Tuesday, 14 April 2026
Home Blog Page 8333

Maia Estianty ke Roy Suryo: Jangan Jadi Tukang Fitnah!

0

BOGORDAILY – Maia Estianty dan Roy Suryo tiba-tiba ‘perang’ di Twitter. Hal itu bermula saat Maia membahas Corona yang masuk ke Indonesia. Roy Suryo pun langsung membalas tweet dari Maia itu.

Sadar tweet itu dibalas dengan kata kasihan, Maia pun memberikan jawaban menohok pada Roy Suryo.

“Mas, saya jg kasihan dengan manusia yg super sok tau dengan bilang di belakang saya siapa… (tembok gitu? ),” balas Maia Estianty dalam Twitter miliknya.

“Sumpah, ini geli aku bacanya… mudah2an jangan jadi tukang fitnah ya… Semoga Allah membersihkan hati anda Aksi sosial jgs diplintir dengan politik kenegaraan,” sambung Maia lagi.

Balasan Maia itu langsung mendapatkan tanggapan dari netter. Banyak dari mereka yang mendukung Maia dengan membalas ucapan dari Roy Suryo.

“dibelakang Roy Suryo ada panci bun hati2 wkwkwk hempas aja bun jangan diambil hati, warga twitter mah gitu bun,” beber akun mak***.

Galian Tanah di Jasinga Dikeluhkan Warga

0

BOGORDAILY.net – Masyarakat di Desa Tegal Wangi, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor mengeluhkan adanya galian tanah yang selama ini sudah membuat banyak korban. Hal itupun diungkapkan oleh salah seorang warga sekitar.

Menurutnya, lokasi galian yang berbatasan dengan Kabupaten Lebak itu sudah banyak dampak ditimbulkan. Seperti membuat Jalan Raya akses menuju Provinsi Banten tersebut menjadi licin dan mengganggu pengguna jalan.

“Semenjak adanya galian ini, membuat jalan ini licin dan berlumpur jika memang kondisi hujan. Sedangkan, jika kondisinya kemarau debunya itu loh sangat mengganggu, sudah beberapa warga yang lewat menggunakan motor jatuh akibat licin jalannya,” katanya kepada Bogordaily.net, Jumat (10/4/2020).

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Permadi Dalung, meminta kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor, untuk menindak tegas galian yang diduga ilegal itu.

“Pol PP kecamatan juga jangan tutup mata dong, dan Pol PP Kabupaten Bogor harus tegas untuk turun ke lapangan, dan saya minta Dishub juga untuk cek jalan yang memang selama ini dikeluhkan oleh warga,” katanya saat dihubungi.

Pihaknya juga di Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, akan melakukan sidak ke lokasi galian, untuk menanyakan kelengkapan izin galian tanah yang diduga bodong tersebut.

“Jangan uji mumpung pelaku usaha galian tanah, apalagi dalam kondisi musibah Covid-19 ini, malah menambah seenaknya ini urusannya sama masyarakat, saya juga akan laporan ke ibu bupati nanti,” tegasnya. (Andi)

Update Covid-19 Kota Bogor, 48 Positif, 2 Meninggal

0

BOGORDAILY.net – Jumlah kasus positif Virus Korona atau Covid-19 di Kota Bogor terus bertambah. Kali ini ada enam orang yang dinyatakan terkonfirmasi positif korona. Hal itupun diungkapkan oleh Juru Bicara (Jubir) Covid-19 Kota Bogor, Sri Nowo Retno.

Menurutnya, saat ini kasus yang positif korona di Kota Bogor berjumlah 48 orang. Dua pasien positif terkonfirmasi meninggal dunia, jadi total yang meninggal 10 orang dan masih menjalani perawatan ada sebanyak 38 orang.

“Jadi dua yang positif meninggal itu dua orang itu diantaranya PDP sudah keluar hasilnya Swab dari Kemenkes, jadi positif jumlah meninggal 10 orang positif,” katanya, Jumat (10/4/2020).

Retno yang baru dilantik menjadi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor ini mengungkapkan, saat ini jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 89, sudah selesai 22 pasien dan masih dalam pengawasan 49 orang, serta untuk 18 orang meninggal masih menunggu hasil Swab dari Litbankes Kemenkes RI.

“Untuk Orang Dalam Pantauan (PDP) di Kota Bogor saat ini ada 880 orang, selesai 473 orang dan masih dalam pantauan 407 orang,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk pasien positif Covid-19 di Kota Bogor yang dirawat di rumah sakit telah mendapat penaganan yang baik, dan pasien tetap bisa berkomunikasi menggunakan telepon seluler untuk menyampaikan kondisinya.

“Bisa komunikasi dengan WhatsApp. Rata-rata penaganannya cukup baik ya, dan mereka cukup optimis dengan penaganan dan perawatan RSUD Bogor,” tukasnya. (Andi).

Update: Dua Warga Ciampea Dinyatakan Positif Korona

BOGORDAILY.net – Jumlah kasus positif yang terpapar Virus Korona atau Covid-19 di Kabupaten Bogor kembali bertambah. Kali ini, dua orang warga Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, dinyatakan positif korona.

Juru bicara (Jubir) Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiyah, mengatakan, ke dua orang yang dinyatakan positif korona itu adalah pria berusia 56 tahun dan wanita usia 56 tahun, asli warga Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor.

“Dua warga Kecamatan Ciampea positif, laki-laki dan perempuan usia 56 tahun,” katanya dalam rilis yang diterima Bogordaily.net, Jumat (10/4/2020), per pukul 19:30 WIB.

Ia menjelaskan, saat ini yang terkonfirmasi positif di Kabupaten Bogor berjumlah 29 kasus, tiga orang sembuh, tiga orang meninggal, dan masih dalam penanganan di Rumah Sakit (RS) rujukan Covid-19 sebanyak 23 orang.

Data yang didapat, untuk kasus Orang Dalam Pantauan (ODP) sendiri berjumlah 400 orang. Sedangkan, untuk data Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 356 orang, untuk PDP sendiri ada satu pasien kembali dikabarkan meninggal dunia warga Kecamatan Rumpin perempuan usia 15 tahun.

“Jadi, untuk PDP ada 356 orang, PDP meninggal 10 orang, satu orang yang baru meninggal hari ini yaitu warga Kecamatan Rumpin,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk 10 orang yang merupakan Pasien Dalam Pengawasan meninggal dunia, masih menunggu hasil dari Swab Litbankes Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. (Andi).

Bertambah Lagi, 2 Warga Ciampea Positif Korona

BOGOR DAILY – Jumlah kasus positif yang terpapar Virus Korona atau Covid-19 di Kabupaten Bogor kembali bertambah. Kali ini, dua orang warga Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, dinyatakan positif korona.

Juru bicara (Jubir) Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiyah, mengatakan, ke dua orang yang dinyatakan positif korona itu adalah pria berusia 56 tahun dan wanita usia 56 tahun, asli warga Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor.

“Dua warga Kecamatan Ciampea positif, laki-laki dan perempuan usia 56 tahun,” katanya dalam rilis yang diterima Bogordaily.net, Jumat (10/4/2020), per pukul 19:30 WIB.

Ia menjelaskan, saat ini yang terkonfirmasi positif di Kabupaten Bogor berjumlah 29 kasus, tiga orang sembuh, tiga orang meninggal, dan masih dalam penanganan di Rumah Sakit (RS) rujukan Covid-19 sebanyak 23 orang.

Data yang didapat, untuk kasus Orang Dalam Pantauan (ODP) sendiri berjumlah 400 orang. Sedangkan, untuk data Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 356 orang, untuk PDP sendiri ada satu pasien kembali dikabarkan meninggal dunia warga Kecamatan Rumpin perempuan usia 15 tahun.

“Jadi, untuk PDP ada 356 orang, PDP meninggal 10 orang, satu orang yang baru meninggal hari ini yaitu warga Kecamatan Rumpin,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk 10 orang yang merupakan Pasien Dalam Pengawasan meninggal dunia, masih menunggu hasil dari Swab Litbankes Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. (Andi).

Jadi Tahanan Kota Karena Hamil, Vanessa Angel Bersyukur Dapat Keringanan

0

BOGORDAILY – Vanessa Angel ditetapkan sebagai tersangka karena diduga telah melanggar penyalahgunaan psikotropika. Karena sedang hamil, sang aktris kini menjadi tahanan kota.

Vanessa pun berterima kasih akan hal tersebut. Menurutnya, tak mudah melewati masalah ini saat sedang hamil.

“Assalamualaikum. Pertama saya mengucapkan terima kasih karena telah memberikan keringanan tahanan kota, berhubung saya sedang mengandung tentunya tidak mudah melewati situasi seperti ini,” ujarnya dalam siaran langsung di Instagram Polres Jakarta Barat, Kamis (9/4/2020).

Selain itu, Vanessa Angel meminta didoakan. Ia berharap kuat menjalani proses hukum kali ini.

“Tetapi ada proses hukum yang saya hormati yang saya jalani, mohon doannya semoga saya kuat,” tuturnya.

Lalu Vanessa memberi pesan kepada netizen untuk menjauhi narkoba. Ia ingin sehat selalu dan juga calon anak yang dikandungnya.

“Pesan saya jauhi narkoba dan lebih berhati-hati dan mengacu tentang psikotropika semoga saya dan bayi saya sehat bisa menjalani pemeriksaan selanjutnya terima kasih,” katanya.

Vanessa Angel ditingkatkan statusnya usai adanya fakta sebagai pemilik dari barang bukti pil xanax yang ditemukan saat dibekuk polisi pada Maret 2020. Ia memang sebelumnya dinyatakan negatif menggunakan obat tersebut.

Sementara suaminya positif mengonsumsi psikotropika hasil tes urine. Bibi Ardiansyah dan Vanessa Angel diamankan polisi di kediamannya.

Alhamdulillah Gerakan Lawan Covid-19 Sudah Terkumpul Rp20 Juta

BOGOR DAILY – Inisiator Gerakan Lawan Covid-19 Rp2000 ‘Dari Oleh dan untuk Kita Semua’, Ummi Wahyuni, mengatakan, jumlah donasi di tahap pertama sudah mencapai Rp20 juta rupiah.

Hal itupun diungkapkan oleh, Ummi yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Bogor, kepada Bogordaily.net.

“Alhamdulillah tahap pertama donasi kita sudah terkumpul Rp20 juta, yang nantinya akan kita salurkan 3.500 maaker kepada masyarakat rentan, 500 botol Hand Sanitizer, penyemprotan Disinfektan si 10 lokasi, dan penyerahan 30 Pcs APD ke 3 RSUD,” katanya, Jumat (10/4/2020).

Ia menjelaskan, gerakan tersebut semuanya bermula didasari oleh rasa cinta dan peduli sesama, karena melihat kondisi pandemi Covid-19 yang semakin hari semakin memprihatinkan.

“Semua tergerak tanpa ada yang menyediakan komando khusus. Bersyukur, gerakan ini mendapat respons antusias dari semua elemen masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, pandemik Covid-19 sangat berdampak pada semua sektor kehidupan. Semuanya merasakan dampak pandemik ini. Besarnya dampak ini sangatlah disadari hal ini tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah saja. Gerakan kesadaran bersama dari masyarakat menjadi hal yang sangat diperlukan saat ini.

“Gerakan ini adalah bentuk cinta dari, oleh dan untuk kita dalam melawan Covid-19. Gerakan ini timbul karena spirit bersama yaitu spirit Gerakan Cinta. Banyak yang bertanya. Kenapa Gerakan ini menggunakan nominal Rp2000?, karena kita tahu sekarang setiap orang rata-rata didalam dompetnya uang kertas yang dimiliki paling kecil senilai Rp2000 rupiah. Kita ingin membuat Gerakan kolegtif yang terasa manfaatnya namun juga tidak memberatkan. Karena kita ingin gerakan ini bisa dilakukan oleh semua orang dan berkesinambungan,” tukasnya. (Andi).

Galian Tanah di Jasinga Bikin Jalanan Licin, Berlumpur, Berdebu

BOGOR DAILY – Masyarakat di Desa Tegal Wangi, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor mengeluhkan adanya galian tanah yang selama ini sudah membuat banyak korban. Hal itipun diungkapkan oleh salah seorang warga sekitar yang tidak ingin disebutkan namanya tersebut.

Menurutnya, lokasi galian yang berbatasan dengan Kabupaten Lebak itu banyak merugikan warga. Termasuk membuat jalan menuju Provinsi Banten tersebut menjadi licin dan mengganggu pengguna jalan.

“Kalau hujan jalan ini licin dan berlumpur.  berlumpur jika memang kondisi hujan. Sedangkan, jika kondisinya kemarau debunya itu loh sangat mengganggu, sudah beberapa warga yang lewat menggunakan motor jatuh akibat licin jalannya,” katanya kepada Bogordaily.net, Jumat (10/4/2020).

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Permadi Dalung, meminta kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor, untuk menindak tegas galian yang diduga ilegal itu.

“Pol PP kecamatan juga jangan tutup mata dong, dan Pol PP Kabupaten Bogor harus tegas untuk turun ke lapangan, dan saya minta Dishub juga untuk cek jalan yang memang selama ini dikeluhkan oleh warga,” katanya saat dihubungi.

Pihaknya juga di Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, akan melakukan sidak ke lokasi galian, untuk menanyakan kelengkapan izin galian tanah yang diduga bodong tersebut.

“Jangan uji mumpung pelaku usaha galian tanah, apalagi dalam kondisi musibah Covid-19 ini, malah menambah seenaknya ini urusannya sama masyarakat, saya juga akan laporan ke ibu bupati nanti,” tegasnya. (Andi).

Update Covid-19 Kota Bogor, Pasien Positif Bertambah 6 Orang, Meninggal 2 Orang

BOGOR DAILY – Jumlah kasus positif Virus Korona atau Covid-19 di Kota Bogor terus bertambah. Kali ini ada enam orang yang dinyatakan positif korona. Hal itupun diungkapkan oleh Juru Bicara (Jubir) Covid-19 Kota Bogor, Sri Nowo Retno.

Menurutnya, saat ini kasus yang positif korona di Kota Bogor berjumlah 48 orang. Dua pasien positif terkonfirmasi meninggal dunia, jadi total yang meninggal 10 orang dan masih menjalani perawatan ada sebanyak 38 orang.

“Jadi dua yang positif meninggal itu dua orang itu diantaranya PDP sudah keluar hasilnya Swab dari Kemenkes, jadi positif jumlah meninggal 10 orang positif,” katanya, Jumat (10/4/2020).

Retno yang baru dilantik menjadi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor ini mengungkapkan, saat ini jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 89, sudah selesai 22 pasien dan masih dalam pengawasan 49 orang, serta untuk 18 orang meninggal masih menunggu hasil Swab dari Litbankes Kemenkes RI.

“Untuk Orang Dalam Pantauan (PDP) di Kota Bogor saat ini ada 880 orang, selesai 473 orang dan masih dalam pantauan 407 orang,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk pasien positif Covid-19 di Kota Bogor yang dirawat di rumah sakit telah mendapat penaganan yang baik, dan pasien tetap bisa berkomunikasi menggunakan telepon seluler untuk menyampaikan kondisinya.

“Bisa komunikasi dengan WhatsApp. Rata-rata penaganannya cukup baik ya, dan mereka cukup optimis dengan penaganan dan perawatan RSUD Bogor,” tukasnya. (Andi).

Pesan Terakhir Glenn Fredly: Kemanusiaan Tidak Mengenal Agama

0

BOGORDAILY – Duka atas kepergian Glenn Fredly menyelimuti dunia musik Indonesia. Pelantun ‘Adu Rayu’ itu tutup usia karena sakit meningitis yang diidapnya.

Akhir Februari lalu, Glenn Fredly manggung untuk terakhir kalinya sebelum ajal menjemput. Saat itu, suami Mutia Ayu itu manggung di acara Heyfest 2020 di Bekasi, Jawa Barat.

Glenn Fredly membawakan beberapa lagu termasuk yang ada di album terbarunya ‘Romansa ke Masa Depan’. Di sela-sela manggung, Glenn Fredly memberikan pesan dan ternyata perkataan itu adalah pesan terakhirnya.

“Terlepas dari apa pun yang sedang diramaikan, (di)bicara(kan) hari ini… Teman-teman, saya cuma bisa bilang, bila kalian melihat saudara-saudara kalian yang (ada) di tengah banjir, bantulah apa pun yang kalian bisa bantu, Teman-teman!” tutur Glenn Fredy di Heyfest 2020, dalam potongan video yang beredar dari Nada Promotama, seperti dilansir detikcom.

Pelantun ‘Orang Biasa’ itu kembali mengingatkan penonton yang datang malam itu.

“Jangan pernah mengutuk apa pun, Teman-teman, karena kemanusiaan tidak mengenal agama… Kemanusiaan tidak mengenal apa pun pilihanmu, Teman-teman!” sambungnya.

Dia kembali melanjutkan, “Yeah, kalian sudah digariskan untuk menjadi generasi yang tidak boleh hidup dengan kebencian, Teman-teman.”

Glenn Fredly meninggal dunia di usia 44 tahun karena sakit meningitis yang diidapnya. Selama ini, ia selalu merasakan sakit yang dirasakan, sampai 3 hari belakangan sebelum meninggal kondisi kesehatannya terus menurun.