Saturday, 25 April 2026
Home Blog Page 7167

Grand City Balikpapan Luncurkan Klaster Terbaru Cheville Tahap Pertama Seharga Rp800 Jutaan

0

Bogordaily.net – Provinsi Kalimantan Timur terus menggeliat setelah pemerintah memutuskan untuk menjadikan wilayah tersebut sebagai calon ibu kota negara baru pada Agustus 2019 lalu. Rencana tersebut tentunya berdampak positif terhadap potensi yang ada di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Melihat besarnya prospek bisnis dan migrasi ke depan, Sinar Mas Land melalui salah satu township-nya di Balikpapan yaitu Grand City Balikpapan meluncurkan produk rumah tapak bernama Cheville. Ini merupakan klaster hunian kelima di Grand City Balikpapan setelah Forestville, Pineville, Hyland, dan Hayfield.

Hunian di klaster Cheville mengusung konsep modern dan kehidupan dinamis yang menyatu dengan nuansa alam (green environment). Desain urban modern minimalis dengan memaksimalkan pencahayaan dan sirkulasi udara di setiap ruangan.

Rumah tapak tersebut juga telah mengadaptasi standar kebiasaan baru (new normal) dengan menyediakan fasilitas sanitasi berupa wastafel di teras depan rumah. Dengan adanya tren work from home dan sekolah online, hunian tersebut juga memiliki ruang tambahan yang dapat difungsikan sebagai ruang bekerja dan belajar di bagian attic atau bawah atap.

Pada tahap 1 penawaran klaster Cheville terdapat dua tipe rumah. Tipe pertama memiliki luas bangunan 49 m2 dengan luas tanah 60-75 m2. Sementara tipe kedua, memiliki luas bangunan lebih besar yakni 69 m2 dengan luas tanah 90 dan 96 m2.

Kedua tipe ini memiliki dua kamar tidur yang masing-masing sudah dilengkapi dengan kamar mandi pribadi. Dengan desain rumah tumbuh, masing-masing unit dilengkapi dengan taman belakang yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan di masa depan sesuai kebutuhan keluarga.

CEO East Indonesia Franky Najoan meyakini klaster ini akan diminati meski di tengah kondisi pandemi karena ada beberapa perkembangan ekonomi ke depan seperti pembangunan ibu kota negara yang baru di Kalimantan Timur.

“Lokasi Grand City tepat berada di antara Kota Balikpapan yang sudah mantap sebagai kota penghasil energi dengan calon ibu kota negara baru sehingga potensi bisnisnya sangat besar. Tidak heran jika empat klaster sebelumnya selalu terjual habis dan diserap baik oleh pasar. Kesempatan tinggal di lokasi ini sekarang dapat dinikmati oleh konsumen melalui klaster Cheville. Kami tawarkan mulai dari Rp800 jutaan dengan promo yang menarik di antaranya gratis uang muka (DP), gratis biaya provisi, hingga bebas biaya administrasi bagi konsumen yang memilih cara bayar KPR. Selanjutnya, kami juga menawarkan promo hard cash yang spektakuler bagi konsumen,” ujar Franky.

Lokasi Cheville pun terbilang strategis karena berada di secondary boulevard Grand City Balikpapan. Klaster tersebut dekat dengan sejumlah fasilitas di antaranya sekolah IPEKA Grand City, pusat makanan dan bisnis Grand City, Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo, Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, dan pintu keluar tol Balikpapan-Samarinda Km 13.

Hal tersebut akan memudahkan para penghuninya untuk beraktivitas. Dengan kelengkapan fasilitas dan kemudahan akses tersebut, rumah Cheville memiliki nilai investasi terbaik di masa mendatang.

Ke depan, Grand City Balikpapan akan memiliki tiga gerbang utama untuk mempermudah mobilitas penghuninya dan masyarakat kota Balikpapan.

Kini kota mandiri seluas 224 hektare tersebut telah mengoperasionalkan dua gerbang utama. Pada 2017, gerbang pertamanya yang merupakan akses masuk/keluar Grand City dari Jalan MT Haryono telah diresmikan.

Kemudian pada awal 2020, Jalan Sinar Mas Land Boulevard menjadi pintu gerbang kedua kawasan Grand City Balikpapan. Akses sepanjang 2,7 kilometer dengan lebar 32 meter tersebut merupakan salah satu alternatif untuk mengurai kemacetan di Kota Balikpapan. Kehadiran Jalan Sinar Mas Land Boulevard di Grand City Balikpapan juga akan mengurangi waktu jarak tempuh dari Balikpapan ke Samarinda atau sebaliknya.

Rencananya township ini juga akan mengoperasikan akses gerbang ketiga pada 2024. Keberadaan ketiga gerbang ini memudahkan warga dan masyarakat untuk berkunjung ke ibu kota negara baru yang sebagian terletak Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. (Advetorial)

 

Menyasar Warga di Pedalaman, Mobil Vaksinasi Covid-19 Bakal Keliling Pelosok Desa

Bogordaily.net – Bagi masyarakat Kabupaten Bogor yang tinggal di pelosok pedesaan, tak perlu khawatir tidak mendapatkan vaksin. Pemerintah Kabupaten Bogor kini menyiapkan mobil vaksinasi Covid-19 keliling, untuk menjangkau masyarakat di pelosok pedesaan agar bisa divaksin.

Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, penyediaan mobil ini, tujuannya untuk mempercepat tercapainya target 1,2 juta masyarakat Bumi Tegar Beriman yang tervaksin pada akhir Bulan Agustus mendatang.

“Walaupun kami sudah rutin 4 kali dalam seminggu melakukan vaksinasi Covid-19 baik di lingkup Pemda, Kecamatan dan Puskesmas, Kabupaten Bogor tetap membutuhkan mobil vaksin Covid-19 keliling untuk mewujudkan target 1,2 juta masyarakat tervaksin pada akhir Bulan Agustus mendatang,” ujar Ade Yasin kepada wartawan, Senin, 19 Juli 2021.

Ia menerangkan dengan pelayanan vaksinasi Covid-19 dan ketersediaan vaksin tersebut dari pemerintah pusat atau Kementerian Kesehatan, Pemkab Bogor menargetkan perharinya mulai hari Senin hingga Kamis, ada 160 ribu masyarakat tervaksinasi Covid-19.

“Mobil vaksin Covid-19 keliling ini akan menjangkau daerah yang sulit dijangkau, hingga target 160 ribu masyarakat tervaksin di 4 hari dalam seminggu bisa tercapai atau bahkan lebih. Bagi masyarakat yang ingin dikunjungi mobil vaksin Covid-19, silahkan mendaftar terlebih dahulu ke Dinas Kesehatan,” terangnya.

Sekda Kabupaten Bogor Burhanudin menjelaskan mobil vaksin Covid-19 keliling ini sudah disiapkan berikut tenaga kesehatan (Nakesnya).

“Tak hanya mobil yang dibranding berikut peralatan medis dan modifikasi karoserinya, tenaga Nakesnya juga sudah standar dan dilatih oleh Dinas Kesehatan,” jelas Burhanudin.

Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Hadijana menambahkan selain ke daerah sulit dijangkau, mobil vaksin Covid-19 keliling ini juga akan bisa keliling pasar tradisional.

“Selain masyarakat, target peserta vaksinasi Covid-19 juga bisa menyasar ke para pedagang pasar tradisional. Tujuan lainnya mobil ini untuk mempermudah pelayanan vaksinasi Covid-19,” tambahnya.***

 

Kabupaten Bogor Siapkan Mobil Vaksinasi Keliling, Segera Daftar di Sini

Bogordaily.net – Luasnya wilayah Kabupaten Bogor yang meliputi 40 kecamatan, membuat layanan vaksinasi massal menjadi tugas berat. Karena itu Bupati Bogor Ade Yasin, meluncurkan mobil vaksinasi Covid-19 keliling Kabupaten Bogor hingga ke pelosok wilayah.

Ade Yasin mengatakan, mobil vaksinasi keliling ini siap beroperasi melayani vaksinasi untuk menjangkau masyarakat hingga ke seluruh pelosok wilayah Kabupaten Bogor.

“Vaksin keliling ini untuk menjangkau daerah-daerah yang memang tidak dapat terfasilitasi oleh kegiatan vaksinasi massal maupun vaksinasi yang ada di Puskesmas,” kata Ade Yasin, Senin 19 Juli 2021.

Vaksin keliling ini, kata dia, mendukung percepatan vaksinasi di Kabupaten Bogor demi memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.

Bagi yang ingin didatangi vaksin keliling, diminta untuk mendaftar terlebih dulu.

“Karena banyak permintaan juga, jadi sebaiknya mendaftar dulu ke Dinas Kesehatan untuk kemudian akan kami datangi satu persatu,” kata Ade.

Ade menerangkan, saat ini setiap hari Senin dan Rabu Pemkab Bogor melakukan vaksinasi massal di 40 Kecamatan dengan satu kali vaksin targetnya 2.000 dosis dan target vaksinasi seminggu 160.000 orang.***

 

Antusias Warga Mekarwangi Ikuti Vaksinasi Tinggi, Jumlah Vaksin Kurang

Bogordaily.net – Warga RW12, Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor berbobdong-bondong mendatangi lokasi vaksinasi yang diselenggarakan Polresta Bogor, Senin 19 Juli 2021. Dikesempatan ini jajaran Polresta Bogor menggelar vaksinasi untuk 150 orang meliputu remaja dan manula.

Ketua RW12, Ahmad Luthfi mengatakan, supaya tidak mengundang kerumunan. Pendafataran vaksinasi massal di bagi menjadi tiga tahap. Pertama pukul 08:00 WIB untuk tiga RT, selanjutnya pada pukul 09:00 WIB tiga RT serta pukul 10:00 WIB tiga RT.

“Alhamdulillah, nasyarakat antusias sekali mengikuti vaksinasi. Data terakhir yang mendaftarkan vaksin sampai 180 orang, itu kita masukan cadangan,” ujar Ketua RW12, Ahmad Luthfi kepada Bogordaily.

Dirinya menambahkan, mudah-mudahan dengan kouta yang ada ini bisa mengcover masyarakat di lingkungan RW12.

“Vaksinasi massal ini di peruntukan untuk usia 18 hingga lansia,” katanya.

Kemudian masyarakat yang mengikuti vaksinasi massal ini di ikuti sembilan RT yang berada di RW12.

Tidak ingin terjadi kerumunan, Ahmad Luthfi menyampaikan, pendaftaran vaksinasi massal ini di bagi menjadi tiga tahap. Pertama pukul 08:00 WIB untuk tiga RT, pukul 09:00 WIB tiga RT dan pukul 10:00 WIB tiga RT.

Dari 150 kouta ini di fokuskan untuk zona merah saja yang ada di RW12, data terakhir yang di terima, kata Ahmad Luthfi, sudah melebihi 10 Kartu Keluarga atau melebihi 20 orang yang sedang isoman.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Polresta Bogor Kota atas kesempatan yang diberikan kepada masyarakat RW12 Mekarwangi untuk diadakan vaksinasi massal. Semoga bermanfaat bagi masyarakat Mekarwangi khususnya di RW12,” paparnya.

Ditempat yang sama, Lurah Mekarwangi, Arief Rusdiman menuturkan, dengan adanya vaksinasi massal ini, mudah-mudahan bisa menekan penyebaran Covid-19. Khususnya di wilayah Mekarwangi.

“Bagi warga yang sudah Vaksinasi, saya menghimbau protokol kesehatan tetap di jalankan,” pungkasnya.***

 

IDI Sarankan Rontgen Untuk Pasien Isolasi Mandiri

Bogordaily.net – Ketua Tim Satuan tugas (Satgas) Covid-19, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) prof. dr. Zubairi Djurban mengungkapkan bahwa penyebab banyaknya pasien Covid-19 yang sedang  melakukan isolasi mandiri (Isoman) meninggal dunia.

Menurutnya prof. dr. Zubairi, kondisi itu dikarenakan pasien sebenarnya sudah bergejala berat tetapi tidak bisa dirawat di rumah sakit karena sudah penuh.

“Banyak pasien dengan keluhan berat tidak bisa masuk ke rumah sakit. Artinya, tidak 100 persen pasien Covid-19 itu sebenarnya boleh isoman begitu saja,” kata prof. Zubairi dikutip dari tulisannya di Twitter pribadinya, Minggu (18 Juli 2021).

Ia juga menambahkan bahwa pasien Covid-19 yang boleh isoman seharusnya memiliki rontgen paru dengan kondisi normal juga saturasi oksigen baik.

“Jadi, perlukah orang yang isolasi mandiri itu di-rontgen? Ya perlu. Sebab, kalau ditemukan pneumonia pada dirinya, maka perawatannya akan beda total,” ucapnya

Sebelumnya, Tim Koalisi Warga LaporCovid-19 mencatat ada 451 pasien Covid-19 yang meninggal dunia saat isolasi mandiri karena terlambat mendapatkan pertolongan atau tidak terpantau dengan baik oleh pemerintah.

Dicatat bahwa Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah pasien Covid-19 isolasi mandiri yang meninggal dunia terbanyak.

Co-Inisiator LaporCovid-19 Ahmad Arif mengungkapkan data ini didapat dari laporan warga melalui sistem pelaporan online serta pemberitaan media yang sudah terverifikasi.

“Ini data sementara yang kami temukan. Sampai tadi malam (Minggu, 11Juli), ada 451 pasien isoman yang terlacak dan terlaporkan meninggal di berbagai daerah di Indonesia,” kata Arif dalam jumpa pers virtual, seperti dikutip dari Suara, Senin (12 Juli 2021).

Ratusan korban tersebut berasal dari 12 provinsi dan 62 kabupaten/kota yang terlacak. Jawa Barat menjadi provinsi yang paling banyak pasien meninggal saat isoman yakni, sebanyak 160 orang, Kota Bekasi 61 korban, dan Sleman 44 korban.***

Yuk, Kenali Isoman Pasien Bergejala dan Tanpa Gejala

Bogordaily.net – Penanganan Covid-19 tidak sama setiap pasien. Dokter dan tim medis harus memeriksa tingkat gejala yang diderita.

Langkah pertama bagi orang yang terpapar Covid-19 adalah segera melakukan isolasi mandiri (Isoman).

Pelaksanaan isoman juga harus bisa memperhatikan tingkat gejala pasien. Tanpa gejala, gejala ringan, sedang atau beerat.

Setiap tingkat keparahan gejala memiliki cara perawatan yang berbeda, sama halnya dengan pelaksanaan isoman.

Kategorisasi isoman digunakan sebagai acuan lama waktu pelaksanaan.

Membeludaknya pasien positif Covid-19 yang tidak seimbang dengan sarana kesehatan yang disediakan.

Sarana kesehatan oleh pemerintah dioptimalkan untuk pasien dengan gejala sedang hingga berat.

Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa perawatan terhadap orang yang terinfeksi Covid-19 berbeda-beda berdasarkan tingkat keparahan gejala.

Pasien dengan gejala berat menurut kebijakan Kemenkes akan diisolasi dan dirawat di rumah sakit atau rumah sakit rujukan.

Isoman dan perawatan dilakukan selama 10 hari sejak gejala pertama dan 3 hari setelah gejala tidak nampak.

Setelah itu pasien akan dites Swab. Jika negatif, maka dinyatakan sembuh.

Rekomendasi untuk yang terdiagnosis Covid-19 tanpa gejala hingga bergejala ringan adalah isoman. Namun terdapat perbedaan antara keduanya.

Dilansir dari laman Unair, Djoko Santoso, Guru besar Fakultas Kedokteran Unair menerangkan bahwa kriteria bebas isolasi pada pasien Covid-19 dikelompokkan menjadi dua golongan. Pengelompokan ini sebagai acuan lama masa isolasi.

Pertama, orang tanpa gejala dapat menyelesaikan masa isolasinya setelah 10 hari.

Orang tanpa gejala dapat dikatakan bebas isolasi jika telah melakukan isolasi mandiri selama sepuluh hari,” jelas Djoko.

Untuk orang dengan gejala membutuhkan waktu lebih lama dalam melaksanakan isolasi mandiri,  yaitu dengan 10 hari ditambah 3 hari bebas gejala pernapasan dan demam.

“Jika orang dengan gejala adalah sepuluh hari ditambah tiga hari bebas gejala,” ungkap dokter kelahiran Jombang itu.

Berdasarkan kebijakan Kemenkes, konfirmasi pernyataan sembuh Covid-19 atau bebas isoman diputuskan setelah dinyatakan memenuhi kriteria selesai isolasi oleh dokter penanggungjawab.***

Ternyata! Jahe Bisa Mengatasi Penuaan Dini Pada Wajah

Bogordaily.net – Jahe adalah rempah super yang telah ada selama lebih dari ribuan tahun, dan manfaatnya telah banyak diketahui.

Selain sebagai bumbu dapur, jahe kini dimanfaatkan untuk menjadi bagian dari perawatan kulit termasuk mengatasi penuaan dini pada wajah dengan cara alami.

Rasanya yang hangat dan segar membuat jahe memberikan rasa tenang setelah dikonsumsi, baik dalam bentuk minuman atau makanan.

Ternyata jahe juga bisa dipakai untuk mengatasi penuaan dini yang mungkin Anda alami saat ini, cukup konsumsi rutin jahe baik dalam minuman atau makanan.

Kandungan antioksidan di dalam rempah yang satu ini sangat kaya, sehingga baik untuk dijadikan salah satu rempah wajib di dapur.

Nah, berikut ada beberapa manfaat jahe yang dilansir dari Sahijab dan dikutip dari Bebeautiful.

Manfaat anti penuaan

Jahe hadir dengan 40 senyawa antioksidan yang melindungi dari penuaan. Sehingga akan meningkatkan penampilan kulit dengan menghilangkan racun berbahaya dan sirkulasi stimulasi, yang memastikan dalam memberikan lebih banyak nutrisi ke kulit.

Antioksidan ini mencegah kerusakan akibat radikal bebas dan membantu menjaga keremajaan kulit. Caranya adalah dengan rutin mengonsumsi jahe.

Menenangkan luka bakar

Pengaplikasian sari jahe segar bisa membebaskan dari rasa sakit akibat kulit terbakar. jahe dikenal bisa menyembuhkan kulit yang terbakar dengan membawanya ke posisi alami.

Bisa juga mengoleskan irisan jahe segar pada kulit dua atau tiga kali sehari untuk mengurangi bekas luka dalam kurun waktu enam hingga 12 minggu.

Pastikan juga untuk menggunakan irisan jahe segar setiap kali menggunakannya.

Pengobatan bekas luka putih

Bekas luka hipopigmentasi terjadi ketika kulit kehilangan pigmentasi dan umumnya berwarna putih atau jauh lebih terang dari warna kulit sebenarnya.

Jahe mengurangi munculnya bekas luka ini sampai batas tertentu. Potong irisan jahe segar dan oleskan pada bagian luka dan biarkan selama beberapa waktu. Maka akan melihat sedikit peningkatan dalam satu atau dua minggu.***

Tito Karnavian : Pemda Segera Salurkan Program Perlindungan Sosial dan Stimulan Ekonomi

Bogordaily.net – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta Pemerintah Daerah (Pemda) untuk segera menyalurkan program perlindungan sosial (perlinsos).

Pemda juga diminta untuk segera menyalurkan stimulus ekonomi guna membantu masyarakat terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Anggaran yang digunakan dapat berasal dari alokasi anggaran dari pemerintah pusat maupun dari pendapatan asli daerah.

“Ada dua hal yang perlu dibantu, yang pertama adalah jaring pengaman sosial dalam bentuk bantuan sosial, yang kedua adalah stimulan ekonomi terutama yang terdampak agar usaha-usaha mikro, menengah, ultra mikro itu tidak menjadi jatuh atau mati,” ujar Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam keterangan pers bersama mengenai Evaluasi Pelaksanaan PPKM Darurat, Sabtu 17 Juli 2021, secara virtual.

Terkait dengan bantuan sosial (bansos), Tito berharap, Pemda dapat segera menyalurkan anggaran reguler yang dialokasikan pada dinas sosial masing-masing daerah. Daerah juga dapat memanfaatkan mata anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).

“Kemudian Dana Desa yang delapan persen, itu juga dapat digunakan untuk membantu masyarakat di desa masing-masing yang kesulitan atau terdampak akibat PPKM,” katanya.

Tito menekankan agar di tengah situasi yang mendesak seperti sekarang ini pemda tidak menunggu program dari pemerintah pusat.

“Begitu di daerah melihat ada masyarakat yang kesulitan, segera untuk dibantu. Prinsipnya adalah tidak melakukan mark-up dan kemudian memang tepat sasaran pada masyarakat yang benar,” ucapnya.

Selama hal tersebut dilakukan dengan benar dan untuk kepentingan masyarakat, Tito menegaskan, bahwa pihaknya akan mendukung dan bertanggung jawab. Untuk itu ia meminta agar kepala daerah tidak ragu untuk menyalurkan dana tersebut.

“Tidak usah menunggu. Ini diskresi dari kepada kepala daerah masing-masing, dan juga tidak di mark-up, itu saya kira. Apalagi ada tadi rapat sudah dengan Kepala BPKP, BPKP akan melakukan pendampingan,” tegasnya.

Selain itu, Mendagri juga meminta ketegasan pemerintah daerah dalam merealokasikan anggaran untuk memberikan perlinsos dan stimulan ekonomi.

“Kami akan berkoordinasi dengan Ibu Menteri Keuangan sesegera mungkin, paling lambat Senin saya kira, berusaha untuk mengeluarkan peraturan di mana daerah bisa merealokasikan APBD mereka untuk jaring pengaman sosial dan stimulan ekonomi sehingga ini bisa menjadi dasar bagi daerah untuk tidak ragu-ragu merealokasikan APBD-nya,” pungkasnya.***

Buper Karang Kitri Bekasi Disiapkan Jadi Tempat Isoman Covid-19

Bogordaily.net – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi menyiapkan Bumi Perkemahan (Buper) Karang Kitri, Desa Karangmulya, Kecamatan Bojongmangu untuk tempat isolasi mandiri (isoman).

Warga yang terpapar virus Covid-19 akan diisolasi di sana dan lokasi ini akan dijadikan tempat isolasi bagi warga Selatan Kabupaten Bekasi.

Wakil Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Bekasi, Kombes Pol Hendra Gunawan menjelaskan dijadikannya Bumi Pekemahan Bojongmangu itu sebagai antisipasi jika terjadi lonjakan pasien Covid-19.

Lokasi isolasi mandiri daerah Bojongmangu itu juga agar lebih memudahkan masyarakat Kecamatan Bojongmangu dan sekitar untuk melakukan isolasi mandiri.

“Jadi tempat isolasinya jadi lebih dekat, nanti pasien positif tanpa gejala atau gejala ringan akan diarahkan ke sana,” kata Kepala Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi ini. Seperti dikutip dari Okezone.

Menurut Hendra, wilayah Kabupaten Bekasi masih masuk zona merah dengan tingkat penyebaran wabah corona mengkhawatirkan. Meskipun angka kesembuhannya terus meningkat.

Camat Bojongmangu Agung Suganda mengatakan bahwa disiapkannya Bumi Perkemahan Karang Kitri sebagai lokasi isoman sebagai antisipasi apabila rumah sakit atau hotel penuh.

“Kami bersama TNI/Polri dan Puskesmas Karangmulya menyiapkan tempat ini karena dinilai cukup layak untuk tempat isoman warga Bojongmangu yang terkonfirmasi positif Covid-19,” katanya.

Menurut Agung, selama ini warga Bojongmangu yang terpapar Covid-19 menjalani isoman di rumah.

Namun sayangnya banyak saudara dan kerabat dekatnya yang menjenguk sehingga sangat rentan ikut terpapar virus mematikan tersebut.

“Akhirnya kita sepakati, kita menyediakan tempat khusus bagi warga Bojongmangu yang terpapar Covid-19 di Buper Karang Kitri ini,” ujarnya.

Agung menjelaskan, pihaknya bersama BNPB sudah menyiapkan gedung kantor Pramuka sebagai tempat isoman.

Menyiapkan juga satu buah tenda yang akan dijadikan ruang tunggu keluarga pasien yang akan menjenguk.

“Kita siapkan 30 velbed (tempat tidur lipat) untuk 15 pasien laki-laki dan 15 pasien perempuan. Tapi ruangannya terpisah,” tuturnya.

Meski saat ini Buper Karang Kitri sedang disiapkan untuk lokasi isoman. Namun dia berharap, tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19 di wilayah Bojongmangu.

“Ya, harapan kami mudah-mudahan tidak ada yang mengisi. Kita mengantisipasi saja. Hari ini pun kasus Covid-19 di Bojongmangu Alhamdulillah sudah menurun,” pungkasnya.***

Puasa Arafah : Hapuskan Dosa Setahun yang Lalu dan Setahun Akan Datang

Bogordaily.net – Hari Arafah adalah hari yang mulia saat datang pengampunam dosa dan pembebasan diri dari siksa neraka.

Pada hari itu, umat Islam yang tidak berhaji ke Tanah Suci disunahkan berpuasa yang dikenal dengan Puasa Arafah.

Rasulullah bersabda, yang artinya:

“Puasa Arafah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim, no. 1162)

Puasa Arafah banyak keutamaannya, karena masuk dalam 10 hari awal Dzulhijjah di mana ini merupakan hari-hari yang dimuliakan oleh Allah, sehingga sangat dianjurkan memperbanyak amalan salah satunya dengan berpuasa.

Sebagaimana sabda Nabi Muhammad, “Tidak ada hari dimana suatu amal saleh lebih dicintai Allah melebihi amal shaleh yang dilakukan di sepuluh hari ini (10 pertama Dzulhijjah).”

Para sahabat bertanya, “wahai Rasulullah, termasuk lebih utama dari jihad fi sabilillah?”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Termasuk lebih utama dibanding jihad fi sabilillah. Kecuali orang yang keluar dengan jiwa dan hartanya (ke medan jihad), dan tidak ada satupun yang kembali (mati dan hartanya diambil musuh, pen).” (HR. Al Bukhari, Ahmad, Abu Daud, dan At Turmudzi)

Bagaimana niat puasa sunah pada bulan Dzulhijjahini. Seperti halnya puasa di bulan Ramadhan, puasa diniatkan pada malam hari.

Batasan waktu niat sampai masuk waktu imsak. Jadi selepas maghrib sudah bisa langsung berniat dalam hati untuk puasa besok.

Nah, jika belum sempat niat dan bangunnya pas usai imsak, bisa langsung berniat puasa sunah dengan catatan belum makan, minum atau mengerjakan hal-hal yang bisa membatalkan puasa.***