Monday, 6 April 2026
Home Blog Page 7624

6 Jenis Uang Kertas Ini Bakal Ditarik dari Peredaran

BOGOR DAILY- Bank Indonesia (BI) mengingatkan bagi masyarakat yang memiliki 6 pecahan uang kertas Rupiah Tahun Emisi 1968, 1975, dan 1977 untuk dapat menukarkannya ke loket penukaran kantor BI terdekat di seluruh Indonesia.

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan enam pecahan uang kertas yang telah dicabut dan ditarik dari peredaran sebagaimana Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No.20/54/KEP/DIR tanggal 4 Maret 1988, dan masih dapat ditukarkan hingga batas waktu tersebut.

“Penukaran uang Rupiah yang telah dicabut dan ditarik dari peredaran tersebut dibuka setiap hari Senin-Jumat, pukul 08.00-11.30 waktu setempat, kecuali pada tanggal 24-25 Desember 2020 sesuai jadwal operasional BI yang berlaku jelang Natal dan Akhir Tahun 2020,” kata Erwin di Jakarta, Selasa (15/12/2020).

Informasi selengkapnya mengenai daftar uang yang telah dicabut dan ditarik dari peredaran dapat dilihat pada https://www.bi.go.id/id/sistem-pembayaran/instrumen/uang-yang-dicabut. BI secara rutin melakukan pencabutan dan penarikan uang Rupiah. Hal tersebut dilakukan dengan pertimbangan antara lain masa edar uang, adanya uang emisi baru dengan perkembangan teknologi unsur pengaman (security features) pada uang kertas.

Berikut uang yang boleh ditukar:

1. Rp100 Tahun Emisi 1968 (Gambar muka: Jenderal Besar TNI (Anumerta) Raden Soedirman);

2. Rp500 Tahun Emisi 1968 (Gambar muka: Jenderal Besar TNI (Anumerta) Raden Soedirman)

3.Rp1000 Tahun Emisi 1975 (Gambar muka: Pangeran Diponegoro);

4.Rp5000 Tahun Emisi 1975 (Gambar muka: Nelayan);

5.Rp100 Tahun Emisi 1977 (Gambar muka: Badak bercula satu);

6. Rp500 Tahun Emisi 1977 (Gambar muka: Rachmi Hatta dengan Anggrek Vanda).

Salshabilla Adriani Kecelakaan Tabrak 2 Mobil

0

BOGOR DAILY-Jakarta – Salshabilla Adriani membawa berita heboh. Sang artis mengalami kecelakaan.

Mobil Mercedes Salshabilla Adriani menabrak dua mobil di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (15/12) malam. Bintang film London Love Story 2 itu kemudian disebut mabuk karena kejadian tersebut.

Ibunda Salshabilla Adriani angkat bicara soal peristiwa tak mengenakkan yang menimpa anaknya. Helen Oktavia mengaku shock saat mengetahui Salshabilla kecelakaan.

Ia langsung ke lokasi kejadian tersebut. Helen Oktavia kemudian mengurusi dua mobil yang ditabrak Salshabilla Adriani.

“Salshanya aman (dari kecelakaan). (Saat ini) Sudah di rumah,” ujar Helen kepada detikcom, Rabu (16/12/2020).

Helen Oktavia mengaku belum mengetahui kejadian detil soal kecelakaan yang menimpa Salshabilla Adriani. Sebab katanya, sang putri belum mau bercerita.

“Salshanya belum sempat cerita. Dia masih syok dan bunda juga masih shock, jadi semalam selesaikan masalah doang,” tutur Helen.

Helen Oktavia lalu mengklarifikasi soal dugaan Salshabilla Adriani mabuk hingga mengalami kecelakaan. Ia membantah hal tersebut dan juga menegaskan anaknya yang berusia 20 tahun itu sudah dites oleh kepolisian.

Salshabilla Adriani juga disebut negatif narkoba. Karena eks personel girlband Elovii itu sempat dites beberapa hal oleh polisi karena peristiwa tersebut.

“Karena bunda nggak tahu kronologisnya, karena bunda semalam sibuk ngurusin mobil-mobil yang ditabrak, terus ke polsek nemanin Salsha tes, karena takut narkoba segala dan hasilnya negatif. Semua hasil tes di kepolisian negatif,” kata Helen.

Helen Oktavia berharap Salshabilla Adriani belajar dari peristiwa tabrakan mobil. Ia ingin Salsha lebih baik ke depannya.

Mobil Mercedes Salshabilla Adriani sendiri ringsek pada bagian lampu usai tabrakan. Saat kejadian itu, mantan kekasih Aldi Maldini tersebut memakai rok mini dan tanktop putih.

Waduh, Instruksi Menteri Luhut Mall Se-Jabodetabek Harus Tutup Pukul 19

BOGOR DAILY – Baru saja bisnis ritel dan mall mau ‘panen’ menjelang natal dan tahun. Pemerintah kembali membuat pengetatan jam operasional mall.

Kebijakan itu merupakan bagian dari pengetatan aktivitas masyarakat di luar rumah kembali diperketat. Salah satunya ialah memperpendek kembali jam operasional mal, terutama di wilayah Jabodetabek.

Sejumlah mal di Jakarta di masa PSBB Transisi sudah beroperasi sampai pukul 20.00 WIB, bahkan ada yang sampai pukul 21.00 WIB. Di wilayah Bodetabek pun begitu.

Namun, dengan pengetatan ini, mal di wilayah Jabodetabek hanya boleh beroperasi hingga pukul 19.00 WIB. Begitu juga dengan restoran dan tempat hiburan lainnya.

“Pembatasan jam operasional mal, restoran, tempat hiburan sampai pukul 19.00 untuk Jabodetabek,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dalam keterangan resminya, Selasa (15/12/2020).

Sementara itu, untuk zona merah di wilayah Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim), mal, restoran, dan tempat hiburan lainnya hanya diperbolehkan beroperasi hingga pukul 20.00.

“Pukul 20.00 untuk zona merah di Jabar, Jateng, dan Jatim,” ujar Luhut.

Luhut menegaskan, pengetatan ini bukanlah PSBB darurat. Hanya saja, pengetatan ini merupakan upaya pemerintah menekan kasus baru virus Corona (COVID-19), terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Kita bukan menerapkan PSBB, tapi akan menerapkan kebijakan pengetatan yang terukur dan terkendali, supaya penambahan kasus dan kematian bisa terkendali dengan dampak ekonomi yang relatif minimal,” pungkasnya soal operasional mal. (*)

DPRD Jawa Barat Harapkan Pencabutan Moratorium di 3 Daerah Otonomi Baru

0

BOGOR DAILY – Pasca diparipurnakan Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru (CDPOB) yang disahkan oleh Gubernur Jawa Barat dan DPRD Provinsi Jawa Barat yakni Kabupaten Bogor Barat, Kabupaten Sukabumi Utara dan Kabupaten Garut Selatan, DPRD Provinsi Jawa Barat mengharapkan pemerintah pusat segera mencabut moratorium

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PAN, Hasbullah Rahmad harapkan segera dicabut moratorium dari pemerintah pusat setelah diparipurnakan 3 Daerah Otonomi Baru (DOB), karena menurutnya Calon Daerah Otonomi Baru tersebut sudah dijamin untuk menjadi DOB.

“Kita harapkan pemerintah pusat secepatnya mencabut moratorium 3 DOB tersebut karena dari hasil kajian, ke 3 nya sudah memenuhi persyaratan secara ekonomi, geografis, potensi daerah, luas daerah dan lainnya,” kata Hasbullah.

Selain itu, karena penduduk daerah Provinsi Jawa Barat merupakan paling banyak jumlah penduduknya di Indonesia, ia berharap dengan adanya Daerah Otonomi Baru mampu memperdekat pelayanan masyarakat.

“Ini juga dalam rangka memperdekat pelayanan masyarakat kepada masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Kabupaten dan Kota di Jawa Barat masih sangat sedikit yang mestinya dengan bisa mencapai 40 kabupaten dan Kota.

“Dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia tentunya masih butuh Kabupaten dan Kota di Jawa Barat, ya minimal sampai 40 Kabupaten dan Kota, sampe saat ini masih 27 ditambah tiga DOB baru jadi 30, 10Kabupaten dan kota lagi targetnya,” pungkasnya.

Hasbullah berharap ada perhatian khusus dari pemerintah pusat untuk provinsi Jawa Barat terkait percepatan pencabutan moratorium dan pemekaran selanjutnya. (Egi)

Vhimelshop Buka Peluang Berbisnis Pakaian Berkualitas. Mau??

BOGOR DAILY – Toko online Vhimelshop yang berada di Jl Pondok Rumput Gang Seren RT 05/RW 12, No 07, Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor membuka peluang berbisnis bersama pakaian muslimah.

Semenjak pandemi, toko online Vhimelshop terus berjalan untuk berjualan baju online, Vhimelshop memanfaatkan fitur sosial media untuk berjualan seperti instragam dan facebook.

“Setiap menjual baju, saya live di instragam dan facebook sebagai strategi marketing,” ujar Amallia Faryanti

Ia meneruskan, penjualan di sosial media banyak yang membeli bajunya, untuk pengambilan baju di tokonya ada 3 paket, yakni paket usaha, paket reseller dan eceran. Untuk paket usaha ada discon 10% setiap pembelian.

Ia menegaskan, barang yang di jual berkualitas seperti baju daster, gamis, long arab.

Dan masih banyak yang lainnya. Untuk harga baju yang paling mahal seharga Rp100 ribu dan yang paling murah seharga Rp45 ribu.

“Harapan ke depannya saya ingin normal kembali seperti sebelumnya, bisa stok baju banyak, produksi baju sendiri dan memakai brand saya sendiri,” pungkasnya.(Ibnu)

Bogor Great Sale 2020 Serempak di 6 Mall Besar di Kota dan Kabupaten Bogor, Diskonnya Gila-gilaan!

BOGOR DAILY – Bogor Great Sale 2020 merupakan inisiasi dari 6 mall besar di Kota dan Kabupaten Bogor yang menyelenggarakan diskon besar-besaran hingga 80% mulai dari 18 Desember- 17 Januari 2021.

Di bawah naungan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Bogor Great Sale ini diharapkan turut meningkatkan konsumsi domestik serta menciptakan peluang besar untuk perkembangan dan kemajuan UMKM, para pelaku ekonomi kreatif, pusat perbelanjaan, pelaku bisnis ritel, dan pelaku bisnis restoran yang tersebar di Kota dan Kabupaten Bogor.

Menurut Ketua Pelaksana Bogor Great Sale 2020, Fery Gunandri, terselenggaranya agenda tersebut salah satunya untuk membangkitkan kembali perekonomian kota dan Kabupaten Bogor, di tengah pandemi covid-19 dengan membuat promosi diskon besar untuk para pengunjung setia melalui Bogor Great Sale 2020 dengan slogan ‘Hayu…. ka Mall’.

“6 Mall besar di kota dan Kabupaten Bogor yang mengikuti Bogor Great Sale 2020 ini yaitu Mal Botani Square, Boxies 123 Mall, Cibinong City Mall, Lippo Plaza Ekalokasari Bogor, Mall BTM Bogor dan Plaza Jambu Dua Bogor,” ungkapnya.

Selain itu, sebanyak 1000 tenant yang memberikan diskon hingga 80% pun turut memeriahkan agenda diskon besar-besaran ini.

Ke 6 Mall besar di Kota dan Kabupaten Bogor itu pun menyambut baik atas kolaborasi mall besar di Bogor raya ini, karena menurut General Manager Cibinong City Mall, Dimas Ario Andhika, di masa pandemi seperti saat ini lebih baik bekerjasama daripada berkompetisi.

“Di masa pandemi covid-19 ini, kita lebih baik bekerjasama daripada berkompetisi, sehingga para pengusaha atau pemilik pemilik toko juga dapat menghasilkan omset yang baik, karyawan pun bisa beraktifitas dan Pemkot dan Pemkab Bogor pun menerima pajak daerah sehingga ketimpangan APBD dapat dipulihkan,” ungkap Dimas.

Bogor Great Sale 2020 tentunya akan digelar dengan protokol kesehatan yang ketat yang dilakukan oleh ke 6 Mall besar tersebut guna mengantisipasi penyebab virus covid-19 dan membuat aman serta nyaman bagi pengunjung yang akan memburu diskon besar-besaran tersebut.(Egi)

HARBOLNAS, Hari Penantian Pedagang Online Di Akhir Tahun

Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2020 baru saja berakhir.
Dimulai tahun 2012, hanya dengan 6 peserta, Harbolnas tahun ini diikuti oleh lebih dari 250 pelaku e-commerce di Indonesia.

Hari belanja besar-besaran ini terinspirasi dari perayaan belanja di negara Paman Sam, Black Friday, di mana waktu menjelang Natal, serentak gerai-gerai mendiskon harga barang secara gila-gilaan sekaligus momentum menghabiskan stok di akhir tahun.

Tergabung dalam asosiasi bernama IdeA (Asosiasi E-Commerce Indonesia), enam pelopor Marketplace di nusantara memakai tanggal cantik 121212 untuk memulai perhelatan ini di tahun 2012. Mereka adalah, Lazada Indonesia, Zalora, Blanja, PinkEmma, Berrybenka dan Bukalapak.

Sejak saat itulah, tanggal 12 Desember disepakati sebagai Hari Belanja Online Nasional, hari yang dinanti-nanti pelapak daring menaikkan omzet penjualan di akhir tahun.

Rosa Erawan, yang membuka akun toko online di beberapa Markerplace seperti Shopee, Lazada dan Tokopedia mengatakan, setiap Harbolnas diadakan, omzet penjualan tokonya naik beberapa kali lipat.

Belum diketahui, berapa total penjualan yang didapat untuk tahun ini. Dikutip dari data IdeA, di tahun 2019 hajatan nasional ini mencatat penjualan sebesar 644,2 juta Dollar Amerika, setara dengan Rp9 trilliun.

Diperkirakan pasar E-commerce Indonesia akan terus meningkat setiap tahunnya. Mencetak angka 154 dan 184 trilliun rupiah di tahun 2018 dan 2019, diharapkan di 2020 ini, membukukan penjualan sebesar 226 trilliun rupiah.

Jhony Pinot (JP)
Tinggal di Bogor

Pembangunan Green Student Village 2 sudah 70%, Ayo! Booking Sebelum Kehabisan

BOGOR DAILY – The Green Student Village sudah membangun GSV 2 yang berada di jalan Balumbang Jaya, RT01/05, Desa Balumbang Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. GSV 2 akan dijadikan apartemen.

Apartemen GSV 1 untul kost para mahasiswa, sekarang di bangun kembali GSV 2 untuk guest house dan mahasiswa dan lebih dekat dari kampus IPB.

Pembangunan GSV 2 dibangun dengan luas tanah 2100 meter. GSV 2 letak tamannya ada di nelakang, beda dengan GSV 1 yang ada di depan.

Manager operasional GSV, Suminta. Foto : ibnu/bogordaily.net

Untuk penyewaan pun sama saja dengan GSV 1 yang di sewakan perbulan Rp1.5 juta dengan biaya IPL Rp150 ribu.

“Saat ini Pembangunan Tower C untuk Guest House di sewakan bisa perhari, perbulan, pertahun. Untuk orang tua siswa-siswi yang ngekost di sini. Lalu Tower A-B untuk hunian kosan mahasiswa, ” jelas Manager Operasional, Sumita Selasa (15/12/2020)

Di GSV 2 ini mempunyai fasilitas Mini market, Resto ss, Caffe, Taman, Musolah, Parkiran.

Selain itu, penjualan kost di GSV 2 sudah mencapai 65%. Sisa 35% lagi yang belum di booking.

Ia mengingatkan untuk para calon buyer yang akan membooking di GSV 2 ini agar cepet cepat membooking, supaya tidak kehabisan.

“Harapan ke depannya target kami beroperasinya GSV 2 di bulan Mei Tahun 2021, habis itu lanjut pembangunan GSV 3,” pungkasnya. (Ibnu)

Nasib DOB Kabupaten Bogor Barat Tunggu Maret 2021, Ada Apa??

BOGOR DAILY – Hangatnya pembahasan pemekaran Bogor Barat di Kabupaten Bogor terkait pemilihan Ibu Kota nanti di Bogor Barat, kini semakin terbuka harapannya saat Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyerahkan berkas Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Kabupaten Bogor Barat kepada pemerintah pusat di Ponpes Asaefurrohim Sulaimaniyah Jasinga, Selasa (15/12/2020)

Setelah dokumen calon DOB diserahkan ke Pemerintah pusat, diharapakan pada bulan Maret 2021 ada jawaban dari pemerintah pusat terkait dicabut atau tidaknya moratorium.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil menuturkan pihak yang sudah menyerahkan usulan untuk calon DOB adalah Kabupaten Bogor Barat yang sudah lulus dari proses administrasi dan kapasitas. Dari mulai persetujuan dari DPRD Kabupaten Bogor dan DPRD Jawa Barat. Sekarang dokumennya di pemerintah pusat.

“Ada harapan di bulan Maret 2021, menghasilkan sebuah keputusan yang jelas. Bagaimana DOB baru bisa disetujui dan diresmikan, ” ujarnya.

Menurutnya Pemerintah Provinsi Jawa Barat sangat mendukung adanya DOB. Seharusnya ada 40 daerah di Jawa Barat tetapi sekarang hanya ada 27 daerah. Pihaknya menyampaikan ke pemerintah pusat, daerah yang paling realistis dan siaplah yang bisa dilakukan pemekaran.

“Penyerahan dokumen DOB Kabupaten Bogor Barat ke Pemerintah Pusat di
Ponpes Asaefurrohjm Sulaimaniyah Jasinga diharapkan bisa melahirkan kemaslahatan dan kemudahan bagi masyarakat ,” harapnya

Ia sangat mendukung adanya DOB, sebab sesuai dengan visi misi sebagian Gubernur yakni memekarkan daerah-daerah yang ada di Jabar.

“Saya akan mengawal sesuai aturan. Minimal ada tiga dulu yang akan dilakukan DOB. Antrian yang mengusulkan DOB sampai ada 20 daerah, namun belum siap baru ada tiga daerah, salah satunya Kabupaten Bogor Barat,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Burhanuddin mengaku, kesiapan DOB Kabupaten Bogor Barat dari Kabupaten Bogor sudah sangat siap, tinggal menunggu keputusan dari pemerintah pusat.

Kesiapan tersebut di antaranya dari mulai administrasi, batas wilayah, aset, prasarana dan anggaran.

“DPRD Kabupaten Bogor menyetujui anggaran operasional ketika ditetapkan sebagai calon persiapan. Sedangkan penggajian ASN, tetap masih di induk, ” tukasnya. (*/Egi)

Ingatkan Protokol Kesehatan, SB Tampung Aspirasi Masyarakat Kota Bogor di Lapangan Terbuka

BOGOR DAILY – Anggota DPRD Kota Bogor Safudin Bima yang biasa di sebut SB mengadakan Reses di Delta Ciliwung Sektor 6. Selasa ( 15/12/2020 ).

Dalam resesi tersebut di mulai dari jam 07:30 pagi, dengan memulai senam pagi agar meningkatkan kebugaran tubuh.

Kegiatan itu tak luput dari protokol kesehatan, seperti cek suhu, pakai masker dan hand sanitizer.

Kalau ada warga yang suhu badannya panas, langsung dilakukan Rapid test yang sudah disiapkan. Dan selalu menghimbau jaga jarak.

“Semuanya sudah aman dengan prokes yang ketat, baru saya mendengarkan aspirasi masyarakat terutama di wilayah Kota Bogor,” ujar pria yang akrab dipanggil SB itu kepada Bogor daily.net.

Ia sengaja melakukan kegiatan tersebut di lapangan terbuka seperti ini, agar tidak berhimpitan dan bisa jaga jarak.

Ia meneruskan bahwa masyarakat mengusulan pembangunan, termasuk menyiapkan no telepon yang langsung bisa menghhubunginya secara personal.

Sebagai anggota dewan ia berharap harus jelas, harus memiliki bobot untuk bisa memperjuangkan aspirasi masyarakat, memperjuangkan kebutuhan masyarakat dan mampu menyuarakan persoalan hidup mereka. (Ibnu)