Saturday, 18 April 2026
Home Blog Page 8312

Rizal Ramli Sebut Ekonomi RI Sudah Anjlok Sebelum Corona, Ini Penjelasannya

BOGOR DAILY- Tokoh nasional/Ekonom senior Rizal Ramli menyebut kalau masalah ekonomi Tanah Air sudah bermasalah dan  anjlok  sebelum wabah virus corona atau covid-19 terjadi. Hal ini diketahui dari kajian yang dia lakukan.

“Sebelum ada corona ekonomi (kita) sudah masalah. Tahun 2017, 2018, 2019,” kata dia dalam ILC tvOne, Selasa 21 April 2020.

Bahkan, berdasar hasil wawancara dengan beberapa pihak yang pernah mengalami krisis tahun 1998, apa yang terjadi saat wabah virus corona ini dirasa lebih parah. Menurut Rizal, pemerintah menutupinya seoalah-olah baik-baik saja karena melakukan pinjaman. Padahal akibatnya utang Indonesia jadi makin parah.

(Saya tanya kata mereka tahun 1998) Kita tutup buka lagi tapi enggak hancur kaya gini. Tapi, seolah-olah ada stability didoping pinjaman dengan bunga yang banyak. Seolah-olah ada kesan semua oke. Tapi utang luar negeri besar sekali,” katanya.

Menurut mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman ini, pemerintah sesumbar karena mengklaim Corona belum masuk ke Tanah Air pada Januari. Bukannya mempersiapkan amunisi untuk mencegah corona, pemerintah disebutnya malah asik sibuk saling bantah. Padahal ada penelitian yang dilakukan Fakultas Kedokteran di Tanah Air kalau corona sudah masuk Indonesia saat itu.

“Kehilangan 2 setengah bulan berharga (untuk) bantah-bantahan (corona sudah masuk atau belum). Pejabat kita paling doyan yang bener dibantah,” katanya lagi. Akibatnya, ujar RR, kita sudah kehilangan waktu dua setengah bulan lebih dan terjadi  banyak disinformasi/misinformasi dari para pejabat dan buzzer yang disewa pejabat pemerintah..

Sekarang menteri-menteri ekonomi  yang sebelumnya super optimis  berubah menjadi super pesimis bahwa ekonomi RI bakal anjlok dan mencari-cari alasan untuk menaikan  defisit budget dari 3 persen menjadi 5 persen supaya bisa utang lagi dan ngutang lagi.

Selengkapnya bisa simak di link berikut
https://www.youtube.com/watch?v=q4k5Y5yoknc

Pemkot Bogor Minta Salat Tarawih Dilakukan di Rumah

BOGOR DAILY- Pemerintah Kota Bogor meminta masyarakat menjalankan salat tarawih di rumah selama Ramadan untuk menghentikan penyebaran wabah virus corona Covid-19.

“Karena bulan Ramadan tahun ini dalam kondisi penanganan virus Covid-19, pelaksanaan peribadatan tetap belum dilakukan di rumah ibadah,” kata Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim, Selasa 21 April 2020.

Dia mengatakan imbauan tersebut mengacu pada Surat Keputusan Bersama yang ditandatangani oleh Forkopimda bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Kapolresta Bogor Kota, Dandim, Kejaksaa dan Pengadilan Negeri Kota Bogor.

Mereka sepakat agar pelaksanaan peribadatan agar tidak dilakukan di rumah ibadah, baik itu masjid, gereja, kelenteng, wihara, pura atau tempat ibadah lainnya selama PSBB.

“Kami Pemkot Bogor meminta pemahaman pada masyarakat, tokoh agama dan semua unsur lainya untuk ramadan tahun ini pelaksanaan ibadah tidak di tempat ibadah,” kata dia.

Menurut dia, perlakuan surat kesepakatan bersama terkait peribadatan di Kota Bogor itu tetap berlaku sambil menunggu kondisi dan perkembangan lebih baik selama wabah corona dapat diatasi.

“Bukan hanya dalam pelaksanaan peribadatan akan tetapi pemerintah pusat pun saat ini memutuskan untuk melarang mudik saat Lebaran,” kata dia.

Selain mengimbau salat tarawih di rumah, Dedie A Rachim juga siap mendukung larangan mudik lebaran. “Saya berharap teknis pelarangannya pun harus diatur dan ditentukan oleh pemerintah, misalkan karena mudik dilarang teknisnya yakni dengan cara akses jalan tol,” ujar dia.

Istri Ridwan Kamil Kukuhkan Jabar Bergerak Chapter Kota Bogor

BOGOR DAILY- Jabar Bergerak Chapter Kota Bogor resmi dikukuhkan Ketua Umum Jabar Bergerak, Atalia Praratya Kamil di Aula Kantor Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Selasa (21/4/2020).

Kota Bogor menjadi Kota dan kabupaten ke-21. Dikukuhkannya Jabar Bergerak Chapter Kota Bogor yang diketuai Yantie Rachim ini tidak lepas dari inisiasi Kota Bogor. Pasalnya, organisasi non-profit dan non politik yang diinisiasi Atalia Praratya Kamil ini hanya bisa mengukuhkan atas inisiasi dari kota atau kabupaten.

“Kami bangga karena Kota Bogor juga terdorong menginisiasi Jabar Bergerak Chapter Kota Bogor. Karena mereka sudah siap, kami pun datang dan kukuhkan jadi tidak ada paksaan,” ujar Atalia.

Atalia mengatakan, Jabar Bergerak ini merupakan sebuah organisasi gerakan masyarakat lintas sektor, lintas agama, lintas latar belakang yang memiliki satu kepentingan, yakni mensejahterakan masyarakat. Sedikitnya ada lima bidang yang menjadi fokus Jabar Bergerak, seperti Bidang Agama, Bidang Takuya (Pariwisata dan Kuliner), Bidang Pendidikan, Bidang Kesehatan dan Lingkungan dan Bidang Sosial.

“Organisasi kami tidak mendapatkan anggaran dari pemerintah, sebaliknya kami patungan. Dan kami pastikan pengurus dan relawan bukan orang politik,” tegasnya.

Atalia menambahkan, sebagai langkah awal Jabar Bergerak Chapter Kota Bogor, pihaknya telah memberikan bantuan berupa 1.000 masker kain, 100 hand sanitizer, 50 mpasi, 20 susu, 100 sabun batangan dan jamu dalam kapsul untuk dibagikan ke masyarakat.

“Kami berharap ada kesinambungan, sinergitas, bergerak secara simultan dengan kekuatan masing-masing, mengajak orang lain, perusahaan, akademisi terjun bersama mengumpulkan dana untuk kemudian diserahkan ke masyarakat,” imbuhnya.

Pembina Jabar Bergerak Kota Bogor, Yane Ardian mengatakan, dirinya mempercayakan Yantie Rachim selalu Ketua Umum Jabar Bergerak Chapter Kota Bogor bersama tim. Dia berharap dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Terhitung dari dikukuhkan, Jabar Bergerak Chapter Kota Bogor ini sudah mulai bergerak membagikan bantuan dari Provinsi.

“Saya sudah bilang ke pengurus kalau semuanya harus terdata dan rapi, pendistribusian bukan hanya sekedar bagi-bagi tapi menyesuaikan dengan data,” katanya.

Borneo FC Berniat akan Studi Banding ke Klub Papan Atas Malaysia

0

BOGORDAILY – Borneo FC berniat untuk melakukan studi banding ke klub Malaysia, Johor Darul Takzim (JDT). Namun hal itu hanya akan terlaksana seusai pandemi virus corona.

Niatan itu dilontarkan Nabil Husein selaku Presiden Borneo. Ia berniat untuk memboyong pasukannya ke Johor, Malaysia.

Bukan tanpa alasan Borneo berniat belajar ke raksasa Liga Super Malaysia itu. JDT begitu mendominasi Malaysia dengan menjuarai kompetisi domestik dalam enam musim terakhir.

Tak hanya jago kandang, mereka juga menjadi klub Asia Tenggara pertama yang juara Piala AFC pada musim 2015. Kini mereka sudah ambil bagian di Liga Champions Asia (LCA) dalam dua musim terakhir.

Beberapa klub kuat Asia pun pernah mereka kalahkan. Sebut saja Kashima Antlers yang takluk 0-1 ataupun Suwon Bluewings yang menyerah 1-2 dari klub berjulukan Harimau Selatan di kancah LCA.

Semua kesuksesan itu diraih setelah Putra Mahkota Johor, Tunku Ismail Idris, masuk ke dalam jajaran manajemen klub.

“Demi Borneo FC yang lebih baik, kami siap berguru ke JDT. Apalagi mereka adalah tim sukses di Malaysia,” kata Nabil Husein, dikutip dari laman resmi klub.

“Beliau (Tunku Ismail) adalah orang yang saya kagumi. Gairah di sepakbola luar biasa. Hal positif yang Borneo FC ingin tiru,” ujarnya menambahkan.

Terkini, JDT baru saja membangun stadion mewah berkapasitas 40 ribu penonton dalam wujud Stadion Sultan Ibrahim. Kesan sebagai klub kaya-raya pun makin melekat ke klub yang identik dengan kostum biru-merah itu.

Namun keinginan Nabil Husein belum akan terlaksana dalam waktu dekat. Melainkan saat wabah Covid-19 sudah mereda.

“Insyaallah setelah wabah ini berakhir, saya akan bersilahturahmi ke Johor bertemu beliau. Dan saya akan ajak teman-teman manajemen Borneo FC untuk visit klub mereka,” tutur Nabil Husein.

51 Tenaga Medis di Kota Bogor Dinyatakan Reaktif

BOGOR DAILY – Sebanyak 51 tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor, yang sudah dilakukan Rapid Test Virus Korona atau Covid-19 dinyatakan reaktif.  Hal itupun diungkapkan oleh Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim ketika dihubungi Bogordaily.net.

Menurut Dedie, dirinya mendapatkan laporan dari Dirut RSUD Kota Bogor yang menyebutkan bahwa 800 tenaga kesehatan yang diperiksa Rapid Test diperoleh hasil 51 nakes reaktif Virus Korona.

“(reaktif) Itu belum bisa dinyatakan positif Covid-19, karena itu hasil dari Rapid Test saja, belum di cek Swab,” katanya, Rabu (22/4/2020).

Dedie yang merupakan mantan petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu menjelaskan, ke 51 tenaga medis yang dinyatakan dari hasil Rapid Test itu akan dilakukan pengecekan Swab pada hari ini, Rabu (22/4/2020) agar pada hari Jumat (24/4/2020) bisa diketahui hasilnya.

“Hari ini kita akan cek PCR Swab dan diupayakan jumlah sudah ada hasilnya, dan beberapa semoga semua negatif PCR nya, jadi masih belum dinyatakan positif Korona. Namun, tetap kita lakukan karantina disebuah hotel di Bogor,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor yang juga Juru Bicara (Jubir) Penanganan Covid-19 di Kota Bogor, Sri Nowo Retno, mengatakan, saat ini jumlah kasus positif ada sebanyak 66, dinyatakan sembuh ada enam, dalam pengawasan ada sebanyak 49 dan meninggal sebanyak 11 orang.

“Saat ini data yang ada masih dalam pengawasan jumlah positif sebanyak 49 orang, dan itu masih menjalani isolasi di Rumah Sakit (RS) rujukan,” akunya.

Untuk data Orang Tanpa Gejala (OTG) saat ini bertambah menjadi 51, selesai tujuh, dalam pantauan 44. Sedangkan, untuk Orang Dalam Pantauan (ODP) berjumlah 105, selesai sebanyak 755, masih dalam pantauan 250.

“Untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada sebanyak 134, selesai atau sembuh 36, masih dalam pengawasan RS 82. Untuk yang meninggal status PDP ada sebanyak 25 masih menunggu hasil Swab dari Litbankes Kemenkes RI,” tukasnya. (Andi).

Nekat Mudik, Disuruh Bayar Rp100 Juta

BOGOR DAILY- Presiden RI Joko Widodo secara resmi mengumumkan bahwa aktivitas perpindahan dari satu daerah ke daerah lain pada Hari Raya Idul Fitri atau mudik tahun ini berstatus dilarang.

Keputusan tersebut disampaikan langsung olehnya dalam rapat terbatas melalui video conference, Selasa (21/4/2020), menimbang ancaman penyebaran virus corona alias Covid-19 di Indonesia. “Pada rapat hari ini, saya ingin menyampaikan juga bahwa mudik semuanya akan kita larang,” kata Jokowi.

Seiring dengan putusan itu, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi menyatakan, bahwa pihaknya tengah menyiapkan aturan mengenai pembatasan di sektor transportasi.

Dalam upaya menegakkan peraturan, menurut Budi, diperlukan adanya sanksi atas pelanggaran di samping pengawasan dan pemantauan langsung oleh anggota dan Polri. Adapun sanksi yang bisa diterapkan ialah Undang-undang nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

“Bisa diambil dari sana. Jadi sanksi yang paling ringan bisa dengan dikembalikan saja kendaraan tersebut untuk tidak melanjutkan perjalanan mudik,” ujar Budi di keterangan tertulis. Baca juga: Lar

Sementara untuk hukuman paling berat, sebagaimana tertuang dalam pasal 93, ialah kurungan paling lama satu tahun dan/atau denda maksimal Rp 100 juta. Kendati demikian, payung hukum resmi untuk pemberian sanksi larangan mudik belum selesai dirampungkan.

Menurut Pelaksana Tugas Menteri Perhubungan (Plt Menhub) Luhut Binsar Pandjaitan, aturannya bakal dikebut sehingga bisa selesai dan berlaku pada 24 April 2020. “Larangan mudik efektif terhitung Jumat, 24 april 2020. Ada sanksi-sanksinya tapi sanksi efektif 7 Mei,” kata Luhut.

Setengah Wilayah di Kota Bogor Masuk Zona Merah Covid

0

BOGOR DAILY – Sebanyak 34 dari 68 kelurahan yang ada di Kota Bogor memasuki Zona Merah penyebaran Virus Korona atau Covid-19. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, ketika dihubungi Bogordaily.net.

Dedie sapaan akrabnya mengatakan, sebanyak 34 kelurahan  atau setengah dari wilayah Kota Bogor  terdapat warga yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Jadi untuk saat ini data terakhir yang didapat sebanyak 34 kelurahan atau 50 persen dari keseluruhan kelurahan di Kota Bogor terdapat warga yang positif Covid-19,” katanya, Rabu (22/4/2020).

Menurut orang nomor dua di Kepemerintahan Kota Bogor itu, semua kecamatan di Kota Bogor sudah berada di Zona Merah.

“Kalau kecamatan sudah Zona Merah, dan 34 kelurahan ada yang positif. Saya menghimbau kepada masyarakat agar tetap dirumah saja, jika memang tidak ada keperluan yang memang mendadak,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor yang juga Juru Bicara (Jubir) Penanganan Covid-19 di Kota Bogor, Sri Nowo Retno, mengatakan, saat ini jumlah kasus positif ada sebanyak 66, dinyatakan sembuh ada enam, dalam pengawasan ada sebanyak 49 dan meninggal sebanyak 11 orang.

“Saat ini data yang ada masih dalam pengawasan jumlah positif sebanyak 49 orang, dan itu masih menjalani isolasi di Rumah Sakit (RS) rujukan,” akunya.

Untuk data Orang Tanpa Gejala (OTG) saat ini bertambah menjadi 51, selesai tujuh, dalam pantauan 44. Sedangkan, untuk Orang Dalam Pantauan (ODP) berjumlah 105, selesai sebanyak 755, masih dalam pantauan 250.

“Untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada sebanyak 134, selesai atau sembuh 36, masih dalam pengawasan RS 82. Untuk yang meninggal status PDP ada sebanyak 25 masih menunggu hasil Swab dari Litbankes Kemenkes RI,” tukasnya. (Andi).

Lebih dari 100 Orang di Jawa Timur Sembuh dari COVID-19, Ini 3 Fakta Terbarunya

BOGORDAILY – Kesembuhan pasien COVID-19 tentu menjadi kabar gembira di tengah banyaknya kabar duka. Sampai berita ini ditulis, jumlah pasien positif COVID-19 di Jawa Timur yang sudah dinyatakan sembuh atau terkonfirmasi negatif mencapai lebih dari 100 orang.

Kendatipun demikian, jumlah kasus positif COVID-19 di Jawa Timur juga terus menunjukkan peningkatan. Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang dirilis melalui akun instagram resmi @jatimpemprov per Selasa, 21 April 2020, pukul 17.00 WIB, jumlah kasus positif COVID-19 mencapai 603 orang.

Tingkat Kesembuhan

Jumlah pasien sembuh bertambah dua orang dari data yang dirilis sebelumnya pada tanggal 20 April 2020. Dua pasien sembuh berasal dari Surabaya dan Sidoarjo, sebagaimana dikutip dari Antara. Dengan demikian persentase tingkat kesembuhan pasien positif COVID-19 di Jawa Timur mencapai 16,75 persen.

Sementara tingkat kematian mencapai 9,62 persen. Rincian korban meninggal yakni sebanyak 58 merupakan pasien positif COVID-19, 172 Pasien dalam Pengawasan (PDP), dan 39 Orang dalam Pemantauan (ODP).

Sebaran Pasien Sembuh

Dikutip dari instagram @jatimpemprov, sampai berita ini ditulis tercacat sebanyak 101 orang dinyatakan sudah sembuh dari COVID-19. Rinciannya yakni sebanyak 46 orang berasal dari Kota Surabaya, 8 orang dari Magetan, 7 orang berasal dari Kota Malang, 6 orang dari Situbondo, 6 orang berasal dari Sidoarjo, 5 orang dari Kabupaten Malang, dan 4 orang berasal dari Kabupaten Lamongan.

Secara rinci, jumlah pasien sembuh atau terkonversi negatif adalah 46 orang berasal dari Kota Surabaya, delapan orang asal Magetan, tujuh orang asal Kota Malang, enam orang asal Situbondo, enam orang asal Sidoarjo, lima orang Kabupaten Malang serta empat orang asal Lamongan.

Berikutnya, masing-masing 2 orang berasal dari Kabupaten Kediri, Kota Kediri, dan Kabupaten Gresik. Masing-masing 1 orang dari Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kabupaten Banyuwangi, Jember, Kabupaten Madiun, Kota Batu, Kabupaten Tulungagung, Ponorogo, Lumajang, Bangkalan, Bondowoso dan Kota Probolinggo.

Korban Meninggal

Sementara sebaran korban meninggal dari pasien berstatus positif COVID-19 di Jawa Timur sebagai berikut. Sebanyak 33 orang berasal dari Kota Surabaya, 6 orang dari Kabupaten Sidoarjo, dan 4 orang dari Kabupaten Kediri. Kemudian, masing-masing 2 orang dari Kabupaten Lumajang, Kabupaten Lamongan, dan Gresik.

Selain itu, masing-masing 1 orang berasal dari Kabupaten Malang, Magetan. Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Tuban, Kabupaten Banyuwangi, Kota Pasuruan, Kabupaten Jember, dan Kabupaten Blitar.

Para Pemain Menolak Wacana LaLiga Untuk Gelar Latihan Tertutup

0

BOGORDAILY – Para pemain menentang wacana LaLiga agar klub menggelar latihan tertutup saat pandemi Virus Corona. Menurut mereka itu terlalu berisiko untuk kesehatan pemain.

Liga Spanyol ditunda sejak awal Maret lalu akibat merebaknya Virus Corona. Hingga kini belum ada kejelasan kapan LaLiga bakal bergulir kembali.

Ini tak lepas dari Spanyol yang kini menjadi negara dengan kasus COVID-19 tertinggi di Eropa. Dari data John Hopkins University, 204.178 kasus Virus Corona tercatat di Negeri Matador dengan 21.282 orang di antaranya meninggal dunia dan 82.514 lainnya berhasil sembuh.

Meski begitu, pihak Laliga tampaknya tetap berhasrat agar musim ini. Presiden Laliga sudah mengungkapkan bahwa klub bisa rugi hingga 1 miliar euro jika kompetisi tak dilanjutkan.

Pihak Laliga dilaporkan mulai menyusun aturan agar para pemain sudah bisa mulai berlatih dalam waktu dekat. Para pemain diwacanakan untuk berlatih dalam sebuah kamp tertutup.

Namun, rencana Laliga ini ditentang oleh para pemain yang tergabung di Asosiasi Pemain Sepakbola Spanyol (AFE). Sikap tersebut diambil usai rapat via teleconference yang diadakan kapten dari 42 tim yang berlaga di dua divisi teratas Liga Spanyol, Selasa (21/4/2020) waktu Spanyol.

AFE menegaskan bahwa para pemain tak akan berlatih sampai pemerintah Spanyol memberikan izin untuk hal itu. Mereka menilai kesehatan menjadi yang paling penting saat ini.

“Kesehatan para pemain adalah hal yang masih diperdebatkan. Namun untuk saat ini, hal tersebut tak bisa diganggu gugat,” bunyi pernyataan AFE dikutip dari Marca.

“Kami yakin mereka akan berupaya mendapat persetujuan dari Kementrian Kesehatan dan Dewan Olahraga Spanyol agar kegiatan olahraga bisa kembali digulirkan. Kami para pemain paham bahwa perkataan mereka selalu harus didengar setiap saat.”

“Namun, mengenai kamp latihan jika perlu kami harus terus bertentangan dengan mereka,” tegas mereka mengenai sikap terhadap pihak Laliga,” jelasnya.

Kemenhub Menyiapkan Permenhub Larang Warga Mudik Lebaran 2020

BOGORDAILY – Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi memutuskan melarang seluruh warga mudik Lebaran 2020. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah merancang Permenhub yang mengatur ini.

“Kemarin Presiden sudah memutuskan bahwa pemerintah tidak lagi mengimbau tapi dengan tegas melarang masyarakat untuk mudik. Arahan beliau, transportasi diharapkan dapat berperan aktif dalam rangka pencegahan dan pengendalian penyebaran COVID-19. Untuk itu, Kementerian Perhubungan akan segera menyiapkan Permenhub yang mengatur pelarangan mudik termasuk sanksinya apabila melanggar aturan,” kata juru bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati, dalam keterangan tertulis, Rabu (22/4/2020).

Penyusunan Permenhub ini akan melibatkan stakeholder terkait seperti Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Kepolisian dan sebagainya. Adita menjelaskan, regulasi transportasi terkait pelarangan mudik berlaku untuk angkutan umum penumpang dan kendaraan pribadi.

“Pelarangan dimulai pada 24 April 2020 secara bertahap, bertingkat dan berkelanjutan, dan mulai diberlakukan sanksi secara penuh pada 7 Mei 2020. Pelarangan mudik akan diberlakukan sampai dengan tanggal 2 Syawal 1441 H, dan dapat menyesuaikan dengan memperhatikan dinamika perkembangan Pandemi COVID-19,” jelas Adita.

Adita menjelaskan skenario yang akan disiapkan adalah pembatasan lalu lintas pada jalan akses keluar masuk wilayah, bukan penutupan jalan. Hal tersebut dilakukan karena yang dilarang untuk melintas adalah angkutan yang membawa penumpang saja, sementara angkutan barang atau logistik masih dapat beroperasi.

Pelarangan mudik berlaku untuk wilayah Jabodetabek dan wilayah-wilayah yang sudah ditetapkan untuk diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan juga wilayah yang masuk zona merah virus Corona.

Larangan mudik ini nantinya tidak memperbolehkan lalu lintas orang untuk keluar dan masuk dari dan ke wilayah khususnya Jabodetabek. Namun masih memperbolehkan arus lalu lintas orang di dalam Jabodetabek (aglomerasi).

Transportasi massal di dalam Jabodetabek seperti KRL juga tidak akan ditutup atau dihentikan operasionalnya. Hal ini disebut sebagai upaya mempermudah masyarakat yang tetap bekerja khususnya tenaga kesehatan, cleaning service rumah sakit, dan sebagainya.