Friday, 8 May 2026
Home Blog Page 7981

Fakta Terkini, Odading Mang Oleh yang Viral itu

0

BOGOR DAILY – Odading Mang Oleh saat ini menjadi buah bibir banyak netizen di jagat maya setelah direview oleh selebrgram asal Bandung, Ade Londok. Dalam review-nya, Ade Londok bertutur dengan basa sunda dan logat sunda yang kental. Dia menyebutkan jika menggigit odading Mang Oleh maka akan merasakan menjadi Iron Man.

“Odading Mang Oleh. Mmmm rasanya seperti Anda menjadi Iron Man. Belilah Odading Mang Oleh di dieu, karena lamun teu ngadahar Odading Mang Oleh, maneh teu gaul jeung Aing. Lain balad Aing,” Kata Ade dalam videonya itu.

Video review Odading Mang Oleh ini viral. Banyak orang akhirnya penasaran dengan Odading Mang Oleh. Terlebih dalam video tersebut Ade menyebutkan sebuah pantun yang tak jelas artinya “ikan hiu makan tomat”.

Odading Mang Oleh sebenarnya memiliki nama Odading Nusa Sari – Pak Sholeh. Odading ini dijual di sebuah lapak kecil di Jalan Baranang Siang, Kosambi, Kota Bandung.

Berkat viralnya video Ade Londok tersebut, kini Odading Mang Oleh kian laku.

Pada hari ini, Selasa 15 September 2020, seorang netizen PRFM pemilik akun twitter @MuminTop membagikan foto suasana di lapak jualan Odading Mang Oleh. Terlihat antrean calon pembeli Odading Mang Oleh mengantre di bawah terik matahari. (*)

Layani 6 Tamu Bergiliran, PSK Ini Tewas Mengenaskan

0

BOGOR DAILY – Wanita berinisial DP (41), seorang Pekerja Seks Komersial (PSK) asal Solo, Jawa Tengah yang meninggal di salah satu hotel wilayah Caturtunggal, Depok, Sleman melayani enam pelanggan sebelum meregang nyawa.

“Korban ini melayani enam kali (pelanggan) yang terakhir itu dia bermain dua kali dengan waktu yang berbeda,” jelas Kanit Reskrim Polsek Depok Barat, Iptu Isnaini saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (15/9/2020).

Ia melanjutkan pria hidung belang terakhir yang memesan jasa DP adalah seorang pria asal Purworejo berinisal AP (23). Awalnya AP memesan jasa DP pada pukul 15.00-18.00 wib.

“Pelaku ini memesan pertama kali dan langsung dibayar. Karena layanannya (DP) bagus, sabar, (pelaku) koordinasi lisan jika dia ingin menambah lagi. Tapi karena korban punya janji lain dengan tamu akhirnya diundur,” jelas Isnaini.

Tetapi janji DP dengan tamu sebelumnya dibatalkan. Sehingga pelaku AP datang lagi dan bermain di kamar yang sama.

“Nah dari layanan kedua ini, korban mengalami kejang hingga jatuh dari tempat tidur. Akhirnya pelaku mengangkat korban namun korban mengeluarkan suara berisik. Agar suara tak sampai keluar, pelaku menutup wajah korban yang seharusnya mendapat pertolongan,” jelas dia.

Dari kejadian tersebut, pelaku memenuhi unsur kelalaian hingga menyebabkan orang meninggal. Isnaini mengatakan bahwa pelaku berusaha meredam suara yang keluar dari mulut korban.

“Mungkin niatnya (pelaku) untuk meredam suara agar tidak keluar. Tapi pelaku malah menutup wajah, dimana kita ketahui mulut dan hidung sebagai alat pernapasan. Sehingga ada unsur kelalaian pada kasus ini yang seharusnya pelaku memberikan pertolongan kepada korban,” kata dia.

Disinggung penyebab kematian PSK karena kelelahan melayani pelanggan, Isnaini tak banyak menjelaskan. Hal itu dia limpahkan kepada tim dokter yang masih melakukan otopsi kepada jenazah korban.

“Kami tidak bisa menyimpulkan dan menyerahkan kepada dokter. Hingga kini kami masih menunggu hasilnya (otopsi),” ujar dia.(*)

Istri Keranjingan Bercinta, Minta 9 Kali Sehari, Suami Tak Tahan Minta Cerai

0

BOGOR DAILY – Membina rumah tangga salah satu alasannya adalah penyaluran hasrat seksual yang tidak menyalahi aturan maupun norma agama.

Namun apa jadinya apabila alasan keseringan berhubungan seksual atau bercinta justru menjadi pemicu suami menceraikan suaminya.

Hal ini lah yang dialami pasangan suami istri (pasutri) di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Seorang suami melayangkan gugatan cerai kepada pasangannya karena alasan sang istri disebut sebagai perempuan hiperseksual, di mana dalam sehari bisa meminta bercinta hingga sembilan kali!

Dilansir dari Solopos.com (jaringan Suara.com), kisah seorang suami yang menceraikan istri lantaran tak tahan melayani nafsu sang istri dalam berhubungan intim ini viral di media sosial.

Cerita ini muncul dari pengalaman seorang pengacara asal Tulungagung, Mohammad Hufron Efendi.

Hufron menceritakan, pada akhir 2019, ia menangani kasus perceraian pasutri tersebut yang usia pernikahannya kurang dari satu tahun.

“Jadi memang betul itu kasus yang saya tangani. Kalau dilihat dari latar belakangnya salah satu pemicunya itu istrinya hiperseksual,” kata Hufron, Sabtu (15/8/2020).

“Kemudian dari situlah muncul pertengkaran. Nah, yang dijadikan materi perceraian itu pertengkarannya, bukan hubungan seksualnya, karena itu sangat pribadi,” ungkapnya.

Frekuensi kehidupan seksual sang istri lebih dominan saat pasutri ini menjalani biduk rumah tangga.

Sang istri selalu meminta berulang kali bercinta dalam sehari.

“Kalau pasangan suami istri baru, memang biasanya frekuensinya masih tinggi. Istilahnya kalau orang Jawa itu ‘jik kemaruk’. Nah, kalau frekuensi berlebihan, ini menjadi persoalan lain,” tutur Hufron.

“Tapi waktu itu saya tidak mendetail menanyakan masalah seksualnya, karena pertengkarannya, tidak, hanya itu saja latar belakangnya” sambungnya.

Pengajuan perceraian suami istri ini berjalan lancar.

Majelis hakim Pengadilan Agama Tulungagung akhirnya memutus keduanya bercerai. (*)

Usai Penusukan Syeh Ali Jaber, Imam Masjid Dibacok Parang

0

BOGOR DAILY – Setelah penusukan kepada Syeh Ali Jaber, teror yang lebih sadis kembali terjadinya.

Imam masjid Muhammad Arif yang dibacok parang oleh salah seorang jamaah meninggal dunia di rumah sakit sekitar pukul 4.30 WIB, Senin (14/9/2020)

“Iya, Innalillahi. Beliau sudah meninggal tadi pagi, benar itu,” ujar Lurah Tanjung Rancing, Mat Hasan.

Muhammad Arif menjadi korban penganiayaan oleh pelaku berinisial M saat salat magrib berjemaah, Jumat lalu.

Akibat penganiayaan yang dilakukan dengan menggunakan parang tersebut, korban mengalami luka di bagian wajah, dan lengan kanan.

Oleh warga dan pihak keluarga, korban sempat dilarikan ke rumah sakit di Kayuagung. Kemudian dirujuk ke RSUP Muhammad Husein Palembang.

Rencananya, imam masjid Arif akan dimakamkan di Desa Tanjung Laut. Yang merupakan tanah kelahirannya.

“Dimakamkan di Desa Tanjung Laut, masih di OKI ini. Itu asal keluarganya,” ucap Hasan.

Hasan mengaku belum mengetahui banyak perkembangan kondisi korban, sehingga meninggal dunia.

Penyebab awalnya, pelaku M yang menyimpan dendam kepada korban bertemu di masjid Kelurahan Tanjung Rancing, untuk salat berjemaah.

Ketika rakaat pertama, tiba-tiba pelaku melihat korban yang berada di belakang imam.

Ketika itu, pelaku kembali ke rumah guna mengambil parang. Kemudian kembali menyerang korban ketika salat.

Kejadian ini pun sontak membuat jemaah terkejut dan pelaku M berhasil diamankan oleh seorang TNI yang juga berada di lokasi kejadian.

Pelaku M akhirnya diserahkan kepada pihak kepolisian. Di hadapan penyidik Polres OKI, pelaku mengaku menaruh dendam kepada sang imam karena tersinggung saat ditanya kunci kotak amal masjid.

Pihak polisi menjerat pelaku dengan pasal 351 KUHP mengenai penganiayaan. (*)

Mengerikan! Fakta Dibalik Ibu Bunuh Anak Karena susah Diajar saat Belajar Online

0

BOGOR DAILY – Kasat Reskrim Lebak, AKP David Adhi Kusuma membeberkan detik-detik bocah perempuan bernama Keysya (8) yang tewas akibat dianiaya oleh ibu kandungnya, LH (26).

Kasus ini terungkap setelah warga membongkar kuburan misterius berisi jenazah tak berkafan di Kampung Gunungkeneng, Desa Cipalabuh, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak.

Seperti dikutip Suara.com dari Bantenhits.com, motif LH menganiaya bocah yang baru duduk di bangku sekolah dasar kelas 1 hingga tewas karena susah diajarkan saat belajar online.

“Kami dalami mereka, khususnya kepada almarhum yang merupakan anak kandungnya sendiri dia merasa kesal, merasa anaknya ini susah diajarkan, susah dikasih tahu, sehingga kesal dan gelap mata,” kata AKP David Adhi Kusuma saat dihubungi BantenHits.com, Selasa, 15 (15/9/2020).

Menurut David, saat itu, Keysya yang memiliki saudari kembar itu tengah belajar online mengerjakan tugas sekolah.

LH yang merasa kesal kemudian mulai melakukan serentetan penganiayaan, seperti mencubit, memukul dengan tangan kosong hingga menggunakan gagang sapu.

Akibat penganiayaan tersebut, korban sempat tersungkur dan lemas. Bukannya berhenti, LH malah tega memukul korban kepala bagian belakang sebanyak tiga kali.

Sang suami yang mengetahui penganiayaan tersebut sempat marah kepada LH. Namun, keduanya lantas berinsiatif membawa LH yang dalam kondisi lemas ke luar rumah.

“Dibawa keluar cari udara segar, anak ini kan sesak napas, harapannya bisa baikkan, tapi saat dalam perjalanan meninggal dunia,” kata dia. (*)

Heboh, Foto Penikam Syeh Ali Jaber Kibarkan Bendera PKI. Ini Faktanya!!

0

BOGOR DAILY – Beredar sebuah foto sekelompok pemuda membentangkan bendera berlogo palu arit yang dikaitkan dengan PKI di puncak gunung.

Sebuah akun Facebook menyebut bahwa salah satu pemuda dalam foto itu adalah pelaku penusukan ulama Syekh Ali Jaber.

Akun bernama Boylet Z itu membagikannya pada Minggu (15/9/2020) dengan narasi sebagai berikut:

“ini orang biadab..yg nyerang nusuk ulama syeh Ali Jaber… yg katanya Gilaa…”

Penjelasan

Mengutif penelusuran Suara.com, klaim foto yang menyebut bahwa pelaku penusukan Syekh Ali Jaber dengan mengibarkan bendera PKI adalah klaim yang salah.

Foto sekelompok pemuda itu sering dijadikan bahan berita hoaks sejak tahun 2015 lalu.

Sebelumnya, putra bungsu Presiden Joko Widodo juga pernah disebut sebagai salah satu pemuda dalam foto tersebut. Namun, klaim tersebut dinyatakan sebagai hoaks.

Berkaitan dengan pelaku penusukan Syekh Ali Jaber, Suara.com melaporkan bahwa penegak hukum belum menyatakan belum menemukan bukti bahwa tersangka merupakan jaringan teroris atau kelompok tertentu. (*)

RR: Piala Dunia 2026 Impossible, But They Will Make It Happened

0

BOGOR DAILY – Ekonom Indonesia Rizal Ramli kedatangan anak-anak muda Indonesia yang mendapat pendidikan sepak bola dari berbagai negara.

Ya, pintu rumah tokoh nasional Rizal Ramli belakangan tak pernah terkunci. Hilir mudik orang, baik para tokoh besar, politisi, hingga masyarakat menengah ke bawah selalu disambut dengan tangan terbuka.

Termasuk, para anak muda generasi penerus bangsa melangkahkan kakinya ke kediaman mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keungan dan Industri di Jakarta, Senin (14/9).

Mereka adalah para pemuda Indonesia yang mendapat pendidikan sepak bola dari berbagai negara. “Dengan pemuda-pemuda Indonesia 16-18 tahun yang sekolah bola di Spanyol dan Croatia. Managed by VAMOS. Sudah main di klub-klub Eropa,” kata Rizal Ramli.

Menurutnya, para pemuda tersebut memiliki cita-cita yang cukup tinggi dalam dunia persepakbolaan dunia. Meski rangking sepak bola Tanah Air cukup miris, yakni berada di peringat 173 dunia, namun bagi Rizal Ramli tidak ada yang mustahil.

“Cita-cita Vamos: RI ikut Olimpiade 2024, Piala Dunia 2026. Impossible, but they will make it happened,” tegas RR.(*)

Dwi Sasono Mengaku Mulai Pakai Ganja Sejak 1998 Usai Lulus SMA

0

BOGORDAILY – Aktor Dwi Sasono kembali memberikan fakta baru pada persidangan kasus narkobanya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (14/9/2020). Dwi mengaku pertama kali menggunakan ganja pada 1998.

Dijelaskan Dwi, pada 1998 ia lulus dari SMA. Pada masa itu pula ia pertama kali menggunakan ganja bersama teman-teman sekolahnya.

Lebih lanjut, Dwi juga mengaku saat itu sempat menggunakan ganja hanya untuk bersenang-senang dan main-main saja.

“Kalau dulu saya memang pertama kali mencoba (ganja) tahun 1998. Setelah lulus dari SMA,” ujar Dwi Sasono dalam sidang.

“Itu sama teman-teman saya, karena situasinya untuk senang-senang aja. (Izin penggunaan) Tidak ada izin,” jelasnya lagi.

Lebih lanjut, Dwi Sasono pun menjelaskan terkait kapan saja ia menggunakan ganja. Dwi mengaku sempat 12 tahun meninggalkan barang terlarang itu.

Dijelaskan Dwi lagi, sebelum tertangkap ia sudah tiga tahun tak menggunakan ganja. Ia berniat untuk berhenti total, namun ia harus kembali menggunakan ganja lagi lantaran keadaan masa PSBB.

“(Penggunaan ganja) Sangat terputus-putus sekali. Saya sempat 12 tahun nggak pakai. Bahkan sekarang ini saya pakai sebelum ketangkap ini saya pakai tiga tahun lalu saya pakai terakhir,” ujar Dwi.

“Sebetulnya udah lama saya niat mau berhenti. Tapi karena PSBB ini,” lanjutnya.

Dwi Sasono mengaku kali ini mendapatkan ganja dari teman dekatnya Chand. Dwi mengaku sering menitip Chand untuk membeli barang terlarang itu.

“(Sebelum ditangkap) Kemarin saya dihubungin Chand (teman), karena nggak ada kerjaan, jadi saya pikir saya mau coba saya akhirnya tergoda, karena nggak ada kerjaan dan di rumah aja,” lanjutnya.

Lebih jauh, Dwi Sasono pun menegaskan ganja sama sekali tak mendukung pekerjaannya sebagai seorang seniman. Dwi mengaku menyesal telah menggunakan ganja di persidangan itu.

“Saya seorang seniman. (Keterkaitan ganja) Sama sekali tidak ada,” tegasnya.

“Saya benar-benar menyesal. Kapok,” tutup suami dari Widi Mulia itu.

Diketahui, Dwi Sasono dibekuk di kediamannya di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan oleh satuan Polres Metro Jakarta Selatan pada 26 Mei 2020. Atas penangkapan Dwi ditemukan barang bukti 15 gram ganja yang diakui memang miliknya.

Lagi, Pemkab Bogor Lelang 4 Kursi Kepala Dinas

0

BOGOR DAILY – Lagi, Pemerintah Kabupaten Bogor melaksanakan lelang jabatan terbuka, hal tersebut diketahui dari halaman resmi yang diunggah oleh Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bogor tertanggal 14 September 2020.

Ada sebanyak empat instansi dilakukan lelang jabatan, diantaranya Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik dan Kepala Bappedalitbang.

Pengumuman itu tertuang dalam surat bernomor 001/PANSEL-III/KAB. BOGOR/2020 tentang Seleksi Terbuka Jabatan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Bogor Tahun 2020.

Adapun jadwal yang telah disiapkan yakni 14-21 September pengumuman, pendaftaran online dan pengunggahan berkas di website BKPP.

Kemudian 22-24 September yakni seleksi administrasi dan penelusuran rekam jejak. Kemudian 25 September pengumuman seleksi administrasi dan rekam jejak.

Lalu pada 26-28 September assesment kompetensi dan pembuatan makalah. Selanjutnya 2 Oktober pengumuman hasil assesment kompetensi.

Pada 5-6 Oktober uji gagasan atau presentasi dan wawancara dan 9 Oktober pengumuman hasil seleksi kompetensi. (Andi)

Acha Septriasa Mengenang Ade Firman Hakim Sosok Pantang Menyerah

0

BOGORDAILY – Kabar duka datang datang dari aktor Ade Firman Hakim yang meninggal pada Senin (14/9/2020). Salah satu aktris yang ikut berduka adalah Acha Septriasa.

Hal itu diungkapkan Acha Septriasa di Instagramnya pada Senin (14/9/2020). Dalam unggahan itu, ia memanjang beberapa foto Ade Firman Hakim.

“Duka yang dalam.. ga bisa di ungkap dengan kata-kata,” tulis Acha Septriasa dilihat, Senin (14/9/2020).

Dalam unggahan itu, Acha Septriasa juga menyebut sosok Adi Firman Hakim adalah sahabat yang selalu membuat contoh yang baik. Contohnya yang selalu diingat Acha adalah saat Ade Firman Hakim selalu memperlihatkan wajah yang bahagia selama hidupnya.

“Selamat jalan Ade.. kamu adalah contoh besar buat aku, dimana kamu selalu memperlihatkan raut wajah bahagia sebagai temen, selalu belajar,” bebernya.

“Selalu support dalam bentuk apapun, walau gw gak terlalu intens ketemu tapi gw inget bbrp saat ngobrol di set sama lo..,” lanjutnya.

Acha Septriasa juga menyebut sosok Ade Firman Hakim adalah sosok yang rendah hati dan pantang menyerah. Acha Septriasa juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada sosok Ade Firman Hakim.

“Dan lo adalah orang yang rendah hati, pantang menyerah, dan teman yg baik banget de.. makasih ya de,” imbuhnya.

Acha Septriasa juga merasa kehilangan sosok Ade Firman Hakim. Meski, ia tak begitu lama mengenal sosoknya.

“Gw kehilangan banget elo.. baru sadar waktu gw pendek banget buat mengenal lo. Thanks buat semua yg lo dah sharing sm gw de,” katanya.

“Til we meet again.. rest in Peace,” pungkasnya.

Ade Firman Hakim diketahui meninggal dunia karena gejala COVID-19. Dia meninggal di usia 31 tahun. Selama hidupnya Ade Firman Hakim dikenal banyak membintangi FTV dan film.