman, dan Produktif Melalui Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4 di Kabupaten Bogor, bahwa pemberlakuan PPKM Level 4 berakhir pada tanggal 2 Agustus 2021.

3. Dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Pemerintah Kabupaten Bogor selaras dengan kebijakan Pemerintah Pusat, dan akan memperpanjang PPKM Level 4 terhitung mulai tanggal 3 sampai dengan 9 Agustus 2021.

4. Selanjutnya Pemerintah Kabupaten Bogor akan menerbitkan Surat Keputusan Bupati Bogor mengenai perpanjangan PPKM Level 4 ini.***

Duh! JoMan Sarankan Dana Baliho Puan Maharani di Kasih Warga

Bogordaily.net – Kader PDIP di parlemen dan daerah ramai-ramai memasang baliho Ketua DPR RI Puan Maharani mendapatkan sorotan dari Kelompok relawan Jokowi, Jokowi Mania atau JoMan Imanuel Ebenezer.

Pria yang akrab dipanggil Noel menyarankan, agar biaya pemasangan baliho Puan tersebut disumbangkan ke warga.

“Elite PDIP akhirnya menyambut tantang JoMan, tapi persoalannya dalam kondisi pandemi ini etiskah seorang Ketua DPR dan elite-elite di PDIP melakukan hal semacam itu dan ini benar-benar kontra produktif dengan situasi sekarang,” katanya, Senin 2 Agustus 2021.

Noel menilai pemasangan baliho Puan memakan biaya tinggi. Oleh sebab itu, Noel menyarankan kepada kader PDIP biaya pemasangan baliho itu disumbangkan untuk warga yang menjalan isolasi mandiri atau isoman.

“Karena kita lihat satu baliho atau pasang reklame di jalan-jalan itu pasti akan makan biaya tinggi dan saran kami lebih baik elite-elite di PDIP patungan gajinya buat mereka yang isoman yang tidak mendapatkan pelayanan kesehatan yang tidak memadai, saran kita sumbangkan saja uang mereka buat rakyat yang sedang kesusahan dari pada pasang-pasang baliho,” ujarnya.

Noel ingin Puan dan kader PDIP memberikan perhatian kepada warga yang terdampak pandemi dibandingkan memasang baliho. Biaya baliho menurut Noel bisa dijadikan pula untuk paket sembako dan obat.

“Seharusnya sekelas Ketua DPR RI bisa menghadirkan keberpihakannya bukan menghadirkan baliho-baliho di tengah pandemi, lebih baik uang pasang balihonya dijadikan paket sembako atau beli obat buat rakyat yang sedang kesusahan,” imbuhnya.***

 

Dua Bocah di Nanggung Bogor Tersambar Petir Usai Main Kincir Angin

0

Bogordaily.net – Sungguh nahas nasib dua bocah di Kampung Sidempok, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung Kabupaten Bogor. Keduanya tewas setelah tersambar petir pada Senin 2 Agustus 2021 sore.

Seorang warga sekitar Makmur mengatakan, kejadian itu berawal saat AW (6) AD (12) dan FA (13) sedang bermain kincir angin di Kampung Pasir Peundeui, Desa Bantar karet. Lokasi itu sering dijadikan sebagai tempat bermain kincir angin atau bermain layangan.

Makmur menceritakan, sekitar pukul 15.30 Wib hujan cukup deras. Disekitar lokasi ditemukannya AD dan FA, banyak tumbuh pohon kelapa dan pohon Kecapi.

“Ketiga bocah itu berteduh di bawah pohon,” terang Makmur.

Tiba-tiba, kata Makmur, terdengar suara petir menggelegar.

Berdasarkan informasi yang didapat Makmur dari AW, tempat ke tiga anak itu dismbar petier. Petir membuat AD dan FA terpental tak sadarkan diri.

Beruntung AW terhindar dari sambaran petir, melihat kedua temannya terkapar. AW bergegas pulang untuk meminta pertolongan.

AW (6) mendatangi temannya IQ, kepada IQ  AW memberitahukan jika AD (12) terkapar tidak sadarkan diri akibat sambaran petir.

“Setelah mendapat kabar, saya bersama warga mencari ke AD kondisinya masih hujan lebat. Mereka ditemukan di semak-semak. Ternyata di lokasi itu bukan hanya AD saja yang terkapar tetapi FA juga terkapar,” beber Makmur.

Melihat ada dua anak yang terkapar. Makmur bersama sejumlah orang warga setempat, berusaha mengevakuasi AD dan FA. Diduga keduanya tersambar petir saat sedang berteduh di bawah pohon.

“Kita bawa ke klinik di kampung Bongas, dan dinyatakan oleh dokter disana bahwa kedua korban itu dinyatakan meninggal dalam perjalanan.” pungkasnya.***

Rhoma Irama Berduka, Personel Soneta Grup Meninggal Dunia

0

Bogordaily.net – Rhoma Irama tengah berduka. Hal ini lantaran salah satu personel Soneta Grup, Abdul Hadi, pemain suling formasi pertama meninggal dunia.

Kabar ini dibagikan lewat postingan di akun Instagram pribadinya @rhoma_official, pada Minggu (1 Agustus 2021).

“Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Saya atas nama Keluarga besar #SONETA Group menyatakan sangat berduka cita atas wafatnya Haji Abdul Hadi yang merupakan pemain suling #SONETA formasi pertama,” tulis Rhoma Irama di keterangan caption.

Oleh karena itu, Rhoma Irama dan keluarga besar Soneta meminta doa dan maaf mewakili almarhum.

“Teriring do’a semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menerima amal ibadah beliau, dan mengampuni segala dosa beliau, serta mendapatkan tempat yang terbaik dan mulia disisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Aamiin Allahumma Aamiin. Allahummaghfirlahuu Warhamhuu Wa’afiihi Wa’fuanhuu,” ungkap Rhoma Irama.***