Tuesday, 21 April 2026
Home Blog Page 8717

Siang Ini, Zohri Diterima Jokowi di Istana Bogor

BOGOR DAILY Juara dunia Atletik U-20 yang digelar di Finlandia, Lalu Muhammad Zohri, telat tiba di tanah air. Banyak yang ramai-ramai memuji dan mengklaim berjasa atas prestasinya. Sambutan luar biasa juga diterima Zohri sesaat setelah tiba di tanah air, Rabu (18/7) dinihari. Pemerintah pun mengapresiasi prestasi remaja 18 tahun tersebut. Menurut rencana, siang ini Presiden Joko Widodo mengundang Zohri untuk datang ke Istana Bogor.

Hal ini dikatakan Menpora Imam Nahrawi saat menyambut Zohri di Bandara Soekarno Hatta, Banten. Setelah mengikuti serangkian acara penyambutan termasuk melayani beberapa pertanyaan wartawan dengan konfrensi pers,  Zohri bersama pelatih langsung melangkahkan kakinya menuju mobil bersama Dubes Indonesia untuk Finlandia Wiwiek Setyawati Firman, pelatih, dan pengurus PASI. Zohri satu mobil dengan Menpora menuju hotel Century Senayan, Jakarta.

“Sudah ya cukup, saya mau mengantarkan Zohri sampai ke hotel. Dia adalah pahlawan bagi bangsa ini, oleh karenanya saya ingin mengantarnya hingga hotel. Insyallah rencana hari ini akan diterima oleh Presiden Joko Widodo di Istana Bogor sekitar pukul 14.00 WIB,” kata Menpora.

Diketahui, Zohri menyabet gelar juara dunia lari 100 meter U-20 di Tampere, Finlandia, dengan catatan waktu 10,18 detik. Dia mengalahkan dua orang favorit juara asal AS yang masing-masing mencatatkan waktu 10,22 detik.

Heboh Pelaminan Tutup Jalur Kereta, Ini Faktanya

BOGOR DAILY –  Foto pesta pernikahan di atas rel kereta api menghebohkan media sosial. Sebab, terlihat ada lokomotif di seberang meja resepsi. Ini faktanya.

Foto yang beredar itu menunjukkan meja resepsi yang berdiri di atas rel kereta api, sementara terlihat lokomotif kereta melaju di depannya. Tak hanya itu, di foto lainnya, kursi pelaminan berdiri menutup rel kereta api itu. Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Agus Komarudin menuturkan peristiwa itu terjadi di daerah Yogyakarta. Agus menyebut peristiwa itu terjadi beberapa tahun yang lalu.

“Informasi bahwa kegiatan tersebut terjadi sudah beberapa tahun lalu. Untuk lokasinya itu di sekitar Balai Yasa (bengkel lokomotif) di Yogyakarta,” kata Kepala Humas PT KAI Agus Komarudin ketika dimintai konfirmasi, Senin (16/7/2018)

Agus menerangkan jalur rel kereta api itu buntu. Dia juga menambahkan jalur kereta itu sedang dalam perbaikan.

“Adapun penampakan lokomotif itu sedang parkir, sementara jalur yang digunakan oleh warga untuk kegiatan tersebut merupakan jalur buntu, dan tidak dilalui lokomotif yang akan dan sedang proses perbaikan atau perawatan,” paparnya.

Meski jalur itu sedang tidak digunakan, Agus tetap melarang warga beraktivitas di atas rel kereta api. Sebab, hal itu membahayakan.  “Setelah ada kegiatan tersebut, beberapa waktu lalu sudah diimbau tidak melakukan aktivitas apa pun di atas jalur kereta api. Meskipun jalur tersebut tidak dilalui kereta api atau buntu,” tuturnya.

sumber: Detik.com

Kapolres Sebut Tawuran Hal Biasa

BOGOR DAILY Tawuran antarkelompok remaja kerap terjadi di Kota Bogor, Jawa Barat. Hampir setiap akhir pekan, terutama jelang tengah malam hingga dini hari, polisi kerap menerima laporan aksi tawuran tersebut.

Minggu (15/7/2018) dini hari misalnya, terdapat lima kejadian kasus tawuran antarkelompok remaja. Empat di antaranya berhasil dicegah aparat kepolisian sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

Akan tetapi, tawuran dua kelompok remaja di Jalan Ahmad Yani pecah hingga menimbulkan jatuhnya korban jiwa.

Raihan Ilham Febriansyah (18), pelajar SMA YPHB Kota Bogor tewas dibacok sekelompok remaja usai nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2018 bersama teman-temannya.

Namun begitu, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya menganggap kasus tawuran antarkelompok remaja hal yang biasa terjadi di Kota Hujan.

“Sebetulnya di hari yang sama ada lima kejadian. Empat lokasi berhasil dicegah. Kejadian ini sudah hal biasa, jadi tidak perlu dibesar-besarkan,” kata Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya, kepada wartawan, Senin (16/7/2018).

Ulung mengaku, sudah banyak tindakan yang dilakukan aparat kepolisian, meski tawuran masih saja kerap terjadi.

“Ya kita sudah lakukan pencegahan dengan patroli. Pencegahan yang efektif ya media gencar sosialisasikan imbauan ini,” ujar Ulung.

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Agah Sanjaya mengatakan ada beberapa titik lokasi yang rawan dijadikan tempat tawuran antar remaja. Di antaranya di Jalan Baru, Bale Binarum, Jalan Ahmad Yani, Gang Aut, Taman Heulang, dan kawasan Bogor Nirwarna Residence.

“Mereka kan mobile, bergerombol konvoi pake motor. Ketemu kelompok lain langsung tawuran. Ini yang membuat kami kesulitan lakukan pencegahan,” kata dia.

sumber: Liputan.com

Waspada!Jambret Berpistol Berkeliaran di Bogor

BOGOR DAILY –  Setelah aksi pembacokan dengan senjata tajam, giliran jambret berpistol yang kembali meresahkan. Salah seorang anggita Dewan Kesenian Kota Bogor Kiki jadi korban penjambretan di Jalan Ir Djuanda.

Informasi yang dihimpun, aksi penjambretan terjadi sekitar pukul 01:30 wib. Saat itu korban tengah melintas di depan Hotel Salak. Tiba-tiba, ada sepeda motor yang memepet motor korban sambil menodongkan pistol.

“Pelaku menodongkan pistol waktu sudah mendapatkan HP apple, lalu motor pelaku meluncur ke arah jalan Gedong Sawah,”ujar Kiki.

Adapun ciri ciri pelaku yakni pengendaranya menggunakan helm salah satu operator ojek online.

“Dia pakai helm grab. Tapi saya lupa nomor plat nomornya. Ini harus disikapo karena bogor jadi makin rawan”tuturnya.

Sebelumnya aksi pembacokan terjadi di Jalan Ahmad Yani, Tanahsareal, Kota Bogor. Korban bernama Raihan  meninggal akibat mengalami luka parah. (bdn)

7 Pelaku Penyerangan yang Tewaskan Siswa YPHB Diburu

BOGOR DAILY- Polresta Bogor Kota masih mencari tujuh pelaku pengeroyokan yang menewaskan Raihan Febriansyah (18) pada Minggu (15/7) kemarin. Siswa kelas II SMA Yayasan Persaudaraan Haji Bogor (YPHB) itu mengalami luka sabetan celurit di bagian punggung dan tangan.

“Saat ini Satreskrim Polresta Bogor Kota masih melakukan penyelidikan. Hasil keterangan saksi, pelaku ada 7 orang,” kata Kapolresta Bogor Kota, Kombes Ulung Sampurna Jaya, Senin (16/7/2018).Raihan tewas setelah diserang sekelompok pemuda saat dalam perjalanan pulang usai nonton bareng Piala Dunia bersama teman-temannya. Raihan yang terkena sejumlah luka bacok di tubuhnya sempat menjalani perawatan intensif di ruang ICU RS PMI. Namun, dia meninggal pada Minggu (15/7).

“Korban dan teman-temannya sebelumnya sempat nobar di Bantarjati, kemudian mereka ke Bogor Permai. Kemudian ketika korban dan teman-temannya hendak kembali ke Bantarjati, di pertigaan Jalan Dadali berpapasan dengan kelompok pengendara motor lain, kemudian terjadilah perkelahian,” kata Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Agah Sonjaya.

Agah mengatakan korban mengalami luka akibat sabetan senjata tajam di punggung dan tangannya.

“Korban sempat dibawa ke RS PMI, namun kemudian meninggal dunia Minggu sore. Kita masih selidiki kasusnya, keterangan saksi masih kita dalami, untuk pelaku kita telusuri” terang Agah.

Terkait peristiwa ini, Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) mengimbau warga untuk tidak nongkrong hingga tengah malam. Pemkot Bogor bersama TNI/Polri akan membubarkan warga yang melewati batas waktu tersebut untuk menjaga keamanan dan ketertiban.

Selain itu, Wali Kota Bogor Bima Arya  mengatakan Disdik Kota Bogor juga akan meningkatkan pembinaan dan pendidikan terhadap pelajar di Kota Bogor. Muspida akan memberi penyuluhan kepada para siswa.

Sadis! Pedagang Sandal di Bogor Dibacok Penagih Utang

BOGOR DAILY Aksi pembacokan menimpa seorang pria penjual sandal dan sepatu bernama Misbah (43) di Kampung Dukuh Ciadeg, Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Minggu (15/7/2018).

Peristiwa terjadi sore hari ketika korban sedang bersantai di rumahnya. Misbah mengatakan bahwa saat itu datang segerombolan orang yang berniat menagih utang yang diduga orang suruhan dari pria berinisial IR.

Mereka, kata dia, menagih uang sebesar Rp 6 juta atau Rp 5 juta.”Saya bilang, barang (usaha) belum ada hasil, kalau ada hasil pasti saya bayar, ini kan juga terpaksa saya usaha lagi merosot banget,” kata Misbah, Senin (16/8/2018).

Karena harapan para penagih utang tidak terpenuhi karena Misbah belum punya cukup uang, ia pun dianiaya.

Salah satu dari mereka, lanjut Misbah, mendekati sebuah motor lalu mengambil senjata tajam sejenis golok di bawah jok motor yang mereka bawa.

“Sesudah minta Rp 5 juta sama Rp 6 juta gak berhasil, saya ngomong gak punya duit, dia ngambil kunci (motor). Prasangka saya mau lapor ke IR, padahal ngambil golok dari bawah jok,” kata Misbah.

Saat itu, Misbah mengaku bahwa dirinya sempat akan melawan namun ia terlanjur mendapat luka serius.

Beruntung nyawa Misbah masih tertolong. Namun, ia mengalami luka parah di bagian pipi kiri dan bagian kepala. Ia juga mengaku bahwa pihaknya sudah melaporkan kejadian tersebut kepada polisi.

sumber: Tribunnewsbogor.com

KPK Sita CCTV Hingga Dokumen PLTU Riau-1

BOGOR DAILY –KPK melakukan penggeledahan di tiga lokasi terkait kasus dugaan suap dalam proyek PLTU Riau-1. Dari penggeledahan itu, KPK menyita dokumen hingga rekaman CCTV.

“Cukup banyak dokumen terkait Riau-1 yang kami temukan. Termasuk dokumen yang menjelaskan skema kerja sama sejumlah pihak di kasus ini. Ada juga barang bukti elektronik yang diamankan, di antaranya CCTV dan alat komunikasi,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Senin (16/7/2018).

Namun, Febri enggan menyebut dari lokasi mana barang bukti yang disita KPK itu berasal. Menurutnya, saat ini penggeledahan di beberapa tempat masih berlangsung.
“(Dari) salah satu lokasi. Belum bisa kami sampaikan. Karena penggeledahan masih berjalan di sebagian tempat sampai dengan menjelang dini hari ini, itu informasi awal yang kami bisa sampaikan,” tuturnya.

Ia mengatakan penggeledahan yang masih berlangsung saat ini adalah di Kantor PLN dan Kantor PJB Indonesia Power. Sementara, penggeledahan di ruang kerja Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih telah selesai.

“Ruang kerja EMS (Eni Maulani Saragih) telah selesai. (Penggeledahan di Kantor) PLN dan PJB tadi masih berlangsung. Untuk lokasi PJB, Dirut baru saja sampai di lokasi,” tuturnya.

“Sekali lagi, kami harap semua pihak koperatif,” imbuhnya.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dan pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo sebagai tersangka. KPK menduga Eni menerima keseluruhan Rp 4,5 miliar dari Johannes untuk memuluskan proses penandatanganan kerja sama terkait pembangunan PLTU Riau-1. Johannes merupakan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited.

KPK sendiri telah mengamankan Rp 500 juta yang diduga merupakan pemberian keempat kepada Eni. Pemberian pertama Eni diduga pada Desember 2017 sebesar Rp 2 miliar, pemberian kedua pada Maret 2018 sebesar Rp 2 miliar, dan pemberian ketiga 8 Juni 2018 sebesar Rp 300 juta. Ada dugaan pemberian tersebut melalui staf dan keluarga Eni.

Soal Polisi Tendang Ibu-ibu,Begini Kemarahan Tito Karnavian

BOGOR DAILY –Kapolri Jenderal Tito Karnavian marah besar atas tindakan AKBP M Yusuf  karena menendang dan memukul ibu serta bocah komplotan pencuri di minimarket miliknya. Tito meminta budaya arogansi dihilangkan.

“Bagaimanapun, orang yang sudah menyerah, tidak mengancam keselamatan petugas dan orang lain, itu tidak boleh dilakukan kekerasan. Itu prinsipnya (program) Promoter. Juga sama hilangkan budaya arogansi, jangan sok-sok petugas kemudian pada pelaku kejahatan begitu,” kata Tito.

Pemukulan itu berawal dari kasus pencurian yang tertangkap tangan pada Rabu (11/7) pukul 19.00 WIB. Rekaman pemukulan itu kemudian viral. AKBP lalu dicopot dari jabatan Kasubdit Kilas Ditpamobvit Polda Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (13/7).

Tito melarang anggotanya berperilaku agresif dan melakukan kekerasan berlebihan kepada pelaku kejahatan. Apalagi jika pelaku sudah menyerah dan tidak berdaya.

“Budaya kekerasan juga tidak boleh. Agresif ini juga harus ditekan. Ini kekerasan eksesif. Orang sudah nggak berbuat apa-apa ditendang. Eksesif itu! Maka saya mengambil tindakan tegas, yaitu mencopot yang bersangkutan, nonjob,” terang Tito.

Tito menyampaikan akan memberi sanksi kode etik kepada AKBP Yusuf selain mencopot jabatannya. Dia berharap sanksi tegas yang diberikan kepada AKBP Yusuf dapat menjadi pelajaran bagi anggota Polri lainnya.

“Kalau ada ibu-ibu yang sudah menyerah, yang mungkin dia mengutil karena lapar gitu ya, tidak usah berlebihan, tidak usah dilakukan kekerasan,” ujarnya.

Polisi menyebut AKBP Yusuf memukul Desy, ibu-ibu pencuri itu, karena tersulut emosi. Sebab, Desy hanya menjawab tidak tahu dan mengaku tidak punya KTP.

Desy kemudian disidangkan di Pengadilan Negeri Pangkalpinang, Jumat (13/7). Dia terbukti melakukan pencurian dan divonis hukuman percobaan 3 bulan.

sumber: Detik.com

Cegah Tawuran, Jam Malam Diberlakukan Khusus Pelajar

BOGOR DAILY –Pemerintah Kota Bogor dan aparat penegak hukum setempat sepakat membatasi aktivitas masyarakat di luar ruangan setelah pukul 23.00 WIB. Kebijakan tersebut menyusul peristiwa perkelahian remaja pada malam hari hingga menyebabkan korban jiwa pekan lalu.

Terkait itu, Walikota Bogor Bima Arya mengaku akan membuat surat himbauan kepada pemerintah dan aparat di wilayahnya. “Kepada warga Bogor terutama anak-anak muda ini, untuk tidak nongkrong, kumpul-kumpul di atas jam sebelas malam. Kami akan bubarkan,” katanya di Markas Polisi Resor Kota Bogor, Senin 16 Juli 2018.

Pembatas itu menurut Bima hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban umum. Ia juga mengintruksikan Dinas Pendidikan meningkatkan pembinaan terhadap para pelajar di setiap sekolah untuk menghindari perkelahian antar kelompok.

Beberapa perkelahian antar kelompok remaja terjadi pada Minggu 15 Juli 2018 malam. Dari lima kejadian di lokasi berbeda, satu di antaranya menimbulkan korban jiwa seorang pelajar bernama Raihan Ilham Febriansyah (18). Ia tak tertolong setelah mendapat beberapa bacokan di tubuhnya.

Awalnya, ia mendapat informasi yang bersangkutan adalah korban pembegalan. Namun menurut informasi dari kepolisian, korban ternyata terlibat perkelahian antar kelompok yang diduga dilakukan secara spontan saat bertemu di sekitar Jalan Ahmad Yani.

Selama ini, Bima melihat banyak di antara remaja berkumpul di taman, perempatan jalan dan tempat umum hingga larut malam. “Banyak sekali peristiwa (perkelahian) terjadi karena nongkrong-nongkrong, saling lihat tidak ada persoalan apa-apa tapi kemudian terjadi konflik,” kata Bima.

Penyelidikan

Penyebab perkelahian itu pun diakui Kepala Polresta Bogor Komisaris Besar Ulung Sampurna Jaya. Menurut dia, perkelahian serupa hampir terjadi setiap malam akhir pekan di Kota Bogor meski pun aparat kepolisian rutin melakukan patroli di wilayahnya.

Terkait kasus perkelahian yang menewaskan Raihan, jajaran kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pencarian pelaku. Menurut keterangan para saksi diketahui kelompok dari pihak korban berjumlah sekitar 14 orang mengendarai tujuh sepeda motor, sedangkan lawannya berjumlah tujuh orang saja.

Keterangan para saksi juga menegaskan kejadian tersebut bukan pembegalan, melainkan perkelahian. “Kami menganggap ini bukan pembegalan karena tidak ada barang milik korban yang diambil pelaku,” kata Ulung. Menurutnya, para pelaku membawa senjata tajam untuk menyerang lawan mereka.

Lebih lanjut, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bogor Komisaris Agah Sonjaya menceritakan kronologi korban dan kelompoknya saat itu dalam perjalanan pulang dari acara nonton bareng pertandingan Piala Dunia 2018 di beberapa tempat. Jajarannya diakui masih mencari motif pembunuhan tersebut.

“Namun kata saksi, mereka itu sebenarnya bisa saling menghindar tapi mereka (memilih) saling bertemu,” kata Agah. Berdasarkan keterangan saksi, pelaku yang membawa senjata tajam diketahui hanya satu orang. Pembawa senjata diduga melukai sebanyak dua kali pada bagian tubuh hingga menewaskan korban.***

sumber: Pikiran Rakyat

Begini Kabar Istri Terduga Teroris di Cilodong

Bogor Daily- Ketua RW 09 Kelurahan Sukamaju, Cilodong, Samsudin (57) mengatakan seluruh kegiatan yang dilakukan terduga teroris yang berada di lingkunganya sudah berhenti. Kegiatan kelompok terduga teroris tersebut diketahui kerap kali melakukan kumpul bersama, melakukan pengajian dan menggelar bazar murah.

Selain itu kelima istri terduga teroris kini juga sudah terlihat sudah mulau membaur beraktivitas seperti biasa.

“Istri-istrinya masih ada, mereka sudah mulai beraktivitas seperti biasa. Jadi keluar rumah untuk belanja seperti biasa saja, enggak ada yang berbeda. Cuman kegiatan kelompoknya saja yang berhenti,” kata Samsudin di Cilodong, Depok, Senin (16/7/2018).

Pasca penangkapan satu pekan lalu, tidak satupun dari mereka para istri terduga teroris yang menanyakan kabar dan nasib para suaminya kepada pihak RW atau warga sekitar.

“Kalau lagi keluar mereka saling tegur seperti biasa saja dengan warga. Cuman sekedar ngobrol, tapi enggak ngobrol tentang suaminya,” lanjutnya.

Menurut Samsudin, jika tidak ada perbedaan perilaku dari pihak keluarga. Dirinya juga menilai tidak ada raut cemas atau takut dari kelima istri terduga teroris yang tergabung dalam satu kelompok itu.

“Menurut saya sih enggak enggak tampak sedih atau takut biasa saja. Kalau ketemu saya atau warga lain cuman negur biasa saja, enggak berubah lah. Waktu awal penangkapan sih mereka emang enggak mau keluar, tapi sekarang sudah mau keluar,” pungkasnya.

Diketahui, kelima terduga teroris Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri dikabarkan telah mengamankan terduga teroris di RT 02 dan 04 RW 09 Kelurahan Sukamaju, Cilodong, Depok. Pada senin (9/7/2018) kemarin. Dari sebelumnya di kabarkan dua orang ternyata saat ini dikabarkan sudah menjadi 5 orang terduga teroris.

Mereka yakni bernama, Lukman asal Sukabumi berprofesi penjual mie ayam, alamat Jalan H Ipit, RT002/009, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong. Ditangkap Densus 88 sekitar pukul 16.30, di rumah Masruki,

Masruki asal Jawa Tengah, profesi guru gaji, alamat Jalan H Ipit, RT004/009, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong. Ditangkap Densus 88 sekitar pukul 16.30, dirumahnya, Supriyadi Jawa Tengah, profesi penjual air minum, alamat Jalan H Ipit, RT002/009, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong. Ditangkap Densus 88 sekitar pukul 16.30, di Jalan Raya Bogor,

Soni asal Sukabumi, profesi buruh pabrik, alamat Jalan H Ipit, RT004/009, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong. Ditangkap Densus 88 sekitar pukul 16.30, di Jalan Raya Bogor, dan Roy Marten asal Depok, profesi buruh pabrik, Jalan H Ipit, RT004/009, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong. Ditangkap Densus 88 sekitar pukul 16.30, di Jalan Raya Bogor.