Saturday, 25 April 2026
Home Blog Page 7168

Alhamdulillah! Tren Kurban Baznas Naik di Tahun Kedua Pandemi

Bogordaily.net – Tren atau jumlah orang yang akan berkurban melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di tahun kedua pandemi Covid-19 mengalami peningkatan.

Padahal semakin meningkatnya kasus Covid-19 membuat masyarakat Indonesia semakin mengalami kesulitan dan diprediksi akan berakibat terhadap menurunnya jumlah orang yang akan kurban.

“Kalau lihat trennya (jumlah orang yang kurban), kalau di Baznas (pusat) ini sudah melampaui tahun lalu,” kata Pimpinan Baznas RI, Saidah Sakwan, seperti dikutip dari Republika, Minggu (18 Juli 2021).

Saidah mengatakan bahwa pada tahun 2020, Baznas pusat dapat menghimpun 2.800 hewan kurban setara kambing-domba.

Sementara Tahun 2021, Baznas sudah menghimpun 3.348 hewan kurban setara kambing-domba dengan target Baznas menghimpun 4.000 hewan kurban.

Maka tren penghimpunan zakat, infak dan sedekah di Baznas pusat memang selalu naik setiap tahunnya. Begitu pula jumlah pekurban di tahun 2020 dan 2021.

“Kita (Baznas) selalu naik (dalam penghimpunan), jadi tahun 2020 itu untuk (jumlah) kurban naik, (jumlah pekurban) tahun ini sudah melampaui penghimpunan (hewan kurban) tahun lalu, artiya trennya naik,” ujarnya.

Saidah menyampaikan, berdasarkan laporan dari tim. Biasanya di menit-menit terakhir masih banyak orang yang berkurban melalui Baznas.

Jadi jumlah pekurban akan terus naik sampai Idul Adha. Tapi kenaikannya mungkin belum bisa diprediksi.

“Mungkin karena kesadaran, kampanye kita, memaksimalkan jaringan kita, itu yang membuat (angka) kurban di Baznas terus tumbuh,” jelasnya.

Mengenai penghimpunan hewan kurban yang naik, Saidah menyoroti faktor kesadaran masyarakat Indonesia untuk kurban melalui Baznas.

Namun kenaikannya baru nampak di Baznas pusat, sementara untuk Baznas provinsi dan kabupaten/ kota masih diidentifikasi.

Saidah juga menambahkan bahwa Baznas akan mendistribusikan daging kurban ke-34 provinsi dan 240 kabupaten/ kota, tepatnya ke 360 desa.

Distribusinya ke lokasi-lokasi yang terdampak pandemi Covid-19, daerah PPKM, dan daerah yang mustahiknya banyak.***

Insomnia! Konsumsi Minuman Ini Untuk Mengatasinya

Bogordaily.net – Insomnia atau kata lain dari sulit tidur adalah salah satu gangguan yang banyak dialami orang.

Untuk membantu mengatasi sulit tidur atau insomnia ini sebenarnya bisa dengan cara mengonsumsi minuman berikut:

1. Susu

Kebiasaan kuno minum segelas susu hangat sebelum tidur ternyata sangat baik. Susu mengandung triptofan dan asam amino yang membuat kita cepat mengantuk.

Kalsium dalam susu bekerja dengan triptofan untuk membuat lebih banyak melatonin. Selanjutnya membuat seseorang merasa mengantuk.

2. Susu Almond

Untuk vegetarian, susu almond adalah alternatif yang baik untuk produk susu. Pasalnya, susu almond kaya akan triptofan.

Selain itu, susu almond adalah sumber magnesium yang baik untuk membantu mengendurkan otot dan meningkatkan kualitas tidur.

3. Air Kelapa

Air kelapa segar murni adalah minuman rendah kalori yang tidak hanya memberi energi pada kita, tetapi juga merupakan harta karun mineral seperti potasium dan magnesium. Zat ini membuat tubuh terasa lebih rileks.

4. Madu dengan air hangat

Madu yang ditambahkan ke air hangat juga sangat menenangkan. Madu mengandung beberapa triptofan, sehingga dapat menjadi penutup malam sebelum terlelap.

Madu yang ditambahkan ke air hangat juga sangat menenangkan. Madu mengandung beberapa triptofan, sehingga dapat menjadi penutup malam sebelum terlelap.

5. Saffron

Saffron adalah rempah-rempah yang dikaitkan dengan banyak manfaat kesehatan. Salah satunya menenangkan saraf, sehingga membuat rileks dan bisa tertidur dengan cepat.

Minuman ini bisa dibuat dengan satu atau dua helai saffron dan ditambah satu sendok teh madu.***

Menag Gandeng Nu-Muhammadiyah, Imbau Tidak Mudik Idhul Adha

Bogordaily.net – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyatakan sudah berkoordinasi dengan sejumlah organisasi masyarakat (ormas) seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah mensosialisasikan imbauan tidak mudik.

Dalam keterangan pers usai rapat terbatas bersama Presiden Jokowi. Pemerintah mengimbau masyarakat, khususnya umat Muslim, untuk tidak melakukan perjalanan mudik menjelang Idul Adha 1442 H.

“Karena kita tahu mudik ini akan memicu penyebaran virus Covid-19. Segera sore ini akan kita lakukan koordinasi dan mudah-mudahan ini bisa diterima dengan baik oleh masyarakat,” kata Menag Yaqut, Jumat (16 Juli 2021), seperti dikutip dari Republika.

Melihat pada pengalaman libur Lebaran yang lalu, memang terjadi lonjakan kasus Covid-19 selang beberapa pekan setelah periode larangan mudik diberlakukan.

Bahkan lonjakan kasus Covid-19 ini masih saja terus berlangsung sampai hari ini.

Menag menambahkan, pihaknya juga telah menerbitkan Surat Edaran (SE) nomor 17 tahun 2021 yang mengatur mengenai panduan pelaksanaan ibadah Idul Adha.

Dalam SE diatur termasuk terkait takbiran, shalat Ied dan penyembelihan hewan qurban di wilayah pelaksana PPKM Darurat.

SE ini jelas mengatur bahwa pelaksanaan ibadah di rumah ibadah untuk sementara waktu ditiadakan di wilayah yang menjalankan PPKM Darurat.

Kegiatan takbiran baik berupa arak-arakan di jalan atau takbiran di masjid juga ditiadakan. Shalat Ied pun dilarang digelar di masjid dan lapangan, melainkan dilakukan masing-masing keluarga di rumah.***

<span;> 

Ingat! Swab PCR Tidak Disarankan Setelah Isoman

Bogordaily.net – Swab PCR saat ini menjadi tes covid-19 dengan hasil terbaik. Bahkan di tengah PPKM, hasil tes covid-19 yang diterima untuk melakukan penerbangan dengan pesawat yakni swab PCR.

Sebenarnya untuk tes covid-19 bisa juga menggunakan antigen ataupun PCR. Namun, ketika seseorang positif swab antigen. Maka dibutuhkan pemeriksaan  menggunakan PCR.

Ketika seseorang terkonfirmasi positif covid-19 dari tes PCR barulah dilakukan perawatan baik isolasi mandiri (Isoman) ataupun di rumah sakit tergantung gejalanya.

Ternyata setelah melakukan isoman tidak dibutuhkan lagi untuk melakukan tes PCR. Hal ini disampaikan oleh seorang dokter dari RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung yaitu dr. Samuel Pola Karta Sembiring.

Melalui akunnya, dr. Samuel menyebutkan bahwa tes swab PCR setelah isoman tidak disarankan.

dr. Samuel juga menyebutkan bahwa pada prinsipnya tes PCR ini merupakan alat terbaik untuk mendiagnosis covid-19.

“PCR sangat sensitif, sehingga mampu mendeteksi materi genetik virus SARS CoV2 yang masih aktif maupun yang sudah menjadi bangkai,” tulisnya dalam unggahan akun @doktersam.

dr. Samuel menyebutkan bahwa sebenarnya virus akan hidup di dalam tubuh tidak lebih dari 10 hari sejak gejala muncul atau rata-ratanya yaitu 7-9 hari.

“Namun pada beberapa kasus, virus ini bisa bertahan cukup lama (lebih 10 hari). Biasanya terjadi pada covid-19 derajat berat juga pasien dengan penyakit imunitas yang jelek (contohnya HIV),” tulisnya.

Dan ia pun menyebutkan bahwa tes PCR setelah isolasi mandiri merupakan tindakan yang tidak efektif.

“Menurut CDC, PCR bisa saja masih positif setelah isoman bahkan hingga 3 bulan kemudian. Padahal sudah tidak menular lagi,” tulisnya.

Tetapi hal ini pengecualian pada kasus covid-19 yang berat atau kritis sehingga bisa dipertimbangkan untuk tes PCR ulang.

dr. Samuel menyebutkan kalau tetap memaksakan tes swab PCR ulang tidak banyak manfaatnya karena kalau pun hasilnya positif, maka tetap tidak mengubah keputusan status selesai isolasi oleh dokter

“Kerugian Biaya PCR yang tidak murah dapat memicu stres karena hasil masih positif. Padahal itu hanya menandakan sisa bangkai virus saja,” tulisnya.

dr. Samuel menjelaskan bahwa setelah melakukan isolasi mandiri pada gejala ringan dan sedang.

Maka risiko penularan dianggap sudah sangat minim karena hasil studi menyebutkan bahwa virus sudah tidak aktif lagi.

“Sebenarnya, tanpa harus PCR negatif, seseorang sudah layak kembali bekerja dengan syarat berikut:
Sudah menyelesaikan masa isolasi. Kondisi sudah dinilai dan dinyatakan layak bekerja kembali oleh dokter. Harus tetap patuh pada protokol kesehatan ketika kembali bekerja,” paparnya.

dr. Samuel mengakui bahwa permintaan PCR negatif sebelum karyawan masuk kembali setelah isolasi mandiri tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi di negara lain juga.

Jadi dr. Samuel menyarankan karyawan bisa memberikan penjelasan kepada pihak kantor bahwa kondisi sudah layak secara medis untuk kembali bekerja atau menunjukkan surat keterangan selesai isolasi yang bisa didapatkan dari puskesmas atau klinik covid-19.***

Keren! BNPT Berikan Penghargaan Untuk Brigjen TNI Achmad Fauzi

Bogordaily.net – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) yang ke 11 yang dilaksanakan di kantor BNPT kawasan IPSC Sentul Bogor.

Brigjen TNI Achmad Fauzi selaku Komandan Korem 061/Suryakencana menghadiri perayaan kegiatan tersebut yang diadakan secara sederhana baik tatap muka langsung maupun secara online, Jum’at (16 Juli 2021).

Melalui tema HUT BNPT yang ke 11 yakni, ‘Bergerak bersama Untuk Indonesia Harmoni’. Kegiatan tersebut mengangkat terkait BNPT yang senantiasa melakukan Inovasi dan terobosan untuk menghadapi dinamika ancaman terorisme.

Terorisme yang terus berkembang serta menahan penyebaran paham Radikal intoleran dan Radikal terorisme yang saat ini dilakukan secara online melalui berbagai bentuk pertemuan tertutup.

Pada kegiatan tersebut, BNPT memberikan apresiasi kepada Brigjen TNI Achmad Fauzi S I. P., M.M., selaku Komandan Korem 061/Suryakancana yang selama menjabat sebagai orang nomor  satu di jajaran TNI wilayah Korem 061/SK.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar. Dinilai Ia telah banyak mengambil langkah untuk mencegah masuknya paham radikalisme ke wilayah Bogor, Sukabumi dan Cianjur.

Ia dinilai telah menjadi inisiator forum wawasan kebangsaan dan bela negara dalam ranngka menguatkan kesadaran Nasional dan mencegah masuknya paham Radikalisme.

Oleh karena itu, maka BNPT beranggapan bahwa Jenderal bintang satu dari Kopassus ini atas dedikasinya terhadap bangsa berhak menerima Apresiasi.

Tentunya Apresiasi tersebut diterima oleh Brigjen TNI Achmad Fauzi, Ia mengatakan bahwa apresiasi tersebut adalah salah satu bentuk dukungan dari BNPT terhadap apa yang telah Ia lakukan untuk bangsa ini tanpa pamrih.

Oleh karena itu maka Ia sebagai anak bangsa akan selalu memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negeri ini.

Sekali lagi ia menjelaskan bahwa Kedepannya Ia bersama jajaran akan terus bersinergi dengan seluruh elemen bangsa.

Untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia aman, adil, Damai dan sejahtera dengan meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa tanpa paham radikalisme demi keutuhan NKRI.***

Apresiasi Wanita Indonesia Single Baru Persembahan Rossa

Bogordaily.net – Penyanyi Rossa baru saja merilis single terbaru yang diberi judul Wanita. Lagu tersebut menjadi penanda sebelum ia merilis album barunya nanti.

Rossa lalu menceritakan terkait tema yang diangkat dalam lagu terbaru itu. Satu benyuk apresiasi untuk kaum wanita.

“Aku pengin pilih tema yang enggak sekadar cinta-cintaan, tapi ada juga nilai apresiasinya untuk kaum wanita. Jadi, lagu ini bisa jadi penyemangat dan membuat wanita lebih menghargai diri sendiri. Aku juga harap, lagu ini juga bisa diberi oleh para pria untuk para wanita hebat mereka, mungkin orang tua atau pasangan gitu,” cerita Rossa yang dilansir dari kumparan.

Dalam proses penggarapan lagu Wanita yang dilakukan selama dua bulan, ia turut dibantu oleh Rian D’Masiv selaku penulis lagu.

“Rian juga jadi produser. Terus, aransemennya dibuat sama musisi hebat, Lale dan Ilman. Terus, pemain string di sini semua orang Indonesia, kecuali mastering aku kirim lagunya ke AS, ke sound engineer yang pernah menangani Taylor Swift dan meraih Grammy Awards juga,” jelasnya.

Sementara itu, Rian mengatakan kalau menurutnya lagu Wanita sangat cocok dinyanyikan oleh Rossa.

Terkait inspirasi penulisan lagu tersebur, Rian mengaku kalau istrinya lah yang menjadi buah inspirasi.

“Ini curhatan istri saya sebenarnya. Dia kan sering bilang gitu tuh, kamu jaga hati kamu, ya, jangan nakal. Itu, sih, inspirasinya,” terangnya.

“Aku jadi penyampai curhatannya,” timpal Rossa.

“Iya, benar. Dan saya rasa, kalau saya enggak punya istri, pasti saya enggak bisa bikin lagu ini. Jadi, lagu ini memang dari apa yang aku rasakan dan Teh Ocha juga bisa menyampaikannya dengan luar biasa,” sahut Rian.

Kini lagu berjudul Wanita sudah bisa didengarkan di berbagai layanan musik streaming musik. Untuk video liriknya juga sudah dapat ditonton di Youtube.***

Mahasiswi IPB Berparas Cantik tak Gengsi Jualan Kambing di Dramaga

0

Bogordaily.net – Ditengah aturan PPKM Darurat tidak menyurutkan semangat wanita berparas cantik asal Dramaga, Kabupaten Bogor bernama Qonita yang masih berusia 20 tahun untuk berjualan hewan kurban kambing di jalan raya Lingkar Dramaga (JLD).

Mengenakan batik berwarna biru dengan sepatu boot ia begitu ramah melayani konsumen, yang hendak membeli kambing di tempatnya tersebut.

Qonita mengatakan, untuk tahun ini di massa PKM Darurat baru pertama kali berjualan di pinggir jalan, sebelumnya ia bersama papanya berjualan kambing hanya di kandang yang tidak jauh dari rumahnya.

“Untuk jualan di pinggir jalan seperti ini baru tahun ini, sebelumnya itu berjualan hanya di kandang dan via online,’’katanya.

Wanita yang juga kuliah di IPB University jurusan peternakan itu mengatakan, di massa PPKM Darurat ini mengaku penjulan agak sedikit menurun.

“Kendala yang dihadapi adanya PPKM Darurat ini ada beberapa masjid yang tidak melaksanakan pemotongan hewan kurban, jadi penjualan agak sedikit menurun,”katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan di lapaknya, hewan kurban seperti kambing harganya mulai dari Rp 1,9 juta.

Bahkan Qonita berpesan untuk kaum milenial di zaman yang serba sulit seperti ini, jangan pernah malu untuk mencoba segala usaha .

“Pesan saya kepada kaum milenial jagan pernah malu untuk usaha dan kerja apapun hilangkan gengsi,“ pungkas mahasiswi cantik tersebut.***

Cek Panduan dan Tata Cara Shalat Idul Adha 2021 di Rumah

0

Bogordaily.net – Berikut ini panduan dan tata cara Shalat Idul Adha 2021, dikerjakan sendirian atau berjamaah, disertai contoh khutbah Idul Adha.

Pemerintah telah menetapkan Hari Raya Idul Adha 1442 H/2021 jatuh pada Selasa, 20 Juli 2021.

Karena adanya pandemi Covid-19, Shalat Idul Adha di masjid atau di lapangan, ditiadakan untuk wilayah yang diberlakukan PPKM Darurat.

Umat Islam diminta untuk menjalankan Shalat Idul Adha di rumah masing-masing.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas melalui Surat Edaran No 17 Tahun 2021 tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Malam Takbiran, Salat Iduladha dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Qurban 1441H/2021 di wilayah PPKM Darurat.

Shalat Idul Adha di rumah bisa dikerjakan secara sendiri-sendiri atau berjamaah.

“Edaran ini antara lain mengatur terkait dengan peniadaan sementara kegiatan peribadatan di rumah ibadah. Artinya, di rumah-rumah ibadah tidak dilakukan kegiatan yang menghadirkan jemaah di masa PPKM Darurat ini,” kata Menag di Jakarta, Jumat 16 Juli 2021.

Panduan Shalat Idul Adha di Rumah

Panduan Shalat Idul Adha ini merujuk pada Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), terkait pelaksanaan Shalat Idul Adha di masa Pandemi.

Sesuai fatwa tersebut, panduan dan tata cara Shalat Idul Adha bisa merujuk pada Fatwa MUI No 28 Tahun 2020, tentang Panduan Kaifiat Takbir dan Shalat Idul Fitri Saat Pandemi Covid-19.

Berikut panduan Shalat Idul Adha:

1. Shalat Idul Adha yang dilaksanakan di rumah dapat dilakukan secara berjamaah dan dapat dilakukan secara sendiri (munfarid).

2. Jika shalat Idul Adha dilaksanakan secara berjamaah, maka ketentuannya sebagai berikut:

a. Jumlah jamaah yang shalat minimal 4 orang, satu orang imam dan 3 orang makmum.

b. Tata cara shalatnya mengikuti ketentuan shalat berjamaah.

c. Usai shalat Ied, khatib melaksanakan khutbah dengan mengikuti ketentuan khutbah.

d. Jika jumlah jamaah kurang dari empat orang atau jika dalam pelaksanaan shalat jamaah di rumah tidak ada yang berkemampuan untuk khutbah, maka shalat Idul Adha boleh dilakukan berjamaah tanpa khutbah.

3. Jika shalat Idul Adha dilaksanakan secara sendiri (munfarid), maka ketentuannya sebagai berikut:

a. Berniat shalat Idul Adha secara sendiri yang jika dilafalkan berbunyi: Ushalli sunnatan li ‘Idil Adha rak’ataini lillahi ta’ala

b. Dilaksanakan dengan bacaan pelan (sirr).

c. Tata cara pelaksanaannya mengacu pada tata cara shalat berjaamaah.

d. Tidak ada khutbah.

Tata Cara Shalat Idul Adha

1. Sebelum shalat, disunnahkan untuk memperbanyak bacaan takbir, tahmid, dan tasbih.

2. Shalat dimulai dengan menyeru “ash-shalâta jâmi‘ah”, tanpa azan dan iqamah.

3. Memulai dengan niat shalat Idul Adha, yang jika dilafalkan berbunyi:

اُصَلِّى سُنُّةً عِيْدِ الْاَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ (مَأْمُوْمًا\إِمَامًا) للهِ تَعَالَ

“Ushalli sunnatan li ‘Idil Adhaa rak’ataini (makmuman/imaman) lillahi ta’ala,”

“Aku berniat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”

4. Membaca takbiratul ihram (Allahu Akbar) sambil mengangkat kedua tangan.

5. Membaca doa iftitah.

6. Membaca takbir sebanyak 7 (tujuh) kali (di luar takbiratul ihram) dan di antara tiap takbir itu dianjurkan membaca:

“Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu Akbar”

7. Membaca surah al-Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Alquran.

8. Ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti shalat biasa.

9. Pada rakaat kedua sebelum membaca al-Fatihah, disunnahkan takbir sebanyak 5 (lima) kali sambil mengangkat tangan, di luar takbir saat berdiri (takbir qiyam), dan di antara tiap takbir disunnahkan membaca:

“Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu Akbar”

10. Membaca Surah al-Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Alquran.

11. Ruku’, sujud, dan seterusnya hingga salam.

12. Setelah salam, disunnahkan mendengarkan khutbah Idul Adha.

Contoh Khutbah Idul Adha

Berikut contoh panduan Khutbah Idul Adha bersumber dari laman resmi Kemenag:

Khutbah Pertama

اَللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ ا اَللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ ا اللهُ اَكْبَرُ، اللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ ا لِلّهِ الْحَمْدُ.

اْلحَمْدُ لِلّهِ اللهِ ا اتِ الِنَا اللهُ لاَ لَّ لَهُ. لِلْ لاَ ادِيَ لَهُ. لاَ لهَ اِلاَّ اللهُ لاَ لَهُ. ا لُهُ. اَللّهُمَّ لِّ لِّمْ لَى ا ا الرَّسُوْلِ الْكَرِيْمِ لَى لِهِ ابِهِ ا :

ا ادَ اللهِ، اللهِ ازَ الْمُتَّقُوْنَ.

Allahu Akbar (x9) walillaahil-hamdu.

Alhamdullilahi nahmaduhu wa nastaii’nuhu wa nastaghfiruhu wa nauu’dzubillahi min syuruuri anfusinaa wa min sayyi`aati a’maalinaa man yahdillahu falaa mudhillalahu, wa man yudhlil falaa haadiyalahuu.

Asyhadu an laaillaaha illallahu wahdahu laa syariika lahuu, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu.

Allahumma shalli wasallim ‘alaa Sayyidinaa Muhammadin haadzaar-rasuulil-kariimi wa ‘alaa aalihi wa ashaabihi. Amma ba’d

Fayaa ‘ibaadallah, uushiikum wanafsii bitaqwallaahi faqad faazal-muttaquun

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil-hamd.

Jama’ah Iduladha yang didambakan. Marilah kita bersama meningkatkan iman dan taqwa Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebaik-baiknya, dengan kita menjalankan semua perintah Allah dan membuat semua larangan-Nya.

Semoga Allah memberikan petunjuk agar kita bisa berada di jalan yang lurus dan Allah memberikan kekuatan, kesabaran kepada kita semua dalam menjalani ujian di masa pandemi Covid-19 ini.

Keluargaku semua yang saya cintai. Hari ini kita semua merayakan lebaran Iduladha dengan keterbatasan. Di saat wabah masih ada di sekitar kita, kita melaksanakan Sholat Ied di dalam rumah sendiri.

Namun demikian, semua ini tidak mengurangi rasa syukur karena Allah masih memberikan kesehatan kepada anggota keluarga kita dengan nikmat kesehatan dan umur panjang.

Dengan, seraya mengucapkan Alhamdulillah, kita berharap Allah terus menambah nikmat kita bersama, sebagaimana firman-Nya dalam surat Ibrahim ayat 7:

لَئِن لَأَزِيدَنَّكُمْ لَئِن ابِى لَشَدِيدٌۭ

( La in syakartum la aziidan-nakum wa la in kafartum inna ‘adzaabii lasyadiid )

Artinya: “Jika kalian bersyukur, maka sungguh-sungguh Aku akan tambah untuk kalian (akan nikmat). Dan jika kalian kufur, sebenarnya siksa-Ku pedih.” (QS. Ibrahim: 7)

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil-hamd.

Jama’ah keluargaku yang dirahmati Allah. Wabah Covid-19 masih ada di muka bumi, termasuk kampung halaman kita. Wabah ini adalah ujian dari Allah. Untuk itu, kita harus terus bersabar, tidak boleh putus asa dan menyerah.

Usaha dan ikhtiar harus terus dilakukan dengan melaksanakan protokol kesehatan sebaik-baiknya. Amalan ibadah juga terus kita tingkatkan, misalnya salat, sementara waktu dilakukan di rumah, puasa, dan ibadah lainnya. Juga tidak kalah penting adalah berbagi berbagi pada semua orang, saling membantu dengan saudara, dan tetangga kita.

Jikalau ada tetangga kita yang kebetulan saat ini terpapar Covid-19, mari kita ulurkan tangan untuk membantu dan menolong mereka, malah dikucilkan. Harta yang saat ini kita miliki sesungguhnya harus kita bersihkan dengan cara kita bersedekah dengan sesama yang membutuhkan.

Keluargaku, inilah bukti nyata kita berpasrah pada Allah dan meminta pertolongan pada Allah semata, sebagaimana Allah berfirman dalam surat Al Fatihah: 5

( Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin )

Artinya: “Hanya kepada-Mu, kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami meminta bantuan.”

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil-hamd.

Keluargaku yang saya cintai. Ikhtiyar harus terus dilakukan, menjaga kesehatan, mematuhi aturan pemerintah dengan melaksanakan prokes dan disiplin 5M, menjaga tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan pemeliharaan. Upaya ini mari kita lakukan dengan tawakkal dan berdoa kepada Allah sang Maha Kholiq, kepada Allah sang Maha Rahman dan Rahim.

Jangan pernah merasa bosan, lelah dalam berdoa. Sebab, dengan do’a, kita berharap Allah memberikan keselamatan pada anggota keluarga kita, tetangga kita, negara tercinta kita, bahkan seluruh makhluk yang ada di muka bumi ini, keselamtan dunia dan keselamatan.

ا اَ الدُّنْيَا الآخِرَةِ ا ابَ النَّارِ.

( Rabbanaa aatinaa fid-dunyaaa hasanah, wa fil-aakhirati hasanah, wa qinaa ‘adzaaban-naar )

Artinya: “Wahai Tuhan kami, berikanlah kami di dunia ini akan kebaikan dan begitu pula di akhirat akan kebaikan. Dan lindungilah kami dari adzab neraka.”

Khutbah singkat ini saya sampaikan, semoga Allah Swt selalu memandu anggota keluarga kita pada jalan yang diridai-Nya, Allah jaga kita semua dari wabah ini. Aamiin.

ارَكَ الله لِي لَكُمْ اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، لُ لِي ا اللهَ العَظِيْمَ. الغَفُوْرُ ال.

( Baarakallaahu lii wa lakum fil qur’anil ‘azhiim. Aquulu qawli haadza fastaghfirullaahal ‘azhiim. Innahuu huwal ghafuurur-rahiim )

Khutbah Kedua

اَللهُ اَكْبَرُ، اللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ، اللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ، اللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ ا

اللهُ اَكْبَرْ ا اْلحَمْدُ للهِ ا انَ الله لاً . لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ اللهُ ا. اللهُ ا للهِ اْلحَمْدُ.

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ اَ لِحَ ا لِنَيْلِ الرِّضَا السَّعَادَةِ، الْوَاجِبَاتِ ادَتِهِ اهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ لاَ لَهُ اَشْهَدُ اَنَّ ا ا لُهُ. اللهُمَّ لِّ لِّمْ اَرِكْ لَى ا لَى اَلِهِ اَصْحَابِهِ لِّمْ لِيْمًا ا.اَمَّا

اَ اَيُّهَا النَّاسُ ا۟ للَّهَ اتِهِۦوَلَا لَّا لِمُونَ. اللهُمَّ لِّ لَى ا لَى لِ اَ ارْضَ ا ا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ اْلمُؤْمِنَاتِ اْلمُسْلِمِيْنَ اْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ اْلاَمْوَاتِ الدَّعَوَا. ا لَمْنَا اا اِنْ لَمْ لَنَا ا لَنَكُوْنَنَّ الخَاسِرِيْنَ. ا اَ الدُّنْيَا الآخِرَةِ ا ابَ النَّارِ.

ادَالله, اِنَّ اللهَ اْلعَدْلِ اْلاِحْسَانِ اْلقُرْبىَ الفَحْشآءِ اْلمُنْكَرِ اْلبَغْي لَعَلَّكُمْ . اذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ اشْكُرُوْهُ لىَ لَذِكْرُ اللهِ اَكْبَر.

Allahu Akbar

Allahu Akbar kabiiraa, wal-hamdu lillaahi katsiiraa wa subhaanallaahi bukrataan wa ashiilaa. Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allahu akbar wa lillahil-hamd.

Alhamdulillaahi amaranaa an-nushliha ma’iisyatanaa linailir-ridla was-sa’aadah, wa naquuma bil-waajibaati fi ‘ibaadatihi wa taqwaahu.

Wa asyhadu an laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lahu. Wa asyhadu anna Sayyidanaa Muhammadan ‘abduhuu wa rasuuluhuu. Allahumma shalli wa sallim wa baarik ‘alaa Sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa ashaabihi wa sallim tasliimaan katsiiraa. Amma ba’d.

Fayaa ayyuhaan-naas, ittaqullaaha haqqa tuqaatihii walaa tamuutunna illaa wa antum muslimuun.

Allahumma shalli ‘alaa Sayyidinaa Muhammad wa ‘alaa aali Sayyidinaa Muhammad, wardla ‘annaa ma’aahum birahmatika yaa arhamar-raahimiin.

Allahummaghfir lil-mukminiina wal mukminaati, wal muslimiina wal muslimaati, al-ahyaa`i minhum wal amwaati, innaka samii’un qariibun mujiibud-da’awaat. Allahummadfa’ annalbalaa`a wal waabaa`a waz-zalaazila wal-mihana wasuu`al fitnati, maa zhahara minhaa wa maa bathana, ‘an baladinaa Indonesia khaasshatan wa saa`iril-buldaanil muslimiina ‘aammatan, yaa Rabbal ‘aalamiin.

Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa wa in lam taghfir lanaa lanakuunanna minal-khaasiriina. Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanatan, wa fill aakhirati hasanatan, waqinaa ‘adzaaban-naar.

‘Ibaadallaah, innallaaha ya`muru bil ‘adIi wal ihsaani, wa iitaa`i dzil-qurbaa wa yanhaa ‘anil-fahsyaa`i wal-munkari wal-baghyi, yai’zhukum la’allakum tadzakkaruun. Wadzkurullaahal ‘adziima yadzkurkum, wasykuruuhu ‘alaa ni’amihi yazidkum, wa ladzikrullaahi akbar.***

Jangan Sampai Rakyat Frustasi, Presiden Jokowi Ingatkan Jajarannya Hati-Hati saat Bicara

0

Bogordaily.net – Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta jajarannya untuk berhati-hati saat menyampaikan narasi terkait kebijakan penanganan Covid-19 saat di ruang publik. Jokowi mengingatkan agar jangan sampai rakyat merasa frustasi karena komunikasi dan kebijakan pemerintah.

“Jangan sampai masyarakat frustasi gara-gara kesalahan kita dalam komunikasi, dalam menjalankan sebuah policy (kebijakan),” ujar Jokowi dalam rapat terbatas seperti yang ditayangkan di YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu 17 Juli 2021.

Menurut dia, narasi yang disampaikan pemerintah harus menimbulkan optimisme dan ketenangan. Pasalnya, kata Jokowi, saat ini banyak masyarakat yang khawatir mengenai kasus Covid-19 yang terus meningkat.

“Kemudian yang berkaitan urusan makan, perut, hati-hati. Jangan sampai di antara kita enggak sensitif terhadap hal-hal seperti ini,” jelasnya.

Sebelumnya, penambahan kasus positif, sembuh, dan meninggal dunia akibat virus Corona di Indonesia terus bertambah. Berdasarkan laporan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, ada penambahan 54.000 orang dinyatakan positif.

Total akumulatifnya menjadi 2.780.803 orang terkonfirmasi positif terinfeksi virus Corona.

Diiringi pula dengan adanya penambahan kasus sembuh 28.079 orang pada hari ini. Maka dengan begitu, total akumulatif sampai kini di Indonesia ada 2.204.491 pasien berhasil sembuh dan dinyatakan negatif Covid-19.

Sementara itu, kasus meninggal dunia pada hari ini bertambah 1.205 orang. Hingga kini di Indonesia total akumulatif ada 71.397 orang meninggal dunia akibat virus Corona yang menyebabkan Covid-19.***

Tips Terhindar dari Phishing bersama Bank Syariah Indonesia

0

Bogordaily.net – Phishing merupakan tindakan kejahatan online (cyber crime), untuk mendapatkan data pribadi atau data perbankan milik korban.

Biasanya pelaku akan mengirimkan pesan atau telfon dan menyamar sebagai pihak bank. Terdapat 2 jenis seperti melalui email, SMS, telfon, situs web bahkan media sosial (medsos).

Lalu adapun modus seperti migrasi rekening, klaim hadiah, customer service (CS) palsu, juga masalah transaksi dan sebagainya.

Salah satu modus lewat chat via direct message (DM) atau seperti membalas komen dengan akun palsu ke nomor WhatsApp, untuk mengelabui nasabah dan mencuri data.

Phishing
Contoh modus phishing lewat direct message (DM).(Istimewa/Bogordaily.net)

Yuk baca tips ini, agar anda tidak terkena Phishing:

1. Waspada
Pihak Bank Syariah Indonesia (BSI) tidak pernah meminta data diri nasabah yang bersifat rahasia.

2. Teliti
Cek apakah email, akun medsos, livechat atau situs yang kamu akses merupakan channel resmi milik Bank Syariah Indonesia.

3. Jaga Rahasia
Jangan berikan atau mengisi informasi data pribadi seperti user ID, password/PIN, nomor kartu debit/kredit, masa berlaku kartu, kode OTP, dan CVV.

4. Rutin Ganti PIN
Ganti PIN/password secara berkala. Gunakan kombinasi angka yang tidak mudah ditebak.

Jangan sampai isi rekening kamu jadi kosong karena tindak kejahatan phishing. Selalu berhati-hati dan waspada setiap saat kamu melakukan transaksi dan kegiatan perbankan lainnya.

Penting! Pihak Bank Syariah Indonesia tidak pernah menghubungi nasabah dan meminta data pribadi bersifat rahasia. Adv