Tuesday, 14 April 2026
Home Blog Page 8339

H. Ruhyat Nugeraha Ingin, Kader Karang Taruna Bisa Menjadi Pimpinan Kabupaten Bogor Kedepan

BOGOR DAILY – Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat H. Ruhyat Nugeraha, memberikan motivasi kepada pengurus Karang Taruna (Kartar) se dapil IV, Kabupaten Bogor.

Pantauan Bogordaily.net dilokasi, dalam acara silaturahmi dan pemberian motivasi kepada pemuda dapil IV itu, tampak hadir semua ketua Katar yang meliputi Kecamatan Tenjolaya, Dramaga, Ciomas, Pamijahan, Ciampea dan Cibungbulang.

Rapat koordinasi pengurus Katar itu dilaksanakan di Yayasan ponpes Bhakti Nugraha RT8/3, Desa Cibitung Tengah, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor.

“Pemuda adalah harapan Pemerintah Kabupaten Bogor, dalam membantu memajukan Kabupaten Bogor untuk lebih baik lagi,” katanya kepada Bogordaily.net, Minggu (8/4/2020).

Dalam sambutannya juga, H. Ruhyat Nugeraha, memberikan beberapa arahan dalam berorganisasi di Karang Taruna ini.

H. Ruhyat sapaan akrabnya berharap, Kader Karang Taruna menjadi Kader militan, cerdas, memiliki Keahlian dan akhlak dengan baik.

“Hal itu untuk mempersiapkan menjadi pemimpin Kabupaten Bogor ke depan. Dari mulai berorganisasi ini lah, harus dimaksimalkan,” harapnya.

Sementara itu, Sekertaris Karang Taruna Tenjolaya, Hendra, berterimakasih, dengan dilaksanakannya pertemuan kali ini bisa membuka pemikiran pemuda yang aktif di Katar.

“Saya berharap Karang Taruna kedepannya jahu lebih baik dari sebelumnya, serta saya berterimakasih kepada H. Ruhyat Nugraha yang telah menyempatkan waktu dalam kehadiran acara ini, dan motivasi,” singkatnya. (Andi).

Diperpanjang Lagi, Libur Sekolah di Kota Bogor Sampai 29 Mei

BOGORDAILY.net – Pemerintah Kota Bogor perpanjang masa belajar di rumah hingga 29 Mei. Hal itupun diungkapkan oleh Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, melalui pres rilis yang diterima Bogordaily.net, Rabu (8/4/2020).

Mantan Anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan, masa belajar di rumah bagi peserta didik atau pelajar di Kota Bogor mulai dari jenjang PAUD/TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, SLB dan lembaga pendidikan Non formal mulai 13 April hingga 29 Mei 2020.

“Kebijakan ini dikeluarkan Pemkot Bogor menindaklanjuti Surat Keputusan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Nomor: 13 A Tahun 2020 tentang Perpanjangan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Indonesia dan Surat Keputusan Wali Kota Bogor Nomor: 900.45-214 Tahun 2020 tentang Wabah Penyakit Covid-19 sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) serta semakin meningkatnya masyarakat yang terpapar virus Covid-19,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Fahrudin, mengatakan, setelah memperhatikan dan mencermati kondisi saat ini, maka Disdik memutuskan untuk memperpanjang kembali masa belajar di rumah.

“Pembelajaran di rumah akan diperpanjang karena situasi penyebaran virus korona yang masih mengancam kesehatan,” ucapnya.

Menurut pria yang mengenakan kaca mata ini menjelaskan, belajar di rumah dan mengajar dari rumah dilakukan dengan moda daring atau jarak jauh. Tugas belajar di rumah pada prinsipnya diarahkan pada peningkatan kecakapan hidup dan pengembangan bakat dan minat.

“Jadi, metode ini tidak membebani siswa dan orang tua baik secara fisik, mental, maupun ekonomi,” tuturnya.

Ia menambahkan, untuk guru tidak banyak memberikan tugas, tidak menimbulkan kepanikan dan rasa khawatir. Guru juga tidak dituntut untuk menuntaskan tuntutan kurikulum, tapi lebih fokus pada memotivasi siswa untuk tetap berada di rumah, ikhlas dalam  melakukan pembiasaan baik, menjaga kesehatan dan melakukan PHBS untuk mencegah penyebaran Covid-19 serta mengembangkan bakat dan minat yang bisa dilakukan di rumah.

“Produk aktivitas belajar di rumah disesuaikan dengan tingkat usia dan kelas, cukup dengan menceklis atau mencatat kegiatan/jurnal harian, atau dalam bentuk lain sesuai dengan minat,  kemampuan, kreativitas, dan akses yang dimiliki oleh peserta didik,” tukasnya. (Andi).

Ini Kata Pakar Corona RI Saat WHO Menyebut Semprot Jalan Pakai Disinfektan Konyol

BOGORDAILY – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai penyemprotan jalan dengan disinfektan adalah cara konyol untuk menghindari penularan virus Corona. Pakar virus Corona Pemerintah RI memahami bahwa penyemprotan jalan dengan disinfektan tidak disarankan WHO.

“Penyemprotan jalanan dengan disinfektan memang tidak direkomendasikan WHO,” kata Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan COVID-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, kepada detikcom, Rabu (8/4/2020).

Profesor dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) ini menjelaskan, penularan COVID-19 adalah melalui cairan hidung dan mulut (droplet) orang yang terinfeksi, melompat lewat bersin dan batuk, masuk ke hidung, mulut, atau mata orang yang sehat. Droplet yang mengandung virus Corona (SARS-CoV-2) bisa pula berada di permukaan benda dan disentuh oleh orang yang sehat, kemudian orang yang sehat tersebut tertular COVID-19 karena tangannya yang terkena droplet itu dia gunakan untuk menyentuh mulut, hidung, atau matanya.

“Masa kita pegang aspal kemudian kita pegang mata? Kan tidak. Yang sering dipegang adalah gagang pintu, kunci, ponsel, lantai untuk beraktivitas, hingga permukaan lantai masjid misalnya,” kata Wiku.

Penyemprotan cairan disinfektan di jalanan bisa menyebar ke mana-mana, termasuk mengenai masyarakat. WHO sendiri tidak merekomendasikan cairan disinfektan digunakan langsung ke tubuh manusia karena bisa mengganggu kesehatan. Bukan tidak mungkin, zat yang terkandung dalam disinfektan masuk ke saluran penapasan manusia.

“Alih-alih ingin membunuh virus, yang terkena malah justru manusianya itu sendiri, menimbulkan masalah lain,” kata Wiku.

Fasilitas umum di Padang, Sumatera Barat, disemprot disinfektan. Penyemprotan dilakukan guna mencegah penyebaran virus corona.

Bila disinfektan disemprot di jalanan secara berlebihan, mikroorganisme lain yang menyusun keseimbangan ekosistem juga berpotensi terganggu. Bila ekosistem terganggu, maka pada akhirnya manusia juga bisa rugi. Penggunaan disinfektan untuk sterilisasi permukaan dari SARS-CoV-2 tak perlu sampai di aspal jalan, melainkan cukup di benda-benda yang sering disentuh manusia.

“Memang kita harus melindungi manusia, tapi cara pakainya bukan dengan cara disemprot di jalan. Apa yang perlu disemprot disinfektan? Yakni permukaan meja, pegangan tangan, tombol lift, tombol ATM, pegangan kursi, disemprot kemudian dilap. Kalau di lantai, maka dipel dan dikeringkan,” tutur Wiku.

Alangkah lebih baik apabila penyemprotan jalanan menggunakan disinfektan dialihkan ke pembuatan tempat cuci tangan di banyak titik, serta penggencaran pengadaan masker buatan sendiri. Mencuci tangan dengan sabun dan menggunakan masker merupakan dua langkah penting yang lebih efektif menghindarkan masyarakat dari virus Corona, ketimbang menyemprot jalanan dengan disinfektan.

“Lebih baik bikin tempat cuci tangan umum di semua tempat sehingga banyak orang bisa cuci tangan dengan mudah. Itu yang utama. Juga, kalau semua orang pakai masker maka jalan penularan virus akan tertutup, karena jalan penularannya lewat mulut, hidung, dan mata,” kata Wiku.

Penyemprotan disinfektan di jalanan dan lingkungan luar ruangan memang bukan fenomena Indonesia saja. Di India, Meksiko, hingga Turki juga demikian. Penyemprotan jalanan menggunakan disinfektan dinilai WHO tidak ada gunanya.

“Yang jelas, itu adalah hal yang tidak kami rekomendasikan. Kami tidak percaya orang-orang tertular virus dari permukaan tanah (jalanan -red),” kata Kepala Jaringan Wabah dan Tanggap Darurat Global WHO, Dale Fisher, sebagaimana diunggah DW News di akun YouTube, Kamis (2/4).

Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan BPBD Kota Tangerang dengan mobil pemadam melakukan penyemprotan cairan disinfektan terhadap ruang udara dan rambu lalulintas di Jalan Raya Daan Mogot, Tangerang, Banten, Jumat (20/3/2020). Penyemprotan dilakukan untuk meminimalisir penyebaran COVID-19 di ruang udara dan ruas jalan yang menghubungan dua provinsi yakni Jakarta dengan Banten. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/foc.

Dilansir Reuters, Fisher bahkan menganggap langkah penyemprotan jalanan dengan disinfektan bisa berisiko merugikan kesehatan masyarakat, membuang waktu, dan menghamburkan sumber daya. “Itu adalah sebuah gambaran konyol di banyak negara,” kata Fisher yang juga ahli penyakit menular, Selasa (31/3).

Peneliti dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) China, Zhang Liubo, bahkan mewanti-wanti masyarakat supaya tidak kelewat kerajingan main semprot disinfektan. Soalnya, cairan disinfektan bisa berbahaya bagi manusia bila kelewat banyak masuk ke tubuh.

“Permukaan di luar ruangan, seperti jalanan, tempat lapang, rerumputan, jangan sering-sering disemprot dengan disinfektan… Menyemprot disinfektan dalam area yang luas dan terus-terusan bisa bikin polusi lingkungan dan harus dihindari,” kata Zhang Liubo, dilansir Science dari siaran televisi CCTV China.

6 Positif Korona dan 113 PDP Diisolasi di RSUD Cibinong

BOGORDAILY.net – Sebanyak enam orang yang terpapar Virus Korona atau Covid-19 di Kabupaten Bogor, menjalani isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Direktur RSUD Cibinong, Dr Fusia Meidiawaty.

“Di RSUD Cibinong yang sedang menjalani isolasi ada enam orang,” katanya saat dihubungi, Rabu (8/3/2020).

Dr Fusia Meidiawaty menjelaskan, sejauh ini Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang tengah ditangani RSUD Cibinong ada sebanyak 113 orang dan enam orang positif Covid-19.

“Terhitung sejak Selasa kemarin malam (7/3/2020) tadi, total di rawat berstatus PDP sebanyak 113 orang, dan 6 jiwa terkonfirmasi positif Corona,” jelasnya.

Sekedar diketahui, Jumlah Positif Virus Korona atau Covid-19 di Kabupaten Bogor bertambah. Kali ini bayi berusia tiga bulan asal Kecamatan Cibinong terinfeksi Positif Korona.

Bupati Bogor, Ade Yasin, mengatakan, untuk hari ini Selasa (7/4/2020) ada dua terkonfirmasi positif terinfeksi Virus Korona, diantaranya bayi asal Cibinong berusia tiga bulan dan laki-laki berusia 55 tahun asal Citeureup positif juga.

“Ada dua yang terkonfirmasi saat ini positif bayi asal Cibinong dan Lelaki usia 55 asal Citeureup,” katanya dalam pres rilis yang diterima Bogordaily.net per pukul 19:30 WIB.

Ade Yasin, yang juga ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor ini menjelaska, kedua pasien sudah menjalani isolasi di Rumah Sakit (RS) rujukan pemerintah.

“Jadi total yang positif ini ada 23 orang terkonfirmasi, tiga orang meninggal dan tiga orang sembuh, dan masih menjalani isolasi saat ini ada 17 orang,” jelasnya.

Sementara untuk Orang Dalam Penanganan (PDP) ada 324 orang, dan Pasien Dalam Pengawasan ada sebanyak 325 orang. Yang meninggal PDP ada sembilan orang masih menunggu hasil Swab dari Litbankes Kemenkes RI.

“Yang meninggal PDP ada sembilan masih menunggu apakah positif atau tidak. Saya meminta, agar masyarakat tetap waspada, jangan panik, jaga kebersihan, dan hindari keramaian,” tukasnya. (Andi).

Bali United Mencopot Posisi Media Officer, Dampak Corona?

BOGORDAILY – Bali United dikabarkan merumahkan Ngurah Made Wirya Darma dari jabatan Media Officer imbas dari krisis corona. Manajemen pun klub memberikan penjelasan.

CEO Bali United, Yabes Tanuri, membantah kabar tersebut. Dia menyebut bahwa timnya kebetulan saja sedang melakukan perampingan.

Tak semua posisi dicopot tanpa pengganti, manajemen klub menunjuk orang lain sebagai pengganti. Salah satunya posisi media officer yang kini dipercayakan kepada orang lain.

“Pengurangan orang saja, pergantian orang. Karena (penggantinya) sudah kami latih juga selama dua tahun,” kata Yabes Tanuri kepada detikSport.

“Kalau ditanya apakan ini karena corona, ya kalau mengenai hal ini kami kebetulan ada pengurangan saja. Bukan corona ya,” ujarnya.

Yabes mengklaim tak banyak melakukan pengurangan karyawan di tubuh klub. Hanya saja tak disebutkan posisi mana saja yang terdampak perampingan.

“Enggak banyak kok pengurangannya, memang lagi sedang melakukan pengurangan saja,” ucapnya mengakhiri.

Sebagai informasi, Ngurah sudah hampir lima tahun menjabat sebagai media officer klub. Dia berpamitan di forum wartawan Bali pada, Senin (6/4/2020).

Ini Poin-poin Penjelasan Anies soal PSBB Jakarta: Kerumunan hingga Nasib Ojol

BOGORDAILY – Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta akan efektif berlaku pada 10 April 2020. Transportasi umum dibatasi dan kerumunan di atas lima orang akan dilarang.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan poin-poin kebijakan PSBB di Ibu Kota dalam konferensi pers di Balai Kota DKI, Selasa (7/4/2020). Warga pun diharapkan menaati pembatasan-pembatasan yang diberlakukan.

“Sekaligus menjadi pesan bagi semua, ketaatan kita untuk membatasi pergerakan, membatasi interaksi, itu akan sangat mempengaruhi kemampuan kita mengendalikan virus ini,” ujar Anies.

“Interaksi antarorang penting sekali untuk dibatasi,” imbuh Anies.

Berikut ini poin-poin penjelasan Anies Baswedan terkait pelaksanaan PSBB di DKI Jakarta:

Berlaku Efektif Mulai 10 April

Anies mengatakan Jakarta segera menjalankan ketentuan PSBB penanganan virus Corona. Anies Baswedan mengatakan PSBB efektif berjalan mulai Jumat, 10 April 2020.

“DKI akan melaksanakan PSBB sebagaimana digariskan oleh keputusan menteri, efektif mulai hari Jumat, 10 April 2020,” kata Anies.

Fasilitas Umum Hiburan Ditutup

Semua fasilitas umum di Ibu Kota akan ditutup selama pelaksanaan PSBB. Tak hanya itu, taman hingga balai pertemuan juga ditutup.

“Semua fasilitas umum tutup, baik itu fasilitas umum hiburan milik pemerintah maupun tempat hiburan milik masyarakat,” kata Anies.

Kerumunan di Atas 5 Orang Dilarang

Anies melarang kegiatan di luar ruangan yang jumlah orangnya lebih dari lima. Pemprov DKI akan menindak tegas apabila aturan terkait pembatasan sosial berkala besar (PSBB) tidak ditaati.

“Ada satu catatan penting bahwa pada saat PSBB dilaksanakan, tak diizinkan ada kerumunan di atas lima orang di seluruh Jakarta. Kegiatan di luar ruangan maksimal lima orang, di atas lima orang tak diizinkan. Kami akan ambil tindakan tegas. Jajaran Pemprov, kepolisian, dan TNI akan melakukan kegiatan penertiban dan memastikan seluruh ketentuan PSBB diikuti masyarakat. Jadi patroli ditingkatkan dan kami harap masyarakat untuk menaati,” ujar Anies.

Kegiatan Perkantoran Dihentikan Kecuali 8 Sektor

Kegiatan perkantoran di DKI dihentikan selama penerapan PSBB. Namun ada delapan sektor yang dikecualikan.

“Kita akan mengatur bahwa kegiatan perkantoran dihentikan, kecuali beberapa sektor. Ada delapan pengecualian,” ujar Anies.

Pengecualian itu untuk sektor kesehatan, pangan dan minuman, energi, serta jasa komunikasi. Selain itu, sektor keuangan dan perbankan, distribusi barang, kebutuhan keseharian, serta industri strategis di kawasan Ibu Kota juga dikecualikan.

Pelayanan Jalan Terus, Tak Ada yang Tutup

Anies memastikan pelayanan pemerintahan di DKI Jakarta terus berjalan meski PSBB diberlakukan.

“Jakarta adalah kota pusat kegiatan perekonomian di Indonesia. Karena itu, dalam mengatur ini, kami membagi ada tiga sektor utama. Satu, pemerintahan terus menjalankan fungsinya, Pemprov DKI, kepolisian, maupun TNI semua tetap berjalan seperti biasa,” kata Anies.

Nikah di KUA, Resepsi Ditiadakan

Anies mengatakan menikah di masa PSBB masih diperbolehkan dengan akad nikah dilakukan di KUA. Resepsi pernikahan dan perayaan lain seperti khitanan dilarang.

“Pernikahan tidak dilarang, tapi dilakukan di Kantor Urusan Agama (KUA),” kata Anies.

Angkutan Umum di DKI Beroperasi 6 Pagi-6 Sore

Penggunaan transportasi umum di Jakarta turut dibatasi di masa PSBB. Pembatasan termasuk jam operasional hingga jumlah penumpang.

“Terkait dengan transportasi umum di Jakarta akan dibatasi jumlah penumpang per kendaraan umum. Akan dibatasi juga jam operasinya nanti dari jam 6 hingga jam 6 sore. Ini berlaku untuk semua kendaraan umum yang beroperasi di Jakarta,” ujarnya.

Kapasitas Transportasi Umum Maksimal 50 Persen

Transportasi umum, seperti bus, diizinkan berkapasitas maksimal 50 persen dari total kapasitas selama masa PSBB di DKI Jakarta.

“Kapasitasnya (transportasi umum) turun 50 persen. Jadi kalau misalnya sebuah bus itu bisa diisi 50 penumpang, maka tinggal 25 penumpang dalam bus,” kata Anies.

Anies menjelaskan soal ojek online di masa PSBB. Anies mengatakan akan ada pembatasan jumlah orang dalam setiap kendaraan.

Nasib Ojol di Masa PSBB

“Jadi, ketika ini dilakukan, ada batasan jumlah orang yang bisa naik di kendaraan itu. Itu akan diatur dalam peraturannya secara detail,” ujarnya.

Namun Anies mengatakan kegiatan logistik tak akan dibatasi. Dia ingin masyarakat bisa memenuhi kebutuhan masing-masing.

LaLiga Harus Digelar Minimum 3 Hari Sekali, Jika Kembali Bergulir

BOGORDAILY – Federasi Sepakbola Spanyol, RFEF, memutuskan bahwa jeda antar laga LaLiga minimum tiga hari. Ini menepis wacana agar liga kembali dimainkan dua hari sekali.

LaLiga harus tunda sejak 16 Maret lalu hingga waktu yang belum ditentukan akibat mewabahnya Virus Corona. Spanyol saat ini menjadi negara dengan jumlah kasus COVID-19 tertinggi di Eropa melampaui Italia.

Tercatat 140,510 orang di Spanyol terjangkit Virus Corona dengan 76.607 di antaranya meninggal dunia. Situasi itu membuat Liga Spanyol sulit untuk kembali bergulir dalam waktu dekat.

Pihak-pihak yang terkait dengan LaLiga kini harus memutar otak supaya musim ini bisa dituntaskan. Asosiasi Pesepakbola Spanyol, AFE, dilaporkan telah sepakat dengan Laliga agar laga dimainkan dua hari sekali jika kompetisi kembali bergulir.

Wacana ini muncul agar LaLiga tak molor terlalu jauh sehingga kontrak pemain tak bermasalah. Namun, kebijakan tersebut ditentang oleh Presiden Federasi sepakbola Spanyol, RFEF, Luis Rubiales, karena dianggap tidak manusiawi.

RFEF kemudian mengadakan pertemuan untuk membahas hal ini yang juga dihadiri oleh AFE. Akhirnya disepakati, jika LaLiga bergulir kembali jeda antar laga minimum 3 hari (72 jam).

“RFEF telah membuat AFE berkomitmen untuk bermain paling tidak setiap 72 jam,” bunyi pernyataan RFEF dikutip dari Marca.

“Presiden (Luis) Rubiales menjelaskan dalam sesi monitoring bahwa kesehatan para pemain adalah hal yang tidak bisa ditawar. RFEF jelas monolak usulan agar para pemain tampil setiap 48 jam.”

“Kedudukan RFEF yang tidak bisa diganggu gugat membuat AFE harus menerima bahwa setiap laga minimum digelar setiap 72 jam. Hal ini sekaligus membatalkan kesepakatan sebelumnya dengan LaLiga.”

“Federasi menempatkan kesehatan para pemain di atas kompetisi. Selain itu, selama bulan Mei, Juni, Juli dan Agustus akan ada perhatian khusus untuk penyelenggaraan laga terkait dengan panas, radiasi matahari dan kelembaban yang bisa mempengaruhi kesehatan pemain,” tambahnya.

Pemkab Bogor Akan Ajukan PSBB

BOGOR DAILY – Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Bogor, akan mengajukan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah penyebaran dan memutus rantai Virus Korona atau Covid-19 yang semakin hari semakin meningkat jumlah kasusnya.

Hal itu disampaikan Bupati Bogor, Ade Yasin, usai melakukan video conference dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Rabu (8/4/2020).

“Jabar mengusulkan. Kabupaten Bogor pun siap ajukan PSBB dalam waktu dekat ini,” katanya.

Politisi PPP ini menjelaskan, hal itu sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19, daerah yang ajukan PSBB harus menerima persetujuan pelaksanaan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) RI.

“Saya bersama gugus tugas Covid-19 Kabupaten Bogor, akan mengkaji syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk menerapkan PSBB, termasuk kesiapan daerah dalam aspek ketersediaan kebutuhan dasar rakyat, sarana prasarana kesehatan, anggaran operasional, serta aspek jaring keamanan,” jelasnya.

Orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman ini mengungkapkan, keputusannya mengajukan PSBB ini berdasarkan data yang diperoleh, sebagaimana jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP), serta Pasien Positif di Kabupaten Bogor yang angkanya terus bertambah.

“Kami juga akan segera melaporkan data berdasarkan hasil tes masif di Kabupaten Bogor beserta peta persebaran Covid-19 kepada Pemprov Jawa Barat,” tukasnya. (Andi).

Pokwan DPRD Kab. Bogor Bagi-Bagi Masker dan Semprot Disinfektan di Jalan

BOGOR DAILY – Kelompok Kerja Wartawan (Pokwan) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, bagi-bagi ratusan masker untuk para pedagang, tukang ojek, sopir dan penumpang angkutan umum (Angkot) di Pasar Citeureup, Kecamatan Citeureup.

Tidak hanya itu saja, Pokwan DPRD Kabupaten Bogor juga melakukan penyemprotan Disinfektan dari simpang Jalan Raya Sentul, Kecamatan Babakan Madang, sampai pasar Citeureup, Kecamatan Citeureup.

Sekretaris Pokwan DPRD Kabupaten Bogor, Risyad, mengatakan, dalam kegiatan pembagian masker Pokwan bekerjasama dengan Camat Citureup, dan penyemprotan Disinfektan bersama Satpol PP dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bogor.

“Giat ini sengaja kami lakukan demi memutus mata rantai penyeban Virus Korona atau Covid-19 yang kian hari semakin memprihatinkan,” katanya kepada wartawan dilokasi, Rabu (8/4/2020).

Menurutnya, giat ini dapat terlaksana atas hasil kerja sama antara Pokwan dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bogor, dengan menerjunkan dua armada damkar yang melakukan penyemprotan di dua wilayah Kecamatan yakni Citeureup dan Kecamatan Babakan Madang.

“Penyemprotan dengan menggunakan dua armada damkar Kabupaten Bogor dilakukan mulai dari Simpang Sentul, Babakan Madang sampai Pasar Citeureup, Kecamatan Citeureup,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Citeureup, Asep Mulyana, mengucapkan terimakasih serta mengapresiasi atas kepedulian wartawan kabupaten Bogor khususnya yang telah andil dalam memerangi pandemi Covid-19.

“Terimakasih kepada jurnalis Bogor khususnya yang tergabung dalam Pokwan, semoga dengan giat kepedulian ini dapat mencegah penyebaran Virus Korona,” tukasnya. (Andi).

Pakar UGM Membeberkan Cara Pakai Disinfektan yang Benar Agar Tak Picu Kanker

BOGORDAILY – Menjaga kebersihan menjadi salah satu cara memutus mata rantai penularan Virus Corona atau COVID-19. Berbagai cara dilakukan seperti menggunakan antiseptik pada tangan dan tubuh serta disinfektan yang diusapkan atau disemprotkan pada benda mati yang mungkin terpapar virus.

Namun, saat ini muncul fenomena penyemprotan disinfektan secara masif pada berbagai tempat, bahkan dilakukan langsung ke tubuh manusia. Peneliti Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr rer nat, Endang Lukitaningsih, S Si, M Si, Apt, menjelaskan disinfektan adalah bahan kimia yang dipakai untuk menghambat atau membunuh mikroorganisme seperti bakteri, virus, dan jamur kecuali spora bakteri pada permukaan benda mati seperti lantai, furniture, dan ruangan.

“Disinfektan tidak digunakan pada kulit ataupun selaput lendir karena berisiko mengiritasi kulit dan berpotensi memicu kanker. Hal ini berbeda dengan antiseptik yang memang ditujukan untuk disinfeksi pada permukaan kulit dan membran mukosa,” katanya dalam keterangan tertulis yang dikirim Humas UGM, Senin (6/4/2020).

Disinfektan juga bisa digunakan untuk membersihkan permukaan benda dengan mengusap larutan disinfektan di bagian yang terkontaminasi. Misalnya, pada lantai, dinding, tombol lift, permukaan meja, daun pintu, dan lainnya.

Pemakaian disinfektan dengan teknik spray atau fogging telah digunakan untuk mengendalikan jumlah antimikrobia dan virus di ruangan yang berisiko tinggi. Sementara pada ruangan yang sulit dijangkau biasanya digunakan sinar UV dengan panjang gelombang tertentu. Proses ini akan mencegah penularan mikroorganisme patogen dari permukaan benda ke manusia.

Apabila ingin menggunakan disinfektan, Endang menyampaikan, ada beberapa produk yang direkomendasikan untuk disinfeksi. Contohnya, sodium hipoklorit, amonium kuartener (sejenis deterjen kationik), alkohol 70 persen dan hidrogen peroksida. Kendati begitu dia mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan petunjuk penggunaan pada label agar produk dapat digunaan dengan aman dan efektif.

“Konsentrasi disinfektan yang dipakai perlu diperhatikan. Selain itu waktu kontak antara objek dengan disinfektan antara 1-10 menit tergantung jenisnya, serta gunakan sarung tangan dan pastikan ventilasi yang baik untuk mengurangi paparan saat penggunaan,” urainya.

Dalam kesempatan yang sama, Endang juga menjelaskan tentang antiseptik. Endang menjelaskan antiseptik merupakan senyawa kimia yang digunakan untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme pada jaringan yang hidup antara lain permukaan kulit dan membran mukosa. Tujuannya untuk mengurangi kemungkinan infeksi, sepsis atau

Beberapa antiseptik adalah germisida sejati yang mampu menghancurkan mikroba. Sedangkan yang lain bersifat bakteriostatik dan hanya mencegah atau menghambat pertumbuhannya. Antiseptik sering digunakan untuk membersihkan luka, mensterilkan tangan sebelum melakukan tindakan yang memerlukan sterilitas, misalnya povidon iodin, kalium permanganat, hidrogen peroksida, dan akohol.

“Hand sanitizer umumnya adalah mengandung antiseptik seperti alkohol 60-70 persen. Kadar bahan aktif pada antiseptik jauh lebih rendah daripada disinfektan,” tuturnya.

Tim peneliti Fakultas Farmasi lainnya, Dr Ika Puspita Sari, S Si, M Si, Apt, memaparkan Virus Corona atau COVIS-19 memiliki lapisan dinding virus yang tersusun dari amplop glikoprotein yang membungkus RNA di bagian dalamnya. Supaya virus ini bisa mati, maka dibutuhkan bahan yang mampu merusak amplop dan material di dalamnya. Ampop ini tidak akan hancur dengan air saja sehingga perlu bahan lain yakni alkohol atau srufaktan (sabun) sesuai saran WHO.

Lantas apakah ada bahan lain yang bisa menghancurkan virus COVID-19? Ika menjelaskan bahwa Enviromental Protection Agencies (EPA) telah merilis 351 sediaan yang dapat digunakan sebagai disinfektan untuk membunuh virus termasuk virus corona dengan waktu kontak yang efektif.

Salah satu sediaan yang dimaksud adalah etanol dengan konsentrasi minimal 60 persen. Dengan konsentrasi tersebut, diketahui dapat melarutkan bagian apolar dari dinding virus, sehingga virus akan rusak.

Selain itu bahan golongan klorin (klorin dioksida, sodium hipoklorit, dan asam hipoklorit) bisa membunuh virus dengan jalan masuk menembus dinding virus dan akan merusak bagian dalam virus. Contoh sediaan lainnya adalah benzalkonium klorida yang termasuk dalam golongan surfaktan kationik yang saat ini banyak digunakan pada cairan disinfektan. Kendati begitu, kedua bahan ini mudah menguap sehingga berisiko mengganggu pernafasan jika terhirup.

“Ada juga hidrogen peroksida merupakan senyawa oksidator kuat yang bisa merusak dinding virus dan material di dalamnya. Namun penggunaan berlebih akan mengakibatkan iritasi hingga kerusakan kulit,” ucapnya.

Sementara Dekan Fakultas Farmasi, Prof Dr Agung Endro Nugroho, S Si, M Si, Apt, tidak menyarankan penyemprotan disinfektan langsung pada manusia dan makhluk hidup. Selain tidak efektif, hal itu dikhawatirkan akan mengganggu ekosistem.

Penggunaan bilik (chamber) penyemprotan dengan disinfektan langsung pada manusia juga tidak disarankan, kecuali memakai cairan antiseptik yang sudah dipastikan aman dan melindungi bagian tubuh yang terbuka terhadap paparan.

“Untuk manusia, pencegahan terhadap penularan virus bisa dilakukan dengan sering mencuci tangan memakai sabun atau hand sanitizer, menjaga pola makan dan pola hidup sehat untuk menjaga imunitas,” kata Agung.

Menurutnya, penyemprotan disinfektan terhadap lingkungan juga perlu dipertimbangkan kembali. Penyemprotan dapat dilakukan dengan membatasi jumlah dan daerah yang disemprot. Misalnya, ruangan yang membutuhkan sterilitas di rumah sakit dan ruangan yang terdapat pasien dalam pengawasan (PDP).

“Cara terbaik menggunakan disinfektan adalah langsung mengelap/mengusap pada benda-benda yang diperkirakan rentan tertempel virus COVID-19,” pungkasnya.