Wednesday, 22 April 2026
Home Blog Page 8730

Yuk, Cek Kesehatan Rutin Setiap Bulan

BOGOR DAILY – Masyarakat hendaknya setiap bulan senantiasa  melakukan cek kesehatan rutin seperti periksa berat badan, tensi, kadar gula atau pun kolesterol.

Cek kesehatan tidak hanya pada saat sakit saja,  tapi pada saat sehat pun,  cek kesehatan juga perlu dilakukan.

Demikian dikemukakan Kepala Seksi PTM,  Dinas Kesehatan Kota Bogor,  Drg. Firy Triyanti,  MKes kepada Bogornews. com usai Workshop Pencegahan dan Pengendalian (P2) Penyakit Degeneratif bagi Dokter Fungsional dan Penanggung Jawab (PJ) Penyakit Tidak Menular (PTM) Puskesmas se-Kota Bogor, tempat Salak Tower Hotel Kota Bogor, Rabu (04/07/2018).

“Cek kesehatan penting dilakukan sebulan sekali untuk mendeteksi secara dini penyakit yang ada dalam tubuh agar tidak menjalar menjadi lebih parah, “ujar Firy Triyanti.

Dinkes Kota Bogor,  lanjutnya, menyediakan sekitar 340 lebih
Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular ( Posbindu PTM) yang tersebar di seluruh Kota Bogor.

“Warga Kota Bogor bisa memanfaatkan Posbindu PTM yang ada. Dengan memeriksakan kesehatan, diharapkan petugas Puskesmas bisa menemukan pasien yang memiliki penyakit tidak menular yang masih dalam fase awal. “

“Jika penyakitnya masih fase awal, pronosa kesembuhan akan menjadi lebih tinggi dibandingkan pasien yang menginap penyakit cukup lama,” imbuhnya lagi.

Dalam Workshop yang digelar dua hari tersebut (4-5 Juli 2018), diikuti oleh perwakilan dari 25 puskesmas. Dimana setiap Puskesmas mengirimkan seorang dokter dan perawat PJ PTM.

Ada pun materi yang diberikan selama Workshop meliputi tindakan promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif dan variatif.
Diharapkan Workshop ini dapat meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan wawasan dari para dokter dan perawat yang ada di Puskesmas (adv)

PN Bogor Diserbu Bacaleg

BOGOR DAILY-Sejak dua pekan lalu, atau pasca cuti bersama libur lebaran, Pengadilan Negeri (PN) Kelas IIB Bogor terus dibanjiri Bakal Calon Legialatif (Bacaleg) dari berbagai partai untuk mengajukan surat keterangan tidak pernah dipidana. Surat keterangan ini dibutuhkan sebagai syarat mendaftar menjadi caleg pada Pileg 2019.

Banyaknya Bacaleg yang mengajukan surat keterangan tidak pernah dipidana membuat ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) PN Bogor penuh sesak. Beberapa Bacaleg bahkan mencari ruang-ruang terbuka dan kosong di PN Bogor untuk melengkapi berkas dan mengisi formulir.

“Ya betul, kawan-kawan ini mau mengajukan surat keterangan tidak pernah dipidana. Kita dari (Partai) Demokrat, jumlah Bacaleg dari kami ada 50 orang. Semuanya masih melakukan proses pelengkapan persyaratan. Setelah ini diserahkan ke KPU (mendaftar),” kata Dodi Setiawan, Ketua DPC Partai Demokrat ditemui di PN Bogor, Rabu (4/7/2018).

Petugas Bagian Kepaniteraan Muda Pidana PN Kelas IIB Bogor, I Gede Renasa, mengatakan para Bacaleg sebenarnya sudah mulai datang sejak Bulan april. Hanya saja jumlah perharinya masih sedikit, kadang lima atau enam orang perhari. Namun kemudian terjadi peningkatan terjadi pasca libur cuti lebaran.

“Beberapa hari terakhir ini atau sejak pasca libur lebaran memang ada peningkatan, mungkin karena mereka punya batas waktu pendaftaran kali yah. Untuk hari ini ada seratusan orang, yah rata-rata perhari seratusan orang yang datang,” kata Renasa ditemui Rabu (4/7/2018).

Renasa menyebut, peningkatan Bacaleg yang mengajukan surat keterangan tidak pernah dipidana membuat petugas di Bagian Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) semakin sibuk.

“Karena kan tidak cuma melayani Bacaleg, ada masyarakat yang ingin mengajukan surat keterangan serupa untuk keperluan lain, ada juga yang ingin mengajukan pelimpahan berkas dan lain-lain. Solusinya, supaya pelayanan tetap maksimal ada beberapa pegawai di bagian lain yang diperbantukan di PTSP,” katanya.

“Saya sendiri sebenarnya bukan bertugas di bagian ini, saya di Panitera Pidana Umum, tapi sementara ini diperbantukan disini. Karena semua berkas Bacaleg kan harus diperiksa, mulai dari validitas dan kelengkapannya,” imbuhnya.

Rayakan Kemenangan Bima-Dedie, PAN Potong Tumpeng

BOGOR DAILY-Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Bogor gelar halal bihalal disertai syukuran atas kemenangan pasangan calon Walikota/Wakil Walikota yang di usungnya yakni Bima Arya dan Dedie Rachim (BADRA) yang bertempat di Rumah PAN jalan Ciwaringin II no.3, Bogor Tengah, Kota Bogor. Selasa (03/7/18) malam.

Ketua DPD PAN Kota Bogor, Safrudin Bima mengatakan kegiatan ini adalah bentuk syukur PAN setelah berjuang memenangkan Badra bersama koalisi dan semua relawan.

“Semua keluarga besar PAN berkumpul disini mulai dari DPD sampai ke ranting bahkan berbagai kader dan relawan bersyukur atas kemenangan BADRA dalam pilwalkot 2018, karena tidak ada sebuah perjuangan tanpa ridho dan keputusan dari Allah SWT. Ikhtiar kita ini alhamdulillah telah tercapai maka satu hal yang tidak bisa kita tinggal yaitu rasa syukur,” kata Safrudin Bima.

Menurut Safrudin, kedua kegiatan ini di gunakan untuk arena kosolidasi PAN untuk saling bersentuhan hati, saling mencairkan jiwa idealnya sebuah keluarga.

“Memang sejak idul fitri DPD PAN belum mengadakan halal bihalal dan ini adalah momentum untuk kosolidasi kader PAN Kota Bogor agar bisa saling bersentuhan hati, saling mencairkan jiwa bagaimana idealnya sebuah keluarga yang terbangun tidak hanya formalistik tetapi juga ada susasana keteduhan, kenyamanan, kebersamaan dalam bingkai perjuangan itu sendiri,” katanya.

Setelah memenangkan BADRA dalam Pilkada 2018, Safrudin menuturkan pilkada kemarin merupakan salah satu isyarat buat PAN untuk mengarahkan penguatan dukungan, tetapi tidak semua titik akan menjadi orientasi PAN.

Dokter Nyatakan Nining Positif Depresi

BOGOR DAILY-Dokter spesialis kejiwaan memvonis Nining Sunarsih (52) perempuan yang dikabarkan hilang tenggelam 1,5 tahun lalu itu mengalami depresi berat dan gangguan psikosis. Hal itu masuk kategori gangguan kejiwaan.

“Kondisi depresi berat dan gangguan psikosis masuk ke ranah gangguan kejiwaan. Bagaimana bisa seperti itu? Kami melihatnya sisi logis berdasarkan medis, bukan sisi alam gaib seperti ramai di luaran,” tutur dokter spesialis jiwa RSUD R Syamsudin, Tommy Hermansyah di RSUD R Syamsudin, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (4/7/2018).

“Kondisi depresi berat bisa terjadi ketika orang dalam tekanan keadaan. Kalau menurut saya bila informasi benar ibu ini hilang 1,5 tahun, bu Nining ini berhasil survive lalu terdampar di suatu tempat. Selama itu dia makan sendiri, ngomong sendiri dan lain sebagainya,” tutur Tommy menambahkan

Nining bikin geger. Perempuan tersebut dilaporkan hilang akibat tenggelam di laut Pelabuhanratu Sukabumi pada Januari 2017. Setelah 1,5 tahun kemudian, Nining pulang diantar keluarganya. Pihak keluarga mengaku menemukan Nining dalam keadaan selamat di Palabuhanratu, Minggu 1 Juli 2018. Keluarga menyebut busana yang dipakai Nining masih sama saat dikabarkan tenggelam.

Cerita hilangnya Nining selama ini masih menjadi misteri. Polisi turun tangan menyelidiki kisah tersebut.Tommy mengaku pernah menangani orang yang kondisinya sama seperti Nining. Bedanya, sebelum menjalani pengobatan, orang tersebut mendapat kekerasan dari lingkungannya lalu kabur ke hutan selama empat tahun.

“Pasien masuk dalam keadaan depresi berat, setelah menjalani perawatan akhirnya dia pulih dan bisa menceritakan apa yang dia alami selama empat tahun tersebut. Nah kami berharap kondisi serupa yang terjadi pada Bu Nining, beliau pulih dan bisa menceritakan kisah yang sebenarnya,” ujar Tommy.

Selain cerita bertahan hidup di suatu tempat, kemungkinan lain yang bisa mengakibatkan depresi berat adalah tekanan pekerjaan. Jika seseorang bekerja di suatu tempat kemudian mendapat tekanan secara berulang maka bisa mengalami gejala yang sama.

“Gejala depresi berat itu beragam, ada yang ringan, sedang dan berat. Seperti yang tadi saya ungkap, ada yang bisa sembuh dari awalnya diam saja kemudian bisa berkomunikasi dan mengenali kembali lingkungannya,” katanya.

Tommy memastikan Nining dalam kondisi sehat sebelum mengalami kejadian tersebut, hal ini berdasarkan kepada catatan riwayat medis yang ada di rumah sakit.

“Tidak ada catatan beliau pernah dirawat soal gangguan kejiwaan,” ucap Tommy.

Warga Caringin Jamu Jokowi dengan Bubur Kacang

BOGOR DAILY- Memasuki wilayah Desa Tangkil, Caringin, Kabupaten Bogor, warga berkumpul di pinggir jalan bersiap menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden World Bank Jim Yong Kim.

Sambutan hangat juga disiapkan para Kader Posyandu desa Tingkil. Salah seorang kader mengaku senang dan antusias mendengar rencana kedatangan Jokowi.

Lani Dwi Handayani, Kader Posyandu Kenanga 3 Desa Tangkil, mengaku mendengar rencana kedatangan Jokowi dan Kim dua minggu lalu. “Ya senang, tapi lumayan jadi sibuk,” katanya

Para kader menyiapkan ragam menu makanan yang biasa disajikan saat posyandu beroperasi. Menurut Lani, seluruh kader posyandu di Desa Tangkil yang berjumlah 60 orang gotong royong menyiapkan blusukan Jokowi dan Kim. “Kacang hijaunya cuma pakai gula merah, sehat. Semoga nanti Pak Presiden mau meminumnya,” tambahnya.

Sementara itu, Kader Posyandu Kenanga 5 Desa Tangkil Ayi Najiyah mengatakan setiap posyandu diisi 5 kader. “Karena ada kunjungan kader satu desa menyiapkan semuanya,” ungkapnya.

Berdasarkan pantauan Bisnis, ibu dengan para balita sudah memenuhi lokasi blusukan sejak pukul 09.30 WIB. Di desa Tangkil, terdapat 828 balita yang terdiri dari 176 bayi berusia 0-1 tahun

Sebelum blusukan ke Desa Tangkil, Jokowi dan Kim melakukan courtessy call di Istana Kepresidenan Bogor. Presiden mengungkapkan masalah ‘stunting’ menjadi isu penting bagi Indonesia, sehingga perlu terobosan untuk melawan pengerdilan masa kanak-kanak tersebut.

Hal itu disampaikan Jokowi saat menerima Presiden World Bank Jim Yong Kim di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (4/7/2018) pagi. Jokowi mengajak Kim untuk berdiskusi tentang cara-cara praktis yang dapat digunakan untuk melawan stunting. Beragam aspek akan dibahas, baik dari aspek teknologi, peran swasta dan perjuangan masyarakat melawan kondisi gizi kronis tersebut.

Prakk.., Jendela KRL Jatinegara-Bogor Dilempar Batu

BOGOR DAILY– Aksi pelemparan batu terjadi di Kereta Rel Listrik ( KRL) rute Jatinegara- Bogor pada Senin (2/7/2018). Kejadian tersebut menyebabkan kaca KRL berlubang. VP Corporate Communication PT KCI Eva Chairunisa menyebutkan, kejadian tersebut terjadi di antara perlintasan Duri-Tangerang. “KRL mengalami kerusakan di bagian kaca, dan (terjadi) hambatan pelayanan karena KRL tersebut harus langsung dikembalikan ke Dipo untuk proses penggantian kaca,” kata Eva.

Namun, petugas tidak menemukan pelaku setelah melakukan penyisiran di lokasi kejadian. Tak ada korban luka dalam kejadian ini. “Batunya enggak terlalu besar. Tapi, karena efek KRL jalan kencang, jadi pada saat terkena kaca dampaknya cukup besar,” ujar Eva.

Eva mengatakan, kejadian pelemparan batu ke jendela kereta sudah beberapa kali terjadi. Pihaknya menduga, pelakunya adalah anak-anak. “Biasanya, yang sudah-sudah tertangkap, pelakunya anak-anak. Motifnya iseng,” kata dia.

Dari kejadian ini, Eva berharap masyarakat dan pengguna jasa bisa diajak bekerja sama untuk menjaga keselamatan dan keamanan perjalanan KRL, agar tidak lagi terjadi aksi vandalisme. Kasus pelemparan batu ke KRL ini menjadi perbincangan warganet, setelah foto kaca KRL yang pecah itu diunggah akun @VostokFoxtrot. Dari foto yang diunggah, nampak kaca pintu KRL yang terkena lemparan berlubang cukup besar. Kaca di sekitar lubang juga nampak retak.

Pemkot Bogor Kucurkan Rp14,7 Miliar untuk Jalan Surken

BOGOR DAILY-Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kini fokus dalam penataan wilayah Pasar Bogor hingga sepanjang Jalan Suryakencana. Rencana revitalisasi bangunan mal Plaza Bogor menjadi pasar tradisional tengah digodok pemkot, sejalan dengan peningkatan kualitas jalan dan pedestrian di sepanjang Jalan Suryakencana, yang dikenal sebagai ‘kampung cina’-nya Kota Hujan.

 “Tahun ini jalanan Surken kan mau diperbaiki. Sudah dianggarkan di APBD 2018 sekitar Rp14,7 miliar. Namun idealnya pedagang-pedagang yang biasa jualan diluar pasar dan trotoar sepanjang jalan Surken, relokasi dulu, baru perbaiki jalan. Sebab kalau PKL belum masuk, ya percuma juga membenahi jalan dan pedestriannya,” kata Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, saat ditemui Metropolitan.

Menurut suami Yane Ardian itu, lebih baik menunggu hingga persoalan PKL Jalan Suryakencana selesai, baru melakukan peningkatan kualitas jalan dan pedestrian Surken. Lebih efektif bila konsep besarnya sudah siap. “Jadi PKL yang malam-malam di Surken itu sudah tahu dulu skenarionya masuk ke mana aja. Ketika sudah masuk semua, baru diaspal. Kami pastikan drainasenya rapi, pesdestriannya juga. Jadi tahun depan sudah mulus sampai gang aut,” ucapnya.

Dia berkaca pada pengalaman saat membangun Lawangsalapan dan penataan wilayah Otista beberapa tahun lalu yang memerlukan timing. Penataan diatas jalan dengan perbaikan jalan itu sendiri harus sinkron. Dulu pembangunan Lawangsalapan dari Kota Pusaka, sedangkan pedestrian dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Kalau keduanya tidak sinkron, pasti bertabrakan.

“Ketika Jalan Otista dilebarkan, kalau waktu itu pedagangnya belum bergeser mah percuma. Tinggal sekarang PD Pasar, Dinas PUPR, dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dibicarakan, mana yang akan dibangun, mana yang akan dimasukkin. Misal kalau mencontoh Korea Selatan kan dibuatkan kios-kios kecil, misal pedestrian akan seperti itu nantinya. Jadi kami minta didata dulu mana yang udah lama, mana yang bisa dibuatkan kios kios kecil,” ujarnya.

Maka kepastian Plaza Bogor kedepannya menjadi penting, apakah memperpanjang sewa Ramayana atau tidak. Sebab, keberadaan tenant besar tersebut diyakini salah satu yang membuat Plaza Bogor tetap ramai hingga sekarang. Ada usulan dibuatkan tempat parkir saja, Ramayana serta Jogja tidak perlu diberi perpanjangan masa sewa. “Tapi masalahnya kios-kios didalam mau kemana. beberapa pedagang ternyata masih minta. Karena justru Jogja dan Ramayana-lah yang membuat ramai. Kalau tidak ada, mungkin kios-kios di situ sepi. Jadi ini masih dikuatkan dulu konsepnya. Intinya ingin mengurangi beban di situ. Jadi orang yang mau ke Kebun Raya Bogor, singgah di situ,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Bogor Chusnul Rozaqi pernah menyebut, perbaikan Jalan Suryakencana nantinya didesain menyerupai jalanan di Braga, Kota Bandung. Dimana material jalan bukan hanya aspal, tetapi paving blok. “Rencananya seperti itu,” singkatnya.

Tahun ini, pemkot berencana membangun empat megaproyek senilai Rp27 miliar untuk pembangunan jalan yang rencananya bakal dilebarkan. Diantaranya peningkatan Jalan Raya Surya Kencana sebesar Rp14.799.330.000, lalu peningkatan Jalan Raya Merdeka Rp6.558.740.000, kemudian peningkatan Jalan Warungbandrek Rp2.887.500.000 dan terakhir peningkatan Jalan Sindangbarang Jero Rp2.766.560.000. Untuk peningkatan jalan di Suryakencana melalui dana APBD. Sedangkan yang lainnya melalui DAK.

Tinggal di Gubug Reot, Begini Kisah Warga Megamendung

BOGOR DAILY- Adalah Entong Sugiri (50) dan Ewon (49) sepasang suami istri yang diketahui memiliki delapan (8) orang anak yang masih relatif kecil, tinggal di gubug reot yang nyaris ambruk di Kampung Coblong, RT 1 RW 01, Desa Sukakarya, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

Akibat lemahnya faktor ekonomi, Entong dan keluarga terpaksa menghuni gubug tersebut kurang lebih tujuh (7) tahun. Kepada Infodesaku, Ia dan istrinya berkeluh kesah mengenai keadaannya.

“Sebenarnya anak saya semuanya berjumlah 12 orang, yang tinggal disini ada 8 orang anak karena yang 4 orang mah sudah misah (ngontrak) masih sekitar sini. Kurang lebih sudah 7 tahun kita tinggal di gubug ini, tetapi sudah pada rusak,” tutur Ewon, Ibu dari 12 orang anak.

Saat disinggung terkait bantuan, dirinya mengaku dari pihak pemerintah belum ada. “Waktu bulan puasa kita pernah dapat sumbangan dari Perusahaan Carvil, itupun sudah habis untuk kebutuhan sehari-hari dan menghadapi Lebaran,” ungkapnya.

Ewon dan Suami serta ke delapan anaknya berharap kepada Pemerintah Kabupaten Bogor kiranya mau memperhatikan nasib keluarganya. Sementara itu E. Kosasih, tetangga Entong yang juga warga Kampung Coblong RT 1 RW 01 Desa Sukakarya, mengaku prihatin dengan kondisi keluarga Ewon.

“Untuk bertahan hidup sehari-harinya Bu Ewon suka keliling Kampung menjajakan barang dagangan tetangga seperti rangginang dan lain-lainnya. Saya berharap semoga ada kebaikan dan perhatian dari Pemerintah baik Desa, Kecamatan maupun Pemerintah Kabupaten Bogor ini terhadap warga masyarakat yang jelas-jelas membutuhkan seperti mereka.” pungkasnya penuh harap.

Elpiji 3 Kilo Non-Subsidi Mulai Dijual

BOGOR DAILY– PT Pertamina (Persero) melakukan uji pasar Elpiji 3 kilogram (kg) non subsidi hari ini. Produk dengan tabung warna pink fuschia ini dilepas di dua kota yakni Jakarta dan Surabaya dengan total 5.000 tabung.

VP Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengatakan, Elpiji yang merupakan varian baru Bright Gas ini sebagai tindak lanjut dari market trial (uji pasar) Elpiji 3 kg non subsidi yang telah dilakukan pada November 2017 di Tangerang, Banten.

“Produk Bright Gas 3 kg ini memberikan alternatif pilihan bagi konsumen LPG non subsidi. Dengan adanya varian baru LPG non subsidi kemasan 3 kg, maka masyarakat mampu bisa mendapatkan lebih banyak pilihan LPG Bright Gas dalam berbagai kemasan yang melengkapi keseluruhan jenis Bright Gas Family yaitu kemasan 12 kg, 5,5 kg, 3 kg dan Can (220 gr),” kata Adiatma dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (3/7/2018).

Untuk di Jakarta, Bright Gas 3 kg akan tersedia di SPBU COCO Kuningan, SPBU COCO Pondok Indah, SPBU COCO MT Haryono, SPBU COCO Lenteng Agung.

Lalu, tersedia juga di Apartemen Baywalk Pluit, Apartemen Springhills Kemayoran, Apartemen Gading Nias Kelapa Gading, Apartemen Kalibata City, Apartemen Green Pramuka Rawamangun, Apartemen Mediterania Tanjung Duren, dan kawasan perumahan Pondok Indah Kebayoran Baru Jakarta. Sementara di Surabaya akan dijual di wilayah Pakuwon.

“Tentunya pemilihan lokasi penjualan kami sesuaikan dengan kondisi masyarakat yang ada, di mana kami juga melihat adanya kebutuhan masyarakat untuk menggunakan LPG non subsidi dengan kemasan lebih kecil dari 5,5 kg,” tambahnya.

Bright Gas 3 kg hadir dengan teknologi katup ganda (Double Spindle Valve System) yang lebih aman dalam mencegah kebocoran LPG. Serta, untuk menjaga kualitas dan kuantitas isi tabung, Bright Gas 3 kg juga dilengkapi dengan segel hologram yang tidak dapat dipalsukan. Jika konsumen menerima tabung dengan kondisi segel rusak agar segera dikembalikan ke lokasi penjualan.

sumber: Detik.com

Ada Presiden Bank Dunia di Istana Bogor

BOGOR DAILY– Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan kehormatan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/7/2018). Kim tiba di Istana Kepresidenan Bogor sekitar pukul 09.00 WIB.

Kepala Negara menyambut langsung kehadiran Kim. Keduanya pun langsung masuk ke dalam Istana Kepresidenan untuk membahas berbagai isu penting.

Jokowi dan Kim sama-sama menggunakan batik. Jokowi memakai batik berwarna cokelat dengan motif, sementara Kim memakai batik berwarna biru.

Jokowi dan Kim berbincang santai di beranda Istana Kepresidenan. Belum tahu apa saja yang dibahas oleh keduanya. Hingga saat ini pertemuan masih berlangsung.

Selepas pertemuan ini, Jokowi dan Kim akan memberikan pernyataan pers bersama. Jokowi dan Kim juga dijadwalkan akan blusukan ke Desa Tangkil, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Kepala Negara bersama Kim akan meninjau Pos Pelayanan Keluarga Berencana Kesehatan Terpadu (Posyandu) dan salah satu tempat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Setelah blusukan, Jokowi akan menjamu Kim di Restoran Bunga Rampai yang berada di dekat Kompleks Istana Kepresidenan Bogor.