Sunday, 26 April 2026
Home Blog Page 8763

Putra Bungsu Rajasa Antarkan Jenazah Istri ke Liang Lahat

BOGOR DAILY-Jenazah Adara Taisti (27) dimakamkan di Taman Pemakaman Tanah Kusir, Jakarta Selatam, pukul 10.30 WIB. Jenazahnya dibawa menggunakan mobil jenazah berwarna Silver.

Almarhum diberangkatkan dari rumah duka di Jalan Sekolah Duta I, Pondok Indah, Jakarta Selatan. Tenda putih terbentang tepat di atas liang lahat pemakaman almarhumah Adara.

Mertua Adara, Hatta Rajasa dan suaminya, Rasyid ikut dalam pemakaman itu. Selain itu putra Susilo Bambang Yudhoyono, Edhie Baskoro Yudhoyono ikut ke tempat pemakaman. Ibas ditemani istrinya, Siti Ruby Aliya Rajasa.

Kerabat dekat yang telah menunggu, langsung menghampiri Ibas dan Aliya untuk mengucapkan bela sungkawa

Di hadapan liang halat, Ibas dan Rasyid tampak berdampingan. Rasyid juga yang memimpin adzan.

Wajah Rasyid menyimpan duka hingga liang perlahan tertutup oleh tanah. Isak tangis keluarga dan kerabat pun pecah saat jenazah diturunkan.

Adara baru menikah dengan Rasyid 5 bulan lalu. Dia meninggal di Jepang Sabtu (19/5/2018) di Jepang karena menderita kanker.

Adara merupakan perempuan berumur 27 tahun. Meskipun masih muda, Adara sosok yang cukup menginspirasi dengan sederet reputasinya.

Adara tercatat siswi lulusan terbaik di Kincoppal-Rose, New South Wales, Australia. Bukan hanya itu, Adara juga melanjutkan jenjang pendidikannya di University New South Wales, Sidney jurusan Industrial Design dan lulus tahun 2013.

Setelah lulus, Adara sempat bekerja sebagai desain interior di Elle Decoration, namun baru-baru ini Adara memutuskan untuk fokus pada usaha barunya yang bergerak di bidang jual-beli barang branded online yang diberi nama Kravelist.

Selain berprestasi, sosok Adara rupanya memiliki hubungan yang sangat dekat dengan kakak iparnya, Ruby Rajasa. Kedekatan mereka kerap terlihat dalam unggahan di akun Instagram pribadi milik Ruby Rajasa @ruby_26, seperti di bawah ini.

Terungkap Pilot MH370 Diduga Sengaja Jatuhkan Pesawat

BOGOR DAILY- Kasus hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 masih menjadi misteri hingga sekarang. Tidak seorang pun yang tahu bagaimana dan kenapa pesawat Boeing 777 itu tiba-tiba hilang dari radar.

MH370 sedang dalam penerbangan rutin dari Kuala Lumpur ke Beijing pada 8 Maret 2014. Mengangkut 239 orang di dalamnya ketika pesawat itu menghilang secara tiba-tiba.

Analisis data satelit menunjukkan, MH370 kehabisan bahan bakar dan jatuh di Samudera Hindia sebelah barat Australia.

Misi Bunuh Diri yang Direncanakan

Dream – Pakar yang juga pernah memimpin pencarian MH370 selama dua tahun menyimpulkan, kapten pilot dengan sengaja menabrakkan pesawat malang itu.

Martin Dolan mengatakan, Kapten Zaharie Amad Shah dengan cermat telah merencanakan misi bunuh diri itu.

” Kecelakaan ini sudah direncanakan. Ini disengaja, dan itu direncanakan sudah sejak lama,” kata Dolan di edisi khusus program 60 Menit Australia.

Kapten Zaharie, 53 tahun, didampingi oleh co-pilot yang tidak berpengalaman bernama Fariq Abdul Hamid.

Penerbangan pada 8 Maret 2014 itu adalah penerbangan pertama Abdul Hamid tanpa pengawasan pelatih pilot.

Dolan berani menyimpulkan kasus MH370 adalah disengaja setelah mempelajari laporan tentang penggeledahan di rumah Kapten Zaharie.

Rumah Kapten Zaharie di Kuala Lumpur digeledah aparat. Hasilnya, sebuah komputer disita enam hari setelah MH370 dinyatakan hilang.

Di dalam komputernya terdapat program simulator penerbangan yang digunakan Kapten Zaharie untuk berlatih mengalihkan penerbangan.

Bukan hanya Dolan yang punya kesimpulan bahwa kecelakaan yang menimpa MH370 dilakukan dengan sengaja.

Beberapa puing-puing milik MH370 diduga hanyut atau tenggelam di sepanjang pantai samudera terluas itu.

Tapi pencarian bawah laut terbesar dalam sejarah, yang dipimpin oleh Biro Keamanan Transportasi Australia (ATSB), dibatalkan pada Januari 2017.

Mereka gagal menemukan puing-puing MH370 setelah melakukan pencarian selama dua tahun.

Namun menurut pakar keselamatan penerbangan, pesawat MH370 bukan jatuh karena faktor kesalahan teknis.

Kata Pakar Lainnya

Dream – Kapten Simon Harvey, seorang pilot Inggris yang berpengalaman menerbangkan Boeing 777 di Asia mengatakan, kasus itu ‘direncanakan dengan cermat untuk membuat pesawat menghilang’.

Salah satunya dengan cara terbang di sepanjang perbatasan Thailand-Malaysia untuk menghindari kedua belah pihak mengambil tindakan.

” Jika Anda menugaskan saya untuk membuat Boeing 777 menghilang, saya akan melakukan hal yang persis sama,” kata Kapten Simon dalam program televisi yang sama.

Sementara itu, seorang penyelidik kecelakaan udara Kanada, Larry Vance, percaya bahwa Kapten Zaharie mengenakan masker oksigen sebelum mengurangi tekanan udara kabin pesawat, untuk membuat penumpang dan kru tidak sadarkan diri.

” Tidak ada alasan untuk tidak percaya bahwa pilot tidak mengurangi tekanan udara kabin untuk melumpuhkan penumpang,” kata Vance.

Mengenai keterlibatan teroris dalam kasus ini, Dolan menepis kemungkinan tersebut.

“ Jika ini adalah ulah teroris, organisasi mereka tentu akan membuat klaim atas peristiwa itu. Tapi hingga sekarang, tidak ada klaim yang dibuat,” kata Dolan.

(ism, Sumber: independent.co.uk)
dream.co.id

Jadi Tersangka, Dosen USU Jatuh Pingsan

BOGOR DAILY-Direktorat Krimsus Subdit Cybercrime Polda Sumatera Utara mengamankan oknum Dosen Ilmu Perpustakaan di Universitas Sumatera Utara, berinisial HDL, karena diduga melakukan tindak pidana ujaran kebencian.

“Pelaku tersebut ditangkap petugas kepolisian di rumahnya, di Jalan Melinjo II Kompleks Johor Permai, Medan Johor, Kota Medan, Sabtu (19/5),” kata Kabid Humas Polda Sumut Ajun Komisaris Tatan Dirsan Atmaja, dalam pemaparannya di Mapolda, Minggu (20/5/2018).

Oknum dosen HDL dibawa ke Polda Sumut, karena salah satu unggahan di akun facebooknya viral, hingga mengundang perdebatan hangat warganet.

Saat polisi rilis kasus di mapolda, HDL yang juga turut dipamerkan ke awak media sempat pingsan.

“Saat itu, setelah tiga serangan bom bunuh diri di tempat ibadah di Surabaya, Minggu (13/5). HDL mengunggah sebuah tulisan yang menyebutkan kalau tiga bom gereja di Surabaya hanyalah pengalihan isu, skenario pengalihan sempurna, dan #2019 Ganti Presiden,” ujaran Tatan seperti diberitakan Antara.

Ia menyebutkan, setelah unggahan itu viral, HDL yang juga memiliki pendidikan terakhir S-2, langsung menutup akun facebooknya.

Namun, unggahan tersebut sudah terlanjur dipotret warganet dan dibagikan ke media-media daring.

“Motif dan tujuan pemilik akun Facebook HDL yang dimilikinya itu, karena terbawa suasana dan emosi. Di dalam media sosial Facebook dengan maraknya tagar #2019 Ganti Presiden,” ucapnya.

Bahkan, kepada penyidik, HDL mengaku merasa kecewa dengan pemerintah saat ini, semua kebutuhan mengalami kenaikan dan hal itu, tidak sesuai janji pada saat kampanye 2014.

Pelaku mengakui menulis status tersebut tanggal 12 Mei dan 13 Mei 2018 di rumahnya.

“Karena telah meresahkan masyarakat, personel cybercrime Polda Sumut yang melaporkan sendiri akun tersebut, sehingga ujaran kebencian yang dilakukan pelaku dapat diusut,” kata mantan Wakapolrestabes Medan itu.

Tatan menjelaskan, wanita kelahiran tahun 1972 itu, kini berada di Mapolda Sumut untuk dilakukan penyelidikan dan mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Petugas juga telah memeriksa saksi, yakni Perdana Putera Darmayana (anak kandung dari HL) dan Brigadir Ruddy Irawan.

“Pelaku HDL, melanggar Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45A ayat 2 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 dan Perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE,” kata Kabid Humas Polda Sumut.

 

sumber Suara.com

7 Rampok Spesialis Minimarket Akhirnya Diborgol

BOGOR DAILY-Polisi meringkus para pelaku perampokan yang beraksi di kawasan Jakarta Timur. Para pelaku melancarkan aksinya dengan menggunakan senjata api untuk menakuti korban yang menjadi targetnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menuturkan, para pelaku melancarkan aksinya di sebuah minimarket.

“Sudah ditangkap di Bogor,” kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (21/5).

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Tony Surya Putra menambahkan, ada tujuh orang pelaku perampokan yang sudah ditangkap. Namun, dia juga belum bisa memberikan keterangan atau rincian tujuh pelaku yang ditangkap. Termasuk minimarket yang berhasil dirampok.

“Iya sudah ditangkap. Ada tujuh yang kita tangkap,” ujar Tony.

Untuk diketahui, selama Mei 2018 sudah tiga kali terjadi aksi perampokan minimarket di kawasan Jakarta Timur. Untuk memuluskan aksinya, para perampok menggunakan senjata api. Mereka selalu beraksi pada dini hari, menjelang subuh.

Perampokan pertama terjadi di minimarket Jalan Raya Bogor, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa subuh, 8 Mei 2018. Pelaku berhasil menggasak uang Rp 54 juta.

Kedua, terjadi di minimarket Jalan Raya Pondok Gede, Cipayung, Jakarta Timur pada 16 Mei lalu sekitar pukul 04.45 WIB. Kawanan rampok bersenpi itu menggasak uang sebanyak Rp 10 juta dari mini market tersebut.

Ketiga, minimarket di bilangan Jalan Utan Kayu Raya, Matraman, Jakarta Timur yang jadi sasaran pada Jumat 18 Mei 2018. Kawanan perampok menggasak Rp 200 juta.

ADV : Anak Gemuk Tak Lagi Menggemaskan

Bogor Daily – Beberapa tahun lalu media masa dihiasi berita heboh seputar obesitas. Ditemukan seorang anak usia sekitar 10 tahunan bernama Arya Permana yang berat badannya mencapai 192 Kg. Dengan kondisi berat badan sangat berlebih itu, pergerakan tubuh warga Desa Cipurwasari Karawang itu sangat terbatas. Ia hanya mampu bergerak 10 langkah, sehingga tidak bisa beraktivitas normal seperti anak-anak seusianya.

Kabar terakhir menyebutkan, kini bobot badan anak kelas V SD tersebut sudah susut 83 kg menjadi ‘hanya’ 109 kg. Sekarang dia sudah bisa bergerak lebih leluasa ketika bermain dengan teman-temannya. Hal itu terjadi setelah Arya menjalani operasi bariatrik di RS Omni Alam Sutera. Operasi memperkecil lambung tersebut masih harus didukung dengan diet ketat. Antara lain Arya tidak diperbolehkan mengkonsumsi minuman manis terutama minuman dalam kemasan. Juga didorong untuk lebih banyak mengkonsumsi buah-buahan serta rajin berolahraga.

Kasus obesitas pada anak di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir telah menjadi fenomena yang memprihatinkan. Badan kesehatan dunia WHO mencatat, jumlah anak penderita obesitas di Indonesia merupakan yang tertinggi diantara negara-negara ASEAN. Diperhitungkan sekitar 12% anak di Indonesia mengalami obesitas. Jumlah tersebut mengalami lonjakan yang luar biasa, sebab pada awal tahun 2000-an anak obesitas di Indonesia diperhitungkan baru mencapai 2%.

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Rikesda) yang dilaksanakan Kementrian Kesehatan RI Tahun 2013 diketahui, penderita obesitas di Indonesia tidak mengenal kelompok sosial tertentu. Lonjakan jumlah kasus anak obesitas terjadi di semua kelas sosial. Di kelas sosial tergolong masyarakat berpenghasilan tinggi jumlahnya mencapai 15%. Sedangkan di kelompok masyarakat berepenghasilan rendah mencapai 12%.

Sementara itu di Kota Bogor, Dinas Kesehatan Kota Bogor mencatat adanya kecenderungan menurunnya jumlah anak obesitas dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2015 dari 8.046 anak yang ditimbang, ditemukan 1.708 anak yang tergolong gemuk (2,12%). Tahun 2016, dari anak yang ditimbang sebanyak 89.097 terdapat 1.834 anak gemuk (2,06). Sedangkan pada tahun 2017, dari jumlah anak yang ditimbang sebanyak 84.210, yang tergolong gemuk sebanyak 1.416 anak (1,68%).

Penurunan tersebut merupakan hasil dari berbagai upaya yang terus dilakukan Dinas Kesehatan Kota Bogor untuk mengurangi jumlah anak yang cenderung obesitas. Terutama kegiatan bimbingan, penyuluhan dan konsultasi yang disediakan bagi warga masyarakat. “Kami upayakan seluruh kegiatan itu dilaksanakan dengan melibatkan seluruh stake holder,” ungkap Ida Jubaedah SKM, Msi, Kepala Seksi Pembinaan dan Pelayanan Gizi, Dinas Kesehatan Kota Bogor.

Seluruh kegiatan itu berlangsung di sekolah-sekolah serta di Posyandu. Melibatkan tenaga kesehatan, kader PKK dan Posyandu serta kalangan akademisi terutama dari Institut Pertanian Bogor.

Namun demikian kecenderungan menurunnya jumlah anak-anak yang tergolong gemuk, tetap harus diwaspadai. Sebab menurut Ida pada diri anak-anak yang tergolong gemuk terdapat ancaman munculnya berbagai penyakit degeneratif. Diantaranya seperti hipertensi, kolesterol tinggi, gula darah tinggi dan stroke.

Tidak heran jika saat ini banyak ditemukan remaja belasan tahun yang sudah terkena hipertensi. Bisa jadi mereka adalah remaja yang tumbuh dari balita yang tergolong gemuk. Banyaknya remaja yang sudah mengalami hipertensi mendorong pemerintah menyediakan posyandu remaja, untuk melayani para remaja dalam memantau perkembangan kondisi kesehatannya masing-masing.

Jika mengacu pada kasus yang dialami Arya dan berbagai ancaman kesehatan yang muncul di masa remaja maka cara pandang masyarakat terhadap anak gemuk perlu diubah. Tubuh anak yang gemuk ternyata tidak lagi menggemaskan tetapi justru dapat menimbulkan kecemasan. Para orangtua perlu mewaspadai pertumbuhan berat badan anak, dan harus dicegah sedini mungkin agar anak tidak mengalami overweight.

Begitupun cara pandang terhadap bayi yang baru lahir. Jangan dulu terlalu cepat gembira jika bayi yang baru dilahirkan beratnya mencapai lebih dari 4 Kg. Sebab normalnya bayi yang baru lahir beratnya berkisar diantara 2,5 Kg sampai di bawah 4 Kg.

Dari sudut pandang kesehatan gizi, kasus anak dengan berat badan kurang dan berat badan berlebih, sama-sama mencemaskan. Perlu ada tindakan pencegahan, agar kesehatan tubuh anak secara keseluruhan tidak terganggu. Dengan kata lain kasus kurang gizi dan kasus kelebihan gizi pada anak-anak sama-sama berbahaya. Oleh karena itu keseimbangan gizi pada anak-anak menjadi lebih penting diperhatikan.

Gizi seimbang pada anak-anak dapat diusahakan. Antara lain dengan mendorong anak-anak lebih banyak mengkonsumsi buah dan sayuran. Ida mengingatkan para orangtua supaya lebih mengontol asupan makanan yang dikonsumsi anak-anak. Hindari konsumsi berlebih pada jenis makan instan, makanan berpengawet dan makanan yang menggunakan bahan pewarna. “Lebih baik pesta kebun,” katanya. Maksudnya ajaklah anak-anak lebih memperbanyak mengkonsumsi buah dan sayuran.

Selain itu perhatikan aktivitas fisik anak-anak dan seimbangkan dengan banyaknya makanan yang dikonsumsi. “Perhatikan keseimbangan antara asupan makanan yang dikonsumsi dengan aktivitas mereka,” lanjut Ida. Jika anak-anak kurang banyak bergerak maka sebaiknya kurangi konsumsi mereka terhadap makanan yang dapat mempercepat tumpukan lemak dalam tubuhnya. Intinya, cegah jangan sampai anak mengalami kelebihan bobot badan di usianya yang masih sangat muda. (Advertorial)

Menantu Hatta Rajasa Meninggal Dunia di Tokyo

Kabar duka tengah menimpa keluarga besar Hatta Rajasa, menantu atau istri dari Rasyid Rajasa dikabarkan meninggal di Rumah Sakit Moriyama Memorial Tokyo.

Adara meninggal dunia pada Sabtu (19/05/2018) pukul 11.38 WIB. Belum diketahui secara pasti penyebab meninggalnya menantu Hatta Rajasa ini

Ucapan bela sungkawa terhadap kabar tutup usianya Adara Taista istri dari anak Hatta Rajasa ini juga mengalir deras. Tak terkecuali dari besan Hatta, Ani Yudhoyono. Ani mengucapkan dukacitanya lewat akun Instagram-nya.

“Aku menangis mengenangmu ananda Adara Taista binti Ismet Djamal Tahir, Istri tercinta dari ananda M. Rasyid Rajasa yang menghadap sang Khalik pada 19 Mei 2018,” tulis Ani.

Istri Presiden RI ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini juga mendoakan ketabahan untuk keluarga Adara. “Semoga Allah menerima arwahmu dengan baik, husnul khatimah. Semoga pula ananda Rasyid dan keluarga lain yang ditinggalkan tabah menerima cobaan ini,” ucap Ani

Yang cukup mengejutkan, Rasyid Rajasa dan Adara Taista diketahui baru saja melangsungkan pernikahaannya pada Desember 2017 lalu.

Kerabat Hatta, Tjatur Sapto Edi, saat dikonfirmasi mengenai penyebab meninggalnya Adara, mengatakan kalau Adara meninggal dunia karena sakit. Namun Tjatur mengaku tak tahu sakit apa yang diderita Adara sebelum meninggal.

Komplotan Rampok Spesialis Minimarket Dibekuk di Bogor

BOGOR DAILY- Jajaran Satuan Reskrim Polresta Bogor Kota membekuk empat pelaku perampokan spesialis minimarket menggunakan airsoft gunyang kerap beraksi di wilayah Jabodetabek.

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Didik Purwanto mengatakan penangkapan keempat pelaku yakni KP, MI, AL dan BS merupakan hasil penyelidikan polisi dalam kasus perampokan minimarket di wilayah Empang, Kota Bogor awal April lalu.

“Dari penyelidikan, kami menangkap pelaku berinisial KP di wilayah Kota Bogor, kemudian dikembangkan dan menangkap pelaku lainnya di wilayah Depok dan Bekasi dini hari tadi,” kata Didik, Minggu (20/5).

Dari penangkapan tersebut, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti berupa dua pucuk airsoft gun, sebilah golok, ratusan bungkus rokok berbagai merek dan uang tunai hasil rampokan.

“Mereka ini memang perampok spesialis minimarket di wilayah Jabodetabek. Kami amankan dengan barang bukti hasil rampokan dan dua airsoft gun untuk menakut-nakuti para korbannya,” jelas Didik.

Saat ini, keempat pelaku sudah diamankan di Mapolresta Bogor Kota dan akan dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Sebelumnya, peristiwa perampokan terjadi pada Kamis (5/4) lalu, sekitar pukul 04.00 di Jalan Pahlawan, Kota Bogor. Berdasarkan hasil pengamatan CCTV, empat pelaku tersebut menggunakan dua sepeda motor saat melakukan aksi.

Setelah memarkirkan motornya, para pelaku masuk ke dalam minimarket. Di dalam minimarket tersebut terdapat dua karyawan yang tengah bekerja. Salah satu pelaku dengan menggunakan senpi mendatangi karyawan yang berada di kasir, sedangkan pelaku lainnya mengancam menggunakan senjata tajam karyawan lain untuk membuka brankas di ruang kepala kantor yang berada di lantai dua.

“Dengan senpi, salah seorang pelaku mengancam kasir dan pelaku lainnya ke ruang kepala untuk membuka brankas. Total kerugian mencapai Rp 24 juta. Selain uang tunai, pelaku juga menjarah beberapa barang yang dijual,” kata Didik

Adelia Ditemukan Tewas di Kali Cikoneng Ciomas

BOGOR DAILY-  Adelia Yuliani Saputri, korban yang terbawa arus sungai Padasuka di Ciomas pada Sabtu (19/5) kemarin akhirnya ditemukan Minggu (20/5/2018) pagi.
Jenazah bocah berusia 4,5 tahun tersebut ditemukan sekitar pukul 08.00 WIB di Kali Cikoneng, Perum Taman Pagelaran, Rt 02/ 07, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.

Korban hanyut terbawa air di Kali Cikoneng pada hari Sabtu tanggal 19 Mei 2018 sekitar Pukul 13.30 wib. Adelia terbawa arus kali Cikoneng di Kampung Padasuka, Gg Saleh, Rt 01/ 05, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Ciomas saat sedang membersihkan sandalnya di punggir sungai.

Namun saat mencuci sandal, air kali tiba-tiba naik dan menghanyutkan   korban. Polisi selanjutnya meminta keterangan Ardi  (4)  dan Aria (5) rekan korban sebagai saksi.

Dari informasi, korban sebelum tenggelam,  bermain di tepi kali Cikoneng sambil duduk mengayuhkan kaki ke air yang sedang memgalir deras dikarenakan hujan lebat.

Lalu korban mencuci sandalnya.  Tiba-tiba air sungai meluap, korban berusaha lari namun malah terpeleset dan terbawa arus.

“Pencarian korban langsung dilakukan  pada Sabtu siang , namun dihentikan ,  mengingat cuaca dalam keadaan hujan serta hari sudah malam. Pencarian dilanjutan pada  Minggu pagi ini  dan akhirnya jasad korban ditemukan,” kata AKP Ita Puspita Lena, Kasubag Humas Polres Bogor.

58 Tahanan Terorisme Dipindahkan ke Bogor

BOGOR DAILY-Sebanyak 58 tahanan kasus terorisme dipindahkan dari Lapas Nusakambangan menuju Rutan Gunung Sindur, Bogor, Minggu (20/5). Dari Lapas Nusakambangan, 58 tahanan tersebut diangkut 5 mini bus diseberangkan ke Dermaga Wijayapura Kabupaten Cilacap.

Kapolres Cilacap, AKBP Djoko Julianto menerjunkan 600 anak buahnya untuk mengawal proses pemindahan tahanan kasus terorisme ini. Pengamanan sejak dari Dermaga Wijayapura sampai perbatasan Kabupaten Cilacap-Banyumas.

“Tugas kami hanya melakukan pengamanan dan menyerahkan pada tim yang sudah tiba dari BNPT, Densus dan Mabes polri,” ujar Djoko usai mengawal pengamanan pemindahan.

Kepala Lapas Batu sekaligus Koordinator Kepala Lapas se-Nusakambangan dan Cilacap, Eka Hendra Putra merinci masing-masing tahanan terorisme yang dipindah yakni 9 dari Lapas Besi, 24 Pasir Putih 24 dan 25 batu. Dua di antara para tahanan tersebut berjenis kelamin perempuan.

“Status hukum kami belum tahu.Tahanan semua, data-data dari Jakarta. Dua perempuan ikut dibawa. Kita hanya diminta serahkan saja. Kita diminta cuma by name saja,” ujar Hendra.

Seperti dilansir Merdeka.com, proses pemindahan dilakukan sejak pukul 05.30 WIB. Dari dermaga Wijayapura, 5 bus keluar pukul 09.00 WIB. Di luar area dermaga, berjaga 1 bus dan perjalanan darat kemudian dikawal Baracuda

sumber: Merdeka.com

800 Personel Diturunkan ke Gereja-gereja di Bogor

BOGOR DAILY-Sepekan lalu, tiga gereja di Surabaya dibom para terduga teroris. Guna mengantisipasi hal itu terulang di wilayahnya, hari ini Polres Bogor menerjunkan ratusan personel untuk menjaga rumah ibadah umat kristiani tersebut.

“Polres Bogor menerjunkan 800 personel gabungan Sabhara, Reskrim dan Intelkam untuk melaksanakan pengamanan kegiatan keagamaan di gereja,” ujar Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky Pastika, Minggu (20/5).

Di sisi lain, dia berharap pihak gereja memasang kamera pengawas atau closed circuit television (CCTV) guna meminimalisasi aksi terorisme. Lebih lanjut Dicky menegaskan, terorisme adalah musuh bersama.

Maka dari itu, dia pun mengajak peran aktif masyarakat dalam mencegah terorisme dengan cara melaporkan hal-hal yang dicurigai kepada Kepolisian terdekat atau Bhabinkamtibmas. Sementara itu selain di gereja, Polres Bogor juga melakukan pengamanan di tempat-tempat keramaian serta menggelar patroli skala besar.

Sebagaimana diberitakan, dalam waktu yang relatif singkat, ada tiga gereja yang menjadi korban serangan bom pada Minggu (13/5). Tiga lokasi ledakan itu terjadi tepat di depan gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, GKI Diponegoro di jalan Raya Diponegoro, dan di Gereja Pantekosta di jalan Arjuno, Surabaya.