Saturday, 25 April 2026
Home Blog Page 7139

Penuh Luka Bacok, Nur Aliayah Tewas di Warung Kopi

Bogordaily.net – Nur Aliayah, seorang pemilik warung kopi di Jalan Abdullah Bin Nuh Bogor Barat, Kota Bogor, tewas akibat sejumlah luka di tubuhnya. Sementara anak gadisnya bernama Disa, masih dalam perawatan di rumah sakit dengan luka serupa.

“Benar kejadian itu, ada satu korban yang meninggal dunia atasnama Nur Aliayah dan yang satu mengalami luka atasnama Disa,” kata Kapolresta Bogor Kota, Kombes Susatyo Purnomo Condro, Jum’at 23 Juli 2021.

Peristiwa tersebut, pertama kali diketahui sekitar pukul 05:30 WIB oleh dua petugas kebersihan Kota Bogor, yakni Suhendar dan Zaenudin, yang sedang membersihkan sampah di sepanjang Jalan Raya Abdullah Bin Nuh.

“Sekitar pukul 05.30 WIB saat Saksi 1 sedang melaksanakan kegiatan kebersihan di sekitar TKP dan mendengar adanya suara minta tolong dari dalam warung. Selanjutnya saksi 1 mengecek dan melihat korban atasnama Disa Fitriyani sudah dalam keadaan terluka, selanjutnya dibawa ke RS Graha Medika untuk dilakukan pertolongan pertama,” beber Kasie Humas Polresta Bogor Kota Ipda Rachmat Gumilar.

Usai membawa Disa ke rumah sakit, petugas kebersihan bersama warga lainnya kemudian mengecek ke dalam warung kopi untuk mengetahui kondisi Nur Aliyah, ibu kandung Dista.

“Saat dicek itu kemudian diketahui kalau korban atasnama Nur Aliya sudah meninggal. Ada luka di tubuhnya,” jelas Rachmat.

Saat ini, jasad Nur Aliyah sudah dibawa ke RSUD Ciawi untuk diotopsi. Sementara anaknya, Disa Fitriani masih dalam perawatan di RS Medika.

“Saat ini kami sudah ada 5 orang saksi, dan kami masih melakukan penyelidikan terkait motif kejadian tersebut. Kami harus lakukan otopsi dulu termasuk melakukan visum bagi yang luka. Informasi perkembangan nanti kami sampaikan lagi,” tutup Kombes Susatyo.***

Tahu Engga Gaess! Awal Kehadiran Ivermectin Ternyata untuk Obat Hewan Ternak

Bogordaily.net – Kehadiran obat Ivermectin di tengah pademi Covid-19 jadi perhatian masyarakat. Obat ini banyak pihak yang menganggap bisa menyembuhkan penyakit Covid-19.

Ivermectin yang kini tengah diteliti untuk mengobati pasien Covid-19 disebut telah dipromosikan dengan tak wajar di Indonesia.

“Mengingat Ivermectin adalah obat keras dan persetujuan EAP bukan merupakan persetujuan izin edar, maka ditekankan kepada industri farmasi yang memproduksi obat tersebut dan pihak manapun untuk tidak mempromosikan obat tersebut, baik kepada petugas kesehatan maupun kepada masyarakat,” tulis Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI dalam keterangan resminya.

Sejarah Ivermectin

Dikutip dari jurnal Proceedings of the Japan Academy Series B (PJA Series B), Ivermectin sebenarnya pertama kali dikembangkan untuk jadi obat antiparasit pada hewan. Dimulai dari kerja sama perusahaan farmasi Merck, Sharp, dan Dohme (MSD) yang berbasis di Amerika Serikat dan institut riset Kitasato di Jepang tahun 1970-an.

“Di bawah perjanjian kerja sama riset, peneliti Institut Kitasato mengisolasi organisme dari sampel tanah dan melakukan evaluasi awal bioaktivitas. Sampel yang menjanjikan lalu dikirim ke laboratorium MSD untuk dites lebih jauh sampai akhirnya ditemukan senyawa baru berpotensi yang dinamai Avermectin,” tulis jurnal seperti dikutip pada Jumat 23 Juli 2021.

Riset terus dilanjutkan sampai bertahun-tahun kemudian, namun organisme penghasil senyawa Avermectin tersebut hanya ditemukan di tanah Jepang. Avermectin kala itu dideskripsikan sebagai obat revolusioner karena begitu efektif sebagai antiparasit.

Sampai akhirnya riset berhasil mengembangkan turunan dari Avermectin, Ivermectin, yang mulai digunakan secara luas untuk kesehatan hewan pada tahun 1981. Obat ivermectin biasanya diberikan untuk mengobati sapi yang terinfeksi cacing atau kutu pada hewan peliharaan.

“Sampai sekarang Ivermectin dipakai untuk mengobati miliaran ekor hewan ternak dan peliharaan di dunia. Membantu tingkatkan produksi makanan serta barang-barang kulit, menjaga hewan peliharaan seperti anjing atau kuda tetap sehat,” tulis artikel dalam jurnal PJA Series B.

Penggunaan Ivermectin pada manusia

Ivermectin mulai digunakan pada manusia saat digunakan untuk mengobati penyakit onchocerciasis tahun 1988. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi cacing parasit Onchocerca volvulus dan bisa menyebabkan kebutaan.

Sejak saat itu efektivitas dan keamanan obat Ivermectin semakin diakui hingga akhirnya digunakan juga untuk mengobati berbagai penyakit akibat parasit cacing atau kutu lainnya.

“Sekarang Ivermectin semakin sering dipakai untuk mengobati manusia di dunia dari penyakit strongyloidiasis, scabies, pediculosis, gnathostomiasis dan myiasis,” tulis jurnal.***

Zaskia Gotik Rindu Menginjakkan Kaki di Tanah Suci

Bogordaily.net – Artis Zaskia Gotik mengaku merasa begitu rindu bisa menginjakkan kakinya kembali di Tanah Suci.

Pandemi yang tak kunjung usai membuatnya menaruh harapan besar agar bisa diberikan kesempatan untuk menunaikan ibadah di tanah suci.

“Rindu banget berkunjung ke rumah Allah lagi,” kata Zaskia Gotik di postingan Instagramnya yang diunggah pada Senin, (19 Juli 2021).

Zaskia Gotik berdoa agar pandemi bisa segera berakhir. Sehingga ia bisa kembali ke sana untuk beribadah.

“Mudah-mudahan kondisi cepat membaik dan bissa berkunjung lagi kesana ya Amin,” harap Zaskia Gotik.

Zaskia Gotik berencana untuk berangkat ke sana suaminya, Sirajuddin Mahmud dan sang anak.

“Pengen ke sana bareng suami dan Anak,” tuturnya.***

Sedih, Ibu Ini Jual Perabotan Rumah Tangga buat Beli Beras

0

Bogordaily.net – Rumah tangga Novi Sovianti (33) dan Ruslan Permana (31), jadi salah satu dari banyak keluarga yang ekonominya babak belur akibat pandemi COVID-19. Akibat pandemi berkepanjangan, hingga muncul kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM, Novi dan keluarganya terpaksa harus menjual perabotan rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bahkan terkini, pasangan yang tinggal di Kampung Panagelan, RT 02/04, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) itu, baru saja menjual speaker bluetooth yang dipajangnya lewat media sosial Facebook.

Speaker tersebut akhirnya laku seharga Rp 50 ribu pada Jumat 23 Juli 2021.

“Iya terpaksa dijual lagi buat beli beras, buat jajan anak-anak,” ujar Novi kepada Suara.com, Jumat 23 Juli 2021.

Hantaman ekonomi bagi keluarganya sudah dirasakan sejak awal COVID-19 mewabah Maret 2020. Ketika itu suaminya bernama Ruslan yang baru bekerja sebulan di Bali dengan iming-iming upah Rp 300 ribu per akhir akhirnya terdampak. Ruslan dihentikan dari pekerjaannya.

Sejak saat itu suaminya terkatung-katung selama delapan bulan di Bali tanpa kejelasan dan penghasilan.

Hanya untuk biaya makan sehari-harinya pun cukup sulit. Sementara Novi harus pontang-panting untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

“Terus suami pulang, tapi masih ada COVID-19. Nyari kerja susah gak dapat-dapat,” tutur Novi.

Kebutuhan keluarganya yang berjumlah delapan orang termasuk dua anaknya yang tinggal di satu atap rumah sempat terbantu ketika suaminya merintis usaha penjualan stroberi. Konsumennya sudah tetap berada di wilayah Jabodetabek.

Namun ketika mulai menikmati hasilnya, usaha suaminya lagi-lagi terdampak kebijakan PPKM Darurat.

Tak ada aktivitas pengiriman lantaran konsumennya seperti di Jakarta pun tutup beroperasi.

Novi semakin terpukul ketika ayahnya terkena stroke dua bulan lalu, sehingga tak bisa beraktivitas seperti biasanya.

Ayahnya kini terbaring lemas di rumah yang rencana akan dijualnya.

Kondisi itu membuat Novi dan suaminya pun kian tersudut. Apalagi di keluarganya tak ada satupun yang memiliki pekerjaan dan penghasilan tepat. Suaminya hanya buruh serabutan.

Ia pun sampai harus menjual perabotan rumah tangga hingga pakaian. Seperti panci, helm, rice cooker hingga yang teranyar menjual speaker.

Bahkan Novi dan keluarganya merasa malu sebab sudah terlalu sering dikirimi beras oleh saudaranya.

“Jual rice cooker Rp 5 ribu ke tukang rongsong buat beli beras. Makannya saya netes air mata kalau anak minta jajan juga,” tutur Novi.

Meski perekonomiannya seolah berada diujung tanduk, namun ironisnya lagi keluarganya belum pernah mendapat uluran bantuan apapun dari pemerintah.

Kemungkinan salah satu ke dalamnya adalah masalah domisili.

Sebab meskipun ia dan keluarganya sudah dua tahun tinggal di Cisarua, Bandung Barat, namun Kartu Keluarganya (KK) masih berdomisili di Kota Cimahi.

Namun anehnya, kata dia, ketika ada event pesta demokrasi keluarganya selalu dilibatkan dalam pemilihan.

“Bantuan gak ada selama pandemi COVID-19, katanya harus bikin surat pindah. Tapi aneh kalau ada kaya pemilihan selalu dilibatkan,” ujarnya.

Rencana ke depan, ia bakal menjual rumah yang saat ini ditinggalinya selama dua tahun terakhir.

Novi dan keluarganya akan tinggali kembali di Kota Cimahi untuk mencari peluang mendapatkan pundi-pundi rupiah.

“Mau dijual, tapi belum laku. Mau pindah lagi ke Cimahi. Di sana bisa jualan atau apa yang penting bisa melanjutkan hidup,” pungkasnya.***

 

Ini Kata Polri Soal Beredar Seruan Demo Serentak di Berbagai Kota

BOGORDAILY- Beredar ajakan di media sosial (medsos) agar masyarakat di beberapa kota turun ke jalan Sabtu (23/07/2021) besok. Polri meminta aksi serentak itu tidak dilakukan mengingat kasus Corona di Indonesia masih tinggi.

“Kita berharap untuk tidak melakukan kerumunan karena situasi angka COVID-19 yang masih tinggi,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono kepada wartawan, Jumat (23/7/2021).

Argo mengingatkan soal konsekuensi warga yang mengganggu ketertiban. Mereka, kata Argo, bakal diamankan polisi.

“Kalau memang dilakukan, mengganggu ketertiban umum, ya kita amankan,” tuturnya.

Lebih lanjut Argo menyatakan bukan berarti warga tidak bisa menyuarakan pendapatnya. Melihat kondisi saat ini, Argo menilai masyarakat lebih baik menyuarakan pendapatnya secara online.

“Bisa dilakukan dengan audiensi atau dilakukan dalam bentuk FGD online dan lain-lain,” ucap Argo.

Adapun seruan aksi itu disebarkan oleh akun @blokpolitikbelajar di Instagram dan di WhatsApp. Aksi diklaim akan dimulai besok selama berhari-hari di beberapa kota, mulai Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bogor, Brebes, Indramayu, Semarang, Solo, Sukoharjo, Kudus, Kediri, Surabaya, Banjarmasin, Pontianak, Samarinda, Kendari, hingga Padang.

Blok Politik Pelajar sendiri menyebut kemarahan warga sudah pecah sehingga memicu adanya demonstrasi tersebut. Mereka mengklaim massa yang turun ke jalan tidak tergabung dalam satu kelompok tertentu.

“Kemarahan warga akhirnya pecah. Warga akan turun ke jalan selama berhari-hari tanpa identitas, golongan, kelompok, maupun bendera, mereka yang turun ke jalan adalah warga yang muak dengan situasi saat ini,” tulis @blokpolitikbelajar seperti dilansir detikcom.

“Mengacu pada metode aksi *Be Water*, aksi ini akan cair bekerja, segala bentuknya akan terus berkembang, tidak ada ketua, tidak ada aksi ini milik siapa, semua ini milik warga,” sambungnya.

Meski demikian, tidak disebutkan tuntutan dari aksi tersebut. Sebuah link WhatsApp group juga tersebar di media sosial apabila massa ingin ikut turun ke jalan. (*)

Jadi Presiden Ngapain Aja? Tanya Anak SD ke Jokowi

Bogordaily.net – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri puncak peringatan Hari Anak Nasional 2021 yang digelar secara virtual, Jumat (23 Juli 2021).

Presiden pun menyempatkan diri berdialog dengan siswa dari SD Sudimara di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah melalui sambungan video.

Ada yang menarik dari dialog presiden dengan anak-anak SD ini. Di tengah percakapan, seorang siswa spontan melontarkan pertanyaan kepada Jokowi.

“Kalau jadi presiden ngapain aja?” tanya seorang siswa yang ternyata didukung oleh teman-temannya. “Iya pak, ngapain aja?”

Mendengar pertanyaan tersebut Presiden Jokowi lantas tertawa. Ia pun melanjutkan dengan menjawab pertanyaan ‘kepo’ anak-anak SD tentang kesibukannya sebagai presiden.

“Ya memimpin rapat dengan menteri-menteri. Kemudian pergi ke Aceh sampai ke Papua untuk mengecek itu, mengecek jalan bagus ndak. Mengecek waduk-waduk, mengecek pelabuhan, airport. Gitu,” jawab Jokowi.

Presiden pun tak lupa mengingatkan anak-anak yang tergabung dalam sambungan video agar tetap semangat belajar meski sekolah dilakukan serba terbatas di tengah pandemi.

Jokowi juga meminta anak-anak tetap memakai masker jika keluar rumah dan tetap menjalankan protokol kesehatan.

“Harus tetap semangat belajar. Selamat Hari Anak Nasional untuk semua anak-anakku di Indonesia,” kata presiden.***

Operasi Ganjil-genap di Kota Bogor Ketat, Pengendara Kesal

0

Bogordaily.net – Petugas kepolisian Polresta Bogor Kota, Satpol PP serta Dinas Perhubungan Kota Bogor menggelar operasi ganjil-genap di jalan Padjajaran Kota Bogor, diwarnai ricuh dan adu mulut pengendara, Jumat 23 Juli 2021.

Ada beberapa pengendara yang melintas di Jalan Padjajaran, Kecamatan Bogor Timur, adu mulut dengan petugas, lantaran kesal tidak terima selama perjalanannya tiga kali diberhentikan oleh petugas.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro mengatakan, petugas gabungan akan memeriksa dengan ketat saat operasi ganjil-genap, lantaran wilayah Kota Bogor masuk kategori zona merah.

“Puluhan kendaraan tetap harus di putar balikan oleh petugas, jika tidak sesuai dengan tanggal,” ujar Kapolresta Bogor Kota, Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro.

Susatyo Purnomo Condro menjelaskan, diberlakukan ganjil-genap ini, untuk menekan mobilitas masyarakat yang tinggi di luar rumah. Sehingga, Satgas Covid-19 Kota Bogor memberlakukan ganjil-genap selama 24 jam.

“Penyekatan ada di enam belas titik perbatasan Kota dan Kabupaten Bogor dan delapan titik cek point di dalam Kota Bogor. Selain itu, Kota Bogor menjadi lintasan warga Kabupaten Bogor hingga luar Bogor setiap di akhir pekan,” jelasnya.

Diberlakukan nya kembali operasi ganjil-genap, lanjut Susatyo, untuk menekan penyebaran Covid-19 yang terjadi di wilayah Kota Bogor karena masuk kategori zona merah.

“Setelah tiga hari dilaksanakan nya ganjil-genap, Satgas Covid-19 Kota Bogor akan melakukan evaluasi. Jika angka penyebaran kasus Covid-19 ini menurun, maka Satgas Covid-19 akan memberlakukan setiap hari kerja,” pungkasnya.***

Siap Mengguncang! Drakor Terbaru Jun Ji Hyun Tayang Perdana Hari Ini

0

Bogordaily.net – Drama Korea terbaru Kingdom: Ashin of The North tayang perdana hari ini, 23 Juli 2021 di Netflix.

Aktris Jun Ji Hyun sebagai aktris utama mengungkapkan kekagumannya pada naskah cerita drakor terbarunya.

Jun Ji Hyun muncul sekilas dalam episode terakhir Kingdom season 2 di Netflix. Karakternya yang misterius dan mampu menghadapi zombie membuat penonton penasaran.

Kingdom: Ashin of the North akan mengembangkan cerita tentang Ashin dari wilayah utara, awal wabah zombie, dan tanaman pembangkit mayat.

Jun Ji Hyun bahas peran dan naskah di jumpa pers, aktris populer ini memuji naskah cerita.

“Saat saya membaca naskah Ashin of the North, saya merasa dunia Kingdom bisa diperluas tanpa batas,” ujarnya, seperti dikutip dari Soompi.

Jun Ji Hyun antusias mengawali berkembangnya cerita di Kingdom.

Jun Ji Hyun lalu menceritakan karakter Ashin yang tinggal di tempat berbeda dari kerajaan Joseon.

“Ashin tinggal di perbatasan dan dia tidak mengikuti pihak tertentu. Dia kehilangan seseorang yang dicintai karena kecelakaan. Dia pernah dianiaya dan dihina orang lain,” terangnya.

Aktris tersebut tampak senang bergabung dengan cerita Kingdom.

Jun Ji Hyun bahkan sempat mengemis, ngaku bersedia memerankan karakter kecil asal bisa muncul di cerita Kingdom Netflix.

Aktris pemeran Ashin ini mengagumi penulis naskah Kingdom di Netflix.

Jun Ji Hyun berkata, “Saya tidak ragu saat mendapatkan tawaran karena ini Kim Eun Hee”.

“Saya bisa ragu karena ini tayangan genre zombie. Tapi, saya rasa Kingdom adalah sebuah genre tersendiri,” pujinya.

Nantikan Kingdom: Ashin of the North yang akan dirilis sebagai episode spesial.***

 

 

Bernuansa Islami, STAI Al Hidayah Cetak Mahasiswa Penghafal Al Qur’an

0

Bogordaily.net – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Hidayah Bogor merupakan kampus yang bernuansa islami, dan mencetak hafiz atau penghafal Al Qu’ran.

Hal itu tersebut dikatakan oleh salah satu mahasiswa STAI Al Hidayah Bogor bernama La Olo Abdul, jurusan Ushuludin Program Studi Ilmu Al Qur’an dan Tafsir, angkatan tahun 2018.

“Saya memilih kuliah di STAI Al Hidayah Bogor karena nyaman dengan kampusnya, yang memiliki suasana Islami dan saya tetap bisa menjaga hafalan Al Qur’an,” ucap La Olo kepada Bogordaily.net, Kamis 22 Juli 2021.

Dirinya mengungkapkan bahwa, ia bahagia bisa menuntut ilmu di kampus yang tepat sesuai dengan passionnya.

“Rasanya Kuliah di STAI Al Hidayah Bogor sangat bahagia, karna saya mengambil program studi yang memang saya suka, terlebih lagi saya ingin naik level keilmuannya terkait Al Qur’an. Setelah menghafalnya yaitu mempelajari tafsirnya. Makanya saya mengambil Program Studi Ilmu Al Qur’an dan Tafsir,” jelasnya.

La Olo juga menceritakan sedikit pengalamannya saat menjadi Presiden Mahasiswa (Presma) di STAI Al Hidayah Bogor.

“Disini juga saya mengikuti organisasi dari Semester 2 hingga saat ini semester 6. Banyak suka cita yang tak henti membuat syukur bisa berada di kampus ini dan dalam pusaran organisasi, terlebih ketika pada september 2020 hingga saat ini saya di amanahkan menjadi Presiden Mahasiswa,” ujar La Olo.

Penghafal
La Olo Abdul Mahasiswa sekaligus Presiden Mahasiswa (Presma) di kampus STAI Al Hidayah Bogor bersama teman-temannya. (istimewa/Bogordaily.net)

Lanjutnya, semenjak menjadi Presma ia semakin antusias dan optimis dalam menjalankan aktifitas kuliah serta organisasi, dimana saya merasa menjadi mahasiswa seutuhnya.

“Menjadi mahasiswa yang bermanfaat untuk mahasiswa lainnya dan menjadi rakyat yang bermanfaat untuk rakyat lainnya. Motivasi dari Hadis Nabi, Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk manusia lainya,” ungkapnya.

Kemudian menurutnya, para Dosen di STAI Al Hidayah Bogor sangat pakar dalam ilmu khususnya di mata kuliah yang diajarkan.

“Di jurusan saya Ilmu Al Qur’an Dan Tafsir, banyak para dosen yang sudah menyelesaiakan doktoralnya, bahkan lulusan luar negeri. Sehingga sangat pakar dalam keilmuan Al Qur’an dan Tafsir. Kami mahasiswa selalu antusias ketika mengikuti mata kuliah dan merasa sangat rugi jika melewatkan perkuliahan,” jelasnya.

La Olo juga ternyata sudah menjadi hafiz atau penghafal Qur’an, dan semakin diasah serta dijaga, setelah belajar di STAI Al Hidayah Bogor.

“Alhamdulillah saya hafal Al Qur’an 30 Juz, dulu mulai menghafal di Pondok Pesantren Darul Mukhlisin Kota Kendari dan menyelesaiakan hafalan Khatam 30 Juz di Ma’had Tahfiz Qur’an Al Askar Jakarta,” kata La Olo.

Penghafal
Sekolah Tinggi Agama Islam  (STAI) Al–Hidayah Bogor, di Jalan Raya Dramaga KM 7 Margajaya. (Istimewa/Bogordaily.net)

Ia mengungkapkan, menjadi hafiz karena ingin meneladani para ulama dahulu. Para ulama dahulu sebelum belajar ilmu yang lainnya maka mereka mempelajari Al Qur’an dan mengafalkannya terlebih dahulu.

‘Imam As Syafii menyelesaikan hafalan Al Qur’an di usia 7 tahun, begitupun ulama-ulama lainnya menghafalkan Al Qur’an diawal pengembaraan mereka menuntut ilmu. Sebagai generasi yang ingin meneruskan risalah Islam yang mulia ini, maka para ulama terdahulu lah yang harus dijadikan contoh,” sambungnya.

La Olo juga membagikan tips dan triknya saat menghafal Al Qur’an, yakni harus fokus. Dimana artinya jika ingin menghafal Al Qur’an maka sediakan waktu khusus, untuk menghafal dan mengulangi yang sudah di hafalkan.

“Tinggal di lingkungan para penghafal Al Qur’an, simplenya tinggal di pesantren agar fokus hari hari dilalui bersama guru dan teman sesama penghafal, sehingga semangat dan motivasi menghafal terbantu oleh guru dan lingkungan yang mendukung,” ujarnya.

Jika menghafalkan Al Qur’an ayat demi ayat, surat demi surat, lama-lama akan ada rasa ketagihan, untuk terus menghafalnya sampe selesai 30 Juz.

“0Karna mengahafal Al Qur’an ini beda dengan menghafal yang lain, semakin di hafal semakin nikmat, dan ada ketenangan dan kenyamanan tersendiri yang Allah berikan. Sulit untuk dijelaskan namun hanya dirasakan oleh diri sendiri saja,” ujarnya.

Ia berharap kampus STAI Al Hidayah Bogor semakin maju, berproses untuk semakin lebih baik lagi baik itu dalam hal pelayanan mahasiswa, pelayanan akademik, biaya kuliah dan dalam waktu dekat pembukaam program Studi Pasca Sarjana atau Magister segera dibuka.

“Saya mengajak adik-adik diluar sana yang masih bingung mencari kampus untuk kuliah, yuk kuliah di STAI Al Hidayah Bogor! Kampusnya nyaman dan Islami. Insyaallah terhindar dari pergaulan buruk dan membuat diri semakin tinggi ilmunya juga imannya. Karna kampus kami adalah kampus Islami, Ungggul, dan Bersyariah,” pungkasnya. Adv

Ini Yang Harus Dilakukan Jika Sudah Vaksin 2 Kali Tapi Masih Kena Covid-19…

0

BOGORDAILY- Kasus virus corona atau Covid-19 terus meluas, meski telah banyak yang sudah disuntik vaksin lengkap dua kali. Infeksi terobosan atau infeksi setelah lakukan vaksinasi menimbulkan rasa khawatir.

“Jika seseorang sudah divaksinasi dan memiliki kasus positif harus membatasi paparan tersebut kepada orang lain. Sehingga kapasitas varian virus tidak menyebar dan terus bermutasi,” kata Chief University Wexner Medical Center, Dr. Iahn Gonsenhauser, dilansir dari cnbc.com, Jumat (23/7/2021).

Inilah yang perlu Anda ketahui tentang infeksi terobosan:

1. Ini yang terjadi ketika mendapatkan infeksi terobosan

Infeksi terobosan bisa terjadi dengan vaksin apa pun. Untungnya, infeksi terobosan kasus Covid cenderung ringan dan tanpa gejala.

Bahkan WHO menyatakan sehubungan dengan munculnya varian delta, sebagian besar orang yang divaksinasi lengkap dan dites positif tidak memiliki gejala.

Kepala penasihat medis Gedung Putih, Dr. Anthony Fauci mengatakan orang yang sudah divaksinasi jika terinfeksi cenderung memiliki tingkat virus lebih sedikit.

“Virus di faring hidung mereka yang jauh lebih sedikit daripada orang yang terinfeksi namun tidak divaksinasi,” kata Fauci.

2. Apa yang harus dilakukan?

Jika seseorang sudah divaksinasi lengkap namun dinyatakan positif Covid-19, maka yang terpenting harus dilakukan adalah mengisolasi. Artinya menjauh dari orang yang tidak sakit, termasuk orang lain yang divaksinasi. Dan selalu memantau gejala terkait Covid-19.

CDC menyarankan harus menghindari mengunjungi area pribadi atau publik atau bepergian selama periode 10 hari. Sama seperti sebelum divaksinasi, harus memberi tahu siapa pun yang jika hasil tes Anda positif.

3. Jika melakukan kontak dengan seseorang infeksi terobosan

Menurut CDC, sebagian besar orang yang divaksinasi lengkap yang telah terpapar dengan seseorang yang memiliki Covid-19. Tetapi mereka tidak memiliki gejala seperti Covid-19.

Ini karena risiko orang yang divaksinasi penuh untuk terinfeksi dan menularkannya rendah. Cobalah untuk membatasi kontak dengan orang lain di rumah sebanyak mungkin.

CDC mengatakan bahwa orang yang divaksinasi lengkap saat mengalami gejala Covid-19 akan demam atau kedinginan, batuk dan sesak napas. Mereka harus mengisolasi diri dan dievaluasi oleh dokter atau penyedia layanan kesehatan untuk dites. (*)