Saturday, 18 April 2026
Home Blog Page 7238

Supono Soroti Soal Penataan Perpustakaan dan Arsip

Bogordaily.net – Wakil Ketua Pansus IV DPRD Jawa Barat, H. Supono bersama anggota Pansus IV melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Bekasi, Jumat 11 Juni 2021.

Dalam lawatannya tersebut, H. Supono menerangkan bahwa dirinya dan Pansus IV melihat bahwa Kota Bekasi telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang arsip dan perpustakaan yang dilahirkan tahun 2019 Perda 17 dan 18 Kota Bekasi.

“Ternyata ada beberapa peraturan yang mereka sudah coba lakukan, tapi paling tidak walaupun itu Perda Kota tapi menjadi catatan kita untuk memperkaya khasanan aplikasi dari Perda itu yang sudah dilaksanakan di Kota Bekasi,” ujar H. Supono.

Politisi PAN ini menjelaskan bahwa point terpenting di Perda Kota Bekasi ini, walaupun dirasa masih ada kekurangan namun dalam Perda itu terdapat point untuk membantu elemen masyarakat yang memiliki arsip-arsip statis.

“Karena ada juga arsip dinamis yang artinya masih diperlukan, dan juga arsip statis, itu mereka menyediakan sejenis depo untuk kemudian bisa diserahkan, jadi juga ada cakupan arsip untuk masyarakat,” kata H. Supono.

Point kedua menurut legislator asal Kabupaten Bogor ini adalah terdapat kerjasama digitalisasi yang nantinya ada lembaga yang tugas menyediakan sarana dan MoU sehingga terjalin kerjasama dengan Kabupaten-Kota.

“Ketiga adalah menyangkut tenaga arsiparis dan pustakawan. Pengarispan selama ini menjadi kendala dan mereka itu melakukan training-training kepada instansi yang ada maupun masyarakat,” tutup H. Supono.***

Pelaku Curanmor Bawa Kabur Motor di Depan Alfamidi Sentraland

Bogordaily.net – Pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) di depan toko Mini Market di Jalan Perumahan Sentraland Desa Kabasiran Kecamatan Parung Panjang Kabupaten Bogor.

Pelaku Curanmor tersebut berhasil membawa lari motor milik pengunjung, Selasa (22 Juni 2021), pukul 09. 30 WIB.

Dalam rekaman video yang tersebar di aplikasi grup whatsapp, pelaku pun membawa kabur sepeda motor milik pengunjung yang diparkir.

Tiga orang pelaku terekam jelas oleh kamera Closed Circuit Television (CCTV) di toko Alfamidi Sentraland.

Menurut keterangan salah satu karyawan Alfamidi Sentraland TB. Ibrahim menuturkan, rekaman kamera CCTV merekam tiga orang pelaku mengendarai motor Honda Beat warna hitam datang dari arah kabasiran yang mencuri motor milik pengunjung.

Ia juga mengutarakan, sebelumnya sempat terjadi, namun berhasil digagalkan. Saat itu, aksi pelaku yang hendak mencuri sepeda motor milik salah satu karyawan, ketahuan dan pelaku langsung melarikan diri.

“Tadi pagi sepeda motor milik pengunjung seorang ibu-ibu di curi sedang terparkir didepan toko Alfamidi. Pelaku berjumlah tiga orang, datang berboncengan ada tiga orang pelaku dari arah kabasiran, ” terangnya.

Dikonfirmasi terkait hal itu pihak kepolisian polsek sektor Parung Panjang Aiptu Ambari anggota SPK. Ia mengatakan, korban seorang wanita datang ke polsek untuk melapor terkait kendaraannya yang hilang di curi.

“Korban ke Polsek untuk melapor. Saya minta korban untuk lengkapi surat-surat kepemilikan kendaraan sepeda motor yang hilang dan anggota sudah ke TKP bersama Serse Polsek Parung Panjang,” imbuhnya.***

Menkes: Gencarkan Penanganan Lonjakan Covid-19 Di Sisi Hulu Dan Hilir

Bogordaily.net – Menyusul terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di sejumlah daerah, pemerintah menetapkan sejumlah kebijakan yang bertujuan untuk membatasi mobilitas dan interaksi masyarakat.

Pembatasan ini khususnya di daerah-daerah dengan tingkat penularannya tinggi (zona merah). Hal ini dilakukan untuk mengurangi laju penyebaran virus Covid-19.

Sejumlah langkah tegas yang diambil pemerintah guna membatasi mobilitas masyarakat agar dapat mengurangi laju penyebaran virus Covid-19 salah satunya dengan kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM Mikro).

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, PPKM Mikro akan diperpanjang selama dua minggu, yaitu mulai tanggal 22 Juni hingga 5 Juli 2021 dengan membatasi pergerakan masyarakat sebanyak 75-100 persen, disesuaikan dengan kegiatan dan zona merah penularan Covid-19.

“Kita harus menangani sisi hulu dengan baik agar bisa mengurangi tekanan di sisi hilirnya. Di sisi hulu, kita harus membatasi mobilisasi masyarakat melalui penerapan PPKM Mikro guna mengurangi penyebaran virus dan juga mempercepat pelaksanaan vaksinasi. Di hilir, kita akan fokus pada peningkatan pelayanan kesehatan,” ujar Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Selasa 22 Juni 2021.

Ia menambahkan, terkait kecepatan penyuntikan vaksin, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) didukung oleh TNI, Polri, dan pemerintah daerah (pemda) akan terus meningkatkan kecepatan penyuntikan.

Setelah target vaksinasi 700 ribu per-hari tercapai di bulan ini, kecepatan akan ditingkatkan menjadi 1 juta per-hari mulai bulan depan seiring dengan relaksasi batasan kriteria dan usia penerima vaksin di atas 18 tahun.

Setelah memprioritaskan vaksinasi Tahap 1 untuk tenaga kesehatan di bulan Januari hingga Februari, lalu Tahap 2 untuk penerima lanjut usia dan pekerja publik di bulan Maret hingga Juni, pemerintah akan membuka Tahap 3 untuk seluruh masyarakat Indonesia yang berusia 18 tahun ke atas.

Seiring dengan pembukaan Tahap 3, cakupan dan kecepatan vaksinasi akan dapat ditingkatkan menjadi rata-rata 1 juta/hari. Pemerintah menargetkan vaksinasi kepada sekitar 181 juta penduduk untuk mencapai kekebalan kelompok.

“Saat ini lebih dari 23 juta penduduk atau 12,8 persen dari target, sudah mendapatkan vaksinasi pertama,” katanya.

Kemudian saat ini masyarakat umum dengan usia 18 tahun ke atas di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) sudah dapat divaksinasi lebih awal dari jadwal Juli.

Budi Gunadi kembali mengingatkan masyarakat meskipun telah divaksinasi Covid-19 secara lengkap, kemungkinan untuk terpapar virus masih ada.

“Bisa dilihat dari tenaga kesehatan yang tingkat vaksinasinya tinggi dan sudah lengkap, masih ada yang tertular. Tapi hampir semua yang terpapar tanpa gejala dan tingkat kesembuhannya juga sangat baik,” terangnya.

Di sisi hilir, Kemenkes sebelum libur Lebaran tahun ini, telah melakukan langkah-langkah sebagai antisipasi terjadinya lonjakan kasus merujuk pada pengalaman sebelumnya.

Langkah-langkah tersebut di antaranya memberikan instruksi kepada rumah sakit di seluruh Indonesia untuk menambah jumlah tempat tidur dan ruang isolasi, menambah obat-obatan yang diperlukan serta peralatan seperti alat pelindung diri (APD), dan juga menambah tenaga kesehatan.

Hingga Senin 21 Juni 2021, jumlah total keterisian tempat tidur untuk pasien Covid-19 secara nasional ada di angka 57 ribu. Kemenkes kemudian menginstruksikan tempat tidur perawatan khusus COVID-19 untuk ditingkatkan dari 75 ribu menjadi 83 ribu.

Dengan asumsi seluruh rumah sakit (RS) di Indonesia memberikan 30 persen kapasitas ruangan untuk merawat pasien Covid-19, kapasitas tempat tidur isolasi untuk pasien Covid-19 masih bisa ditingkatkan hingga mencapai 130 ribu tempat tidur.

Untuk mengantisipasi kekurangan tenaga kesehatan di RS, Kemenkes bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) terus mengirim bantuan tenaga kesehatan yang memang dibutuhkan.

Termasuk dokter pasca-internship, peserta program Pendidikan Dokter Spesialis, peserta program Nusantara Sehat, lulusan Politeknik Kesehatan Kemenkes, serta merekrut kembali relawan yang telah habis masa tugas.

Selain penanganan lonjakan kasus secara menyeluruh mulai hulu hingga hilir, Menkes juga menyampaikan bahwa seluruh vaksin Covid-19 yang dipakai di Indonesia terbukti efektif untuk menangani varian Covid-19, khususnya varian Delta.

“Manfaat vaksinasi sudah terbukti. Mumpung sekarang vaksinnya makin banyak tersedia, masyarakat tidak usah ragu-ragu lagi untuk segera vaksinasi,” ucapnya.

Terakhir, Budi kembali mengimbau masyarakat untuk terus disiplin mematuhi protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan).

Selain mobilitas yang tinggi, lonjakan kasus pasca Lebaran tahun ini yang melebihi kenaikan kasus pasca liburan Lebaran dan Natal serta Tahun Baru 2020 juga dipicu oleh adanya varian of concern Covid-19 yang telah masuk ke Indonesia.

Varian ini memang lebih cepat menular, tetapi cara menurunkan laju penularannya sama, yakni dengan tidak lelah, tidak bosan, dan tidak abai dengan protokol 3M.

“Saya mengimbau kepada masyarakat masih ada momentum libur-libur lain ke depannya, tolong untuk tinggal di rumah saja agar kita bisa melindungi keluarga, tetangga, dan orang terdekat dan orang terdekat dari penularan Covid-19 ini,” pungkasnya.***

Bendungan Katulampa Siaga II, Warga Bogor Harus Tetap Waspada

Bogordaily.net – Hujan mengguyur wilayah Bogor pada Selasa, 22 Juni 2021 yang menyebabkan debit air sungai Ciliwung di Bendungan Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat tinggi hingga mencapai status Siaga Dua.

Tercatat Bendungan Katulampa mencapai status Siaga Dua, seperti yang diungkapkan Petugas Bendung Katulampa bahwa terpantau ketinggian air mencapai 170 centimeter.

Petugas Jaga Bendung Katulampa M. Jaenudin mengungkapkan bahwa kenaikan itu terjadi sekira pukul 22.50 WIB. Tinggi air semula yang hanya 50 centimeter, dalam waktu singkat mencapai 170 centimeter karena curah hujan yang terus menerus turun.

“Sekarang statusnya siaga II,” ucap Jaenudin pada Selasa, 22 Juni 2021.

Tercatat bahwa 339.679 liter per detik air yang mengalir di Bendung Katulampa Kota Bogor menuju Jakarta. Debit air tersebut diperkirakan sampai di wilayah Ibu Kota dalam waktu 9-12 jam ke depan.

“Kami terus koordinasi dengan pintu air lainnya dan BMKG. Kondisi di Puncak masih hujan,” ucap Jaenudin.

Sementara itu, informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, pada pukul 22.43 WIB, Tinggi Muka Air (TMA) Bendung Ciliwung Katulampa Bogor mencapai 160 centimeter status Siaga Dua dalam kondisi hujan.

Lalu, pada pukul 22.50 WIB, TMA Bendung Ciliwung Katulampa Bogor mencapai 170 centimeter dan masih dalam status Siaga Dua dalam kondisi hujan.

Hingga pada pukul 00.01 WIB, Rabu, 23 Juni 2021 TMA mencapai 130 centimeter masuk dalam status Siaga Tiga dan kondisi cuaca mendung.

BPBD Kota Bogor pun meminta, bagi warga yang tinggal di pinggir aliran air Sungai Ciliwung untuk tetap waspada karena debit tinggi air yang berubah-ubah

Sementara itu, dikutip dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), diperkirakan cuaca di wilayah Jabodetabek, Rabu 23 Juni 2021 yakni cerah berawan dan hujan sedang.

Hujan kemungkinan hanya turun dengan intensitas ringan hingga sedang di sebagian wilayah Bogor pada siang, sore, dan malam hari. Kemungkinan pula diguyur hujan berintensitas tinggi di malam harinya.***

Bogor Leaders Talk, Gus Udin : Peran Serta Muda Mudi dalam Pancakarsa

Bogordaily.net – Tim Percepatan Pembangunan Strategis Kabupaten Bogor, Saepudin Muhtar (Gus Udin) menyampaikan pentingnya peran pemuda dalam pembangunan Kabupaten Bogor.

Dalam acara Program Dialog Bogor Leaders Talk  yang mengusung tema  ‘Pancakarsa dalam Ide Gagasan Kaum Muda’ yang disiarkan langsung oleh Teman FM Bogor, Selasa (22 Juni 2021).

Dalam acara tersebut, Saepudin Muhtar atau akrab disapa Gus Udin bersama pemenang pertama Bogor Leaders Talk, Muhammad Solahudin Al-Ayubi berbincang hangat ihwal peran serta pemuda untuk Kabupaten Bogor di masa pandemi Covid-19.

Menurut Gus Udin, cita-cita Bupati Bogor, Ade Yasin dalam Pancakarsa-nya tidak bisa terlepas dari peran serta muda-mudi untuk merealisasikan kelima karsa tersebut.

“Pun demikian, kaitan dalam hal ini tidak bisa lepas dalam ekonomi kreatif. Apalagi ekonomi harus meningkatkan. Oleh karenanya, Bupati mengajak seluruh masyarakat, terutama milenial untuk berkontribusi dalam meningkatkan ekonomi dengan pelbagai program yang dia berikan,” kata Gus Udin.

Selain sektor ekonomi yang disoroti, Dosen Universitas Djuanda ini juga menyampaikan, dalam menghadapi bonus demografi, tentu pemerintah Kabupaten Bogor harus mempersiapkan diri untuk mencetak generasi-generasi muda yang terbaik agar siap menghadapi tantangan dunia yang serba cepat.

“Pemerintah daerah sudah menyiapkan ruang bagi millenial untuk berekspresi memberikan gagasan nya melalui beberapa program, salah satunya Bogor Leaders Talk (BLT),” paparnya.

Melalui BLT ini, Lanjut Gus Udin, Pemerintah Kabupaten Bogor mengharapkan bisa mencetak generasi-generasi yang terbaik yang penuh ide dan gagasan untuk membangun Kabupaten Bogor dalam genggaman generasi muda.

“Yang selalu menjadi motivasi saya adalah ‘Orang besar adalah orang yang bisa membesarkan orang lain’, mudah-mudahan BLT ini menjadi ruang ekspresi untuk generasi muda dalam menghadapi bonus demografi,” ujarnya.

Sementara itu, pemenang pertama Bogor Leaders Talk, Muhammad Solahudin Al-Ayubi menyampaikan, ruang aspirasi dalam BLT ini merupakan wadah yang pas untuk menyergap ide-ide muda dalam membangun Kabupaten Bogor.

“Seperti ide Sakola Kita yang pernah saya sampaikan saat di BLT, karena konsen di dunia pendidikan akhirnya kemarin saya dengan temen-temen mengkonsep dengan bahasa Inggris yaitu Global Youth Education agar lebih mendunia, tetapi konsepnya sama,” paparnya.***

Makam 8 Meter di Banten Milik Ki Mas Dawa

Bogordaily.net – Di Karangasem Kelurahan Pancur, Kecamatan Takatan, Kota Serang, Banten terdapat sebuah makam yang tak biasa.

Makam tersebut memiliki panjang 8 meter. Warga sekitar menyebut bahwa makam panjang itu milik Ki Mas Dawa.

Selain memiliki ukuran yang tak biasa, terlihat di makam itu juga terdapat tiga batu nisan yang namanya sama semua.

Makam panjang itu menjadi salah satu objek wisata religi di Banten yang kerap didatangi para peziarah. Biasanya para peziarah datang ke tempat itu saat hari besar Islam.

Makam Ki Mas Dawa ini memang tidak sepopuler makam para sultan di kawasan Kesultanan Banten Lama.

Namun, Ki Mas Dawa merupakan salah satu tokoh yang berjuang dan berkontribusi besar dalam menyebarkan agama Islam di wilayah Serang tersebut.

Berdasarkan informasi masyarakat sekitar, Ki Mas Dawa memiliki nama asli Ki Mas Jaya Kusumo. Almarhum hidup sezaman dengan salah satu tokoh perjuangan Islam di Banten, yaitu Ki Sayar pada abad ke-16.

Ki Mas Dawa merupakan panglima, penasehat, tentara sekaligus santri Ki Sayar. Dia banyak membantu Ki Sayar dalam menyebarkan agama Islam di tanah Jawara Banten.

Nama Dawa pada makam sepanjang 8 meter tersebut merupakan simbolis dari perjalanan panjang sejarah perjuangan Ki Mas Dawa dalam menyebarkan Islam di Banten.

Ki Mas Dawa masih ada kaitan sejarah dengan makam di Demak dan di Ujung Kulon. Warga sekitar tidak banyak mengetahui sejarah detail tentang perjalanan kisah Ki Mas Dawa dan Ki Sayar.

Untuk itu para pemuda setempat berupaya untuk mengembangkan dan menggali informasi yang berada di lingkungan Karangasem tersebut.

Sehingga warga sekitar dan Banten dapat mengetahui banyak sejarah menarik yang harus digali.

Ketua Pokdarwis Karang Asem, Rido Dinata mengatakan bahwa pihaknya tengah mengembangkan potensi yang dimiliki warga Kelurahan Pancur.

Menurutnya banyak potensi sumber daya alam dan manusia yang menjadi daya tarik masyarakat. Sehingga ke depan, lingkungan Karang Asem menjadi alternatif wisata religi baru yang ada di wilayah Banten.

“Saat ini bertahap lah. Ingin mengembangkan segala potensi yang ada di lingkungan kami. Sehingga, kami bersama pemerintah setempat berupaya agar kampung ini menjadi destinasi wisata religi di Banten,” ujar Rido seperti dikutip dari Banten News.

“Karena di sini juga ada banyak potensi kuliner khas daerah dan potensi alam yang mesti diketahui masyarakat sekitar. Sehingga tradisi lokal di sini tidak tergerus oleh jaman,” tambahnya.

Ia menyebutkan selain makam panjang Ki Mas Dawa, ada beberapa situs lain yang menarik di antaranya Makam Ki Sayar, Situs Batu Gilang dan beberapa kerajinan tangan warga sekitar seperti serotong yakni alat hisap rokok yang terbuat dari kayu.***

Stop Proyek Infrastruktur Besar Saat Pandemi, RR: Alokasikan untuk Tiga Sektor Ini

0

Bogordaily.net – Mantan Menko Perekonomian Dr Rizal Ramli mengatakan, untuk memberhentikan proyek infrastruktur besar saat pandemi, dana anggaran harus dialokasikan ke sektor yang lebih penting.

Karena itu, untuk mengurangi dampak Corona terhadap ekonomi, kata Rizal, inilah saatnya untuk menggeser secara radikal dengan melakukan alokasi APBN 2020.

“Stop (moratorium) proyek-proyek infrastruktur besar 2020. Harus berani, jangan gengsi. Alokasikan hanya untuk sektor kesehatan, makanan dan daya beli rakyat miskin,” ujarnya.

Menurut Rizal, ekonomi Indonesia memang sudah terus anjlok, walau tidak terjadi pandemi Virus Corona.

Hal itu, katanya, karena salah kelola, mabok utang dan pengetatan makro. Karena itu, ekonomi Indonesia hanya akan tumbuh 4% tahun 2020.

Kalau tindakan terhadap Corona itu efektif, maka ekonomi kita hanya akan anjlok minum 1%. Tapi jika tidak effektif, maka ekonomi akan anjlok -2% lagi.

Lanjutnya, Indonesia bukan negara kaya, sehingga tidak boleh melakukan ‘macro pumping’ atau melakukan ‘buyback’ saham-saham BUMN lain.

“Amerika saja yang negara kaya, melakukan pumping macro ratusan milyar dollar lewat FED ternyata tidak efektif, hanya kurang 2 jam index naik, habis itu anjlok,” ujar Rizal mengingatkan.

Karena itu, Rizal mengatakan, agar Indonesia belajar dari negara Korea Selatan yang dinilainya sukses dan efektif, dalam menangani pandemi Corona.

Negara itu telah belajar dari kasus SARS yang terjadi sebelumnya, dengan melakukan evaluasi terhadap langkah yang efektif dan menyiapkan Standard Operation Procedures (SOP).

Karena itu, ketika serangan Corona datang, mereka tinggal menggunakan SOP yang ada tanpa perlu banyak rapat dan koordinasi.

Rizal mengatakan, pemerintah mesti menggunakan momentum pandemi corona ini untuk menggenjot produksi dalam negeri, seperti pertanian, buah-buahan dan sayur-sayuran.

Selain itu membantu kredit, bibit, pupuk sehingga bisa melakukan panen dalam setiap 3 bulan.

“Ajak IPB untuk bantu peta kecocokan tanah. Jangan bisanya impor, import doang. Payah amat sih,” ujarnya.

Menyinggung nilai tukar rupiah, menurut Rizal, nilai tukar rupiah makin anjlok bahkan sudah menembus Rp15.200/ US$, dan index IHSG sudah anjlok dari 6000-an ke-4500-an.

“Jangan biarkan mata uang Rupiah dan Index terombang-ambing dengan shocks dan volatilitas yang sangat besar. Ubah flexible exchange menjadi fixed exchange di Rp15.500/$ untuk 1 tahun,” ujarnya.

Rizal mengatakan, jangan membiarkan external dan internal shock dengan volatilitas yang sangat besar, merusak ekonomi dan korporasi nasional.

Karena itu, dia mengusulkan juga agar pemerintah membekukan perdagangan saham sampai waktu yang belum ditentukan, jika dibuka terus maka nilainya akan semakin anjlok dan hanya membuat kita semakin panik.

“Ini adalah momentum untuk tukar (swap) utang-utang Indonesia yang yieldnya sangat tinggi (7-8%), karya Menkeu ‘terbalik’ yang sangat merugikan bangsa kita. Kerugian karena bond kemahalan itu 110-120T. Padahal yield bond di Jepang, Eropa negatif. Segera negosiasi swap bond, menghemat 110T!,” pungkasnya

Sebelumnya, Rizal Ramli juga mengatakan, respon pemerintah menyikapi pandemi Covid-19 sangat lambat dan “ngawur”. Karena itu, kita kehilangan waktu sangat berharga yaitu selama 2,5 bulan.

“Pada awal Corona, respons Indonesia sangat lambat dan terlambat padahal di Wuhan telah terjadi akhir tahun 2019. Kelambatan tersebut terutama karena ‘sungkan’ takut menyinggung Tiongkok. Kedua, pejabat-pejabat RI mengambil sikap ‘self denial’ (menolak kenyataan). Kita kehilangan 2,5 bulan,” ujar Rizal Ramli dalam acara “Indonesia Lawyers Club” di sebuah televisi swasta, di Jakarta 18 Maret 2021.

Rizal mengatakan, kita kehilangan banyak waktu yang seharusnya bisa dilakukan untuk scanning, monitoring dan testing potensi penularan Corona. Karena itulah hal ini membuat negara-negara lain seperti Australia, Singapore, WHO tidak percaya pada statistik kasus Corona di Indonesia.

RR panggilan sapaannya juga menilai bahwa, respons atas kebijakan pertama terhadap Corona tersebut juga sangat ngawur.

Respons yang dimaksudkan Rizal Ramli yaitu terkait dengan rencana pemerintah untuk membiayai influencer senilai Rp 72 milyar dan melakukan subsidi airline untuk meningkatkan turisme.

“Bener-bener ngawur, seluruh dunia mau kurangi turis asing, ini malah mau tingkatkan. Kualitas orang di sekitar Jokowi payah,” ujar RR.

Selain itu, katanya, pemerintah juga masih saja mengizinkan pekerja-pekerja asal Tiongkong untuk masuk Indonesia hanya karena kepentingan bisnis pejabat penguasa.

“Sing eling eui, ingat kepentingan nasional!! Nora amat sih,” ujarnya.

Namun terkait masuknya warga China itu, segera dibantah oleh Juru Bicara Presiden Fajroel Rahman. Dia mengatakan bahwa, orang China yang datang ke Indonesia itu menggunakan visa berkunjung.

Menurut Rizal, sebagai bangsa kita memang terbiasa dan sangat asyik jika membahas apa yang terjadi hari ini. Tetapi tidak terlatih untuk melihat dan melakukan antisipasi terhadap masa depan, sehingga sering terlambat jika menghadapi shocks global seperti corona. Adv

27 ASN Terpapar Covid-19, Balai Kota Bogor Ditutup

0

Bogordaily.net – Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, Balai Kota Bogor dan kantor-kantor pemerintahan akan ditutup sementara mulai Rabu 23 Juni 2021 besok.

Hal ini disampaikan Bima Arya, dikarenakan ada 27 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dinyatakan positif Covid-19.

“Untuk itu saya menginstruksikan untuk melakukan penutupan sementara Balai Kota dan kantor-kantor pemerintahan lainnya dengan melakukan work from home (WFH) hingga Senin, 28 Juni 2021,” ujar Wali Kota Bogor, Bima Arya, Selasa 22 Juni 2021.

Sementara layanan Disdukcapil bisa melalui Kecamatan. Untuk BPBD melakukan sterilisasi atau desinfeksi di seluruh dinas.

Wali Kota Bogor, Bima Arya ini kembali mengingatkan warganya agar jangan lengah dan terus terapkan protokol kesehatan.

“Perkantoran lainnya di Kota Bogor melakukan penyesuaian sistem kerja, bagi para karyawan masing-masing,” terangnya.

Terlebih lagi, Bima Arya menyampaikan, kepada warga Bogor bahwa diberlakukan pembatasan jam operasional untuk cafe, mall, restoran hingga pukul 20:00 WIB.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tidak ingin kedepan memberlakukan kebijakan yang lebih jauh lagi, sehingga berdampak pada perekonomian.

“Karena itu saat ini mari kita taati protokol kesehatan. Terus siaga dan tetap waspada,” ungkapnya.***

Tak Kunjung Pulang, Gadis Ini Hilang Secara Misterius

0

Bogordaily.net – Seorang gadis asal Kampung Langkob, Desa Gunung Picung, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor dikabarkan hilang tak ada kabar selama satu bulan lebih. Pasalnya ia pergi meninggalkan rumah bersama laki-laki sejak bulan Mei 2021.

Gadis bernama Hasanah yang baru berumur 18 tahun tersebut pamit pergi kepada kedua orang tuanya. Tidak jelas tujuannya kemana, saat Hasanah pergi, kedua orang tuanya mengungkapkan bahwa Hasanah tidak membawa apa-apa termasuk ponsel pribadinya.

Sampai saat ini, sejak 17 Mei 2021 sudah terhitung satu bulan lebih Hasanah meninggalkan rumah. Kedua orang tuanya sudah berusaha mencari lantaran mendapat pesan melalui media sosial Facebook setelah satu hari putrinya pergi.

Dari pesan Facebook yang diterima oleh kedua orang tuanya, Hasanah mengatakan bahwa dirinya bekerja di salah satu butik daerah Jakarta Selatan.

Setelah mendapat kabar, ayahnya Darwin mencari putrinya ke Jakarta. Namun, alhasil tidak kunjung berhasil menemukannya. Selain itu ada kabar pula bahwa putrinya bekerja di Bekasi. Hasilnya tetap sama, Darwin tidak menemukan putrinya.

Menanggapi hal tersebut, kedua orang tua Hasanah mengaku bahwa anaknya tidak pernah meminta izin untuk bekerja di luar daerah asal. Mereka pun kini bingung Hasanah tak kunjung pulang. Ditambah ada dugaan bahwa Hasanah pergi bersama kerabat laki-laki dari ayahnya.

Sementara itu, Kapolsek Cibungbulang, AKP Agus Permana mengatakan kalau belum mengetahui terkait informasi hilangnya Hasanah karena belum adanya laporan.

“Saya belum mendapatkan informasi detail, saya akan melakukan pengecekan terlebih dahulu. Karena belum ada laporan yang kami terima,” ujar Agus dikutip dari Tribunnews pada Senin, 21 Juni 2021.

Agus pun mengungkapkan, anggota aparat kepolisian setempat akan mendatangi rumah orang tua Hasanah untuk keterangan lebih lanjutnya.

“Bhabinkamtibmas Desa Gunung Picung hari ini akan datang ke rumah yang bersangkutan untuk mendengar dan mengetahui kronologi,” tegas Agus.

Kedua orang tua Hasanah berharap bahwa anaknya segera pulang dengan selamat walafiat.***

Petugas Nembak Angka Stand Meter? Cek Fakta Yuk..

0

Bogordaily.net – Tugas pembaca meter itu sangat berat, terlebih di masa pandemi Covid-19. Mereka dibebani target akurasi bacaan yang sangat tinggi dengan segala dinamikanya di lapangan.

Saat bertugas, mereka dilengkapi aplikasi pembacaan angka stand yang langsung terhubungan dengan sistem informasi pelanggan, atau Costumer Informasi System (CIS) yang dipantau langsung para manager dan direksi.

Jadi tidak ada istilah “nembak angka”, karena kerja mereka diawasi langsung atasannya, termasuk oleh pelanggan sendiri.

Jika pelanggan Tirta Pakuan ingin tahu berapa angka meter yang dicatat petugas, apakah sesuai dengan angka meter yang ada di rumah pelanggan.

Kemudian jika rumah kosong atau terkunci, maka pelanggan akan dikenakan pemakaian rata-rata 6 bulan terakhir sesuai perda nomer 2 tahun 2004 tentang pelayanan air minum PDAM Tirta Pakuan.

Silahkan hubungi call center di 0251-8324-111 atau chat Whatshapp 0811-1182-123.Adv