Thursday, 23 April 2026
Home Blog Page 8738

Kerja Sama BAPPENDA Kabupaten Bogor Dengan BPN Dalam Upaya Optimalisasi Pengelolaan BPHTB

Foto : Dedi A. Bachtiar (Kepala BAPPEDA Kabupaten Bogor) bersama Agustyarsyah (Kepala Kantor BPN Kabupaten Bogor)

Bogor Daily – Pelayanan prima terus ditingkatkan Bapenda Kabupaten Bogor dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Terbaru, Bappenda Kabupaten Bogor bersama Pusdatin Badan Pertanahan Nasional (BPN)  bakal menerapkan sistem online dalam pengurusan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang langsung terintegrasi dengan sistem penerimaan berkas PUSDATIN BPN.

Lewat sistem baru yang nantinya diterapkan, Bappenda Kabupaten Bogor tidak perlu lagi membuka loket pemeriksaan ulang setoran pajak Daerah (SSPD) BPHTB di kantor BPN.

Sistem ini akan otomatis mengunci aplikasi BPN apabila berkas administrasi untuk pengurusan BPHTB atau kewajiban lainnya belum terpenuhi oleh wajib pajak.

Kerjasama ini sesuai dengan hasil audiensi PUSDATIN BPN Kabupaten Bogor  (28/6/18) dengan Bappenda Kabupaten Bogor. Ini mengingat pesatnya  pembangunan di Kabupaten Bogor yang mendorong masyarakat harus mengurus dokumen legak atas kepemilikan hak atas tanah. (adv)

Kunjungi Kantor Imigrasi, Ini yang Dilakukan Kakanwil

BOGOR DAILY- Kakanwil Kemenkumham Jabar Indro Purwoko melakukan kunjungan kerja ke Imigrasi Kelas 1 Bogor. Kamis (28/06). Dalam kunjungan mendadak tersebut, Kakanwil, di dampingi kepala kantor imigrasi Bogor, dan  Kepala Seksi Lalu Lintas Paspor Keimigrasian Ujang Cahya mengeliling ruang tunggu dan membuka dialog dengan warga yang membuat paspor.

Dalam dialog tersebut, Kakanwil Indro menyatakan kepada masyarakat untuk jangan khawatir dalam membuat paspor dengan berbagai layanan jika kurang memuaskan

“Gimana pak dan ibu ada keluhan terkait layanan dan antarian? ujar Indro sambil menepuk-nepuk bahu warga yang disapa ,”sapa Indro.

Selain meninjau ke ruang kunjungan, Kakanwil juga memeriksa registrasi data base informasi dan kantor layanan pengaduan. Tak lupa, ia pun meminta  komentar wargaterkait pelayanan yang dierikan kantor Imigrasi Kelas 1 Bogor.

“Ya baik sekali agar peningkatan layanan bisa dirasakan langsung,” jelas Sopian warga yang sedang mengurus paspor.

Sementara ketika diminta komentar terkait kunjungan ke kantor Imigrasi Bogor, Indro mengatakan kalau kunjungannya bersifat rutin. Selain itu, kunjungan ini juga sebagai bagian dari kegiatan sosialisasi fidusia di kota Bogor. ” Ya selain kunjungan rutin pembinaan, biar sekali mendayung dua tiga tugas bisa dikerjakan, “tukasnya  (sol)

Pasangan Hadist Unggul di Perhitungan Sementara KPU

BOGOR DAILY-Pilkada Kabupaten Bogor 2018 berlangsung sengit.Dari hasil penghitungan cepat atau quick count yang dilakukan sejumlah lembaga survei, dua pasangan calon ini beradu sengit.

Bahkan, dari hasil survei yang dilakukan masing-masing tim pemenangan, mereka saling mengklaim kemenangan.Kedua paslon tersebut adalah Ade Yasin-Iwan Setiawan dan Ade Jaro-Ingrid Kansil. Namun berdasarkan hasil quick count yang dilakuan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunjukan hasil berbeda.

Dari hasil quick count yang diakses langsung di laman KPU, Kamis (28/6/2018) pukul 07.20 WIB, pasangan Ade Yasin-Iwan (Hadist) yang memperoleh suara tertinggi di Pilkada Kabupaten Bogor.

Mereka memperoleh 154.861 suara atau 39,70 persen. Sementara paslon Ade Jaro-Ingrid Kansil memperoleh 152.220 suara atau 39,03 persen. Disusul paslon Fitri Nugraha atau Nungki – Bayu Syahrijan dengan perolehan 33.572 suara atau 8,61 persen. Lalu ada Ade Wardhana-Asep Ruhiyat yang hanya memperoleh 29.625 suara atau 7,60 persen.

Di posisi buncit ada pasangan Gunawan Hasan-Ficky Rhoma Irama dengan perolehan 19.774 suara atau 5,07 persen. Jumlah surat suara yang masuk baru mencapai 17,03 persen sehingga ada kemungkinan berubah.

Hitung cepat versi KPU ini dibuat untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk mengetahui hasil Pilkada Serentak 27 Juni 2018 secara cepat dan transparan di seluruh wilayah yang menyelenggarakan Pilkada.

Data hasil pada hitung cepat berdasarkan entri Model C1 apa adanya. Hasil pada hitung cepat merupakan hasil sementara dan tidak bersifat final. Jika terdapat kesalahan pada model C1 akan dilakukan perbaikan pada proses rekapitulasi di tingkat atasnya.

Sementara, dari hasil quick count yang dilakukan LSI Denny JA, Ade Yasin-Iwan Setiawan juga menempati posisi pertama. Hingga pukul 20.05 WIB dengan 98,67% data yang sudah masuk, Rabu (27/6/2018), Ade Yasin-Iwan Setiawan memperoleh suara sebesar 41,71 persen.

Lalu lawan terkuatnya, Ade Jaro-Ingrid Kansil memperoleh 37,50 persen. Sementara Fitri Putra Nugraha-Bayu Syah Johan memperoleh 8,18 persen. Paslon Gunawan Hasan-Ficky Rhoma memperoleh 4,93%.Sementara Ade Wardhana Adinata-Asep Ruhiyat memperoleh. 7,68%.

Berdasarkan Data terbaru quick count Sahaja (tim pemenangan Ade Jaro-Ingrid Kansil) di kantor DPD Golkar Pemda Cibinong hingga pukul 19.00 WIB, Rabu (27/6/2018) menunjukan bahwa pasangan cabup nomor urut tiga ini berada di angka 38,52 persen.

Angka ini unggul tipis dibanding rivalnya Ade Yasin – Iwan Setiawan yang berada di angka 36,4 persen.

Sementara persentase terendah jatuh pada pasangan Gunawan Hasan – Ficky Rhoma di angka 4,68 persen.

Kemudian pasangan Ade Wardhana – Asep Ruhiyat berada pada 6,82 persen disusul pasangan Fitri Putra Nugraha – Bayu Syah Johan di angka 7,36 persen. Sementara menurut data quick count Sahaja, angka suara tidak sah berada di angka 6,21 persen

 

Bima Arya Menang Lagi

BOGOR DAILY-Pasangan calon Wali Kota/Wakil Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto-Bima Arya Sugiarto masih unggul dari tiga pasangan calon pesaing lainnya.

Berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) Charta Politika, hingga pukul 18.00 WIB memperoleh suara 44,10 persen. Sedangkan pasangan calon lainnya yakni Achmad Ruyat-Zaenul Mutaqin 30,57 persen, Edgar Suratman-Safwelly Ginajar 12,92 persen, dan Dadang Danubrata-Sugeng Teguh 12,41 persen.

Hitungan cepat itu sendiri baru masuk sekitar 87,5 persen dari partisipasi pemilih di Kota Bogor sekitar 62,23 persen. Sedangkan, untuk pemilih terbanyak berada di Kecamatan Bogor Utara sebesar 48,8 persen dan Kecamatan Tanah Sareal 45,4 persen.

Menanggapi hal tersebut, Bima Arya mengaku sangat bersyukur atas kemenangan yang diraihnya meski baru hasil quick count. Menurutnya, ini kemenangan untuk warga Kota Bogor secara keseluruhan.

“Ini kemenangan semua. Kemenangan warga Bogor tanpa terkecuali,” ungkapnya, Rabu (27/6/2018).

Selain itu, Bima juga merasa senang dengan Pilkada Serentak di Kota Bogor berjalan dengan damai dan aman. Ia pum berharap segala perbedaan yang ada dijadikan sebagai kekayaan bukan perpecahan.

“Perbedaan adalah rahmat. Perbedaan adalah kekayaan Kota Bogor. Tugas kita tetap sama menjaga kebersamaan dan keberagaman di Kota Bogor. Kami menghormati semua paslon sebagai putra-putra terbaik yang dimiliki Kota Bogor,” tutupnya

Begini Penampakan Saat Edgar Suratman Nyoblos

BOGOR DAILY-Calon Wali Kota Bogor Edgar Suratman pagi tadi, Rabu (27/6/2018), menggunakan hak suaranya untuk mencoblos calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, serta calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor pilihannya. Ditemani sang isteri, Edgar mendatangi TPS 25 untuk menggunakan hak suaranya.

Sekitar pukul 08.15, Calon Wali Kota Bogor nomor urut dua ini tiba di TPS 25 yang berlokasi di Jalan Anggada 2, Bogor Utara, Bogor, Jawa Barat. Di tempat ini, ada 336 orang yang terdaftar sebagai daftar pemilih tetap (DPT) di TPS 25.

Ditemani isteri, Edgar datang untuk mencoblos pilihannya. Dengan menggunakan baju hitam dan peci hitam, senada dengan baju yang dikenakan isterinya yang berwarna hitam dengan aksen bunga berwarna coklat, ia pun memasuki tempat pencoblosan.

Tidak ada perlakuan spesial yang diberikan Panitia Pemungutan Suara (PPS). Kondisi TPS yang masih sepi membuat pasangan ini bisa langsung mencoblos.

“Yang jelas yang pertama mensyukuri dulu kepada allah SWT. Tentu rasanya berbeda dulu saat saya memilih hanya sebagai pemilih dan sekarang saya sebagai calon. Bagaimana hasil nanti ya kita ikhtiar saja,” ujarnya.

Menurut isterinya, sebelum mencoblos sempat sholat dhuha terlebih dahulu. Calon Wali Kota Bogor nomor urut dua ini pun mengatakan memasrahkan hasilnya kepada Allah.

“Bagaimana pun tim, relawan, simpatisan, partisipan dan saya, sudah berbuat maksimal insyallah tinggal kita pasrahkan kepada Allah SWT, dengan dzikir, dengan istigfar. Karena segala sesuatunya yang menentukan Allah, yang menentukan terbaik itu Allah, dan yang terbaiknya Insya Allah nomor dua,” serunya sambil tersenyum.

Edgar Suratman adalah Calon Wali Kota Bogor nomor urut dua yang berpasangan dengan Sefwelly Ginanjar. Pasangan ini maju melalui jalur independen

sumber: Poskotanews.com

Bima Arya Ngaku Lebih Tenang di Pilkada Tahun Ini

BOGOR DAILY– Pagi ini, Wali KotaBima Arya Sugiarto akan melaksanakan pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 19, Komplek Baranangsiang Indah, Katulampa, Kota Bogor.

Sebagai calon petahana, Bima Arya pun mengaku lebih santai melewati segala prosesnya. “Ya, sekarang relatif lebih tenang, kalau sebelumnya kan memasuki suatu dunia baru, pengalaman yang baru, kalau sekarang relatif lebih tenang dan lebih siap untuk menerima hasil apapun,” katanya

Bima Arya menatakan, tidak ada prosesi khusus dalam menyambut hari pencoblosan. “Ba’da Isya (kemarin)  kami berkumpul bersama keluarga besar para sahabat dan kerabat di kediaman, Kebetulan hari ini bertepatan dengan haul ayah saya almarhum, dan juga memohon kepada Allah hasil yang terbaik, saya sampaikan juga saya diajarkan oleh ayah saya untuk ‘just do your best and Insya Allah, God will do the rest’, lakukan yang terbaik dan maksimal, Insya Allah sisanya kita serahkan kepada Allah,” ucapnya.

Ia menambahkan, ikhtiar manusia sudah cukup. Ia pun dan tim menyerahkan semuanya kepada Allah SWT. “Jadi apapun hasilnya kita percaya itu yang terbaik, dapat atau tidak, jadi atau tidak itu sudah pasti yang terbaik, jadi sikap mental itulah kesiapan kita untuk menyongsong hari Pilkada ini,” Kita serahkan semuanya kepada Allah,” katanya.

Lihat Nih, SBY Pamer Ini Bareng Istri usai Nyoblos

BOGOR DAILY-Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)) tampak memamerkan 10 jarinya setelah mencoblos di Cikeas, Bogor. Ani Yudhoyono pun melakukan gestur serupa.

Tampak SBY dan Bu Ani menggunakan hak pilihnya dalam pilkada serentak 2018, khususnya Pilgub Jawa Barat di TPS 06 Aula Sekolah Alam Cikeas. Tampak pula putra bungsu SBY Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dan istrinya, Siti Ruby Aliya. Mereka kompak mengenakan batik warna biru.

SBY dan Bu Ani kemudian menggunakan hak pilihnya dengan memamerkan surat suara sebelum dicoblos. Setelah mencoblos, SBY dan Bu Ani mencelupkan jari kelingkingnya ke tinta, lalu memamerkan 10 jarinya.

“Nanti kalau satu dua tiga empat lima kan aman. Nanti kalau satu, dua, tiga, empat, nanti dikira mempengaruhi, makanya ini tangannya begini,” kata SBY usai mencoblos, Rabu (27/6/2018).

Pilkada Jabar diikuti 4 pasangan yakni Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu), Tubagus Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah), Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik), dan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (Duo DM).

Dalam Pilkada Gubernur-Wakil Gubernur Jabar ini Demokrat mengusung Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi yang berkoalisi dengan Golkar.

sumber: detik.com

2 TPS ini Bakal Didatangi Wiranto

BOGOR DAILY-Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto dijadwalkan memantau pemungutan suara pilkada serentak 2018 di dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Bogor, Jawa Barat, Rabu, 27 Juni 2018. Berdasarkan keterangan Humas Kementerian Koordinator Bidang Polhukam, Wiranto akan mengunjungi TPS 5 Kelurahan Tegal Gundil, Bogor Utara, juga TPS 7 Kelurahan Babakan, Bogor Tengah. Pemantauan akan dimulai pada pukul 10.00 WIB.

Usai itu, mantan Panglima ABRI itu dijadwalkan kembali ke Jakarta dan memantau seluruh pilkada di 171 daerah di Pusat Pengendalian Krisis (Pusdalsis) Mabes Polri pada pukul 13.00 WIB. Wiranto juga akan menggelar konferensi pers pada pukul 14.00 WIB.

Pilkada serentak 2018 digelar di 17 provinsi, 115 kabupaten, dan 39 kota. Data KPU menunjukkan pilkada diikuti 520 pasangan calon dengan pemilih tetap mencapai 152.058.452 orang, dan jumlah TPS mencapai 387.566 TPS.

31 Puskesmas di Bogor Tetap Buka di Hari Pencoblosan

BOGOR DAILY- Dinas Kesehatan Kota Bogor tetap mengoperasikan layanan kesehatan puskesmas di sejumlah wilayah selama libur pilkada serentak, Rabu , 27 Juni 2018. “Walau dinyatakan libur, tetapi layanan kesehatan di puskesmas tetap buka seperti biasa,” kata Kepala Dinkes Kota Bogor, Rubaeah di Bogor, Selasa 26 Juni 2018.

Rubaeah menyebutkan sesuai informasi bahwa 27 Juni merupakan libur nasional karena pilkada serentak 2018. Namun pegawai Puskesmas tetap masuk dengan sistem piket. Kebijakan ini sudah diinstruksikan kepada semua puskesmas di Kota Bogor yang berjumlah 31 puskesmas, dengan rincian 25 puskesmas induk, dan enam puskesmas perawatan.

Selama libur pilkada serentak, jam operasional puskesmas dimulai dari pukul 08.00 WIB-12.00 WIB. Tetapi, khusus puskesmas yang memiliki fasilitas rawat inap, maka beroperasi 24 jam. “Tidak ada perubahan hanya diterapkan sistem piket saja,” katanya.

Untuk warga yang saat pencoblosan menjadi pasien di puskesmas rawat inap dan ingin memberikan hak suara atau hak pilihnya, dapat dibantu oleh petugas setempat. Kepala puskesmas juga akan menjalin koordinasi dan komunikasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor untuk melaporkan pasien-pasien yang memiliki hak suara atau hak pilih.

“Setelah dilaporkan, nanti dari KPU Kota Bogor akan datang ke puskesmas dan memfasilitasi pasien rawat inap yang memiliki hak suara,” kata Rubaeah.

Pada libur pilkada serentak ini, pegawai puskesmas yang akan memberikan hak suara atau hak pilihnya ke TPS masing-masing dilakukan secara bergiliran.

Bima Arya – Dedie Rachim Tak Terkejar

Charta Politika : Kampanye Hitam Tidak Merubah Pilihan Warga Kota Bogor

BOGOR – Hasil survei Charta Politika Indonesia periode Juni 2018 menujukkan elektabilitas pasangan incumbent Bima Arya Sugiarto – Dedie A Rachim masih unggul telak 59,8 persen. Sedangkan jauh di bawahnya, pasangan Achmad Ru’yat – Zainul Mutaqin (RZ) yang memperoleh 18,0 persen. Sementara dua calon lainnya Edgar Suratman – Sefwelly Ginandjar serta Dadang Danubrata – Sugeng Teguh Santoso elektabilitasnya masih di bawah angka 5 persen.

“Dari survei kami yang terakhir pada Juni 2018 menunjukkan bahwa elektabilitas incumbent masih sangat kuat. Bahkan hampir 60 persen hasilnya. Dan hasil survei itu tidak jauh berbeda dari survei periode sebelumnya pada Maret 2018. Inkumben Bima-Dedie persentasenya masih sangat tinggi,” ungkap Manager Riset Charta Politika, Muslimin Tanja saat dihubungi di Bogor,  Selasa (26/6/2018).

Ia menambahkan, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemerintah Kota Bogor tergolong tinggi, yakni berada di atas 70 persen dan tersebar merata di wilayah kecamatan yang ada di Kota Bogor. “Di atas kertas ketika survei kepuasan publik terhadap incumbent itu tinggi di atas 70 persen, biasanya cenderung akan terpilih kembali. Masyarakat sudah melihat prestasi apa yang sudah dilakukan dan merasa puas,” katanya.

Dalam survei ini, Charta Politika menghimpun sampel sebanyak 400 responden, margin of error  4.9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel dipilih sepenuhnya secara acak (probability sampling) dengan menggunakan metoda penarikan sampel acak bertingkat (multistage random sampling), dengan memperhatikan urban/rural dan proporsi antara jumlah sampel dengan jumlah penduduk di tiap kecamatan di Kota Bogor.

Muslimin menyebut, tidak mudah mengubah persepsi publik dalam waktu singkat, bahkan dengan serangan black campaign sekalipun. “Kecuali ketika tiba-tiba salah satu calon yang kuat tertangkap KPK, seperti di Subang. Elektabilitas inkumben saat itu sangat kuat tapi saat kami survei kembali langsung anjlok. Jadi kalau baru sekedar isu atau black campaign saya kira itu tidak terlalu beprengaruh. Masyarakat sudah cerdas,” jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, pemilih di Kota Bogor relatif merupakan pemilih rasional serta kelas menengahnya cukup tinggi dan linier dengan tingkat keinginan publik untuk terpilihnya kembali Bima Arya.

 “Itulah yang saya katakana tadi, tidak mudah merubah persepsi dalam waktu yang singkat. Indikator lain adalah tingkat kemantapan pemilih terhadap incumbent juga sangat tinggi artinya soliditas, loyalitas atau strong voters sangat tinggi. Sehingga serangan apalagi yang sifatnya hanya isu dan kampanye hitam saya kira itu tidak bisa kemudian publik begitu saja bisa mengubah persepsinya,” tandasnya.

Muslimin juga menyebut Pilkada Kota Bogor 2018 ini sebagai Pertarungan Jilid 2 antara Bima Arya dan Achmad Ru’yat. “Ya, kita bisa katakan ini peraturangan orang yang sama karena sebelumnya di Pilwalkot 2013 persaingan antara Bima Arya dan Achmad Ru’yat pernah terjadi. Uniknya berbeda. Dulu inkumbennya Achmad Ru’yat kemudian Bima Arya menjadi penantang. Sekarang terbalik,” kata dia.

Ketika itu, kata Muslimin, Bima Arya bisa unggul karena dari sisi keterpuasan publik terhadap kinerja Achmad Ru’yat saat menjabat sebagai Wakil Walikota Bogor periode 2009-2014 sangat rendah dibanding kinerja Bima Arya saat ini. “Ada perbedaan disitu. Sehingga penantang waktu itu Bima Arya, cukup punya peluang besar untuk menyalip dan mengalahkan Achmad Ruyat pada akhirnya. Nah, sekarang Bima Arya sebagai inkumben posisinya sudah terlalu sangat kuat. Itu yang kemudian kenapa saya katakan agak sulit dengan waktu yang singkat kemudian penantang jadi lebih berat untuk mengalahkan inkumben saat ini,” jelasnya.

Muslimin berharap masyarakat bisa menggunakan hak pilihnya dengan baik karena bagaimanapun pilihan tersebut sangat menetukan arah pembangunan Kota Bogor ke depan. “Kalau di survey yang kami lakukan tingkat animo masyarakat untuk mencoblos cukup tinggi. Tapi apakah nanti pada Hari H akan tinggi? Nanti dilihat faktanya seperti apa. Kadang ada banyak hal yang membuat seseorang Golput, salah satunya mungkin tidak terdaftar dan macam-macam,” pungkasnya.

Musilimin pun menambahkan, Charta Politika Indonesia merupakan salah satu lembaga survei dan konsultan politik yang terdaftar dalam Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi). Dalam Pilkada Serentak pada 27 Juni 2018 nanti pihaknya akan melakukan ‘Quick Count’ mulai jam 13.00 WIB hingga selesai dan disiarkan secara langsung di Metro TV, CNN Indonesia, Trans TV, RTV, Narasi. Serta media online nasional seperti Detik.com, Liputan6.com, Asumsi, Tempo.co, dan Kumparan.(*)