Sunday, 26 April 2026
Home Blog Page 8764

58 Tahanan Terorisme Dipindahkan ke Bogor

BOGOR DAILY-Sebanyak 58 tahanan kasus terorisme dipindahkan dari Lapas Nusakambangan menuju Rutan Gunung Sindur, Bogor, Minggu (20/5). Dari Lapas Nusakambangan, 58 tahanan tersebut diangkut 5 mini bus diseberangkan ke Dermaga Wijayapura Kabupaten Cilacap.

Kapolres Cilacap, AKBP Djoko Julianto menerjunkan 600 anak buahnya untuk mengawal proses pemindahan tahanan kasus terorisme ini. Pengamanan sejak dari Dermaga Wijayapura sampai perbatasan Kabupaten Cilacap-Banyumas.

“Tugas kami hanya melakukan pengamanan dan menyerahkan pada tim yang sudah tiba dari BNPT, Densus dan Mabes polri,” ujar Djoko usai mengawal pengamanan pemindahan.

Kepala Lapas Batu sekaligus Koordinator Kepala Lapas se-Nusakambangan dan Cilacap, Eka Hendra Putra merinci masing-masing tahanan terorisme yang dipindah yakni 9 dari Lapas Besi, 24 Pasir Putih 24 dan 25 batu. Dua di antara para tahanan tersebut berjenis kelamin perempuan.

“Status hukum kami belum tahu.Tahanan semua, data-data dari Jakarta. Dua perempuan ikut dibawa. Kita hanya diminta serahkan saja. Kita diminta cuma by name saja,” ujar Hendra.

Seperti dilansir Merdeka.com, proses pemindahan dilakukan sejak pukul 05.30 WIB. Dari dermaga Wijayapura, 5 bus keluar pukul 09.00 WIB. Di luar area dermaga, berjaga 1 bus dan perjalanan darat kemudian dikawal Baracuda

sumber: Merdeka.com

800 Personel Diturunkan ke Gereja-gereja di Bogor

BOGOR DAILY-Sepekan lalu, tiga gereja di Surabaya dibom para terduga teroris. Guna mengantisipasi hal itu terulang di wilayahnya, hari ini Polres Bogor menerjunkan ratusan personel untuk menjaga rumah ibadah umat kristiani tersebut.

“Polres Bogor menerjunkan 800 personel gabungan Sabhara, Reskrim dan Intelkam untuk melaksanakan pengamanan kegiatan keagamaan di gereja,” ujar Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky Pastika, Minggu (20/5).

Di sisi lain, dia berharap pihak gereja memasang kamera pengawas atau closed circuit television (CCTV) guna meminimalisasi aksi terorisme. Lebih lanjut Dicky menegaskan, terorisme adalah musuh bersama.

Maka dari itu, dia pun mengajak peran aktif masyarakat dalam mencegah terorisme dengan cara melaporkan hal-hal yang dicurigai kepada Kepolisian terdekat atau Bhabinkamtibmas. Sementara itu selain di gereja, Polres Bogor juga melakukan pengamanan di tempat-tempat keramaian serta menggelar patroli skala besar.

Sebagaimana diberitakan, dalam waktu yang relatif singkat, ada tiga gereja yang menjadi korban serangan bom pada Minggu (13/5). Tiga lokasi ledakan itu terjadi tepat di depan gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, GKI Diponegoro di jalan Raya Diponegoro, dan di Gereja Pantekosta di jalan Arjuno, Surabaya.

Beredar Video Emak-emak Marahi Polantas

BOGOR DAILY- Video seorang ibu yang emosional dan marah-marah terhadap polisi lalu lintas jadi viral di media sosial. Dia mengaku sebagai salah satu keluarga dari mantan wakil wali kota.

Video tersebut di-posting oleh akun Instagram Satlantas Polres Bau-Bau. Peristiwa itu terjadi di salah satu daerah di wilayah tersebut.

Terlihat ibu yang berbaju putih tersebut begitu emosional dan memarahi Polantas yang bertugas. Sambil menenteng helm, dia juga beberapa kali menunjuk-nunjuk wajah polisi tersebut.

Ibu-ibu yang mengaku sebagai keluarga mantan wakil wali kota itu marah-marah kepada petugas Satuan Lalu Lintas Bau-Bau dan diteriaki massa karena menimbulkan kemacetan.

“Kamu pukuli saya ya. Saya tidak gila,” teriak ibu-ibu itu. Belum diketahui penyebab pertengkaran keduanya. Namun polisi tersebut terlihat sabar saat menghadapi ibu tersebut.

“Ibu-ibu mengaku keluarga mantan wakil wali kota marah-marah kepada petugas Satlantas Bau-Bau dan diteriaki massa karena membuat macet jalan. Mimin cuma pesan, bulan puasa itu ibu harusnya menahan hawa nafsu bukan malah marah-marah saat anggota yang sedang bertugas pasca menjelang berbuka puasa,” tulis @lantaspolresaubau di Instagram, pada Sabtu (19/5/2018)

https://www.instagram.com/p/Bi6vG-RAGQw/?utm_source=ig_embed

Ini Alasan Gepeng dan Anjal Serbu Bogor

BOGOR DAILY-Kabupaten Bogor menjadi daerah favorit bagi anak jalanan (anjal), gembel dan pengemis (gepeng). Dalam dua tahun terakhir, Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di kategori itu meningkat.

Peningkatan paling banyak terjadi pada kategori anjal. Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor mencatat, pada 2016 lalu 684 anak terjaring razia Satpol PP dan diserahkan ke dinsos. Namun, setahun kemudian naik cukup signifikan menjadi 939 orang.
“Tidak dipungkiri adanya kawasan industri menarik bagi PMKS. Padahal mah, di daerah asalnya, mereka sebenarnya mampu. Tapi, mereka senang di jalanan karena bisa meraup pendapatan besar,” kata Kepala Dinsos Kabupaten Bogor Roy Khaerudin, Rabu (16/5/2018).
Faktor lain, jika di daerah-daerah yang berdekatan dengan Kabupaten Bogor mengalami bencana, penggusuran dan musibah lainnya, kecenderungan warga yang terdampak pindah ke Bogor.
Dia mengungkapkan, PMKS yang terjaring razia oleh Satpol PP, akan diserahkan datanya ke dinsos lalu dilakukan penyaringan. Bagi PMKS yang berasal dari luar Kabupaten Bogor akan dipulangkan, sedangkan yang berasal dari Kabupaten Bogor akan dilakukan pembinaan sekaligus pelatihan.
“Pembinaan dan pelatihannya kurang efektif. Tapi tetap harus dilakukan. Karena anggarannya setahun hanya Rp50 jutaan. Sedangkan untuk pembinaan dan pelatihan kami harus menyediakan bahan-bahannya,” ujar Roy.
Jelang Ramadan, sambung Roy, pengemis musiman kerap berdatangan. Mereka biasanya di drop oleh oknum tertentu, kini penyebarannya tidak lagi di Cibinong. Namun hingga ke perbatasan Kabupaten Bogor. “Hampir semua wilayah sekarang. Bukan lagi Cibinong, Citeureup, Sukaraja. Bahkan hingga Jasinga pun ada,” ungkapnya.
Roy mengatakan, pihaknya belum bisa melakukan penegakan hukum bagi masyarakat yang memberi uang kepada pengemis. “Aturannya masih Perda Tibum Tipiring, baru sekedar himbauan kepada yang memberikan uang di jalan. Kalau di daerah lain yang memberi ditindak. Kalau Kabupaten Bogor, justru pengemisnya,” kata dia.
Selain itu, Dinsos juga terbentur keterbatasan anggaran. Tahun ini, dari Rp19 miliar, menyusut menjadi hanya Rp17 miliar. “Tapi kami mengerti karena kan tahun ini ada Porda dan Pilkada, jadi bukan hanya Dinsos yang turun anggarannya,” katanya.
Fakir miskin menduduki peringkat pertama PMKS terbanyak di Kabupaten Bogor, mencapai 1.028.575 jiwa. Selain itu, ODHA pun meningkat angkanya, dari 1.453 menjadi 1.533 orang. Juga korban penyalahgunaan Napza bertambah 10 orang, dari 2016 sebanyak 257, sementara 2017 mencapai 267 orang. Keseluruhan PMKS di Bumi Tegar Beriman pada 2017 mencapai 1.073.392 jiwa.
“Di Kabupaten Bogor ada 25 jenis PMKS, mulai dari anak jalanan, tunasusila, anak telantar, wanita rawan sosial ekonomi hingga beberapa yang lainnya. Para penyandang PMKS ini kebanyakan datang dari luar Kabupaten Bogor, seperti Cianjur, Sukabumi, Banten dan Depok,” katanya.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor Wasto Sumarno mengaku miris dengan kenyataan itu. Menurutnya, program pembangunan tahun 2018 dengan mengedepankan kesejahteraan sosial, harus terlihat nyata.
“Kita luas lho. APBD kita besar. Ini harus dituntaskan. Terutama di wilayah perbatasan itu. Bagaimana caranya? Ya siapkan pendidikan, lapangan pekerjaannya. Jangan lupa infrastrukturnya juga disiapkan. Supaya aksesibilitasnya mudah,” kata politisi PKS itu.
sumber: inilah.com

Jangan Lewatkan Pekan Raya Lebaran Hari Ini

BOGOR DAILY-Demi memberikan hiburan masyarakat, PT Perdana Ria Jakarta menghadirkan Pekan Raya Lebaran di Lapangan Sakura, Desa Kotabatu, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. Festival tersebut dimulai Sabtu (19/5) hingga 30 Juni mendatang. Nantinya akan menyuguhkan bazar multi produk dan beberapa kuliner untuk para pengunjungnya.

Bertepatan dengan Ramadan, bazar yang dihadirkan pun berbau Ramadan. Owner PT Perdana Ria Jakarta Dedy Syt Nst menuturkan, Pekan Raya Lebaran sudah keenam kalinya diselenggarakan di tempat yang sama. “Kami menghadirkan bazar yang menjual baju dengan harga murah. Kalau di pasar bisa beli dua baju, ya di kita bisa beli tiga baju jadi memang murah harganya,” jelas Dedy.

Produk yang ditawarkan pun cukup terjangkau untuk semua kalangan. Sehingga selalu ramai dikunjungi. Mulai dari baju hingga alat dapur disediakan di Pekan Raya Lebaran ini. Kuliner yang disediakan ada food truck community dengan berbagai jenis makanan. Di arena bazar juga dilengkapi beberapa wahana bermain anak-anak. “Besok (hari ini, red) kami resmikan. Acaranya dimulai jam 5 sore dengan mengundang 50 anak yatim sekalian berbuka puasa bersama juga,” katanya.

Sementara itu, Ketua LPM Desa Kotabatu Endang Suratman mengatakan, Pekan Raya Lebaran banyak memberikan kontribusi positif. Terutama untuk lapangan pekerjaan bagi warga sekitar. Salah satunya adalah pengelolaan parkir dan menggerakkan potensi usaha kecil. “Sangat membantu masyarakat menengah ke bawah. Pemuda yang nganggur jadi punya pekerjaan. Anak yatim dan handa pun dapat santunan,” ujarnya.

Pamit ke Bogor, Gadis Ini Malah Dilaporkan Hilang

BOGOR DAILY-Nurhalimah (19) remaja asal Kedung Kali Angke, Kel. Kedung, Kec. Cengkareng Barat, dilaporkan hilang pada Rabu 09 Mei 2018. Perempuan yang kerap disapa Nur itu pamit kepada kakak kandungnya pergi ke Bogor

Dalam postingan beredar di Status Whatsapp Siti Hodijah (23) yang menginformasikan pencarian orang hilang dari Ade Lingga (33).
Dalam status postingan tersebut menginformasikan anak perempuan dari Ade Lingga pergi ke Bogor dan menginap disalah satu rumah teman, namun tidak diberitahukan nama dan alamat yang dituju, pada hari Sabtu 12 Mei 2018 sekitar pukul 22.41 WIB nomor telepon Nur sudah tidak aktif dan hingga saat ini anak perempuannya belum juga kembali.

Dengan adanya kejadian ini, Ayah kandung merasa khawatir dan takut terjadi apa-apa kemudian melaporkan kepada Polsek Cengkareng dengan status pencarian orang hilang pada hari Minggu 13 Mei 2018.

Nur memiliki Ciri-ciri tinggi badan sekitar 148 Cm perawakan kurus, rambut hitam lurus (saat ini rambut berwarna kecoklatan/Di Cat), menggunakan kaos berwarna abu-abu berlengan panjang hitam dan bercelana jeans panjang berwarna hitam, menggunakan sepatu bermerk Wakai, membawa tas kecil hitam dan membawa ponsel merk OPPO F15 warna White & Gold. “ Tulis Ade Lingga

Kepada warga yang melihat anak perempuan dengan ciri-ciri tersebut dapat menghubungi nomor telepon 083804246853 Ade Lingga

Ririn Ekawati Sudah Menutup Hati untuk Semua Pria

BOGOR DAILY Belum setahun suami Ririn Ekawati, Ferry Wijaya meninggal dunia. Sampai sekarang Ririn Ekawati tidak akan melupakan sang suami.

Bicara soal move on, Ririn Ekawati, mengaku sudah bisa melupakan kesedihannya. Namun untuk urusan membuka hati, Ririn dengan tegas menutup hati rapat-rapat untuk para pria.

“Pokoknya nggak ada pasangan berikutnya, kalau deket boleh, temenan ayo, menikah no!” tegas Ririn Ekawati ditemui dalam jumpa pers ‘Langit 7 Bidadari’ di Grand Kemang, Jakarta Selatan.

Janda dua anak itu pun mengakui masih ada luka di hatinya. Perasaan sedih tentunya masih sangat ada.

“Tapi aku selalu bilang hidup itu berjalan kayak semua takdir emang dapetnya kayak aku aja, kebetulan duluan suaminya meninggal. Ntar juga siapa suaminya meninggal. Jadi memang tunggu waktunya aja,” ungkapnya.

“Satu yang kita nggak bisa atur yaitu takdir Tuhan nggak bisa kita atur. Nasib masih bisa kita atur, jangan sampai nasibnya kayak aku, sebelum nikah ‘lo sakit nggak?’ paling nggak nasibnya udah diatur. Takdir Tuhan masa kita bilang Tuhan tolong dong kasih jodoh yang umurnya lama,” sambung Ririn Ekawati.

Ririn pun bercerita banyak teman yang mulai menjodoh-jodohkannya. Padahal mencari jodoh untuk janda beranak dua menurut Ririn Ekawati tidaklah mudah.

“Emang ada keluarganya yang mau janda dua anak, suami yang pertamanya dia cerai, suami keduanya meninggal. Kayak orang anggapnya kasihan ya hidunya, menderita banget, aku sedih baru dua tahun menikah udah meninggal. Ya gimana, kayak sinetron kan. Kebayang nggak tuh nanti yang jadi calon suami aku ‘kamu mendingan make sure lagi deh, kamu nggak kenapa-kenapa kan menikah dengan dia’. Banyak hal,” pungkas Ririn Ekawati.

Harga Ayam Kampung Tembus Rp 90.000/Ekor

BOGOR DAILY-Harga daging ayam kampung di Pasar Senen, Jakarta Pusat, tembus Rp 90.000/ekor. Berdasarkan pengakuan pedagang, kondisi ini disebabkan terbatasnya stok di peternak.

Raskul, pedagang ayam kampung di Pasar Senen mengatakan stok di peternak terbatas memicu lonjakan harga ayam kampung. Sebelumnya Raskul menjual ayam kampung di kisaran Rp 80.000-Rp 85.000/ekor.

“Naik sudah lama, dari 3 bulan. Jadi keadaan ayamnya memang lagi berkurang di peternak. Kalau berkurang otomatis harga naik. Sebelum naik, Rp 80.000-Rp 85.000,” ujar Raskul, Jumat (18/5/2018).

Lantaran harga naik, konsumen mengurangi pembelian. Konsumen yang biasanya memborong 5 ekor ayam sekali beli, kini hanya membeli 1-2 ekor saja. “Pengaruh ke pembelinya. Jadi yang biasa beli lima jadi paling beli dua, beli satu. Abis sekarang semua mahal sih,” lanjutnya.

Pedagang ayam kampung lainnya di Pasar Senen, Kodir, menambahkan lonjakan harga ayam kampung sudah terjadi sejak sebelum puasa.

“Ayam kampung paling murah Rp 40 ribu. Paling mahal Rp 90 ribu. Sudah naik sebulan yang lalu,” kata Kodir

Ini Qori Ganteng yang Lagi Naik Daun

BOGOR DAILY-Nama Syakir Daulay mulai terdengar wara-wiri di dunia hiburan, apalagi di bulan Ramadan seperti sekarang. Bukan hanya dikenal ganteng dan berbakat, remaja asal Aceh ini juga pandai mengaji. Bisa dibilang, dalam ilmu agama, Syakir memiliki nilai di atas rata-rata dibanding anak seumurannya.

Di acara Tarhib Ramadan yang digelar Remaja Islam Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu, Syakir bercerita bahwa sejak kecil ia sudah belajar Alquran. Orangtuanya selalu menanamkan rasa cinta terhadap Alquran dan bisa membacanya.

“Sampai dulu kalau di rumah itu, masa-masa kecil, setiap bangun tidur sama sebelum tidur pasti rumah tuh sudah bunyi Alquran, jadi terbiasalah,” ujar Syakir.

Sebelum datangnya tawaran-tawaran mengisi adzan di beberapa televisi dan bermain film, Syakir Daulay merupakan santri di pesantren Darul Quran milik Ustaz Yusuf Mansyur.

“Syakir waktu itu muncul di televisi jadi muadzin. Dari situ, kemudian ada tawaran main film, Syakir ambil juga buat belajar. Alhamdulillah film Syurga Menanti waktu itu di tahun 2016 sukses,” kenangnya.

Film itu akhirnya membuat pemuda kelahiran 10 Januari 2002 itu mulai dikenal dan punya banyak followers di media sosial. Dari sana, Syakir mengajak anak-anak muda untuk mencintai Alquran. Menurutnya, banyak anak muda yang tertarik dengan Alquran. Hanya saja, disebutkan Syakir, masih kurang figur yang mencitrakannya.

“Kita kan banyak yang terkontaminasi sama yang baik-baik tuh cuma pencitraan, sebenarnya nggak. Memang yang baik itu harus kita citrakan, supaya efeknya ke anak muda baik. Ini banyakan justru yang keluar di sosial media yang nggak baik,” tutur anak dari pasangan M. Hasan Daulay dan Nazariah itu.

Syakir berharap anak-anak muda yang telah mengikuti akun Instagram pribadinya bisa melihat bahwa anak muda juga bisa menjadi qori atau suka membaca Alquran dan tetap bisa gaul. Syakir mengatakan, yang membaca Alquran bukan hanya yang harus salat ataupun harus ke masjid saja. Bukan pula ustaz atau yang memakai gamis saja.

“Syakir mulai bikin Instagram tahun 2014 atau 2015. Ya sampai sekarang alhamdulillah masih terus ngajak teman-teman, dari Instagram bahwa jangan cuma jadi anak muda tapi harus juga bisa ngaji, harus bisa salat,” pungkasnya.

Sumber: Detik Hot

Aman Abdurahman Dituntut Mati

BOGOR DAILY-Pemimpin Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang merupakan terdakwa kasus terorisme bom Thamrin, Aman Abdurrahman, dituntut hukuman mati. Aman dinilai jaksa penuntut umum terbukti merencanakan serangkaian aksi terorisme di Indonesia. Selain itu Aman juga dinilai telah menyebarkan paham radikalisme.

Jaksa menyebut Aman telah menyampaikan ceramah bahwa pemerintahan Indonesia merupakan negara thagut yang berdasarkan demokrasi. Menurut Aman, demokrasi dinilai sebagai ajaran kafir.

“Menuntut terdakwa pidana mati,” kata Jaksa Penuntut Umum di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta, Jumat (18/5).
Aman mendengarkan tuntutan jaksa dengan tenang. Sesekali dia bertopang dagu, sesekali menunduk.

Dalam kasus ini, sesuai tuntutan jaksa, Aman diduga memerintahkan empat orang untuk meledakkan bom di Jalan Sabang, Jakarta Pusat. Aman menyasar tempat tersebut sebagai lokasi teror karena banyak warga negara asing di sana. Bom tersebut akhirnya diledakkan di Gerai Starbucks dan Pos Polisi di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, 14 Januari 2016.

Aman juga dituntut telah menyampaikan kegiatan ceramah yang menyuarakan atau menyampaikan rujukan dalam kajian tauhid. Akibat kajian atau ajaran yang diberikan tentang syirik akbar atau syirik demokrasi mengakibatkan para pengikutnya terprovokasi dan mempunyai pemahaman radikal.
Aman diduga terlibat dan menjadi otak pengeboman di Jalan Thamrin pada Januari 2016 dan pengeboman di Terminal Kampung Melayu pada pertengahan 2017.

Sebelumnya, Aman pernah ditangkap pada 21 Maret 2004, setelah terjadi ledakan bom di rumahnya di kawasan Cimanggis, Depok, saat ia disebut sedang melakukan latihan merakit bom.

Sebelumnya, pada Februari 2005, Aman divonis hukuman penjara selama 7 tahun. Selesai menjalani hukuman, pada Desember 2010 Aman kembali ditangkap karena terbukti membiayai pelatihan kelompok teroris di Jantho, Aceh Besar dan ditahan di LP Nusakambangan.

Aman kemudian divonis 9 tahun penjara, hingga dinyatakan bebas di Hari Kemerdekaan. Namun Aman tidak langsung bebas dan dipindahkan ke Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Ia disebut memiliki pandangan bahwa pemerintah Indonesia dan ideologi Pancasila merupakan falsafah kafir.