Tuesday, 21 April 2026
Home Blog Page 7200

Cara Menjaga Kesehatan untuk Lansia di Masa Pandemi Covid-19

Bogordaily.net – Covid-19 bisa menyerang kapan saja dan siapa saja. Salah satu yang paling rentan adalah golongan lansia.

Berikut rangkuman cara menjaga kesehatan untuk lansia di masa pandemi Covid-19.

Hubungan antara kelebihan asupan natrium dan tekanan darah tinggi (hipertensi) sudah menjadi rahasia umum.

Mengatur asupan garam seseorang dalam makanan terbukti sangat efektif dalam mengendalikan tekanan darahnya.

Hal itu dapat membantu  mengendalikan asupan garamnya dengan menggunakan garam beryodium dengan sodium rendah.

Misapnya garam dengan sodium minimal 15 persen lebih sedikit dari merek terpercaya.

Strategi efektif lainnya adalah beralih ke perasa alternatif seperti irisan lemon, potongan cabai dan bubuk lada hitam atau bubuk bawang merah, serta bubuk bawang putih.

Herbal seperti ketumbar, peterseli, mint, oregano, thyme, dan basil juga dinilai cukup baik.

Pastikan lansia makan sepiring penuh dengan berbagai warna. Diet penuh warna merupakan cara termudah.

Ini juga cara paling efektif untuk memastikan kesejahteraan dan mencegah berbagai  penyakit.

Ingatkan kembali pentingnya aturan sederhana ‘makan pelangi’ itu kepada lansia.

Langkah sederhana itu yang akan memberikan dividen kaya dalam hal kesehatan lebih baik dan umur panjang bagi mereka.

Sangat mudah untuk lupa minum cukup air saat terburu-buru melakukan sesuatu.

Hal itu dapat merusak efisiensi lansia, menyebabkan kabut otak, bahkan dapat menurunkan kekebalan.

Untuk mencegah dehidrasi, bagikan cara sederhana seperti memulai hari dengan dua gelas air.

Habiskan satu liter air sampai waktu makan siang, kemudian satu liter lagi sampai waktu makan malam.

Selain itu, minumlah segelas air hangat tambahan setiap habis makan. Hal itu akan memenuhi kebutuhan air sehari-hari mereka.

Karantina wilayah dan virus corona telah mengganggu waktu olahraga banyak orang. Sebagian orang sulit ke pusat kebugaran dan berjalan-jalan.

Itu bukan alasan untuk menghentikan untuk bergerak sepenuhnya. Lansia perlu juga membakar kalori ekstra.

Lansia membutuhkan bantuan ekstra dari endorfin lebih dari sebelumnya karena itu, mintalah lansia untuk berolahraga.

Berjalan-jalan sebentar setelah makan malam di sekitar rumah atau daftarkan mereka di kelas yoga daring.

Kesehatan menjadi fokus utama pada masa-masa ini. Pastikan lansia mendapatkan kesempatan terbaik untuk kehidupan yang sehat di masa depan.***

Catat! Mulai Senin Gak Semua Orang Diizinkan Naik KRL

Bogordaily.net – Pengetatan perjalanan di wilayah aglomerasi seperti Jabodetabek akan diberlakukan. Tidak semua orang bisa menaiki Kereta Api Listrik (KRL) pada masa PPKM Darurat, mulai Senin (12 Juli 2021).

Hal tersebut mengacu ketentuan terbaru Kementerian Perhubungan yakni, Surat Edaran No 50. Tahun 2021 Tentang Petunjuk Perjalanan Orang Dalam Negeri.

SE ini yang mengatur pengguna KRL di masa pandemi Covid-19 yang hanya diperuntukkan bagi pekerja yang berada di sektor esensial dan kritikal.

SE ini berlaku pada tanggal 12 – 20 Juli 2021. Namun dapat diperpanjang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan di lapangan.

Perjalanan rutin KRL Commuter line dalam wilayah atau kawasan aglomerasi. Hanya berlaku bagi perjalanan untuk perkantoran sektor esensial dan sektor kritikal sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Adapun pelaku perjalanan KRL Commuter line wilayah aglomerasi ini juga wajib melengkapi persyaratan dokumen.

Surat tugas menjadi salah satu dokumen penting bagi pelaku perjalanan. Surat tugas ini harus ditandatangani oleh pimpinan perusahaan atau pejabat minimal eselon dua.

Surat tugas juga harus dilengkapi dengan stemple atau cap basah atau juga tanda tangan elektronik.

Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) atau surat izin lainnya yang diterbitkan Pemda Setempat, menjadi satu persyaratan dokumen yang harus dibawa.

Khusus perjalan rutin KRL Commuter line akan dilakukan tes acak karena tidak diwajibkan untuk menunjukan kartu vaksin atau surat keterangan hasil negatif PCR atau rapid antigen.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati, mengatakan hal ini dilakukan guna menekan mobiltas masyarakat, turun sampai 50% seperti yang ditargetkan koordiantor PPKM Darurat.

“Tren pergerakan masih tinggi, ini yang kemudian menjadi acuan kami bersama memperkuat syarat perjalanan khususnya di wilayah aglomerasi,” dalam konferensi pers, Jumat (9 Juli 2021).

Sementara itu, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian perhubungan, Zulfikri mengatakan bahwa jajarannya sudah berkoordinasi dengan operator dan juga pemerintah daerah untuk mengadakan penyekatan sebelum pintu masuk stasiun.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penumpukan pada stasiun KRL seperti yang terjadi beberapa hari lalu stasiun Bojonggede dan Bogor.

“Jadi sebelum masuk stasiun akan diperiksa surat STRP atau keterangan bekerja dari pemda/kantor. Ini akan kita lakukan Senin, sehingga masih ada waktu kita sampaikan kepada penumpang KRL,” katanya.

Dia mengatakan, jika tidak ada keperluan mendesak sebaiknya tidak melakukan pergerakan.

Jika memang tidak bisa ditunda lebih baik menghindari jam ramai seperti pagi dan sore hari.

Ia juga mempertegas bahwa pengguna KRL hanya bagi pekerja sektor esensial dan juga kritikal.***

Info BMKG! Ngerasa nggak kalau malam ini di Pulau Jawa Lebih Dingin?

Bogordaily.net – Kejadian suhu udara dingin yang dirasakan di beberapa daerah di Jawa Timur, saat musim kemarau.

Beredar berita yang mengkaitkan hal tersebut dengan “fenomena aphelion” menimbulkan banyak pertanyaan di masyarakat.

Fenomena suhu udara dingin merupakan fenomena alamiah yang biasa terjadi di bulan-bulan puncak musim kemarau yakni, bulan Juli sampai September.

Saat ini wilayah Jawa hingga NTT menuju periode puncak musim kemarau. Pada periode ini ditandai oleh pergerakan angin bertiup dominan dari arah Timur yang berasal dari Benua Australia.

Pada bulan Juli ini wilayah Australia berada dalam periode musim dingin. Sifat dari massa udara yang berada di Australia ini dingin dan kering.

Dingin

Adanya pola tekanan udara yang relatif tinggi di Australia menyebabkan pergerakan massa udara dari Australia menuju Indonesia. Dikenal dengan istilah Monsoon Dingin Australia.

Angin monsoon Australia yang bertiup menuju wilayah Indonesia, melewati perairan Samudera Indonesia yang memiliki suhu permukaan laut juga relatif lebih dingin.

Sehingga mengakibatkan suhu di beberapa wilayah di Indonesia terutama bagian selatan khatulistiwa (Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara) terasa juga lebih dingin.

Berkurangnya awan dan hujan di Pulau Jawa, Bali, NTB, dan NTT terlihat cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir juga disertai oleh berkurangnya kandungan uap air di atmosfer.

Secara fisis, uap air dan air merupakan zat yang cukup efektif dalam menyimpan energi panas.

Sehingga, rendahnya kandungan uap di atmosfer ini menyebabkan energi radiasi yang dilepaskan oleh bumi ke luar angkasa.

Pada malam hari tidak tersimpan di atmosfer dan energi yang digunakan untuk meningkatkan suhu atmosfer di atmosfer lapisan dekat permukaan bumi tidak signifikan.

Hal inilah yang menyebabkan suhu udara di Indonesia saat malam hari di musim kemarau relatif lebih rendah dibandingkan saat musim hujan atau peralihan.

Selain itu, kandungan air di dalam tanah menipis dan uap air di udara pun sangat sedikit jumlahnya yang dibuktikan dengan rendahnya kelembaban udara.***

Sumber : Instagram infobmkg.

Wali Kota Bogor dan Ketua KNPI Tinjau Para Relawan di 6 Kecamatan

0

Bogordaily.net – Wali Kota Bogor, Bima Arya bersama Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) DPD Kota Bogor, Sapta Bela Alfaraby meninjau aktivitas para relawan di enam Kecamatan, Jumat 9 Juli 2021.

Relawan yang belum lama ini direkrut dan diberikan pembekalan tersebut bertugas memantau warga yang sedang isolasi mandiri (isoman), dan membantu penyaluran logistik bagi warga terdampak PPKM Darurat.

“Saya bersama Ketua KNPI berkeliling di 6 Kecamatan memastikan bahwa sistem di bawah itu berjalan. Jadi, Camat, Lurah, RW, Puskesmas dan Relawan ini betul-betul memperhatikan warga yang isolasi mandiri,” kata Wali Kota Bogor, Bima Arya.

Titik pertama yang ditinjau adalah Kelurahan Tanah Sareal. Di lokasi ini Bima Arya dan Sapta Bela melihat sistem yang diterapkan.

Mulai dari membantu memonitor perkembangan kesehatan warga yang sedang isoman dan menyiapkan kebutuhannya, mulai dari vitamin hingga sembako.

Bima Arya juga menanyakan kepada warga yang isoman mengenai treatment yang diberikan para relawan dan Puskesmas.

Para relawan
Relawan yang bertugas memantau warga yang sedang isolasi mandiri (isoman), dan membantu penyaluran logistik bagi warga terdampak PPKM Darurat. (Istimewa/Bogordaily.net)

Bahkan, meminta warga tersebut membacakan percakapan via Whatshapp, dengan petugas yang sedang memantau perkembangan kesehatan.

“Saya cek Whatshapp warga yang isoman. Pertanyaan apa saja. Jangan sekedar nanya ‘bapak sehat’?. Jangan gitu. Tanyakan suhu tubuh, cek saturasi oksigen dalam darah apabila memungkinkan, gejala apa yang dirasa, cek kondisi-kondisi lain. Jangan sampai luput. Warga yang isoman dan tidak mampu langsung berikan bantuan logistik,” jelasnya.

Bima Arya menambahkan, relawan harus punya militansi dan pemahaman yang sama mengenai persoalan di lapangan.

“Relawan secara periodik akan dievaluasi terus, kendalanya apa dan apa yang harus ditingkatkan. Sejauh ini berjalan cukup baik di sejumlah wilayah. Sekarang fokus kita adalah memastikan isoman ini diperhatikan secara maksimal,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Ketua DPD KNPI Kota Bogor, Sapta Bela Alfaraby mengatakan, relawan yang merupakan para pemuda-pemudi Kota Bogor ini sangat dibutuhkan karena kasus positif Covid-19 yang terus melonjak.***

Ade Yasin Ngedumel Pasca Viralnya Video Staf Puskemas Situ Udik Karaokean

0

Bogordailynet – Bupati Bogor Ade Yasin, melakukan sidak ke Puskesmas Situ Udik, Desa Situ Udik Kecamatan CIbungbulang Kabupaten Bogor, Sabtu siang 10 Juli 2021.

Sidak itu dilakukan Bupati karena beredarnya video viral seorang pasien hamil dan pasien diduga positif yang hendak berobat ke Puskesmas Situ Udik, Desa Situ Udik, Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor mendapati Puskemas tutup, bahkan dalam video yang viral itu terdengar suasana karaokean di dalam Puskemas

Dalam sidaknya itu Bupati Bogor langsung mencari sound dan mic yang digunakan petugas puskesmas saat karaoke, namun sayang keduanya ternyata merupakan alat untuk memanggil pasien.

Selain itu juga Bupati memanggil Kepala Puskemas dan staf yang melakukan karaoke saat jam pelayanan, serta mengumpulkan puluhan staf dan nakes di Puskesmas Situ Udik untuk diberikan pembinaan.

“Hari ini saya memberikan teguran sekaligus arahan jangan terulang lagi karena memang peristiwa itu terjadi pada saat jam kerja,” ungkap Bupati Ade Yasin kepada wartawan usai melaksanakan sidak ke Puskesmas Situ Udik pada, Sabtu 10 Juli 2021.

Ade Yasin sangat menyayangkan, atas kejadian itu sehingga videonya viral di media sosial, sehingga dirinya mendatangi Puskesmas Situ Udik dan memberikan teguran keras, kepada seluruh pegawai termasuk Kepala Puskesmas.

Bahkan dirinya meminta, kepada Kepala Puskesmas Situ Udik untuk mendatangi rumah ibu hamil yang ada di dalam video viral itu. Pasalnya, sudah mengabaikan masyarakat yang membutuhkan pelayanan.

“Tadinya kalau memang ada alat karoke nya mau saya sita, tapi ternyata tidak memakai alat karaoke, tapi pakai sound system yang untuk manggil pasien, yah mungkin karena stres atau apalah mereka, tapi itu tetap salah karena dilakukan pada saat jam kerja,” tegasnya.

Ade Yasin menyampaikan, kalau untuk pelayanan di Setiap Puskesmas yang berada di Kabupaten Bogor seharusnya tutup sampai Pukul 16.00 WIB, kecuali pada hari Jumat pelayanan hanya sampai jam 11.00 WIB.

“Dan itu juga harus ada petugas yang jaga, kejadian ini tidak boleh terjadi lagi,” tukasnya

Terpisah, Kepala Puskesmas Situ Udik drg. Lenny Asyita menyampaikan, permintaan maafnya atas ketidak nyamanan dalam pelayanan, untuk itu dirinya bersama rombongan Bupati Bogor kunjungi rumah seorang ibu Hamil yang ada di dalam video viral tersebut.

“Hari ini saya sudah menyampaikan permohonan maaf kepada ibu hamil yang ada dalam video itu, hari ini juga tadinya dia mau ke rumah sakit, berhubung ada kejadian ini akhirnya senin besok dia mau datang periksa lagi ke Puskesmas,” ucapnya.***

Tanggap, Camat Wahid Evakuasi Warga Bawa Ambulance Sendiri

Bogordaily.net – Dalam kondisi darurat dan hari libur, Camat Bogor Tengah Abdul Wahid mengevakuasi salah satu warganya yang membutuhkan pertolongan medis pada Sabtu, 10 Juli 2021.

Mendapat laporan darurat, Wahid yang saat itu bersama Lurah Sempur tengah membagikan sembako kepada warga terdampak pandemi langsung menuju kantor dan membawa mobil ambulance ke rumah warga yang akan dievakuasi.

Diketahui, pasien kritis yang dibawa ke Rumah Sakit BMC Bogor oleh Wahid merupakan warga RT 04 RW 01, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Camat Bogor Tengah Abdul Wahid membawa ambulance saat akan mengevakuasi warga Paledang ke Rumah Sakit, Sabtu 10 Juli 2021
(Foto: Humas Kecamatan Bogor Tengah/Bogordaily.net)

“Situasinya darurat, dan kebetulan ini hari libur. Banyak kader dan relawan juga disana (Paledang). Tapi karena jarak saya tidak jauh spontan saja ambil ambulance ke kecamatan dan langsung dijemput, ” terang Wahid.

Menurutnya, dalam situasi seperti saat ini terlebih darurat, siapapun pasti akan melakukan hal yang sama. Terlebih, warga yang memerlukan pertolongan medis tersebut adalah warganya sendiri.

“Ya ini biasa, kecamatan mempunyai ambulance. Tapi jika harus menunggu untuk yang bisa membawa ambulance kan lama, jadi spontan saja. Siapapun jika dalam keadaan darurat saya pikir harus berpikir taktis, ” ujar Wahid.

Warga yang sakit dievakuasi segera oleh Camat Bogor Tengah Abdul Wahid ke RS BMC.
(Foto: Humas Kecamatan Bogor Tengah/Bogordaily.net)

Saat ini, warga yang kritis tersebut telah mendapatkan penanganan medis oleh pihak Rumah Sakit BMC. Wahid berharap jika ada warga yang membutuhkan ambulance bisa menghubungi pihak kelurahan maupun kecamatan.

“Mohon doanya, semoga warga yang tadi kami bawa sehat dan dalam keadaan baik. Jika membutuhkan bantuan bisa menghubungi pihak kelurahan atau kecamatan,” pungkasnya.****

 

 

 

Siaran Pers! Pemerintah Tetapkan 1 Dzulhijjah 1442H, Minggu 11 Juli 2021

Bogordaily.net – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan pemerintah menetapkan 1 Dzulhijjah 1442 H jatuh pada Minggu, 11 Juli 2021.

Ketetapan ini disampaikan Menag dalam telekonferensi usai memimpin Sidang Isbat (penetapan) 1 Dzulhijjah 1442 H yang digelar secara dalam jaringan (daring), Sabtu (10 Juli 2021).

“Secara umum tadi sidang isbat berjalan lancar, dimulai dengan pemaparan dari Profesor Thomas Jamaludin sebagai anggota Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Kementerian Agama RI dan beliau menyampaikan tadi bahwa ketinggian hilal di seluruh Indonesia berada pada posisi di atas ufuk. Antara 2 derajat 21 menit sampai 4 derajat 14 menit,” ungkap Menag.

“Selain itu, terdapat laporan hilal terlihat atau teramati. Sehingga secara mufakat awal Dzulhijjah 1442 H, ditetapkan jatuh pada hari Ahad, 11 Juli 2021. Dengan begitu Hari Raya Idul Adha akan jatuh pada 20 Juli 2021,” imbuhnya.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini Menag Yaqut Cholil Qoumas memimpin sidang isbat secara daring dari kediamannya di Rumah Dinas, Komplek Menteri Widya Chandra, Jakarta.

1 Dzulhijjah

Tampak  hadir secara daring Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MU) KH Abdullah Jaidi, Ketua Komisi VIII Yandri Susanto, dan Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin.

Tampak hadir pula para undangan, mulai dari Duta Besar negara sahabat, perwakilan Kementerian/Lembaga, hingga perwakilan ormas-ormas Islam.

“Seperti kita ketahui, kita terutama yang berada di Jawa dan Bali ini dalam situasi PPKM Darurat. Pemerintah sudah menetapkan PPKM Darurat ini beberapa waktu yang lalu. Karenanya, sidang isbat kali ini pun kita laksanakan sepenuhnya secara daring,” kata Menag.

Dalam kesempatan tersebut Menag juga menyampaikan, dalam rangka menghadapi Hari Raya Iduladha, ia telah mengeluarkan surat edaran terkait panduan ibadah.

“Saya sudah mengeluarkan dua surat edaran sekaligus. Dan kami berharap masyarakat dapat mengikuti panduan yang ada di dalamnya,” tutur Menag.

Pertama,  adalah SE Nomor 16 tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Malam Takbiran, Salat Iduladha, dan Pelaksanaan Qurban Tahun 1442 H/2021 M di Luar Wilayah Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Kedua, SE Nomor 17 tahun 2021 tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Malam Takbiran, Salat Iduladha, dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Qurban Tahun1442 H/2021 M di Wilayah PPKM Darurat.

Khusus terkait dengan pelaksanaan kurban, Menag menekankan bahwa dalam pelaksanaannya harus mematuhi aturan yang disebutkan dalam surat edaran.

“Khususnya terkait pembagian daging kurban, ini harus menjadi perhatian para panitia, bahwa daging kurban harus diantarkan kepada penerimanya. Tidak boleh ada antrian dalam pembagian daging kurban seperti tahun-tahun sebelumnya,” tegas Menag.

“Akhirnya, saya mengucapkan selamat menyambut Hari Raya Idul Adha, dan tetap jaga protokol kesehatan karena dalam kondisi saat ini, menjaga diri artinya juga menjaga lingkungan sosial di sekitar kita,” tutup Menag.

Sumber : Humas Kemenag.

Nia Ramadhani Tertunduk Menangis Saat Mengatakan Permohonan Maaf

0

Bogordaily.net – Sambil tertunduk, Public figure Nia Ramadhani (NR) akhirnya muncul ke publik usai ditangkap dalam kasus narkoba bersama suaminya, Ardi Bakrie (AB) dalam jumpa pers di Polres Jakarta Pusat, Sabtu 10 Juli 2021.

Saat jumpa pers, Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie menggunakan baju polo tahanan berwarna orange dan menggunakan topi bermerek terkenal.

Pada kesempatan itu, Nia menyampaikan permohonan maaf sambil menangis dan terus tertunduk membaca surat yang sudah dirinya tulis.

“Sore hari ini mohon izinkan saya dengan segala kerendahan hati untuk meminta maaf sebesar-besarnya untuk seluruh pihak terkait, untuk sahabat, teman-teman,” kata Nia sambil tertunduk.

Selain itu, sambil menangis Nia juga meminta maaf kepada ketiga anaknya, dan mengakui apa yang dilakukannya bukan contoh terpuji.

Sang suami Ardi Bakrie yang berdiri di samping Nia terlihat merangkul tetapi tidak ikut berbicara.

Nia dan Ardi Bakrie mengaku kerap menghisap sabu bersama-sama. Hal itu sudah mereka lakukan sejak 5 bulan belakangan ini.

Hasil tes urine pun menunjukkan Nia dan Ardi positif mengonsumsi sabu. Usai menjalani pemeriksaan, Nia dan Ardi Bakrie saat ini ditahan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunu membenarkan inisial NR dan AB adalah Nia Ramadhani dan suaminya Ardi Bakrie.

“Saya membenarkan, NR dan AB sementara dilakukan pemeriksaan di Polres Jakarta Pusat,” ujar Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 8 Juli 2021.

Pasalnya Polres Metro Jakarta Pusat diduga telah menangkap artis berinisial NR dan suaminya AB di kawasan Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Rabu 7 Juli 2021 malam.***

Apapun Sakitnya, Yuk Konsultasi Kesehatan Gratis ke Medical Careline Service

0

Bogordaily.net – Aksi Cepat Tanggap (ACT) Bogor bekerja sama dengan Humanity Medical Service, untuk memberikan konsultasi kesehatan gratis kepada masyarakat.

Dalam keterangan tertulisnya di akun @actbogor, Medical Careline Service ini hadir untuk masyarakat yang butuh konsultasi kepada tenaga medis profesional, dan dipersilakan menelepon tanpa dikenakan biaya.

“Layanan ini terintegrasi dengan ambulans ACT dan klinik rujukan yang insyaAllah dapat membantumu, sehingga kondisi kesehatanmu terkontrol dan segera mendapat tindakan jika diperlukan,” tulis akun @actbogor.

Tim Covid19 Medical Careline Services bersiaga setiap hari mulai pukul 08.00-16.00 WIB. Hubungi 021-29407165 jika butuh pelayanan medis!

“Tak lupa, mohon doa terbaik agar pelayanan ini dapat berjalan dengan baik, dan dapat bermanfaat bagi seluas-luasnya masyarakat. Aamiin,” pungkasnya.

Dukung kelancaran misi ini dengan bersedekah melalui bogor.indonesiadermawan.id/MedicalCareline. Adv

Bupati Bogor Gercep Kunjungi Rumah Ibu Hamil yang Tidak Dilayani Puskesmas Situ Udik

0

Bogordaily.net – Setelah ramai di media sosial mengenai video viral staf Pukesmas Situ Udik yang menelantarkan ibu hamil dan seorang wanita yang positif, Bupati Bogor Ade Yasin mengunjungi rumah ibu hamil di Kampung Cimanggu 1, Desa Cimanggu 1, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Sabtu, 10 Juli 2021.

Bupati Bogor Ade Yasin dalam kesempatan itu menyampaikan, setelah mengunjungi rumah ibu hamil ternyata dirinya hanya ingin mengantar suaminya ke puskesmas untuk berobat.

“Ya ibu hamil ini ternyata sehat walafiat, Alhamdulillah, kemarin dia mau bawa suaminya demam, terus dia bertanya BPJS dimana, katanya di Pukesmas Situ Udik, posisinya bertanya,” beber Ade Yasin.

Menurut Ade Yasin, ternyata dia tidak Covid-19, yang merekam itu mungkin pasien Covid-19.

Saat ini, lanjut Bupati, pihaknya sedang mencari perekaman video tersebut dan sekarang sedang proses pencarian petugas.

“Si ibu saja ga kenal sama yang merekam video, maka itu ga paham yang videoin siapa. Ketika ibu hamil datang sudah di videoin, yang videoin bilang saya positif, seolah-olah si ibu ngomong karena ga keliatan pake masker. Padahal ibu ini ga bilang apa-apa, yang ngomong yang videoin,” ujarnya.

Sementara itu, Rohayati ibu hamil tersebut, mengatakan, petugas Puskesmas mengatakan agar dirinya datang kembali ke pukesmas esok hari, namun dirinya membenarkan pukesmas sedang karokean.

“Di suruh datang besok oleh petugas, iya sedang karokean, nanya untuk BPJS doang sih, iya suaranya keras, saat di lokasi saya sempet ketok-ketok pintunya,” imbuhnya.***