Thursday, 9 April 2026
Home Blog Page 8566

Sakinah Mountain View Investasi Terjangkau, Masa Depan Cerah

BOGORDAILY – Investasi tanah kavling di daerah yang sedang berkembang, merupakan cara terbaik yang dipilih para investor untuk menginvestasikan dana yang dimilikinya.

Selain karena prospek jangka panjang yang menjanjikan, jenis investasi ini sangat diminati karena harganya yang masih sangat terjangkau.

Salah satunya adalah Sakinah Mountain View, yang merupakan lahan kavling siap bangun besutan Sharia Land sebagai pengembangnya.

Lahan kavling Sakinah Mountain View ini berada di daerah yang sedang berkembang di Kabupaten Bogor, yaitu di Cihideung Udik, Ciampea, Kabupaten Bogor.

Walaupun berada di kabupaten, lokasinya masih dekat dengan fasilitas umum seperti Rumah Sakit, Sekolah, Pesantren, Mall, dan lain-lain, bahkan dekat dengan Kampus terkemuka di Indonesia yakni Institut Pertanian Bogor (IPB), selain itu juga kedepan akan ada pembangunan jalur Tol menuju ke Kampus IPB Dramaga.

Direktur PT Marga Sarana Jabar, Hendro Atmojo mengatakan, setelah pembangunan tol BORR rampung hingga ke Salabenda, pemerintah pusat selanjutnya akan membangun jalur tol sepanjang 7 kilometer dari Salabenda hingga jalan Dramaga, Kota Bogor.

“Kami dapat penugasan baru, ada usulan dari Kementerian PUPR dan IPB, nantinya jalur Tol BORR akan dilanjutkan kembali ke Dramaga. Sebenarnya tol BORR finish-nya di Salabenda dengan panjang 13 kilometer. Nanti dari Salabenda, rencana lokasi pembangunannya sebelah kiri jembatan timbang, ” ujar Hendro Atmojo.

Beberapa Keunggulan itulah yang menjadikan Adji Prabowo memutuskan untuk mengambil unit kavling di Sakinah Mountain View. “Saya tertarik (dengan Sakinah Mountain View ini) melihat dari pricenya (terjangkau), lalu lingkungannya teduh, suasananya asri” ungkap Adji.

Anda tertarik juga untuk investasi di Sakinah Mountain View?
Untuk info lebih lanjut segera hubungi,
Telepon/WhatsApp :+62812-9349-9782
Website: https://sakinahmountainview.com/kavling-sakinah-mountain-view

Sudah Mau Landing di Sukajaya, Presiden Jokowi Balik Lagi

BOGORDAILY – Rencana keberangkatan Presiden Republik Indonesia (RI) Jokowidodo akan mendatangi lokasi bencana di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor batal mendarat.

Pantauan dilokasi, dua helikopter yang diterbangkan dari Atang Sendjaja (ATS) pada pukul 10:00 WIB sudah leanding.

Akan tetapi satu Heikopter yang mengangkut Presiden Joko Widodo itu batal leanding di lapangan Kantor Kecamatan Sukajaya, akibat cuaca yang berubah rubah.

Sedangkan, bantuan logistik yang diangkut dua helikopter itu langsung di distribusikan kepada warga korban bencana di Desa Pasir Madang, Kecamatan Sukajaya.

Padahal, pesawat helikopter yang mengangkut Presiden Joko Widodo itu sebenarnya sudah sampai dilokasi leanding. Akan tetapi hujan deras tiba-tiba turun dan membuat Helikopter itu tidak mendarat.

“Gak jadi leanding, dikarenakan cuaca tidak mendukung untuk turun,” kata, Kepala Sekretarian Presiden, Heru Budi Hartono, kepada Bogordaily.net dilokasi bencana. Minggu (5/1/2020). (Andi).

Sudah 5000 lebih Jiwa di Sukajaya Diungsikan. Ini Rinciannya!

BOGORDAILY – Untuk mengantisipasi adanya longsor susulan di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo menyebutkan.

Ada langkah-langkah yang harus dilakukan oleh BNPB, pertama yaitu melakukan evakuasi, kedua memantau informasi dari BMKG kapan volume hujan atau intensitas hujan tinggi.

“Kalau sudah seperti ini, jangan lagi ada yang berada di bagian bawah. Segera mencari tempat yang lebih tinggi untuk bisa selamat dari kemungkinan longsor dan banjir bandang,” ujarnya kepada Bogordaily.net.

Kemudian yang ketiga lanjut Doni, langkah-langkah penanganan, hal itupun sudah disampaikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Efendi.

“Saya ingin mengajak masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Bogor, agar tidak lagi menggunakan lahan di kemiringan dengan cara menanam tanaman zemusim, seperti jagung, kemudian holtikultura. Mulailah beralih kepada jenis vegetasi, jenis tanaman yang memiliki fungsi ekologis tapi memiliki nilai ekonomis,” jelasnya.

Dirinyapun melihat, apa jangka pendek yang bisa dilakukan penanaman awal yaitu, menanam jenis tanaman fetiver, akar wangi yang sudah diakui olej woldbank, jenis vegetasi yang mampu menahan longsor. Hal itu mampu mengurangi volume air karena akar vetifer ini mampu menyerap air.

“Kemudian saya memperhatikan tanaman kinani, di sini bisa bertahan, masyarakat diahak melakukan upaya maksimal, gerakan fungsi vegetasi fungsi konservasi yang ada di wilayah ini,” imbuhnya.

BNPB juga akan memantau perkembangan. Sehingga tidak harapkan kerugian harta benda dan kerugian jiwa yang ada di wilayah Kabupaten Nogor terutama Kecamatan Sukajaya.

“Helikopter akan diperbantukan untuk melakukan upaya pendorongan logistik, dan juga mungkin evakuasi warga yang sakit dan terisolir, saya dengar dari Pak Danrem dan Pak Wakil Bupati, butuh waktu cukup lama untuk menuju kemari dengan jalan darat,” ucapnya.

Sementara itu, Danrem 061/Surya Kencana, Brigjen Novi Helmy Prasetya, mengatakan, di Kecamatan Sukajaya yang terdampak longsor dan diungsikan sebanyak 4000 jiwa. Sedangkan untuk di Desa Pasir Madang sendiri sebanyak 1.877 jiwa.

“Sukajaya 4000 di ungsikan, di Pasir Madang ada 1.877 yang diungsikan,” singkatnya. (Andi).

BNPB Menghimbau, Masyarakat Sukajaya Agar Tetap Waspada

BOGORDAILY – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo, menyebutkan, pihaknya akan menyediakan satu Helikopter milik BNPB untuk membantu korban bencana longsor di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.

“Kita akan sediakan satu Heli di sini (Sukajaya.red) untuk membantu korban bencana, serta membantu mendistribusikan logistik,” katanya kepada Bogordaily.net.

Pihaknyapun akan menyampaikan pesan moral yang berhubungan dengan masalah keselamatan bagi korban bencana. Hal itupun adalah bentuk terpenting bagi keselamatan rakyat.

“Sehingga instruksi presiden kepada kami kemarin, untuk betul-betul memperhatikan keselamatan. Mulai yang berhubungan dengan pencegahan, kemudian mitigasi, kewaspadaan, dan keseiapsiagaan,” ucapnya.

Apalagi, BNPB sudah mendapatkan data-data dan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), bahwa hujan akan berlangsung sampai bulan Februari tahun 2020.

Oleh karenanya, seluruh perangkat pemerintah di daerah baik kabupaten kota sampai tingkat desa, bahkan RT RW, harus betul betul memahami dulu potensi ancaman ke depan.

“Tadi sudah disampaikan Pak Wakil Bupati, tidak boleh lagi ada yang berada di rumah, itu satu langkah yang sangat tepat, untuk menghindari jatohnya korban berikutnya. Kenapa demikian? Karena kelihatannya rumah-rumah yang ada di kemiringan lebih dari 30 derajat itu sangat berisiko untuk longsor, atau bahkan terimbun longsoran,” tukasnya. (Andi)

Banyak Akses Terputus Akibat Longsor di Sukajaya. Dua Kampung Ini Sudah Mirip Kuburan

BOGORDAILY – Banjir bandang akibat luapan Sungai Cidurian, membuat puluhan rumah di wilayah Cigudeg dan Jasinga, Kabupaten Bogor hancur pada Rabu (1/1/2020) kemarin.

Tidak hanya itu saja, banyak titik longsor di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, pasca hujan membuat akses menuju beberapa desa di kecamatan perbatasan dengan Kabupaten Lebak itu terputus.

Pantauan Bogordaily.net, akses menuju Sukajaya dari arah Cigudeg yang bertempat di Kampung Kebon Kalapa, Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg tertutup longsor dan membuat infrastruktur jalan menjadi rusak.

Bahkan, akses jalan menuju Desa Kiarapandak, Kecamatan Sukajaya juga tertutup longsor hingga masyarakat yang ingin melakukan aktifitas kesehariannya dari mulai Desa Urug, Harkat Jaya, Kiarapandak, Kiara Sari lumpuh tidak bisa dilalui.

Jangankan untuk menembus memakai kendaraan roda empat, untuk roda dua saja jalan tersebut tidak bisa dilalui, dan hanya bisa menggunakan jalan setapak saja.

Pantauan dilokasi juga terlihat, akses jalan menuju Desa Pasir Madang, Cileuksa dan menuju kantor Kecamatan Sukajaya yang baru saja tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda dua maupun empat.

Ketika ingin menuju lokasi tersebut, masyarakat harus melakukan perjalanan dengan jalan setapak membelah gunung. Jarak tempuh nya pun lebih lama, yang biasanya menggunakan kendaraan roda dua selama 10 menit, dengan jalan terputus warga dari tiga desa itu bisa menghabiskan waktu sekitar kurang lebih satu jam.

Dilokasi bencana itu juga terlihat, bahwa akibat longsor yang terjadi di awal tahun 2020 itu ada dua kampung, yaitu Kampung Ciputih Tonggoh, Desa Jaya Raharja, dan Kampung Sinar Harapan, Desa Harkat Jaya yang kondisinya mati.

Hal itupun dikarenakan akses menuju lokasi tersebut terputus, dan hanya bisa dilewati oleh pejalan kaki. Akses itupun baru dibuka oleh warga dengan menggunakan bambu dan kayu supaya kondisi jalan tidak licin.

Hal itupun tentu menjadi perhatian serius, bagi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Efendi, saat meninjau lokasi longsor di Desa Pasir Madang, Sabtu (4/1/2020) kemarin.

“Untuk infrastruktur jalan, saya akan usahakan koordinasi dengan kementerian PUPR, karena kementerian PUPR itu di bawah koordinasi kementerian Maritim,” ucapnya.

Akan tetapi, Pemerintah Pusat, Provinsi Jawa Barat, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor akan memprioritaskan terlebih dahulu penanganan korban bencana.

“Kita akan prioritaskan dulu penanganan korban,” tukasnya. (Andi).

Video, Korban Longsor Sukajaya Berbondong-bondong Sambil Menangis Menuju Pengungsian

BOGORDAILY – Warga Dusun di Desa Jayaraharja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Berbondong-bondong sambil menangis dan melantunkan doa menuju lokasi pengungsian.

Warga terpaksa harus mengungsi lantaran khawatir ancaman longsor susulan. (*)

Kondisi Logistik Menipis. Ini Tanggapan Menko PMK

BOGORDAILY – Mengenai logistik untuk korban bencana di Kecamatan Sukajaya mulai menipis, langsung ditanggapi oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Efendi.

Menurutnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan menyiapkan Helikopter di Kecamatan Sukajaya, hal itu untuk mengangkut sembako bagi korban bencana.

“Nanti kepala BNPB menaro heli di sini. Jadi akan ditaro di sini kemudian digunakan untuk mengangkut berbagai macam kebutuhan logistik, untuk menjamin para pengungsi mendapatakan layanan yang cukup baik, dari segi layanan medis, untuk kepentingan zehari hari,” katanya, kepada Bogordaily.net, Sabtu (4/1/2020).

Dirinyapun akan mengintruksikan, kepada kementerian dibawah kordinasi Kemenko PMK yaitu Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan dan BNPB.

“Mudah-mudahan di samping pemerintah kabupaten, kita pemerintah pusat juga akan menurunkan dari kementerian terutama di bawah koordinasi saya semuanya akan kompak lah,” jelasnya.

Masih kata Muhadjir, kunjungan ini juga adalah bentuk intuksi dari Presiden RI, supaya melihat bahaimana kondisi saat ini korban bencana di Kecamatan Sukajaya.

“Saya hadir di sini memang harus ada upaya keras untuk segera menindaklanjuti, kunjungan ini seperti amanah dari bapak presiden,” imbuhnya.

Menurutnya yang harus diutamakan dari korban bencana ini adalah, dari aspek kesehatan, kebutuhan sehari-hari, kemudian siswa-siswi harus ditangani. Kalau sekolah ada yang terdampak, dirinya akan mengintruksikan sekolah darurat.

“Yang penting pesan saya kepada bupati, tidak boleh ada berhenti kegiatan belajar mengajar. Jadi belajar harus jalan terus apapun kondisinya. Seandainya sekolah tidak bisa baik ya belajar di tempat lain,” tukasnya. (Andi)

Menko PMK Tinjau Lokasi Longsor di Kecamatan Sukajaya

BOGORDAILY – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Efendi, mengunjungi lokasi bencana longsor di Desa Pasir Madang, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.

Ia mengatakan, kunjungan hari ini Sabtu (4/1/2020), adalah kunjungan kedua setelah tadi pagi melakukan pengecekan di lokasi banjir bandang, Cipanas, Lebak, Banten.

“Kunjungan hari ini untuk sasaran kedua, saya tadi sudah berkunjung ke Kabupaten Lebak, kemudian sekarang Kabupaten Bogor di Kecamatan Sukajaya,” ujarnya, kepada Bogordaily dilokasi bencana Kecamatan Sukajaya.

Dirinyapun sudah melakukan pemantauan ketika di Helikopter, bahwa kerusakannya atau longsor yang menerjang Kecamatan Sukajaya ini sangat parah, walaupun kondisinya tidak separah bencana di Lebak Banten.

“Mudah-mudahan bisa segera diatasi. Ini saya lihat penyelesaiannya harus jangka panjang, terutama penghijauan, kemudian harus relokasi penduduk. Karena daerahnya saya kira ini tidak mungkin diintervensi dengan apapun untuk mencegah longsor susulan,” kata Muhadjir.

Ia menjelaskan, untuk jangka panjang harus ada reboisasi besar-besaran, terutama menanam tanaman-tanaman keras yang punya akar kuat dan bisa menahan longsor juga bisa menahan air, sehingga air tidak langsung hanyut.

“Saya tadi lihat dari atas, longsor-longsor diakibatkan penggunaan lahan, penggunaan tanah yang semena-mena oleh kita. Ini kerusakannya sangat parah, saya minta Pemkab Bogor harus bisa menangani dengan sungguh-sungguh,” tukasnya. (Andi)

Bunga Bangkai Raksasa Tumbuh Lagi di Kebun Raya Bogor. Bima Arya Langsung Menciumnya

BOGORDAILY – Walikota Bogor Bima Arya kemarin melihat langsung bunga bangkai raksasa, yang tingginys nyaris sama dengan tinggi badannya itu.

Bunga bangkai raksasa itu kini tumbuh lagi di Kebun Raya Bogor (KRB).

Bunga Bangka itu kembali mekar di Kebun Raya Bogor (KRB), Sabtu (04/01/2020). Ini kali kedua bunga tersebut mekar setelah bunga tersebut pernah mekar di tahun 2011 lalu.

Kepala Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya LIPI, R. Hendrian mengatakan, bunga bangkai ini termasuk suku talas-talasan (Araceae) sehingga memiliki umbi. Umbinya juga berukuran raksasa dengan berat dapat mencapai 117 kilogram.

“Umbi dari individu yang akan mekar ini diperoleh dari kerjasama LIPI dengan Kebun Raya Liwa, Lampung,” ujar R. Hendrian dalam keterangannya, Sabtu 4 Januari 2020.

R. Hendrian menjelaskan, konservasi jenis-jenis tumbuhan terancam di Indonesia akan menjadi salah satu fokus utama kegiatan penelitian LIPI di tahun ini.

“Beberapa kegiatan eksplorasi juga akan dilakukan untuk meningkatkan secara signifikan jumlah jenis tumbuhan terancam yang terkonservasi secara ex-situ di Kebun Raya Indonesia,” terangnya.

Ia menambahkan, fasilitas penelitian di Kebun Raya Bogor terus dioptimalisasi dan direvitalisasi. Seperti awal tahun ini, pembangunan rumah kaca dan laboratorium anggrek segera dimulai.

Logistik Habis, 1.877 Warga Pasir Madang Belum Makan

BOGORDAILY – Sekretaris Desa Pasir Madang, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Sopian menyebutkan, dari sembilan kampung yang ada di Pasir Madang total pengungsi sebanyak 1.877 jiwa.

Ia mengatakan, sembilan kampung yang ada di Pasir Madang ini diantaranya Kampung Pasir Madang, Cibetani, Babakan Ciberani, Kubang, Babakan Handarusa, Cibiuk, Cikeusal, Gunung Kembang dan Kampung Anyar.

“Semua sudah diungsikan ke posko yang ada di Pasir Madang, karena rumah warga itu sudah tergerus oleh longsor,” katanya kepada Bogordaily.net, ketika ditemui di lokasi bencana Sukajaya, Sabtu (4/1/2020).

Dirinya mengungkapkan, untuk di Desa Pasir Madang sendiri jumlah korban jiwa tidak ada. Akan tetapi semua warga diungsikan ke posko-posko yang disediakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor.

“Semuanya sudah d posko, total posko di Desa Pasir Madang ini ada enam posko,” ungkapnya.

Sopian menjelaskan, untuk kebutuhan logistik bagi warga Pasir Madang sendiri saat ini dibutuhkan diantaranya, MCK, Listrik, Air Bersih, dapur umum dan tenda ligistik.

Sedangkan untuk kebutuhan dasar sendiri lanjutnya, yaitu sandang, pangan, sarana angkutan, akses jalan, jaringan telekomunikasi, listrik, air bersih dilokasi pengungsian, MCK di pengungsian, BBM dan obat-obatan.

“Fasilitas kesehatan, pendidikan juga semua rusak di sini, total rumah rusak berat sendiri berjumlah 171, sedangkan terancam sebanyak 660,” jelasnya.

Ia menyebutkan, untuk logistik sendiri baru datang kemarin Jumat (3/1/2020), dan itupun batu dapat delapan karung beras, emoat dus mie instan, dan air minus sebanyak tiga dus.

“Hari ini kami belum dapat ligistik lagi, banyak warga dari pagi sampai jam 13:00 WIB ini belum makan, saya harap pemerintah segera cepat tanggap kirimkan logistik untuk kita disini, kalau bisa angkut pake helikopter, karena akses jalan yang memang sulit,” tukasnya. (Andi)