Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 8138

Apa Kata Mereka Tentang Salak View ???

Bogor Daily – Menjadi referensi sebagai pilihan utama hunian maupun investasi yang aman dan nyaman tercermin dari testimoni para pembelinya. Perumahan Salak View yang berada dibawah bendera besar PT. Teguh Adika Karya membuktikan bahwa project mereka layak untuk anda semua miliki.

Melalui sambungan telepon langsung kepada Bogor Daily, Teguh Wibowo salah satu Owner Salak View menjelaskan tentang testimoni dari para pembelinya. Teguh lebih fokus dalam hal solusi mudah untuk memiliki rumah dengan skema yang dijalankan serta support full dari salah satu lembaga pembiayaan Syariah yaitu BNI Syariah.

Teguh Wibowo (tengah), Salah Satu Owner Salak View bersama Tim Management dan Tim Teknik Salak View, beberapa waktu lalu.

“Ya, kami bekerjasama dengan BNI Syariah dalam proses pembelian unit di Salak View, hal ini juga yang menambah trusty dari para calon konsumen.” papar Teguh.

Salah satu testimoni datang dari dara cantik yang berasal dari Telaga Kahuripan, Parung Bogor. Putri Rizky Amalia yang baru berusia 21 tahun, mojang pekerja disalah satu bidang freight forwarder tersebut mengemukakan ketertarikannya membeli unit di Salak View.

Putri Rizky Amalia (21), usia muda belia sudah punya unit rumah di Salak View

Menurut Putri, dirinya membeli rumah di Salak View pada masa awal pamdemi di bulan Maret 2020 lalu, Putri merasa sangat terbantu dengan skema DP paling ringan dari beberapa perumahan lainnya.

“DP ringan, buat saya mending gaji ditabung dengan mencicil rumah sendiri. In Syaa Allah akhir tahun sudah bisa pindah ke rumah sendiri. Haturnuhun pisan Salak View.” ungkap Putri, pembeli Salak View.

Sementara berlanjut lagi testimoni lain dari salah satu pembeli juga yang bernama Assa. Wanita milenial yang baru berusia 22 tahun itu menjelaskan awal mula membeli unit rumah di Salak View.

Assa (22), salah satu pembeli Salak View yang tertarik karena udara, air, dan desain rumah cocok dihati.

Menurut Assa, dirinya membeli ketika harga unit rumah Salak View masih di angka 295 juta rupiah. Dirinya tidak menyangka dan merasa surprise sekali ketika proses ajuan nya cepat di setujui oleh pihak BNI Syariah. Assa juga menambahkan bahwa di lokasi tersebut air nya bagus, udara sejuk dan tentu nya adalah View Gunung Salak yang memukau.

Perumahan Salak View, Perumahan Kaum Milenial. Dapatkan segera promo pembelian dengan stock yang Terbatas.perumahan salak

“Awal mula dibantu oleh Kang Heri Marketing Salak View, maunya saya rumah ini sebagai investasi, mungkin saya kontrakin lagi nanti, saya sih suka sama model rumahnya, modern minimalis kaya trend jaman sekarang.” tutup Assa dengan sumringah.

(Red-BDN).

RSUD Kota Bogor bakal Beli Alat PCR dari China, Harganya Rp350 Juta

BOGOR DAILY-   Sebagai rumah sakit rujukan penanganan Covid-19, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor bakal mendatangkan alat tes cepat deteksi virus Coronna. Direktur RSUD Kota Bogor Ilham Chaidir mengatakan, pihaknya telah menganggarkan Rp350 Juta untuk memberialat tes cepat PCR (polymerase chain reaction) yang dibeli dari China.

“Masih ada berkas yang perlu dilengkapi. Ini PCR yang kecil akan didatangkan dari China yang telah sesaui standar WHO (Organisasi Kesehatan Dunia),” kata Direktur RSUD Kota Bogor Ilham Chaidir saat dihubungi, Jumat (19/6).

Ilham menjelaskan, PCR itu hanya memiliki kapasitas sebanyak 24 spesimen swab test per harinya. Nantinya, alat itu akan dipergunakan untuk membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam melakukan uji Covid-19 kepada orang dilingkaran Covid-19.

Baik pasien dalam pengawasan (PDP) maupun pasein terkonfirmasi positif yang membutuhkan test PCR lanjutan. Namun, sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BULD) yang tak menggantungkan diri pada APBD Kota Bogor, dia mengatakan, RSUD juga membutuhkan pemasukan. Karena itu, tak menutup kemungkinan bila PCR itu akan dikomersialkan.

“Kita membeli PCR dari dana BLUD untuk membantu percepatan diagnosa pasien-pasien. Tapi memang kalo ada yang ingin test mandiri juga tak menutup kemungkinan,” kata dia.

Jumlah kasus positif di Kota Bogor per Jumat (19/6) telah mencapai 163 kasus. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor pun berupaya untuk meningkatkan uji Covid-19, khususnya swab test. Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menjelaskan, telah meminta RSUD Kota Bogor segera menghitung biaya untuk membeli PCR.

“Sedang dilakukan prosesnya (membeli PCR) melalui pengadaan oleh RSUD tapi kapasistasnya terbatas,” kata Bima.

Sebagai rumah sakit rujukan, Bima mengatakan, sepantasnya RSUD dapat melakukan uji Covid-19 sendiri. Karena itu, dia memerintahkan RSUD dapat secepatnya mendatangkan alat PCR tersebut. “Saya sudah perintahkan RSUD harus sesegera mungkin,” tegasnya.

Meskipun demikian, dia mengatakan, uji Covid-19 yang masif memiliki konsekuensi untuk menyiapkan tempat isolasi. Sebab, semakin banyak yang diuji, semakin banyak pula kasus baru.

“Sudah ada beberapa opsi tempat isolasi, tapi belum bisa saya sampaikan. Beberapa opsi ini masih ada waktu untuk kita mempersiapkan,” kata dia

Gawat! Cluster Mitra 10 Bogor Terus Bertambah

BOGOR DAILY- Kasus Corona di Kota Bogor bertambah pada Sabtu (20/6/2020) sore. Total ada empat penambahan kasus baru. Bahkan, tiga di antaranya merupakan klaster dari kasus Mitra 10. Dalam sepuluh hari terakhir tercatat 48 kasus positif di Kota Bogor.

“Ya, kasus positif dari klaster Mitra 10 hari ini bertambah lagi banyak. Hanya saja lima orang KTP nya dari Kabupaten Bogor. Nah sisanya dari Kota Bogor,” ungkap Wali Kota Bogor Bima Arya, disela kunjungannya di Kantor PWI Kota Bogor pada Sabtu (20/6/2020) sore.

Bima menambahkan, khusus klaster Mitra 10, hari ini ada penambahan kasus positif empat orang di Kota Bogor, tiga orang dari klaster Mitra 10. Mereka adalah keluarga dan pegawai supplier. Sehingga sampai Sabtu (20/6/2020) tercatat 12 orang tertular virus corona dari klaster Mitra 10 Bogor.

“Total 12 terdiri dari dua keluarga yang terpapar dan lima pegawai serta supplier warga ber-KTP Kota Bogor, dan lima lagi warga luar Kota Bogor,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno yang juga juru bicara Pemkot Bogor untuk Siaga Corona menjelaskan, terhadap empat orang positif corona itu sudah dilakukan perawatan di rumah sakit, tapi tidak disebutkan tempat penularannya di mana.

“Sedangkan, pasien kasus positif yang sembuh serta kasus positif yang meninggal dunia, pada Sabtu ini tidak ada. Jika dikalkulasi dalam 10 hari terakhir, ada sembilan kasus positif yang sembuh serta dua kasus positif yang meninggal dunia,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan, pihaknya terus mengembangkan penelusuran cluster Mitra 10. Karena dari karyawan yang positif itu, harus diperluas lagi penelusuran kepada orang yang menjadi pengunjung Mitra 10 dalam 14 hari belakang.

“Saya telah memerintahkan Dinkes Kota Bogor membuat aplikasi khusus untuk menangani klaster Mitra 10. Demikian, masyarakat yang merasa sempat berkunjung dapat mendaftarkan diri untuk mengikuti rapid maupun swab test. Ada 10 yang melaporkan, untuk mengefektifkan pola mappingnya itu kami bikin aplikasi, aplikasinya sedang kami sempurnakan, nanti dirilis oleh Dinkes ke masyarakat yang pernah interaksi,” pungkasnya.

Puluhan Wisatawan Puncak Reaktif Corona, Semuanya asal Jakarta

BOGOR DAILY- Koordinator Sub-Divisi Deteksi Dini dan Pelacakan Kontak Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi menyebut, sebanyak 32 orang dinyatakan reaktif dari hasil rapid test secara acak terhadap wisatawan di Puncak Bogor, Jawa Barat, Sabtu (20/6/2020). “Total yang dites hari ini ada 1.106 dan hasil yang reaktif ada 32 orang,” kata Dedi seperti dilansir Kompas.com

Dedi menyebut, hasil rapid test itu didapat dari empat titik yang menjalani rapid test di kawasan Puncak Bogor sampai rest area Segar Alam Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Semuanya dari Jakarta “Jadi ada empat titik pertama di Parkir Area Masjid Atta’Awun ada 200 yang dites dan reaktif ada 6, kemudian di Gunung Mas 250 orang yang dites dan hasilnya 3 orang reaktif, selanjutnya di Simpang Gadog ada 325 orang yang dites tapi nol reaktif dan terakhir di Segar Alam 316 + 15 (on progress) hasilnya ada 23 reaktif,” beber dia.

Dedi menjelaskan bahwa 1.106 orang ini adalah bagian dari wisatawan yang berkunjung ke Puncak Bogor dan menjalani rapid test. Para wisatawan yang reaktif ini langsung menjalani tes swab di tempat.

Meski begitu, Dedi belum bisa memberikan hasil tes usap tenggorokan tersebut.

“Semua (wisatawan) dari Jakarta dan sudah langsung kita swab di lokasi tadi. Nanti saja kita share hasil swabnya ya,” ungkap dia.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar menggelar operasi gabungan yang melibatkan personel TNI-Polri, divisi pengamanan, Satpol-PP dan divisi pelacakan. Operasi gabungan ini menyasar para wisatawan yang berkunjung ke Puncak Bogor untuk dilakukan rapid test maupun swab.

Pemprov Jabar menyiapkan 2.000 rapid test dan 500 swab dalam operasi gabungan ini, yang akan dilaksanakan sampai Minggu (21/6/2020).

Mitigasi Infeksi Corona, Pemkot Bikin Tim Detektif

BOGOR DAILY- Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor membentuk tim deteksi aktif (detektif), untuk meningkatkan mitigasi infeksi Covid-19. Tim itu bertugas melacak dan memantau penyebaran Covid-19 di Kota Hujan.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menjelaskan, tim detektif memiliki dua unit. Yakni unit pelacakan dan unit pemantau.

“Unit pelacak betugas melacak atau supporting orang-orang yang terindektifikasi positif Covid-19, kemudian menentukan siapa yang masuk kategori orang dalam pemantauan,” kata Bima, Minggu (21/6).

Kata dia, tim ini terdiri dari babinda, bhabinkamtibmas hingga unsur pemerintah kecamatan.

“Seluruhnya ada 370 orang. Tingkat kecamatan masing-masing lima orang dan kelurahan juga lima orang,” katanya.

Sementara unit pemantau, bertugas memastikan orang berkategori orang dalam pemantauan, menjalani masa isolasi selama 14 hari.

“Unit ini berjumlah 822 di seluruh Kota Bogor untuk menguatkan tim yang ada di puskesmas,” lanjut Bima.

Di Kota Bogor sendiri terdapat empat sumber penularan Covid-19. Yakni fasilitas kesehatan, luar Kota Bogor, kantor pemerintahan dan pusat perbelanjaan.

Diharapkan, dengan dibentuknya tim ini, bisa mempercepat mitigas penularan Covid-19 agar tidak meluas.

“Langkah kita adalah memperketat protokol kesehatan di semua tempat tersebut. Kemudian, Pemkot Bogor melakukan langkah strategis agar tidak terjadi lonjakan lagi dengan tim ini,” tegasnya.

Gojek Kolaborasi Dengan Pemkot Bogor Lawan Covid-19

BOGOR DAILY- Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan perusahaan layanan transportasi daring, Gojek Indonesia sepakat untuk terus berjibaku bersama dalam mendukung upaya pemerintah memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19.

Dalam hal ini, pihak Gojek Indonesia akan menyediakan fasilitas sanitation point atau tempat mencuci tangan di sejumlah lokasi untuk masyarakat yang sedang beradaptasi kebiasaan baru di masa pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang mengedepankan protokol kesehatan.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Kota Bogor mengucapkan terima kasih kepada perusahaan layanan transportasi daring Gojek Indonesia yang turut berpartisipasi menyediayakan tempat cuci tangan di beberapa lokasi di Kota Bogor.

“Kontribusi dari Gojek Indonesia ini diharapkan dapat membantu mempercepat memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Kota Bogor,” kata Dedie A Rachim, dalam pernyataan tertulisnya, di Kota Bogor, Sabtu (20/6).

Menurut Dedie A Rachim, tempat cuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun ini disediakan oleh Gojek Indonesia di bebarapa lokasi, yakni di empat masjid besar di Kota Bogor, di kantor pelayanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), di Mal Pelayanan Publik (MPP), serta di Terminal Baranangsiang dan Terminal Bubulak.

Sementara itu, District Head Bogor Gojek Indonesia, Mantino Stefanus Tarul mengatakan, penyediaan sanitation point ini merupakan sebuah upaya dan dukungannya kepada pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19 yang mewabah di penjuru negeri, termasuk Indonesia, khususnya di Kota Bogor.

“Gojek menjadi garda terdepan dalam mendukung upaya bersama mengurangi penyebaran Covid-19 dan mendukung masyarakat untuk beradaptasi kebiasaan baru,” ujar Mantino.

Mantino menuturkan, pihaknya berdiskusi dengan Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Bogor untuk membahas upaya bersama antara Gojek dengan Pemkot Bogor dalam membantu warga yang tengah beradaptasi dengan kebiasaan baru, khususnya kebiasaan baru yang mengedepankan protokol kesehatan dan kebersihan.

“Support sanitation point ini akan berada di sejumlah lokasi publik, yakni di 4 Masjid Besar Kota Bogor, Kantor Pelayanan Disdukcapil, Mal Pelayanan Publik, dan Terminal Baranangsiang serta Terminal Bubulak. Selain itu akan ada juga support Gojek untuk menyediakan sanitation point di 6 titik merchant binaan Gojek guna menunjang kegiatan dine-in,” katanya.

Upaya dan dukungan dalam memutus mata rantai Covid-19 di Kota Bogor dari layanan transportasi daring miliki negeri ini pun turut diapresiasi Ketua GTPP Covid-19 Kota Bogor, Dedie A. Rachim.

Dia menyampaikan banyak terima kasih kepada pihak Gojek atas inisiatifnya dalam menyediakan sarana tempat mencuci tangan bagi masyarakat di tengah penyesuaian kebiasaan baru yang mengedepankan protokol kesehatan.

“Tentu saya sangat mengapresiasi Gojek Indonesia yang telah berupaya dan mendukung pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19 di Kota Bogor. Sanitation point yang ditempatkan di sejumlah lokasi publik tentu akan menunjang aktivitas masyarakat pada situasi new normal saat pandemi ini. Semoga sanitation point yang disediakan oleh Gojek bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” harapnya

Nilai Plus..Adreena Village Berikan Dokumentasi Pembangunan Kepada Konsumen

Bogor Daily – Keterbukaan dalam melaporkan progress pengerjaan bangunan rumah yang telah dibeli oleh para konsumen menjadi nilai plus yang dimiliki oleh Perumahan Syariah Adreena Village. Perumahan di Timur Cibubur tersebut tercatat juga sebagai project member dari komunitas Developer Property Syariah atau DPS.

Informasi yang terus di updates ketika proses serta progress pengerjaan bangunan rumah akan terus di informasikan kepada pemilik rumah yang sudah membeli di Adreena Village, hal tersebut disampaikan langsung oleh Vinaya Pribadi selaku Owner Adreena Village.

 

“Ya tepat sekali, kita bukan asal kerjakan, tau-tau jadi aja. Akan tetapi progress dokumentasi berbentuk foto dan video akan terus di berikan kepada konsumen sampai rumahnya jadi dan sampai ke proses hand over unit.” papar Vinaya.

Sekali lagi, ini adalah komitmen kesungguhan kami dalam menjaga komunikasi yang baik kepada para konsumen. Pada intinya semua konsumen di Adreena Village akan mendapatkan dokumentasi history pembangunan rumahnya.

 

“Kami terjaga dari sisi kualitas, kualitas bangunan yang memiliki standart khusus dan banyak diakui kualitasnya oleh para konsumen.” ungkap Vinaya.

Ayah dari dua anak itu pun kembali menjelaskan, ketika kami akan memulai pembangunan sekalipun, pasti si konsumen akan kami hubungi untuk di undang hadir langsung ke lokasi project, bisa jadi mungkin semi ceremonial peletakan batu pertama rumahnya tersebut.

 

Contohnya ada pada salah satu konsumen yang bernama Bapak Anton, konsumen awal Adreena Village ini menjelaskan langsung bahwa dirinya merasa sangat spesial. Bapak Anton bersama istrinya adalah pasangan ahli teknik dan konstruksi, dia menjelaskan kualitas dari bangunan sangat terjaga, kualitas pekerjaan yang bisa disejajarkan dengan pekerjaan pembangunan bangunan komersial perkantoran dan apartment.

Mau tau comment nya, click link dibawah ini :

“Alhamdulillah, semua konsumen yang sudah melakukan pembangunan merasakan nilai plus yang kami jalankan tersebut. Informasi dan janji survey bisa langsung menghubungi kami dengan click di www.adreenavillage.net. Ayo stock terbatas.” pungkas Vinaya Pribadi.

(Red-BDN).

Rizal Ramli Capres Alternatif Kalangan Profesional

BOGORDAILY.net – Ekonom senior Rizal Ramli disebut-sebut sebagai calon alternatif dari kalangan profesional, untuk maju sebagai calon presiden mendatang.

Rakyat Indonesia mengharapkan figur baru yang akan maju menjadi calon Presiden dan calon Wakil Presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) pada tahun 2024 mendatang.

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie memprediksi beberapa figur atau tokoh yang menjadi calon alternatif dan akan memiliki elektabilitas bagus jika maju di Pilpres 2024.

Jerry pun menyebut bahwa terdapat empat kepala daerah yang berpeluang menjadi calon alternatif. Ke empatnya ialah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Selain itu, Jerry pun juga menyebut terdapat sosok dari kalangan profesional maupun akademisi yang memiliki peluang besar jika maju di Pilpres 2024.

Figur yang dimaksud itu ialah mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri era Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Rizal Ramli.

“Tokoh konservatif lainnya adalah Rizal Ramli. Mantan Menko Ekuin di era mendiang Presiden Gus Dur ini berpeluang, lantaran selain dekat dengan rakyat kecil, suka membantu terhadap kaum marjinal serta cinta dan peduli rakyat,” ucap Jerry Massie saat diskusi webinar dengan judul “Menakar Peta Politik 2024” yang diselenggarakan oleh Political and Public Policy Studies (P3S), IB dan Pewarna pada Jumat (19/6).

Jerry pun menilai, Rizal Ramli merupakan figur yang bukan hanya melakukan politik pencitraan, melainkan tindakan nyata.

“Rizal calon alternatif dari kalangan profesional, akademisi dan aktivis. Suara lantangnya membela kelompok terdzolimi menjadi acuan baginya di Pilpres 2024” terang Jerry.

Meskipun kata Jerry, Rizal Ramli merupakan tokoh yang tak terlibat di partai politik, tetapi memiliki aura politik yang cukup kuat. “Calon presiden rakyat 2019 lalu ini memang tak didukung partai di parlemen tapi aura politiknya cukup kuat,” pungkas Jerry.(*)

Polres Bogor Turunkan 100 Personel di Jalur Puncak

BOGOR DAILY- Satuan Lalu Lintas Polres Bogor siagakan 100 personel untuk pengamanan di Jalur Puncak, Kabupaten Bogor, jelang akhir pekan ini. Upaya tersebut sejalan dengan dibukanya beberapa tempat wisata seperti Taman Safari Indonesia (TSI) sehingga diprediksi bakal terjadi peningkatan volume kendaraan bermotor.

“Sabtu-Minggu tetap ya 2/3 personel sekitar seratusan. Kami tetap melakukan pengamanan di Jalur Puncak, soalnya informasi tempat wisata sudah mulai buka,” kata Kasat Lantas Polres Bogor AKP Fitra di keterangan tertulisnya, Jumat (19/6/2020).

“Pengamanan kita siapkan dengan mengedepankan SOP protokol kesehatan,” lanjutnya. Kemudian, untuk jalan-jalan tikus di kawasan Puncak yang kerap dilalui pengendara motor juga akan menjadi perhatian petugas agar tak menimbulkan kepadatan seperti akhir pekan lalu.

“Kita siapkan pengamanan supya tidak terjadi lagi seperti viral kemarin. Kita upayakan supaya tidak terjadi lagi. Jalur tikus kita lakukan penyekatan personel tetapi tentatif melihat situasi di lapangan seperti juga sistem oneway,” ujar Fitra. Koordinasi dengan pengelola hotel, restoran, dan tempat wisata yang sudah beroperasi juga bakal dilaksanakan guna mengatur wisatawan supaya lebih teratur.

Sebelumnya, sejak Minggu pagi 14 Juni 2020, arus lalu lintas di kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat, terpantau padat. Banyaknya volume kendaraan dari kedua arah membuat polisi menerapkan sistem buka-tutup arus lalu lintas. Untuk mengatasi kemacetan, Satlantas Polres Bogor mengurai kendaraan dengan memberlakukan satu arah dari Puncak ke Jakarta sejak pukul 12.30 WIB hingga sore. Menurut Fitra, ini terjadi usai pemerintah melonggarkan pembatasan aktivitas di tengah pandemi virus corona alias Covid-19.

sumber: Kompas.com

Purnawirawan TNI-Polri bertemu Jokowi di Istana Bogor

BOGOR DAILY-  Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan dengan para Purnawirawan TNI-Polri, Jumat (19/6). Dalam pertemuan tersebut, Menko Polhukam Mahfud MD mendampingi Jokowi.

Mahfud mengatakan, Jokowi menerima dengan positif masukan dari para purnawirawan, salah satunya tentang Rancangan Undang-undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP).

Mahfud pun membeberkan beberapa masukan para purnawirawan tersebut. Dia mengatakan, pada prinsipnya, para purnawirawan TNI-Polri setuju dengan pandangan presiden, yakni bila terdapat Undang-Undang tentang kelembagaan pembinaan ideologi negara atau ideologi pancasila, maka Ketetapan MPRS Nomor 25 Tahun 1966 ditegaskan berlaku.

“Kemudian, Pancasila itu adalah Pancasila yang ada dalam UUD 1945 yang terdiri dari lima sila yang selama ini kita pakai,” ujar Mahfud dalam keterangan tertulis, Jumat (19/6).

Dia mengatakan, para purwanirawan berharap pemerintah menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, dan tidak menolerir setiap upaya destruksi terhadap keutuhan Pancasila dari paham-paham yang mengancam.

“Mereka ingin Pancasila tidak tercabik-cabik oleh paham yang merusak Pancasila, seperti liberalisme, komunisme dan radikalisme,” kata Mahfud.

Pertemuan Jokowi dengan Purnawirawan TNI-Polri digelar di Isatana Bogor. Tak hanya didampingi Mahfud MD, dalam pertemuan tersebut ada pula Panglima TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Idham Azis.

Purnawirawan yang hadir adalah Tri Sutrisno, Agum Gumelar, Widjojo Sujono, Ade Supandi, Djoko Suyanto, Rais Abin, Sayidiman Suryohadiprojo, Saiful Sulun, Bambang Darmono, Kiki Syahnakri, Bambang Hendarso Dahuri.