Saturday, 25 April 2026
Home Blog Page 7166

Sigap! Satgas Segera Tangani Warga Kritis Covid-19

Bogordaily.net – Ardiansyah (41 tahun) warga Jalan Bantar Kemang RT.03 RW. 07 No. 3, Kelurahan Bantar Kemang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

Eyi saapaan akrabnya mengungkapkan rasa tidak kuatnya bernapas dan juga merasa dalam keadaan kritis pada status Whatsappnya.

“Dititik Kritis. Hampir menyerah. BackUp Hamba Ya Alloh..,” tulisnya.

Saat ditanya, Eyi merasa sepertinya terpapar covid-19.

“Sepertinya Covid, minggu kemarin saya habis ngurus kakak saya di rumah sakit, terkena covid, tapi dah sembuh,” ungkapnya, Senin( 19 Juli 2021) dikediamannya.

“Mau ke puskesmas, gak sanggup bangun dari kasur,” jawab Eyi saat disarankan untuk ke Puskesmas dan lapor RT atau RW setempat.

Mubin, salah satu Rekan Eyi pun mencoba menghubungi Kordinator Satgas Covid Kecamatan Bogor Timur, Sujatmiko Baliarto.

Saat dihubungi, Kordinator Satgas Covid Bogor Timur ini yang juga merupakan Kepala Disdukcapil Kota Bogor, mengetahui terdapat warga dengan gejala kritis covid.

Ia segera saja merespon dengan menghubungi Kepala Puskesmas Bogor Timur.

“Share loc pak. Saya sudah hubungi Dr. Wida, Kapus Bogor Timur. Beliau akan segera mengirimkan petugas kesana,” jawabnya.

Tidak lama berselang, Kordinator Satgas Bogor Timur mengabarkan kepada rekan Eyi bahwa Dr. Wida Kepala Puskesmas Bogor serta Camat Bogor Timur, Rena Da Frina segera ke lokasi warga yang diduga terindikasi kritis covid-19.

“Petugas Puskesmas dan Bu Camat sedang otw tkp, tunggu yah..,” pesan Kordinator Satgas Bogor Timur kepada Eyi.***

Bima Arya Tinjau Lansung Kebocoran Pipa Transmisi Air Baku Jalur IPA Double Track

0

Bogordaily.net – Wali Kota Bogor Bima Arya, meninjau langsung kebocoran pipa transmisi air baku 1000 mm jalur Intake Ciherang Pondok – IPA Dekeng, di area pembangunan Double Track KRL Bogor-Sukabumi di daerah Gunung Gadung bawah Kel Genteng, Kecamatan Bogor Selatan Minggu malam 18 Juli 2021.

Dalam keterangan tertulis di akun @perumdatirtapakuan, Bima Arya datang didampingi oleh Direktur Umum Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira.

“Siang tadi saya menerima laporan terjadi kebocoran pipa transmisi air baku 1000 mm jalur Intake Ciherang Pondok-IPA Dekeng, karena adanya material alam yang jatuh menimpa pipa di lokasi pembangunan Double Track KRL Bogor-Sukabumi,” ucap Wali Kota Bogor Bima Arya.

Bima juga memerintahkan agar Tirta Pakuan Kota Bogor dapat melakukan perbaikan secepatnya.

“Saya perintahkan Perumda Tirta Pakuan untuk cepat lakukan perbaikan dan penggantian pipa, yang diperkirakan akan berdampak pada pasokan air bersih mulai dinihari nanti,” ungkapnya.

Pasalnya, kerusakan ini berdampak terhadap 35 ribu pelanggan di wilayah Kecamatan Bogor Barat dan Tanah Sareal yang akan terganggu pasokan air bersihnya.

Petugas Tirta Pakuan juga semaksimal mungkin berupaya agar perbaikan selesai dalam waktu satu hari. Namun sebaiknya pelanggan mengantisipasi untuk bisa menampung persediaan air beberapa hari kedepan.

“Saya minta agar siagakan truk tanki air untuk membantu suplai air bersih, di lokasi pelanggan yang terdampak,” pungkas Bima.

Sebagai informasi, kebocoran pipa transmisi air baku 1000 mm jalur Intake Ciherang Pondok – IPA Dekeng, di area pembangunan Double Track KRL Bogor-Sukabumi di daerah Gunung Gadung bawah Kel Genteng, Kecamatan Bogor Selatan, terjadi pada Minggu siang 18 Juli 2021.

Kebocoran tersebut berpotensi menyebabkan sistem pengolahan air di IPA Dekeng terganggu hingga stop berproduksi sementara, sehingga berdampak pada pelayanan di wilayah.

Wilayah yang terdampak yakni, Bogor Timur (sebagian Sukasari, Pajajaran), Bogor Selatan (Bondongan, Empang, Layungsari, BNR), Bogor Tengah (Babakan, Babakan Pasar, Cibogor, Ciwaringin, Gudang, Paledang, Pabaton, Sempur, Tegallega, Panaragan, Kebon kalapa).

Bogor Barat (Balungbangjaya, Bubulak, Cilendek Barat, Cilendek Timur, Curug, Curugmekar, Gunungbatu, Loji, Margajaya, Menteng, Pasirjaya, Pasirkuda, Pasirmulya, Semplak, Sindangbarang, Situgede).

Kecamatan Tanah Sareal (Cibadak, Kayumanis, Kebon pedes, Kedung badak, Kedung jaya, Kedung waringin, Kencana, Mekarwangi, Sukadamai, Sukaresmi, Tanah sareal.

Untuk informasi lebih lanjut hubungi call center di nomor 0251-832-4111 atau chat WhatsApp 0811-118-2123. Adv

Nah Lo, Gara-gara Covid-19 Nafa Urbach Asmanya Kambuh

0

Bogordaily.net – Penyanyi dan aktris Nafa Urbach harus membatalkan niatnya menyusul putrinya Mikha ke Bali. Soalnya setelah melakukan tes PCR sebagai syarat untuk pergi ke Bali, Nafa diketahui terinfeksi virus Corona.

“Hai guys mau cerita jadi tanggal 16 kemarin, aku harusnya nyusul Mikha ke Bali, persyaratan terbang tuh harus PCR dulu kan dan emang aku lagi radang tenggorokan sudah enam hari, aku pikir cuma radang aja biasa, dan hasil PCR nya ternyata positif Covid, akhirnya batal deh nyusul Mik Mok,” tulis Nafa Urbach di akun Instagramnya, Senin, 19 Juli 2021. Mik Mok adalah nama panggilan kesayangan Mikha.

Kondisi itu memaksa Nafa melakukan isolasi mandiri di kamarnya. Masalah muncul lantaran ia memiliki asma. “Jadi sesak tapi sekarang sudah mulai membaik kok, sudah minum obat Cina dan dibantu oksigen,” ia menambahkan. Nafa berharap, dalam tujuh hari ke depan, ia bisa kembali negatif.

Dalam unggahan Instagram Storynya, Nafa mengabarkan kondisinya yang sedang menjalani isolasi mandiri. “Update hari ini, ini day ke berapa ya, aku lupa deh. Yang pasti dari kemarin tuh tidur terus seharian mungkin karena obat Cina juga. Tapi hari ini aku ngerasa enakan banget dan segar udah enggak pusing lagi, enggak sesek lagi dan radangnya juga sudah hilang,” tulis Nafa, Senin, 19 Juli 2021.

Meski sudah merasakan lebih baik, kata Nafa, nilai CTnya yang masih rendah. Dalam unggahan selanjutnya Nafa menampilkan kertas hasil tes PCR dengan nilai CT, yaitu 22,71 dan 21, 78.

Secara umum jika Angka CT PCR di bawah 29 maka orang tersebut dalam status positif kuat, virus dalam jumlah banyak dan mudah menular kepada orang sekitarnya. Kemudian jika nilainya antara 30-37 maka sedang. Kondisi ini mengurangi risiko orang tersebut menularkan virus kepada orang lain. Terakhir, jika antara 38-40 artinya tidak terdeteksi adanya RNA virus dan bisa dinyatakan negatif Covid-19.

Ibu satu anak ini juga menuliskan akan melakukan tes swab lagi dalam empat hari ke depan. Saking kesalnya dengan corona, Nafa menyebut virus ini si bodoh. “Nah ini ni si bodoh yang bikin susah satu dunia,” tulis Nafa.

Nafa Urbach menjadi salah satu selebritas yang terpapar Covid-19 belakangan ini. Sebelumnya presenter Indy Barends baru saja selesai menjalani masa isolasi mandirinya. Begitu juga dengan Bunga Citra Lestari, Iko Uwais, dan Hesti Purwadinata juga menjadi penyintas Covid-19.***

Catat Ini Resep Bumbu Opor Ayam, Cocok Saat Lebaran Idul Adha

0

Bogordaily.net – Bumbu opor ayam sangat mudah dibuat. Olahan ayam yang dari ayam kampung dan kuah santan ini cocok disantap kapan saja.

Biasanya, bumbu opor ini populer dimasak saat Lebaran. Salah satunya saat Lebaran Idul Adha. Disantap bersama ketupat dan kentang hati, rasanya menggugah selera.

Ada dua jenis bumbu opor yaitu kuah putih dan kuning. Opor ayam kuah putih ini bisa dikreasikan memakai bumbu khas Solo. Rasanya gurih dan manis. Cocok disajikan kapan saja. Sedangkan bumbu opor kuah kuning identik dengan kunyit. Rasanya juga menggugah selera.

Ada dua jenis bumbu opor yaitu kuah putih dan kuning. Opor ayam kuah putih ini bisa dikreasikan memakai bumbu khas Solo. Rasanya gurih dan manis. Cocok disajikan kapan saja. Sedangkan bumbu opor kuah kuning identik dengan kunyit. Rasanya juga menggugah selera.

ngin tahu resep lengkap dan cara membuat bumbu opor ayam kuah putih dan kuning? Berikut ulasannya dirangkum melalui berbagai Instagram pada Senin 19 Juli 2021.

Bumbu Opor Ayam Kuah Kuning Bahan:
1 kg ayam 500 ml santan kental 200 ml air Bumbu halus: 10 butir bawang merah 6 butir bawang putih 4 butir kemiri 1/2 sdt jintan 1 sdt ketumbar ¼ sdt kunyit bubuk 1 cm jahe Bumbu cemplung: 1 cm lengkuas geprek 1 batang sereh geprek 4 lembar daun jeruk Perasa: 1 sdm garam 1 sdm gula pasir

Cara membuat:                                                                                                                                                  1. 1. Rebus ayam dengan air mendidih ±15 menit, tiriskan dan buang air rebusan, sisihkan
2. Tumis bumbu halus hingga harum, masukkan bumbu cemplung lalu tambahkan air
3. Tambahkan perasa dan masukkan ayam yang sudah direbus
4. Tutup panci, masak 15 menit lalu masukkan santan kental masak lagi hingga empuk
5. Koreksi rasa jika sudah pas matikan api lalu siap disajikan dengan taburan bawang goreng.***

Mahasiswa Indonesia Ini Terlibat Dalam Pembuatan Vaksin AstraZeneca

0

BOGORDAILY- Ada nama mahasiswa asal Indonesia Indra Rudiansyah yang masuk dalam bagian tim pengembang vaksin AstraZeneca. Mahasiswa berumur 28 tahun itu ikut terlibat dalam penelitian dan bergabung dengan tim Jenner Institute Uni of Oxford yang membantu uji klinis Vaksin Covid-19 yang tengah berlangsung di salah satu universitas Oxford itu.

“Saya tentunya sangat bangga bisa tergabung dalam tim untuk uji klinis vaksin Covid-19 ini, meskipun ini bukan penelitian utama untuk thesis saya,” ujar Indra Rudiansyah yang menempuh pendidikan D.Phil in Clinical Medicine, Jenner Institute, University of Oxford, dikutip dari Antara.

Uji coba vaksin Covid-19 di Pusat Vaksin Oxford dilaksanakan Jenner Institute dan Oxford Vaccine Group. Tim bekerja mengembangkan vaksin untuk mencegah Covid-19 sejak 20 Januari lalu dipimpin Prof. Sarah Gilbert, Prof. Andrew Pollard, Prof. Teresa Lambe, Dr Sandy Douglas, Prof. Catherine Green dan Prof. Adrian Hill.

Menurut anak kedua dari tiga bersaudara itu, penelitian utama untuk thesisnya adalah vaksin malaria, namun keikutsertaannya dalam tim ini merupakan real case dari penelitian vaksin untuk menyelamatkan banyak nyawa orang.

Indra yang mendapat beasiswa dari LPDP mengaku keterlibatannya dalam uji klinis ini adalah menguji antibody response dari para volunteer yang sudah divaksinasi.

“Tentunya saya sangat bangga akan hal ini karena dapat berkontribusi secara nyata untuk menghadapi pandemi ini,” ujar Indra mahasiswa S3, di Program Clinical Medicine, Jenner Institute Uni of Oxford yang berasal dari Bandung.

Indra pun membeberkan ketika dirinya terlibat dalam pembuatan vaksin tersebut, ketika outbreak Covid-19 terjadi awal tahun ini, beberapa kolega yang bekerja untuk mengembangkan vaksin untuk emerging pathogen itu mulai mendesain vaksin ini.

“Kemudian kita outbreak mengalami eskalasi menjadi pandemi, semua aktivitas di kampus di tutup kecuali untuk bidang yang terkait dengan covid 19/sars cov 2. Pada saat yang sama project leader menawarkan bagi siapa saja yang bekerja dengan non-covid jika ingin bergabung akan diperbolehkan,” tuturnya.

Dari situ Indra bergabung dengan tim untuk membantu uji klinis. Menurut Indra yang meraih S1 di bidang Mikrobiologi ITB, sebenarnya tidak ada duka dalam keterlibatannya di tim. Namun, tentunya ada tantangan tersendiri dalam bekerja dengan tim ini.

Indra yang meraih S2 Bioteknologi ITB dengan Fast Track Program, mengatakan proses pengembangan vaksin ini sangat cepat hanya dengan enam bulan sudah menghasilkan data uji preklinis dan inisial data untuk safety dan immunogenisitas di manusia.

“Biasanya untuk vaksin baru paling tidak memerlukan waktu lima tahun hingga tahapan ini,” ujarnya.

Sehingga dia dan tim dituntut untuk selalu bekerja dengan baik dan cepat dan siap dengan perubahan rencana yang ada karena kondisi saat ini yang serba dinamis. (okz)

Gugus Tugas Covid-19 Ciampea Bubarkan Warga Hajatan

Bogordaily.net – Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Ciampea Kabupaten Bogor membubarkan acara hajatan warga Kampung Babakan Panday RT 03, RW 07, Desa Cibanteng, Kabupaten Bogor. Acara yang di gelar secara sederhana itu tampaknya tidak menjadi syarat dan tetap didatangi Gugus Tugas yang terdiri dari kepala desa, TNI POLRI dan Pol PP.

Kepala Desa Cibanteng, Warso pihaknya menghentikan acara hajatan dan juga memberikan pemahaman kepada warganya yang menggelar acara hajatan pernikahan.

“Iya, (dibubarkan) kita beri pemahaman kepada warga bahwa saat ini sedang ada PPKM darurat untuk kegiatan ramai ramai ditiadakan dahulu,”katanya.

Lanjut Warso mengatakan, pembubaran itu dilakukan pada Minggu siang 18 Juli 2021 saat kegiatan hajatan pernikahan sedang berlangsung, bersama pihak Polsek, Koramil dan Pol PP Kecamatan Ciampea langsung menghentikan kegiatan.

“kegiatan itu dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Ciampea, dalam tindakan itu kami beri himbauan, memberikan pemahaman tentang PPKM Darurat , dan peyelenggara diberikan sanksi tipiring,”katanya.

Sementara penyelenggara hajatan pernikahan, Sanusi mengaku salah dan tidak tahu, Sanusi yang usianya sudah hampir sepuh itu menyelnggarakan resepsi hajatan pernikahan karena ingin melihat anaknya bahagia, apalagi usianya itu sudah sepuh.

“Mumpung ada umur saya bikin acara hajatan ini karena ingin lihat anak saya bahagia, tapi saya akui salah dan terima apa yang telah dikatakan bapak polisi dan pak kades,’’pungkasnya.***

Giliran Tubagus Chaeri Wardana yang Dapat Diskon dari MA

0

Bogordaily.net – Mahkamah Agung (MA) menyunat hukuman Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan di tingkat kasasi. Selain itu, Wawan juga diwajibkan mengembalikan uang hasil pencucian uang korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) di Pemprov Banten dan Pemkot Tangerang Selatan sebesar Rp 58 miliar ke negara.

“Tolak Penuntut Umum dan Terdakwa dengan perbaikan pidana penjara menjadi 5 tahun, dan denda Rp 200 juta subsidair 6 bulan kurungan,” kata juru bicara MA hakim agung Andi Samsan Nganro kepada detikcom, Senin 19 Juli 2021.

Duduk sebagai ketua majelis Suhadi dengan anggota Syamsul Rakan Chaniago dan Agus Yunianto. Hukuman di tingkat kasasi lebih ringan daripada hukuman yang dijatuhkan Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta. Di mana Wawan dihukum 7 tahun penjara di tingkat banding.

Meski menyunat hukuman Tubagus Chaeri Wardana, MA memperberat hukuman Wawan dengan mewajibkan mengembalikan uang yang dikorupsinya karena terbukti melakukan pencucian uang pengadaan alat kesehatan (alkes) di Pemprov Banten dan Pemkot Tangerang Selatan. Di tingkat banding, Wawan lolos dari hukuman uang pengganti tersebut.

“Uang pengganti sebesar Rp 58.023.103.859,00,” kata Andi yang juga Wakil MA bidang Yudisial itu.

Uang itu harus dibayarkan maksimal 1 bulan sejak putusan berkekuatan hukum tetap. Bila tidak mau membayar, maka asetnya dirampas dan dilelang negara. Bila masih kurang, maka diganti dengan hukuman penjara.

Sebagaimana diketahui, Wawan saat ini menjalani hukuman di Lapas Sukamiskin dengan tiga kasus, yaitu:

1. Menjalani hukuman 5 tahun penjara karena menyuap Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) kala itu, Akil Mochtar.
2. Menyuap Kepala Lapas Sukamiskin. Saat ini masih proses hukum.
3. Menjalani hukuman 5 tahun penjara karena korupsi pengadaan alkes Pemprov Banten dan Pemkot Tangsel. Yatu pengadaan Alat Kedokteran Rumah sakit Rujukan Provinsi Banten pada APBD TA 2012 dan APBD-P TA 2012 dan Pengadaan alat Kesehatan Kedokteran Umum Puskesmas pada Pemerintah Kota Tangerang Selatan tahun anggaran 2012.***

 

 

Gelar Seminar Umum, Kementerian Pertanian Ajari Milenial Tentang Ekspor

Bogordaily.net – Indonesia saat ini sedang menghadapi wabah Covid-19 yang mengakibatkan terhambatnya sebagian sektor.

Namun tidak dengan sektor pertanian yang merupakan salah satu sektor strategis yang terus digenjot produksinya. Pertanian dituntut untuk terus memproduksi demi menjaga ketersediaan pangan dalam negeri.

Untuk lebih membuka wawasan generasi milenial mengenai pertanian, khususnya ekspor, Polbangtan Bogor sebagai salah satu UPT di bawah Badan Penyuluhan dan pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian menggelar Seminar Umum.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, sektor pertanian menjadi harapan, tulang punggung di tengah upaya Pemerintah dalam menanggulangi Covid-19.

“Tanggung jawab penyediaan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia merupakan spirit bagi keluarga besar Kementerian Pertanian dan semua pelaku pembangunan pertanian,” tegas pria yang akrab dipanggil SYL.

Arahan Mentan Syahrul tersebut dipertegas oleh Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi dengan mengajak semua pihak untuk menjaga kondisi tubuh tetap fit dengan tagar #pertaniantidakberhenti.

“Masalah pangan adalah masalah yang sangat utama, hidup matinya suatu bangsa. Meskipun saat ini negara kita diserang wabah Covid-19 tetapi petani tetap semangat tanam, semangat olah dan semangat panen. Ini membuktikan Pertanian tidak berhenti,” ujar Dedi.

Polbangtan Bogor menggelar beberapa rangkaian acara antara lain peringatan Dies Natalis yang ke-3 berupa web seminar, kuliah umum nasional yang menghadirkan Kepala Badan Karantina Pertanian. Kegiatan ini juga menjadi gebrakan sektor pertanian utamanya disektor pendidikan pertanian.

Kuliah online yang dilaksanakan Senin 12 Juli 2021, membahas tentang Perlindungan Sumber Daya Hayati dan Akselerasi Ekspor Pertanian (Gratieks). Tidak tanggung-tanggung, seminar yang hanya berlangsung selama 120 menit ini dihadiri oleh 245 peserta via zoom dan 111 peserta mengikuti melalui streaming youtube.

Kepala Badan Karantina, Bambang, mengatakan bahwa terselenggaranya perkarantinaan yang profesional, tangguh, dan terpercaya akan mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, modern.

“Diantaranya dengan melakukan strategi seperti Penyusunan RPP dan Peraturan Perundangan turunan dari UU 21/2019, Penguatan dan pengembangan tehnik dan metode dalam pelaksanaan teknis Perkarantinaan, salah satunya dengan Biosensor, juga bekerjasama dan Koordinasi dengan Instansi terkait yang memiliki kewenangan yang beririsan dengan Pelaksanaan Perkarantinaan, termasuk didalamnya Pengawasan Agensia Hayati, serta penguatan sistem informasi dan data sistem pengawasan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Direktur Polbangtan Bogor, Detia Tri Yunandar, mengatakan, ajang ini dapat menjadi pembuka silaturahmi serta awal yang baik bagi kedua pihak untuk memulai kerjasama membuka jurusan baru di Polbangtan Bogor, yaitu Jurusan Karantina Pertanian.

“Di masa sekarang adalah masa yang sulit. Dimana kita tetap harus mencapai target ekspor dengan segala keterbatasan. Semoga kuliah hari ini dapat memberi wawasan kepada mahasiswa kami. Memberikan gambaran terkait program utama kementerian pertanian yaitu gratis,” ungkapnya.

Detia juga menambahkan, bahwa dalam waktu dekat akan bekerjasama dengan Balai Karantina Pertanian untuk membuka jurusan baru di Polbangtan Bogor.

“Kami harap dapat menjalin kerjasama terkait penyelenggaraan pendidikan dengan rencana kami membuka program studi D-III Karantina Hewan dan Karantina Tanaman. Semoga nanti program ini dapat kita tindak lanjuti bersama,” ujarnya.***

 

H-1 Idul Adha Harga Cabai Meroket

Bogordaily.net – Jelang H-1 Idul Adha, harga cabai Rawit Merah atau dikenal dengan Cabai Jablai dan cabai Merah Keriting, mengalami lonjakan cukut tinggi. Disejumlah pasa di Kota Bogor mengalami kenaikan hingga Rp65.673 per Kg hingga Rp70 ribu.

Di Pasar Baru Bogor saat Kebijakan PPKM Darurat berlaku harga cabai rawit merah masih di harga 60 ribu per kg, pada H-1 sebelum Idul Adha atau pada hari ke 17 PPKM Darurat, harga cabai rawit merah melonjak di harga 70 ribu per kg.

Sedangkan cabai merah keriting di Pasar Baru Bogor awal Kebijakan PPKM Darurat masih di harga 20 ribu, per kg, di hari ke 17 PPKM Darurat harga cabai merah keriting menjadi 28 ribu per kg.

Tim Enumerator Pasar Baru Bogor, Taufiq Ibrahim mengatakan, harga cabai khususnya cabai rawit merah mengalami kenaikan, tapi stok ketersediaan menjelang lebaran Idul Adha tetap aman.

“Walaupun pedagang tetap membatasi pembelian dari pemasok, dikarenakan pengunjung yang datang ke pasar mengalami penurunan akibat PPKM Darurat,” katanya.

Di tempat yang berbeda, Tim Enumerator Pasar Gunung Batu Sandi Himawan menambahkan, tidak jauh berbeda dengan harga cabai di Pasar Baru Bogor, Pasar Gunung Batupun mengalami kenaikan, awalnya Cabai Rawit merah 60 ribu per kg, sekarang di hari ke 17 PPKM Darurat menjadi 80 ribu per kg.

Tim Humas Perumda PPJ memantau di lapangan, terlihat pedagang cabai khususnya cabai merah keriting sangat sedikit dijajakan, pedagang Pasar Kebon Kembang atau dikenal dengan Pasar Anyar.

Hal tersebut karena dampak dari PPKM Darurat, dimana pengunjung yang datang menjadi sangat sedikit.

“Jika kami membeli cabai merah keriting dengan jumlah banyak, kami takut jualan tidak habis, karena pengunjung yang datangpun mengalami penurunan,” ujar salah satu pedagang cabai.

Sementara itu, harga daging sapi masih di harga aman, seperti daging sapi yang di jual di Pasar Baru Bogor, masih di harga 120 ribu per kg.***

Pipa PDAM Tirta Pakuan Bocor, 7 Mobil Tangki Dikerahkan

0

Bogordaily.net – Kebocoran pipa Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor berdampak kepada sebanyak 32 ribu pelanggan di beberapa wilayah Kota Bogor. Mengantisipasi hal itu 7 mobil tangki dikerahkan.

Di wilayah Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, penutupan pasokan air PDAM mulai dilakukan sejak Senin 19 Juli 2021, pagi setelah warga menerima pemberitahuan sehari sebelumnya.

Wali Kota Bogor Bima Arya saat meninjau ke lokasi kebocoran pipa mengatakan bahwa pelanggan yang terdampak paling banyak adalah di Kecamatan Bogor Barat dan Tanah Sareal.

Pasokan air sementara akan ditutup selama perbaikan pipa yakni sekitar satu atau dua hari sampai Hari Raya Idul Adha 2021.

“Jadi kita sosialisasikan kemungkinan satu atau dua hari ini agak terganggu aliran airnya. Tapi PDAM bergerak cepat,” kata Bima Arya, Minggu 18 Juli 2021, malam.

Mengantisipasi kebutuhan air warga, PDAM menyiapkan sebanyak 7 mobil tangki air untuk membantu wilayah yang pasokan airnya terdampak secara mobile.

Diketahui, kerusakan pipa PDAM ini terjadi di area proyek double track KRL Bogor – Sukabumi kawasan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

“Disebabkan karena ada batu yang jatuh kemudian membuat pipa PDAM patah sehingga terjadi kebocoran,” kata Bima.

Bima juga meminta kepada pihak proyek double track untuk evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang. (Advetorial)