Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 8273

Sudah Tiga Hari Kota Bogor Nihil Kasus Corona

BOGOR DAILY- Kota Bogor kembali mencatatkan nihil kasus positif Covid-19. Kondisi tak ada tambahan pasien terinfeksi virus di Kota Bogor ini telah berlangsung sejak tiga hari belakang.

“Jumlah pasien terkonfirmasi positif untuk hari ini sama dengan hari sebelumnya atau tetap berjumlah 76 orang,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno, Rabu (29/4/2020).

Dia menyampaikan, pasien positif yang masih dalam perawatan rumah sakit ada sebanyak 56 orang, pasien meninggal 13 orang, dan pasien sembuh 7 orang.

Sementara itu orang tanpa gejala (OTG) berjumlah total 159 orang, dinyatakan sembuh 49 orang, dan masih dalam pemantauan 110 orang.  Kemudian orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah total 1.062 orang, selesai dipantau 937 orang sehingga orang yang masih dipantau tersisa 125 orang.

Jumlah total pasien dalam pengawasan (PDP) 184 orang. PDP sembuh 60 pasien, dalam perawatan rumah sakit 90 orang, dan PDP meninggal 34 orang.

“Lima orang yang meninggal dalam status PDP, saat ini masih menunggu Hasil Lab Swab dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Jakarta dan Labkesda Bandung,” kata Retno.

Bubarkan Sholat Jumat karena Corona, Camat di Parepare Sulsel Dipolisikan

BOGORDAILY – Camat berinisial UL di Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), dilaporkan ke polisi usai membubarkan sholat Jumat di masjid setempat. UL dilaporkan dengan tuduhan penodaan agama.

“Cuma dilaporkan, warga ini komplain karena dibubarkan (saat sholat Jumat). Iya betul, ada insiden pembubaran, dia melaksanakan ibadah terus dibubarkan,” ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo saat dihubungi detikcom, Kamis (30/4/2020).

Ibrahim menjelaskan, insiden pembubaran sholat Jumat yang diduga dilakukan terlapor terjadi di Masjid Ar Rahma, Cappa Ujung, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, pada 17 April 2020 lalu. Sang Camat disebut melakukan pembubaran karena khawatir warga terinfeksi virus Corona yang sedang mewabah. Polisi menyebut bukan si camat yang langsung melakukan pembubaran.

“Pembubaran cuma satu orang yang masuk (ke dalam masjid) dan itu bukan Pak Camat, iya cuma ‘teriak bubar- bubar’,” katanya.

Ibrahim mengatakan, laporan polisi terhadap Camat tersebut diterima pihak Polres Parepare, pada Senin (26/4). Kini laporan itu sedang didalami polisi.

“Tapi itu belum tentu ada pidana, baru kita dalami dulu,” ucap Ibrahim.

Terkait laporan ini, Ibrahim mengaku sudah memeriksa sejumlah saksi. Hal itu sebagai langkah awal pendalaman dari laporan polisi tersebut.

“Baru saksi-saksi yang diperiksa keterangannya tapi bukan dalam bentuk BAP (berita acara pemeriksaan), baru interogasi awal. Kemarin kata Kapolres ada 4 orang jemaah (yang dimintai keterangan),” pungkas Ibrahim.

Laporta: Aku Pasti Bawa Neymar Kembali ke Barcelona

0

BOGORDAILY – Joan Laporta dikabarkan akan maju kembali dalam pemilihan presiden Barcelona. Pria 57 tahun itu menegaskan pasti akan membawa Neymar kembali ke Camp Nou.

Laporta merupakan mantan presiden Barcelona pada musim 2003-2010. Ia pun berencana maju kembali dalam pemilihan tahun depan.

Dalam wawancaranya yang dilansir Marca, Laporta mengaku akan membawa Neymar kembali ke Camp Nou. Ia menilai, selama ini Blaugrana tidak menunjukkan kejelasan untuk memulangkan pemain Brasil itu.

“Mereka tidak jelas dengannya. Aku pasti membawanya kembali,” kata Laporta, yang dulu sukses membawa Ronaldinho ke Barcelona.

Neymar sendiri eks pemain Barcelona pada 2013-2017. Ia meninggalkan raksasa Catalan itu untuk pindah ke Paris Saint-Germain dengan banderol 222 juta euro–termahal di dunia.

Dalam dua musim terakhir, Barcelona kabarnya berniat membawanya kembali, namun belum juga terealisasi. Klub berniat membawanya kembali, karena ingin bisa bersaing lagi di Liga Champions–trofi yang sempat dimenangkan Neymar di Barcelona pada 2015.

Kemendikbud Tiadakan Upacara Bendera Umum di Hardiknas 2020, Karena Pandemi Corona

BOGORDAILY – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengeluarkan Pedoman Penyelenggaraan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2020. Dalam pedoman tersebut, Kemendikbud meniadakan penyelenggaraan upacara di satuan pendidikan hingga perwakilan pemerintah Republik Indonesia di luar negeri dalam upaya pencegahan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

Hal itu disampaikan melalui Surat Pedoman Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2020 dengan Nomor 42518/MPK.A/TU/2020 yang telah ditanda tangani oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, Rabu (29/4/2020).

“Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) selaku panitia penyelenggara peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2020 meniadakan penyelenggaraan upacara bendera yang umumnya wajib diselenggarakan kantor instansi pusat dan daerah, setiap satuan pendidikan, serta kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri,” kata Nadiem dalam surat tersebut yang dikutip detikcom pada Kamis (30/4).

Dalam surat tersebut, Nadiem juga meminta instansi terkait agar mengikuti upacara bendera peringatan Hardiknas 2020 melalui siaran virtual di YouTube Kemendikbud dan TV Edukasi. Dia juga meminta agar tidak ada aktivitas yang mengumpulkan orang banyak saat memperingati Hardiknas 2020.

“Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan upacara bendera peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2020 pada tanggal 2 Mei 2020 pukul 08.00 WIB secara terpusat, terbatas, dan memperhatikan protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19 yang telah ditetapkan pemerintah tanpa mengurangi makna, semangat, semangat, dan kekhidmatan acara,” tulis Nadiem di surat itu.

Selain itu, Sekjen Kemendikbud Ainun Na’im juga mengimbau setiap terkait tidak mengadakan kegiatan peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2020 yang mengumpulkan orang banyak pada suatu lokasi. Menurutnya, jaga jarak perlu dilakukan dalam upaya memutus rantai penyebaran virus Corona.

“Kita tetap perhatikan anjuran Bapak Presiden untuk melakukan pembatasan sosial dan jaga jarak untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19,” ujar Ainun.

Kemendikbud juga telah menyiapkan sebuah program aktivitas untuk memperingati dan memeriahkan Hardiknas Tahun 2020. Program tersebut bertema ‘Belajar dari COVID-19’, yang dapat disaksikan pukul 19.00 WIB di TVRI pada Sabtu (2/5/2020).

“Kami juga mengajak insan pendidikan untuk dapat menyaksikan program peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2020 yang diberi judul sesuai tema, yakni ‘Belajar dari COVID-19’ di TVRI pada hari Sabtu, 2 Mei 2020 pukul 19.00 WIB,” terang Ainun Na’im.

Bumi Salsabila Indah, 3 Unit Tersisa untuk Promo Libur Cicilan 3 Bulan

0

BOGORDAILY.net – Walau di masa wabah corona virus pada bulan Ramadhan 1441 Hijriyah tahun ini, bulan suci Ramadhan tetap memberikan keistimewaannya sebagai bulan penuh keberkahan dan bulan penuh rahmat. Demikian juga dengan Promo Ramadhan yang diberikan oleh Perumahan Syariah Bumi Salsabila Indah.

Perumahan yang terletak di Desa Ciherang, Dramaga, Kabupaten Bogor itu memberikan spesial promo untuk 3 unit kavling siap bangun nya yang akan meliburkan cicilan selama 3 bulan bila anda ambil kesempatan promonya tersebut.

“Peruntukkan promo itu untuk kavling siap bangun yang kami pasarkan, libur cicilan selama 3 bulan kedepan untuk 3 kavling yang kami berikan.” jelas Eko Apriansyah Owner Perumahan Syariah Bumi Salsabila Indah.

Perumahan Syariah Bumi Salsabila Indah memiliki fasilitas musholla di dalam lokasi perumahan, program tahfidz quran yang akan bergulir bagi para penghuni serta program senyum anak yatim yang digalakan untuk menambah faedah pahala bagi penghuni perumahan dan pengelola atau developernya itu sendiri.

“Nah, satu hal yang perlu di ingat, investasi tanah atau rumah memiliki keuntungan capital gain harga yang akan terus naik setiap waktunya.” ungkap Eko.

Eko Apriansyah juga menambahkan bahwa akses lokasi Perumahan Syariah Bumi Salsabila Indah berada dekat dengan akses terminal Laladon, hanya 10 menit ke kampus IPB Dramaga Bogor, akses cepat ke pintu Toll BORR Yasmin dan hanya sekitar 25 menit ke Stasiun Utama Commuterline Bogor.

“Ini adalah wujud kami memberikan yang terbaik untuk anda, memberikan produk yang jelas bukan produk kaleng-kaleng. Kami berkomitmen untuk itu semua.” tutup Eko Apriansyah.

(Red-BDN).

PSBB Jabar Diajukan, Ini Kata Asyanti Rozana Thalib

0

BOGOR DAILY – Rencana Gubernur Jawa Barat akan menerapkan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), di seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat, pada Rabu (6/5/2020) nanti.

Hal itupun mendapat tanggapan dari Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PDIP, Asyanti Rozana Thalib.

Menurutnya, tujuan pemberlakuan PSBB ini memang sangat baik guna menekan pergerakan atau aktifitas masyarakat dimasa pandemi Covid-19 ini.

“Saya setuju, karena tujuannya untuk kebaikan bersama,” katanya kepada Bogordaily.net, Rabu (29/4/2020).

Akan tetapi kata Asyanti sapaan akrabnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga harus mempersiapkan semua hal pendukung agar penerapan PSBB ini bisa berjalan.

“Ini baik, tapi harus dipersiapkan juga aspek pendukung PSBB yang jauh lebih penting,” harapnya.

Dirinya juga meminta kepada Ridwan Kamil, agar mengevaluasi penerapan PSBB di lima daerah Jabar yaitu, Kabupaten/Kota Bogor, Bekasi, dan Kota Depok (Bodebek)

“Karena, walaupun Bodebek ini sudah duluan menerapkan PSBB setelah Jakarta. Akan tetapi, masih banyak masyarakat yang belum paham apa itu PSBB,” tukasnya.

Sekedar diketahui, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, akan menerapkan PSBB di seluruh kota/kabupaten yang ada di Jabar pada Rabu 6 Mei 2020 secara serentak. PSBB tingkat Provinsi itupun diusulkan setelah adanya PSBB di Bodebek dan juga Bandung Raya. (Andi).

Lapor Ibu Bupati, Libur Sekolah tapi Bayaran Jalan Terus Nih. Warga Bogor Ngeluh!

0

BOGORDAILY.net – Sudah sebulan lebih Libur sekolah diberlakukan dengan istilah belajar di rumah. Tapi bukan tanpa keluhan.

Khususnya bagi para wali murid. Musababnya, bayaran sekolah masih berjalan normal, tanpa ada konvensasi atau pengurangan biaya di tengah wabah korona.

Para wali murid berharap ada konvensasi atau pengurangan biaya atau justru ditiadakan.

Salah satunya, keluhan datang wali murid yang merupakan warga Kampung Pasir Jambu, RT 05/03, Desa Pasir Jambu, Kecamatan Sukaraja, Eni.

Ibu yang berusia 42 tahun itu mengeluhkan Sumbangan Pembiayaan Pendidikan (SPP), yang masih diwajibkan untuk dibayar oleh pihak Sekolah Menengah Pertama (SPP) swasta di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor tersebut.

Eni yang merupakan ibu rumah tangga itu meminta kebijakan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor, agar meringankan atau membebaskan biaya SPP anaknya yang sampai saat ini diwajibkan untuk membayar.

Apalagi, dirinya saat ini hidup hanya bersama tiga anaknya diantaranya, anak pertama sudah bekerja, dan dua anaknya yang lainnya masih bersekolah di Sekolah Menengah Atas (SMA) dan SMP.

“Saya minta kebijakan pemerintah, di masa yang sulit untuk mendapatkan uang ini masih diwajibkan membayar SPP sekolah. Tetap aja belajar dirumah tapi SPP harus bayar,” keluhnya kepada Bogordaily.net, ketika ditemui di kediamannya, Rabu (29/4/2020).

Menurutnya, belajar di rumah bagi dirinya menambah beban hidup keluarga, dengan masih diwajibkan membayar SPP dan biaya uang jajan semakin membengkak.

Bukan efektif belajar di rumah. Akan tetapi membuat anaknya berleha-leha dengan kesehariannya, belajar semaunya dan juga keseringan bermain game.

“Anak kan gak mau tahu orang tua punya uang atau tidak,” sambungnya.

Ia menjelaskan, belum ada satu guru pun yang datang ke rumahnya untuk memantau anaknya belajar selama belajar dirumah. Tugas-tugas juga lanjutnya, hanya diberikan dari Lembar Kerja Siswa (LKS) dan panduan bulan Suci Ramadhan saja.

“Kata anak saya juga ini dikumpulkan tugasnya pas masuk, ini juga gak tahu masuk kapan, anak saya saat ini kelas delapan SMP, kami minta kepada pemerintah agar memberikan pembebasan bayaran SPP di masa susah ini,” tukasnya.

Hal senada juga diutarakan oleh salah satu orang tua siswa yang juga beralamat di Kampung Pasir Jambu, RT 05/03, Desa Pasir Jambu, Kecamatan Sukaraja, Dede Ayisah (34).

Dirinya mempertanyakan kepada pemerintah, mengenai pengelolaan dana BOS dalam situasi pandemi segera diterapkan untuk membebaskan biaya SPP anaknya yang saat ini bersekolah di SMP Swasta di Sukaraja kelas tujuh tersebut.

“Kan ada dana BOS, kenapa masih membebankan kepada orang tua. Masa-masa sulit cari uang hari ini tuh, rasanya cari uang Rp10 ribu juga susah, saya mohon agar ada kebijakan lagi, apalagi orang tauanya saat ini sudah gak kerja,” tukasnya. (Andi).

197 Pedagang di Kota Bogor di Rapid Test. Ini Hasilnya!

0

BOGORDAILY.net – Sebanyak 197 pedagang mengikuti rapid test Covid-19 di Jalan Bata, Pasar Bogor, Bogor Tengah, Rabu (29/4/2020).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno, mengatakan, semua pedagang yang di Rapid Test tersebut dinyatakan negatif Korona.

“Pagi tadi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor bersama Dinkes dan Pasar Pakuan Jaya melakukan rapid tes dengan melakukan skrining massal kepada para pedagang secara acak. Kami menyiapkan 300 rapid test, namun yang hadir diperiksa 197 orang. Hasil semuanya negatif,” katanya, kepada wartawan.

Retno sapaan akrabnya menjelaskan selain pasar dan stasiun merupakan salah satu titik yang memiliki risiko penyebaran covid-19. Karena banyak interaksi dan ada kerumunan massa.

“Untuk itu, baik pedagang maupun pembeli harus tetap mengikuti imbauan menggunakan masker dan memanfaatkan fasilitas cuci tangan yang disediakan pengelola pasar,” tukasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Pasar Pakuan Jaya, Muzakkir mengungkapkan, para pedagang yang dilakukan tes dipilih secara acak, ada yang dari Pasar Bogor, Plaza Bogor, PKL Pedati, PKL Lawang Saketeng, pengunjung hingga petugas lapangan Pasar Pakuan Jaya.

“300 pedagang yang kita pilih random. Misalnya di lantai 1 kita ambil di beberapa titik, lantai lainnya beberapa titik,” ungkapnya.

Sebagai upaya pencegahan, pihaknya mengaku menyiapkan tempat cuci tangan di seluruh pasar di bawah pengelolaan Pasar Pakuan Jaya.

“Semua pasar sudah kita siapkan wastafel, wajib cuci tangan sebelum masuk pasar. Terus yang kedua wajib pakai masker. Kalau yang tidak bawa masker, tidak boleh masuk pasar,” tukasnya. (Andi).

Dua Bayi Berstatus PDP Korona di Bogor Meninggal Dunia

BOGORDAILY.net – Berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP), bayi berusia dua bulan warga Kecamatan Cibungbulang, meninggal dunia.

Hal tersebut diungkapkan Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiyah, dalam pesan WhatsApp nya, Rabu (29/4/2020).

“Iya, yang meninggal merupakan perempuan usia dua bulan asal Kecamatan Cibungbulang,” katanya.

Tidak hanya itu, lanjut Syarifah, ada juga bayi berusia tujuh hari meninggal dunia yang merupakan warga Leuwisadeng.

“Untuk bayi ada dua yang meninggal, satu yang tadi dan satu lagi bayi usia tujuh hari Laki-laki asal Leuwisadeng,” jelasnya.

Dirinya mengungkapkan, selain dua bayi ada juga tiga Laki-laki berstatus PDP meninggal dunia. Yang merupakan dua warga Leuwiliang, dan satu warga Jonggol.

“Tiga lagi yaitu dua Laki-laki usai 27 sama 52 tahun asal Kecamatan Leuwiliang, dan satu Laki-laki usai 55 tahun asal Kecamatan Jonggol,” jelasnya lagi.

Ia menambahkan, untuk data PDP di Kabupaten Bogor saat ini ada sebanyak 455 orang masih menjalani perawatan di RS pemerintah dan rujukan.

“Yang meninggal status PDP ada sebanyak 27 orang, itu masih menunggu hasil pemeriksaan medis yaitu Swab nya di Laboratorium Kemenkes RI,” tukasnya. (Andi).

DeKOST Indonesia, The First Sharia Concept Apartment in Indonesia

0

BOGORDAILY.net – Menjadi yang terdepan dalam pengemasan product yang di pasarkan, DeKOST Indonesia menjadi magnet utama ketertarikan masyarakat muslim Indonesia jatuh hati padanya.

DeKOST Indonesia adalah wujud kebesaran industri bisnis Property Syariah yang memasarkan unit-unit apartemen kos syariah dengan market pasti mahasiswa-mahasiswi salah satu kampus elit plat merah Indonesia, IPB Bogor.

Lokasi project yang berada di jalan Cilubang Raya Kelurahan Balumbangjaya Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor itu memiliki jarak tempuh hanya sekitar lima menit saja ke Kampus Utama IPB Dramaga Bogor, berada di lingkungan mahasiswa membuat nyaman dari sisi lokasi. Saat ini DeKOST Indonesia terus berupaya untuk segera mewujudkan berdiri kokohnya gedung Apartemen Kos Syariah tersebut dengan time schedule yang ada.

“Konsep kami yang terdepan, dimana kami melakukan proses transaksi dengan cara murni syariah tanpa bank, pengelolaan maintenance yang mengacu kepada pembentukkan karakter yang religius.” ungkap Dudy Rudyana yang menjabat sebagai Sales dan Marketing Manager DeKOST Indonesia.

Saat ini progres yang sedang berjalan di lokasi lahan project DeKOST Indonesia adalah pengerjaan cor tower C, pengerjaan bore pile tower A, erection tower crane, fabrikasi besi, pengerjaan saluran ramp utama, pengerjaan pagar utama hingga galian raft pondasi tower D.

Dudy juga menambahkan bahwa diluar progres yang berjalan dalam Ramadhan 1441 Hijriyah tersebut, kami juga tetap membuka pelayanan terutama survey secara online, imbas dari beberapa kebijakan wabah corona virus yang membatasi aktifitas diluar rumah.

“Kami pastikan banyak promo yang kami berikan untuk anda pada periode Ramadhan ini, pastikan diri anda segera menjadi bagian dari Keluarga Besar kami di DeKOST Indonesia. Informasi lengkap click di www.dekostindonesia.com.” terang Dudy Rudyana.

(Red-BDN)