Sunday, 19 April 2026
Home Blog Page 8706

Kemenhub Imbau Cuaca Ekstrem

BOGOR DAILY – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menghimbau masyarakat dan kapal-kapal yang berlayar di perairan Indonesia agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak memaksakan diri melaut jika terjadi cuaca buruk dan gelombang tinggi karena sangat membahayakan aktifitas pelayaran.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut R. Agus H. Purnomo menyampaikan bahwa secara rutin Ditjen Perhubungan Laut mengeluarkan Maklumat Pelayaran atas dasar hasil pemantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sebagai bentuk peningkatan kewaspadaan dan pengawasan terhadap pemenuhan aspek keselamatan pelayaran mengingat cuaca ekstrim yang masih terjadi di sebagian perairan Indonesia.

Dalam Maklumat Pelayaran Nomor TX-02/VII/DN-18 tanggal 20 Juli 2018 disebutkan, berdasarkan hasil pemantauan BMKG diperkirakan pada tanggal 18 s.d. 24 Juli 2018, cuaca ekstrim dengan tinggi gelombang 4 s.d. 6 meter dan hujan lebat diperkirakan akan terjadi di Perairan Barat Kepulauan Mentawai, Perairan Bengkulu dan Enggano, Perairan Barat Lampung, Laut Andaman, Samudera Hindia Selatan Pulau Jawa Timur, Selat Sunda Bagian Selatan, Perairan Selatan Pulau Jawa, Perairan Selatan Bali, Perairan Lombok, Perairan Pulau Sumabwa, Samudera Hindia Barat Mentawai hingga Selatan Pulau Jawa hingga Selatan Pulau Sumbawa.

“Untuk mengantisipasi terjadinya musibah yang mungkin terjadi karena cuaca ekstrim tersebut maka peningkatan pengawasan keselamatan pelayaran harus dilakukan secara optimal dan tanpa kompromi,” ujar Dirjen Agus.

Dirjen Agus meminta Syahbandar harus melakukan pemantauan ulang setiap hari terhadap kondisi cuaca di masing-masing lingkungan kerjanya dan menyebarluaskan informasi cuaca terkini kepada nakhoda kapal dan pengguna jasa.

“Bila kondisi cuaca membahayakan keselamatan pelayaran maka pemberian Surat Persetujuan Berlayar (SPB) harus ditunda hingga cuaca memungkinkan untuk memberangkatkan kapal,” tegas Dirjen Agus.

Tak hanya pelayaran penumpang, menurut Dirjen Agus, kegiatan bongkar muat barang agar diawasi secara berkala untuk memastikan kelancaran dan ketertibannya. Muatan yang naik kapal juga harus dilashing serta tidak overdraft agar stabilitas kapal tetap baik.

Sementara itu, Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Junaidi mengatakan bahwa, peningkatan kewaspadaan juga harus dilakukan oleh seluruh operator dan nakhoda kapal.

“Nakhoda maupun pemilik kapal harus memantau cuaca sekurang-kurangnya enam jam sebelum berlayar dan melaporkan ke Syahbandar saat mengajukan SPB serta melaporkan kondisi cuaca terkini kepada Stasiun Radio Pantai (SROP) terdekat setiap enam jam sekali saat berlayar,” kata Junaidi.

Junaidi menambahkan bahwa selama pelayaran, nakhoda juga harus membawa kapal berlindung di lokasi aman saat tiba-tiba terjadi cuaca buruk di tengah pelayaran dengan ketentuan kapal harus dalam kondisi siaga untuk siap digerakkan.

“Kami juga menginstruksikan kepada seluruh jajaran Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) dan Distrik Navigasi agar kapal negara baik kapal patroli atau kapal navigasi tetap siap siaga dan segera memberikan pertolongan terhadap kapal yang berada dalam keadaan bahaya atau kecelakaaan,” tegasnya.

Selanjutnya, Kepala SROP dan nakhoda kapal negara juga ikut memantau dan menyebarluaskan kondisi cuaca dan berita marabahaya. Bila terjadi kecelakaan kapal maka Kepala SROP dan nakhoda kapal negara harus berkoordinasi dengan pangkalan PLP.

“Kami tidak pernah bosan untuk terus mengingatkan masyarakat agar menyadari pentingnya menerapkan budaya pelayaran yang selamat karena sejatinya keselamatan pelayaran adalah tanggungjawab bersama,” pungkasnya.

KEPALA BAGIAN ORGANISASI DAN HUMAS DITJEN PERHUBUNGAN LAUT

TTD

GUS RIONAL
Telp : (021) 3847118

 

Chikita Meidy Syok Liat Suaminya Tidur Ngorok

Rumah tangga Chikita Meidy  dan suaminya, Indra Aditya memang baru berjalan beberapa minggu. Namun usai resmi menikah pada tanggal 8 Juli 2018 lalu, mantan penyanyi cilik ini mengaku cukup kaget saat tahu kebiasaan buruk sang suami. Menurut penuturannya, Indra sering mendengkur saat tidur.

“Aku baru tahu dia itu ngorok. Padahal waktu zaman pacaran dulu aku dia tidur kayaknya sunyi banget enggak ada nyanyiannya. Tapi sekarang kayak ada kereta api di mulutnya, jadi ooorggh gitu,” ujar Chikita Meidy, saat ditemui di Kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (19/7).

Berbeda dengan Chikita, hingga kini Indra masih belum mengetahui kebiasaan buruk istrinya. Justru ia bersyukur karena dikaruniai istri yang perfeksionis dan selalu mengingatkan akan hal-hal kecil.

“Jeleknya belum ketahuan sih ya, ini baru minggu-minggu pertama. Paling sekarang jadi lebih detil tapi itu nggak jelek sih ya. Dia perhatian sama hal-hal kecil, sering mengingatkan terutama yang penting dia mengingatkan untuk salat. Jadi tiap salat kadang-kadang jamaah sama dia,” jelas Indra.

Meski begitu, Chikita mengaku sudah legowo menerima kebaikan dan keburukan suaminya. Terlebih sejak menjalin hubungan pacaran selama dua tahun, Chikita sudah mengenal kepribadian Indra dengan sangat baik.

“Aku rasa semua udah terbuka sebelum nikah. Semua kebaikan dan keburukan kita udah saling melengkapi, menutupi. Kelebihan dia menutupi kekurangan aku begitupun sebaliknya. Jadi waktu nikah tangisannya berubah jadi tangis bahagia,” pungkasnya. (bdn)

Masjid Baitur Ridhwan, Janji Setia Memakmurkan Rumah Allah

ALLAH berfirman di QS Al Fath ayat 10 “Bahwasanya orang-orang yang  berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barang siapa yang melanggar janjinya niscaya akibat dia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar”

Janji setia yang disebutkan dalam ayat ini adalah janji Baitur Ridhwan, dilakukan di bawah sebuah pohon yang terletak di Hudaibiyah. Dan para sahabat r.a yang ikut berjanji setia kepada Nabi Muhammad SAW ketika itu berjumlah 1.400 orang.

Diluar kendali manusia, peristiwa janji setia yang dibeti istilah Baitur Ridhwan terjadi hampir 16 abad lalu, kembali ‘terulang’! Reinkarnase itu terjadi pada empat orang muslim para pemilik lahan sekutar 5.000 meter persegi di kawasan Jl Kh Abdullah bin Nuh. Dilahan itu berdir sebuah mejid yang nyaris tak terurus. Masjid itu bernama Masjid Cisadane. Awalnya kehadiran mereka ke lokasi itu untuk memastikan terwujudnya rencana bisnis mereka, berupa membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU), di lokasi tanah mereka yang dianggap strategis.

Namun, disepanjang perjalanan Jl Soleh Iskandar, salah tu diantara mereka melontarkan ide agar membangun mesjid di tanah mereka. Alasanya, sepanjang jalan Jl. KH Bin Nuh hingga Jl Soleh Iskandardinata hingga kawasan WarungJambu tidak ditemukan mesjid. Usulan itu diamini tiga orang pemilik lahan lainnya. Mereka sepakat dan berjanji untuk mengubah rencan bisnis mereka yaitu membangun SPBU, diganti dengan sebuah rencana yang sarat nuansa Sufistik. Bagai mana tidak mereka akhirnya memilih untuk memangun sebuah Rumah Allah. Allah maha mebulak-balikan hati hambanya. “Dari mulai lokasi tanah kami hingga warungjambu, ngak ada mesjid. Akhirnya kami sepakat membatalkan rencan bangun SPBU, kemudian diganti menjadi mesjid” kata Ketua Yayasan Cisadane H Firman S Halim kepada bogordaily.net.

Menyadari hal itu, sejenak keemat mitrabisnis saling berpandangan satu sama lain, selanjutnya tanpa ada yang memerintah. Keempatnya tertegun bermacam pemikiran seperti berkecamuk menyelubungi benak mereka. Beserapa saat terjebak dalam situasi Autis. Secara spontan salah seorang mengungkapkan gagasannya untuk membangun sebuah mesjid! Bukan pom bensin seperti yang dikrencanakan semula. Gagasab tersebut diamni ketiga pemilik lahan lainnya. Keempat mukmin itu berjanji setia untuk membangun runah allah di lokasi tersebut, segalikus akan mengerahkan semua sumberdaya sebagai bentuk usaha dalam upaya memakmurkan mesji. Sebagai bentuk kataan terhadap junjungan Kita Nabi besar Muhammad sallallahu alayhi salam. Janji keempat orang  merubah orientasi secara ekstrim, dari bisnis menjadi agamis, seperti sumpah setia saat Rasullah Salalah Alihi wasallam membait pengukutnya di bawah sebyah pohon di tepi telaga. Kaum muslimin berjanji setia untuk berjuang habis habisan membebaskan Usman bin Afan, yang saat itu diduga kuat telah menjadi tawan kaum kafir Qurais

Saat ini area masjid Baiatu Rldwan dilengkapi fasiliat areal parkir motor di halaman belakang masjid, sedangkan untuk mendaraan roda empat, disediakan areal parkir pada aeral depan masjid. Iintu utama Masjid berada di depan. Area Masjid sangat bersih, jemaah dapat pemandangan Gunung Salak yang menjadi latar belakang Masjid Baitur Ridhwan. Udara sejuk serta hembusan angin menambah kekhusuan saat menunaikan solat di Masjid Baitur Ridwan. Ruang utama untuk Sholat terdapat di atas. Sebelum ruang utama, terdapat tempat berwudhu yang dibagi menjadi dua posisi. Posisi sebelah Kanan untuk jamaah pria dan sebelah Kiri untuk jamaah wanita. Tempat wudhu nya pun sangat bersih dan harum. letak nya tepat di bawah ruang utama. Memang tempat wudhu ini sengaja di buat di bawah agar selain meminimalisir penggunaan ruang.

Wangi harum terasa lembut saat memasuki ruang utama Sholat. Wangi harum aroma therapy itu berasal dari wangi karpet Merah Marun berukuran 14 x 1.15 m, sebanyak 13 shaf. Bentangan karpet yang sengaja didatangkan dari Turki itu membentang hampir menutupi seluruh permukaan lantai mesjid. Warna merah karpet dan aroma vanila nya membuat jemaah rileks sehingga membangkitkan rasa khusu saat sholat atau berzikir, rasanya jadi ingin berlama-lama di dalam Masjid. Selain ruang utama, terdapat juga selasar di sebelah ruang utama. tempat nya pun cukup luas dengan bentangan karpet merah pula. “Kita berusaha terus supaya jamaah yang sholat  di masjid Baitur Ridwan,  betah dan khusu saat beribadah. Kami selalu lakukan cek n receh fasilitas yang disediakan, pokoknya kami ingin melayani mereka ibadah,” tegas Firman

Seiing berjalannya waktu, saat ini Mesjid Bautul Ridwan tidak hanya menjadi tempata transis masyaraat saat hendak menunaikan sholat ketika melintas dikawasan Jl. KH Abdullah bin Nuh. Sekaran ii mesjid yang berdiri dua lantai itu menjadi tujuan utama masyarakat Bogor dan sekitarnya. “Alhamdulillah semakin sesini, jemaahnya makin banyak. Artinya mesjid ini bukan tunk tempat saja tapi sudah menjadi tujuan,”

Firman menjelaskan terahir pihaknya mengadakan santunan 565 anak yatim,   dari seluruh wilayah Bogor, prioritas anak anak yatim sekitar masjid, Bogor Selatan,  Tengah,  Timur,  Utara,  Tanahsareal dan Kecamatan Bogor Barat. “Setiap ada acara santuanan anak-anak yatim selalu update data status anak anak yatim tersebut, dengan mencek data yg ada pada kami dan koordinasi dengan pengurus warga mereka berada.

Selain sumbangan untuk anak yatim, lanjut Firman, disetiap tahun pengurus mesjid Baitul Ridwan juga menerima hewan Qurban. Potongan daging qurban dibagikan kepada warga sekitar masjid juga wilayah Bogor lainnya. “Saya ingin mengajak umat muslim lainnya supaya berqurban. Sebentar lagi kan lebaran haji” terang Firman.

Sementara itu para Imam merengkap Muazin  Ust Syarif Hidayat,  Ust Husen, selain itu ada juga Ahmad Syihabuddun (29), Kp Batuhulung RT 02/06 Desa Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Ia lulusan Pesantren Kitab Nurul Iman Pusat di Desa Leuwiliang. Ada juga Hidayatul Furqon dari Cemplang, Kab Bogor. Muhamad Syarif Hidayatulloh (39) warga Kp. Dukuhilir. Desa Dukuh. Kabupaten Bogor.

Pendidikan non formal yang ditempuh para imam dan Muazin di Mesjid Baitur Ridhwan antara lain di Ponpes Salafiyyah Annuruddin Cibungbulang, Ponpes Alqur’an Sirojul Athfal Pamijahan, Ponpes Manba’ul Ulum Bunar Jasinga, Ponpes Alqur’an Al Itqon Kp Jawa- Cibungbulang, Ponpes Hidayatul Furqon Kp. Sukamaju Pamijahan.

(bdn/dik)

Serikat Karyawan Pertamina Gelar Demo

Bogor Daily – Serikat pekerja PT Pertamina (Persero) berencana melakukan aksi demo, Jumat (20/7/2018). Beragam tuntutan bakal diajukan oleh para serikat pekerja.

Bidang Hubungan Kelembagaan, Media dan Komunikasi FSPPB, Hendra Tria Putra Nasution membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan demo akan dilakukan sekitar 06.30 WIB.

“(Iya, besok) ada aksi lah.. (Salah satu lokasinya) di kantor pusat Pertamina,” katanya.

Sayangnya dia tidak mau berbicara lebih banyak. Terkait motif aksi demo, dan jumlah massa pun dia enggan mengatakan.

“Nanti saja saya nggak tahu juga. Mungkin besok saja dilihat,” tambahnya.

Namun, berdasarkan informasi beredar yang diterima , sedikitnya ada 9 hal yang menjadi sorotan, yakni sebagai berikut:

1. Naiknya Harga Crude Melebihi Pagu APBN:
– Nilai investasi RDMP jadinya tidak menguntungkan.

2. Turunnya nilai rupiah terhadap us dolar:
– Kewajiban bayar hutang meningkat.
– Nilai import crude dan product meningkat.

3. Kebijakan BBM satu harga:
– Dengan hilangnya subsidi BBM penugasan (RON 88) dari APBN maka seluruh beban disparitas harga menjadi beban Pertamina sekarang melalui permen ESDM ini beban itu ditambah lagi, dimana seluruh konsekuensi biaya BBM satu harga mulai dari transportasi sampai margin fee penyaluran bagi penyalur dilokasi sepenuhnya ditanggung Pertamina tanpa dibantu sedikitpun dari APBN (Pencitraan Politik).

4. Revisi Perpres 191/2014 (Penyaluran premium di Jawa, Madura, Bali):
Penambahan kuota premium (non subsidi) 5 juta kl menjadi 12,5 juta kl sehingga kerugian Pertamina makin membesar.

5. Permen ESDM No 21/2018 (Harga bahan bakar khusus di atur pemerintah):
Produk BBM (Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex) Pertamina diatur sepenuhnya oleh pemerintah tanpa melihat kemampuan keuangan Pertamina sehingga menambahkan beban keuangan Pertamina semakin membesar.

6. SK Menteri BUMN No 039/2018 (perubahan nomenklatur direksi Pertamina: hilangnya direktorat gas dan pemekaran direktorat pemasaran yang kontraproduktif bagi bisnis Pertamina):
Internal: pengembangan organisasi/inflasi jabatan, tingginya biaya overhead organisasi.
Eksternal: membuka peluang lebih mudah untuk pihak tertentu mengambil keuntungan terhadap direktorat strategis yang dimekarkan.

7. Permen ESDM No. 23/2018 (pengelolaan wilayah kerja migas yang akan berakhir kontrak kerja samanya akan di prioritaskan kepada operator EXISTING):
Blok Rokan Riau (Chevron) berakhir 2021 (kapasitas 220.000 BOPD).

8. PP 06/2018:
Pengalihan saham milik pemerintah di PGN ke pada Pertamina merupakan penyertaan modal negara ke dalam modal saham perusahaan perseroan (persero) yang dalam hal ini adalah PT Pertamina (Persero), semestinya penyertaan modal dimaksud haruslah melalui persetujuan DPR sesuai UU No 17 Tahun 2003 Pasal 24 yaitu penyertaan modal tersebut harus terlebih dahulu di tetapkan dalam APBN/APBD, artinya ini harus di bahas dahulu di DPR untuk mendapat persetujuan, namun faktanya hal ini tidak dilakukan oleh pemerintah sehingga seharusnya PP 06/2018 ini di nyatakan batal demi hukum.

9. Integrasi pertagas ke PGN (saham Pertagas di akuisisi PGN:
Menyebabkan laba pertagas yang 100% milik Pertamina (negara) akan terkonsolidasi dengan laba PGN yang 43% sahamnya milik publik. Sehingga keuntungan Pertagas sebagian akan jatuh ke tangan publik (bukan negara). Ini dilakukan pemerintah melalui direksi Pertamina tanpa kajian yang prudent dan cenderung memperkaya oknum pemburu rente yang bersembunyi dibalik saham kepemilikan publik di PGN.
Perlu diketahui bahwa 60% dari 43% saham publik di PGN adalah milik asing.

Kapal Orange Tenggelam di Lebak, IPB: Peneliti dan Tamu Selamat

Bogor Daily – Kapal Orange yang membawa rombongan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) tenggelam di perairan Binangeun, Lebak, Banten. Pihak IPB menyebut, seluruh peserta field course dan staf PSSP selamat dan saat ini dalam upaya perawatan di Puskesmas yang berada di sekitar lokasi.
“Kejadian tersebut memang benar terjadi. Pada sore hari ini kami mendapat musibah kecelakaan kapal perahu yg membawa peserta field course pulau Tinjil, saat akan memasuki kawasan pantai Muara Binuangeun,” kata Kepala Biro Hukum, Promosi, dan Humas IPB, Yatri Indah Kusuma Astuti saat dikonfirmasi, Kamis (18/7/2018) petang.
“Alhamdulillah semua tim IPB termasuk tamu selamat. Seluruh peserta field course dan staf PSSP saat ini dalam upaya perawatan di puskesmas/rs terdekat,” imbuh Yatri melalui pesan singkat. Di dalam kapal tersebut, kata Yatri, ada 7 peneliti asal Amerika dan Thailand ya g ikut dalam rombongan dan akan melakukan penelitian bersama peneliti IPB.
Yatri menyebut, saat ini pihaknya masih melakukan koordinasi dan pengumpulan informasi terkait kejadian ini. Seluruh rombongan kata Yatri merupakan rombongan yang akan melakukan penelitian satwa  di Pulau Tinjil. Namun sebelum tiba di lokasi tujuan, kapal yang ditumpangi peneliti IPB tenggelam. “Alhamdulillah semua tim IPB termasuk tamu selamat,” imbuh Yatri.

Rombongan Kapal IPB Tenggelam, Ini Respon Kampus

BOGOR DAILY- Kapal Orange yang membawa rombongan dari IPB tenggelam di perairan Lebak, Banten. Pihak IPB menyebut, seluruh peserta field course selamat dan saat ini dalam upaya perawatan.

“Alhamdulillah semua tim IPB termasuk tamu selamat. Seluruh peserta field course dan staf PSSP saat ini dalam upaya perawatan di Puskesmas di RS terdekat,” kata Kepala Biro Hukum, Promosi, dan Humas IPB, Yatri Indah Kusuma Astuti saat dikonfirmasi, Kamis (18/7/2018) petang.

Yatri menyebut, saat ini pihaknya masih melakukan koordinasi dan pengumpulan informasi terkait kejadian ini. Seluruh rombongan kata Yatri merupakan rombongan yang akan melakukan penelitian satwa di Pulau Tinjil. Namun sebelum tiba di lokasi tujuan, kapal yang ditumpangi peneliti IPB tenggelam.

“Alhamdulillah semua tim IPB termasuk tamu selamat,” imbuh Yatri.

Berikut identitas korban selamat dan tewas akibat tenggelamnya kapal tersebut.

Korban selamat:

1. Madeline Monic (21) WN AS
2. Vanseska Samanta (22) WN AS
3. Lily Preya (2) WN AS
4. Mathew Stuart (47) WN AS
5. Randall C Kyes (59) WN AS
6. Kimberly Ann.ph (50) WN AS
7. Pensi Kyes (32) WN Thailand
8. Entang Iskandar (51)
9. Rifqi Hendrik (26)
10. Bangkit Dika (20)
11. Amalia Rizki (19)
12. Sofian Soleh (22)
13. Aulia Fakhrurozi (26)
14. Muhammad Annas (22)
15. Falen Sakti (23)
16. Salmah Widiastuti (22)
17. Desi Kurniasih (21)
18. Aisyah Putri Muhtadin (20)
19. Abdulatif (20)
20. Agung Satria Aji (21)
21. Suhenda (43) Nakhoda kapal
22. Yadi (30) ABK

Korban meninggal:

1. Atiah (50)
2. Emah (55)

Maling di Pamijahan Tercebur dalam Septic Tank

BOGOR DAILY Seorang pencuri mengalami nasib apes usai melancarkan aksinya di Kampung Cimayang 3 RT 13/RW 05, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ya, ia terperosok ke dalam kubangan pembuangan tinja alias septic tank berukuran 2×3 meter saat hendak kabur dari kejaran warga.

Pada foto-foto yang dibagikan oleh pengguna akun facebook Siti Wulan Dari, Rabu 18 Juli 2018, tampak pria itu tak berkutik setelah terjebak di kubangan tinja. Ia tertunduk lesu di hadapan warga Kampung Cimayang yang sudah mengepungnya.

“Berniat melarikan diri, apes kecebur ke dalam sepiteng. Malingnya apes, kecemplung sepiteng (tempat berkumpulnya anu). Bisa bayangkan aroma bapak pencuri ini? Semerbak pasti ya?? Lokasi Cimayang, Bogor,” tulis Siti mengawali postingannya.

Beruntung, pelaku tidak menjadi bulan-bulanan massa yang jijik mendekatinya akibat bau yang sangat menyengat.

“Hingga aparat pun enggan menyentuh tubuhnya yang berbau sangat menyengat,” timpal Siti.

Menurut informasi, pelaku terciduk setelah ditemukan seorang ibu-ibu sekira pukul 05.00 WIB. Warga desa yang mengetahui informasi itu langsung berbondong-bondong menuju lokasi. Alhasil, pelaku kemudian dibawa ke Mapolsek Cibungbulang untuk diperiksa lebih lanjut.

sumber : Tempo.com

Incar Wanita, 2 Jambret Berpistol Diringkus

BOGOR DAILY-Seorang wanita menjadi korban penjambretan di Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Kamis (19/7/2018) dini hari

Dari informasi yang dihimpun, wanita tersebut merupakan pegawai JCO di Lipo Plaza Eka Lokasari.

Beruntung saat kejadian korban berhasil diselamatkan.

Sementara itu penjambret yang menggunakan pistol tersebut berhasil diamankan oleh petugas kepolisian.

Namun belum diketahui jenis pistol yang digunakan pelaku tersebut.

Saat dikonfirmasi Kapolsek Bogor Timur, Kompol Marshudi Widodo  membenarkan adanya penangkapan terasebut.

“Siap, betul Polsek Bogor Timur tadi malam atau dini hari telah mengamankan 2 orang pelaku curas (pencurian dengan kekerasan),” katanya Kamis (19/7/2018).

Namun pihak kepolisian belum bisa menjelaskan lebih lanjut karena masih dalam pemeriksaan.

 

Siap-siap, Terminal Baranangsiang Dipindah ke Bubulak

BOGOR DAILY Tahun ini, Terminal Baranangsiang bakal disulap jadi kawasan terintegrasi. Mau tak mau, keberadaan terminal yang saat ini diisi puluhan Perusahaan Otobus (PO) bakal dipindah ke Terminal Bubulak.

Sejak Februari, pengelolaan aset Terminal Baranangsiang yang digolongkan sebagai terminal tipe A, diserahkan ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Karena itu, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) pun kini bertanggung jawab sebagai pengelola terminal yang sudah ada sejak 1970-an itu.

Kepala BPTJ Bambang Prihartono mengaku pihaknya segera membangun Transit Oriented Development (TOD) atau Kawasan Berorientasi Transit di lokasi dengan luas tanah 21.415 meter persegi itu.

“Bukan dipindah tapi akan dibangun TOD. Rencana pembangunan terminal modern dan tidak kumuh seperti sekarang, terintegrasi juga. Nah, selama pembangunan, operasional akan dipindahkan untuk sementara,” kata Bambang, kemarin (17/7).

Meski begitu, ia masih enggan membeberkan ke mana terminal sementara yang akan digunakan para PO yang beroperasi di Terminal Baranangsiang saat terminal itu direvitalisasi. “Belum ditentukan, masih berproses. Mereka juga dipindahkan untuk sementara, semua pindah sementara selama proses pembangunan. Nanti setelah jadi, baru kembali lagi,” imbuhnya.

Bambang mengaku pihaknya masih dalam tahap pembicaraan dengan Pemkot Bogor soal target kapan bisa memulai pembangunan. Secara ideal, pembangunan TOD Baranangsiang bisa mulai dikerjakan di tahun ini. “Target kapan mulai, masih dibicarakan dengan wali kota. Targetnya tahun ini sudah mulai bisa dimulai pembangunannya. Pengerjaannya sendiri diprediksi makan waktu kurang lebih dua tahun ya. Bukan seperti rencana lama, konsep TOD ini kan baru. Jadi desain belum ada,” ujarnya.

Ia juga mengaku BPTJ pun sudah berkali-kali melakukan sosialisasi terhadap para ‘penghuni’ terminal, seperti PO-PO atau pedagang yang beraktivitas di Terminal Baranangsiang. Secara prinsip, jika nanti terminal lebih baik, tentu penghidupan warga terminal pun juga meningkat nantinya.

“Sudah disampaikan ke depannya seperti apa. Tanggapannya? Ya tujuan TOD ini kan untuk membuat warga terminal nyaman dan happy. Tentunya (terminal, red) harus bagus dan tertib dulu, tidak kumuh seperti sekarang,” paparnya.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengatakan, konsep pembangunan terminal sejak awal memang terintegrasi dengan berbagai elemen, tidak hanya transportasi, baik itu hunian, perdagangan ataupun hotel. Konsep TOD dirasa tidak punya banyak perbedaan dengan rencana awal.

“Termasuk jika kemungkinan LRT nanti di situ. Tapi tidak mengurangi jumlah luasan, tetap dua tingkat, dari awal seperti itu. Ini yang harus dipahami, wilayah akan berubah tapi dalam kerangka pembangunan lebih baik,” ucapnya.

Meski bukan lagi wewenang pemkot, Ade tidak menampik rencana pembangunan terminal bakal merepotkan Pemkot Bogor. Di antaranya soal pemilihan operasional terminal sementara untuk bus-bus saat pekerjaan dilakukan. “Alternatif itu ya Terminal Bubulak. Sementara dipindah ke sana aktivitasnya. Namun ada juga beberapa bus yang bakal memanfaatkan badan jalan di sekitaran Jalan Pajajaran,” terangnya.

Hal itu berdasarkan pada sosialisasi yang dilakukan BPTJ bersama pemkot kepada para warga terminal dalam beberapa kali kesempatan. Apalagi kini pemkot hanya bertugas mendampingi Kemenhub dalam perencanaan ini. “Bukan lagi tugas kami. Memang ada konsep ingin memindahkan kepadatan di tengah kota. Nah, banyak pertanyaan kenapa TOD ada di tengah, bukan di Tanahbaru seperti penetapan lokasi izin dari gubernur yang sampai hari ini belum dicabut. Perkembangannya akan seiring waktu,” tuntasnya.

Gara-gara Jambret, Balita di Citeureup Kritis

BOGOR DAILY Seorang balita berusia 2 tahun kritis setelah terjatuh dari sepeda motor yang dikendarai ibunya saat mengejar pelaku penjambretan di Jalan Pahlawan, Desa Sanja, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Balita bernama Abyzar itu mengalami luka yang cukup serius di bagian kepala.

Menurut ibu korban, Teti Budiarti (42), kejadian itu saat dirinya tengah mengendarai sepeda motor bersama dua anaknya, yakni Abyzar (2) dan Alika (9), pulang dari rumah temannya sekitar pukul 15.00 WIB.

Setibanya di lokasi, Teti dipepet seorang pria yang mengendarai sepeda motor. Kemudian, pria berjaket cokelat itu langsung mengambil dompet serta handphone yang disimpan di dashboard motornya.

“Itu baru keluar jalan dari rumah teman di daerah Sanja. Saya langsung dipepet, dia ngambil handphone sama dompet yang saya taruh di dashboard motor,” kata Teti seperti dilansir Okezone, Rabu 18 Juli 2018.

Menyadari barangnya dirampas, Teti pun spontan mengejar pelaku dengan motornya. Saat melintasi jalan menikung, Teti tidak bisa mengendalikan motornya hingga terjatuh ke saluran air di lokasi.

“Pokoknya saya kejar orang itu sambil teriak-teriak. Pas sampe di tikungan deket klenteng, ada belokan saya panik enggak belok malah lurus terus sampai jatuh got (saluran air) besar. Anak saya Abyzar yang berdiri di depan sama Alika di belakang jatuh juga,” jelasnya.

Akibatnya, Abyzar mengalami luka parah di kepala karena menghantam aspal hingga tidak sadarkan diri. Sedangkan Teti dan Alika mengalami luka-luka dan mereka dilarikan ke RS Sentra Medika Citeureup.

“Yang parah itu Abyzar belum sadar sampai sekarang karena dia posisinya di motor dia berdiri di depan. Kalau saya sama Alika enggak parah,” ungkap Teti.

Sementara itu, Kapolsek Citeureup Kompol Darwan membenarkan adanya peristiwa penjambretan tersebut. Pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan memeriksa saksi-saksi.

“Iya benar, anak korban yang masih berumur 2 tahun terpental dari motor kepalanya membentur aspal dan harus dirawat di rumah sakit. Sekarang masih dalam penyelidikan, menurut korban pelaku satu orang pakai motor Satria FU,” singkat Darwan, saat dikonfirmasi.