Friday, 8 May 2026
Home Blog Page 7980

Bogor PSBM, Tira Persikabo Vs Persib Bandung Batal

0

BOGORDAILY – Persib Bandung batal melawat ke kandang Tira Persikabo dalam return match akhir pekan ini. Alasannya, Kabupaten Bogor tengah menerapkan Pembatasan Sosial Beskala Mikro (PSBM).

“Saya mendapat informasi bahwa Bogor hari ini sudah mulai lockdown (PSBM), jadi sepertinya tidak ada pertandingan menghadapi Tira. Bogor lockdown jadi sepertinya kami tidak bisa memakai stadion,” ujar Robert dalam konferensi virtual, Selasa (15/9/2020).

Sedianya, laga itu akan menjadi momentum bagi kedua tim untuk saling mengukur kesiapan jelang bergulirnya Shopee Liga 1 2020. Pada perjumpaan pertama di Kota Bandung, laga kedua tim berakhir imbang dengan skor kacamatan 0-0.

Sebagai pengganti, Robert memastikan sudah ada tim lokal yang siap untuk uji tanding dengan Maung Bandung. Ia pun memahami situasi pandemi, yang membuat klub, termasuk Persib Bandung, tak bisa berbuat banyak mencari tim pengganti dari tempat lain.

“Kami hanya akan memainkan pertandingan hari Sabtu, ada Bandung United dan PON karena mereka sudah mulai berlatih. Jadi saat ini ada dua tim lokal yang akan menjadi lawan untuk ujicoba,” tutur pelatih asal Belanda itu.

Sebelumnya, laga Persib versus Bhayangkara FC batal pada akhir pekan lalu karena kendala teknis. Akhirnya, Persib melakukan game internal dengan membagi tim menjadi dua.

“Karena tidak ada alternatif lain. Karena situasinya sedang seperti ini sekarang, dan kami harus tetap bekerja,” kata Robert lagi.

RI Gandeng Unicef Garap Vaksin Murmer Alias Murah Meriah

0

BOGOR DAILY-Pemerintah menggandeng Unicef untuk mendapatkan vaksin virus Corona (COVID-19) dengan harga murah. Kerja sama itu ditandai dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara pemerintah dan Unicef.

MoU tersebut terkait dengan ketentuan pengadaan vaksin umum dan vaksin COVID-19 dalam kerangka Covax Facility. Kegiatan penandatanganan ditayangkan di YouTube Kementerian Kesehatan, Rabu (16/9/2020).

“MoU ini merupakan infrastruktur yang kita bangun untuk persiapan pengadaan dan mekanisme delivery dari vaksin yang kita lakukan menggunakan mekanisme multilateral. Dengan MoU ini diharapkan pada saat vaksin melalui mekanisme multilateral sudah ada maka semua infrastruktur yang diperlukan sudah siap sehingga tidak terjadi delay dalam delivery-nya,” kata Menlu Retno Marsudi dalam acara tersebut.

Retno menjelaskan sejak awal pandemi, Indonesia secara konsisten terus menyuarakan pentingnya akses vaksin yang setara, aman dan dengan harga yang terjangkau.Indonesia, lanjut dia telah ditetapkan sebagai salah satu negara yang memenuhi syarat sebagai negara kategori Advance Market Commitment (AMC) dalam kerangka GAVI Covax Facility.

Di dalamnya akan terdapat bantuan keringanan financial melalui mekanisme Official Development Assistance (ODA/Bantuan Pembangunan Resmi).

Dijelaskannya, Indonesia terus melakukan komunikasi secara intensif dengan GAVI dan Covax Facility, termasuk pembicaraan mengenai waktu ketersediaan vaksin, harga dan lain sebagainya.

“Perkiraan kita vaksin melalui jalur multilateral ini akan tersedia pada tahun 2021. Yang pasti dengan adanya bantuan finansial ODA maka diharapkan harga vaksin akan lebih murah dibandingkan mekanisme yang lainnya,” tambah Menlu.

 

sumber: Detik.com

Kemendagri Tak Sepakat Pilkada Sebagai Kontributor Penularan Corona

0

BOGORDAILY – Banyak pihak mengkhawatirkan Pilkada Serentak 2020 menjadi klaster baru penularan Covid-19 sehingga mengusulkan untuk ditunda. Kemendagri meminta publik melihat negara lain yang sukses menyelenggarakan Pilkada dengan menggunakan protokol kesehatan.

“Tentu kita sangat tidak setuju jika penularan Covid-19 itu ada hanya klaster Pilkada ini. Pilkada ini harus tetap dilanjutkan jadi berkaca juga praktik di negara-negara lain, hukum protokol kesehatan harus ditegakkan, ada Pilkada ataupun tidak ada Pilkada. Jadi kami juga tidak sepakat narasi yang menyatakan bahwa seakan-akan Pilkada ini sebagai kontributor utama penularan,” kata Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum, Kemendagri, Bahtiar, dalam keterangan pers, Rabu (16/9).

Bahtiar mengklaim, jika semua pihak bekerja sama yang baik, proses pilkada di tengah pandemi Covid-19 akan berjalan sukses. Diharapkan, pilkada ini akan menjadi instrument atau alat perlawanan terhadap Covid-19 dan dampak sosial ekonominya.

“Harapan kita output pilkada ini benar-benar menghasilkan kepala daerah yang memiliki pemahaman, wawasan, inovasi, gagasan bagaimana memajukan daerah. Bagaimana daerah tetap bisa membangun, bagaimana masyarakat tetap bisa bekerja, bagaimana masyarakat di daerah itu bisa tetap maju berkembang di tengah cobaan kita sama-sama menghadapi pandemi Covid-19,” ungkap Bahtiar.

Pilihan PSBMK Merujuk pada Hasil Survei

0

Wabah covid19 berkembang sangat dinamis. Kondisinya berubah cepat dari waktu ke waktu. Jumlah warga tertular terus bertambah. Itu pun terjadi di Kota Bogor. Awal September lalu,  Kota Bogor sempat dinyatakan sebagai zona oranye, setelah sebelumnya dinyatakan zona merah. Tetapi memasuki minggu ketiga September, kembali dinyatakan sebagai zona merah.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Bogor memutuskan, memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK), mulai 14 September 2020. Wali Kota Bogor, Bima Arya mengumumkanya usai memimpin rapat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dan stakeholder lain. “Melihat perkembangan yang ada, baik di dalam Kota Bogor maupun kebijakan Pemerintah DKI Jakarta, kami memutuskan untuk melanjutkan PSBMK hingga 29 September 2020,” katanya.

“Kami akan maksimalkan penguatan protokol kesehatan secara kolaboratif dengan berbagai pihak serta penguatan di wilayah. Sepertinya pertarungan ini akan panjang, karenanya kita harus berkolaborasi agar memiliki strategi yang baik, itu kuncinya,” ujar Bima Arya usai rapat Evaluasi PSBMK di Taman Ekspresi Sempur.

Pemilihan model PSBMK  juga merujuk pada hasil survei Persepsi Risiko Covid-19. Survei yang diselenggarakan pertengahan Agustus sampai awal September lalu, merupakan kerjasama  Pemerintah Kota Bogor dengan Nanyang Technological University (NTU), Singapura. “Hasil survei menguatkan landasan Pemerintah Kota Bogor untuk menerapkan secara maksimal PSBMK dan tidak memilih PSBB,” ungkap Bima.

Salah satu hasil survei mengungkapkan, sebanyak 64 persen responden menyatakan sangat kecil dan kecil kemungkinan mereka bisa terkena covid-19. Ini bisa diartikan, banyak warga merasa aman dan juga menganggap enteng. Mereka yang menyatakan itu sebagian besar berusia antara 36 – 45 tahun. “Bisa jadi mereka yang merasa aman karena persepsinya yang bergantung pada pengalaman, mereka belum pernah melihat teman, keluarga atau orang di lingkungannya terpapar Covid-19. Ini yang menjadi masalah,” ujar Prof. Sulfikar Amir yang memaparkan hasil riset.  Apalagi ada juga sikap yang terungkap dari 13 persen total responden yang menyatakan  rela tertular Covid-19 asal penghasilan mereka tidak terganggu.

Hasil riset yang melibatkan 21.544 responden itu menyadarkan jajaran Pemerintah Kota Bogor tentang kelemahan selama ini. Terutama dalam memberikan sosialisasi dan pengawasan. Itu sebabnya di dalam penerapan PSBMK kali ini ada dua satuan tugas yang dibentuk untuk melakukan edukasi dan pengawasan. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di bawah pimpinan Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim akan membangun kolaborasi dengan membentuk  unit edukasi dan unit pengawasan.

Unit edukasi melibatkan dokter-dokter yang dikomandani Ketua IDI, para tokoh agama dari MUI dan Forum Komunikasi Umat Beragama. Pembentukan unit ini merujuk pada salah satu hasil riset yang mengungkapkan,  dokter atau pakar kesehatan serta tokoh agama, adalah sosok yang lebih dipercaya masyarakat sebagai sumber informasi. Unit edukasi inilah yang akan secara gencar berkeliling memberi pemahaman tentang covid-19.

Sedangkan unit pengawas melibatkan para pemuda di bawah koordinasi KNPI, karang taruna, dan HIPMI dengan disupervisi TNI, Polri dan Satpol PP. Pengawasan dilakukan di tingkat RT dan RW, terutama yang saat ini masuk kategori zona merah. Disitu akan dilakukan pembatasan aktivitas warga. Pembentukan unit pengawasan juga untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung ke Kota Bogor sebagai ekses yang mungkin muncul akibat pembatasan jam operasional atau aktivitas di sektor wisata dan rumah makan di Jakarta. Berarti seluruh titik-titik yang berpotensi memunculkan pelanggaran protokol kesehatan, akan diawasi tim pengawas yang berpatroli setiap hari.

Penerapan PSBMK juga menyentuh peraturan mengenai pembatasan aktivitas warga. Mulai jam 9 malam warga diimbau tidak lagi beraktivitas dalam keramaian. Tetapi kegiatan pedagang kecil, PKL yang tidak mengundang keramaian masih ditolerir. Sementara itu jam operasional kegiatan usaha dimajukan batasnya menjadi jam 8 malam. Ini selaras dengan yang ditetapkan di Kabupaten Bogor. Jumlah pengunjung restoran dibatasi hanya 50 persen dari kapasitas pengunjung.

“Kami telah berkolaborasi dengan teman-teman pengusaha, teman-teman pengelola kafe, kedai kopi dan rumah makan, untuk menyepakati protokol kesehatan yang ada,” kata Bima. Sementara itu Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor  meminta seluruh pengelola unit usaha, termasuk mall dan restoran untuk membentuk Satgas Covid masing-masing dan berkoordinasi dengan gugus tugas.

Apabila ternyata ada unit usaha yang melakukan pelanggaran ketentuan PSBMK, siap-siaplah menghadapi sangsi. Mulai dari sekadar teguran, denda hingga pencabutan izin usaha. “Jadi sekali lagi penindakan akan lebih tegas terhadap unit usaha yang melanggar. Mulai dari ditutup hari itu juga apabila ada pelanggaran, apabila dilanggar lagi diberlakukan denda, dan apabila terus dilanggar akan ditutup izin usahanya,” tegas Bima.

Pada penerapan PSBMK kali ini, juga diputuskan untuk sementara membatasi aktivitas warga di jalur pedestrian seputaran Kebun Raya Bogor. Sementara waktu pedestrian tidak dapat digunakan untuk beraktivitas apapun seperti olahraga, lari, jogging, gowes sepeda dan skateboard. Kecuali untuk sekadar menunggu kendaraan atau akses publik. Begitu pula dengan penggunaan tempat-tempat olahraga lain yang dikelola Pemerintah Kota Bogor. Tujuannya, menghindari munculnya kerumunan warga. Semua itu tak bisa diusahakan oleh Pemerintah Kota Bogor. Perlu kesadaran dan kemauan warga mendisiplinkan diri mematuhi semua ketentuan PSBMK. Semoga berhasil (Advertorial)

Penguatan Karakter Anak Dimulai dari Keluarga

0

BOGOR DAILY- Penguatan karakter menjadi kunci utama untuk menyiapkan generasi yang siap menghadapi tantangan di abad ke-21. Nilai-nilai inilah yang harus tertanam di lingkungan satuan pendidikan, khususnya di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP yang menjadi fondasi awal dalam pembentukan karakter. Inilah yang melatarbelakangi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat SMP melaksanakan kegiatan Antisipasi Tindak Kekerasan Peserta Didik Jenjang SMP.

Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah, (Dirjen PAUDDASMEN) Kemendikbud, Jumeri mengatakan, kegiatan ini bisa menjadi titik awal peningkatan karakter untuk menciptakan siswa SMP yang berkarakter, berakhlakul karimah, dan berkepribadian baik. “Karena individu yang baik hanya bisa diperoleh dari lingkungan yang baik,” ucapnya saat membuka kegiatan Antisipasi Tindak Kekerasan Peserta Didik Jenjang SMP Angkatan III yang berlangsung secara virtual di Jakarta, Selasa (15/9/2020).

Lebih lanjut Jumeri menyampaikan, ada tiga aspek yang membentuk karakter seseorang. Pertama, keluarga atau rumah yang memberi pengaruh sangat besar yaitu 60%. Kedua, satuan pendidikan yang memberi pengaruh sebesar 25-30%. Ketiga, masyarakat yang memberi pengaruh sebesar 10-15%.

Tripusat pendidikan tersebut mempengaruhi pembinaan karakter peserta didik sehingga harus mendapat perhatian. Jumeri menekankan perlunya kolaborasi semua warga pendidikan untuk menciptakan lingkungan yang baik tersebut. “Masing-masing aspek mempengaruhi satu sama lainnya. Pada aspek pertama dan kedua kita masih bisa kendalikan, tapi kalau di level masyarakat akan sulit,” imbuhnya.

Menyambung hal tersebut, Direktur SMP Kemendikbud, Mulyatsyah mengatakan, nilai-nilai budi pekerti luhur harus menjadi pondasi yang ditanamkan sejak dini pada tahap awal pembentukan karakter. “Jika urusan belajar terganggu karena ada tindak kekerasan maka proses pembentukan karakter juga terganggu. Tindak kekerasan harus diantispasi agar lingkungan sekolah kita terkendali, terkontrol dan aman bagi peserta didik. Itu penting,” katanya ketika memberi laporan.

Pencegahan terhadap tindak kekerasan menjadi hal yang diutamakan untuk diterapkan di satuan pendidikan. Sebab, penguatan karakter pada jenjang SMP menjadi kunci utama untuk menyiapkan generasi muda yang tangguh di masa depan. “Tujuan kami menyelenggarakan kegiatan ini adalah agar kita semua bisa mengantisipasi tindak kekerasan karena pencegahan jauh lebih penting sebelum sesuatu terjadi,” disampaikan Mulyatsyah.

Benzema Quat-trick, Real Madrid Gasak Getafe 6-0 di Laga Uji Coba

0

BOGORDAILY – Real Madrid baru menghadapi Getafe dalam laga uji coba. Los Blancos menang 6-0, di mana striker Karim Benzema mencatat quat-trick alias bikin empat gol.

Menurut Marca, laga uji coba melawan Getafe menjadi yang pertama sekaligus yang terakhir bagi Madrid dalam persiapannya menyambut musim 2020/2021. Pertandingan digelar di Stadion Alfredo Di Stefano atau stadion latihan klub.

Laga itu bersifat tertutup, di mana Madrid tidak mengizinkan media masuk ke lokasi pertandingan. Wartawan dan televisi tidak diperbolehkan masuk.

Namun, skor akhirnya tetap bisa diketahui. Di laga itu, Madrid menang setengah lusin gol tanpa balas atas Getafe.

Bintang dalam kemenangan Madrid adalah Benzema. Striker asal Prancis itu membuat 4 gol atau quat-trick, di tambah masing-masing satu gol oleh kapten Sergio Ramos dan Sergio Arribas. Semua gol dicetak di babak pertama.

Di laga itu, beberapa pemain inti Madrid juga tak bisa turun. Marco Asensio, Isco, Martin Odegaard, dan Eden Hazard masih dalam tahap pemulihan sehingga tidak dimainkan.

Di situs resminya, Madrid cuma mengunggah keterangan tim baru saja menghadapi latih tanding dengan Getafe. Pertandingan juga diklaim tetap mematuhi protokol kesehatan agar terhindar dari risiko tertular virus corona.

Laga ini menjadi persiapan terakhir Madrid, sebelum menyambut kompetisi Liga Spanyol 2020/2021. Pasukan Zinedine Zidane dijadwalkan menghadapi Real Sociedad pada Senin (21/9) dini hari WIB. Sementara Getafe menghadapi Osasuna sehari sebelumnya.

Musim lalu, Madrid sendiri keluar sebagai juara LaLiga. Dalam upaya mempertahankannya, raksasa Ibu Kota Spanyol tak banyak merombak skuadnya di bursa transfer musim panas ini.

Wanti-wanti PT KCI ke Anker Memakai Masker Buff-Scuba

0

BOGORDAILY – Ada imbauan baru untuk anak kereta alias anker dari PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI). Para pengguna KRL diimbau menghindari pemakaian masker scuba atau masker buff. Satgas COVID-19 hingga para pengguna KRL pun merespons.

Awalnya, akun media sosial PT KCI, seperti Instagram, melakukan sosialisasi menghindari penggunaan masker scuba dan buff. Dalam penjelasan PT KCI, masker scuba atau buff hanya 5% efektif mencegah risiko terpapar virus.

“Hindari pemakaian masker scuba atau buff yang hanya 5% efektif dalam mencegah risiko terpaparnya akan debu, virus, dan bakteri,” tulis Instagram @commuterline.

Berikut pernyataan PT KCI, Satgas COVID-19, hingga respons pengguna KRL:

Bentuk Sosialisasi PT KCI

PT KCI sedang melakukan sosialisasi kepada pengguna KRL untuk menghindari pemakaian masker buff dan masker scuba. Sosialisasi agar menghindari penggunaan masker scuba dan buff di KRL ini karena penyebaran droplet masih mungkin terjadi. Anne menyarankan pengguna KRL memakai masker kain berlapis dan masker kesehatan.

“Kita di medsos baru sosialisasi efektivitas masker saja dan di stasiun kita lakukan sosialisasi itu saja,” kata VP Corporate Communications PT KCI, Anne Purba, saat dikonfirmasi, Selasa (15/9/2020).

“Masker kain 2-3 lapis dan masker kesehatan mengurangi penyebaran droplet yang masih mungkin terjadi,” ucap Anne.

Anne menegaskan saat ini belum ada larangan resmi penggunaan masker scuba dan buff di KRL. “Kita masih sosialisasi,” ucap Anne.


Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, mengatakan masyarakat yang sehat memang tetap dibolehkan memakai masker kain. Masker yang disarankan adalah masker kain berbahan katun dengan 3 lapisan. Wiku menuturkan masker scuba atau buff tidak disarankan karena hanya satu lapis.

Satgas COVID-19 Sebut Masker Scuba-Buff Tak Efektif

“Masker scuba dan buff adalah masker satu lapis dan terlalu tipis. Kemungkinan untuk tembus dan tidak bisa menyaring lebih besar,” kata Wiku dalam jumpa pers yang disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (15/9/2020).

Selain itu, dia juga menyoroti kebiasaan masyarakat yang menurunkan masker ke dagu. Menurut Wiku, masker scuba lebih mudah untuk ditarik ke bawah.

“Masker scuba sering mudah ditarik ke bawah, di dagu sehingga fungsi masker jadi tidak ada. Gunakan masker degan cara yang tepat untuk bisa melindungi, menutup area batang hidung, hidung, sampai dengan mulut dan dagu serta rapat di pipi,” papar Wiku.

Respons Pengguna KRL

Imbauan ini mendapat tanggapan beragam dari pengguna KRL. Ada yang setuju, ada pula yang tidak.

Aris (29) mendukung imbauan KCI soal menghindari pemakaian masker scuba dan buff. Namun Aris masih belum mengetahui sosialisasi dari KCI.

“Kalau untuk kesehatan menurut ahlinya begitu ya ngikut saja. Nggak masalah asal masyarakatnya tahu lebih disosialisasi saja,” kata Aris.

Sejumlah calon penumpang berjalan menuju KRL Commuter Line di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Senin (14/9/2020). Hari pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Total di wilayah Jakarta, suasana penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Bogor terlihat lengang serta kapasitas pengguna hanya 50 persen dengan membatasi setiap gerbongnya hanya dapat diisi 74 penumpang. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/wsj.

Pendapat berbeda diutarakan pengguna KRL lainnya, Marlon (38). Warga Bogor ini menilai penularan COVID-19 di KRL bukan berdasarkan jenis maskernya.

“Menurut saya kalau pakai masker kan intinya orang lain tidak droplet. Artinya, kalau kita melindungi wajah mau pakai masker apapun dilindungi juga mau pakai masker scuba atau buff. Kalau menurutku biasa-biasa saja, wajar-wajar saja, nggak mesti yang masker khusus,” ujar Marlon.

Warga Katulampa Ketiban Rezeki, Dapat Bantuan TNI

BOGOR DAILY- Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menyambut hari ulang tahunnya yang ke-75 di tahun 2020, menggelar Bakti Sosial peduli kemanusiaan.

Tidak ketinggalan warga Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur ketiban rezeki TNI mendapat bantuan pembagian Sembilan bahan pokok dan pelindung diri kesehatan.

Pembagian sembako di wilayah Sub Garnisun Tetap (Subgartap) Koramil 0605/Bogor Timur dilaksanakan oleh Denpom Kogartap II/Bandung, bertempat di Kantor Subgar 0606/Kota Bogor, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Selasa (15/9/2020).

Bantuan sosial yang diberikan berupa Sembilan Bahan Pokok (Sembako) yang telah dikemas dalam satu paket berisikan beras 5 kg, minyak goreng 2 liter, tepung terigu 1 kg, gula pasir 1 kg, teh, kecap manis, ikan kaleng sarden, mie instan, garam dapur, dan kopi.

Selain itu setiap warga yang mendapatkan bantuan sembako dibagikan masing-masing 1 buah masker dan 1 botol hand sanitizer.

Untuk tetap menjaga penerapan protokol kesehatan, pembagian sembako diberikan secara simbolis kepada ketua RW mewakili warganya yang diserahkan oleh Dandenpom Kogartap II/Bdg Letkol Pom Fernando dan disaksikan Lurah Katulampa Kota Bogor Bapak Diki Imam.

Sementara Kasubgar 0606/Kota Bogor Mayor Inf Mustakim, selaku koordinator kegiatan pembagian sembako dibantu Babinsa dan tim lainnya menyerahkan paket sembako kepada warga secara door to door sampai ke depan pintu rumah.

SUMBER: Wartakota.Tribunnews.com

Mendes Naikan Dana Desa Jadi Rp72 Triliun

0

BOGOR DAILY- Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menyampaikan alokasi Dana Desa tahun 2021 sebesar Rp 72 triliun atau meningkat 1,1% dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 71,2 triliun.

Abdul Halim meminta Kepala Desa maksimalkan dalam menggunakan uang negara tersebut. Sebab, penggunaan dana desa lebih sederhana dari sebelumnya, Kades hanya cukup mengacu pada 17 Sustainable Development Goals (SDGs) atau yang disebut Pembangunan Berkelanjutan.

“Contoh, desa yang kita harapkan atau yang kita tuju adalah desa tanpa kemiskinan, desa tanpa kelaparan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (15/9/2020). Hal itu ia katakan dalam kegiatan Konsultasi Prioritas Penggunaan Dana Desa 2021 yang dihadiri 45 Kepala Desa (Kades) asal Kabupaten Karawang.

Dia menuturkan pihaknya akan segera menerbitkan Peraturan Menteri (Permendes) yang bakal menjadi acuan para Kepala Desa dalam menggunakan dana desa, ia memastikan lebih sederhana dibandingkan sebelum-sebelumnya.

Menurutnya dengan Permendes itu, Kades tidak perlu kebingungan lagi karena didalamnya akan dijabarkan target maupun indikator yang menjadi prioritas pembangunan desa yang menggunakan dana desa.

“Misalnya, ada Kepala Desa yang ingin desanya menjadi desa sehat dan sejahtera. Ukurannya peraturan menteri, ada arahannya, targetnya dan indikator yang telah dicapai, kalau mau ngambil target itu,” imbuhnya.

Kemendes, kata Abdul, sifatnya hanya membuatkan rambu-rambu pembangunan desa, selebihnya Kepala Desa diberikan kebebasan untuk improvisasi yang akan menjadi prioritas berdasarkan kebutuhan desa masing-masing.

Lebih lanjut, ia mengingatkan Kades agar selalu memperhatikan akar budaya desa masing-masing saat merencanakan pembangunan desa.

“Artinya apa, seluruh perencanaan pembangunan di desa masing-masing harus bertumpu pada adat budaya yang ada di desa kita itu, yang disebut dengan kearifan lokal, supaya tradisi kita tetap bertahan,” pungkasnya.

 

sumber: Detik Finance.com

RK Terkesan Lihat Relawan di Dua RW ‘Merah’ di Tegalgundil Bogor

0

BOGOR DAILY- Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil memuji langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam penanganan kasus Covid-19 berskala mikro di RW zona merah pada penerapan pembatasan sosial berskala mikro dan komunitas (PSBMK). Penanganan kasus Covid berjalan baik.

“Saya tadi sempat mengunjungi dua RW merah di Kota Bogor. Saya melihat kegiatan penanganan Covid-19 di RW merah berjalan baik,” kata Ridwan Kamil menjawab pertanyaan pers, usai menyampaikan arahan di hadapan relawan unit edukasi dan unit pemantauan, di Kota Bogor, Selasa.

Ridwan Kamil didampingi oleh Wali Kota Bogor Bima Arya, sebelumnya mengunjungi dua RW merah di Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Menurut Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil, di RW merah ia melihat relawan menjalankan tugas dengan baik mengomunikasikan informasi penerapan protokol kesehatan kepada para warga.

“Saya tadi melihat ada nenek-nenek yang menjadi relawan, tapi masih aktif mengunjungi warga dari rumah ke rumah menyampaikan peringatan soal protokol kesehatan. Saya melihat ada nenek-nenek relawan seperti ini hanya di Kota Bogor,” katanya pula.

Pada kunjungan ke RW merah tersebut, Emil juga melihat ada rumah ibadah ditutup sementara. Emil sempat bertanya pada sejumlah warga di RW tersebut, apakah penutupan itu perintah dari pemerintah daerah? Warga menjawab bahwa rumah ibadah itu ditutup sementara atas kesepakatan warga untuk mencegah penularan Covid-19.

“ini menunjukkan, musyawarah di tengah warga di Kota Bogor berjalan baik,” katanya lagi.

Emil menambahkan, penerapan PSBMK di Kota Bogor juga mendapat apresiasi dari Presiden Joko Widodo bahwa penanganan Covid-19 lebih efektif berbasis mikro.

Karena itu, Emil pada rapat koordinasi secara virtual dengan kepala daerah di Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek) pada Senin (14/9) mengarahkan agar Bodebek menerapkan PSBM.
Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Kota Bogor, jumlah RW zona merah di Kota Bogor ada 144 RW dari seluruhnya 797 RW

SUMBER: Republika.com