Thursday, 23 April 2026
Home Blog Page 8736

Ini Kata Jaksa Soal Waktu Eksekusi Mati Aman Abdurrahman

BOGOR DAILY-Jaksa Penuntut Umum (JPU) di kasus Aman Abdurrahman, Mayasari menyatakan pihaknya akan segera mengeksekusi mati teroris di kasus Bom Thamrin itu. Namun, kejaksaan masih menunggu salinan putusan majelis hakim.

“Kita tunggu putusan lengkap dan membuat laporan ke pimpinan. Jika putusan sudah mempunyai kekuatan hukum tetap, maka yang bersangkutan dapat segera dieksekusi,” kata JPU Mayasari, seperti dilansir  detikcom, Jumat (29/6/2018).

Seperti diketahui, Aman dan pengacaranya tidak mengajukan banding terhadap vonis hukuman mati yang dijatuhkan padanya. Sementara itu putusan hakim sama dengan tuntutan jaksa, yakni hukuman mati.

Kuasa hukum Aman, Asludin Hatjani, mengatakan pihak keluarga Aman memintanya tidak mengajukan hak banding. Sebab menurutnya, keluarga yakin ajal telah ditentukan oleh Allah.

“Saya sebagai pengacara diminta oleh ustaz Oman untuk tak banding, keluarga sendiri hanya menyampaikan bahwa ajal itu sudah ditentukan oleh yang di atas, Allah SWT,” ujar Asludin dihubungi terpisah.

Jika putusan telah berkekuatan hukum tetap, maka nantinya Aman akan segera dieksekusi. Jaksa Agung HM Prasetyo sendiri sebelumnya mengatakan menyambut baik putusan tersebut karena sama dengan putusan JPU. Prasetyo menyebut jika Aman mengajukan banding, maka JPU juga harus banding untuk proses hukum selanjutnya. Namun jika tidak ada banding maka berkas akan dinyatakan berkekuatan hukum tetap.

“Kalau mereka banding ya kita akan banding, kita harus jalan. Karena kita punya asumsi siapa tahu nanti bisa sampai kasasi makanya kita harus ikuti terus apa yang menjadi manuver yang bersangkutan,” kata Prasetyo.

Kasus yang dilakukan Aman yaitu kasus Bom Thamrin. Kejadian itu terjadi pada Januari 2016. Meski Aman tidak ada di lokasi pengemboman, tapi Aman dinyatakan sebagai otak yang menggerakan para bomber tersebut. Kala itu, Aman mendekam di balik jeruji besi di LP Nusakambangan.

Aman Abdurrahman menurut majelis hakim terbukti menggerakkan teror bom Gereja Oikumene di Samarinda pada 13 November 2016; bom Thamrin pada Januari 2016; bom Kampung Melayu pada 24 Mei 2017; penusukan polisi di Sumut tanggal 25 Juni 2017 serta penembakan polisi di Bima pada 11 September 2017.

Bangkai KM Sinar Bangun ada di Kedalaman 450 Meter

BOGOR DAILY-Pencarian kapal KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba, Senin, 18 Juni 2018 lalu, menunjukkan perkembangan signifikan. Alat ROV ECA H1000 berhasil menemukan lokasi kapal tenggelam dan korban di dasar danau, pada Kamis 28 Juni 2018.

Dilansir INews, dalam video terlihat dengan jelas menunjukkan objek yang diduga KM Sinar Bangun dan juga sepeda motor yang diangkut menggunakan kapal tersebut.

Sebelumnya, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M Syaugi menyampaikan, pihaknya berhasil menemukan bangkai Kapal Motor (KM) Sinar Bangun yang tenggelam di dasar Danau Toba, Sumatera Utara, pada Minggu 24 Juni 2018 kemarin.

Menurut Syaugi, hasil Remotely Operated Underwater Vehicle (ROV) memperlihatkan objek KM Sinar Bangun dan korban berada di titik kordinat 02 derajat 47 menit 03,7203 detik, kemudian 98 derajat 46 menit 11,1499 detik east, dengan kedalaman kurang lebih 450 meter.

“Atas pertolongan Allah SWT, siang tadi kita diberikan perkembangan yang sangat signifikan untuk bisa melihat korban-korban tersebut dan barang-barang di kapal tersebut,” ungkap Syaugi di kantornya.

Syaugi melanjutkan, kini tim gabungan yang terdiri dari TNI kepolisian dan instansi lainnya masih berkoordinasi mencari cara untuk mengangkat bangkai dan para korban yang terjebak di kedalaman 450 meter tersebut.

“Kita masih memikirkan, karena kita belum punya alat untuk mengangkat dari kedalaman 450 meter, saya sudah tanya di rekan-rekan saya, tentang kejadian-kejadian sebelumnya itu kurang lebih di 100 meter,” pungkasnya.

Jokowi Ajak Mahatir Tanam Pohon di Istana Bogor

BOGOR DAILY-Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanam pohon perdamaian bersama Perdana Menteri Malaysia Malaysia Mahathir Mohamad di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Penanaman pohon dengan jenis Meranti itu dilakukan dalam rangkaian penyambutan Kepala Negara Malaysia tersebut. Dalam kesempatan itu, Mahathir menggunakan jas berwarna biru serta mengenakan dasi biru dan Jokowi mengenakan jas hitam‎ berdasi merah.

Upacara kenegaraan penyambutan Mahathir bersama istrinya Siti Hasmah Mohamad Ali itu dilakukan sekitar‎ pukul 10.10 WIB. Kehadiran Kepala Negara Malaysia itu langsung disambut oleh Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo.

Selanjutnya, Jokowi mengajak Mahathir untuk mengikuti upacara penyambutan, dan melakukan penandatanganan buku tamu. Dentuman meriam pun terdengar dalam upacara kenegaraan ini.

Mahathir bersama rombongan sebenarnya telah tiba di Tanah Air pada Kamis 28 Juni 2018 sekitar pukul 18.00 WIB. Dia tiba ke Indonesia melalui Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Kunjungan kenegaraan Mahathir ke Indonesia diketahui sebagai langkah perkenalan ke Presiden Jokowi lantaran baru kembali menjabat Perdana Menteri Malaysia.

sumber: Okezone

Oktober, Bima Arya Tata Ulang Pasar Bogor

BOGOR DAILY-Guna mengetahui kondisi terkini berikut berbagai permasalahannya, Wali Kota Bogor Bima Arya melakukan inspeksi mendadak (sidak) sekaligus memberikan arahan kepada jajaran direksi dan pegawai PD Pasar Pakuan Jaya di Pasar Baru Bogor, Jalan Suryakencana, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

“Saya minta update, karena ada beberapa persoalan yang harus diselesaikan seperti soal pajak, harapan dari pedagang. Tadi sudah dilaporkan (direksi) dan saya apresiasi. Koordinasi dengan pedagang baik, sudah ada beberapa kesepakatan, pembayaran pajak juga sudah. Itu yang pertama,” jelas Bima usai pengarahan di ruang rapat Kantor Unit Pasar Baru Bogor, Kamis (28/6).

Hal lainnya, lanjut Bima, selama dirinya cuti bahwa kawasan Pasar Bogor menjadi program utama. Yaitu soal rencana dan program Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang akan menata Pasar Bogor dan Kawasan Suryakencana yang akan segera berjalan.

Sebab, Oktober mendatang pusat perbelanjaan yang menempati bangunan Plaza Bogor akan habis masa sewanya. Nantinya, bekas area pusat perbelanjaan itu akan direvitalisasi. Selain akan mengakomodir para pedagang yang ada di sekitar Pasar Baru Bogor, ke depannya juga akan dialokasikan untuk tempat parkir.

“Semuanya akan dibenahi, sehingga akan jauh lebih rapi. Pembenahannya akan dimulai akhir tahun ini dan akan berlanjut awal tahun 2019. Makanya tadi saya mengkoordinasikannya,” papar Bima.

Namun yang jelas, menurut Bima, yang perlu diakomodir dari rencana revitalisasi dan penataan Pasar Baru Bogor ini adalah para pedagang yang selama ini berada di sekitar area pasar. Soal ini akan dikoordinasikan langkah-langkahnya seperti apa. Tetapi, dirinya menegaskan tidak akan ada pedagang yang tergusur.

Pilih Ridwan Kamil, Guru Ini Dipecat Lewat Whatsapp Grup

BOGOR DAILY-Beda pilihan dalam Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat serta Walikota dan Wakil Walikota Bekasi, seorang guru Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) mengaku dipecat melalui Whashapp Grup (WAG) sekolah.

Pemcatan itu menjadi viral di media sosial (Medsos) Facebook, karena suami sang guru mempostingnya, secara runtun dengan cara men-screenshot percakapan sang istri dengan sang kepala sekolah yang selalu disapa ustad.

Robiah, sang guru yang mengajar SDIT Jartisari Kota Bekasi ini saat Pilkada 27 Juni 2018 lalu berbeda pilihan dengan pihak yayasan yang menaungi SDIT tersebut. Awal pemecatan itu setelah pengumuman Quick Count, pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum serta pasangan Walikota dan Wakil Walikota Bekasi Rahmat Effendi dan Tri Adhianto, unggul dalam penghitungan cepat.

Dalam WAG RA,SDIT & SMPIT xxxxx, seorang guru memberi selamat kepada Robiah, “Selamat ya Bu Robiah, jagoannya menang’ dijawab oleh Robiah “Iya Mi”, Namun seseorang yang kemudian disapa ustad menanyakan soal pilihan itu, “Kok bisa ya pilihannya lain, pdhal yayasansdh jelas arahan n pilihannya”, dari perbincangan itulah menjadi dua arah antara sang ustadz yang ternyata kepala sekolah SDIT itu .

“Memangnya knp jika pilihan sy berbeda ustad?”. Sang ustad menjawa “Kalah menang dlm kontestasi pilkada hal bisasam tapi kalaio ada staf yang brani tampilkan perbedaannya itu luar biasa “ ibu khan kerja di bawah yayasan kita, coba kalau kerja dibawahpimpinan Pepen atau RK kemudianpilihan beda apa bisa? Silahkan dipikirkan,”

Dari pembicaraan antara Robiah yang mempertahankan kenapa dia beda pilihan dan kepala SDIT itu pun diakhiri dengan pemacatan, “Kalau gitu kamipun hanya mau kerjasana dg staf yg satuvisi misi n gerak, silahkan kalau ibu tdk nyaman dg kebijaksanaan kami, mash banyak lembaga lauin yg mungkin lebih satu visi misi dg ibu. Smoga ini dipahami n kami sekolah bisa cari staf juga yg sesuai dg kebijan n mau kerjasama.

Postingan di Facebook oleh Andritanto Putra Valora pada Kamis 28 Juni 2018 pukul 14:00 ini sudah dikomentari lebih dari 3 ribu orang dan sudah dibagikan 3.578 kalipada pukul 23:00.

Berbagai tanggapan dan cibiran serta bulian oleh nertizen terhadap aksi sepihak yayan yang memecat gara-gara beda pilihan dalam Pilkada. “Yayasan dengan icon islam kok jiwa dan moralnya murahan, fanatic kok gak pake akal pak..#2019 gantikepala-yayasan, sebut netizen Mezbach El mounier.

Lain lagi dengan sesorang yang siap membantu sang ibu guru karena merasa iba “Jangan takut ibu saya akan membantu karena ada yayasan yang siap menampung sekarang juga” komentar seorangnetizen dari Kota Bekasi.

Dalam awal postingan Adrityanto Putra Valora, mengawali dengan postingan seperti ini .Assalamualaikum warahmatullahi Wabarokatuh

Pilkada Gubernur Jabar dan Walokota Bekasi telah usai.

Kami ucapkan selamat kepada Bapak Ridwan Kamil dan Bapak Uu, sebagai pemenang dalam Pilgub Jabar. Dan kami juga ucapkan selamat kepada Bang Pepen dan Mas Tri sebagai pemenang di pilkada Kota Bekasi.

Pilkada hari kemaren, adalah hari yg tidak akan pernah saya lupakan dalam HIDUP, dan saya nyatakan Alhamdulillah tidak salah pilih berada pada poros RINDU dan Pepen+Tri. Kenapa tidak bisa saya lupakan, karena perbedaan pilihan membuat ISTRI saya dipecat secara tidak hormat di SDIT xxxxxxxxx Bekasi hanya dengan cara diberhentikan lewat WA GROUP karena ikut memilih Ridwan Kamil dan UU untuk Jabar 1 beserta Pepen Tri untuk Kota Bekasi yang menurut mereka bersebrangan dengan pilihan mereka, atau visi misi Yayasan Darun najaat Maza.

Sungguh sebuah penghinaan bagi kami, seorang Guru SDIT diberhentikan karena masalah Beda Pilihan dalam PILKADA, miris, dunia Pendidikan dicampurtangankan oleh kepentingan POLITIK oleh oknum yg tidak bertanggungjawab.

Ya Allah…. Semoga ini jalan terbaik bagi kami, terbebas dari orang2 dzolim.Wassalamu’alaikum.

Sumber: Poskotanews.com

Sampai Pukul 11.00 WIB, Ade Yasin Masih Teratas

BOGOR DAILY-Lima pasangan calon berlaga di Pilbup Bogor 2018. Hasil sementara real count KPU, keunggulan diperoleh Ade Munawaroh Yasin-Iwan Setiawan. Posisi buncit dihuni pasangan Gunawan Hasan-Ficky Rhoma Irama. Ficky ialah putra si raja dangdut Rhoma Irama.Data KPU, Jumat (29/6/2018), pukul 11.00 WIB, hitung cepat berdasarkan model C1 untuk Pilkada Kabupaten Bogor menampilkan perolehan suara yang masuk sudah 68,41 persen atau baru 5.223 TPS dari total 7.635 TPS. Total suara masuk mencapai 1.623.034 terdiri 1.523.220 suara sah dan 100.211 suara tidak sah.

Pasangan Ade Yasin-Iwan Setiawan unggul sementara dengan perolehan 621.287  suara atau 40,71 persen. Posisi kedua bertengger pasangan Ade Ruhandi-Ingrid Kansil yang mengantongi 597.124 suara atau 38,12 persen.

Di peringkat tiga, pasangan Fitri Puta Nugraha-Bayu Syahjohan merengkuh 8.20 persen atau 125.183 suara. Urutan empat ditempati Ade Wardhana Adinata-Asep Ruhiyat yang memperoleh 7,36 persen atau 112.386 suara.

Untuk peringkat buncit diraih pasangan Gunawan Hasan-Ficky Rhoma Irama dengan raihan 4,60 persen atau 70.2711 suara. Hasil pada hitung cepat KPU ini merupakan hasil sementara dan tidak bersifat final. Penetapan hasil pemilihan dilaksanakan pada tanggal 4-6 Juli 2018.

Aurel Hermansyah Lebih Pilih Ashanty Ketimbang KD

BOGOR DAILY- Hubungan Krisdayanti dengan Aurel Hermansyah terus menjadi perbincangan. Sejak bercerai dari Anang Hermansyah, hubungan Krisdayanti dengan Aurel Hermansyah dikabarkan ikut merenggang.

Ditambah lagi, Anang yang memegang hak asuh Aurel telah menikah lagi dengan Ashanty. Kedekatan Ashanty dan Aurel pun terjalin dengan beda usia yang tak terpaut jauh. Setidaknya mereka berdua sering terlihat kompak di media sosial, meski Ashanty cuma berstatus sebagai ibu tiri Aurel Hermansyah.

Ada sebuah momen menarik saat Aurel mengisi vlog di channel Youtube The Hermansyah. Pada vlog itu, Aurel mendapat pertanyaan, pilih siapa antara Ashanty atau Krisdayanti. Putri sulung mantan pasangan Anang dan Krisdayanti itu ternyata tidak memilih ibu kandungnya. Dia justru lebih memilih Ashanty daripada wanita yang karib disapa KD itu. “Mimi atau Bunda,” begitu pertanyaan kepada Aurel.

Ashanty sebenarnya ingin melarang Aurel menjawab pertanyaan itu. Tapi dengan lantang, Aurel menjawab, “Bunda (Ashanty).” Mendengar jawaban tersebut, Anang yang berada di samping putrinya langsung heboh. Dia bahkan sampai berdiri dan bertepuk tangan kegirangan sembari memandang wajah Ashanty.

Karena kesal dengan pertanyaan yang membandingkannya dengan Krisdayanti, Ashanty langsung marah kepada tim kreatif yang membuat pertanyaan tersebut.
“Lo pada yang buat pertanyaan gue tunggu di gang depan,” kata Ashanty sembari menunjuk ke arah kamera

Ada 10.027 Unit Sekolah Rusak di Bogor

Kabupaten Bogor termasuk kategori kabupaten yang memiliki daftar sekolah rusak cukup tinggi di Indonesia. Berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kabupaten Bogor 2016, jumlah ruang kelas dalam kondisi rusak sebanyak 10.027 unit. Rincian­nya, 8.620 gedung SD dan 1.407 gedung SMP. Banyaknya gedung sekolah rusak masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, terutama bupati dan wakil bupati terpilih.

KERUSAKAN bangunan SD terakhir terjadi di SDN Kotabatu 08, Kecama­tan Ciomas. Ruang kelas 6A dan 6B ambruk pada akhir Mei 2018 karena atap bangunannya sudah lapuk dima­kan rayap. Bangunan SDN 08 yang berdiri sejak 1982 itu baru menga­lami satu kali renovasi pada 2005. Sebelum ambruk, ada tujuh ruang kelas yang digunakan 514 siswa untuk proses belajar mengajar.

Pihak sekolah sudah mengajukan proposal perbaikan sejak dua tahun lalu melalui musyawarah di Desa Kota Batu yang dihadiri pihak Kecamatan Ciomas dan Kabupaten Bogor. Tapi ternyata, proposal tidak disam­paikan pihak desa ke kecama­tan dan kabupaten. ­

Sementara itu, Dinas Pendi­dikan (Disdik) Kabupaten Bo­gor terus membenahi ruang kelas SD tahun ini. Jelang se­mester pertama berakhir, baru satu paket pekerjaan konstruk­si selesai dilelangkan Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa. Disdik memi­liki target membenahi 168 se­kolah, baik itu rehabilitasi ruang kelas rusak maupun menambah ruang kelas baru dengan dana Rp260 miliar dari APBD Kabu­paten Bogor 2018. ”Memang berkas dimasukkan Ramadan lalu. Asumsinya, tak lama se­telah Lebaran lelang bisa sele­sai,” ujar Kepala Disdik Kabu­paten Bogor, TB Luthfie Syam.

Luthfie tidak khawatir jika pekerjaan fisik nantinya tidak selesai. Menurut dia, pekerjaan sarana dan prasarana milik disdik hanya memakan waktu tiga hingga enam bulan. ”Umum­nya di disdik (pekerjaan, red) tidak lama. Cukup waktu supaya terserap anggaran dan selesai pekerjaan fisiknya. Semoga tidak ada bencana alam yang dapat mengganggu prosesnya nanti,” katanya.

Luthfie menjelaskan, kerusa­kan bangunan yang dialami sekolah lebih karena faktor usia. Pasalnya, sebanyak 1.543 SD di Bumi Tegar Beriman rata-rata dibangun dalam rentang 1974-1983. ”Bangunan sudah tua. Kerusakannya juga macam-macam. Ada yang atapnya ru­sak, tiang penyangganya. Yang bikin berat itu, rusaknya ter­jadi berbarengan,” ujarnya.

Data yang dikeluarkan ULP Kabupaten Bogor hingga pekan terakhir Juni 2018, ada 116 pa­ket disdik masuk meja lelang. Namun dari 102 paket peker­jaan konstruksi yang ada belum ada satu pun ditemukan pe­menangnya. ”Pekerjaan kon­struksi sedang diproses. Ada satu paket gagal lelang. Tapi, untuk paket jasa lainnya, dari 12 yang masuk, sembilan sudah selesai lelang sisa tiga masih proses. Sama seperti paket pengadaan barang sudah dua yang masuk dan masih proses sekarang,” ujar Kepala ULP Ka­bupaten Bogor, Budi CW.

Banyaknya jumlah sekolah rusak menjadi perhatian Ko­mite Pemantau Legislatif (Ko­pel) Indonesia. Dari data yang dimiliki Kopel pada November 2017, jumlah ruang kelas SD yang rusak di seluruh wilayah daerah tersebut mencapai 2.369 unit dari total ruang kelas yang ada sebanyak 5.005 unit.

Kopel Indonesia bersama YAPPIKA-ActionAid pun meng­gelar Aksi Nyata Penyelesaian Sekolah Rusak melalui dialog publik launching road map penyelesaian sekolah rusak tahun lalu. ”Road map yang disusun Kopel dan YAPPIKA-ActionAid, Pemda, DPRD ada­lah dokumen yang berisi pan­duan penyelesaian infrastruk­tur ruang kelas dengan memak­simalkan potensi sumber daya pemerintah daerah, anggaran daerah dan lainnya,” kata Di­rektur Kopel Indonesia, Syam­suddin Alimsyah.

Berdasarkan data Dinas Pen­didikan Kabupaten Bogor 2016 terdapat 6.265 ruang kelas (SD-SMP) dalam kondisi rusak. Itu artinya terdapat 188.349 anak yang selama ini terpaksa mengik­uti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dalam kondisi tidak aman dan nyaman, bahkan terancam keselamatannya.

Selain itu, sambung dia, se­banyak 140.820 anak juga ter­paksa belajar di ruang kelas dekat atau bahkan di teras ru­mah warga karena kekurangan kelas. Penyelesaian infrastruk­tur pendidikan dasar di Kabu­paten Bogor sangat mendesak dan tidak ditunda lagi. Karena itu, ia berharap road map yang telah disusun dapat menjadi panduan penyelesaian infra­struktur ruang kelas dalam jangka durasi waktu lebih sering singkat, dari rata-rata yang se­lama ini digunakan pemda.

“Selain menggambarkan po­tensi dan peran multipihak, road map juga mendesain pro­gram dan kegiatan yang akan dilakukan untuk mempercepat penyelesaian ruang kelas rusak,” ungkapnya. Selain itu, KOPEL dan YAPPIKA-ActionAid me-launching buku berjudul Ca­tatan Advokasi Mewujudkan Sekolah Aman dan Nyaman. Buku tersebut berisi cerita pen­galaman KOPEL dan YAPPIKA-ActionAid dalam mengadvo­kasi sekolah rusak melalui program #Sekolahaman di Kabupaten Bogor.

Koordinasi Divisi Advokasi Anggaran Kopel, Anwar Razak, meminta pihak eksekutif dan legislatif segera bertindak. ”Ma­sih janji sana sini tapi belum ada langkah konkretnya. Se­mentara anak-anak sekolah sekarang sangat khawatir ka­rena hujannya deras. Kelas di sampingnya juga mau ambruk,” katanya.

Menurut Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Was­to Sumarno, program perbaikan ruang kelas ke depannya harus dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah. Upaya tersebut menunjuk­kan keseriusan pemerintah daerah dalam menyelesaikan permasa­lahan terkait waktu tertentu

Lima Alasan Paslon Hadist Menang di Pilbup Bogor

BOGOR– Belasan karangan bunga terjajar rapih di depan gedung RY Center yang berdampingan dengan sekretariat DPC PPP

Cibinong Kabupaten Bogor sejak Kamis (28/6) siang kemarin. Berbagai

ucapan selamat itupun ditujukan atas kemenangan hasil hitung cepat

(quick count) atas Pasangan Calon Bupati – Calon Wakil Bupati Nomor

Urut 2 (Ade Yasin – Iwan Setiawan/Hadist). Wakil Direktur Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Media Tim Pemenangan

Hadist David Rizar Nugroho menuturkan, Karangan bunga itu datang dari berbagai

berbagai kalangan. Diantaranya, Ketua Umum Partai Gerinda Pusat

Prabowo Subhianto, Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, Anggota Wantimpres Suharso Monoarfa, Menteri Agama Republik Indonesia, Wakil Ketua DPW PPP

Jawa Barat Usep Supratman, Paguyuban Sepak Bola, Sekretaris DPC PPP

Kabupaten Bogor M Romli, BBPR Bogor, dan lainnya. “Yang jelas jumlahnya banyak saya tidak hafal satu persatu,” kata David kepada wartawan.

Menurut David, kedatangan karangan bunga tersebut merupakan wujud dukungan terutama dari tokoh tokoh nasional kepada pasangan Hadist atas raihan suara baik quick count maupun real count di Pilbup Bogor.

“Kami merasa tersanjung atas kiriman karangan bunga tersebut. Ini memotivasi kami untuk mengawal suara kami yang masih ada di dalam kotak suara dan tertera dalam C1,” ujar Danyon Hadist Kecamatan Cibinong ini.

Menurut David, seluruh elemen tim Hadist saat ini sedang konsentrasi penuh menjaga kotak suara dan mengamankan C1. Karena, bukan tidak mungkin ada upaya-upaya untuk menggergaji suara Hadist.

“Tadi kami dapat laporan dari saksi kami di Sukajaya. Ketika pleno di kecamatan di laporkan ada TPS Hadist meraih 35 suara setelah saksi kaki mendesak kotak suara di buka dan dihitung ulang ternyata suara kami 135. Ini fakta lho,” tegas nya.

David menerangkan setidaknya ada lima dasar yang memperkuat Hadist menang. Pertama, hasil quick count LSI Denny JA yang sudah dipublikasikan. LSI Denny JA adalah pelopor lembaga survei di Indonesia yang bereputasi dan hasil survei nya selalu presisi. Kedua, hasi real count internal Hadist berbasis teknologi informasi yang dasarnya C1. Ketiga, real count Radar Bogor, koran ternama di Bogor. Keempat, real count di website KPUD sejak hari pertama Hadist selalu leading nomor satu.

“Kelima, kita juga dapat informasi desk Pilkada menghitung suara walau tidak dipublikasikan dan hasilnya Hadist menang,” paparnya.

Kalau ada Paslon lain yang mengklaim menang, kata David wajar karena ini bagian dari bunga bunga demokrasi.

“Menang itu harus pakai data yang akurat dan merujuk referensi yang lain. Biarlah publik yang menilai, kita tunggu nanti hasil pleno KPUD,” ujarnya.

ADV : Pemkot Bogor Luncurkan Aplikasi Sistem Informasi Pengaduan Sarana Prasarana

Bogor Daily – Sebuah aplikasi baru hadir di Lingkungan Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bogor. Aplikasi dengan nama Sistem Informasi Pengaduan Sarana Prasarana (SIPS) ini sudah bisa diunduh di Playstore. SIPS merupakan inovasi perubahan yang dibuat Kepala Bagian Umum Yadi Cahyadi dengan menggandeng Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Aparatur (BKPSDA) Kota Bogor dan Dinas Komunikasi Informatika Statistika dan Persandian (Diskominfostandi) Kota Bogor.

Dibuatnya aplikasi SIPS ini bukan tanpa alasan, selain tuntutan untuk membuat proyek perubahan di Pendidikan Kepemimpinan (Diklat) tingkat III yang sedang dijalaninya. SIPS ini juga memang sangat dibutuhkan untuk merespon pengaduan atau keluhan atas sarana prasarana yang rusak di lingkungkungan Setdakot dengan lebih cepat.

Pasalnya selama ini pengaduan atau keluhan sarana prasarana masih dilakukan secara manual dengan mengajukan surat permohonan. Hal ini tentu membutuhkan waktu untuk menunggu disposisi pimpinan sehingga respon dan perbaikan menjadi lebih lama. Padahal beberapa dari keluhan seperti AC, Kursi, Meja, Kelistrikan ataupun Kendaraan bisa diperbaiki dalam beberapa jam saja.

“Jadi sekarang pengguna barang dapat menginformasikan keluhannya melalui aplikasi ini. Semua aduan akan direspon cepat operator dan tim Unit Cepat Tanggap akan langsung datang ke lokasi untuk memperbaiki,” ujar Yadi saat ditemui langsung di Kantornya, Jalan Ir. Juanda, Kota Bogor, Kamis (28/06/2018).

Yadi menuturkan, ada tiga tim Unit Cepat Tanggap yang ia bentuk sesuai dengan bidangnya. Sebut saja, Tim Kelistrikan dan mekanikal elektrikal, Tim Gedung atau Bangunan dan Tim Kendaraan Operasional. Tim ini yang akan melayani keluhan dan pengaduan dari para pegawai di lingkungan Setdakot Bogor.

“SIPS ini sudah diujicobakan sejak Jumat lalu dan sudah disosialisasikan kepada seluruh pegawai. Semua pegawai bisa pakai aplikasi ini, cukup login dengan NIP dan masukan Password,” tuturnya.

Kedepan, lanjutnya, SIPS akan terus dikembangkan tidak hanya untuk keluhan dan pengaduan sarana dan prasarana. Namun lebih dari itu, SIPS menjadi inovasi dalam menunjang fasilitas dan aset yang ada di Setdakot Bogor sehingga penggunaannya bisa lebih maksimal.

“Harapannya aplikasi ini dapat lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang ingin memakai ruangan di balkot semuanya bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya (fla/hari)