Sunday, 5 April 2026
Home Blog Page 8215

Играть да действовать, работать, а в интервалах – представлять

Вам можете соединиться с Оранж игорный дом игорный дом весело разные забавы, как игровые камеры всевозможных видео-покер, блэкджек, игра, карибский игра да patiance также играет.
Сторонки не являются непосредственными, однако искривили стоит отметить, который средоточие кривизны в антипод вершине монеты – это равносторонняя искривленная, которая дозволяет деньгам независимо входить во игровые камеры.

Perangi Covid-19, Kelurahan Kebon Kelapa Maksimalkan RW Siaga Korona

BOGORDAILY – Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, telah membentuk Rukun Warga (RW) Siaga Covi-19 di 10 RW, yang menaungi 44 RT.

Sekretaris Kelurahan Kebon Kelapa, Susan Henda Susanti, mengatakan, tujuan dibentuknya RW siaga yaitu, untuk memaksimalkan sosialisasi mengenai Covid-19 ini. Seperti sosialisasi dalam pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

Tidak hanya itu saja, dalam RW siaga juga pihaknya terus memaksimalkan mengenai sosial dan fikis distancing kepada masyarakat.

“Banyak juga kegiatan seperti penyemprotan disinfektan, pembuatan sepanduk sosialisasi Covid-19, pembagian masker dan pembentukan Gerakan Nasi Bungkus (Gasibu) di setiap RT,” katanya kepada Bogordaily.net.

Kelurahan Kebon Kelapa, lanjutnya, sudah menyalurkan bantuan sosial (Bansos) dari Pemkot Bogor sebanyak 363 Kartu Keluarga (KK). Akan tetapi, diverifikasi kembali menjadi 290.

“Sedangkan untuk bantuan dari Provinsi Jawa Barat ada sebanyak 71 KK. Lalu kita juga verifikasi kembali. Karena double, menjadi 44 KK,” jelasnya.

Masih kata Susan sapaannya, pihaknya juga sudah melakukan program baru dari Kota Bogor yaitu keluarga asuh.

“Kita sudah dapat data dari Salur, ada sekitar 17 didata. Kami juga sudah melalakukan turun ke bawah dengan PKK, Kasi Kemas, dan aparatur kelurahan turun. Tujuannya, untuk memastikan apakah yang masuk data itu layak atau tidak,” tukasnya. (Andi).

Kelurahan Tanah Sareal Terus Verifikasi Data Penerima Bansos Covid-19

BOGOR DAILY – Kelurahan Tanah Sareal, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, kini fokus pada verifikasi data bantuan sosial (Bansos), yang akan diterima oleh masyarakat tidak mampu atau terdampak Covid-19.

Lurah Tanah Sareal, Indra Permana, mengatakan, saat ini data Bansos terus diverifikasi. Karena, banyak masyarakat yang saat ini mendapatkan double bantuan dari pemerintah.

“Data memang sudah ada. Karena, Kota Bogor ini mempunyai portal salur, kita juga sudah informasikan. Jika ada warga yang kurang mampu agar mengisi,” katanya kepada Bogordaily.net.

Indra sapaan akrabnya mengungkapkan, mengenai program keluarga asuh yang dibentuk oleh Pemkot Bogor, Kelurahan Tanah Sareal juga sudah melakukannya dengan terus memverifikasi data.

“Karena datanya kan ada. Kita saat ini verifikasi, soalnya kan data sudah ada, dan sudah diberikan,” ungkapnya.

Untuk penerima bansos di Tanah Sareal sendiri lanjutnya, bantuan dari Pemkot Bogor ada sebanyak 425 Kartu Keluarga (KK).

“Sudah dibagikan, mereka (warga.red) ngambil langsung di Kantor POS dan datanya ada sebanyak 425 KK. Sedngkan, untuk bantuan dari Pemprov Jabar DTKS itu 125 KK dan itu sudah dibagikan ke warga juga,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam penanganan Covid-19 sendiri, Kelurahan Tanah Sareal sudah membentuk beberapa program diantaranya, pembentukan Warga (RW) siaga Covid-19 di 7 RW, pembagian masker, gerakan Nasi Bungkus (Gasibu) yang bekerjasama dengan PKK.

“Kita juga sudah melakukan penyemprotan disinfektan di setiap RW, dan tempat umum. Seperti, sekolah, Masjid, Mushola dan rumah-rumah warga,” tukasnya. (Andi).

Video: Detik-detik Kebakaran Dahsyat di Bogor, Rumah Warga Ludes Dilalap Api

BOGORDAILY.net – Kebakaran hebat kembali terjadi di Bogor. Sebuah rumah ludes terbakar di RT 01 /03 Kampung Sibanteng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, hangus dilahap api, Kamis (14/5/2020).

Kebakaran hebat itu terjadi sekitar pukul 11.35 WIB. Belum diketahui pasti penyebab kebakaran dan korban jiwa dalam peristiwa itu.

https://www.instagram.com/tv/CALL8GDnzOO/?igshid=expg3heorj9i

Kebakaran itu juga terekam video warga. Dalam video yang diterima redaksi bogordaily.net. Nampak api berkobar hebat.

Sementara sejumlah warga juga nampak panik, kebakaran itu juga sempat jadi tontonan warga. Lalulintas di ruas jalan itupun macet panjang.

Kasi Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, M Adam membenarkan peristiwa tersebut.

“Iya benar. Ada dua rumah yang terbakar. Damkar baru saja tiba di lokasi sekitar pukul 12.12 WIB,” katanya kepada wartawan, Kamis (14/5/2020). (bdn)

Satu Positif Korona, Kecamatan Leuwiliang Masuk Zona Merah

BOGORDAILY.net – Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, menjadi zona merah Covid-19. Setelah satu warga di wilayah Bogor Barat itu dinyatakan positif terpapar Virus Korona.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sopiah mengatakan, untuk hari ini Kamis (14/5/2020) ada lima warga yang dinyatakan positif Korona.

Kelima yang positif itu di antaranya, laki-laki 65 tahun asal Kecamatan Leuwiliang, perempuan 23 tahun asal Kecamatan Citeureup, Bayi laki-laki 10 bulan asal Cibinong, perempuan 17 tahun asal Ciomas, perempuan 32 tahun asal Bojonggede.

“Hari ini ada lima positif, Leuwiliang masuk Zona baru penyebaran Covid-19,” katanya kepada Bogordaily.net, Kamis (14/5/2020).

Menurutnya, saat ini tim Gugus Tugas Covid-19 sedang melakukan Tracking kepada lima pasien positif baru tersebut.

“Masih di Tracking ya untuk saat ini,” ucapnya.

Sekedar diketahui. Setelah bayi usia tiga bulan asal Kecamatan Cibinong dinyatakan sembuh dari Covid-19. Kali ini, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sopiah, kembali mengumumkan positif bayi usia 10 bulan.

Ia mengatakan, bayi laki-laki usia 10 bulan itu asal Kecamatan Cibinong, saat ini pihaknya sedang melakukan tracking kepada orang tua dan tetangganya.

“Ada satu pasien positif bayi usia 10 bulan asal Cibinong, kita masih melakukan tracking, orang tuanya juga sudah kita data dan akan dilakukan Swab test,” singkatnya kepada Bogordaily.net, Kamis (14/5/2020).

Sementara itu, Data Covid-19 di Kabupaten Bogor yang didapat, sampai saat ini Kecamatan Gunung Putri masih menjadi puncak tertinggi kasus penyebaran Virus Korona atau Covid-19 di, yaitu sebanyak 33 orang.

Untuk peta penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bogor ke dua yaitu Cileungsi 23 orang, serta di Cibinong 19 orang.

Sedangkan, untuk di Kecamatan Bojonggede ada sebanyak 17 orang, di Ciampea, Tamansari empat orang, Gunung Sindur lima orang. Untuk Citeureup dua orang.

Babakan Madang, Tajur Halang ada lima orang, untuk Ciomas, Kemang tiga orang, Sukaraja ada 2, Parung, Ciawi, Caringin, Leuwisadeng, Rumpin, Jonggol dan Leuwiliang ada sebanyak satu orang. (Andi)

Bayi 10 Bulan dari Cibinong Positif Covid-19

BOGORDAILY.net – Setelah bayi usia tiga bulan asal Kecamatan Cibinong dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sopiah, kembali mengumumkan bayi 10 bulan Desember nyatakan positif Covid-19.

Ia mengatakan, bayi laki-laki usia 10 bulan itu dari Kecamatan Cibinong. Saat ini pihaknya sedang melakukan tracking kepada orang tua dan tetangganya.

“Ada satu pasien positif bayi usia 10 bulan asal Cibinong, kita masih melakukan tracking, orang tuanya juga sudah kita data dan akan dilakukan Swab test,” singkatnya kepada Bogordaily.net, Kamis (14/5/2020).

Sekedar diketahuI. Data Covid-19 di Kabupaten Bogor yang didapat, sampai saat ini Kecamatan Gunung Putri masih berada di puncak tertinggi, kasus penyebaran Virus Korona atau Covid-19 di, yaitu sebanyak 33 orang.

Untuk peta penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bogor ke dua yaitu Cileungsi 23 orang, serta di Cibinong 19 orang.

Sedangkan, untuk di Kecamatan Bojonggede ada sebanyak 17 orang, di Ciampea, Tamansari empat orang, Gunung Sindur lima orang. Untuk Citeureup dua orang.

Babakan Madang, Tajur Halang ada lima orang, untuk Ciomas, Kemang tiga orang, Sukaraja ada 2, Parung, Ciawi, Caringin, Leuwisadeng, Rumpin, Jonggol dan Leuwiliang ada sebanyak satu orang. (Andi)

Pasien Positif Covid-19 di Kecamatan Ciomas Bertambah Lagi. Ini Daftarnya!

BOGORDAILY.net – Pasien positif covid-19 di Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, bertambah. Hal itu terkonfirmasi pada Kamis (14/5/2020).

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sopiah mengatakan, di Kecamatan Ciomas saat ini ada terkonfirmasi satu pasien Perempuan.

“Yang di Ciomas ini ada satu merupakan Perempuan usia 17 tahun, sudah dilakukan perawatan di RS rujukan Covid-19,” katanya kepada Bogordaily.net.

Menurutnya, kasus pasien positif di Ciomas saat ini terdapat tiga pasien Covid-19.

“Kita juga sedang lakukan tracking kepada pasien positif baru ini. Pernah ke mana saja orang ini, soalnya usianya masih muda,” tuturnya.

Untuk di ketahui, fakta penyebaran Virus Korona atau Covid-19 di Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.

Pasien pertama yang terinfeksi Virus Korona.

Pada hari Rabu 1 April 2020 pukul 20:00 WIB, diumumkan oleh Bupati Bogor, Ade Yasin. Bahwa ada satu warga Kecamatan Ciomas yang terkonfirmasi Positif Covid-19.

Satu positif yang merupakan warga Kecamatan Ciomas, merupakan laki-laki yang berusia 60 tahun, yang langsung dirujuk ke Rumah Sakit (RS) rujukan Covid-19.

Akan tetapi, pria usia 60 tahun asal Ciomas itu, sampai pada Kamis 14 Mei 2020 belum juga dinyatakan sembuh dari Virus ganas yang mematikan tersebut.

Pasien kedua yang terinfeksi Virus Korona.

Kembali dinyatakan positif warga Ciomas yang tinggalnya di Perumahan Bukit Asri pada hari Kamis 7 Mei 2020.

Kali ini berjenis kelamin perempuan yang berusia 55 tahun, dijemput oleh petugas kesehatan Covid-19 Kabupaten Bogor. Setelah dinyatakan positif korona dari hasil Rapid Test.

Hasil dari Swab Tes warga Ciomas berjenis kelamin perempuan usia 55 tahun itu, sudah diserahkan ke Litbankes Kemenkes RI dengan hasil positif terinfeksi Virus Korona.

Pasien ketiga yang terinfeksi Virus Korona.

Yaitu merupakan perempuan usia 17 tahun, pada Kamis (14/5/2020).

Saat ini, terdapat tiga warga Ciomas yang positif Korona dan sedang menjalangi perawatan di RS rujukan pemerintah. (Andi).

6 Kursi Kepala Dinas di Kabupaten Bogor Dilelang. Pejabat dari Kota Bogor boleh Daftar

BOGORDAILY.net – Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan, mengungkapkan, saat ini Pemkab Bogor akan membuka lelang jabatan terbuka (Open Bidding), untuk jabatan yang masih kosong.

Hal itu untuk mengisi jabatan dengan pangkat Eselon II. Menurut politisi Gerindra ini, Pemkab Bogor tidak menutup peluang adanya Aparatur Sipil Negara (ASN) dari luar Kabupaten Bogor untuk ikut serta dalam Open Bidding tersebut.

“Saya juga sudah tandatangani Open Bidding itu, Kita persiapkan dokumen-dokumennya nanti menunggu persetujuan dari Komite Aparatur Sipil Negara (KASN) dulu,” katanya kepada wartawan, usai rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bogor, Kamis (14/5/2020).

Apalagi, lanjut orang nomor dua di Bumi Tegar Beriman ini, kebutuhan akan tenaga-tenaga handal sangat diperlukan. Karena Pemkab Bogor perlu menggenjot kinerja pada 2021.

“Terutama pada sektor pendapatan daerah. Jadi harus yang visioner dan kreatif, bisa dari internal Pemkab Bogor maupun dari luar bisa aja ikut mendaftar. Asal memenuhi syarat,” tukasnya.

Sekedar diketahui, Pemkab Bogor sudah melakukan rombakan pejabat di masa pandemi Covid-19.

Yaitu, untuk Kepala Inspektorat diisi oleh Azzahir, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) oleh Dedi Bachtiar, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) oleh Herdi, dan untuk Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) oleh Otje Soebagja.

Sementara, untuk jabatan yang masih kosong ada enam yaitu, Kepala Diskominfo, Kepala Dinas UMKM, Kepala DLH, Kepala Bapenda, Kepala Satpol PP dan Staf Ahli Bidang Pemerintah. (Andi).

Rachel Amanda Selektif Memilih Tawaran Syuting, Ini Kriterianya

BOGORDAILY – Aktris muda Rachel Amanda sedikit bercerita tentang kariernya. Rachel beberapa kali memang telah mengambil bagian perannya di sebuah film.

Dalam melebarkan sayapnya di dunia hiburan Tanah Air ini, Rachel pun mengaku saat ini lebih selektif dalam mengambil tawaran syuting sebuah film atau sinetron.

“Kalau dibilang pilih-pilih banget sih nggak. Tapi selektif itu penting,” ujar Rachel, saat dikutip dalam tayangan Okay Boss, Trans7, Rabu (13/5/2020).

Penilaian Rachel untuk memilih sebuah tawaran film dan sinetron dapat dilihat dari segi cerita yang nantinya akan ditampilkan.

“Tapi selektifnya itu bukan yang gimana-gimana, lebih ke ini filmnya berbobot apa nggak,” jelasnya lagi.

Lebih lanjut, Rachel yang dulu sempat bergelut di dunia sinetron pun kini lebih memilih film sebagai fokus pekerjaannya saat ini. Rachel mengungkap alasannya.

“Tergantung produksinya sih, tapi kalau sekarang ini belum kepikiran. Lebih seneng di film sih, sebulan aja kelar gitu syutingnya. Kalau sinetron itu kan setiap hari ya, jadi entar dulu deh,” tutur Rachel.

DPRD Minta Tingkatkan Pendapatan, Bupati: Ya Bagaimana, Saat Ini Hampir Seluruh Hotel dan Restoran Tutup

BOGORDAILY.net – Dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Bogor yang dilaksanakan Kamis (14/5/2020). Para anggota dewan menyerahkan beberapa rekomendasi untuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Ada 16 rekomendasi oleh Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Bogor. Salah satu yang direkomendasikan yakni, untuk meningkatkan target pendapatan daerah.

Hal itupun disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, KH Agus Salim, saat rapat peripurna berjalan, di hadapan anggota dewan dan juga Bupati serta Wakil Bupati Bogor.

“Banggar merekomendasikan agar Pemkab Bogor meningkatkan target pendapatan daerah dengan menggali potensi pendapatan asli daerah,” katanya.

Akan tetapi, hal itu ditanggapi oleh Bupati Bogor, Ade Yasin. Menurutnya, mengenai rekomendasi pendapatan daerah sangat sulit untuk dilakukan disituasi pandemi Virus Korona atau Covid-19 ini.

“Ya bagaimana, hampir seluruh hotel dan restoran tutup saat ini. Itu kan sumber pajak dan retribusi kita. Sulit jika harus menaikkan target pendapatan,” katanya kepada wartawan.

Bahkan, belum lama ini Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Bogor, memangkas anggaran belanja modal hingga 50 persen, untuk menutup berkurangnya potensi pendapatan daerah.

“Karena, akibat Pandemi Virus Corona (Covid-19) seluruh sektor perekonomian menjadi terdampak. Kalau minta bantuan daerah lain, ya mereka juga sama butuh anggaran besar untuk tahun depan,” tegasnya. (Andi).