Monday, 6 April 2026
Home Blog Page 8176

Lawan Netizen, Dewi Persik akhirnya Bicara Vulgar soal Bagian Vital Miliknya

BOGORDAILY.net – Pedangdut Dewi Persik marah. Dia meluapkan kemarahannya, karena dituding nakal, suka mabuk, hingga jualan Apem.

Ya, Siapa yang tak kenal dengan pedangdut Dewi Perssik?

Ya, penyanyi dangdut yang satu ini namanya memang cukup terkenal di blantika musik Tanah Air.

Dewi menyelami karier di dunia hiburan memang sudah cukup lama sehingga dirinya kini telah sukses dalam meraup pundi-pundi uang.

Mantan istri Saipul Jamil ini juga kerap mengenakan barang-barang mewah di setiap penampilannya.

Tak ayal jika banyak nyinyiran yang menghinggapi kehidupan Dewi Perssik.

Baru-baru ini, Dewi Perssik mendapat sebuah fitnah dari seseorang yang bernama Juli atau JC.

Dewi Perssik mendapatkan tuduhan jika dirinya suka minum alkohol hingga bekerja dengan baju seksi.

Bahkan yang lebih parahnya lagi, Dewi Perssik dituduh sering pergi ke tempat hiburan malam.

Mendengar hal tersebut, Dewi Perssik nampaknya langsung naik pitam dan membungkam mulut netizen.

Melansir dari Wartakota, Jumat (29/5/2020), Dewi Perssik nampak marah ketika sedang live di akun Instagram pribadinya @dewiperssikreal.

“Om Juli (JC) menaruh foto aku pakai bikini sedang di acara Harley Davidson. Bajunya tidak tipis,” ujar Dewi Perssik.

Lantas, istri Angga Wijaya itu juga meminta Juli alisa JC untuk melihat masa lalunya selama dirinya terjun di dunia hiburan.

“Dewi Perssik tidak pernah minum dan mabuk-mabukan, apalagi drugs. Itu haram,” ucap Dewi Perssik.

Lebih lanjut, Dewi Perssik mengatakan jika dirinya datang ke klub malam itu untuk bekerja sebagai penyanyi.

Pedangdut asal Jember itu juga nampak membantah tudingan miring yang diberika Juli alias JC kepada dirinya.

“Kalau melihat Dewi Perssik di klub malam, itu Dewi Perssik lagi nyanyi, satu jam bersama Dewi Perssik dan bayarannya Rp 100 juta. Jadi Dewi Perssik bukan jual apem, tapi suara,” kata Dewi Perssik.

“Apem Dewi Perssik khusus yang halal. Dewi Perssik sejak dulu nggak pernah jualan apem,” pungkasnya.

Setelah membukam mulut netizen dengan jawabannya, Dewi Perssik lantas membagikan sebuah foto di akun sosial media miliknya.

Potret tersebut dibagikan Dewi Perssik di akun Instagram pribadinya @dewiperssikreal, Jumat (29/5/2020).

Dalam foto tersebut, Dewi Perssik terlihat sedang berselfie di dalam mobilnya.

Ia terlihat berpose dengan tangan diletakkan dibawah dagunya.

Tak ada senyuman yang menghiasi wajahnya saat itu.

Pada keterangan foto, istri Angga Wijaya itu menuliskan mengenai orang-orang yang ‘sok tau’ mengenai kehidupannya.

“Sejatinya penilaian sepihak dr orang yg sok tau ttg kehidupan kita, ditambah gak kenal lagi, sebenarnya buang2 energi, dan bisa mengotori kalbu kita, tp kita musti yakin ada transfer pahala dari setiap kedzoliman hehhe semoga bener ya,” tulis Dewi Perssik.(*)

Terpapar Covid-19 hingga Koma, Drummer Band Metal Ini Ceritakan Mimpinya ke Neraka, Dihukum Iblis Karena Malas

BOGORDAILY.net – Drummer band metal veteran bernama Death Angel, Will Carroll, menceritakan pengalamannya kena corona hingga alami koma 12 hari.

Ia mengalami koma karena terinfeksi virus corona, di mana Carroll harus menggunakan ventilator selama tak sadarkan diri.

Ketika dia terbangun di Pusat Medis Pasifik California San Francisco pada 30 Maret, musisi itu mengklaim telah pergi ke neraka dan kembali.

Carroll mengungkapkan bahwa dalam mimpinya, iblis akan menghukumnya karena “dosa kemalasan yang mematikan.”

Hal itu ia sampaikan dalam sebuah wawancara eksklusif dengan San Francisco Chronicle yang diterbitkan pada 15 Mei, hanya beberapa hari setelah ulang tahunnya yang ke-47.

“Saya pergi ke neraka dan setan adalah seorang wanita, saya dihukum karena kemalasan,” kata Carroll kepada Decibel bulan lalu, dikutip dari Loudwire.com.

Ia mengatakan, setan akan mengubahnya menjadi makhluk yang mirip dengan Star Wars ‘Jabba the Hutt.

Ia akan dibuat memuntahkan darah hingga mengalami serangan jantung.

Begitu pun selama perawatan, anggota staf medis mengatakan bahwa jantung Varroll beberapa kali gagal berfungsi.

“Aku adalah raksasa jenis Jabba the Hut yang gemuk. Aku muntah darah dan terus muntah darah sampai aku terkena serangan jantung, yang agak aneh karena aku mengalami gagal jantung selama koma,” ungkapnya.

Carroll mengatakan kepada San Francisco Chronicle bahwa “apa yang dia lalui” memungkinkan dia untuk mengubah beberapa kebiasaan buruknya dalam hidup.

Yakni gaya hidupnya yang khas, termasuk alkohol yang dulunya kerap ia konsumsi dalam jumlah sangat banyak, juga soal asupan ganja.

“Aku masih akan mendengarkan logam Setan (meskipun), dan aku masih suka Deicide dan band-band seperti itu,” candanya setelah mengakui pengalamannya melawan virus yang terasa seperti “kembali dari neraka”.

Carroll kemudian mengakui bahwa setelah mengalahkan Covid-19, dia tidak berpikir “Setan sekeren dulu.”

Hingga kini, Carroll tidak tahu dari mana ia terkena virus Corona, namun dirinya meyakini, virus itu menyerangnya saat berada di pesawat terbang.

Ia kembali ke AS dari 24-hari tur head-head Death Angel dengan Testament dan Exodus beberapa waktu lalu.

Tur berakhir pertengahan Maret di Jerman dan berakhir dengan menyedihkan untuk ketiga band metal veteran tersebut.

Menurut San Francisco Examiner, Di antara masing-masing anggota band dan kru, 10 lainnya didiagnosis dengan Covid-19, termasuk vokalis ‘Testamen frontman’ Chuck Billy.

Tur Bay Strikes Back dimulai pada 6 Februari dan berakhir pada 11 Maret – sehari sebelum band kembali ke California, dan hanya beberapa waktu sebelum Presiden Donald Trump menyerukan larangan perjalanan di AS.

“Beberapa hari terakhir terasa berat,” kenang Carroll tentang tur itu, dikutip Sosok.ID dari Globalnews.

“Bukannya kami suka pertunjukkan dibatalkan, tetapi dalam situasi itu, kami hanya ingin pulang.”

Pada 30 Maret, Carroll akhirnya terbangun dari keadaan tak sadarkan diri dan berkata dia menerima tepuk tangan meriah dari mereka yang merawatnya.

Selain itu, dia mengingat kata-kata pertama yang dia katakan saat bangun tidur.

“Saya terbangun di tempat tidur rumah sakit,” katanya.

“Ada seorang perawat di sana dan kata-kata pertama yang keluar dari mulut saya adalah,‘ Apakah saya masih di neraka?” tanyanya pada perawat.

“Tapi dia (perawat) mengabaikan saya,” lanjutnya.

Lebih dari sekadar mimpi, Carroll menggambarkan perjalanan ke akhirat sebagai pertemuan “keluar dari tubuh”.

“Saya ingat bangkit dari neraka … dan begitu saya tiba di surga, itu juga mengerikan di sana. Rasanya seperti pesta seks Romawi dan para malaikat lebih menakutkan daripada iblis,” katanya, dikutip dari Loudwire.com.

“Saya menembak kembali ke bumi, dan saya menjadi berada dengan beberapa teman di kelab malam. Itu hal terakhir yang saya ingat,” lanjutnya.

“Aku bukan pria super spiritual,” ungkapnya.

Saat ini, Carroll menjalani terapi untuk memperkuat tubuhnya setelah dinyatakan sembuh. Ia juga berhenti merokok.

“Ini bukan flu biasa,” Carroll memperingatkan.

“Kamu benar-benar harus tetap di dalam rumah dan mengikuti aturan. Tidak menyenangkan untuk dikurung, dan aku bukan penggemar Big Brother tetapi kita harus mencegah ini menyebar. Aku tidak akan berharap ini pada musuh terburuk dan orang-orangku perlu menganggapnya serius,” tegasnya.(*)

Jumlah Pasien Positif dari Klaster Pasar Cileungsi Bertambah jadi 7 Orang

BOGOR DAILY- Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat mencatat, ada penambahan pasien positif Covid-19 dari klaster penularan Pasar Cileungsi sebanyak tiga orang. Sehingga jumlahnya kini menjadi tujuh orang.

“Pasien positif Covid-19 bertambah tiga dari penularan klaster Pasar Cileungsi, pemeriksaan tes ‘swab’-nya berbarengan dengan yang sebelumnya, tapi yang ini hasilnya baru keluar,” kata Bupati Bogor Ade Yasin saat dihubungi Antara di Cibinong, Sabtu malam (30/5/2020).

Menurut dia, dari tiga pasien baru Covid-19 itu satu di antaranya merupakan pedagang daging, yaitu laki-laki usia 30 tahun dan telah meninggal dunia. Sedangkan dua lainnya merupakan istri dan keluarga dari pedagang daging tersebut, yaitu perempuan usia 23 tahun dan laki-laki usia 17 tahun. Ketiganya sama-sama berdomisili di Kecamatan Cileungsi.

Selain penambahan pasien dari klaster Pasar Cileungsi, Pemkab Bogor juga mencatat satu pasien positif Covid-19 yang juga kebetulan berdomisili di Cileungsi, yaitu perempuan usia 56 tahun.

Ade Yasin yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor itu menyebutkan, secara keseluruhan di daerah itu terjadi penambahan pasien Covid-19 sebanyak empat orang. Kemudian, ada satu pasien Covid-19 berhasil sembuh, yaitu bayi usia satu bulan asal Kecamatan Megamendung.

Hingga Sabtu malam (30/5/2020), ada sebanyak 198 pasien positif Covid-19 di Kabupaten Bogor, sebanyak 48 orang di antaranya sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19, dan 14 orang lainnya dilaporkan meninggal dunia.

Ade menambahkan, Pemkab Bogor juga mencatat ada 1.578 orang dalam pemantauan (ODP), 1.301 di antaranya sudah selesai dipantau, dan 1.580 pasien dalam pengawasan (PDP), 1.113 di antaranya sudah selesai diawasi.

Mal di Kota Bogor Tetap Ditutup sampai 4 Juni 2020

BOGOR DAILY-Pemkot Bogor kembali memperpanjang penutupan sementara pusat perbelanjaan hingga 4 Juni. Kebijakan berlaku bersamaan dengan perpanjangan pembatasan jam operasional toko swalayan, pengaturan layanan rumah makan/resto, dan pengaturan pelaku usaha komoditi perdagangan nonpangan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bogor, Ganjar Gunawan mengatakan telah mengeluarkan surat edaran berkaitan dengan hal ini, sebagai tindak lanjut Perpanjangan Ketiga PSBB di Kota Bogor.

“Surat tersebut berisi memperpanjang Penutupan Sementara Kegiatan Operasional Pusat Perbelanjaan (mal) terhitung mulai 27 Mei-4 Juni 2020, termasuk untuk seluruh tenant di dalamnya, kecuali gerai/toko/swalayan yang menyediakan bahan pokok, obat-obatan kesehatan, Rumah Makan/Resto,” kata dia, Sabtu (30/05/2020).

Ganjar menerangkan, surat edaran ini dikeluarkan karena PSBB di Kota Bogor dilanjutkan hingga 4 Juni 2020, namun ada kelonggaran di beberapa sektor ekonomi.

“Surat edaran ini sudah disebar ke semua pelaku usaha. Untuk pengawasannya kami membentuk tim dan jika ada yang melanggar siapa saja bisa melapor untuk dilakukan penindakannya oleh Satpol PP, bahkan bisa sampai dihentikan operasionalnya,” ujarnya.Surat edaran yang digagas Disperindag ini kata Ganjar, untuk mengatur secara detail di lapangan agar para pelaku usaha dapat melaksanakan poin-poin yang sudah ditetapkan.

Eksklusif !!! Wah Tissa Biani Bicara Kreatifitas Tanpa Batas Dibatas Pandemi

Bogor Daily – Bakat yang luar biasa dimiliki oleh remaja yang satu ini sedari kanak-kanak. Jam terbang yang tinggi membuat namanya semakin melambung sampai dengan saat ini sebagai seorang aktris remaja yang terkenal dan multitalenta, terbukti dengan banyaknya judul film layar lebar, FTV dan judul sinetron yang ia perankan.

TissBin Ngamen, Duet Secara Virtual Bareng Kaka Slank. (Foto: Instagram Tissa Biani)

Melalui sambungan telpon secara eksklusif untuk Bogor Daily, Artis yang genap berusia 18 tahun pada tahun ini tersebut menjelaskan sejumlah aktifitas nya selama masa pandemi Covid 19 ini.

“Pada intinya sebagai seorang seniman, kita tidak boleh tumpul dalam kreatifitas. Selama masa pandemi ini sih, aku lebih banyak Me Time dan melakukan hal kreatif yang baru.” ungkap Tissa.

Wah, Tissa juga nyanyi bareng sama Ifan Seventeen. (Foto: Instagram Tissa Biani)

Anak dari pasangan Bobby Begjo Warasno dan Dian Estining Adhi tersebut menambahkan bahwa saat masa wabah seperti ini, dirinya lebih banyak melakukan aktifitas nyanyi cover-cover lagu dengan duet secara virtual mengajak beberapa pesohor di dunia musik Indonesia seperti Kaka Slank, Ryan D’Masiv, Acha Septriasa, Lingua, Anji, Calvin Jeremy, Titi Kamal, Ferdy Tahier dan Ifan Seventeen yang dikemas dengan tajuk TissBin Ngamen alias Tissa Biani Ngamen.

Tissa Biani beranjak Dewasa, tepat berusia 18 tahun di tahun 2020 ini. (Foto: Instagram Tissa Biani)

Beberapa kreatifitas tanpa batas yang dibatas pandemi tersebut dapat kalian cek di Instagram Tissa Biani. Mau tau sebagian, bisa click aja link sebagai berikut :

https://www.instagram.com/tv/CANgrHfAAlW/?igshid=1lnxumlkkeaab

https://www.instagram.com/p/CAVP4sNnoyh/?igshid=1vdszcyircmw5

“Selain TissBin Ngamen, aku juga saat ini sedang belajar biola, main gitar dan berlatih piano. Sambil terus juga menjaga stamina tubuh agar tetap bugar dengan istirahat yang cukup dan makan makanan yang bergizi.” papar Artis yang juga pernah menjadi Pemenang ajang Indonesian Movie Awards untuk kategori Pemeran Anak-Anak Terbaik dalam Film 3 Nafas Likas itu.

Tampil tetap Keren di konten Instagram Tissa Biani. (Foto: Instagram Tissa Biani)
Dukungan Keluarga menjadi Modal Semangat yang utama bagi Karir Keartisan Tissa Biani. (Foto: Instagram Tissa Biani)

Harapan kedepan, Tissa juga berharap dengan sangat semoga pandemi Covid 19 ini dapat segera berlalu dan kita semua bisa hidup normal lagi, setidaknya untuk memasuki masa transisi ke New Normal dapat kita lalui secara bersama-sama dengan tetap memperhatikan protokoler S.O.P kesehatan guna pencegahan Covid 19.

Tissa Biani saat berduet bersama Anji. (Foto: Instagram Tissa Biani)
Karir Cemerlang membuat Tissa selalu bersyukur. (Foto: Instagram Tissa Biani)

“Untuk waktu cepat, nantikan lagi momen TissBin Ngamen di Instagram aku ya. Siapa yang akan kita ajak untuk nyanyi bareng secara virtual. Tentu ini akan menjadi kejutan tersendiri.” pungkas Tissa Biani yang juga pandai sekali bermain gitar.

(Red-BDN).

Menteri Keuangan Kita Tidak Bisa Berhitung?

Oleh: Gede Sandra
 
Curhat Menteri Keuangan di Grup WA (1):
“BRI pinjam dari konsorsium Bank dalam US $ dengan bunga 2% namun jangka waktu 5 tahun. Bandingkan Pemerintah pinjam konsorsium Bank (Worldbank – ADB) dengan suku bunga 1,5% dengan jangka waktu 20 tahun ! Jauh lebih murah..!”

Jawab:
Salah bila dibilang pinjaman Pemerintah ke WB jauh lebih murah dibanding pinjaman BRI ke konsorsium bank. Mari kita buktikan dalam perhitungan berikut ini.
Total bunga majemuk (compound interest, bunga berbunga) yang harus dibayar BRI selama 5 tahun adalah = (1+2%)^5 = 10,4%. Jadi misalkan BRI meminjam $100juta, maka total bunga yang dibayar BRI pada tahun ke-5 adalah $100juta x 10,4% = $10,4juta.

Total bunga yang harus dibayar Pemerintah Indonesia ke WB-ADB adalah = (1+1,5%)^20 =34,7%. Jadi misalkan Pemerintah meminjam jumlah yang sama dengan BRI, $100juta, maka total bunga yang harus dibayar Pemerintah pada tahun ke-20 adalah = $100juta x 34,7% = $34,7juta.
Artinya total bunga yang harus dibayar Pemerintah adalah 3,3 kali lipat lebih mahal dari yang dibayarkan BRI.

Selain itu perlu diingat. Pada masa lalu pinjaman dari grup WB kepada pemerintah Indonesia selalu dibarter dengan kewajiban Pemerintah Indonesia untuk mengesahkan UU liberalisasi/privatisasi. Bukan tidak mungkin akan ada kebijakan atau undang-undang titipan dari WB yang menyertai pinjaman berbunga murahnya ke depan. Jelas ada biaya yang sangat mahal, bila ditinjau dampaknya pada kerusakan ekonomi Indonesia akibat penerapan kebijakan/UU titipan ini.
 
Curhat Menteri Keuangan di Grup WA (2):
“Bulan April 2020 -Pemerintah menerbitkan SUN dalam US dollar -jangka waktu 10 tahun, suku bunga 3,9%. Bandingkan –  Bulan Mei 2020, Bank Mandiri (dengan rating sama BRI) menerbitkan Surat utang dalam US dollar – jangka waktu 5 Thi – bunga 4,4%! Jadi jangka waktu pinjaman Bank Mandiri lebih pendek namun bayar bunga jauh lebih besar.  Dibanding Pemerintah lebih rendah dengan jangan jauh lebih panjang.”

Jawab:
Perlu diingat. SUN Global Bond yang diterbitkan Pemerintah tidak hanya yang bersuku bunga 3,9% (versi RI1030, sebesar $1,65miliar, tenor 10,5 tahun), tetapi pada saat bersamaan juga ada versi yang bersuku bunga 4,25% (RI1050, sebesar $1,65miliar, tenor 30,5 tahun), dan 4,5% (RI0470, sebesar $1miliar, tenor 50 tahun).
Perhatikan gambar di bawah. Perlu diketahui bahwa sejak awal 2020 telah terjadi fenomena inverted yield curve, atau kurva yield terbalik pada pasar surat utang dollar AS (Treasury bond). Kondisi ini terjadi saat surat utang jangka panjang memiliki yield lebih murah dari surat utang jangka pendek.

Jadi wajar bila tingkat bunga surat utang Bank Mandiri yang bertenor 5 tahun lebih mahal dibandingkan dengan surat utang Pemerintah (RI1030) yang bertenor 10 tahun. Namun juga, seharusnya Indonesia bisa mendapatkan bunga lebih murah untuk surat utang yang bertenor 30 tahun (RI1050) dan 50 tahun (RI0470), bila dibandingkan surat utang tenor 10 tahun (RI1030). Aneh bila pada saat kondisi inverted yield curve ini Indonesia tetap mendapatkan bunga lebih tinggi untuk surat utang yang bertenor lebih panjang.  
Sekarang kita bandingkan dalam aspek total bunga.

Total bunga majemuk yang harus dibayar Bank Mandiri selama 5 tahun adalah = (1+4,4%)^5 = 24%. Jadi misalkan Bank Mandiri pinjam $100juta, maka hingga tahun ke-5 Bank Mandiri harus membayar total bunga =$100juta x 24% = $24juta.

Total bunga yang harus dibayar Pemerintah (dalam SUN versi RI1030) selama 10,5 tahun adalah = (1+3,9%)^10,5 = 49,4%. Jadi misalkan Pemerintah meminjam dengan nilai yang sama dengan Bank Mandiri, $100juta, maka hingga tahun ke-10,5 Pemerintah harus membayar total bunga = $100juta x 49,4% = $49,4juta.
Dengan cara perhitungan yang sama, untuk SUN versi RI1050 total bunganya = (1+4,25%)^30,5 = 255,8%.
Dan SUN versi RI0470 total bunganya = (1+4,5%)^50 = 803%.
Artinya total bunga yang harus dibayar Pemerintah
– untuk SUN RI1030 = 2 kali lebih mahal dari total bunga Bank Mandiri
– untuk SUN RI0470 = 10 kali lebih mahal dari total bunga Bank Mandiri
– untuk SUN RI0470 = 33 kali mahal dari total bunga Bank Mandiri
 
KESIMPULAN
Bila dilihat dari tingkat bunga, memang sekilas bunga pinjaman pemerintah tampak sedikit lebih murah dari bunga pinjaman Bank BUMN. Namun, bila dihitung berdasarkan total bunga yang harus dibayar hingga berakhirnya tenor, pinjaman yang didapatkan Pemerintah sangat mahal berkali hingga berpuluh kali lipat.
Jangan sampai karena kesalahan seorang Menkeu yang tak bisa menghitung (mengira bunga pinjaman saat ini sudah murah), anak cucu Bangsa Indonesia harus terbebani dengan bunga pinjaman yang menjerat leher mereka di masa depan.

Hadiri Silaturahmi dengan Tray, Ini Yang Diharapkan H. Ruhyat Nugraha

BOGOR DAILY – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Ruhyat Nugraha meminta kepada anggota Taruna Ade Yasin (Tray) Kabupaten Bogor, agar segera membuat konsep mengenai media massa.
“Saya hadir saat ini sebagai undangan, saya minta Tray bisa membuat trobosan dalam pembuatan media massa, tujuannya untuk menginformasikan kejadian-kejadian di setiap wilayah,” kata H. Ruhyat, saat menghadiri acara silaturahmi bersama seluruh anggota Tray Kabupaten Bogor disalah satu ponpes Tenjolaya, Sabtu (30/5/2020).
Tidak hanya itu saja, politisi PPP ini meminta seluruh anggota Tray agar melakukan pengawalan pembangunan di seluruh kecamatan dan desa yang ada di Bumi Tegar Beriman.
“Saya minta juga, pantau semua pembangunan di seluruh wilayah. Tray berperan untuk mengawal pembangunan agar berjalan dengan baik,” ucapnya.
Sementara itu, salah satu pembina Tray Kabupaten Bogor, Irfan Darajat berterimakasih kepada Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Ruhyat Nugraha, yang sudah menyempatkan waktu untuk hadir dalam acara silaturahmi ini.
“Kita dalam silaturahmi ini tentunya juga sambil menerapkan protokol kesehatan, kita sudah diberikan tugas oleh abah (H. Ruhyat Nugraha) untuk aktif memajukan Kabupaten Bogor,” singkatnya. (Andi).

Ketua DPD PSI Kota Bogor: Pendapat, Kritik Bukanlah Delik

BOGORDAILY.net – Ketua PSI Kota Bogor Sugeng Teguh Santoso ikut menganalisis dan menyuarakan pendapatnya, soal keributan antara kader PSI Jakarta Muannas Alaidid yang melaporkan Farid Gaban, seorang aktifis dan pegiat koperasi.

Sugeng menuturkan, pelaporan oleh Muannas Alaidid pegiat cyber watch adalah tindakan kontra produktif, tidak berdasarkan hukum dan mengesankan cari muka.

“Dalam negara hukum dan demokrasi pendapat dimuka umum dalam bentuk lisan dan tulisan dijamin konstitusi, tidak dapat dinyatakan sebagai delik,” ujar advokat senior ini.

Sejauh bukan menyampaikan fakta bohong yang merugikan pihak lain. Pejabat publik harus siap dikritik, karena ia bekerja atas mandat Undangan-undang untuk melayani masyarakat.

Persepsi atas pejabat,dan kritik atas kinerja pejabat publik adalah krn jabatan publik yg melekat bukan personal. Tuduhan2 terkait personallah yg bisa disoal.

Dalam kaitan posisi korban penghinaan yanh sifatnya personal maka yang dapat melapor adalah person yang merasa nama baiknya tercemar.

“Bila person tersebut tidak merasa keberatan maka tidak ada kasus hukum di sini,” katanya.

“Menjadi pertanyaan adalah kapasitas Muannas Alaidid melaporkan Farid Gaban? Apakah ia muanas mendapat wewenang bertindak dari Teten Masduki? Klo tidak ada maka Muannas Alaidid tidakk punya legal standing melaporkan Farid ke polisi,” katanya.

Legal standing adalah hal elementer yang harus dipahami oleh advokat, selain soal materil hukum dan juga konsep hak-hak asasi manusia.

Pendapat, kritik dalam negara hukum dan demokrasi harus ditangggapi dengan pendapat juga, bukan dengan tindakan melaporkan ke polisi.

“Saya membaca justru tindakan Muannas Alaidid menjadi kontra produktif buat PSI, Partai Solidaritas Indonesia di mana saya bergabung saat ini sebagai Ketua DPD PSI Kota Bogor,” tegasnya.

“Saya berpendspat PSI sebagai partai dengan paradigma progresif dan terbuka justru dirugikan dengan tindakan Muannas yang adalah kader dan pengurus PSI di Jakarta. PSI walau pendukung pemerintah harus meletakkan posisi tetap kritis konstruktif pada kinerja pemerintah pada level kementrian,” ujarnya.

Panduan PSI tetap adalah keadilan, kebenaran dan hukum, sehingga bisa mengambil sikap tepat terkait aktivitas kader dan pengurusnya yang kontra produktif ini. (*)

Kabar Baik Korona di Kabupaten Bogor, 6 Pasien Covid-19 Sembuh

BOGOR DAILY – Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor mengumumkan hari ini Jumat (29/5/2020) pukul 20:00 WIB, sebanyak enam orang pasien Covid-19 dinyatakan sembuh setelah menjalani tahapan isolasi.

“Kabar baik juga hari ini Jumat (29/5/2020) ada sebanyak enam pasien Covid-19 yang sembuh,” kata Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sopiah.

Ke enam pasien yang sembuh itu kata Syarifah lima orang merupakan warga Kecamatan Kemang, dan satu orang berdomisili di Kecamatan Tajurhalang.

“Empat laki-laki usia 43 tahun, 36 tahun, 50 tahun, 54 tahun satu perempuan usia 39 tahun merupaka warga Kemang, dan satu laki-laki usia 56 tahun warga Tajurhalang,” ucapnya.

Dari enam yang dinyatakan sembuh Covid-19 ini tentunya menjadi jumlah yang sembuh di Kabupaten Bogor bertambah jadi 47 orang.

Ia menambahkan, saat ini kasus positif di Kabupaten Bogor semakin banyak sebab akibat dari Orang Tanpa Gejala (OTG) yang sulit untuk terdeteksi, oleh karenanya Syarifah menghimbau, agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan salah satunya mengenakan masker. (Andi).

Update Corona Kab Bogor, Positif Covid-19 Bertambah 7 orang

BOGOR DAILY – Jumlah penduduk di Bumi Tegar Beriman yang positif terinfeksi Virus Korona atau Covid-19 kembali mengalami penambahan sebanyak 7 orang, hal itu pun membuat total kasus Covid-19 menjadi bertambah sebanyak 194 orang.

Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sopiah, mengatakan, 7 orang positif Covid-19 itu meliputi laki-laki usia 62 tahun asal Ciomas, dan enam orang merupakan warga Cileungsi yaitu, dua perempuan usia 43 dan 70 tahun, empat laki-laki usia, 60, 45, 22, 32 tahun.

Ia menyebutkan, ke enam orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 baru di Cileungsi itu merupakan satu keluarga. Hingga berita ini diturunkan petugas dari tim Gugus Tugas masih  melakukan tracking.

“Saat ini ada penambahan kasus Covid-19 baru sebanyak tujuh, diantaranya enam orang warga Cileungsi satu merupakan warga Ciomas,” katanya, Jumat 29 Mei 2020.

Menurut Syarifah, ada kabar kurang mengenakan yaitu meninggalnya bayi laki-laki usia satu tahun asal Gunung Putri dan perempuan usia 70 tahun asal Ciampea berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP)

Kemudian, saat ini ada 269 Orang Dalam Pantauan (ODP), 358 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan meninggal status PDP sebanyak 96 orang. Sementara, untuk jumlah kasus positif Covid-19 ada 194 orang, sembuh 47 orang, meninggal 13 orang, dan positif aktif saat ini ada 132 orang .

Sebab saat ini kasus positif di Kabupaten Bogor semakin banyak faktor dari banyaknya Orang Tanpa Gejala (OTG), oleh karena itu Syarifah menghimbau, agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan salah satunya mengenakan masker. (Andi).