Monday, 20 April 2026
Home Blog Page 7219

Vaksin Covid-19 Aman untuk Bumil dan Busui? Cek Disini

0

Bogordaily.net – Vaksinasi Covid-19 yang diwajibkan oleh pemerintah membuat bingung para ibu hamil (bumil) dan ibu menyusui (busui), apakah vaksin aman untuk mereka?

Penjelasan dari Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Nuraida Bogor, masing-masing jenis vaksin memiliki efek samping yang berbeda.

Coronavac (Sinovac) virus ini tidak aktif, tidak dapat berkembang dalam tubuh dan sudah terbukti aman pada ibu hamil pada vaksin sejenis, seperti vaksin tetanus, difteri, bahkan influenza.

Vaksin MRNA (Pfizer Moderna) ada studi yang melibatkan 35 ribu ibu hamil, untuk menunjukkan keamanan pada vaksin ini atau CDC.

Vaksin Adenovirus (Astrazeneca Jansen) pada vaksin ini sudah dilakukan studi hewan (Dart), yang menunjukkan keamaman untuk ibu hamil yang terdapat vaksin sejenis, seperti HIV dan ebola.

Mengapa ibu hamil perlu vaksin covid 19? Bumil yang terinfeksi Covid-19 akan memiliki resiko lebih tinggi seperti, gejala berat, kematian perawatan intensif, penggunaan ventilator, persalinan prematur, bahkan komplikasi kehamilan lainnya.

Maka vaksinasi dipercepat dan diperluas pada ibu hamil yang memiliki resiko tinggi di usia diatas 35 tahun, memiliki berat badan berlebih, memiliki penyakit diabetes dan hipertensi.

Lalu ibu hamil yang beresiko tinggi terpapar covid 19 yaitu tenaga kesehatan, juga ibu hamil yang memiliki resiko rendah setelah mendapatkan penjelasan lengkap mengenai manfaat dan resiko vaksin juga ibu menyusui.

Untuk informasi lebih lanjut, kontak 0251-836-8866, IGD 24 jam 0251-836-8107, Hp IGD 0811-1805-285, whatsapp customer care 0811-1105-825, lalu whatsapp KIPPA 0811-1105-824. Adv

Ruhiyat Sujana Sayangkan Lahan Cagar Budaya Dijual

Bogordaily.net – Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor Ruhiyat Sujana menyayangkan adanya lahan Cagar Budaya peninggalan Belanda yang diduga dijual oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Pasalnya lahan di Kampung Pilar, Desa Cibanteng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor itu, dijual ke pihak sekolah MTSN 2 Leuwisadeng.

“Saya sangat menyayangkan ada penjualan terkait aset tersebut, saat saya konfirmasi sebenarnya itu kan sudah masuk kepada data base situs dari  Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) berarti kan ini kecolongan,” tegas Ruhiyat Sujana Jumat 2 Juli 2021.

Ruhiyat menambahkan, seharusnya ketika itu sudah menjadi aset kemudian dijaga dan dirawat. Atas kejadian itu berarti bentuk perawatan dan penjagaannya memang mungkin tidak dilakukan, sehingga ini terjadi jual beli.

Dan juga Ruhiyat mengatakan, seharusnya Disbudpar bersama-sama dengan instansi terkait yang pertama dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor berkomunikasi bersama menjadi fasilitator.

“Agar persoalan jula beli lahan aset cagar budaya itu bisa segera diselesaikan. Kan tidak hanya cukup dari Aset (BPKAD) saja yang turun harusnya Disbudpar juga turun dan Disdik juga turun bareng-bareng selesaikan,” katanya.

Lebih lanjut kata Ruhiyat, selama ini Disbudpar berbicara program yang didengungkan oleh Bupati Bogor terkait sport and tourism.

Tentu dengan adanya kejadian itu tidak ditangkap secara optimal oleh Disbudpar, bagaimana hari ini terkait wisata, lalu kolaborasi dengan seni dan budaya dan lain sebagainya belum maksimal.

“Sehingga tidak ada kreatifitas membuat program, terlihatnya dari membuat programnya yang tidak terlihat,” ucapnya.

Ruhiyat menegaskan, atas kejadian itu pertama yang dipertanyakan adalah soal Data Base, kemudian bukan hanya soal di data saja, tetapi harus dijaga dan dirawat, sehingga nantinya bermuara kepada program.

“Kalau kami sebagai Komisi IV ketika berbicara budaya dan pendidikan yang menjadi leading, kami juga akan mendorong apalagi misalnya sport and tourism antara wisata,” tegasnya.

Dengan kolaborasi dinas pariwisata menggabungkan antara kesenian budaya dan pariwisata, dirinya menyakini arah peningkatan ekonomi akan terbangun.

“Bagaimana kita mau berbicara ekonominya, perilindungan terhadap kesenian, budaya dan pariwisatanya saja masih dipertanyakan,” pungkasnya. Adv

Dapatkan Hadiahnya, Yuk Nabung Berseri di Bank Kota Bogor

0

Bogordaily.net – Tabungan Berseri (Berhadiah) merupakan produk layanan Tabungan PD BPR Bank Pasar Kota Bogor, yang diperuntukan bagi masyarakat umum dengan kesempatan mendapatkan hadiah menarik.

Berseri akan diundi setiap setahun sekali untuk para nasabah, semakin besar tabungannya semakin besar juga peluang hadiahnya.

Umtuk pengundian selalu dilakukan di Kantor PD BPR Bank Pasar Kota Bogor. Cek persyaratannya yuk!

Jangan lupa fotocopy Kartu Identitas berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau SIM yang masih berlaku dan memperlihatkan aslinya dan fotocopy Kartu Identitas Pelajar untuk Pelajar dan memperlihatkan aslinya.

Berseri
Tabungan Berhadiah (Berseri) Bank Kota Bogor. (Istimewa/Bogordaily.net)

Untuk ketentuan umum, setoran awal tabungan minimal sebesar Rp 100 ribu rupiah, setoran selanjutnya sekurang-kurangnya Rp 10 ribu, saldo minimum yang harus disisakan sekurang-kurangnya Rp 50 ribu.

Kemudian, bunga tabungan berseri sebesar 3,5% per tahun, dengan biaya administrasi sebesar Rp 3.5 ribu per bulan.

Jika penabung tidak tergolong pada klasifikasi penabung pasif, harus memiliki saldo perbulan minimum Rp 500 ribu dan sudah mengendap satu bulan, berhak mendapkan poin dan nomor undian. Poin dihitung 1 (satu) tahun berjalan.

Nabung dan kumpulkan poin sebanyak-banyaknya, yuk bikin Tabungan Berseri dengan datang ke Bank Kota Bogor Ciwaringin atau Perumda BPR Bank Kota Bogor Kas Sawojajar. Adv

Manfaat yang Didapatkan Jika Shalat Berjamaah di Masjid

0

Bogordaily.net – Shalat merupakan kewajiban bagi umat seluruh muslim, bagi laki-laki hukum shalat berjamaah di masjid merupakan wajib namun bagi kalangan muslimah, shalat di rumah lebih utama.

Namun saat ini banyak kaum lelaki yang tidak pernah melangkahkan kakinya untuk shalat berjamaah di masjid. Padahal banya sekali keutamaan dan manfaat ketika shalat berjamaah di masjid.

Berikut 11 pahala dan keutamaan shalat berjamaah di masjid dikutip dari Islampos:

1. Pahala Melangkahkan Kaki ke Masjid.
Seorang yang berjalan ke masjid, maka tiap langkah kakinya akan diberikan satu pahala, dihapuskan satu dosa, dan dinaikkan satu derajat oleh Allah SWT. (Ibnu Majah:277, Muslim:1068 dan 1065).

2. Pahala Menunggu Waktu Shalat.
Banyak diantara kita yang berangkat ke masjid pas adzan supaya bisa cepet selesai. Tapi yang luar biasa, kita sebenarnya dapet pahala yang besar pas kita lagi nunggu waktu shalat! Jadi sebaiknya gunakan waktu menunggu shalat untuk berdzikir.
Orang yang menunggu sholat di masjid diberi pahala seperti sedang sholat (HR.Bukhari:611).

3. Di Do’akan para Malaikat.
Seorang yang menunggu shalat, tepatnya dari masuk mesjid sampe waktu shalat, maka dia bakal didoakan malaikat dengan doa “Ya Allah Ampunila dia, Ya Allah ampunilah dia”, tanpa henti sampai waktu shalat. Subhanallah!

4. Mendapat Naungan saat Kiamat.
Ada tujuh golongan yang dinaungi kelak. Dan salah satunya adalah orang yang hatinya terpaut dengan masjid. Seorang pemuda yang hatinya terikat dengan masjid, orang orang itulah yang akan mendapat perlindungan dari Allah saat kiamat kelak. (Al-Bukhor:620).

5. Doa Malaikat Ketika di Shaf Terdepan.
Sesungguhnya para Malaikat memberikan sholawat kepada orang-orang yang berada di shaf pertama. (HR. Ibnu Hibban no.2157)

Menanggapi sabda Beliau, para sahabat bertanya, “Apakah juga kepada orang-orang yang berada di shaf kedua wahai Rasulullah? ”. Kemudian Rasulullah berkata, “Juga kepada orang-orang yang berada dishaf kedua.” (HR. Ahmad dan Ath Thabrani, dihasankan oleh Syaikh Al Albani)

6. Subuh dan 119 Pahala.
Seseorang yang melaksanakan shalat subuh berjamaah, maka orang itu akan mendapatkan pahala 119 kali dibanding shalat sendiri. (Muslim:1049).

7. Isya dan 59 Pahala.
Seseorang yang melaksanakan shalat isya berjamaah, maka dia bakal dapat pahala 59 kali lipat. (HR.Muslim:1038).

8. Dzuhur, Ashar, Magrib dan 27 Pahala.
Kalau shalat dzuhur jamaah, ashar jamaah, dan magrib jamaah, masing masing dilipatgandakan 27 kali kalau kita laksanakan secara jamaah (HR.Muslim:1038).

9. Pahala Ketika Sakit.
Ketika kita sedang sakit dan tidak bisa ke masjid (setiap hari udah ke masjid). Pada saat kita tidak ke masjid dan shalat di rumah, kita akan dapat pahala yang sama seperti waktu shalat di masjid. (Abu Daud:2687).

10. Terhindar dari Sifat Munafiq.
Tidak ada sholat yang lebih berat bagi orang-orang munafiq dari pada sholat subuh dan isya. Seandainya mereka tahu nilai yang terkandung di dalam kedua sholat itu, pastilah mereka mendatangi (masjid tempat) kedua sholat itu meskipun dengan merangkak.(Al-Bukhori:617)

11. Menjadi Sebab Diampuni Dosanya oleh Allah. Rasulullah bersabda “Jika imam mengucapkan “Ghoiril maghdhubi ‘alaihim waladhdholliin”, maka ucapkan amin, karena sesungguhnya siapa yang mengucapkan amin bersamaan dengan ucapan malaikat maka ia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Dalam hadits lain Nabi bersabda “Barangsiapa yang berwudhu untuk sholat dan menyempurnakan wudhunya, lalu berjalan untuk menunaikan sholat, dan ia sholat bersama manusia atau berjama’ah atau di dalam masjid, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya.”

12. Mengembangkan Disiplin dan Berakhlak Mulia.
Sholat berjama’ah mengajarkan disiplin seorang makmun senantiasa mengikuti gerakan imam dan berada di belakang imam. Hal ini tentu membiasakan melatih kedisiplinan dalam kehidupan seseorang, menghilangkan ego, perbedaan dan dengan penuh kerendahan hati patuh dan taat pada pimpinannya, yaitu imam.”

13. Tumbuhnya Persaudaraan, Kasihsayang dan Persamaan.
Apabila kita bertemu lima kali dalam sehari, maka akan tumbuh kasih sayang diantara sesama muslim. Dan jika suatu waktu ada saudara kita yang biasa berjama’ah kemudian beberapa waktu tidak hadir di masjid, maka kita akan bertanya-tanya, ada apa atau mengapa ia tidak berjama’ah? Seandainya jawaban yang didapat bahwa beliau itu sakit, maka kita akan bergegas menjenguk dan mendo’akannya.

Banyak sekali kan manfaat dari shalat berjamaah di masjid, mudah-mudahan para kaum lelaki bisa senantiasa istiqamah untuk shalat berjamaah di masjid, Aamiin.***

1200 Calon Santri Baru di Ponpes Umul Quro Lakukan Pemeriksaan Ketat

Bogordaily.net – Sekitar 1200 Calon Santri Baru yang modok di Ponpes Umul Quro, Desa Leuwimekar, Kecamatan Leuwiliang harus melewati beberapa titik pemeriksaan protokol kesehatan, Jumat 2 Juli 2021.

Menurut salah satu pimpinan Ponpes Umul Quro Ustadz Saiful Fallah mengatakan, kedatangan para santri baru itu tentu harus dalam keadaan sehat dan juga bebas covid 19.

Pihaknya pun telah membagi jadwal kedatangan para santri baru menjadi 3 gelombang, yaitu Gelombang A, B dan C.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya Kerumunan saat kedatangan calon santri dan wali santri, yang mengantarkan anaknya ke ponpes tersebut.

“Pemeriksaan sejak dari gerbang utama sudah dilakukan, mulai dari pemeriksaan suhu tubuh, pemeriksaan jumlah pengantar santri, dan pemeriksaan surat Rapid antigen yang hasilnya harus negatif covid 19,”katanya.

Bahkan sambungnya, di pos penjagaan kedua dilakukan penyemprotan dengan cairan disinfektan untuk kendaraan yang datang.

“Hal itu untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 jadi mobil atau kendaraan yang ingin masuk ke area parkir, wajib disemprot untuk sterilisasi dari virus,”katanya.

Ia mengatakan, pihaknya pun dalam kedatangan para santri baru itu telah berkoordinasi dengan pihak Gugus Tugas Desa dan Kecamatan.

“Kita libatkan Gugus Tugas, desa dan kecamatan, petugas kepolisian, pol PP, serta dari dishub,”katanya.

Bahkan lebih lanjut kata Saeful Fallah, santri yang datang pun meksipun hasil Rapid antigen negatif Covid-19, pihak pondok pesantren telah menyiapkan beberapa ruangan untuk isolasi.

“Kami menyediakan ruangan isolasi, untuk mengantisipasi ditengah pandemi yang lagi meningkat kembali,”katanya.

Sementara salah seorang Wali Santri, Pitri Andriyani (36) asal Jakarta Selatan mengatakan, sejak pertama masuk ke Ponpes itu dilakukan pemeriksaan secara ketat.

Dirinya berharap saat pandemi ini anaknya dan para santri selalu diberi kesehatan dan kelancaran.

“Saya juga berharap pandemi segera berakhir dan saya tidak khawatir santri disini bisa terbebas dari Covid-19,” Ujar Wali Santri Pitri Andriyani.

Hal serupa diungkapkan wali santri asal Bekasi Muhammad Ridwan, yang baru datang untuk mengantar anaknya modok di Pesantren Umuo Quro.

“Insha Allah aman tadi juga pemeriksaan Prokes cukup ketat, gak khawatir bismilah aja,”pungkasnya.***

Bantu Jaga Kebersihan, Pemkot Dapat 15 Gerobak Sampah dari BTN

0

Bogordaily.net – Membantu penanganan sampah di Kota Bogor, Bank BTN menyumbangkan peralatan kebersihan berupa 4 sepedah listrik, 15 gerobak, dan 11 tempat sampah terpilah.

Barang kebersihan tersebut disumbangkan oleh Bank BTN Cabang Kota Bogor, dan diserahkan di Kantor BTN Cabang Bogor di Jalan Pengadilan, Kecamatan Bogor Tengah Kamis 1 Juli 2021.

Penyerahan bantuan tersebut langsung diterima Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim. Sebelumnya, Dedie mengucapkan banyak terima kasih kepada Bank BTN, karena kontribusinya kepada Kota Bogor dalam bentuk peralatan penanganan kebersihan.

“Kalau kita bicara kebersihan, memang ini tantangan kita bersama. Sudah sering kita sampaikan, perhari itu ada 600-an ton sampah yang berasal dari rumah tangga, korporasi, dan dari berbagai sumber lainnya yang harus dikelola Kota Bogor,” kata Dedie.

Gerobak
Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengucapkan terimakasih kepada Bank BTN Cabang Kota Bogor di Kantor BTN Cabang Bogor di Jalan Pengadilan, Kecamatan Bogor Tengah Kamis 1 Juli 2021. (Istimewa/Bogordaily.net)

Dimana sampah itu, kata Dedie, setiap harinya dibuang kembali ke TPAS Galuga. Sehingga hingga saat ini pun masih banyak urusan yang harus diperbaiki.

Untuk itu ke depannya, dengan bantuan serupa, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor ingin memperbaiki dari sisi hulunya.

“Dari sisi hulunya masyarakat juga ada kesadaran untuk pemilahan sampah. Tidak seluruhnya kemudian diangkut ke TPAS, tapi ini sarana yang nantinya oleh DLH harus diedukasi lagi. Supaya bukan semata-mata nanti hanya memindahkan dari satu titik ke satu titik pengangkutan, tanpa ada treatment sama sekali. Jadi itu kurang lebih manfaatnya, nanti kita akan optimalisasikan,” urai Dedie.

Disamping itu, Dedie mengingatkan bahwa saat ini kondisi pandemi semakin memprihatinkan. Meskipun sektor perbankan menjadi yang dikecualikan dalam pembatasan darurat ke depan, namun protokol kesehatan harus tetap dijaga seketat mungkin.

“Sekali lagi terima kasih untuk sepeda listrik, gerobak, dan tempat sampah. Saya pikir nanti bantuan ini, kita distribusikan ke tempat-tempat yang memang mereka juga mau mulai mengolah sampah dengan baik,” pungkas Dedie.Adv

Tenaga Pengajar Pensiun, Kecamatan Ciampea Kekurangan Guru SD

Bogordaily.net – Kebutuhan tenaga pengajar pada lembaga pendidikan Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Ciampea saat ini sangat kurang, pasalnya banyak guru yang telah memasuki masa pensiun.

Hal itu diungkapkan Kepala Koordinator Pelayanan Pendidikan (Koryandik) Kecamatan Ciampea, Ukay Sukarna.

Menurutnya, dari data saat ini, untuk tingkat SD yang tersebar di wilayah Kecamatan Ciampea selain kekurangan tenaga pengajar guru, juga kekurangan jabatan Kepala Sekolah (Kepsek).

“Kecamatan Ciampea saat ini menghadapi keadaan darurat guru dan kepala sekolah. Ini terjadi salah satunya diakibatkan tidak seimbangnya angka pengangkatan guru terutama guru ASN, dengan jumlah guru dan kepala sekolah yang memasuki masa pensiun, terutama untuk guru bidang studi PAI dan PENJASKES,” ujar Kepala Koordinator Pelayanan Pendidikan (Koryandik) Kecamatan Ciampea, Ukay Sukarna, Kamis 1 Juli 2021.

Sementara itu di tempat terpisah Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Ridwan Mihibi menyatakan kekurangan guru SD tidak hanya di Kecamatan Ciampea, tapi hampir merambah ke Kabupaten Bogor.

“Kita akan dorong Pemkab Bogor, untuk segera melakukan pengangkatan guru terutama yang berstatus K2 menjadi Pegawai Pemerintah Perjanjian Kontrak (PPK), untuk mencukupi kebutuhan guru di kabupaten Bogor. Walaupun untuk saat masih terkendala dengan RUU pemerintah pusat,”***

Menkes Minta Pemerintah Tingkatkan Testing dan Tracing Hingga Empat Kali Lipat

0

Bogordaily.net – Dilakukannya PPKM Darurat yang berlaku pada tanggal 3-20 Juli 2021 di Pulau Jawa-Bali, Menteri Kesehatan (Menkes) minta pemerintah untuk meningkatkan testing juga tracing hingga empat kali lipat dari yang dilakukan saat ini.

Sehingga setiap Kabupaten dan Kota telah ditetapkan target harian yang harus dikejar, ini sesuai dengan guidance WHO.

“Kita bisa mengharapkan mungkin dari sekitar 100-an ribu sekarang, kita bisa naikkan menjadi 400-500 ribu testing per hari. Jadi banyak daerah-daerah, klaster-klaster yang sudah tinggi positivity ratenya kita harus naikkan itu sampai 15 kali lipat atau 15 tes per 1.000 populasi per minggu,” ujar Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan pers, Kamis 1 Juli 2021 secara virtual.

Tak hanya peningkatan kapasitas, kata Budi, prioritas pengetesan juga akan diperbaiki yaitu untuk pengetesan epidemiologis, bukan untuk penapisan atau syarat perjalanan.

“Jadi benar-benar kita kejar suspect dan kontak eratnya, bukan yang skrining dia mau masuk ke mana, mau jalan ke mana, tapi benar-benar khusus untuk testing epidemiologi karena ini yang dibayar oleh negara,” jelasnya.

Untuk pelacakan atau tracing, Budi menyampaikan, akan diperketat. Seluruh kontak erat dari kasus terkonfirmasi positif harus dikarantina sampai hasil tes menyatakan negatif, agar tidak menjadi sumber penularan di tengah masyarakat.

Untuk keperluan pelacakan, pemerintah daerah boleh menggunakan pemeriksaan swab PCR maupun RDT antigen.

RDT antigen diutamakan bagi daerah yang alat diagnosisnya terbatas, sehingga hasilnya bisa diketahui lebih cepat dan tes dapat dilakukan secara masif, sehingga dapat mempercepat tracing.

“Target kita hasil testing harus keluar dalam waktu 24 jam, kalau PCR tidak bisa keluar 24 kita pakai rapid antigen,” ujarnya.

Di samping itu, pemerintah juga akan memastikan bahwa, pasien yang dirawat di rumah sakit hanyalah pasien yang memiliki gejala sedang sampai berat. Hal ini bertujuan agar pasien yang tidak bergejala tidak akan terekspos oleh virus di rumah sakit.

“Jadi masyarakat tidak usah panik, kalau tidak ada sesak nafas, kalau saturasi oksigennya masih di atas 95 persen, kalau tidak ada komorbid, lebih baik dirawat di rumah kalau dia positif, atau dirawat di isolasi terpusat seperti di Wisma Atlet,” terangnya.

Budi menambahkan, pemerintah juga terus berupaya untuk memastikan ketersediaan pasokan oksigen di seluruh rumah sakit di Pulau Jawa, dan memastikan manajemen di setiap rumah sakit berjalan dengan baik.

“Kita juga akan memastikan oksigen akan kita rapikan supply dan demand untuk seluruh rumah sakit di Jawa. Kita akan monitor ketat ini,” imbuhnya.

Selain itu, pemerintah akan mengeluarkan aturan mengenai telemedicine untuk daerah-daerah yang memiliki tekanan kasus sangat tinggi seperti Jakarta, sehingga kesehatan para pasien yang sedang diisolasi secara mandiri dapat selalu terpantau oleh para dokter.

Khusus untuk daerah dengan sebaran kasus tinggi, pemerintah juga telah menyediakan tempat isolasi terpusat seperti Wisma Nagrak, Rusun Pasar Rumput, dan Asrama Haji yang kapasitasnya sama dengan Wisma Atlet.

“Jadi kita sudah ada dua kali kapasitas Wisma Atlet yang sekarang sudah siap,” paparnya.

Kemudian terkait vaksinasi, Budi memaparkan, pemerintah akan mempercepat vaksinasi terutama untuk daerah zona merah. Pemerintah akan mengarahkan jatah vaksin yang diperoleh untuk daerah-daerah tersebut.

“Kita akan percepat vaksinasinya diharapkan bulan ini dan bulan depan 70 persen kita targetkan sudah divaksinasi untuk daerah-daerah yang zona merah tadi,” pungkasnya.***

PLN Dukung Keandalan Pasokan Listrik RS Rujukan Covid-19 dan Produsen Oksigen di Jabar

0

Bogordaily.net – PLN UID Jabar siap mengupayakan keandalan jaringan dan pasokan listrik untuk melayani pelanggan, terutama Rumah Sakit Rujukan Covid-19, Rumah Isolasi, dan Produsen Oksigen di Jabar.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat, Agung Nugraha, menyampaikan bahwa ketersediaan pasokan listrik di Jawa Barat saat ini cukup.

“Pasokan listrik PLN saat ini 13.106 MW sedangkan beban puncak nya 7.694 MW. Hal ini berarti masih ada cadangan daya sebesar 5.412 MW. Jumlah tersebut cukup untuk melayani berbagai kebutuhan masyarakat terutama rumah sakit rujukan, rumah isolasi pasien Covid-19 serta pabrikan produsen oksigen di Jawa Barat,” ujar Agung.

Berdasarkan data di laman resmi maupun media sosial Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat (Pikobar), kasus Covid-19 di Jawa Barat mengalami lonjakan signifikan Selasa 29 Juni 2021.

Apabila sebelumnya hanya 2 zona merah atau beresiko tinggi penyebarannya, kini menjadi 11 daerah zona merah per Juni 2021.

Kondisi tersebut tentu berpengaruh pada kebutuhan listrik untuk operasional rumah sakit, rumah isolasi, sentra vaksin, dan industri penunjang rumah sakit seperti produsen oksigen.

Menilik hal tersebut, Agung menyatakan bahwa PLN telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk mengupayakan keandalan pasokan listrik ke lokasi-lokasi tersebut sehingga proses penanganan pasien Covid-19. Pemberian vaksin maupun proses produksi oksigen diharapkan dapat berjalan lancar tanpa hambatan.

“Dalam rangka mendukung penanganan COVID-19, PLN berupaya menjaga pasokan lisrik selama 24 jam agar operasional Rumah Sakit dan industri produsen oksigen berjalan lancar dan aman,” katanya.

Dari sisi internal, Agung memaparkan PLN telah melakukan tindakan antisipatif berupa pemeliharaan jaringan SUTM, pemeliharaan kubikel, pemeliharaan gardu, pengamanan jaringaan SUTM melalui pemasangan jala pengaman binatang dan pengamanan jaringan SUTM dari pohon.

Khusus untuk rumah sakit besar, sistem kelistrikannya akan dipasok dari dua sumber, sehingga apabila sumber listrik utama mengalami gangguan maka langsung dipindahkan ke sumber listrik cadangan.

Namun demikian, Agung memohon do’a dan dukungan seluruh elemen masyarakat agar tidak terjadi gangguan yang tidak diharapkan.

Untuk seluruh kegiatan tersebut, PLN telah menyiapkan 4.137 petugas terdiri dari petugas Yantek dan personil siaga yang didukung oleh berbagai sarana.

Sarana pendukung yang telah disiapkan yaitu 700 unit kendaraan, 103 buah genset, 20 buah UPS, 99 Unit Gardu Bergerak, dan 12 unit mobil deteksi.

Selanjutnya, dari sisi eksternal, PLN telah berkoordinasi dengan pengelola rumah sakit, dan produsen oksigen di wilayah Jawa Barat untuk membahas keamanan dan keandalan pasokan listriknya termasuk harapan mereka. PLN juga memberikan bantuan supervisi instalasi listrik milik pelanggan.

”Komunikasi dan koordinasi ini sangat penting untuk mengetahui berbagai kendala dan harapan pelanggan, sehingga kami dapat merespon dan mencari solusinya dengan cepat dan tepat,” tegas Agung seraya memohon dukungan dan kerjasama yang baik dari semua pihak terkait.

Sementara itu di Cikarang, Ahmad Sururi, General Manager Teknik PT Samator, Surya Agung mengapresiasi kesigapan PLN selama ini terutama saat pandemi.

“Untuk supply PLN ke Perusahaan dirasakan masih tergolong handal jarang terjadi Voltage Sagging Maupun Blackout. Saya berharap listrik PLN Handal selama Pandemi ini”

Berdasarkan data PLN, jumlah Rumah Sakit Penanggulangan Covid-19 di Provinsi Jawa Barat sebanyak 96 Rumah Sakit dimana yang paling banyak ada di Bandung, 28 Rumah Sakit.

Sedangkan jumlah produsen gas atau industry pendukung rumah sakit sebanyak 9 produsen gas di Jawa Barat tergabung PT Samator Group. Ini semua ada di Cikarang, Bekasi, Karawang, dan Purwakarta

“Kami siaga 24 jam untuk melayani permintaan akan kebutuhan listrik yang handal. Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar menguduh dan menggunakan PLN Mobile, karena semua kebutuhan lisrik dapat diakses di aplikasi tersebut,” pungkas Agung.

PLN berkomitmen untuk mendukung penanganan pandemi Covid-19 dengan memberikan pelayanan kelistrikan yang terbaik untuk bangsa dan negara.

Bagi pelanggan yang ingin mendapatkan Informasi Layanan kelistrikan Jawa Barat, pelanggan dapat mengakses informasi layanan dan pengaduan, pelanggan dapat menggunakan Aplikasi New PLN Mobile yang diunduh melalui Google Playstore atau AppStore, maupun melalui Contact Center PLN 123 yang dapat diakses 24 Jam setiap harinya. Adv

Covid-19 Melonjak, Kebutuhan Tabung Oksigen Meningkat

Bogordaily.net – Kasus Covid-19 terus meningkat banyak pasien covid yang dirawat disejumlah rumah sakit, membuat pasokan tabung oksigen banyak diperlukan oleh Rumah Sakit untuk Pasien Covid-19.

Meningkatnya kebutuhan ini membuat pasokan oksigen untuk rumah sakit meningkat dua kali lipat

Seperti yang terjadi di tempat Pengisian oksigen, PT Mandiri Abadi Gasindo di jalan perum Pura, Desa Tonjong, Kabupaten Bogor, setiap hari permintaan terus meningkat.

Permintaan datang dari sejumlah Rumah Sakit yang ada di Kabupaten dan Kota Bogor. Bahkan, Depok dan Jakarta meningkat tajam setelah melonjaknya kasus Covid-19 beberapa minggu terkahir ini.

Diungkapkan SPV Filling Station, Atriyanto mengatakan bahwa semenjak kasus Covid-19 meningkat, permintaan tabung oksigen juga meningkat.

Menurutnya, biasanya hanya melakukan isi ulang 200 tabung per hari. Namun, kali ini naik dua kali lipat yakni mencapai 500 sampai 600 tabung ukuran besar.

“Bahkan dua hari yang lalu sempat langka karena telat pengirim oksigen dari pusat sehingga dua hari sempat kosong di sini,” katanya.

Atriyanto mengaku isi ulang oksigen meningkat karena jumlah pasien covid di setiap Rumah Sakit terus meningkat.

Apalagi kata dia yang melakukan isi ulang di perusahaan itu banyak rumah sakit baik yang ada di Bogor, Depok hingga Jakarta.

“Banyak juga yang melakukan isi ulang di depo ini, RSUD Kota Bogor, Cibinong, Leuwliang, Medica Dramaga, RS Syifa, RSUD Cileungsi, RS di Pamulang dan Jakarta sehingga permintaan terus ada tiap hari,” katanya.

Belum lagi, sambungnya Industri yang juga mengantri. Namun karena prioritas untuk Rumah Sakit ada pembatasan untuk industri.

“Kalau Untuk industri kita batasi dulu karena permintaan untuk Rumah Sakit cukup banyak,” katanya.

Sementara salah satu konsumen Industri, Suparno mengatakan bahwa dengan adanya kasus Covid-19 dirinya juga ikut terdampak.

Suparno mengaku baru hari ini mendapat pasokan tabung oksigen dari depo pengisian oksigen  di daerah Tonjong Kecamatan Tajurhalang Kabupaten Bogor.

“Baru tadi pagi dapat isi ulang kemarin dua hari kosong dan hari ini sekali dapat juga dibatasi,” pungkasnya.***