Sunday, 5 April 2026
Home Blog Page 7319

Ibu-ibu Naik Motor, Nyelonong Masuk Tol

0

Bogordaily.net – Sebuah video viral di media sosial yang memperlihatkan aksi seorang ibu-ibu megendarai sepeda motor masuk ruas tol dalam kota.

Dalam video tersebut pengendara motor menggunakan baju berwarna biru dan helm hitam masuk ke ruas jalan tol dan ngetap kartu E-toll.

saat palang pintu tol terbuka, ibu-ibu tersebut langsung tancap gas dijalan yang mengarah ke Bandara Soekarno-Hatta dan tidak terlihat satu petugas di sana.

Perekam video yang mengendarai mobil tepat berada di belakang ibu tersebut, nampak heran dengan aksi pengendara sepeda motor itu.

Seorang perekam mengatakan, bahwa tidak ada petugas di lokasi kejadian saat pelaku dengan santai mengendarai sepeda motor di jalan tol,

“Nggak ada polisi,” kata seorang perekam video.

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 Pasal 38 Ayat 1 sepeda motor tidak diperbolehkan masuk ke jalan tol.

“Jalan tol hanya diperuntukan bagi pengguna jalan yang menggunakan kendaraan bermotor roda empat atau lebih,” ucap Kepala Induk Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Metro Jaya AKP Bambang Krisnady pada Rabu 21 April 2021, dilansir dari Inews.

Dalam PP Nomor 15 Tahun 2005 Pasal 38 Ayat 1 pengendara tersebut tidak memenuhi syarat dan sengaja masuk dan berkendara di jalan tol dapat dipidana paling lama 14 hari atau denda maksimal Rp13 juta.

Dalam Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 yang mengatur Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 287 ayat 1 dijelaskan, setiap orang yang mengendarai kendaraan bermotor di jalan yang melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan Rambu Lalu Lintas atau Marka Jalan dipidana dengan pidana kurungan paling lama dua bulan. Atau juga denda paling banyak Rp3 juta. ***

Polemik Kamus Sejarah Kemendikbud RI, Korpus DEMA PTKIN Se-Indonesia Kritik Nadiem Makarim

0

Bogordaily.net – Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri Seluruh Indonesia (DEMA PTKIN) Se Indonesia, memprotes keras Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

Protes tersebut terkait tak masuknya nama pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari dalam Kamus Sejarah Indonesia, terbitan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud.

Onky Fachrur Rozie Koordinator Pusat Dewan Eksekutif Mahasiswa menyampaikan protes keras, karena Mbah Kiai Hasyim Asy’ari yang merupakan Pahlawan Nasional sekaligus pendiri Ormas NU tak diakui dalam kamus tersebut.

“Kami protes keras karena KH Hasyim Asy’ari tidak tertulis dalam kamus sejarah Indonesia, terbitan dari Dirjen Kebudayaan Kemendikbud,” Tegas Onky Fachrur Rozie.

Onky merasa ada yang aneh dengan Kemendikbud RI, sebab pahlawan Nasional sekaligus pendiri NU tidak diakui.

Sementara tokoh yang dianggap menyokong paham radikalisme dan Gubernur Belanda, serta militer jepang masuk dalam kamus tersebut.

“Ada yang aneh dengan Kemendikbud hari ini karena kerap kali menuai kontroversi seputar pendidikan” ujarnya.

Ahmad Rifaldi Sekretaris Pusat DEMA PTKIN Se Indonesia juga menyampaikan protes keras, atas kegaduhan dan polemik kamus sejarah Kemendikbud RI.

Dia menyayangkan tindakan Kemendikbud yang dianggap tidak mengakui Mbah Kyai Hasyim Asy’ari sebagai pahlawan nasional.

“Ini sungguh melukai hati kami dan kami semua kecewa kepada menteri pendidikan dan kebudayaan yang menghilangkan nama Mbah Kyai Hasyim Asy’ari, harusnya Kemendikbud menghargai jasa para pahlawan bangsa,” ujarnya.

DEMA PTKIN Se Indonesia juga menganggap bahwa Kemendikbud RI sering membuat polemik, dan kegaduhan berkaitan dengan pendidikan, sejak awal Nadiem Makarim menjabat sebagai Menteri.***

Begini Cara Bupati Bogor Peringati Hari Kartini

Bogordaily.net – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Bupati Bogor Ade Yasin, lakukan diskusi secara virtual dengan para pemimpin perempuan Indonesia, di Ruang Pendopo Bupati Bogor, Rabu 21 April 2021.

Diskusi dalam rangka Peringatan Hari Kartini secara virtual dilakukan bersama sejumlah pemimpin perempuan Indonesia, mulai dari pusat Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah KLHK RI Winarni, hingga daerah, Bupati Probolinggo Tantriana Sari serta Dirut Eksekutif Yayasan Alam Sehat, Nurfebriani.

Hal ini berkaitan dengan menjaga lingkungan di masa pendemi, sebagai upaya menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya bencana alam di Kabupaten Bogor, fokus pada penataan kawasan hulu, membangun lima waduk dan kolaborasi dengan daerah tetangga.

Bupati Bogor Ade Yasin menyatakan, konservasi untuk menjaga dan melestarikan lingkungan di Kabupaten Bogor, itu menjadi program prioritas sebagai upaya penanganan dan pencegahan bencana alam di Kabupaten Bogor, yang berdampak terhadap daerah sekitar seperti, DKI Jakarta, Bekasi, Kota Bogor, dan Kota Depok, karena sungai yang mengalir ke Jakarta berasal dari Kabupaten Bogor.

“Salah satu upaya konservasi lingkungan yang kita lakukan melalui penanaman puluhan ribu veritifer secara masal di daerah zona merah bencana alam. Sehingga alam lebih kuat karena ditanam pohon dengan akar yang kuat,” ujar Bupati Bogor Ade Yasin, Rabu 21 April 2021.

Kemudian menurut Ade Yasin, upaya menjaga dan melestarikan lingkungan Kabupaten Bogor juga dilakukan melalui rencana pembangunan lima waduk yang tersebar di beberapa wilayah, yakni, Waduk Sukamahi di Megamendung, Waduk Ciawi, Waduk Narogong, Cibeet dan Cijurey yang bekerjasama dengan Pemerintah Pusat.

“Meskipun harus mengorbankan beberapa lahan sawah seperti pembangunan Waduk Cibeet dan Cijurey, tapi untuk kepentingan bersama kita harus bisa korbankan persawahan yang cukup bagus. Ini sebagai wujud keseriusan kami dalam menangani persoalan bencana di zona rawan banjir,” katanya.

“Kami juga sudah lakukan kerjasama dan komunikasi dengan kota-kota mitra seperti Bekasi, Jakarta dan Depok untuk mencegah terjadinya bencana alam,” sambungnya.

Lanjut Bupati, Kabupaten Bogor memiliki 9 aliran sungai yang salah satunya mengalir langsung ke Jakarta seperti Cisadane dan Ciliwung.

Ade Yasin menjelaskan, terdapat 7 lintasan sungai yang sering menyebabkan bencana banjir, Cileungsi, Cikeas, Cidurian, Ciaruten, Cisadane, Cibeet dan Ciliwung yang mengalir ke Jakarta.

“Kita, Pemkab Bogor dengan Bekasi sudah lakukan kerjasama yang dituangkan dalam MoU penanggulangan pengendalian pencemaran dan pengendalian sampah di aliran Sungai Cileungsi dan Cikeas. Penanganan banjir ini harus hulu, tengah dan hilir, terintegrasi dan kolaborasi dengan beberapa daerah seperti Kota Bogor, DKI Jakarta dan Bekasi,” jelasnya.

Kemudian Ade juga mengatakan Pemerintah Kabupaten Bogor tengah fokus mengembangkan wisata alam berbasis koservasi di desa-desa, dikelola oleh Bumdes.

Hal ini sejalan dengan misi pembangunan berkelanjutan, agar semua merasa berkepentingan menjaga lingkungan untuk tetap bersih lestari agar dapat menarik wisatawan dan mendapatkan manfaat ekonomi.

Dengan peringatan Hari Kartini, Ade mengatakan bahwa Pemkab Bogor melibatkan banyak ibu rumah tangga dalam program Kabupatenku green and clean, yaitu Instruksi Bupati agar setiap desa diharuskan ada satu kampung ramah lingkungan, yang memilah dan mengelola sampah dari sumbernya yaitu rumah tangga.

“ini sangat melibatkan peran perempuan yaitu, para ibu rumah tangga bagaimana memilah, mendaur ulang, dan menjadikan sampah rumah tangga lebih bernilai. Ini penting sebab sampah ini juga salah satu faktor penyebab banjir,” ungkapnya.***

 

Perumda PPJ Gandeng KKP dan DKP Gelar Bazar Ikan Murah

Bogordaily.net – Dibulan Suci Ramadhan, Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota bogor bekerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Bogor, menggelar Bazar Ikan Segar di Halaman Pasar Sukasari.

Pasar mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB, Rabu 21 April 2021.

Mengkonsumsi ikan segar sangat penting, sebagai salah satu asupan protein hewani bagi kesehatan tubuh kita, agar tambah sehat dan cerdas.

Bazar Ikan

Adapun delapan vendor dalam bazar ikan segar tersebut yakni lima vendor berasal dari produk KKP dan tiga diantaranya merupakan vendor dari Kota Bogor.

Penanggung Jawab dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bogor, Seni menyampaikan bahwa di dalam bulan ramadhan ini pihaknya ingin mempermudah masyarakat untuk mendapatkan ikan ikan beserta olahannya yang memang berkualitas baik.

“kita tidak bisa membedakan mana ikan yang kualitas baik dengan harga yang baik juga pastinya, tentunya di masyarakat umumnya ingin murah dalam artian kualitatif bukan kuantitatif. Mereka bisa memilih untuk membeli yang murah hanya kualitas kan tidak bisa menjamin,” ujar Penanggung Jawab dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bogor, Seni.

Lanjut Seni, dengan adanya kegiatan ini KKP mencoba meng hiyer beberapa vendor di Bazar Ikan Segar ini dalam memberi pelayanan pada konsumen dengan ikan ikan yang kualitas nya baik dengan harga sesuai.

Bazar Ikan

“Contoh fillet dori ½ kg nya di Bazar kami seharga 50 ribu (lebih dari 1 slice-red), sementara di tempat lainnya 1 slice nya 35 ribu, lumayan jauh harganya, diharapkan dari kegiatan ini Bazar seperti ini bisa bergaung di Kota Bogor dan bukan hanya event Ramadhan saja, akan tetapi misalnya seperti Hari Jadi Bogor (HJB) kedepannya,” katanya.

Seni berharap, dengan kondisi Pandemi seperti ini, kegiatan bazar tidak bisa dilaksanakan di sembarang tempat, dilaksanakan di pasar karena konsumen tidak diundang untuk berkerumun akan tetapi pasar merupakan tempat konsumen mencari kebutuhan sehari hari, tentunya harapannya kegiatan tersebut dapat membantu warga mendapatkan ikan murah dan segar.

Sementara itu, Asisten Manajer Pengembangan Usaha dan Unit Bisnis Perumda PPJ, Kurnia Saparida menambahkan dalam Kegiatan Bazar Ikan Segar ini, produk bisa lebih variasi dan lebih menekan kan keberagaman produk ikan bukan hanya produk olahan sehingga masyarakat bisa memperoleh ikan yang lebih variatif yang biasanya hanya dijual dipasar swalayan besar. ***

Dewan Pers Gelar Uji Kompetensi Wartawan

Bogordaily.net – Dewan Pers akan kembali melakukan peningkatan profesionalisme wartawan melalui pelatihan dan fasilitasi uji kompetensi wartawan pada Mei. Kegiatan berlangsung di 34 provinsi.

Komisi Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Profesi Dewan Pers, Jamalul Insan mengatakan bertambahnya jurnalis yang kompeten semakin optimis berita dan informasi yang sampai kemasyarakat bisa dipertanggungjawabkan.

“Semakin bertambahnya jurnalis yang kompeten kita semakin optimistis berita dan informasi yang disampaikan ke masyarakat kian dapat dipertanggungjawabkan,” kata Jamalul Insan, dalam siaran pers Rabu 21 April 2021.

Sebelumnya, Dewan Pers bersama 18 lembaga uji kompetensi yang berasal dari organisasi profesi dan perguruan tinggi, melaksanakan UKW di 18 provinsi dan dinyatakan kompeten pada Februari hingga Maret 2021.

Tugas dan tanggung jawab wartawan atau jurnalis yang sudah dinyatakan kompeten akan semakin berat karena harus menjunjung tinggi dan melaksanakan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan UU Pers Nomor 40 Tahun 1999, dalam menjalankan profesinya.

Fasilitasi UKW tahun ini merupakan kelanjutan dari program 2020 yang tidak dapat dilaksanakan, karena pandemi Covid-19.

Pada tahun lalu, acara pelatihan dan uji kempetensi wartawan hanya dilakukan di satu provinsi yaitu Sumatera Barat dengan jumlah 24 peserta dari rencana awal yang direncanakan berlangsung di 20 provinsi dengan target 480 peserta.

Wakil Ketua Dewan Pers, Henry Ch Bangun mengatakan tahun ini menjadi 34 provinsi dengan target 1.700 peserta.

“Pada 2021 ini ditambah menjadi 34 provinsi dengan target 1.700 peserta,” kata Henry Ch Bangun, Wakil Ketua Dewan Pers.
Dalam Peraturan Dewan Pers No. 1 tahun 2010, yang diperbarui dengan Peraturan Dewan Pers No. 4 tahun 2017 tentang Sertifikasi Kompetensi Wartawan menyebutkan tujuan dari diadakannya sertifikasi wartawan di antaranya meningkatkan kualitas dan profesionalitas wartawan, dan bagian dari sistem evaluasi kinerja wartawan oleh perusahaan.

Sertifikasi wartawan juga bagian dari upaya menegakkan kemerdekaan pers berdasarkan kepentingan publik serta bertujuan menjaga harkat dan martabat kewartawanan sebagai profesi penghasil karya intelektual, menghindari penyalahgunaan profesi, dan menempatkan wartawan pada kedudukan strategis dalam industri pers.

“Produk jurnalistik adalah karya intelektual, proses menggali informasi sampai menyiarkan dalam bentuk berita harus berdasarkan fakta dan dapat dipertanggungjawabkan,” ucap Hendry.

Seperti tujuan sertifikasi, wartawan memiliki posisi yang strategis dalam industri media, tidak sekadar buruh, pekerja, yang sekadar komponen pelengkap. Ruang redaksi harus diiisi oleh orang yang memiliki kompetensi sesuai tingkatannya.

“Media berperan dalam membangun dan membentuk opini publik – bahkan menggunakan frekuensi publik di media penyiaran -harus dikelola orang yang memiliki kompetensi,” tutur Hendry.

Sampai saat ini masih banyak laporan masyarakat tentang penyalahgunaan profesi wartawan. Tidak sedikit kepala desa, kepala sekolah, pejabat operasional di tingkat kabupaten/kota, yang didatangi dan diintimidasi bahkan hingga pemerasan, oleh orang yang mengaku sebagai wartawan.

Mereka atau wartawan selalu datang dengan alasan untuk konfirmasi kasus penyelewengan dana, rencana pengadaan barang atau pengerjaan proyek.
Wartawan yang sudah mengikuti sertifikasi akan memiliki kartu kompetensi menjadi bukti bahwa mereka yang memegang kartu tersebut dalam bekerja sudah memenuhi standar kompetensi wartawan, dan memegang teguh kode etik jurnalistik.

Kartu kompetensi juga bertujuan melindungi masyarakat, agar bisa membedakan wartawan baik yang bertujuan memberitakan, sehingga patut diterima dan diberi informasi, dan wartawan yang hanya memeras dan mengintimidasi sehingga patut dilaporkan ke polisi. ***

Ngabuburit Anti Mainstream, Berkuda di Kampung Loji

0

Bogordaily.net – Bulan Ramadhan tidak bikin diam diri dan bermalas-malasan di rumah, seperti yang dilakukan warga di Kampung Loji tengah asyik ngabuburit anti mainstream dengan berkuda.

Badru Sapta pria kelahiran 1975 itu dikenal sebagai tukang kuda yang lihai, tidak hanya tangkas menunggang kuda, ia juga cekatan dalam merawat kuda-kudanya.

Disaat orang mengisi ngabuburit dengan cara tidur, melakukan kegiatan sosial, hingga berburu takjil sambil jalan-jalan sore, ia melatih hobinya dengan berkuda.

Sebagai pegiat olahraga berkuda, Badru memilih melakukan kegiatan anti mainstream ini untuk menunggu waktu berbuka, dengan menunggangi kuda miliknya sebari keliling di area 6000 meter.

Pemilik Gaza Stable sekaligus pegiat olahraga berkuda Badru Sapta mengatakan, pihaknya memang membuat jadwal khusus untuk ngabuburit bagi masyarakat, yang ingin menikmati wisata berkuda pada sore hari.

“Untuk warga sekitar memang kita tidak patok harga, tapi kalau untuk warga luar Sukamakmur tarifnya Rp 50 ribu setelah ashar, sampai jelang berbuka puasa,” ungkapnya saat ditemui Iwan Alqodrie youtuber Bogor, pada Sabtu 17 April 2021.

Helmi (14) salah satu anak yang ikut serta dalam ngabuburit anti mainstream tersebut, ia sudah mahir menunggangi kuda, dan tidak lagi dilatih.

Anti mainstream
Berkuda di Kampung Loji. (Istimewa/Bogordaily.net)

Helmi mengaku sudah berlatih berkuda selama dua bulan, sebab itu ia tidak merasa takut ketika kuda yang ditungganginya berlari kencang.

“Awalnya takut, sekarang sih udah nggak karena udah latihan kurang lebih dua bulan lah,” ujarnya.

Lanjut Badru, menjelaskan bahwa berkuda adalah salah satu olahraga yang tidak hanya memberi manfaat untuk kesehatan namun juga bernilai pahala.

“Karena berkuda adalah salah satu sunnah Rasul, dimana Beliau bersabda untuk mengajarkan memanah, berenang dan berkuda, dan di hadist dikatakan bahwa di ubun ubun kuda terikat kebaikan dan keberkahan sampai hari kiamat,” pungkasnya.

Jika ingin ngabuburit yang anti mainstream seperti Badru, bisa datang langsung di lapangan latihan berkuda di Kampung Loji, Cibadak, Sukamakmur, Kabupaten Bogor, kegiatan ini terbuka untuk umum dan akan selalu ada setiap harinya. ***

Waw Juliari Batubara Terima Suap Rp 32,4 Miliar

0

Bogordaily.net – Mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara didakwa telah menerima suap sebesar Rp 32,4 miliar, dari para pengusaha dalam kasus korupsi bansos Corona Jabodetabek 2020.

Dakwaan tersebut diucapkan langsung Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK dalam sidang perdana, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (tipikor), Jakarta Pusat, Rabu 20 April 2021.

Uang suap tersebut berkaitan dengan kewenangan Julian untuk melakukan penunjukan secara langsung, kepada perusahaan penggarap proyek yaitu PT Pertani, PT Mandala Hamonganan Sude dan PT Tigapilar Agro Utama.

Juian menerima uang korupsi tersebut melalui dua anak buahnya, Plt Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Kemensos, Adi Wahyono dan mantan pejabat pembuat komitmen atau (PPK) Kemensos RI, Matheus Joko Santoso.

JPU merincikan uang Rp 32 miliar yang diterima Jualian melalui dua anak buahnya Adi Wahyono dan Matheus Joko.

Yang pertama didapatkan dari Konsultan Hukum, Harry Van Sidabukke, senilai Rp 1,28 miliar.

Lalu dari Presiden Direktur PT Tigapilar Agro Utama, Ardian Iskandar Maddanatja, senilai Rp 1,95 miliar, serta sebesar Rp 29 miliar berasal dari para pengusaha penyedia barang lainnya.

“Terdakwa selaku Menteri Sosial RI sekaligus pengguna anggaran di Kemensos RI mengetahui, atau patut menduga uang-uang tersebut diberikan karena terkait dengan penunjukkan PT Pertani (Persero), PT Mandala Hamonangan Sude, dan PT Tigapilar Agro Utama, serta beberapa penyedia barang lainnya dalam pengadaan bansos sembako,” tutur JPU

Atas kasus korupsi itu, Juliari Batubara dan Adi Wahyono dikenakan dakwaan alternatif yaitu Pasal 12 huruf (b) atau pasal 11 Jo Pasal 18 UU No. 19 tahun 1999, telah diubah menjadi UU No. 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP.***

Bertemu Pengurus Al-Irsyad, Menag: Kami Siap Bersinergi dengan Ormas Islam

0
Bogordaily.net – Bertemu pengurus Al-Irsyad, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas berkomitmen mengintensifkan komunikasi dengan seluruh ormas Islam.
Karena komunikasi adalah kunci membangun sinergi untuk memajukan bangsa.
“Prinsipnya, Kemenag ingin membangun sinergi dengan seluruh ormas Islam yang ada. Dan kami sadar, ini semua dapat dilakukan dengan membangun komunikasi yang intensif,” ujar Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Selasa 20 April 2021.
Kemudian Ia menambahkan, keberadaan ormas Islam dengan berbagai pandangan yang dimiliki, sejatinya dapat menjadi kekuatan bangsa Indonesia.
Hal ini dimungkinkan bila terdapat sinergi yang baik antar ormas, maupun dengan pemerintah.
“Memperbaiki ukhuwah islamiyah itu menjadi kata kunci. Manyatukan pasti sulit, tapi komunikasi harus dibangun,” katanya.
Yaqut juga menyampaikan, Kemenag mengapresiasi kehadiran Al-Irsyad yang selama ini telah mewarnai kehidupan keberagamaan di Indonesia.
“Saya kira kami juga sangat terbuka untuk bisa bersinergi dengan Al-Irsyad melalui program yang dimiliki,” ucapnya.
Sementara itu, Pimpinan PP Al-Irsyad Faizol N bin Madi menyampaikan, saat ini lembaga yang dipimpinnya bergerak dalam bidang dakwah, pendidikan, serta sosial ekonomi.
“Untuk bidang pendidikan, kami bahkan punya lembaga yang berada di perbatasan Papua Nugini. Di bidang sosial ekonomi, kami punya rumah sakit dan aktif juga terlibat dalam penanganan bencana-bencana,” kata Faizol.
“Terbaru, di lombok kita membangun seribu rumah, untuk korban bencana alam di sana,” tambahnya.
Lalu ia mengungkapkan maksud kedatangannya ke Kemenag bertujuan untuk meminta dukungan, dan support  pemerintah terhadap pergerakan ini.
“Yang paling dekat, kami berharap Kemenag dapat mendukung untuk pemberian rekomendasi penyelenggaraan lembaga pendidikan di bawah Kemenag. Kedua, kami berharap dapat memperoleh pelatihan dan sertifikasi falaqiyah bagi kader muda,” ungkapnya.***

Polisi Selidiki Kasus Dugaan Pemotongan BST di Klapanunggal

0

Bogordaily.net – Polres Bogor akan melakukan pemanggilan kepada aparat desa, yang terlibat dalam dugaan kasus pemotongan dana Bantuan Sosial Tunai (BST) di Klapanunggal, Kabupaten Bogor.

Kapolres Bogor, AKBP Harun mengatakan, pihaknya akan secepatnya melakukan pemanggilan terhadap orang yang terlibat di dalamnya

“Pasti kita akan lakukan pemanggilan, karena semua orang yang terkait dalam perkara tersebut, baik itu yang memotong dan kesepakatan memotong itu siapa nanti kita cek semuanya,” kata Kapolres Bogor, AKBP Harun saat melakukan konferensi pers, Selasa 20 April 2021.

Kemudian Harun mengaku, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan.

Namun ia menyakinkan bahwa, kasus BST ini akan dituntaskan secepatnya.

“Masih laporan. Masih dalam lidik, nanti progresnya nanti kita sampaikan lagi. yang pasti kita akan proses,” ucapnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Warga RT 01 RW 02 Desa Klapanunggal, Tati Herawati (62) bersama 7 orang rekannya melaporkan ke Polres Bogor, Cibinong dugaan pemotongan BST sebesar Rp 600 ribu oleh pihak aparat desa setempat.

Bantuan Sosial Tunai (BST) sebesar Rp 600 ribu per bulan selama tiga bulan di Desa Klapanunggal, diduga dipotong oleh aparat desa setempat.

Tati Herawati menjelaskan, pembagian yang dilakukan dua hari lalu yakni Jumat 16 April 2021, ia dan rekannya menerima uang yang berjumlah hanya Rp 300 ribu.

“Kami dapat BST di SMPN 1 Klapanunggal antre di atas panggung dari Kantor Pos, Kami dikasih uang Rp 600 ribu. Begitu turun dari panggung diarahkan ke ruangan. Uangnya dialihkan jadi Rp 300 ribu,” jelasnya.

Menurutnya hal itu merupakan pemaksaan pemotongan hak-haknya dengan alasan akan dibagikan kepada yang belum mendapatkan BST.

Ia merasa rekan lainnya merasa keberatan akan hal tersebut.

Kendati demikian, bahkan dirinya dipaksa untuk menandatangani surat tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Mereka digiring ke suatu kelas usai mendapatkan BST sebesar Rp600 ribu dan dipotong dengan menandatangai surat oleh petugas aparatur desa.

“Berarti kami dapat BST Rp 600 ribu, dipotong paksa jadi hanya terima Rp300 ribu. Karena alasannya akan dialihkan kepada yang belum pernah mendapat BST. Orang-orang itu dari desa, ya benar dipotong oleh aparatur desa,” katanya.

Kemudian Tati mengatakan, merasa diperlakukan kurang sopan oleh para aparatur desa tersebut.

“Kami digiring seperti hewan ke ruangan kelas. Yang menggiring hansipnya ‘bu ke sana dulu’. Sudah masuk ke dalam ditanya ‘ibu uangnya atas nama siapa?’. Terus dia bilang ‘ya udah ibu tanda tangan di sini, uang ibu dialihkan Rp 300 ribu. Jadinya dapat 300 ribu,” Ucapnya.

Saat hal itu, Tati menuturkan pencairan bulan sebelumnya seperti Maret dan April sudah diambil dirinya dengan normal.

Namun dalam pencairan baru-baru ini ia merasa ada potongan paksa.

“Kami lapor karena keberatan apalagi enggak ada pemberitahuan dari awal. Jika memang akan ada pemotongan bisa diinformasikan sebelumnya, dan dengan alasan yang jelas. Nah ini tiba-tiba jadinya kaget,” ungkapnya.***

36 Kota Kabupaten dan 8 Wilayah Diperbolehkan Mudik

0

Bogordaily.net – Pemerintah memperbolehkan 36 kota atau kabupaten dan 8 wilayah yang melakukan pergerakan mudik tahun 2021.

Hal ini sebelumnya pemerintah memberlakukan pengecualian pada sejumlah wilayah, untuk diperbolehkannya mudik pada 6-17 Mei 2021.

Wilayah yang diperbolehkan untuk melakukan aktivitas transportasi, pada 6-17 Mei 2021 disebut sebagai kawasan aglomerasi.

Dalam konferensi pers pada Sabtu, 10 April 2021, Jendral Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiadi mengatakan, wilayah yang diperbolehkan adanya pergerakan transportasi darat dan kereta api rata-rata adalah kawasan perkotaan.

“Jadi untuk kawasan perkotaan ada beberapa daerah yang sudah kami skip dan boleh melanjutkan, atau melakukan kegiatan pergerakan transportasi,” ungkap Budi.

Berikut ini 36 kota dalam 8 wilayah aglomerasi yang boleh melakukan perjalanan sesuai isi Permenhub No. PM 13 Tahun 2021.

Jakarta, Bogor, Depok Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), Medan, Binjai, Deli Serdan, Karo, Bandung Raya, Semarang, Kendal, Demak.

Lalu, Ungaran, Purwodadi, Jogja Raya, Gresik , Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan (Gerbangkertosusila), Makassar, Sungguminasa, Takalar, Maros.

Dalam konferensi pers tersebut juga Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api, Danto Restyawan mengatakan, pihaknya juga melakukan melakuan pengecualian terkait perbatasan frekuensi kereta api.

Wilayah yang masuk dalam pengecualian adalah Jakarta, Bogor, Depok, Tanerang, Bekasi dan Rangkas Bitung.

Kemudian Padalarang, Bandung, Cicalengka, Kutoarjo, Yogyakarta, Solo, Lamongan, Surabaya, Sidoarjo, Bangil, Pasuruan, Mojokerto dan Gresik.

Untuk informasi, Satgas Penanganan COVID-19 merilis Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021,tentang peniadaan mudik lebaran pada 6 sampai 17 Mei 2021.

Surat edaran tersebut berisi tentang peniadaan mudik Lebaran tahun 2021 serta, upaya pengendalian Covid-19 selama bulan suci Ramadhan.

Kepala BNPB selaku Ketua Satgas COVID-19 Doni Monardo, telah menandatangani SE Nomor 13 Tahun 2021 itu pada 7 April 2021 dan berlaku 6-17 Mei 2021.

Dikutip dari Setkab.go.id Doni mengatakan, surat tersebut berlaku mulai 6-17 Mei 2021 dan akan ditinjau lebih lanjut.

“Surat Edaran ini berlaku efektif mulai tanggal 6–17 Mei 2021 dan akan ditinjau lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan atau dengan perkembangan terakhir di lapangan,” tuturnya.

Bagi yang melakukan pelanggaran SE ini akan dikenakan sanksi denda, sosial dan kurungan atau pidana sesuai undang-undang.

Pemerintah membuat SE ini untuk mengatur pembatasan mobilitas masyarakat dan pengendalian fungsi posko Covid-19, di desa dan kelurahan selama Ramadhan dan Idul Fitri.

Hal ini dilakukan agar dapat dilaksanakan pemantauan, pengendalian, dan evaluasi mencegah terjadinya peningkatan penularan Covid-19. ***