Sunday, 19 April 2026
Home Blog Page 8709

Soal Polisi Tendang Ibu-ibu,Begini Kemarahan Tito Karnavian

BOGOR DAILY –Kapolri Jenderal Tito Karnavian marah besar atas tindakan AKBP M Yusuf  karena menendang dan memukul ibu serta bocah komplotan pencuri di minimarket miliknya. Tito meminta budaya arogansi dihilangkan.

“Bagaimanapun, orang yang sudah menyerah, tidak mengancam keselamatan petugas dan orang lain, itu tidak boleh dilakukan kekerasan. Itu prinsipnya (program) Promoter. Juga sama hilangkan budaya arogansi, jangan sok-sok petugas kemudian pada pelaku kejahatan begitu,” kata Tito.

Pemukulan itu berawal dari kasus pencurian yang tertangkap tangan pada Rabu (11/7) pukul 19.00 WIB. Rekaman pemukulan itu kemudian viral. AKBP lalu dicopot dari jabatan Kasubdit Kilas Ditpamobvit Polda Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (13/7).

Tito melarang anggotanya berperilaku agresif dan melakukan kekerasan berlebihan kepada pelaku kejahatan. Apalagi jika pelaku sudah menyerah dan tidak berdaya.

“Budaya kekerasan juga tidak boleh. Agresif ini juga harus ditekan. Ini kekerasan eksesif. Orang sudah nggak berbuat apa-apa ditendang. Eksesif itu! Maka saya mengambil tindakan tegas, yaitu mencopot yang bersangkutan, nonjob,” terang Tito.

Tito menyampaikan akan memberi sanksi kode etik kepada AKBP Yusuf selain mencopot jabatannya. Dia berharap sanksi tegas yang diberikan kepada AKBP Yusuf dapat menjadi pelajaran bagi anggota Polri lainnya.

“Kalau ada ibu-ibu yang sudah menyerah, yang mungkin dia mengutil karena lapar gitu ya, tidak usah berlebihan, tidak usah dilakukan kekerasan,” ujarnya.

Polisi menyebut AKBP Yusuf memukul Desy, ibu-ibu pencuri itu, karena tersulut emosi. Sebab, Desy hanya menjawab tidak tahu dan mengaku tidak punya KTP.

Desy kemudian disidangkan di Pengadilan Negeri Pangkalpinang, Jumat (13/7). Dia terbukti melakukan pencurian dan divonis hukuman percobaan 3 bulan.

sumber: Detik.com

Cegah Tawuran, Jam Malam Diberlakukan Khusus Pelajar

BOGOR DAILY –Pemerintah Kota Bogor dan aparat penegak hukum setempat sepakat membatasi aktivitas masyarakat di luar ruangan setelah pukul 23.00 WIB. Kebijakan tersebut menyusul peristiwa perkelahian remaja pada malam hari hingga menyebabkan korban jiwa pekan lalu.

Terkait itu, Walikota Bogor Bima Arya mengaku akan membuat surat himbauan kepada pemerintah dan aparat di wilayahnya. “Kepada warga Bogor terutama anak-anak muda ini, untuk tidak nongkrong, kumpul-kumpul di atas jam sebelas malam. Kami akan bubarkan,” katanya di Markas Polisi Resor Kota Bogor, Senin 16 Juli 2018.

Pembatas itu menurut Bima hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban umum. Ia juga mengintruksikan Dinas Pendidikan meningkatkan pembinaan terhadap para pelajar di setiap sekolah untuk menghindari perkelahian antar kelompok.

Beberapa perkelahian antar kelompok remaja terjadi pada Minggu 15 Juli 2018 malam. Dari lima kejadian di lokasi berbeda, satu di antaranya menimbulkan korban jiwa seorang pelajar bernama Raihan Ilham Febriansyah (18). Ia tak tertolong setelah mendapat beberapa bacokan di tubuhnya.

Awalnya, ia mendapat informasi yang bersangkutan adalah korban pembegalan. Namun menurut informasi dari kepolisian, korban ternyata terlibat perkelahian antar kelompok yang diduga dilakukan secara spontan saat bertemu di sekitar Jalan Ahmad Yani.

Selama ini, Bima melihat banyak di antara remaja berkumpul di taman, perempatan jalan dan tempat umum hingga larut malam. “Banyak sekali peristiwa (perkelahian) terjadi karena nongkrong-nongkrong, saling lihat tidak ada persoalan apa-apa tapi kemudian terjadi konflik,” kata Bima.

Penyelidikan

Penyebab perkelahian itu pun diakui Kepala Polresta Bogor Komisaris Besar Ulung Sampurna Jaya. Menurut dia, perkelahian serupa hampir terjadi setiap malam akhir pekan di Kota Bogor meski pun aparat kepolisian rutin melakukan patroli di wilayahnya.

Terkait kasus perkelahian yang menewaskan Raihan, jajaran kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pencarian pelaku. Menurut keterangan para saksi diketahui kelompok dari pihak korban berjumlah sekitar 14 orang mengendarai tujuh sepeda motor, sedangkan lawannya berjumlah tujuh orang saja.

Keterangan para saksi juga menegaskan kejadian tersebut bukan pembegalan, melainkan perkelahian. “Kami menganggap ini bukan pembegalan karena tidak ada barang milik korban yang diambil pelaku,” kata Ulung. Menurutnya, para pelaku membawa senjata tajam untuk menyerang lawan mereka.

Lebih lanjut, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bogor Komisaris Agah Sonjaya menceritakan kronologi korban dan kelompoknya saat itu dalam perjalanan pulang dari acara nonton bareng pertandingan Piala Dunia 2018 di beberapa tempat. Jajarannya diakui masih mencari motif pembunuhan tersebut.

“Namun kata saksi, mereka itu sebenarnya bisa saling menghindar tapi mereka (memilih) saling bertemu,” kata Agah. Berdasarkan keterangan saksi, pelaku yang membawa senjata tajam diketahui hanya satu orang. Pembawa senjata diduga melukai sebanyak dua kali pada bagian tubuh hingga menewaskan korban.***

sumber: Pikiran Rakyat

Begini Kabar Istri Terduga Teroris di Cilodong

Bogor Daily- Ketua RW 09 Kelurahan Sukamaju, Cilodong, Samsudin (57) mengatakan seluruh kegiatan yang dilakukan terduga teroris yang berada di lingkunganya sudah berhenti. Kegiatan kelompok terduga teroris tersebut diketahui kerap kali melakukan kumpul bersama, melakukan pengajian dan menggelar bazar murah.

Selain itu kelima istri terduga teroris kini juga sudah terlihat sudah mulau membaur beraktivitas seperti biasa.

“Istri-istrinya masih ada, mereka sudah mulai beraktivitas seperti biasa. Jadi keluar rumah untuk belanja seperti biasa saja, enggak ada yang berbeda. Cuman kegiatan kelompoknya saja yang berhenti,” kata Samsudin di Cilodong, Depok, Senin (16/7/2018).

Pasca penangkapan satu pekan lalu, tidak satupun dari mereka para istri terduga teroris yang menanyakan kabar dan nasib para suaminya kepada pihak RW atau warga sekitar.

“Kalau lagi keluar mereka saling tegur seperti biasa saja dengan warga. Cuman sekedar ngobrol, tapi enggak ngobrol tentang suaminya,” lanjutnya.

Menurut Samsudin, jika tidak ada perbedaan perilaku dari pihak keluarga. Dirinya juga menilai tidak ada raut cemas atau takut dari kelima istri terduga teroris yang tergabung dalam satu kelompok itu.

“Menurut saya sih enggak enggak tampak sedih atau takut biasa saja. Kalau ketemu saya atau warga lain cuman negur biasa saja, enggak berubah lah. Waktu awal penangkapan sih mereka emang enggak mau keluar, tapi sekarang sudah mau keluar,” pungkasnya.

Diketahui, kelima terduga teroris Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri dikabarkan telah mengamankan terduga teroris di RT 02 dan 04 RW 09 Kelurahan Sukamaju, Cilodong, Depok. Pada senin (9/7/2018) kemarin. Dari sebelumnya di kabarkan dua orang ternyata saat ini dikabarkan sudah menjadi 5 orang terduga teroris.

Mereka yakni bernama, Lukman asal Sukabumi berprofesi penjual mie ayam, alamat Jalan H Ipit, RT002/009, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong. Ditangkap Densus 88 sekitar pukul 16.30, di rumah Masruki,

Masruki asal Jawa Tengah, profesi guru gaji, alamat Jalan H Ipit, RT004/009, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong. Ditangkap Densus 88 sekitar pukul 16.30, dirumahnya, Supriyadi Jawa Tengah, profesi penjual air minum, alamat Jalan H Ipit, RT002/009, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong. Ditangkap Densus 88 sekitar pukul 16.30, di Jalan Raya Bogor,

Soni asal Sukabumi, profesi buruh pabrik, alamat Jalan H Ipit, RT004/009, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong. Ditangkap Densus 88 sekitar pukul 16.30, di Jalan Raya Bogor, dan Roy Marten asal Depok, profesi buruh pabrik, Jalan H Ipit, RT004/009, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong. Ditangkap Densus 88 sekitar pukul 16.30, di Jalan Raya Bogor.

 

Artis dan Atlet Mulai Kepincut Nasdem

BOGOR DAILY –Sederet artis dan atlet kini ramai-ramai bergabung ke Partai Nasdem. Ada nama baru, ada pula yang meloncat dari partai lain. Mereka akan ikut bertarung dalam Pemilihan Legislatif 2019.

Ada sejumlah anggota DPR periode saat ini yang pindah ke NasDem, di antaranya Okky Asokawati dari F-PPP dan Krisna Mukti dari F-PKB. Selain itu, ada mantan atlet tinju nasional Chris John yang berlabuh ke NasDem meski baru seumur jagung bergabung di Partai Demokrat.

Okky membenarkan pindah ke NasDem. PPP menyebut Okky telah menyerahkan surat pengunduran diri sebagai anggota DPR pada 9 Juli lalu. Okky duduk sebagai wakil rakyat dari F-PPP sejak 2009.

Krisna Mukti juga dipastikan pindah dari PKB ke NasDem. Dia baru saja digantikan anggota DPR pengganti antarwaktu (PAW) F-PKB Evi Fatimah pada sidang paripurna DPR, Selasa (10/7).

Lucky Hakim juga meninggalkan PAN dan bergabung ke NasDem. Dia mengaku memilih hengkang karena merasa dipecat sepihak oleh PAN. Dia mengalami PAW pada 31 Januari 2018. Posisinya di DPR diisi Intan Fitriana Fauzi.

Mantan atlet tinju nasional Chris John  juga melabuhkan hatinya ke NasDem. Padahal petinju yang punya julukan The Dragon ini belum lama bergabung di Partai Demokrat, tepatnya 15 Februari 2018.

Selain nama di atas, masih banyak nama lain yang bergabung ke NasDem, di antaranya Olla Ramlan, Della Puspita, Manohara Odelia Pinot, Nafa Urbach, Cut Meyriska, Bertrand Antolin, Anisa Bahar, Syahrul Gunawan, dan Muhammad Farhan.

Rumor tak sedap, yakni adanya ‘nilai transfer’, mewarnai kepindahan sejumlah nama artis dan atlet ini ke NasDem. Awal bulan ini, misalnya, Lucky Hakim disebut menerima uang panjar untuk berpindah dari PAN ke NasDem.

Ketua DPP PAN Yandri Susanto menyebut Lucky berpindah lantaran diiming-imingi uang muka sebesar Rp 2 miliar sebagai dana konsolidasi. Namun isu itu langsung dibantah Lucky.

“Saya kan keluar dari PAN karena saya ini di-PAW alias dipecat dari fraksi oleh DPP mereka sendiri, secara sepihak, tertanggal 31 Januari 2018. Itu dia biang keroknya. Jadi, agar tetap kondusif, saya memilih mundur dari PAN pada 11 April 2018 agar tidak terkesan seperti ada perebutan jabatan,” ujarnya.

Isu adanya ‘nilai transfer’ ini juga menyerempet Okky Asokawati. Dia disebut memiliki ‘nilai transfer’ Rp 10 miliar. Okky juga membantah kabar tersebut. Dia mengaku kepindahannya karena merasa visi-misinya lebih bisa diakomodasi NasDem.

Hari Pertama Sekolah, Polisi Ringkus Gerombolan Pelajar

BOGOR DAILY Puluhan pelajar SMK di Bogor digiring ke kantor polisi, saat hari pertama masuk sekolah, Senin (16/7/2018).

Pelajar gabungan tiga sekolah berbeda di Kota Bogor tersebut diamankan jajaran Sat Sabhara Polres Bogor di kawasan Simpang Sentul, Kabupaten Bogor.

Sebanyak 36 pelajar SMK itu diamankan karena disinyalir telah melakukan aksi tawuran di kawasan Simpang Sentul. Di Mapolres Bogor, puluhan pelajar tersebut tampak dijemur di tengah lapangan Mapolres Bogor.

Tampak puluhan pelajar laki-laki itu hanya mengenakan celana panjang tanpa atasan. Tak hanya itu, puluhan pelajar itu juga disuruh  melakukan push up sebagai hukuman.

Sementara itu dari informasi yang dihimpun dari Humas Polres Bogor, puluhan pelajar dari Kota Bogor tersebut telah dijemput oleh guru sekolah asal.

Puluhan pelajar tersebut diamankan Sat Sabhara Polres Bogor saat tengah melakukan patroli rutin.

Tragis! Siswi SMP Jonggol Jadi Pemuas Nafsu Ayah Kandung

BOGOR DAILY Belum kering tangis orang tua siswi SMK Citeureup, FN (15), yang tewas akibat diperkosa, peristiwa tak bermoral kembali terjadi di Bumi Tegar Beriman. Seminggu jelang peringatan Hari Anak Nasional (HAN) pada 23 Juli nanti, kekerasan seksual terhadap anak terjadi lagi di Jonggol, Kabupaten Bogor. Mirisnya, sang pelaku merupakan ayah kandung korban.

Baru pekan lalu siswi SMK di Citeureup meninggal dunia karena depresi usai diperkosa gerombolan pemuda. Kini di Jonggol seorang ayah berinisial SN tega menggauli anak kandungnya sendiri, LC (14).

Anak pertama dari tiga bersaudara itu dipaksa jadi budak nafsu sang ayah. Sejak duduk di bangku SD, ia harus melayani keinginan syahwat ayahnya.

Selama empat tahun, LC yang masih bau kencur itu dipaksa melakukan hubungan intim dengan ayah kandungnya.

Kisah ini berawal saat ayahnya mengajak korban yang masih duduk di bangku kelas IV SD jalan-jalan ke Pantai Carita, Banten.

Menurut penuturan korban, warga Desa Sukamaju, Jonggol, ketika itu dirinya diajak mandi bareng dengan sang ayah.

“Waktu di pantai tidak diapa-apain. Tapi pas pulang ke rumah dia meraba-raba tubuh saya. Saya sempat bertanya kenapa, tapi dia bilang tidak apa-apa dan saya disuruh diam saja,” kisahnya, (14/7/18).

Sampai akhirnya menginjak kelas V SD, sang ayah memaksa korban jadi budak seksnya. Kejadian biadab itu terjadi di rumahnya saat ibunya, SA (37), sedang tak di rumah.

“Tangan saya dipegangi dan kaki saya pun dijepit. Saya juga diancam agar tidak menceritakan kejadian ini pada siapa pun, apalagi pada ibu saya,” bebernya.

Setelah itu, sambungnya, orang tua biadab tersebut terus-menerus meminta jatah berhubungan intim dengan putri kandungnya yang saat ini sudah di bangku kelas VIII SMP. Terakhir dirinya digagahi ayahnya itu pada Senin (9/7) sekitar pukul 04:30 WIB.

“Waktu itu masih tidur dan tiba-tiba bapak masuk kamar saya, kemudian melakukan hal keji tersebut,” sambungnya.

Ia menginginkan ayah yang telah menodainya itu segera ditangkap polisi dan mendapatkan hukuman yang seberat-beratnya.

ISTRI JUGA DIANIAYA

Sementara SA, ibunda LC, mengaku bertengkar dengan suaminya pada Senin (9/7) siang. Kemudian LC menyuruhnya bersembunyi karena khawatir dianiaya ayahnya seperti yang sering dilakukan sebelum-sebelumnya.

“Saat itu LC menyuruh saya pergi sembunyi karena emosi ayahnya sedang memuncak. Bahkan pintu rumah orang tua saya pun ditendangi olehnya karena marah dan ingin memukul saya,” ungkapnya.

Ia mengatakan, saat pergi bersembunyi dari kemarahan sang suami, LC pergi ke rumah saudaranya. Di sana LC menceritakan semuanya, bahkan sempat berucap ingin mengakhiri hidupnya.

“LC sempat bilang ke uwanya, bahwa ia ingin mati saja karena ayahnya ini bukan hanya sering menganiaya ibunya saja, dirinya pun telah dinodai,” tuturnya.

Setelah mengetahui hal itu, esoknya pada 10 Juli 2018, SA pun melapor ke Polsek Jonggol. Kemudian ia diarahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor.

“Dari Polres Bogor kami diminta untuk visum. Pada 11 Juli 2018, LC telah divisum di RSUD Cileungsi,” paparnya.

Ia berharap pihak kepolisian segera menangkap SN dan dihukum seberat-beratnya. Apalagi sampai hari ini SN masih bebas berkeliaran.

“Dari Senin itu S kabur dari rumah. Tetangga saya sempat melihat masih berkeliaran di daerah Jonggol dan Sukamakmur,” terangnya.

Sementara saat dihubungi, Kapolsek Jonggol Kompol Agus Supriyanto tak mau memberi keterangan lebih lanjut. “Kasusnya sudah ditangani Unit PPA Polres Bogor,” singkatnya melalui pesan WhatsApp.

Terpisah, Camat Jonggol Beben Suhendar mengaku sudah mendengar kasus tersebut. Namun untuk prosesnya sudah ditangani Unit PPA. “Iya, korban sudah lapor ke polres, sedang ditangani PPA,” tandasny

1.000 Porsi Laksa Meriahkan HJB-536

BOGOR DAILY-  Pemerintah Kota Bogor akan menyediakan 1.000 porsi makanan gratis. Sajian kuliner yang dihidangkan adalah Laksa, makanan khas Bogor.

Kegiatan bertajuk Bogor Breakfast 2018 Festival ini dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Bogor ke-536. Makan gratis Laksa Bogor ini akan diselenggarakan di halaman Botani Square pada 29 Juli 2018.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor, Shahlan Rasyidi mengatakan, Bogor Breakfast Festival ini bekerjasama Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), dan Indonesian Chef Association (ICA).

1.000 porsi Laksa Bogor dengan beragam varian rasa ini diracik oleh para juru masak atau chef asal Kota Hujan. “Semua pengunjung dan warga Bogor bisa makan Laksa secara gratis disini,” kata Shahlan, Minggu (15/7/2018).

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor, Shahlan Rasyidi mengatakan, Bogor Breakfast Festival ini bekerjasama Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), dan Indonesian Chef Association (ICA).

Bagi warga yang ingin mengikuti makan gratis ini dapat mengunjungi stand pada pukul 08.00-13.00 WIB. Menurutnya, tujuan kegiatan yang didukung Pesona Indonesia dan Wonderful West Java Indonesia ini diharapkan dapat menyedot perhatian warga dan mencintai serta melestarikan salah satu makanan khas Bogor ini.

“Ya tentunya untuk menyedot wisatawan untuk datang ke Kota Bogor,” kata Shahlan.

 

Pelukan di Kolam Renang Bareng pacar, Al Disuruh Nikah

BOGOR DAILY – Al Ghazali dan Alyssa Daguise kerap tak sungkan memamerkan kemesraan mereka. Pasangan remaja ini baru-baru saja kepergok tampil begitu mesra di sebuah kolam renang.

Tampilan mereka yang mesra itu terlihat di akun instagram Al baru-baru ini.

Dalam foto tersebut, Al dan Alyssa tampak saling berpelukan di kolam renang. Penampakan keduanya seperti itu pun menuai respons dari netizen di dunia maya.  Beberapa meminta keduanya untuk lebih baik menikah

https://www.instagram.com/p/BlNTpg4lsSf/?utm_source=ig_embed

 

“Kok bgtu y..nikah aja mending…,” ujar seorang netizen berakun reks****ida24.

“Nikahin aja nihh,” tutur ujaran senada dari netizen lain berakun jaw**rr.

Alysaa Daguise juga mengunggah postingan serupa di akun instagramnya. Sejak diunggah semalam, foto yang diunggah Al telah menerima dua ratus ribuan like dari netizen.

Anggota DPR RI Ini Resmi Ditahan KPK

BOGOR DAILY- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih, sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek pembangkit listrik, Sabtu (14/7/2018).

Eni keluar dari Gedung KPK mengenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye dan langsung memasuki mobil tahanan. Dikerubuti wartawan, Eni enggan menanggapi pertanyaan yang diajukan oleh awak media.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, Eni akan ditahan selama 20 hari pertama. Eni akan ditahan di rutan Gedung KPK Kavling K-4, Jakarta Selatan.

“EMS ditahan 20 hari pertama di Rutan Cabang KPK kavling K-4,” kata Febri di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (14/7).

Sebelumnya, pada Sabtu (14/7), pihak KPK menyatakan sudah menetapkan Eni sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek pembangkit listrik.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan, dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan, pihaknya telah menemukan bukti persekongkolan dan penerimaan uang terkait proyek tersebut.

sumber: Suara.com

 

Yuk Kenalan Sama Menteri Muda Ganteng Malaysia Ini

BOGOR DAILY-Di antara para pejabat negara yang dilantik oleh Raja Malaysia, Senin (2/7), adalah Syed Saddiq, menteri termuda sepanjang sejarah Negeri Jiran.

Dia ditunjuk sebagai menteri pemuda dan olah raga pemerintahan Mahathir Mohamad yang baru terbentuk setelah politikus senior itu kembali terpilih jadi perdana menteri lewat pemilihan umum, Mei lalu.

Syed lahir dari keluarga sederhana–ayahnya warga Singapura, seorang pekerja konstruksi yang rutin pergi-pulang dari Johor ke negeara asalnya untuk bekerja. Sementara itu, ibunya adalah seorang guru bahasa Inggris di sekolah menengah yang juga berperan mengurus keluarga dan mengajar kursus di malam hari untuk mencari penghasilan tambahan.

Sebagai anak bungsu berusia 25 tahun, Syed Saddiq Syed Abdul Rahman, bertekad memastikan perjuangan generasi pemuda dan orang tuanya tak sia-sia.

“Saya ingin memastikan tak ada warga Malaysia lain yang mesti menjalani hidup semacam itu,” kata Syed

“Ketika orang tua saya sukses, meski berasal dari latar belakang yang sederhana, saya berutang kewajiban untuk memajukan Malaysia lebih jauh karena saya tahu bagaimana rasanya ada di posisi itu.”

Dilansir Straits Times, Syed adalah lulusan hukum International Islamic University yang belum lama ini menolak tawaran kedua dari Oxford University untuk mengejar gelar Master di bidang kebijakan publik.

Dia telah memenangi penghargaan Asia’s Best Speaker di kejuaraan debat Asian British Parliamentary sebanyak tiga kali. Syed mencuat di dunia poltik setelah memenangi jabatan konstituen Muar di Pemilu Mei lalu, mengalahkan petahana dari Barisan Nasional, Razali Ibrahim.

Untuk generasi millenial Malaysia, ketua sayap pemuda Parti Pribumi Bersatu itu dipandang sebagai penyambung lidah generasi.

Namun, ada persepsi bahwa citra pemberontak Syed sama dengan apa yang terjadi pada Mahathir dan Anwar Ibrahim di masa mudanya.

Syed adalah salah satu di antara 25 pemuda yang menulis pernyataan menolak kepemimpinan Perdana Menteri Najib Razak karena skandal 1MDB. Kelompok itu disebut Challenger.

“Challenger berhasil mengorganisir diri ke dalam satu kelompok kohesif dan bepergian untuk bertemu pelajar dan pemimpin muda lain, merekrut banyak orang,” kata Wan Saiful Wan Jan, peneliti di ISEAS-Yusof Ishak Institute of Singapore, dikutip Channel NewsAsia.

Syed dinilai berperan penting dalam menggenjot jumlah anggota partainya. Namun, para pemuda yang bergabung dalam partai tersebut justru bisa jadi kelemahan.

Penggalangan dana bisa jadi sulit karena jaringan mereka masih belum bisa sama luas dengan partai yang lebih mapan. Para kade muda juga tak punya pengalaman dalam bidang pengambilan kebijakan.

“Mempunyai anggota muda bisa baik untuk aktivisme, tapi itu juga jadi tantangan dalam hal keberlanjutan dan arahan,” kata Wan Saiful.

“Dengan demikian, situasi yang ideal adalah memiliki kombinasi sehat antara anggota muda dan yang lebih tua.”

sumber: Cnnindonesia.com