Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 8484

Pembangunan Infrastruktur Fomula E di Monas

bogordaily- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah mendapat lampu hijau penyelenggaraan balap Formula E di kawasan Monumen Nasional (Monas) dari Ketua Komisi Pengarah Kawasan Medan Merdeka. Untuk mempercepat persiapan jelang penyelenggaraan, Pemprov DKI dalam waktu dekat akan segera membangun infrastruktur lintasan dan pendukung di kawasan Medan Merdeka dan sekitarnya.

Pemprov DKI Jakarta mempercayakan kepada PT Jakarta Propertindo (Jakpro) yang akan mempersiapkan pembangunan fasilitas dan infrastruktur pendukung balap Formula E. Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah mengungkapkan beberapa hari ke depan, infrastruktur tersebut akan segera disiapkan.

“Jakpro sudah mulai melakukan persiapan-persiapan infrastrukturnya, jadi memang harus didetail, tapi nanti kita minta bantuan semua pihak untuk mensosialisasikan ini semuanya bahwa akan ada ajang E Formula di kawasan Medan Merdeka,” kata Saefullah kepada wartawan di Balai Kota, Selasa (11/2).

Sekda menyebut pembangunan infrastruktur pendukung Formula E ditarget selesai pada bulan April. Karena April sudah masuk uji coba serta persiapan akhir dan Juni pelaksanaan. “Jadi dua bulan sebelum event itu harus sudah ada uji coba,” ucapnya.

Dikebutnya pembangunan Infrastruktur pendukung Formula E ini, lanjut Saefullah untuk mengejar ketertinggalan. Hal ini setelah sebelumnya sempat terhenti karena belum mendapat izin. Namun setelah Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) memberi lampu hijau penggunaan kawasan Medan Merdeka, pembangunan infrastruktur akan segera dikebut. Karena sebelumnya ia mengakui Pemprov DKI mulai menyiapkan alternatif rute lain selain melalui kawasan Monas, yakni area kawasan Senayan Gelora Bung Karno (GBK).

“Tapi per Senin (10/2) sore kemarin, arahnya kembali ke Monas. Monas kan juga termasuk Medan Merdeka,” ujarnya.

Ia menyebutkan rute kawasan sekitar Monas dan Medan Merdeka akan ada tiga zonasi. Yakni Zona dalam Medan merdeka, Zona Monas dan Zona pendukungnya. Zonasi ini tetap merujuk aturan perundang-undangan soal Cagar Budaya dan Keppres 25 tahun 1995 tersebut.

“Jadi yang namanya kawasan Medan Merdeka ini ya Grand Hyatt sampai Abdul Muis, sampai Istiqlal, sampai belakang Istana, sampai Kebon Sirih, itu kawasan Medan Merdeka,” katanya.

Terkait trek mana saja rute pastinya, Saefullah menyebut masih belum bisa disampaikan. Termasuk area mana saja yang dihindari karena bagian dari Cagar Budaya. Ia mengatakan nanti rutenya akan disampaikan ke Mensesneg. Kemudian akan dijawab lebih detail saat konferensi pers bersama antara Gubernur DKI dan Mensesneg.

Walaupun sudah mendapat lampu hijau dan pembangunan fasilitas Formula E sudah akan dibangun di kawasan Monas, namun Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta ternyata tetap menolak penyelenggaraan Formula E di kawasan Monas ini. Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Pandapotan Sinaga mengatakan Fraksi PDI Perjuangan tetap meminta Formula E di Monas dibatalkan.

Pandapotan menyebut belajar dari proses revitalisasi Monas yang mendapatkan banyak protes di masyarakat. Menurutnya sebaiknya kawasan Monas sebagai bagian dari kawasan Cagar Budaya tetap bersih dari gelaran Formula E.

“Perlombaan balap di Monas yang juga bangunan Cagar Budaya harusnya tidak dibolehkan,” kata Pandapotan merujuk izin dari Setneg.

Pihaknya tidak masalah apabila berbeda sikap dengan Setneg soal izin Formula E dan revitalisasi Monas. Sebab Monas menurut dia, adalah simbol dari kedaulatan bangsa Indonesia. Seharusnya, kata dia, izin tersebut tidak keluar dari Setneg. “Kami dari awal tidak sepakat soal revitalisasi Monas, begitu juga Formula E yang menggunakan kawasan Monas dan Medan Merdeka, dan kami akan tetap konsisten menolak,” imbuhnya.

Namun sikap berbeda ditunjukkan oleh beberapa fraksi lain, seperti Fraksi Demokrat. Penasihat Fraksi Demokrat Misan Samsuri mengatakan untuk kegiatan Formula E di Monas sebenanrya sudah dibahas di Komisi E. Bagi Demokrat, kata dia, akan mendukung penyelenggaraan Formula E di Jakarta khususnya di kawasan Monas dan sekitarnya.

Sejak awal, jelas Misan, Demokrat enggan mempolitisir persoalan Formula E menjadi komoditas politik, namun lebih cenderung memberi dukungan ke Pemprov DKI. Sebab menurut dia, banyak keuntungan yang akan didapat DKI bila even ini terselenggara secara baik, mulai dari menambah wisatawan hingga memperkenalkan sisi lain Jakarta.

“Menurut saya dengan diselenggarakannya Formula E di Monas justru akan memperkenalkan ikon Jakarta kepada dunia. Apalagi Jakarta nanti bukan lagi Ibu kota, sehingga Jakarta akan sempurna jadi pusat ekonomi Indonesia,” kata Misan.

Identitas Penjual Narkoba ke Lucinta Luna sudah Ditangan Polisi

0

BOGORDAILY- Pihak kepolisian telah mengantongi identitas penjual narkoba kepada Lucinta Luna. Pihak kepolisian mengatakan, saat ini status Lucinta Luna hanya sebagai pemakai narkoba.

“Kami sudah mengantongi nama penjual, kami mohon doa dari masyarakat supaya dalam waktu dekat si pelaku yang menjual obat-obatan ke LL bisa kita amankan,” ujar Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Audie S Latuheru di Mapolrestro Jakbar, Selasa (11/2).

Seperti diberitakan sebelumnya, polisi menangkap artis Lucinta Luna bersama tiga orang lainnya berinisial H, N dan D di Apartemen Thamrin City, Jakarta Pusat, terkait dugaan penyalahgunaan narkoba. Kapolres Jakbar menuturkan, hingga saat ini status Lucinta Luna hanya sebagai pemakai narkoba. Dia mengatakan, polisi menemukan lima butir pil Riklona dan tujuh butir pil Tramadol dari dalam tas milik Lucinta.

“Sementara (Lucinta Luna) sebagai pemakai,” ucapnya.

Polisi pun telah melakukan tes urine terhadap Lucinta. Dari hasil tes tersebut diketahui Lucinta Luna positif mengonsumsi narkoba. Sedangkan hasil tes tiga orang lainnya yang ditangkap bersama Lucinta, yakni H, N, dan D negatif mengonsumsi narkoba.

Seperti diberitakan sebelumnya, Satuan Reserse Narkoba Polres Jakarta Barat menangkap artis Lucinta Luna bersama tiga orang lainnya, yakni H, D, dan N terkait dugaan penyalahgunaan narkoba. Keempatnya ditangkap di Apartemen Thamrin City, Jakarta Pusat, Selasa (11/2) pagi.

Cerai Dengan Istri Karena Strok, Pria Asal Cileungsi Ini Akhiri Hidupnya Dengan Gantung Diri

BOGORDAILY – Karena tidak kuat menahan rasa sakit karena strok atau lumpuh, salah seorang warga Kampung Cipeucang, RT 02/01, Desa Cipeucang, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

Hal itupun diungkapkan oleh Kapolsek Cileungsi, Kompol Endang Kusnandar, saat dihubungi Bogordaily.net, Selasa (11/2/2020) malam.

Ia mengatakan, korban berinisial S yang merupakan kelahiran 1954 itu mengakhiri hidupnya di dalam rumahnya sendiri pada pukul 15:20 WIB.

“Iah karena lumpuh, udah lumpuh sakit-sakitan gitu. Iah takutnya mungkin menyusahkan keluarga karena dia juga sendirian di rumahnya tinggal,” katanya.

Ia menjelaskan, diduga korban merangkak karena lumpuh dan mengikatkan tali ke lehernya. Setelah itu, korban berinisial S ini menarik-narikan tali yang sudah terikat ke lehernya tersebut.

“Kan ada kursi di situ, merangkak ke kursi dan gantung itu kan kayak ditarik sama dia sendiri. Jadi kayaknya talinya itu kayak binatang-binatang kuda gitu ditarik gitu. Kalau tambangnya di tarik makin ini, kenceng gitu. Satunya megang tambang satunya itu kan udah di masukin ke lehernya, dan satu tambang ditarik ke lehernya gitu,” jelasnya.

Pria yang disapa Endang ini mengaku, mengetahui kejadian tersebut dari salah seorang saksi yang merupakan tetangganya bernama Ombak.

“Kami tahu informasi ini dari saksi merupakan tetangga korban,” akunya.

Korban juga frustasi. Masih kata Endang, S sudah cerai dengan istrinya dan tinggal dirumah sendirian. Untuk penyakitnya sendiri sudah diderita selama kurang lebih lima tahun.

“Sekitar lima tahun lah penyakitnya, kami juga sudah serahkan kepada keluarga korban, dan langsung meminta untuk disemayamkan,” tukasnya. (Andi)

Calon Istri Beda 19 Tahun, Sahrul Gunawan Sudah Siap Lepas Status Duda

0

BOGORDAILY – Setelah hampir empat tahun hidup sendiri, kini Sahrul Gunawan siap menikah dengan wanita pilihannya.

Tak mau lama-lama sendiri, Sahrul Gunawan akhirnya memperkenalkan kekasihnya, Una Maulina. Dengan umur yang beda 19 tahun, aktor 43 tahun itu mantap ingin segera menikah.

“Usia aku sama dia kan bedanya 19 tahun, dia (usianya) 24 mau 25, aku 43 mau 44. Terus aku bilang, aku nggak mau pacaran maunya nikah,” kata Sahrul saat ditemui di Gedung Trans TV, Tendean, Jakarta Selatan, Senin (10/2/2020).

Pemain ‘Jin dan Jun’ itu berencana akan menikah sebelum puasa. Hal itu dikarenakan ia masih menunggu Una Maulina untuk menyelesaikan kuliahnya.

Aktor yang mengawali kariernya sebagai model ini, mengaku belum terlalu mengenal sosok wanitanya, meskipun usianya beda 19 tahun. Sahrul menilai sang kekasih, sebagai sosok wanita yang sangat peduli dan sangat cocok untuk dirinya.

“Alhamdulillah nggak ada, dia orangnya ramah, care sama orang lain, kalau ditanya sudah tahu betul mengenai dia, belum,” ujar Sahrul.

“Tahu tapi aku bisa menangkap bisa klik sama gue. Belajar dari sebelumnya kenapa gagal begini gitu, jadi ada catatan seperti apa ya yang bisa dampingi gue,” sambungnya lagi.

Sahrul Gunawan sebelumnya menikah dengan Indriani Hadi selama 9 tahun. Selama membina rumah tangga, mereka dikaruniai tiga orang anak.

Kongres PAN Ricuh, Dua Kubu”Perang” di Ruang Sidang. Nih Videonya!

0

BOGORDAILY – Kongres PAN ricuh. Dua kubu saling lempar kursi. Ya, Partai Amanat Nasional (PAN) memulai rangkaian Kongres V PAN hari ini.

Sidang pleno pertama ini berlangsung di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara. Sidang yang dimulai sekitar pukul 11.00 WITA ini berlangsung secara tertutup.

Namun, beberapa jam setelah sidang digelar, publik dihebohkan dengan kemunculan video suasana sidang pleno pertama PAN. Bukan berlangsung secara tertib, namun sidang pleno ini justru terlihat ricuh dan memanas.

Para elite partai terlihat saling melempar bangku hingga berterbangan.

Dari video yang diterima redaksi Bogordaily.net, terlihat para elite partai saling melempar bangku. Kericuhan ini berlangsung di dalam ruangan yang dijadikan sebagai lokasi Kongres V PAN.

Kursi yang diselimuti sarung berwarna kuning terlihat berterbangan di salah satu ruangan di Hotel Claro, Kendari. Kejadian ini khusus pada agenda pembacaan tata tertib Kongres.

Rupanya, penyebab terjadinya kericuhan ini karena sejumlah peserta Kongres ada yang meminta agar ‘sterilisasi’ peserta sidang. Pantauan di ruang sidang, tensi memang memanas di dalam ruang sidang.

Tidak hanya kursi saja, gelas plastik air mineral hingga kardus air mineral juga turut serta dilempar oleh elite partai.

Sekretaris Steering Committee (SC) Kongres V PAN, Saleh Partaonan Daulay, membenarkan kericuhan terjadi karena adanya kelompok peserta yang menuntut sterilisasi peserta sidang. Artinya yang tidak berhak hadir harus keluar ruangan.

“Ada dinamika sedikit. Karena sebagian dari peserta menginginkan yang ada di dalam ruangan adalah mereka yang betul-betul peserta dan yang mempunyai status yang jelas di dalam,” kata Saleh Partaonan.

Sekretaris Steering Committee (SC) Kongres V PAN, juga menjelaskan situasi memanas akibat sejumlah peserta menginginkan yang hadir di ruang rapat benar-benar memiliki kejelasan status serta hak mengikuti sidang.

“Itu kan ada peserta, peninjau, ada tamu undangan. Nah mereka tidak mau kalau misalnya ada orang-orang di luar itu dimasukkan. Sehingga suasananya mereka inginkan tertib,” lanjutnya.

Mengetahui kericuhan yang terjadi di lokasi Kongres, aparat keamanan beserta polisi langsung turun tangan. Aparat keamanan masuk ke dalam ruangan untuk meredakan situasi. Sementara, para polisi berdiri di antara peserta yang telah terbagi menjadi dua kubu.

“99 persen (sidang) kondusif. Jangan terganggu oleh 1 persen yang mau rusuh. Boleh main taktis persidangan tapi jangan kekanak-kanakan,” ungkap suara yang lain. Asalnya dari panggung utama.

Dalam menanggapi aspirasi tersebut, sidang dikatakan diskors sementara. Selanjutnya, akan kembali dilakukan pemeriksaan status kepesertaan pada tiap orang yang ada di dalam ruang sidang.

“Disuruh duduk semua, pesertanya, ada di tim, empat orang ditambah SC untuk mengecek satu per satu id card masing-masing. Nanti akan dilanjutkan lagi,” ungkapnya.

Hal ini karena, sesuai peraturan bagi siapa saja yang tidak memiliki status yang jelas maka dia tidak berhak memasuki ruang sidang Kongres V PAN.

“Kayak model saya, status ada tiga. Sekretaris SC, Anggota DPR RI, saya juga pengurus DPP PAN. Jadi saya punya hak untuk masuk. Ada orang yang mungkin di dalam tadi, kelihatannya belum tentu dia punya hak. Itu yang mau dilihat saja. Sebetulnya dinamika biasa di forum supaya untuk mensterilkan. Biasanya kalau sudah selesai lebih berjalan mulus,” tandasnya.(*)

Natasha Wilona Tak Masalah Kembali Dikaitkan dengan Para Mantan

0

BOGORDAILY – Usai putus dari Verrell Bramasta, Natasha Wilona kerap kali mendapat pertanyaan soal menyinggung para mantannya. Namun dibalik itu semua, Wilona tak ragu mengungkapkan jawaban.

Seperti saat kerap diundang untuk mengisi konten vlog para artis, ia tak masalah namanya kembali dikaitkan dengan para mantan pacar.

“Nggak tahu ya yang mengaitkan kan orang lain, itu hak mereka, aku nggak masalah kalau kayak gitu,” kata Wilona di sela-sela syuting.

Memang akhir-akhir ini, Wilona kembali dikaitkan dengan dua mantannya, yakni Verrell Bramasta maupun Stefan William.

Ia mengatakan sama sekali tak keberatan ditanya soal mereka. Ia menjawab soal mantan karena merasa telah berpisah secara baik-baik.

“Misalnya di konten siapa kalau ada nanya ini aku nggak masalah, yang bisa aku jawab pasti aku jawab,” katanya.

Waduh, Video Porno Dijual Bebas Di Pasar Cibinong. Nih Penampakannya!!

BOGORDAILY – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor, menduga banyak pedagang kaki lima di Pasar Cibinong yang menjual kaset CD berisi Video mesum.

Hal itupun membuat Pol PP melakukan razia rutin dengan menertibkan belasan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Cibinong.

Kasi Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kabupaten Bogor, Hendrik Edmond, mengatakan, dalam operasinya tadi siang, pihaknya berhasil menyita ratusan CD video mesum dan bajakan.

“Gat patroli tersebut rutin dilakukannya demi terwujudnya Kabupaten Bogor tertib dalam peraturan daerah tentang ketertiban umum,” katanya kepada Bogordaily.net, Selasa (11/2/2020).

Menurutnya, banyak PKL yang melanggar Peraturan Daerah (Perda) nomo 4 tahun 2015 tentang ketertiban umum.

“Banyak CD yang sudah siap diedarkan berhasil kita sita,” akunya.

Ia menjelaskan, untuk hasil penyitaan ratusan CD bajakan ini nantinya akan diserahkan ke Polres Bogor, karena diduga melanggar Undang-undang Nomor 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta, diatur soal berbagai macam persoalan tentang hak cipta.

“Ancaman pidananya penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp500 juta,” tukasnya. (Andi)

Diimbangi Madura United, Bhayangkara FC Soroti Kinerja Wasit

0

BOGORDAILY – Bhayangkara FC diimbangi Madura United 1-1 di laga Piala Gubernur Jatim. Pelatih Bhayangkara FC, Paul C Muster, menyoroti kinerja wasit di laga tersebut.

Bertanding di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Senin (10/2/2020) malam, Bhayangkarasempat unggul lebih dulu lewat sundulan Achmad Jufrianto di menit ke-33. Namun, empat menit kemudian, mereka kemudian kebobolan oleh gol Haris Hutarea.

Bhayangkara FC kemudian harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-53. Bek Bhayangkara FC, Lee Won Jae, diganjar kartu merah oleh wasit Farid Hitabah.

Paul menyoroti kinerja wasit di laga itu. Menurutnya, wasit berat sebelah.

“Kita bisa cetak gol dari corner kick dan kita sedikit kecewa karena kita kebobolan dengan mudah setelah 5 sampai 10 menit,” kata Paul.

“Keputusan dari wasit, karena yang dilakukan tim lawan dengan kita, saya tahu dan anak-anak pun tahu, bahwa kita akan mendapatkan keputusan yang dibuat dari wasit. Karena melihat pelanggaran yang dilakukan tim lawan dan kita tidak akan mendapatkan keputusan dari wasit, karena wasit sangat berpihak sekali,” ujar Paul.

Sementara itu, Ruben Sanadi menyayangkan kegagalan Bhayangkara FC meraih poin penuh. Ia menilai timnya gagal menang karena tidak turun dengan kekuatan terbaik.

“Seandainya kita bisa full team, kita bisa mendapatkan hasil yang positif. Ini sebagai modal bagi kami dan pelajaran bagi kami, ke depan kita perbaiki lagi per lini,” kata Ruben.

Harganya Pada Naik. Cek Daftar Harga Sembako di Bogor Pekan Ini

0

BOGORDAILY – Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Bogor beberapa hari ini sangat berdampak terhadap harga jumlah komoditi di pasar, salah satunya di Pasar Cibinong jumlah komoditi mengalami kenaikan.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Bogor, Nuradi, membenarkan, bahwa beberapa komoditi di pasar mengalami kenaikan.

“Hanya sebagian komoditi yang mengalami kenaikan, seperti cabe rawit yang tadinya harganya Rp22 ribu ini naik jadi Rp30 ribu,” katanya kepada Bogordaily.net ketika dihubungi, Selasa (11/2/2020).

Menurutnya, ada juga yang mengalami kenaikan yaitu Bawang Putih Cating harga semula Rp35 ribu naik menjadi Rp50 ribu. Sedangkan Bawang putih biasa memgalami kenaikan sedikit dari Rp35 ribu menjadi Rp40 ribu.

“Itu hasil pengecekan di Pasar Cibinong harga bawang putih mengalami kenaikan tidak terlaku besar hanya Rp5 ribu. Akan tetapi harga Bawang Putih Cating lumayan naiknya,” akunya.

Masih kata mantan Sekretaris DPRD Kabupaten Bogor ini, yang mengalami kenaikan signifikan hanyalah Bawang Putih Cating dan sudah di sortir. Akan tetapi untuk yang lainnya normal.

Ketika ditanya Bogordaily.net, apakah ada kaitanya dengan Impor Bawang Putih dari Cina masuk ke Indonesia akibat Mewabahnya Virus Korona. Dirinya menjawab, soal mewabah Virus Corona tidak ada hubungannya. Sebab, kebijakan dari Menteri Perdagangan Impor bawang putih tetap berjalan.

“Arahan dari Kemendag, tidak ada larangan impor bawang putih dari Cina, sampai dengan ada kebijakan tertulis dari Pemerintah Pusat,” tukasnya. (Andi)

Polisi Menyebut Marshanda Tak Terseret di Meninggalnya Anak Karen Pooroe

0

BOGORDAILY – Nama Marshanda sempat disebut oleh pengacara Karen Pooroe, Acong Latief, dalam jatuhnya Zefania Carina Claproth dari lantai enam apartemen. Itu dikarenakan apartemen yang ditinggali Zefa dan Arya disebut milik Marshanda.

Arya Claproth memang menyewa unit apartemen milik Marshanda. Lantas, apakah Marshanda juga akan diperiksa terkait meninggalnya anak Arya dan Karen?

“Nggaklah. Kan lepas dari kontrakan Marshanda. Marshanda nggak tahu itu kejadiannya,” jawab Kapolsek Cilandak, Kompol Martson Marbun, saat dihubungi, Senin (10/2/2020).

Disebut Martson, Marshanda hanya sebatas pemilik apartemen saja dan tak ada urusan dengan kasus jatuhnya Zefania dari balkon apartemen. Oleh karena itu, Marshanda dijamin tidak akan terseret.

“Iya hanya mengontrakan saja,” tukas Martson.

Saat mendatangi Polres Jakarta Selatan akhir pekan lalu, pengacara Karen Pooroe ingin Marshanda ikut diperiksa. Itu dikarenakan Marshanda adalah pemilik unit tersebut.

“Terus yang punya apartemen. Menurut keterangan klien kami, apartemen itu milik Marshanda. Artinya, pemilik apartemen ini harus ikut bertanggung jawab dalam permasalahan ini. Kami minta ke kepolisian untuk diperiksa. Apakah ada kaitannya atau tidak, sebagai saksi,” kata Acong Latief saat itu.