Friday, 10 April 2026
Home Blog Page 8377

7 Peserta Seminar di Hotel Sentul Dicek Kesehatannya Satu Orang Negatif

BOGOR DAILY – Tim Gugus Tugas Polda Metro Jawa Barat (Jabar), Polres Bogor, dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, melakukan tes virus korona terhadap Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang melakukan seminar Anti Riba pada 25-28 Februari 2020 lalu, di salah satu hotel Sentul Bogor.

Kapolres Bogor, AKBP Roland Ronaldy, mengungkapkan, pihaknya sudah mendapatkan data peserta yang mengikuti seminar tersebut. Ada sebanyak 52 orang dan sembilan orang merupakan warga kota dan Kabupaten Bogor.

“Kita sama-sama melakukan pengecekan orang-orang yang merupakan peserta seminar, yang dilaksanakan di Hotel Darmawan Park Sentul bulan lalu. Gimana kita ketahui bahwa ada salah satu peserta tersebut memang terkena Virus Korona,” katanya kepada wartawan di Mapolres Bogor, Minggu (22/3/2020).

Kapolres mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu menjelaskan, pihaknya sudah mendapatkan data sembilan orang terasebut, dua orang warga Kota Bogor dan tujuh orang warga Kabupaten Bogor.

“Hasilnya ada 52 orang yang masuk, warga Bogor itu sembilan orang, dua warga Kota Bogor, dan tujuh Kabupaten Bogor, mereka peserta. Kesehatan hari ini semuanya di tes, dari provinsi akan melakukan pengecekan juga. Tujuh ini pengecekan itu ada di Babakanmadang, Sukaraja dan Bojonggede itu aja,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Surveilans Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Adang Mulyana, mengatakan, satu orang yang sudah di tes beralamat di Kampung Mandala Sari, RT 01/03, Desa Cimandala, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor hasilnya negatif. Sementara untuk yang lainnya belum keluar hasilnya.

“Satu orang yang sudah dites hasilnya negatif, dia masuk dalam ODP di Kabupaten Bogor,” singkatnya. (Andi).

Bima Arya Positif Korona, Hotel di Kota Bogor Tutup

0

BOGOR DAILY – Setelah Walikota Bogor, Bima Arya, dinyatakan positif terjangkit Virus Korona, dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Kali ini, hotel yang terletak di Kota Hujan itupun ditutup.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan, keputusan itu diambil menyusul adanya informasi tiga temuan kasus yang dinyatakan positif terpapar Virus Corona. Salah satu diantaranya ialah Wali Kota Bogor, Bima Arya.

Dedie sapaan akrabnya mengungkapkan, hingga saat ini, Pemkot Bogor kian gencar sosialisasikan kepada para pelaku usaha tempat hiburan, rekreasi, wisata, dan kuliner agar menyesuaikan kondisi saat ini.

“Tujuannya, agar penyebaran virus tidak semakin meluas. Langkah kebijakan yang kami ambil ini demi mencegah dan mengurangi penyebaran virus corona di Kota Bogor. Oleh karena itu, kami meminta dukungan dari semua pihak agar bencana ini bisa tertangani dengan cepat,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima Bogordaily.net, Minggu (22/3/2020).

Hingga pada saat ini lanjut Dedie, sudah ada beberapa Hotel yang telah resmi meniadakan aktivitas kegiatan dan meliburkan seluruh karyawannya.

“Sudah ada beberapa Hotel yang tutup antara lain Hotel Aston Bogor, Hotel 101, dan Hotel Mirah. Saya harap kegiatan bekerja dari rumah ini bisa diterapkan oleh semua pihak, termasuk pengusaha yang masih mempekerjakan karyawannya di kantor,” tukasnya. (Andi)

PDP Covid-19 di Kabupaten Bogor Bertambah Total 28

0

BOGOR DAILY – Dalam satu hari, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terkait Virus Korona (Covid-19) di Kabupaten Bogor bertambah sebanyak 15 orang. Hal itupun disampaikan Bupati Bogor, Ade Yasin, kepada wartawan Sabtu (21/3/2020) malam.

Sebelumnya, data PDP terkait Covid-19 di Kabupaten Bogor hanya ada 13 orang. Akan tetapi, untuk saat ini data tersebut bertambah 15 orang dan menjadi 28 PDP.

Bupati Bogor, Ade Yasin, mengatakan, tidak hanya PDP Covid-19 saja yang naik. Akan tetapi Orang Dalam Pantauan (ODP) di Kabupaten Bogor juga bertambah dari 92 menjadi 129 orang untuk saat ini.

“Kami sampaikan, untuk ODP di Kabupaten Bogor berjumlah 129, untuk PDP ada 28, dan positif lima orang satu meninggal,” singkatnya.

Sebelumnya, dua orang warga Kabupaten Bogor kembali dinyatakan positif terjangkit Virus Korona. Hal itupun diungkapkan oleh Bupati Bogor, Ade Yasin, dalam keterangan via WhatsApp, kepada Bogordaily.net, Jumat (20/3/2020) malam.

Lanjut Ade sapaan akrabnya, dua orang yang dinyatakan positif itu merupakan satu Dokter, dan satu orang lagi adalah Paramedis saat memeriksa kasus Covid-19.

“Kemarin ini dua orang positif satu warga Bojonggede, dan Cibinong, dan sekarang tambah lagi dua orang warga Bojonggede merupakan dokter, dan warga Gunungputri merupakan Paramedis yang menangani kasus Covid-19, jadi total empat yang positif sekarang, dan satu yang meninggal,” jelasnya. (Andi).

Jumlah Pasien Positif Corona di Kabupaten Bogor Bertambah, Totalnya sudah Lima Orang

BOGOR DAILY – Jumlah pasien positif virus Corona di Kabupaten Bogor bertambah lagi. Hingga Sabtu (21/3/2020) malam, pasien positif Corona mencapai 5 orang.

Pemkab Bogor kembali merilis data monitoring harian kewaspadaan infeksi virus Corona atau Covid-19, Sabtu (21/3/2020) pukul 19.00 WIB.

Untuk kasus Orang Dalam Pantauan (ODP) berjumlah 129 orang. Dengan kasus selesai mencapai 39 orang.

Usai Ikuti Seminar di Bogor, Suami Meninggal Corona, Istri Positif Corona

Kemudian Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 28 orang, dengan kasus selesai 17 orang.

Sedangkan sebanyak 4 orang dinyatakan positif Covid-19 dan 1 orang meninggal dunia.

“Total ada 5 orang yang positif terjangkit virus Corona,” ujar Bupati Bogor Ade Yasin, Sabtu malam.

Dokter Meninggal Saat Tangani Virus Corona, Ini Respon Pemkot Bogor

BOGOR DAILY – Seorang dokter dikabarkan meninggal karena terjangkit virus corona, saat menjalankan tugasnya di salah satu rumah sakit yang menangani pasien COVID-19. Kabar tersebut beredar luas di media sosial, pada Sabtu (21/3).

Salah satu akun Twitter, @drpriono, meluapkan kesedihannya atas meninggalnya dokter bedah Djoko Judodjoko yang disebutkan karena terinfeksi virus corona. Dia juga menyindir Pemerintahan Joko “Jokowi” Widodo yang dinilai belum serius menangani penyebaran virus asal Wuhan, Tiongkok tersebut.

“Selamat jalan mas Koko, maafkan saya belum berhasil mendorong agar pemerintah @jokowi serius mengatasi pandemi covid19. mas terinfeksi karena aktif beri layanan. Banyak petugas kesehatan yang terinfeksi & pergi, minimnya APD sulit dimaafkan. Tidak cukup bicara, kita semua berbuat,” cuit akun @drpriono seraya mengunggah foto dr. Djoko Judodjoko.

Diketahui, pemilik akun itu bernama Pandu Riono, seorang dokter jebolan dari Universitas Indonesia. IDN Times pun mencoba mengonfirmasi kebenaran informasi tersebut kepada Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim, menyusul informasi yang mengungkapkan bahwa dr. Djoko Judodjoko adalah warga Kota Bogor, Jawa Barat. Apa kata Dedie?

1. Dapat info meninggal di RSPAD Gatot Soebroto, tapi Wakil Wali Kota Bogor belum terima laporan resmi.

Dedie mengaku mendapat informasi dari media sosial bahwa dokter yang bersangkutan meninggal dunia. Namun, dia belum berani memastikan apakah benar dr. Djoko Judodjoko meninggal karena terjangkit virus corona COVID-19. Sebab, kata dia, pihaknya belum mendapat laporan dari Badan Litbang Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan.

“Sampai sekarang belum ada laporan soal itu. Jadi, kami gak bisa bilang apa beliau kena corona. Kami gak mau gegabah, meski saya dapat informasi ini dari siang dan kabarnya beliau meninggal di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta,” ucap Dedie kepada IDN Times, Sabtu (21/3) malam.

Meski begitu, Dedie sudah meminta Dinas Kesehatan setempat untuk berkoordinasi dengan Balitbangkes Kementerian Kesehatan guna mencari tahu informasi ini.

2. Joko Judodjoko disebut berjasa dalam dunia kesehatan di Kota Bogor

Dedie mengatakan, jasa dr. Joko Judodjoko dalam dunia kesehatan di Bogor begitu besar. Diketahui, yang bersangkutan sempat berdinas di Rumah Sakit Bogor Medical Center sebagai dokter bedah dan menjabat direktur.

“Beliau ini keluarganya tinggal di Bogor, tapi akan kami pastikan apakah KTP-nya di sini atau bukan. Yang jelas, beliau dituakan di kalangan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bogor,” ucap Dedie.

3. Data terkini virus corona di Kota Bogor

Hingga Sabtu malam ini, Pemkot Bogor memastikan, jumlah warganya yang positif terjangkit virus corona 3 orang. Jumlah ini sama dengan hari sebelumnya.

Rincian datanya, 3 orang positif virus corona, 142 orang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP), dan 8 orang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“Hari ini belum ada laporan positif lagi, masih 3 kasus positif. Justru sekarang kami baru tes sekitar 20 wartawan yang sempat ketemu sama Kang Bima (Wali Kota Bogor Bima Arya) setelah balik dari luar negeri. Mereka jalani tes Covid-19 di RSUD Kota Bogor dan hasilnya keluar dua hari kemudian,” ucap Dedie.

Walikota Bogor Dituntut Gara gara Wartawan Berstatus ODP

BOGOR DAILY – Tim Advokasi PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Kota Bogor, Bagus Harianto, menuntut Wali Kota Bogor Bima Arya yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona atau Covid-19, untuk menanggung biaya penanganan medis para jurnalis yang kini berstatus ODP (orang dalam pemantauan).

Desakan ini dilakukan setelah sejumlah wartawan yang melakukan konferensi pers dengan Bima Arya pada Senin (16/3) yang berstatus ODP, sepulang Bima dari kunjungan kerja ke Turki dan Azerbaijan.

“Kami tim Advokasi PWI Kota Bogor mendesak Pemerintah Kota Bogor dalam hal ini Walikota Bogor untuk bertanggung jawab terhadap penanganan medis sepenuhnya soal kondisi kesehatan para jurnalis yang telah melakukan jumpa pers dengan Wali Kota,” katanya, dalam keterangan, Sabtu (21/3).

Lebih lanjut, ia mengatakan penetapan status ODP wartawan yang melakukan wawancara di rumah Bima Arya berdampak secara psikologis terhadap beberapa wartawan untuk mengisolasi diri di rumah.

Lebih lanjut, menurut dia, kegiatan jumpa pers di kediaman Bima, dilakukan atas undangan Humas Pemkot Bogor, yang dinilai tidak sesuai dengan protokoler yang berlaku.

“Tidak mengindahkan faktor keamanan pada saat jumpa pers pada hari Senin tanggal 16 Maret 2020 Bima Arya tidak menggunakan masker,” tambah dia.

Menurut tim advokasi PWI, semestinya dalam status ODP, Bima Arya membatasi diri untuk tidak melakukan pertemuan dengan banyak orang.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti tindakan Bima yang melakukan wawancara live disalah satu televisi nasional pada Rabu (18/3). Pasalnya, dalam wawancara tersebut Wali Kota Bima Arya juga tidak menggunakan masker.

Diketahui, Wali Kota Bima Arya dinyatakan positif terpapar Covid-19 pada Kamis (19/3). Sebelumnya, Bima melakukan tes Covid-19 pada Selasa (17/3).

Хорошим ассистентом во нынешнем начинании вас полно непохожая бонусная программа Камерун Молодой

0

(как) будто ускорить средства, же вдобавок достижения во личике физических ресурсов ко себе поближе? Желание, которое является практически около каждого, однако к сожалению, которое дально на выборку способны добиться. Однако если вам всегда желали ускорить финансовые средства к себя ближе, ведь что вам готовы дать взамен? Деньги во первую очередь обожают профессионализм, а также перспективность, которые природно обязаны на вас совмещаться.

Gibran/Ryan Juarai Sekam Cup 2020

0

BOGORDAILY – Setelah melewati pertarungan ketat pasangan ganda Gibran/Ryan, berhasil menjuarai turnamen Bulutangkis kejuaraan Sekam Cup 2020 kategori kelompok veteran gabungan usia 80 tahun, di GOR PGRI Ciampea, Jumat (20/3/20) malam.

Dipartai final pasangan ganda putra Gibran/Ryan, berhasil menumbangkan pasangan favorit Alkes/Uber dengan perolehan angka 30-26. Sejak set pertama Alkes/Uber sempat memimpin perolehan point. Namun dipenghujung set pertama Gibran/Ryan mampu mengejar ketertinggalan dengan meraih poin 15/13, sekalgus menutup babak Pertama.

Pada set kedua susul menyusul perolehan angka mewawrnai pertandingan,  hingga terjadi beberapa kali perpindahan bola  dengan kedudukan point 15/16. Selanjutnya Gibran/Ryan melesat memimpin dengan poin 16/22.

Namun seolah tidak mau klah, pasangan Alkes/Uber berhasil megejar ketertinggalan dengan hanya terpaut satu poin 21/22. Pasangan Alkes/Uber terus membuntuti hingga poin 24/25. Terjadi lagi bolak balik pindah bola. Permainan diwarnai relly-relly panjang hingga akhir sebuah pengembalian bola tanggung dimanfaatkan pasangan Gibran/Ryan untuk menutup set ke dua dengan angka 30/26.

Dengan hasil ini Alkes/Uber harus puas sebagai juara kedua.  Di susul pasangan Devin/Ropi juara ketiga dan Botek/Upe juara keempat.

Ketua panitia Hadi mengatakan cukup puas dan akan kembali menggelar turnamen tahunan ini. “Tahun depan total hadiah nya akan kami tambah,  selamat untuk para juara baru tahun ini,” ujar Hadi disela-sela pemberian hadiah uang tunai dan Tropy.

Seementara itu, Pembina PB. Sekam H..Asep Jembar, mengungkapkan.  Untuk tahun depan peserta akan lebih diperluas undangan dan katagori nya. Hal ini dilakukan untuk terus memberikan wahana penyaluran bagi penggemar bulutangkis di kecamatan wilayah Bogor Barat. Terutama sekali untuk terus terjalin silaturahmi dan semangat olahraga bulutangkis. “Hadiah uang pembinaan juga akan di tingkatkan tentu nya,” pungkas nya kepada Bogordaily.net. (gib/bdn)

 

Satu Anggota DPRD Kabupaten Bogor PDP Virus Korona

BOGOR DAILY – Setelah Walikota Bogor, Bima Arya, positif terjangkit Virus Korona. Kali Ini satu orang anggota DPRD Kabupaten Bogor berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan saat ini melakukan isolasi di RSUD Cibinong.

Hal tersebut diungkapkan oleh, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto. Ia mengatakan, anggota DPRD berjenis kelamin laki-laki itu sempat memeriksakan diri ke RSPAD Gatot Subroto, pada Rabu (18/3/2020).

“Tapi saat isolasi mandiri, Kamis (19/3/202) kemarin, beliau khawatir positif. Sebagai bentuk antisipasi, ia komunikasi ke saya untuk selanjutnya isolasi ke RSUD Cibinong,” katanya, kepada wartawan saat ditemui di DPRD Kabupaten Bogor, Jumat (20/03/2020).

Politisi Gerindra ini menjelaskan, anggota DPRD yang  berstatus PDP  langsung mendatangi RSUD Cibinong untuk melakukan pengecekan dan mengikuti isolasi, Kamis (19/3/2020 kemarin.

Saat ini, wakil rakyat tersebut telah mengikuti tes corona. Namun, hasilnya belum keluar hingga hari ini.

“Di sana sudah dites, tapi hasilnya belum keluar hari ini. Tapi disampaikan kondisinya sudah lebih baik. Kemungkinan ada Ispa memang. Dan mudah2an arahnya bukan corona, yang pasti SOP-nya kita jalankan dulu,” tukasnya.

Sejak awal datang ke RSUD Cibinong, anggota dewan tersebut langsung ditempatkan di ruang isolasi khusus. Namun karena kondisinya membaik, dipindah ke ruang isolasi biasa per hari ini, Jumat (20/3/2020).

“Saya sudah minta ke Setwan bikin risalah 14 hari ke belakang soal kegiatan anggota dewan, tapi kita berharap mudah-mudahan diberi kesembuhan. Sebelum ke RSPAD, memang beliau sudah flu. Tapi beliau juga sempat keluar daerah, bersama Komisi II,” tukasnya. (Andi).

4 Orang Positif Korona di Kabupaten Bogor

BOGOR DAILY – Dua orang warga Kabupaten Bogor dinyatakan positif terjangkit Virus Korona. Hal itupun diungkapkan oleh Bupati Bogor, Ade Yasin, dalam keterangan via WhatsApp, kepada Bogordaily.net, Jumat (20/3/2020) malam.

Lanjut Ade sapaan akrabnya, dua orang yang dinyatakan positif itu merupakan satu dokter, dan satu orang lagi adalah Paramedis saat memeriksa kasus Covid-19.

“Kemarin dua orang satu warga Bojonggede, dan Cibinong, dan sekarang tambah lagi dua orang warga Bojonggede merupakan dokter, dan warga Gunungputri merupakan Paramedis yang menangani kasus Covid-19, jadi total empat yang positif,” jelasnya.

Sementara itu, untuk kasus Orang Dalam Penanganan (ODP) lanjut Politisi PPP ini, per hari ini Jumat (20/3/2020) ada sebanyak 92 orang. Sedangkan, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada sebanyak 13 orang warga Kabupaten Bogor.

“Satu meninggal, empat yang positif, 92 ODP dan 13 PDP. Dua orang positif ini satu dokter bekerja di RS Jakarta dan satu Paramedis yang merupakan penanganan kasus Covid-19,” jelasnya.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor mengumumkan, bahwa ada tiga orang yang terjangkit virus korona (Covid-19) di Bumi Tegar Beriman. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Kusnadi, Kamis (19/3/2020) kepada wartawan.

Kusnadi sapaan akrabnya mengatakan, ada sebanyak 83 kasus dan yang sudah selesai dan aman sebanyak 39 Orang Dalam Pemantauan (ODP). Karena, sebelumnya pernah ada kontak dengan negara yang memang terjangkit virus korona.

“ODP total kasus 83, dan yang sudah selesai udah aman ada 39 orang, yg masih pemantauan total 47 jadi ini berdasar tracking. Karena, soalnya nambah-nambah terus update. Karena, tracking dengan daerah lain. Jadi total keseluruhan dengan tambahan tadi jadi 86, selesai 39, pantau 47 saat ini,” katanya.

Ia menjelaskan, sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 22 kasus, yang sudah selesai atau dinyatakan aman sebanyak 17. Tetapi, yang masih dalam pengawasan ada lima untuk saat ini.

“Kita selalu update disiarkan di Diskominfo semenjak ada kasus virus korona yang masuk ke Indonesia,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk yang suspect virus korona di Kabupaten Bogor pada hari ini ada tiga orang hal itu sudah bisa dinyatakan positif terjangkit Covid-19. (Andi).